Keduanya keluar dari toko pakaian, dan berjalan menuju ke arah yang berbeda dari apartemen Naruto. Pemuda itu membawa tas yang berisi beberapa pakaian milik Kushina. "Maafkan kaachan ya, Naruto. Kau jadi membawa beberapa barang milik Kaachan."

Netra biru Naruto melirik sejenak sang Ibu yang terlihat modis, celana jeans pendek dengan ukuran di atas lutut, lalu kaos kemeja putih khusus untuk perempuan.

"Tapi Kaachan bersyukur ada kau yang menemani Kaachan belanja. Oke, kita ke rumah!" Dengan semangat, Kushina melompat tinggi melewati beberapa atap rumah, meninggalkan Naruto yang terlihat lelah.

Beberapa saat kemudian, Kushina dan Naruto sampai di sebuah rumah yang seolah tak tersentuh oleh siapapun, letaknya berada dekat dengan Kantor Hokage.

"Ayo masuk!"

Kushina menarik tangan Naruto untuk masuk ke dalam rumah tersebut, wanita itu pun membuka pintu masuk rumah yang sudah lama tak dihuni.

"Kaachan merasa kalau rumah ini masih sama saja."

Naruto sedikit merasa asing dengan rumah itu, karena memang ia baru pertama kali masuk ke dalam sana. Pemuda itu meletakkan barang bawaannya di sebuah sofa panjang, dia melihat interior rumah tersebut, tapi kedua matanya malah menatap sosok Kushina yang sedang membuka lemari dibagian bawah.

Dua buah pantat sintal Kushina tercetak jelas di depan mata Naruto, dia meneguk ludahnya dengan kasar. Dia benar-benar ingin meremas gumpalan daging itu, merasakan betapa lembutnya pantat Kushina.

"Mana ya?" Kushina bergumam mencari sebuah barang.

Sementara Naruto panas dingin melihat pantat itu menungging. Ia ingin sekali meremasnya, tapi hatinya berkata jikalau itu adalah Ibunya serta terus melakukan penolakan kepada nafsu Naruto.

Pluk

Tangan Naruto menyentuh pantat Kushina. Wajah pemuda itu langsung pucat saat pantat Kushina begerak mundur, dia segera menaik tangannya.

Wanita itu menarik dirinya dari lemari bawah, dia berbalik dan menatap Naruto yang tengah memasang wajah pucatnya. "Hm, Kaachan sedikit terkejut saat kau menyentuh pantatku." Perkataan Kushina terhenti sejenak, ia lalu memasang senyuman mesumnya. "Kaachan mungkin tak akan keberatan jika kita berhubungan seks."

"A-apa?!"

..

.

Naruto by Masashi Kishimoto