Kushina merangkak di atas tubuh Naruto, ia memasang wajah menggoda yang ditujukan kepada Naruto. "Sudah mulai berani pegang pantat Kaachan ya?" Wanita itu duduk tepat di atas gundukan yang menyesakkan celana Naruto. Kushina menggesek pelan pantat sintal miliknya. Lidahnya keluar untuk membasahi bibir seksinya.

Naruto kembali harus meneguk salivanya dengan susah payah, dia benar-benar di situasi yang...

Mengenakkan.

Kedua iris biru Naruto menatap Kushina mulai dari bagian atas, berlanjut ke wajah cantik nan imut seperti remaja pada umumnya, lalu kedua buah dadanya yang besar dan menggoda, serta penisnya yang telah dikeluarkan oleh Kushina.

Sejak kapan?! Pikir Naruto yang masih dirundung keterkejutan.

Di lain sisi, Naruto merasa puas karena penisnya keluar dari sangkarnya yang sempit. "Kaachan," gumam Naruto. Dia mendongak ke atas melihat wajah cantik Kushina yang sudah merona.

Tawa halus nan merdu terdengar di telinga Naruto, pemuda itu juga merasakan kocokan lembut yang diberikan Kushina pada penisnya. "Kaachan akan memberikan servis untukmu." Bibirnya mendekati bibir Naruto, deru napas Kushina bisa Naruto rasakan, wajah mereka semakin dekat.

Hingga kedua bibir itu menyatu, sembari Kushina mengocok penis Naruto, lidahnya memasuki mulut Naruto.

Tanpa sadar, Naruto meletakkan tangannya ke salah satu dada Kushina, meremasnya pelan dan membuat tubuh Kushina menegang.

Kushina menarik bibirnya, dia menatap Naruto dengan sebuah tatapan yang menggoda. Naruto sendiri melepas remasannya, jantungnya berdegup kencang melihat Kushina yang mulai melepas kemeja miliknya.

"Kaachan lupa jika Naruto tak pernah diberi susu." Kushina membuka seluruh pakaian bagian atasnya, dia mengangkat buah dadanya, dan mengarahkannya pada Naruto. "Silahkan, dinikmati susu Kaachan."

Air berwarna putih keluar dari puting susu Kushina. Wanita itu menyeringai mesum.

"Mari menyusu pada Kaachan!"

Untuk kesekian kalinya, Naruto meneguk salivanya dengan susah payah.

...

..

.

Naruto by Masashi Kishimoto