Sasuke sedikit terkejut saat dia mengetahui kalau Ibunya kembali hidup, bukan dengan Edo Tensei, tapi benar-benar hidup. "Kaasan..." Sasuke memanggil sang Ibu yang terlihat seumuran dengan dirinya.

"Sasuke? Ada apa sayang?"

"Apa tidak masalah jika kau tinggal bersama Kushina-san dan Naruto? Apa mereka tak keberatan?"

Mikoto tersenyum tipis menanggapi pertanyaan Sasuke barusan. "Kaasan tidak apa-apa kok, lagipula Kaasan tak mau mengganggu kalian yang saat ini sudah menikah."

Sasuke terlihat berpikir sejenak, ia melihat Kushina dan Naruto yang duduk berdampingan, kedua mata hitamnya menatap tajam Naruto yang tengah menguap malas. "Dobe."

"Eh, Sialan! Kau mau kupukul?!" Naruto melotot tajam pada Sasuke, dia baru saja bangun tidur dan sudah di ejek oleh Sasuke. "Kalau sudah selesai, cepat pergi! Aku mau tid-aww!"

"Dasar tak sopan!" Kushina menjitak kepala pirang Naruto.

"Baiklah kalau begitu, kami pamit undur diri. Kaasan, jaga dirimu!"

"Itu sudah pasti, Sasuke. Kaasan akan menjaga diri."

Sasuke pun beranjak dari tempatnya duduk, di ikuti dengan Sakura yang menjadi Istri dari Sasuke. Mikoto sendiri mengantarkan kepergian Sasuke tepat di pintu masuk rumah Kushina.

Wanita itu kemudian kembali ke ruang tamu, dia melihat Kushina yang tengah mengulum penis Naruto sembari mengocok batang penis pemuda itu.

"Kaa-kaachan!" Sperma Naruto keluar, memenuhi mulut Kushina. Wanita merah itu menelan semua cairan Naruto. "Si-sial."

Kushina berdiri, dia membuka seluruh pakaian miliknya hingga telanjang bulat. Vagina miliknya sudah sangat basah akibat dirinya yang mengulum penis Naruto.

"Ka-kaachan, jangan lagi!"

Kushina tertawa mesum mendengar penolakan Naruto, dia menggenggam penis loyo Naruto, dan mulai mengocoknya kembali. Kushina merasakan kalau benda itu kembali berdiri, dia pun menurunkan pinggulnya dan memasukkan penis Naruto ke dalam tubuhnya.

"Aku berpikir jika kau bisa saja membuat beberapa Bunshin untukku dan wanita horny di sana," ujar Kushina sembari menunjuk ke Mikoto yang tengah telanjang dan menggosok vagina basahnya.

Naruto kemudian membuat sebuah segel tangan, muncul tiga Bunshin di sebelahnya. "Oke, akan aku turuti!"

"Mari berpesta Sochi!"

...

..

.

Naruto by Masashi Kishimoto