Hari ini, Naruto berkunjung kerumah Satsuki, tetapi ia tak mendapati Satsuki ada di rumahnya. Dia malah mendapati sosok wanita cantik yang berusia hampir setengah abad. Mikoto Uchiha, ibu dari Satsuki. Sosok yang menjadi Ibu bagi Satsuki, sungguh jika wanita itu masih jomblo, Naruto akan langsung menembakknya.

Sayangnya wanita itu sudah menikah. Tapi, siapa peduli? Ini sudah lebih dari cukup sebenarnya, karena setelah dapat anaknya kenapa tak mendekati Ibunya?

Naruto menyeringai sesaat, ia terus memandangi kedua pantat milik Mikoto. Ugh, sungguh kelihatan lezat, apalagi ia memakai celana jeans pendek yang memperlihatkan kedua paha putih nan lezat itu, lalu kaos putih ketat. Penis Naruto berdiri begitu saja.

Nafsu pemuda itu sudah tak bisa dibendung lagi, dia langsung melesat lalu memeluk Mikoto dari belakang. Wanita itu terkejut setelah mendapat sebuah serangan dari belakang, ia tersenyum kecil melihat siapa yang menyerangnya. "Uhh, Naruto..."

Pemuda pirang itu tak menjawab, ia meremas buah dada Mikoto dengan lembut, penis Naruto yang berdiri pun digesekkan di bongkahan pantat seksi milik Mikoto. "Mikoto-san..." gumam Naruto, ia lalu menarik kaos putih itu ke atas, membuat kedua payudara Mikoto memantul keatas dan kebawah. Kedua netra biru Naruto melotot melihat dua buah benda besar dengan ujungnya yang berwarna merah muda, ia pun menyentuh puting susuk Mikoto, mencubit kecil lalu menariknya naik turun.

Naruto sangat suka memainkan kedua benda tersebut, sembari ia terus menggesekkan penisnya. Ia pun mencium leher Mikoto, memberikan sebuah bercak merah di sana. "Ahh, Naru..." wanita itu memanggil nama Naruto, kedua tangan putihnya itu memegang tangan Naruto. Mikoto sudah mulai terangsang akibat sentuhan yang diberikan Naruto. "Ki-kita ke ruang tamu!"

Naruto mengangguk kecil, ia kemudian mengangkat tubuh Mikoto dan berjalan ke ruang tamu. Mereka berdua membiarkan kaos putih Mikoto tergeletak tak berdaya di lantai.

Pemuda pirang itu melempar Mikoto hingga mengadu kesakitan, tak sampai disitu, Naruto membuka celana jeans pendek milik Mikoto. Di sana terpampang sebuah liang senggama yang sudah basah, Naruto meneguk ludahnya dengan susah payah. Dia pun melepas seluruh pakaiannya hingga telanjang bulat, Mikoto tersenyum melihat tubuh atletis pacar anaknya itu.

"Kau sungguh seksi Naruto."

Mikoto membuka kedua kakinya, ia membiarkan Naruto untuk menjamah liang senggamanya, sembari ia terus menyentuh tubuh seksi Naruto. Desahan kecil keluar dari mulut Mikoto setelah vaginanya di masuki dua jari Naruto, pemuda itu mengocoknya dengan cepat, membuat desahan Mikoto semakin kencang.

Tubuh seksi Mikoto melengkung ke atas, ia merasakan cairan cintanya keluar akibat kocokan yang diberikan Naruto. "Ahh, Naru...ahh..." Naruto menarik jemarinya, ia pun mengarahkan penis tegangnya ke Vagina Mikoto. Benda milik Naruto merangsek masuk ke dalam tubuh Mikoto, pemuda itu mendorongnya dengan pelan, tak lupa ia meremas kedua gundukan milik Mikoto.

Naruto menggerakkan pinggulnya maju mundur, penisnya keluar masuk di dalam tubuh Mikoto, bergesekan dengan dinding rahim Mikoto yang basah akibat cairan cintanya.

Mikoto terlihat pasrah saat ia di setubuhi oleh Naruto, dia hanya mengeluarkan sedikit desahan, kedua tangannya pun terangkat dan memeluk leher Naruto, begitupula dengan kedua kaki jenjangnya.

Kedua tangan Naruto memeluk pinggul ramping Mikoto, untuk mencegahnya agak tidak jatuh. Ia terus saja menggerakkan pinggulnya, hingga ia menancapkan dalam-dalam penisnya. Naruto mengeluarkan banyak sperma di dalam vagina Mikoto.

"Ahh, fuck... This is awesome Mikoto-san."

Mikoto tertawa kecil mendengarnya, ia lalu mencium bibir Naruto dengan mesra. "Kau boleh melakukannya jika Satsuki tak ada di rumah, oke?"

"Akan kulakukan Mikoto-san, jangan khawatir." Mikoto tersenyum mesum mendengar jawaban Naruto barusan.

..

.

Naruto by Masashi Kishimoto

..

.