Love You Again
Main Cast : Jaeyong (Jaehyun x Taeyong) NCT
Warning : BXB (Boys Love)
..
IF YOU DON'T LIKE DON'T READ. Thank You
Sorry for Typos
Happy Reading
..
Jaehyun dan Taeyong dulunya adalah sepasang suami suami. Mereka menikah di umur yang masih sangat muda yaitu 18 tahun. Di masa itu 'Menikah Muda' sedang menjadi tren di kalangan remaja Korea.
Maka dari itu dengan sangat bangga nya Jaehyun ingin menikahi Taeyong di umur mereka yang masih terbilang belia. Saat itu Taeyong sungguh sangat senang mendengar apa yang Jaehyun katakan. Dengan hati bahagia dia langsung mengutarakan keinginannya dan Jaehyun kepada kedua orang tua nya.
Awalnya mereka di tentang oleh orang tua kedua belah pihak, mereka memikirkan bukan apa yang Jaehyun dan Taeyong jalani hari ini. Tapi mereka memikirkan bagaimana jika ada sesuatu yang mengganggu rumah tangga mereka. Apakah mereka bisa menyelesaikan semuanya secara tenang?
Tapi Taeyong dan Jaehyun tetaplah berdiri dengan kekeras kepalaan mereka. Maka dari itu dengan setengah hati mereka menyetujui pernikahan sepasang kekasih itu.
Tapi sungguh ironis di umur pernikahan mereka yang ke 4 tahun, Jaehyun dan Taeyong memutuskan untuk berpisah. Disaat itu mereka mempunyai seorang anak berumur 3 tahun bernama Jung Minhyung atau lebih sering di kenal dengan nama Mark Jung.
Setelah selesai sidang perceraian mereka, hak asuh Mark jatuh kepada Jaehyun sebagai ayah nya yang dapat memenuhi kebutuhan hidup nya. Awalnya sungguh Taeyong tidak terima apa yang sudah di putuskan, bagaimana bisa Jaehyun mempunyai hak asuh terhadap anak nya? anak yang di kandungnya selama Sembilan bulan, bahkan dia yang merasakan sakit nya saat melahirkan.
Tapi Taeyong merelakan itu semua saat dia mengetahui kalau ada sebuah makhluk kecil yang sedang dia kandung. Taeyong ingat, seminggu sebelum sidang perceraian mereka, Jaehyun sempat meniduri nya sebagai salam perpisahan mereka. Mungkin memang sedikit aneh, yah tapi itulah mereka.
-o0o-o0o-
Twelve years later…
"Jeno-ya ayo kita berangkat." Taeyong berteriak memanggil anak nya yang sedari tadi masih saja berada di dalam kamar nya.
"Ya mom, sabarlah aku harus merapihkan buku pelajaran ku." gerutu Jaeno sambil berlari membawa tas nya.
"Sudah berapa kali mommy katakan untuk selalu membereskan buku di malam hari ketika usai belajar. Kenapa selalu tidak mendengarkan?"
"Aku lelah mom."
"Lelah? Tapi bermain game selalu tak kenal lelah."
Jeno tersenyum menunjukan eye smile nya. "Maafkan aku mom."
"Cepat masuk ke mobil, 20 menit lagi kau akan terlambat."
Dengan cepat Jeno bergegas masuk kedalam mobil.
Setiap hari Jeno selalu di antar dan di jemput oleh Taeyong. sedangkan Taeyong kini mempunyai sebuah toko roti yang berada dekat dengan sekolah anak nya. Jeno adalah satu-satu nya harta yang dia miliki untuk saat ini.
Di umur nya yang ke 34 tahun, Taeyong merasa sudah tidak terlalu penting mencari seorang suami yang mampu membiayai nya dengan Jeno. Masa muda nya dia habiskan untuk bekerja sambil merawat dan membesarkan Jeno, dan di usianya yang sekarang, Taeyong merasa lebih baik seperti ini, lagi pula dia mampu membiayai kehidupannya dengan anak nya.
"Belajar lah yang rajin, agar selalu membanggakan mommy."
Jeno memberikan hormat kepada Taeyong yang hanya bisa tersenyum. Mengecup kedua pipi orang yang sudah sangat berjasa dalam hidup nya, Jeno keluar dari mobil sambil melambaikan tangannya kepada mobil ibu nya yang kembali berjalan menjauhi sekolah nya.
"Jeno-ya."
Jeno menolehkan kepalanya saat seseorang memanggil namanya. "Eoh? Mark hyung?"
Tersenyum, seorang pria berumur 15 tahun yang di kenal bernama Mark itu berjalan menghampiri Jeno untuk masuk kedalam sekolah bersama-sama.
"Kau diantar oleh ibu mu?"
"Ya, seperti biasa."
"Aku selalu bermimpi mempunyai ibu yang selalu memperhatikan ku, tidak seperti ayah yang selalu sibuk dengan bekerja dan bekerja."
"Lalu kemana ibu mu, hyung?"
"Aku tidak tahu, saat aku masih kecil aku ingat sekali kalau aku masih mempunyai ibu. Tapi sesuatu terjadi hingga ayah dan ibu tidak lagi bersama."
"Apa sebuah perceraian?"
Mark menganggukan kepalanya. "Dulu saat masih kecil, ayah ku selalu mengatakan kalau ibu ku ingin pergi jauh dan meninggalkan kami, sehingga menyuruhku untuk tidak lagi mencari nya. Tapi sekarang aku mengerti bahwa itu sebuah perceraian."
"Lalu kenapa ayah hyung tidak mencari seorang istri lagi?"
"Ku pikir, ayah ku masih sangat mencintai ibu ku."
Jeno menganggukan kepalanya mengerti.
"Ah bukankah kau juga tidak mempunyai ayah?"
Jeno menganggukan kepalanya dengan sorot mata yang menggambarkan sebuah kesedihan. "Sama seperti hyung, kadang aku juga ingin merasakan bagaimana mempunyai seorang ayah yang hebat bekerja keras untuk kebahagiaan keluarga nya."
"Lalu kemana ayah mu pergi?"
Jeno menggelengkan kepalanya. "Aku tidak pernah tahu keberadaan ayah ku, aku lahir tanpa seorang ayah. Ibu yang merawat ku selama ini, berjuang untuk selalu bisa memenuhi kebutuhan ku. Saat itu, aku pernah menanyakan tentang ayah kepada ibu ku. Tapi, tiba-tiba ibu menangis dan tidak menjawab pertanyaan ku. Mulai saat itu, aku tidak ingin menanyakan ayah lagi kepada ibu. Karena ibu sudah merangkap menjadi ayah ku juga."
"Aku jadi mempunyai rencana untuk menyatukan ayah ku dengan ibu mu." Ujar Mark dengan seringaian kecil nya.
Jeno menolehkan kepalanya ke arah yang lebih tua. "Maksud hyung? Membuat mereka sama-sama jatuh cinta lalu menikah?"
Mark menganggukan kepalanya dengan semangat. "Bagaimana rencana ku? Apa kau setuju jika kita bersaudara?"
Jeno membalas anggukan kepala mark. "Ya, akan sangat seru jika aku punya kakak yang bisa aku ajak bermain game."
"Mari kita pikirkan rencana kita matang-matang."
-o0o-o0o-
Mark berjalan ke ruang kerja ayah nya, membuka pintu yang ada di depannya lalu masuk menuju ayah nya yang sedang sibuk menatap kertas-kertas yang berserakan di meja besar.
"Daddy, ada yang ingin aku katakan."
"Katakanlah dengan cepat, aku sedang sibuk"
"Tolong dengarkan aku dulu dad, ini masalah penting menyangkut kehidupan kita kedepannya."
Jaehyun menghela nafasnya, sambil menatap anak semata wayang nya. "Katakanlah."
"Aku ingin mempunyai mommy."
"Apa yang sedang kau bicarakan Mark?"
"Aku hanya ingin mempunyai mommy, itu tidak lah sulit kan?"
"Mark, lebih baik kau meminta kepada ku beribu-ribu Play Station dari pada meminta sesuatu yang aneh seperti itu."
"Permintaan ku tidak aneh dad, apa sulit nya untuk menikah lagi?"
"Mark, pernikahan tidak segampang itu."
"Lalu apa daddy mau terus menerus mengabaikan ku seperti ini?"
"Kapan aku mengabaikan mu, kiddo?"
"Bagaimana dengan kerja terus menerus tanpa tahu waktu? Apa itu bukan mengabaikan ku? Setidak nya jika aku mempunyai ibu aku jadi tidak terlalu kesepian, dad."
Jaehyun mengusap wajah nya kasar. "Pergi tidur, besok kau harus sekolah." Ujar nya sambil kembali menatap kertas-kertas yang sempat ia abaikan.
"Tidak sebelum daddy menyetujui permintaan ku."
"Aku sibuk, Mark."
"Maka aku akan tetap berdiri disini hingga daddy selesai bekerja."
Jaehyun mendesah keras, menghentikan pekerjaannya. "Hentikan pembicaraan ini, dan pergi tidur Mark. Sebelum kesabaran ku habis."
Mark menghembuskan nafas nya, biarkan hari ini dia mengalah tapi tidak untuk selanjutnya. Dia akan terus memaksa ayah nya agar mengatakan Iya.
"Setidak nya pikirkan lah aku sebagai anak mu, dad." Mark berjalan meninggalkan ruangan kerja Jaehyun.
-o0o-o0o-
Sedangkan di tempat yang lain, terlihat Jeno yang sedang tertidur di paha ibu nya. Taeyong sesekali memainkan rambut anak nya sambil menyaksikan televisi di depannya.
"Mom."
"Hm."
"Apa mom tidak berniat untuk mencari seorang suami?"
"Untuk apa sayang?"
"Setidak nya mom jadi tidak perlu lagi bekerja keras untuk kehidupan kita. Karena akan ada seorang suami yang bertanggung jawab."
"Tidak perlu memikirkan itu sayang, mommy masih cukup kuat untuk bekerja."
"Bagaimana jika aku yang meminta?"
Taeyong mengerutkan keningnya, sambil menatap anak nya dengan pandangan penuh tanda tanya.
Jeno bangkit dari posisinya, menjadi duduk di samping ibu nya. "Aku ingin mempunyai seorang ayah, mom."
"Lee Jeno, tolong jangan membahas ini."
"Kenapa? Apa itu sulit bagi mom? Mempunyai seorang suami baru?"
"Tidak sayang, tapi menjalankan sebuah rumah tangga tidak semudah itu."
"Apa yang membuat mom merasa kesulitan? Katakanlah pada ku, maka aku akan siap membantu."
"Anak kecil seperti mu, tidak akan bisa membantu." Taeyong mencubit hidung anaknya gemas. "Pergilah tidur, karena mom juga sudah mengantuk."
Taeyong beranjak dari sofa hendak ingin berjalan menuju kamarnya, tapi tangannya lebih dulu di tahan oleh anak nya.
"Ada apa lagi, sayang?"
"Setidak nya pertimbangkan lah saran ku, mom. Untuk ku"
Taeyong menghela nafasnya, sambil mengacak surai anaknya, lalu pergi meninggalkan Jeno tanpa menjawab ucapan anak nya.
Jeno menghembuskan nafas nya, sambil kembali membaringkan tubuhnya di sofa. Sepertinya akan sangat sulit, pikir nya.
..
..
To Be Continued…..
.
.
Hehehehe maafkan jika aku sering ngutang tapi malas bayar. Habisnya sayang, ide nya tiba-tiba muncul.
Tapi ff ini gak bakal lama koq, palingan Cuma beberapa part doang kaya ff ku yang Destiny. Atau malah lebih dikit. :D
