Love You Again
Part 2
Main Cast : Jaeyong (Jaehyun x Taeyong) NCT
Warning : BXB (Boys Love)
..
IF YOU DON'T LIKE DON'T READ. Thank You
Sorry for Typos
Happy Reading
..
Taeyong tidak bisa memejamkan matanya sejak pembicaraan nya dengan Jeno. Taeyong tidak tahu apa yang membuat Jeno membahas soal itu, selama ini Jeno hampir tidak pernah meminta ia untuk menikah lagi. Tapi kenapa sekarang tiba-tiba? Apa yang sedang mengganggu pikiran anak nya?
Taeyong menghembuskan nafas nya, sambil beranjak dari ranjang nya. Membuka tirai jendela kamar nya dan melihat hamparan langit yang penuh dengan bintang malam ini.
Taeyong memang sangat merindukan Jaehyun, apalagi anak pertama nya, Mark. Kadang dia selalu bertanya kepada diri nya sendiri, bagaimana keadaan anak nya? apa Jaehyun mampu merawat nya dengan baik?
Tapi Taeyong tidak pernah berniat untuk mencari tahu, karena dia sadar perceraian nya dengan Jaehyun adalah kesalahan terbesar nya saat itu. Dulu dia masih egois, dia masih belum bisa berfikir dengan matang, semua selalu dia selesaikan dengan emosi. Taeyong merasa malu, terutama terhadap anak nya. Dia bingung, apa yang nanti akan dia jawab jika dia bertemu Mark suatu saat nanti, dan menanyakan alasan dari perceraian kedua orang tuanya.
Alasan dari dirinya tidak pernah memikirkan soal pernikahan kembali, karena Taeyong merasakan trauma terhadap menjalin sebuah rumah tangga. Taeyong selalu berfikir, kalau dia tidak akan bisa menjalankan sebuah rumah tangga seperti seharusnya. Karena keegoisan nya lah dia bercerai dengan Jaehyun. Dan Taeyong tidak mau itu terulang kembali di rumah tangga nya yang selanjutnya. Maka dari itu dia berfikir lebih baik seperti ini, menghabiskan waktu hidup nya untuk bekerja dan merawat anak nya.
Tapi mendengar permintaan Jeno tadi, membuat Taeyong merasakan kegelisahan. Sebenarnya, Taeyong tidak akan bisa mengatakan tidak kepada anak nya, selama ini Taeyong selalu mengabulkan apapun keinginan anak nya. Tapi permintaan Jeno kali ini sungguh sangat serius, lalu apa kali ini dia juga harus mengabulkan permintaan anak nya itu? Mengesampingkan rasa trauma nya?
.
.
Sedangkan di lain tempat, Jaehyun juga sudah berulang kali mengusap wajah nya kasar. Tidak habis pikir soal permintaan anak nya. Maksudnya, ini sungguh baru pertama kali Mark meminta sesuatu yang aneh seperti itu kepada nya. Biasanya, anak itu hanya meminta sebuah mainan baru. Tapi permintaannya kali ini seorang Ibu, tolong catat Ibu. Yang berarti meminta Jaehyun untuk menikah lagi.
Jaehyun tidak bisa, jujur dia memang sering sekali kesulitan menghadapi hasrat biologis nya yang menggebu. Dan menikah lagi tidak pernah ada dalam daftar pemikiran di otak nya. Alasan kenapa dia selalu bekerja tanpa kenal waktu, karena dia tidak ingin merasakan kesepian. Apalagi berfikir untuk meniduri seorang jalang di luar sana, Jaehyun bersumpah dia tidak akan mau melakukannya.
Dia memang sudah beberapa kali mendapatkan sebuah pernyataan cinta dari seseorang, tidak sedikit asal kalian tahu saja. Tapi, sungguh tidak ada yang bisa menggantikan posisi Taeyong di hati nya, walaupun 12 tahun sudah berlalu tapi entah kenapa nama Taeyong masih memenuhi ruang di hati nya.
Perceraian nya dengan Taeyong atas kemauan sepihak lelaki cantik itu. Jaehyun tidak pernah berfikir akan berpisah dengan Taeyong hanya karena sebuah kesalah pahaman yang bisa terbilang sangat lah sepele.
Selama ini Jaehyun tidak berniat untuk mencari Taeyong karena dia berfikir mungkin Taeyong sudah bahagia dengan suami nya yang baru. Dari pada Jaehyun mencari tahu dan berakhir tersakiti. Lebih baik dia berpura-pura tidak peduli.
Tapi soal peermintaan Mark, haruskah dia mempertimbangkan nya? Jaehyun mengakui selama ini dia belum menjadi ayah yang baik untuk anak semata wayang nya itu. Jaehyun terlalu sibuk bekerja untuk bisa melupakan nama Taeyong dari memori otak nya, yang justru malah berakhir sia-sia.
-o0o-o0o-
"Ibu ku tidak menjawab apa yang aku katakan, hyung."
Mark menganggukan kepalanya. "Ayah ku juga marah besar atas permintaan ku. Dia justru mengatakan kalau aku meminta suatu hal yang aneh."
"Lalu apa kita tetap melakukan rencana ini?"
Mark menganggukan kepalanya dengan semangat. "Sebentar lagi akhir semester, yang berarti akan mengundang orang tua untuk memberikan nilai semester murid. Bagaimana kalau kita manfaatkan moment itu untuk mempertemukan kedua nya?"
"Aku takut ini tidak akan berhasil. Ibu ku akhir-akhir ini selalu sibuk dengan toko roti nya."
"Ayah ku juga, tapi mari kita berusaha untuk memaksa mereka."
"Akan aku usahakan."
-o0o-o0o-
"Dad."
"Aku tidak ingin membahas soal permintaan kemarin mu, kiddo."
"Dad, ayolah. Aku hanya ingin mempunyai ibu."
"Pergilah, percuma kau memohon seperti itu kepada ku. Aku tidak akan mendengarkan nya."
"Baiklah aku punya pilihan untuk, daddy."
Jaehyun menatap Mark dengan kening berkerut, apalagi yang akan Mark lakukan?
"Aku akan berhenti meminta daddy untuk menikah lagi, asalkan daddy kembali kepada mommy, bagaimana?"
"Mark, berhenti mengucapkan omong kosong. Sekarang pergilah ke kamar mu dan tidur."
"Kenapa? Kau harus memilih satu diantara nya dad. Menikah lagi, atau kembali dengan mommy?"
"Kedua pilihan itu, sama-sama meminta ku untuk kembali menikah."
"Memangnya kenapa? Bukankah menikah itu mudah?"
"Kau masih kecil untuk tau itu. Pergilah, aku harus kembali bekerja."
"Aku bahkan sudah lupa bagaimana bentuk rupa mommy." Mark memasang wajah sedih andalannya. "Daddy tidak pernah memberikan foto mommy kepada ku, padahal kan aku ingin mencari untuk bertemu dengannya."
"Mommy mu mungkin sudah bahagia dengan keluarga baru nya, jadi jangan ganggu."
"Maka dari itu, kita juga harus bahagia dengan keluarga baru kita, dad."
"Anak kecil ini, tidurlah." Bentak Jaehyun, merasa kesal atas kekeras kepalaan anak nya. Mengingat itu, membuatnya teringat Taeyong yang sangat keras kepala. Sifat buruk lelaki cantik itu, menurun kepada Mark.
"Oke, kalau daddy tetap tidak ingin mengabulkan keinginan ku. Lebih baik aku pergi untuk mencari mommy dan tinggal bersama nya."
Jaehyun tertawa meremehkan. "Dari mana kau tahu wajah mommy mu?"
"Itu mudah, aku akan meminta nya kepada nenek."
"Jangan coba-coba melakukan itu, Jung Minhyung." Geram Jaehyun.
Yah, walaupun Jaehyun terlihat tidak perduli kepada anak nya, tapi sungguh dia sangat menyayangi Mark. Hanya Mark satu-satu nya harta berharga yang dia miliki untuk saat ini. Dan tidak akan pernah Jaehyun biarkan anak nya juga meninggalkan nya.
"Maka dari itu turuti permintaan ku."
"Mark berhenti keras kepala."
"Aku tidak."
"Kau iya."
"Tidak."
"Berhenti mengulur waktu ku bekerja."
"Yah bekerjalah sepuas mu, daddy memang tidak pernah menyayangi ku selama ini. Kenapa dulu tidak kau biarkan saja aku tinggal dengan mommy!"
Setelah mengatakan itu, Mark pergi keluar dari ruangan kerja Jaehyun.
Jaehyun mengusap wajahnya kasar, dengan cepat dia beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju kamar anaknya.
Mengetuk pintu di depannya, Jaehyun berucap lirih. "Boleh aku masuk, kiddo?"
Tidak ada jawaban sama sekali dari dalam kamar. Jaehyun menghembuskan nafas, sambil mencoba membuka pintu di depannya yang untung nya tidak di kunci oleh pemilik kamar.
Jaehyun menatap sendu Mark yang sedang menenggelamkan kepalanya di atas bantal. Asal kalian tahu saja, saat ini Mark sedang menyunggingkan senyum penuh kemenangan tanpa sepengetahuan ayah nya.
"Tolong jangan seperti ini, Mark."
"Permintaan ku mudah, dad."
"Kau tahu Mark, aku sibuk dengan pekerjaan. Aku tidak lah mempunyai waktu untuk mencari seorang ibu untuk mu."
Mark langsung terduduk dan menghadap ayah nya. "Aku sudah mempunyai calon istri yang baik untuk mu, dad. Tenang saja, semuanya sudah ku atur."
Jaehyun menaikan sebelah alis nya. Tersenyum akhirnya dia menganggukan kepalanya. Mungkin keputusan ini benar, dengan dia yang mempunyai istri baru, dia pasti bisa melupakan Taeyong dari hati nya.
Mark menganggukan kepalanya sambil memeluk ayahnya. "Aku menyayangi mu, dad."
-o0o-o0o-
Jeno mencoba mengetuk pintu kamar ibu nya. Mendapat jawaban dari dalam, tanpa menunggu lama, dia langsung masuk ke dalam. Melihat ibu nya yang sedang terduduk di tepi ranjang, sambil tersenyum kepada nya.
"Boleh aku tidur dengan mu, Mom?"
"Tentu saja, sayang. Kemarilah."
Jeno menghampiri Taeyong, terduduk di samping ibu nya lalu memeluk ibu nya dari samping. "Mom?"
"Hm."
"Sudah memikirkan soal pembicaraan kita kemarin?"
"Kau sungguh ingin mempunyai ayah?"
Jeno menganggukan kepalanya di dalam pelukan Taeyong.
"Bagaimana jika nanti, mommy tersakiti?"
"Tenang saja mom, aku sudah mencarikan pria yang terbaik untuk mom."
Taeyong mengerutkan keningnya. "Really?"
"Ya, maka dari itu setujui dulu permintaan ku."
Taeyong terkekeh sambil mengusap rambut anaknya lembut. "Apapun untuk mu, sayang. Asalkan kau bahagia, mommy akan bahagia."
Jeno melepaskan pelukannya, lalu mengecup pipi Taeyong. "Terima kasih, mom. Aku menyayangi mu."
Taeyong tersenyum sambil menganggukan kepalanya. "Mommy juga, nak."
-o0o-o0o-
"Woah, bukan kah ini sebuah takdir?" seru Mark dengan semangatnya.
"Ya, hyung. Awalnya ku kira, ibu ku akan menolaknya lagi."
Mark menghembuskan nafasnya, mengingat akting yang dia lakukan sehingga Jaehyun menyetujui permintaannya. "Kau tidak tahu saja akting yang aku lakukan untuk membuat ayah ku menuruti permintaan ku."
Jeno tertawa, terbahak. "Kau bisa akting, hyung?"
"Hey, jangan salah. Karena akting ku yang sangat memuaskan, jadi ayah menyetujui nya."
"Jadi, bisakah kita menunjukan foto orang tua kita?"
"Ah, aku sampai lupa. Sebentar biar ku cari." Mark mulai sibuk mencari foto Jaehyun di ponsel nya, mengingat Jaehyun jarang sekali bersikap manis. Jadi sulit membuat pria itu untuk mau mengambil gambar bersama.
"Biar ku tunjukan foto ibu ku."
"Ah ini dapat." Mark memekik senang sambil menatap Jeno, dan menunjukan sebuah foto dimana dia yang sedang tersenyum bersama ayah nya.
"Woah, ayah mu tampan sekali, hyung."
Mark tersenyum bangga. "Kau tidak melihat ku? Aku pun tampan." Ujar Mark dengan percaya dirinya.
Kali ini Jeno yang menunjukan fotonya bersama Taeyong, dimana dia sedang mencium pipi Taeyong dan Taeyong yang sedang tersenyum manis.
"Manis sekali."
"Tentu saja. Ku rasa mommy ku adalah manusia paling tercantik walaupun dia seorang laki-laki."
"Ya kau benar. Kalau seperti ini perempuan pun kalah cantik. Aku jadi semakin tidak sabar mempertemukan keduanya."
"Aku juga, hyung."
-o0o-o0o-
Hari yang Mark dan Jeno tunggu pun akhir nya tiba. Dengan semangat nya Mark memberi tahu, kalau dia dengan ayah nya sudah menungguu di sebuah restoran yang terletak di depan gedung sekolah nya.
Sedangkan Jeno, kini sedang berjalan sambil menggenggam tangan ibu nya untuk menghampiri Mark dan calon ayah nya. "Mom tahu? Aku sudah melihat foto nya. Dan ayah dari teman ku sangatlah tampan."
Taeyong terkekeh. "Mommy jadi merasa penasaran. Tapi apa dia pria yang baik?"
"Tentu saja, aku berani menjamin itu."
Taeyong tersenyum sambil mengusak kepala anaknya, menggunakan tangan kanannya, yang tidak di genggam Jeno.
Sesampainya di sana, mereka berjalan menuju meja yang sudah di beritahukan oleh Mark.
"Maaf jika kami lama, hyung."
Jaehyun yang sedang menunduk, langsung mengangkat kepalanya, merasa orang yang mereka tunggu sudah datang. Namun seketika matanya terbelalak, tak berbeda jauh dengan Taeyong yang juga melakukan hal yang sama.
Kenapa dunia sesempit ini?
..
..
To Be Continued…..
.
.
Satu atau dua part lagi bakalan end ya. Terima kasih atas vote dan komen nya. Love you :D
