Kehidupan baru kami

Anime Xover:Naruto,. Highschool DxD.
Game Xover : Inheritage ,. PUBG Mobile.

Tokoh : ...
Uzumaki Naruto(Tokoh Anime),.
Alya(Final bos in game),.
Hamdi07(Player).

Bab : 01

Di sebuah celah dimensi yang gelap, terlihat seorang gadis berambut gelap atau hitam dengan gaya kuncir dua di bagian bawah, mengenakan zirah emas dengan motif burung garuda melayang-layang di sana, sampai akhirnya ada sebuah cahaya berwarna putih menabrak nya dan membuatnya menghilang entah ke mana.

Dalam beberapa menit kemudian, gadis itu terbangun dan menatap ke sekitar, lalu ia melihat beberapa orang yang cukup asing baginya, ya ... ada dua orang pemuda yang sedang membelakangi nya dan nampak sedang kebingungan memikirkan sesuatu.

"Ugh ... di mana ini?" gumam tanya gadis itu sembari menatap ke arah seorang lelaki berambut pirang jabrik mengenakan jaket oranye dengan aksen hitam, lalu lambang pusaran air berwarna merah di punggungnya, lalu yang satunya seorang lelaki berambut hitam pendek berkulit kecokelatan tidak mengenakan baju dan hanya memakai celana pendek yang bokong nya juga ditutupi wajan penggorengan, punggungnya terdapat senjata api, ia juga membawa tas besar di tangannya.

'Ingin rasanya aku bertanya pada mereka. Tapi ... nampaknya mereka tidak akan bisa melihat`ku dan aku telah kehabisan banyak energi untuk menyegel makhluk itu ke batas dunia.'

Gadis itu mencoba untuk berdiri. Namun, karena terlalu lelah, ia tidak sanggup dan membuatnya terjatuh. Ketika ia terjatuh, secara tiba-tiba lelaki berambut hitam yang enggak pakai baju itu bertanya pada pemuda berambut pirang yang ada di sampingnya.

"Hai, apa barusan kau mendengar suara benda jatuh di belakang kita?"

Gadis itu kaget mendengar ucapan pemuda itu, lalu ia menatap ke arah depan sekali lagi, lalu melihat Pemuda berambut pirang di samping lelaki tanpa baju itu menatap ke arah kanan.

"Tidak. Aku tidak mendengar apa pun."

Gadis yang mendengar jawaban dari pemuda berambut pirang barusan, hanya bisa terdiam lalu berbaring pasrah karena merasa kalau tidak akan ada yang menyadari keberadaannya.

"Haaah. Percuma saja, aku tidak bisa terlalu berharap, lagi pula apa yang bisa aku harapkan dari mereka. Mereka hanya manusia dan aku adalah Arca, aku hidup di antara perbatasan alam kematian dan kehidupan, mana mungkin bisa dilihat oleh mereka. Heh betapa menyedihkannya hidupku, Nala ... aku harap kau baik-baik saja sekarang."

Gadis itu tersenyum kecil sembari menutup matanya, karena ia sebentar lagi akan jatuh ke alam kematian untuk selamanya, karena luka yang ia derita sudah sangat parah, ia juga sudah kehabisan energi magis miliknya untuk sekedar memulihkan diri.

Sampai akhirnya sebuah suara membuatnya membuka mata dan ternyata, lelaki tak berbaju itu mengangkat kepalanya dan memberikannya minuman kaleng.

Gadis itu terdiam lalu membuka mulutnya dan membiarkan minuman berenergi yang ada di dalam kaleng itu memasuki mulutnya dan meminumnya. Dan setelah meminum beberapa tegukan, gadis itu tersadar dan menatap ke arah lelaki tanpa baju yang memberikannya minuman kaleng tersebut.

"Apa kau sudah mendingan?"

Mendengar pertanyaan dari pemuda itu, gadis tersebut pun duduk dan menatap ke arah pemuda tanpa baju itu. Lalu lelaki tak berbaju dan hanya mengenakan celana putih pendek itu langsung mengambil sesuatu dari tas nya, lalu mengambil sebuah suntikan dan satu kotak medis sembari menyebutkan benda apa saja yang ia keluarkan.

"Ini adalah obat penahan rasa sakit dan ini kotak P3K, gunakan sebijak mungkin."

Setelah itu pemuda berambut pirang yang tadi ada di samping pemuda tanpa baju itu mendekat dan bertanya.

"Oi, Hamdi ... barusan kau bicara sama siapa?"

Pemuda yang tidak pakai baju dan dipanggil Hamdi barusan oleh pemuda berambut pirang itu, langsung menoleh ke pemuda berambut pirang tersebut.

"Matamu itu buta atau bagaimana sih Naruto? Lihatlah ada seorang gadis berzirah di sini!"

Mendengar jawaban dari Hamdi, Naruto pemuda yang dipanggil Naruto itu malah menatap ke arah Hamdi dengan pandangan aneh.

"Aku tidak mengerti apa maksudmu Hamdi, tapi dari yang aku lihat kau tadi bicara sendiri."

Mendengar perkataan dari Naruto barusan, Hamdi kaget bukan kepalang, sembari menatap ke arah gadis yang ia berikan obat dan juga kotak P3K barusan, nampak gadis itu mengobati dirinya sendiri sembari tersenyum ke arah Hamdi. Hamdi kemudian menatap ke arah Naruto untuk satu kali lagi.

"Ka-kau serius Naruto?"

Sementara itu Naruto hanya mengangguk sembari berkeringat dingin karena melihat peralatan medis yang Hamdi tinggalkan bergerak sendiri.

"Jangan bilang ..." Hamdi kemudian menatap kembali ke arah gadis itu sembari mengedipkan matanya berkali-kali. Namun, berapa kali pun ia mengedipkan matanya berharap itu hanya hayalannya semata, gadis itu tetap ada di dalam penglihatannya.

"Hamdi-san, jangan-jangan kau bisa melihat hantu."

"Enak saja! Aku ini manusia normal, bukan indigo tahu!"

"Terus kenapa kau bisa melihatnya dan ia sedang apa sekarang?"

Hamdi yang mendengar pertanyaan dari Narutolangsung merasa pusing. Namun ketika menatap ke arah gadis yang sedang mengobati tubuhnya dari luka yang ia derita.

"Dia sedang mengobati luka yang dideritanya dengan obat yang aku berikan. Dan soal kenapa aku bisa melihatnya juga masih aku pikirkan."

"Seperti apa rupanya?"

Hamdi yang kembali diberi pertanyaan oleh Naruto langsung memberikan jawaban yang bisa ia berikan kepada Naruto mengenai bagaimana rupa dari gadis perempuan yang mereka kira hantu tersebut.

"Dia terlihat seperti seorang gadis SMA pada umumnya, memiliki rambut hitam kulit kuning langsat, dengan mata berwarna kecokelatan dihiasi kacamata, ia mengenakan Zirah berwarna emas dan Zirah nya memiliki sayap seperti burung garuda."

Naruto nampak kebingungan dengan jawaban Hamdi mengenai ciri-ciri hantu yang ada di hadapan mereka.

"Apakah kakinya menginjak lantai?"

Hamdi hanya mengangguk sebagai jawaban, Naruto yang mendengar jawaban dari Hamdi nampak kebingungan, karena setahu nya, di dunia itu tidak ada satu pun hantu yang cantik dan kakinya menempel di lantai. Namun, Hamdi mengatakan kalau perempuan yang tidak bisa ia lihat itu cukup cantik dan kakinya menempel di lantai dan tidak mengambang.

Setelah selesai mengobati dirinya, gadis itu lalu menatap ke arah Hamdi sembari bicara.

"Terima kasih atas bantuannya."

Setelah mengucapkan hal tersebut, Zirah emas yang menempel di tubuhnya menghilang dan berubah menjadi seragam sekolah anak SMA biasa.

"Em, sama-sama ..." jawab Hamdi sembari sedikit mendelik ke arah gadis yang hanya bisa ia lihat tersebut dengan tatapan sulit dipercaya, kenapa? Karena selama hidupnya, Hamdi yakin ia tidak pernah melihat makhluk-makhluk tak kasat mata sebelumnya.

Setelah Hamdi menyimpan kembali kotak P3K yang tadi sudah digunakan oleh gadis tak dikenal tadi ke dalam tas nya. Hamdi pun langsung mencoba memperkenalkan dirinya untuk memulai percakapan dengan gadis yang ada di hadapannya.

"Namaku Hamdi07, kau bisa memanggil-ku Hamdi, lalu dia adalah Naruto Uzumaki, kau bisa memanggilnya Naruto. Jadi siapa namamu?"

"Alya, namaku Alya. Aku adalah Arca Jakarta."

"Arca? Apa itu? Aku tidak mengerti, tolong jelaskan."

Sementara itu, Naruto hanya bisa diam, karena ia tidak bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Alya, jadi ia pun cuman duduk saja melihat Hamdi menganggukkan kepalanya beberapa kali.

"Jadi Hamdi-san, Nama perempuan itu Arca ya?"

Mendengar pertanyaan tiba-tiba dari Naruto membuat Hamdi menatap ke arahnya dan menjawab.

"Bukan, namanya Alya, Arca itu hanya jenisnya saja."

Mendengar apa yang Hamdi katakan Naruto hanya bisa mengatakan oh saja.

"Alya, apakah kau bisa menampakkan dirimu di hadapan kami? Jujur meski pun aku bisa melihat kamu, tapi temanku ini tidak bisa. Aku yakin orang lain pun juga tidak bisa, jadi aku tidak ingin dianggap gila karena bicara sendiri, jadi aku mohon kalau kau bisa melakukannya maka lakukan."

Alya yang mendengar permintaan Hamdi langsung tersenyum dan menampakkan dirinya di hadapan Naruto dan Hamdi, ketika ia menampakkan wujudnya, Naruto nampak kaget ketika melihat dirinya yang nampak sangat cantik.

"Jadi ... dia Alya? Cantik sekali."

Naruto langsung memuji wajah Alya yang cantik. Hamdi hanya tersenyum kecil ketika melihat Alya ikut tersenyum dan mengucapkan terima kasihnya saat penampilannya dipuji oleh Naruto.

"Terima kasih Naruto, Hamdi."

"Sama-sama." tanggap Naruto pada Alya sembari tersenyum, sedangkan Hamdi langsung mengambil sebuah minuman kaleng dan meminumnya dengan tenang.

Alya yang sudah mulai nyaman dan terbiasa dengan Hamdi yang enggak pakai baju dan Naruto yang berisik, akhirnya bertanya kepada mereka berdua.

"Apakah kalian tahu kita ini di mana?"

Naruto dan Hamdi langsung menggelengkan kepala, tanda mereka juga tidak tahu, Hamdi bahkan mengatakan kalau ini adalah kali pertama mereka bertiga bertemu. Alya kemudian terdiam, ia pun kembali bertanya kepada Hamdi dan Naruto.

"Kalau boleh tahu, sebenarnya apa yang kalian lakukan sebelumnya hingga berakhir di tempat seperti ini?"

Hamdi dan Naruto saling menatap satu sama lain, Hamdi pun berpikir keras untuk menceritakan apa yang harus ia ceritakan. Karena ia tidak mau ditertawakan hanya karena tersambar petir saat sedang bermain PUBG MOBILE. Lalu semua peralatan yang ada di dalam tas besar miliknya adalah, benda-benda yang berhasil ia kumpulkan sebelum akhirnya mati tersambar petir.

"Kurasa untuk hal ini kau saja yang duluan, Naruto."

Mendengar hal itu, Naruto pun mulai menceritakan alasan kenapa ia bisa berada di dunia serba putih tersebut. Dimulai dari misinya untuk melindungi seorang pendeta dari negeri iblis yang cerewet, sampai akhirnya dadanya tertusuk tentakel iblis Mouryuu, lalu setelah bangun ia berada di tempat serba putih ini lalu disusul oleh Hamdi yang muncul tiba-tiba dalam keadaan tiarap sembari memegang benda panjang yang Hamdi sebut sebagai Senapan api bernama AK-47.

Setelah mendengar kisah Naruto sebelum masuk ke dunia serba putih tersebut, Hamdi semakin yakin kalau ia akan ditertawakan, karena disaat kedua teman barunya ini memiliki kisah kepahlawanan yang cukup keren, ia malah datang ke mari dengan cara yang cukup konyol.

"Jadi begitu, Hamdi kalau kau bagaimana?"

Mendengar pertanyaan dari Alya Hamdi langsung mengumpat dengan nada sangat pelan, hal itu membuat Alya dan Naruto kebingungan.

"Sialan."

Hamdi nampak merutuki nasibnya, karena hanya ia yang punya kisah konyol sebelum datang ke tempat serba putih tersebut. Namun Hamdi dengan cepat memberikan kisah sebelum ia datang ke tempat yang serba putih ini dengan beberapa perubahan dan penambahan alur tertentu.

"Ehem ... waktu itu aku jalan-jalan sendiri di perkebunan, di sana sangat sepi, lalu aku pun tidur di bawah pohon sembari merasakan terpaan angin yang nyaman, lalu setelah aku bangun aku sudah berada di kabin pesawat dengan seluruh pakaianku menghilang dan hanya mengenakan celana ini. Bukan hanya aku, tapi ada orang-orang lain yang tidak aku kenal juga berada dalam kondisi yang sama."

Naruto dan Alya hanya diam dan mencoba mendengarkan cerita kebohongan Hamdi dengan sesama. Meski pun itu adalah kebohongan yang dibuat-buat, nampaknya Naruto dan Alya percaya-percaya saja terhadap apa yang Hamdi sampaikan.

"Lalu kami semua di beritahu melalui pesan suara yang ada di kabin itu, kalau kami sudah di sediakan tas parasut dan harus melompat menjatuhkan diri, lalu di bawah sudah disediakan banyak senjata. Agar kami bisa saling bunuh satu sama lain. Pemenang dari pertarungan itu katanya boleh makan ayam sepuas nya dan diizinkan untuk kembali ke rumah untuk beberapa minggu."

Mendengar perkataan Hamdi barusan, langsung membuat Alya bertanya kepada Hamdi mengenai apa yang terjadi berikutnya.

"Lalu apa yang terjadi, hingga kau ada di sini?"

Naruto mengangguk membenarkan, tanda ia juga penasaran mengenai kenapa Hamdi malah ikut berada di dunia kosong aneh ini.

"Setelah aku mengumpulkan beberapa barang yang sekiranya aku perlukan untuk bertahan, aku mencari tempat bersembunyi, sembari menyerang siapa saja yang ada di hadapanku, karena aku yakin mereka juga pasti akan melakukannya. Jadi intinya aku tidak punya pilihan, jika aku diam dan bersembunyi maka aku akan mati dengan cara memalukan. Dan sialnya saat itu ketika aku sedang tiarap di rumput untuk, menunggu musuh dan menyerang secara tiba-tiba. Aku malah mati terkena granad yang entah siapa pelempar nya."

Nampak Alya dan Naruto begitu serius memahami alur buatan dari Hamdi. Ya Hamdi sangat beruntung, meski pun ia adalah pemula dalam menjadi gamers dan penulis. Namun, setidaknya Hamdi senang, karena ia bisa menipu Naruto dan Alya dengan cara begitu.

Tak lama, suasana kembali menjadi sepi, sampai akhirnya sebuah suara membuat mereka terkejut dan siaga.

"Nampaknya kalian bertiga sudah sangat akrab sekarang."

Mendengar suara yang tiba-tiba terdengar tanpa diketahui sumbernya, langsung membuat Alya yang baru saja pulih bersama dengan Naruto dan Hamdi, langsung bersiap siaga dengan kuda-kuda masing-masing.

"Siapa kau? Tunjukkan dirimu!"

Setelah memberikan kalimat perintah yang demikian Hamdi langsung menyiapkan senapan Sub-machine gun seri MP-5, melihat Hamdi bersiap dengan senjata api miliknya, Naruto langsung mengambil kunai yang ada di kantong senjatanya. Sementara itu Alya langsung masuk ke dalam mode tempurnya, baju sekolah miliknya secara tiba-tiba berubah menjadi zirah emas dengan motif burung Garuda berwarna emas dan tombak api berbentuk monas.

Mendengar dan melihat reaksi dari ketiga orang itu, sosok misterius itu pun langsung menunjukkan dirinya di hadapan mereka bertiga dengan wujud seseorang manusia bersinar dengan sayap yang sangat besar, makhluk itu juga sangat besar dan langsung memperkenalkan dirinya di hadapan mereka bertiga.

"Kalian bertiga bisa memanggil-ku, Ares. Aku adalah dewa perang, aku lah yang membawa kalian kemari, karena aku ingin membawa kalian ke kehidupan yang baru di dunia baru, tentu saja aku tidak akan merubah genus dan kekuatan, agar kalian bisa membela diri kalau diganggu oleh makhluk hidup di dunia baru."

Setelah mengatakan apa yang ingin ia katakan, Ares langsung menatap ketiga orang yang ada di hadapannya, nampak Naruto dan Alya menurunkan kewaspadaannya kecuali Hamdi. Nampak dengan jelas Hamdi masih menatap tajam dirinya sembari menodongkan senapan apinya ke arah Ares, Hamdi nampak tidak takut meski pun musuhnya jauh lebih besar.

"Apakah itu penawaran yang kau berikan kepada kami, jujur saja aku tidak tertarik dengan hal itu. Lagi pula untuk apa kami hidup di dunia lain kalau kami akan dimusuhi?"

Ares terdiam lalu menatap Naruto dan Alya, lalu kembali menatap ke arah Hamdi.

"Apa kau takut dengan dunia lain?"

Hamdi yang ditanyai demikian langsung terdiam dan menyimpan senjatanya kembali, lalu ia mengatakan.

"Mau bagaimana lagi. Aku hanyalah manusia biasa, aku tidak memiliki kemampuan khusus yang bisa membuat-ku bertahan di dunia baru. Aku tidak seperti Naruto yang seorang Shinobi, atau pun, Alya yang menjadi Arca, pelindung Jakarta, jadi ku rasa kehadiran-ku di dunia baru hanya akan menjadi lelucon bagi para makhluk sana dan beban bagi Naruto dan Alya."

Ares tersenyum, ia langsung menawarkan kekuatan pada Hamdi, agar Hamdi memiliki sedikit kepercayaan diri untuk menerima penawarannya.

"Jika kau mau, aku bisa memberikan kemampuan tertentu padamu, jadi katakan kemampuan seperti apa yang kau inginkan."

Mendengar penawaran dari Ares, Hamdi pun langsung memikirkan, sekiranya hal apa yang bisa membantu dirinya. Lalu Hamdi melihat dalam penglihatannya sama seperti Game PUBG MOBILE dalam mode FPS, hanya saja panel kontrol gerak pada layar sentuhnya hilang. Namun, icon-icon lain, seperti petunjuk arah mata angin atau kompas di bagian paling atas pada penglihatannya, lalu bagian sudut kanan di bagian atas ada tampilan peta atau map dari tempat yang mereka tempati, di sudut kiri atas, ada daftar nama teman atau dalam game PUBG Mobile disebut daftar nama Squats, yang terdiri dari Hamdi, Alya dan Naruto. Bagian sudut bawah terlihat kumpulan icon senjata yang menempel di tubuhnya, lalu di bawah icon senjata terlihat sebuah bar putih yang disebut Health bar. Di samping kiri Health bar terdapat icon tambahan yang berisi healing item, sedangkan di samping kanan ada senjata kategori lain(Granat, Flash bang, Smoke Boom dan senjata jarak dekat seperti golok, linggis dan wajan penggorengan.) Dilanjutkan dengan di sudut kiri bawah ada icon bergambar tas yang berfungsi untuk membuka dan melihat isi dari tas yang dibawa.

'Sekilas tidak ada yang aneh dari tampilan menu yang aku lihat di pandangan mataku, selain dari maping kontrol yang hilang karena aku sudah bisa menggerakkan karakter-ku tanpa harus menekan tombol. Namun, aku masih sedikit penasaran, lalu aku arahkan senjata-ku ke sembarang arah dan selama masih dalam penglihatan-ku, aku melihat dengan jelas ada titik hitam penunjuk arah peluru, atau titik target yang mengikuti arah dari ujung senapan-ku.'

Setelah melihat semua yang ada di penglihatannya, Hamdi teringat sistem keuangan di Game PUBG Mobile dan benda apa saja yang bisa dibeli dengan uang yang dimiliki sistem dalam game PUBG Mobile itu, meski pemula Hamdi sudah sering bertanya dan melihat adiknya memainkan game itu, jadi ia sedikit mengetahui beberapa hal dari game yang ia mainkan.

"Aku ingin kau memberikan beberapa perubahan dan penambahan pada sistem pengaturan milikku, apa kau bisa?"

Ares pun tersenyum lalu bertanya.

"Apa itu?"

"Di Game yang aku mainkan, ada 2 hal yang berguna dan bisa didapatkan. Pertama adalah BP dan yang kedua adalah UC. Dengan BP, pemain bisa membeli pakaian secara acak, lalu dengan UC kita bisa membeli item-item eksklusif seperti ... lalu untuk mendapatkannya, BP, di dapat dari hasil pertempuran melawan musuh, jumlah BP yang didapat sesuai dengan jumlah musuh yang dikalahkan. Lalu untuk UC hanya bisa di dapatkan dari Top-up."

Setelah menjelaskan tentang sistem keuangan di PUBG Mobile, Hamdi menatap ke arah Ares, yang membuat Ares berkata.

"Lalu?"

Hamdi yang mendapatkan pertanyaan demikian langsung memberikan jawabannya.

"Aku ingin BP sekarang bukan hanya bisa digunakan untuk sekedar membeli baju, melainkan juga untuk membeli berbagai item pendukung, seperti amonisi dan healing item, aksesoris tambahan atau pelengkap senjata, bisa dibeli melalui BP/Battle point. Lalu aku juga ingin bisa men top-up uang yang aku miliki menjadi UC/Unknow Coin, lalu aku ingin bisa membeli seluruh senjata dan kendaraan yang di sediakan di PUBG Mobile dengan menggunakan UC, untuk jumlah nilai tukar dari uang yang ada di dunia baru menjadi UC, atau pun nilai Battle point tiap memenangkan pertarungan, lalu harga tiap barang yang terjual di sistem-ku aku serahkan padamu saja."

Tak lama setelah mengucapkan hal itu, icon baru muncul di bagian kiri penglihatannya dengan gambar keranjang belanjaan muncul dan di bagian bawahnya ada dua bar dengan tulisan. BP=0 dan UC=0.

"Baiklah Hamdi, aku sudah memenuhi keinginanmu, sekarang ambillah, ini kartu identitas kalian yang baru dan selamat menjalani hidup."

Setelah itu Ares menghilang dan mereka pun tiba-tiba berada di dalam apartemen sederhana dengan tiga kasur terpisah, lalu bagian icon map yang awalnya hanya berwarna putih, memunculkan gambaran tempat mereka dalam pandangan mata Hamdi. Hamdi pun dengan tenang melihat ke menu penjualan senjata dan item pendukung. Hamdi tersenyum karena harga yang diberikan oleh Ares tidak terlalu tinggi.

"Sekarang aku bisa sedikit tenang."

Bersambung.