Kehidupan Baru Kami

Anime X-overs : Naruto. Highschool DxD.
Game X-overs : Inheritage Boundary of Existence. Player Unknow Battle Ground Mobile.

Charakter:
Naruto Uzumaki (Naruto)
Alya (Inheritage BOE)
Hamdi07 (Player Unknow Battle Ground Mobile).

Pair : ?

Bab 02

Setelah perbincangan dengan Dewa Ares, Hamdi dan yang lain nampak terdiam di dalam sebuah ruangan sederhana yang memiliki tiga kasur di dalamnya, satu lemari dan satu toilet atau kamar mandi, ada juga meja belajar dan lainnya.

Hamdi yang melihat hal demikian, dengan segera meletakkan tas level tiga miliknya di dekat salah satu kasur, lalu ia berjalan menuju pintu keluar untuk mengetahui di mana ia dan teman-temannya sekarang.

"Hamdi, mau ke mana?" tanya Naruto secara tiba-tiba, setelah Hamdi menatap ke arah Naruto, nampak Alya juga menatap ke arahnya dengan tatapan penasaran.

Hamdi yang melihat rasa penasaran teman-teman barunya langsung mengambil kartu identitasnya yang ternyata adalah kartu pelajar murid kouh akademi.

"Hanya memeriksa keadaan di luar, aku ingin tau seperti apa pemandangan tempat ini dan juga aku ingin tau ini tempat apa."

Naruto dan Alya pun hanya bisa mengatakan Oh sembari mengangguk dan merapikan tempat tidur mereka lalu berbaring dengan tenang.

Hamdi juga melanjutkan jalannya dan saat ia membuka pintu, ternyata mereka berada di sebuah apartemen dan berada di lantai dua.

"Aku sekarang merasa kalau ini sama seperti tempat tinggalnya Maou di Hattaraku Maou-sama."

Setelah menggumamkan kalimat itu, Hamdi sedikit diam sembari menatap ke arah peta yang memunculkan titik kecil berwarna merah yang terus berkedip, saat Hamdi memfokuskan tatapan matanya ke arah icon map yang ada di pandangan matanya, peta itu pun membesar dan menutupi pandangan Hamdi dan menjadi semi transparan seperti watermark, lalu titik merah itu berada di sebuah bangunan dengan tulisan gedung tua tak terpakai. Saat Hamdi menyentuh titik merah itu, terlihat sebuah panel informasi semi transparan mengenai titik merah.

Battle Mision 01:

Iblis liar bersembunyi di gedung tua dan telah membunuh banyak manusia, tugas anda adalah memusnahkannya. Apakah kau ingin menerima misi ini, imbalan 1000 Battle Poin dan 5 UC, bonus beberapa Item Drop, jika anda setuju tekan Yes jika tidak tekan No.

Hamdi yang melihat tulisan itu, langsung dengan cepat kembali masuk ke dalam kamar dan mengambil tas nya sembari mempersiapkan beberapa senjata, amonisi dan peralatan medis yang ia punya.

Alya dan Naruto terdiam melihat apa yang Hamdi lakukan, terutama saat Hamdi me reload semua senjata miliknya dan meletakkan senjata laras panjang di punggung, lalu golok di pinggangnya. Jangan lupa Pistol di tangan kanannya, Hamdi juga memasang rompi anti peluru dan juga helem level satu yang ada di dalam tasnya ke tubuhnya.

"Kau ingin ke mana? Buru-buru sekali?"

Hamdi langsung menatap ke arah Naruto dengan tenang ia menjawab.

"Ke sebuah gedung tua."

Alya dan Naruto kaget sekaligus bingung, mengenai maksud dari jawaban Hamdi.

"Eh, kamu ngapain kesana?"

Alya tiba-tiba bertanya kepada Hamdi, karena bingung, lagian kalau pengen tidur kan, kamar ini pun sudah cukup bagus, jadi kenapa malah ke gedung tua.

"Aku mendapat informasi, kalau di sana ada monster yang suka memakan manusia sedang bersembunyi, jadi aku rasa aku harus ke sana untuk memusnahkannya."

Mendengar apa yang Hamdi katakan, Naruto dengan semangat berdiri dan meminta Hamdi untuk mengajaknya.

"Kalau begitu, aku ikut!"

"Aku juga!"

Alya tidak ingin kalah, ia juga ingin ikut dalam tugas itu, seketika daftar nama terlihat kembali di sudut kiri atas penglihatan Hamdi, lalu ada sebuah panel terlihat di penglihatan mata Hamdi, panel itu memperlihatkan sebuah tulisan.

Tulisan Panel transparan.

Apakah anda mau mengundang teman anda untuk bertempur bersama? (Y/N)

Hamdi pun menyentuh tombol Y untuk menerima hal itu. Ya, Hamdi pikir hal itu penting, karena selain ia kurang pengalaman, kedua teman barunya ini memiliki kelebihan tersendiri yang sangat berguna untuk menghadapi monster.

"Baiklah, siapkan diri kalian! Kita akan berangkat!"

Naruto dan Alya pun tersenyum mendengar perkataan Hamdi lalu langsung menyiapkan keperluan mereka sebelum bertempur.

"Oh satu hal lagi, diantara kita bertiga, aku adalah yang terlemah, jadi mohon petunjuknya."

Setelah mengucapkan hal tersebut Hamdi pun menundukkan badan ke arah Naruto dan Alya, Naruto hanya tersenyum sembari menyiapkan kunai dan senjata ninja lainnya, sementara itu Alya langsung menyerap energi dari akar kalpataru yang ada di dimensi miliknya atau batas dunia.

Lalu tak lama kemudian, Alya pun memasuki mode tempurnya, ia nampak mengenakan pakaian berwarna putih dengan kerah berwarna merah, lalu bagian lengan dilapisi pelindung emas, pada bagian punggung terdapat sayap garuda dengan warna emas, mengenakan kaki mekanik yang sewarna dengan tangan dan sayapnya, tangan kanannya memegang sebuah tombak yang bentuknya menyerupai menara Monas dengan ujungnya berselimut api, lalu tangan kirinya terdapat sebuah perisai bulat, bagian belakang kepalanya terlihat lingkaran emas yang melambangkan sinar matahari.

"Akan ku gunakan kekuatan pemberianmu ini dengan baik Aruna."

Setelah menggumamkan kalimat itu, ia kemudian tersenyum ke arah Hamdi, Hamdi ikut tersenyum, lalu menyentuh tombol Y untuk menerima mereka ke dalam squad miliknya.

Saat Hamdi sudah mengkonfirmasi semuanya, Naruto, Alya dan Hamdi pun menghilang dan muncul di dalam kabin pesawat, Naruto langsung kaget karena hal tersebut.

"Hamdi! Kita ada di mana?"

"Kabin pesawat."

"Eh?"

Baik Naruto atau pun Alya, mereka berdua kaget dengan apa yang Hamdi sampaikan. Hamdi pun menatap ke arah map yang ada di sudut matanya.

Lalu setelah melihat tujuannya sudah dekat, Hamdi pun memerintah Alya dan Naruto untuk mengambil tas parasut mereka, sembari mendekati pintu kabin yang terbuka.

"Kalian cepat ambil tas parasut yang ada di sana lalu setelah itu kita akan terjun!"

Naruto dan Alya pun mengangguk dan langsung mengambil apa yang Hamdi katakan. Namun, karena Alya merasa tidak memerlukan parasut ia pun tidak mengambilnya, lalu mereka bertiga pun terjun bersama dari ketinggian, Alya melihat Hamdi terjun dengan kecepatan tinggi menuju ke bawah langsung mengikutinya, sedangkan Naruto ia tidak menyangka kalau ia akan terjun di ketinggian yang kelewatan, membuatnya berteriak histeris.

"Huaaaaaa! Apa-apaan ini?"

Setelah berada di ketinggian yang cukup, Hamdi langsung membuka parasutnya dan membuat kecepatan turunnya melambat. Melihat Hamdi yang menarik sesuatu dari tasnya, Naruto langsung melakukan hal yang sama dan parasut pun muncul membuat kecepatan turunnya teredam, sementara itu Alya langsung mengembangkan sayapnya dan membuat ia melayang turun ke tanah.

Saat mereka bertiga sudah menapakkan kaki mereka ke tanah, atau halaman gudang tua tak terpakai tersebut.

"Alya!"

Mendengar namanya dipanggil oleh Hamdi dengan cukup keras dan tegas, Alya pun menyahut dengan sangat cepat.

"Ya!"

Mendengar jawaban yang spontan itu, Hamdi langsung bertanya mengenai kemampuan Alya.

"Alya, kemampuan macam apa saja yang kau miliki? Aku ingin tahu dan ini juga berlaku untukmu Naruto, aku ingin tahu kau bisa menggunakan kemampuan apa saja? Agar aku bisa menselaraskan gerakan dengan kalian."

Alya yang mendengar pertanyaan Hamdi langsung menjawabnya dengan ringkas.

"Aku bisa memanipulasi energi menjadi api, lalu mantra penyembuhan, mantra eksistensi, mantra barier atau penghalang yang membuatku bisa membatasi dan melindungi sebuah wilayah dari Yaksa, berikutnya aku bisa menutup retakan dimensi dengan kemampuan ku."

Untuk Naruto, ia juga menjelaskan kemampuannya, Namun karena bisa menjadi terlalu panjang, jadi aku persingkat. Akhirnya Hamdi meminta Alya untuk memasang penghalang atau Barier untuk mencegah ada manusia atau siapa pun memasuki wilayah perang mereka.

"Bagaimana, apa kau sudah mengitari tempat ini dengan penghalang?"

Alya mengangguk.

"Kalau begitu ayo maju!" Hamdi kemudian berlari sembari membawa Handgun di tangan kanannya, diikuti Alya dan Naruto dari belakang.

Ketika mereka bertiga masuk, ternyata monster yang dimaksud terlihat sedang menikmati daging manusia yang malang. Alya kaget melihat hal tersebut begitu juga Naruto.

"Yaksa jenis apa dia?"

Mendengar pertanyaan Alya yang secara tiba-tiba, membuat Hamdi langsung menembak punggung wanita dengan tubuh setengah laba-laba tersebut.

Duarr!

Sebuah tembakan langsung melukai punggung gadis itu, perempuan laba-laba itu langsung menatap ke arah Hamdi yang telah melukai punggungnya dengan pistol di tangannya.

"Naruto, Alya. Sebaiknya fokus pada pertarungan, tak peduli apa pun wujud mereka, apa pun mereka sebenarnya, jika mereka menyerang manusia, artinya mereka adalah musuh!"

Alya dan Naruto pun mengangguk dan menatap tajam wanita laba-laba yang ada di hadapan mereka.

"Kalian! Berani sekali mengganggu makan malam ku, bersiaplah untuk mati!"

Perempuan laba-laba itu langsung menyerang Hamdi dan yang lain dengan jaring laba-laba yang tiba-tiba keluar dari mulutnya. Melihat hal itu Hamdi, Alya dan Naruto berlari menghindari serangan tersebut.

Hamdi kemudian mengganti senjatanya dari pistol menjadi Sub-machine gun, ya kali ini Hamdi memegang senapan seri P-90, lalu dengan cepat Hamdi mengarahkan senapannya yang telah dilengkapi dengan scope tipe hollow, ke arah Iblis wanita berwujud setengah laba-laba itu dan memberikan tembakan beruntun.

"Arrrrrrgggh!"

Sang monster berteriak kesakitan karena tubuhnya diberondongi proyektil peluru yang sangat banyak, Hamdi pun memfokuskan pandangannya pada icon micropone hingga memunculkan opsi, all, team, none. Hamdi pun mengubah dari all, ke team.

'Jika ini sama seperti di game, maka kalau aku memilih team, yang mendengar suaraku hanyalah anggota teamku, ini sangat bagus.'

"Naruto! Aku akan mengalihkan perhatiannya, kau dan Alya pergi ke belakang dan lakukan serangan terbaik kalian!"

Benar saja, sang monster masih fokus menyerang Hamdi seolah ia tidak mendengar apa yang Hamdi serukan pada Naruto dan Alya.

"Baiklah aku mengerti."

Dengan cepat Naruto melemparkan sebuah Kunai dan merangkai segel tangan sembari berseru.

"Kunai! Kage bunshin no jutsu!"

Kunai yang awalnya hanya satu itu pun, secara tiba-tiba menggandakan diri dan melukai tubuh dari sang gadis laba-laba tersebut. Monster wanita yang semula hanya menyerang Hamdi yang terus menghindar sembari menembakkan senapannya, langsung berbalik dan menatap tajam ke arah Naruto.

"Kurang ajar kau bocah!"

Kraasss!

"Goaaarrrrk!"

Monster wanita itu langsung mengerang kesakitan saat tangannya terpotong dan terbakar karena tusukan tombak monas dari Alya yang secara tiba-tiba menyerangnya.

"Wanita kurang ajar!"

Setelah menyerukan hal itu, sang monster langsung memuntahkan cairan asam dari mulutnya. Alya yang kaget hanya bisa tercengang melihatnya, akan tetapi Alya langsung menyilangkan tangannya untuk melindungi wajahnya. Namun, sebelum cairan asam itu mengenai Alya, sebuah wajan penggorengan muncul menahan cairan asam yang mengarah ke wajah.

Ceplak!

Alya dan Monster wanita itu langsung kaget melihat wajan yang melewati wajah mereka menghalangi laju zat asam yang monster itu muntahkan dengan mudahnya, sang monster pun mengalihkan pandangannya ke arah samping, arah melesatnya wajan penggorengan tersebut.

Namun baru saja sang monster menatap, sang monster harus rela wajahnya rusak akibat hantaman proyektil tajam yang sangat cepat dan kuat.

Duar-Duarr!

"Roaaaaaarr!"

Sang monster kembali meraung kesakitan saat wajahnya hancur dan mengeluarkan darah yang banyak.

Alya yang melihat hal itu langsung terbang menjauh sembari menciptakan bola api raksasa untuk dilemparkan ke arah sang monster.

"Matilah Yaksa Laba-laba!" seru Alya sembari melemparkan bola api raksasa ke arah sang monster.

"Taju Rasentarenggan!"

Blaaaaaarrrrrrr!

Ledakan besar pun akhirnya terjadi dan membuat sang monster hanya bisa pasrah melihat dua jurus yang diluncurkan oleh Naruto dan Alya menghantam tubuhnya, mengoyak dan menghanguskannya secara bersamaan.

Sementara itu Hamdi hanya tersenyum sembari melangkah dengan shotgun pendek dengan dua lubang peluru, berjaalan mendekati panci yang ia lempar untuk melindungi Alya. Hamdi juga merubah setingan di icon microphone yang awalnya diseting ke team menjadi all kembali.

Alya pun turun dan mendekati Hamdi, begitu juga dengan Naruto. "Nampaknya kita sudah mengalahkannya." Gumam Naruto.

"Ah, kita sudah menang. Alya bagaimana keadaanmu?"

Mendengar pertanyaan yang Hamdi lontarkan, Alya langsung menanggapinya dengan senyuman sembari mengatakan.

"Ya, berkatmu aku selamat."

Hamdi kembali tersenyum dan mengucapkan rasa syukurnya, sembari melihat status keuangannya.

BP= 3000 UC=5

"Syukurlah, aku kira lemparanku terlambat."

Hamdi pun menatap ke arah jasat sang monster, lalu Hamdi melihat adanya asap berwarna hijau di sekitar tempat monster itu mati, membuat Hamdi agak penasaran dan mendekat.

'Asap hijau, apa mungkin itu item drop?'

Hamdi pun berjalan mendekati tanda asap berwarna hijau yang ia lihat, Alya dan Naruto yang melihat Hamdi berjalan ke arah monster yang baru saja mati menjadi abu langsung kebingungan.

"Hamdi-san ada apa?"

Hamdi hanya tersenyum dan tetap mendekati asap yang ia lihat, sementara itu Alya dan Naruto hanya bisa diam memperhatikan apa yang Hamdi lakukan setelahnya. Benar saja saat Hamdi sudah dekat, Hamdi langsung kaget melihat ada berbagai macam item drop, mulai dari baju, amonisi senjata dan obat-obatan termasuk racun.

'Luar biasa, aku seperti mendapatkan dua sistem secara bersamaan. Sistem realistis di duniaku dan sistem dunia Game PUBG Mobile, secara bersamaan. Item drop adalah sitem yang ada hampir di semua jenis game, lalu kerusakan fisik yang di derita oleh monster itu adalah sistem dunia nyata, pergerakan bebas seperti di dunia nyata. Kalau begini, aku bisa memotong bagian tubuh orang dengan menggunakan senapan berkaliber tinggi. Wajan penggorengan yang bisa menangkis segala serangan merupakan sistem PUBG Mobile, dijatuhkan dari pesawat, voce chat dengan team.'

"Hamdi kau tidak apa-apa?"

Secara tiba-tiba Alya muncul di samping Hamdi dan bertanya, Hamdi yang mendengar pertanyaan tersebut langsung menatap ke arah Alya sembari tersenyum mengangguk, sementara itu Naruto hanya mendekati Hamdi dengan wajah penasarannya.

"Memangnya apa yang membuatmu mendekati tempat monster tadi, Hamdi-san?"

Hamdi yang mendapatkan pertanyaan dari Naruto hanya tersenyum saja dan berkata.

"Sebaiknya kita bahas itu nanti di apartemen. Dan tolong bawa semua ini."

Alya dan Naruto langsung kaget, ketika melihat lantai yang semula tidak ada apa-apa secara tiba-tiba memunculkan beberapa item

"Eh?"

"Sejak kapan ada benda itu disitu?"

Melihat ekspresi kaget kedua temannya, Hamdi hanya tersenyum kecil dan memasukan beberapa benda yang bisa ia masukan ke dalam tasnya, sementara sisanya ia bawa dengan tangan dan senjata-senjata yang tersisa lainnya lah yang dibawa oleh Naruto dan Alya.

Setelah itu, mereka pun keluar dari gedung tua, setelah cukup jauh, barulah Alya melepaskan penghalang miliknya dan kemudian mereka langsung disambut oleh lorong dimensi yang membawa mereka kembali ke apartemen.

Ke esokan harinya.

Nampak Hamdi, Naruto dan Alya bersiap berangkat ke sekolah dengan baju seragam yang tersimpan di lemari kamar mereka.

"Ano Hamdi ... seragam ini rok nya terlalu pendek. Aku merasa kurang nyaman."

Hamdi dan Naruto langsung menatap ke arah Alya yang mengenakan kemeja putih dengan aksen garis-garis vertikal berwarna hitam, lalu di bawahnya ia mengenakan rok mini berwarna pink.

"Mau bagaimana lagi, hanya itukan yang bisa kita temukan. Lagi pula ini bukan indonesia jadi wajarkan saja kalau seragamnya seperti itu, kau hanya perlu penyesuaian."

Mendengar tanggapan dari Hamdi, Alya langsung cemberut, ia benar-benar tidak suka dengan seragam yang ia gunakan.

"Tapi ..."

"Sudahlah, Alya kita harus cepat-cepat." Tambah Naruto sembari berjalan keluar meninggalkan Hamdi dan Alya.

Bersambung