Kehidupan baru kami

Anime X-overs,. Game X-overs

Chakrakter:
Naruto Uzumaki (Naruto/Anime)
Alya (InHeritage/Game)
Hamdi07 (Player Unknow Battle Ground Mobile/Game)

Pair : [Naruto U. S Irina]

Latar tempat: Kouh City (Highschool DxD/Anime)

Bab 3

Mendengar perkataan cuek dari Naruto, langsung membuat Alya semakin cemberut, sementara itu Hamdi hanya bisa menghela napasnya secara pelan, lalu mendekati Alya.

"Alya, aku tahu kau tidak menyukai sergam ini, tapi jangan begitu, ini adalah hari pertama kita sekolah. Jadi ayo nanti kita bisa terlambat."

Mendengar bujukan dari Hamdi, langsung membuat Alya menatap ke arahnya dengan tatapan datar dan berkata.

"Kalau mau, pergi saja sana berdua dengan Naruto. Aku enggak mau pergi! Lagi pula Arca hidup di luar ingatan manusia, jadi mereka tidak mungkin tahu kalau aku tidak masuk di hari pertama."

Mendengar tanggapan dari Alya, membuat Hamdi terdiam, Hamdi kemudian tersenyum kecil sembari mengatakan.

"Baiklah, aku mengerti ... tapi aku tidak mau tidak hadir di hari pertama sekolah, meski pun kau berada di luar ingatan manusia, tapi aku masih bisa mengingatmu bukan. Jika kau tidak ingin ikut, itu tidak masalah, kau boleh tinggal di sini menunggu kami pulang."

Setelah mengucapkan hal itu, Hamdi langsung pergi meninggalkan Alya yang masih cemberut dan merengut mengenai seragam sekolahnya. Namun, tak sampai lima langkah Hamdi berjalan Alya langsung memanggil.

"Tunggu!"

Hamdi pun menoleh dan bertanya. "Ada apa?" Alya yang ditanyai demikian, hanya bisa diam dan menundukkan kepalanya sembari berjalan, setelah berada di samping Hamdi ia pun berkata.

"Baiklah aku juga akan berangkat, lagi pula aku juga tidak tahan kalau harus diam di apartemen sendirian."

Hamdi hanya mengangguk mendengar pernyataan tersebut, akhirnya mereka berdua berjalan bersama.

"Oi kalian berdua lama sekali! Aku sampai bosan menunggu tahu!"

Mendengar seruan dari Naruto membuat Hamdi sedikit kesal. Namun, ia tahan dan tetap berjalan berdampingan dengan Alya yang mukanya agak memerah karena belum terbiasa dengan rok mini, jadi ia bisa merasakan tiupan angin yang menggerayangi selangkangannya, ia juga harus menahan roknya agar tidak terangkat ketika ada angin.

"Jika tidak nyaman sebaiknya tidak usah dipaksakan, kau boleh pulang."

Ujar Hamdi sembari menatap ke arah Alya yang terus menahan roknya, sementara itu Naruto hanya menatap interaksi Hamdi dan Alya, yang kadang bisa terlupakan saja olehnya.

"Aku heran, kenapa aku kadang selalu lupa akan keberadaanmu di sekitar kami Alya, sebenarnya apa yang terjadi? Aku tahu kalau aku ini pelupa, tapi ... aku tak pernah melupakan sesuatu dengan sangat cepat."

Mendengar pertanyaan dari Naruto, membuat Alya menatap ke arahnya, lalu kembali menundukkan kepalanya, sembari menjawab.

"Kami para Arca hidup di luar ingatan manusia dan makhluk hidup lain, hal itu membuat kami tak dapat diingat oleh siapa pun, kami akan seperti makhluk yang tidak pernah ada di dalam kehidupan manusia ... kami selalu melindungi mereka dari makhluk yang bernama Yaksa, mereka adalah makhluk dari dimensi lain yang memiliki bentuk dan nama yang berasal dari Urban Legend di daerah kemunculannya."

Hamdi hanya diam sembari mengangguk, karena sedikit memahami maksud dari apa yang disampaikan oleh Alya pada ia dan Naruto. Namun, nampaknya Naruto tidak mengerti apa pun yang dijelaskan oleh Alya kepadanya. Hamdi yang melihat Naruto berusaha mencerna jawaban dari Alya mengenai dirinya yang kadang tak terlihat dan bisa dilupakan dengan mudah.

"Em... maaf aku masih belum mengerti."

Alya langsung bete dan menghela napasnya dalam-dalam, karena ia sudah menjelaskannya dengan sangat panjang. Namun, ternyata orang yang bertanya nampak tidak memahami penjelasannya.

"Singkatnya, karena berada di luar ingatan manusia, Alya, harus menggunakan sebuah mantra untuk bisa dilihat dan diingat oleh para manusia. Namun, karena dalam menggunakan mantra membutuhkan banyak energi, maka Alya pun membatasi penggunaannya, agar ia tidak kelelahan."

Mendengar penjelasan dari Hamdi, Naruto langsung mengangguk beberapa kali tanda ia sedikit paham. Namun, ia kembali bertanya.

"Hamdi."

"Ya?"

"Mantra itu apa?"

Alya yang mendengar pertanyaan Naruto, ingin rasanya ia menjambak rambut pirang acak-acakan milik Naruto itu, karena saking kesalnya. Sementara itu Hamdi hanya bisa menghela napas pelan karena kebodohan Naruto. Namun ia tidak bisa menyalahkan Naruto, karena sejujurnya ia juga tidak terlalu pintar.

"Mantra itu adalah sebutan jurus milik Alya, kalau di duniamu mungkin sebutannya adalah Jutsu. Sekalian aku tambahkan lagi, mantra atau jutsu milik Alya itu bertipe area, sehingga saat mantranya diaktifkan akan ada banyak orang yang terpengaruh. Alya menggunakan mantra untuk membuat kehadirannya disadari oleh orang-orang di sekitarnya. Namun, orang-orang akan kembali melupakan Alya saat mereka keluar dari Area mantra yang Alya buat, atau saat Alya tidak sanggup dan menghentikan mantranya untuk beristirahat. Ingatlah Naruto, kau tidak bisa menjaga bunshinmu untuk tetap berada di dunia nyata dalam waktu lama, karena akan menguras banyak energi, oleh karena itu, Alya juga tidak bisa mempertahankan keberadaaannya dalam waktu yang lama."

Alya hanya bisa menatap kagum ke arah Hamdi, karena mampu memahami cara kerja sistem Arca dan Rakyan hanya dalam sekali mendengar penjelasan dan cerita kehidupannya. Sementara itu Naruto nampak hanya mengangguk saja, ia sudah cukup paham maksud dari apa yang Hamdi sampaikan.

"Lalu bagaimana caranya agar kau bisa melihat Alya dan terus mengingat kalau ia pernah ada?"

Naruto kali ini bertanya kembali pada Hamdi sembari menatap ke arah Hamdi dan Alya secara bergantian. Pertanyaan dari Naruto berhasil membuat Alya melupakan masalahnya dengan rok mini dan sekaligus membuat Hamdi berpikir keras untuk menemukan alasan apa yang membuat ia bisa melihat Alya. Kalau karena ulah Ares, kenapa enggak sekalian Naruto dan orang-orang lain dibuat bisa melihat Alya, kenapa harus ia saja? Kira-kira seperti itulah yang Hamdi pikirkan.

"Entahlah aku juga tidak tahu."

Mendengar jawaban dari Hamdi, Naruto nampak sangat kecewa, karena ia tidak bisa mengingat wajah Alya ketika Alya melepaskan mantranya untuk mengisi energi.

"Cih ... dasar pelit."

Hamdi pun hanya diam saja, sembari berdiri di perhentian bus sekolah, saat bus berhenti, mereka bertiga pun masuk ke dalam bus, diikuti oleh para remaja lainnya yang juga bersekolah ke Kouh Akademi lewat jalur Bus sekolah.

'Daripada memikirkan jawaban dari pertanyaan Naruto, mending aku memikirkan pekerjaan apa yang bisa aku gunakan untuk mendapatkan uang, karena jika enggak punya uang, aku dan dua temanku ini makan apa?'

Hamdi terus berpikir untuk mencari lowongan kerja ke mana dan sebagai apa? Karena ia tidak tahu, tempat kerja yang membuka lowongan pekerja paruh waktu.

Sesampainya di sekolah.

Nampak Naruto, Hamdi dan Alya keluar dari Bus, mereka pun berjalan bersama menuju ke kantor kepala sekolah, dengan fitur map di penglihatannya, Hamdi bisa dengan cepat mengetahui di mana letak kantor kepala sekolah.

"Di ... Hamdi-san, kita mau ke mana?" tanya Naruto pada Hamdi yang terus berjalan melewati lorong dengan mantap dan penuh percaya diri tanpa bertanya ke para murid yang lewat.

"Ke kantor kepala Sekolah."

Alya dan Naruto saling pandang ketika mendengar jawaban dari Hamdi yang secara tiba-tiba mengatakan kalau mereka akan ke kantor kepala sekolah.

"Memangnya kamu tahu letaknya di mana?"

Kali ini Alya yang bertanya pada Hamdi. Hamdi yang mendengar pertanyaan itu langsung tersenyum dengan penuh percaya diri lalu menjawab.

"Tidak."

Mendengar jawaban mantap dari Hamdi, Naruto langsung kaget dan menjatuhkan rahang bawahnya ke lantai, atau dalam istilah anime disebut Jawdrop, Alya yang mendengar jawaban dari Hamdi langsung terdiam dan ...

"Eh? Kok bisa-bisanya kau memberikan jawaban tidak dengan penuh percaya diri?"

Alya cukup kaget dengan jawaban ngawur dari Hamdi yang terkesan agak dipaksakan.

"Sudahlah, aku percaya pada instingku, cepat kita hampir sampai!"

Mendengar apa yang Hamdi katakan barusan, Naruto langsung emosi dan berteriak.

"Bagaimana bisa kau dengan percaya dirinya mengatakan kita hampir sampai? Kalau kau saja tidak tahu di mana ruangan yang kita tuju!"

Namun Hamdi tidak peduli dan tetap berjalan santai ke arah depan, Alya yang melihat kejadian aneh tersebut hanya bisa geleng-geleng kepala dan membatin.

'Kok bisa-bisanya aku satu tim dengan dua orang aneh ini?'

"Oi jangan pergi! Cik sialan kau!"

Naruto langsung berlari mengejar Hamdi yang sudah lumayan jauh, sementara itu Alya hanya bisa berjalan mengikuti mereka berdua dari belakang sembari tersenyum kecil.

"Oi, kalian berdua, bisa tunjukkan di mana kantor kepala sekolah? Kami bertiga adalah murid pindahan di sekolah ini."

Alya tiba-tiba datang menghampiri dua siswi perempuan yang sedang berbincang-bincang dan menjelaskan kalau ia dan dua temannya yang udah duluan pergi itu adalah murid baru.

Singkat cerita.

Akhirnya Naruto, Hamdi dan Alya pun berada di kelas 2b sebagai murid baru dan sekarang mereka berada di depan kelas dalam sesi pengenalan.

"Baiklah, kenalkan diri kalian bertiga. Mulai dari kau pirang!"

Mendengar perintah dari sang guru, Naruto dengan cepat menulis namanya di papan tulis menggunakan huruf Hirigana dan Katakana.

うずまきナルトSetelah menulis namanya di papan tulis, Naruto dengan cepat memperkenalkan dirinya dan sekolah asalnya.

"Uzumaki Naruto, Sebelum di Kouh dulu aku adalah murid SMA di Tokyo. Salam kenal semuanya."

Setelah mengenalkan diri tiba-tiba para murid perempuan berbisik-bisik, apalagi saat ia tersenyum banyak wanita terpesona dan lelaki mengumpat.

"Baiklah Naruto-san tunggu sebentar yah, kalau begitu, kamu yang perempuan sekarang giliranmu."

"Baik pak!"

Alya pun mengambil kapur dan menulis namanya dengan huruf latin.

"Namaku Alya. Aku orang Jakarta yang tinggal cukup lama di bandung, setelah kembali ke Jakarta, aku mendapatkan beasiswa ke jepang dan aku pun memilih Kouh akademi. Aku juga sangat hobi memasak. Jadi salam kenal semuanya."

Sekarang giliran para cowok yang berbisik-bisik sembari tersenyum ke arah Alya

"Baiklah, sekarang kau yang terakhir."

Hamdi sempat terdiam beberapa saat, lalu berjalan mengambil kapur tulis dan menulis namanya di papan dengan tulisan latin.

Hamdi07

"Namaku Hamdi Zero Nana, hobi bermain game First person shooting. Aku berasal dari Desa kecil yang ada di pulau kalimantan selatan Indonesia. Aku pindah kemari hanya karena bosan dan ingin menikmati sesuatu yang berbeda."

Hamdi memperkenalkan namanya dengan penuh percaya diri dan beberapa kebohongan yang bisa ia sisipkan. Semua orang terdiam karena tidak tahu harus bagaimana.

"Baiklah, Naruto, Alya dan Hamdi. Silahkan duduk di bangku yang tersisa."

Setelah itu, Naruto, Hamdi dan Alya pun berjalan mencari kursi kosong yang masih tersisa, dan ternyata tempat duduk mereka cukup terpisah jauh.

Ketika waktu istirahat dimulai. Banyak perempuan yang berdatangan ke kursi Naruto untuk berkenalan, lalu para lelaki dan beberapa perempuan ke kursi Alya. Sementara itu Hamdi asik tertidur dan hanya di hampiri tiga orang lelaki.

Bersambung.

Menjawab pertanyaan dari Guest:

Hamdi itu siapa sih? Guest, Hamdi itu adalah Player.

Hamdi dari anime mana? Wahai Guest dua, Hamdi itu bukan dari anime, tapi game PUBG Mobile, lebih tepatnya, nama akun pemain PUBG Mobile, karena game itu enggak punya nama pada Chakrakternya, jadi aku pakai aja nama Akun pemain sebagai namanya.