Kehidupan baru kami

Anime X-overs,. Game X-overs

Chakrakter:

Naruto Uzumaki (Naruto/Anime)

Alya (InHeritage/Game)

Hamdi07 (Player Unknow Battle Ground Mobile/Game)

Pair : [Naruto U. S Irina]

Latar tempat: Kouh City (Highschool DxD/Anime)

Bab 04

Ketika waktu istirahat dimulai. Banyak perempuan yang berdatangan ke kursi Naruto untuk berkenalan, lalu para lelaki dan beberapa perempuan ke kursi Alya. Sementara itu Hamdi asik tertidur dan hanya di hampiri tiga orang lelaki.

Hamdi pun dibangunkan oleh 3 orang lelaki itu dan membuat Hamdi mendelik.

"Ada apa?"

Hamdi bertanya kepada ketiga lelaki itu yang terdiri dari pria botak yang punya senyum mesum, lalu cowok berkacamata dengan rambut agak panjang dan cowok berambut coklat dan mata coklat yang cukup menenangkan meskipun kesan kemesumannya juga terlihat. Namun, meski demikian ia nampak tidak semesum dua temannya.

"Ah bukan apa-apa, hanya saja nampaknya kau sedang sendirian, apa kau mau berteman dengan kami?"

Hamdi yang mendengar permintaan dari tiga orang itu hanya tersenyum kecil.

"Tentu, kenapa tidak."

Mendengar jawaban dari Hamdi, ketiga orang itu tersenyum dan mengajak Hamdi untuk jalan-jalan keliling sekolah.

Alya yang melihat Hamdi pergi bersama tiga anak lelaki langsung, mencoba keluar dari kerumunan lelaki yang ingin berkenalan dengannya, begitu juga dengan Naruto yang juga keluar dari kerumunan siswa.

Setelah Alya dan Naruto berada di luar kelas nampak mereka mencari keberadaan Hamdi yang tiba-tiba hilang entah kemana.

"Alya apa yang harus kita lakukan sekarang?"

Alya yang mendengar pertannyaan dari Naruto, hanya diam saja dan tersenyum.

"Mungkin aku akan berkeliling untuk melihat-lihat."

"Eh? Bukannya kita harus mencari Hamdi-san?"

Alya jadi terdiam beberapa saat lalu tersenyum kecil. "Tenanglah, meski pun ia yang paling lemah di antara kita dia tidalah lemah."

Mendengar jawaban dari Alya, membuat Naruto sedikit tenang. Memang benar Hamdi bisa dibilang yang terlemah di antara mereka berdua. Namun, meski ia tidak bisa terbang seperti Alya dan membelah diri serta berlari secepat Naruto akan tetapi, selama ini Naruto tak pernah melihat Hamdi kelelahan dalam berlari.

Author note: Alasan Hamdi tidak pernah lelah dalam berlari atau apapun adalah, karena tubuhnya bukan tubuh manusia melainkan avatar dari game PUBG yang telah mendapatkan beberapa modifikasi fitur yaitu bisa membeli senjata, seperti yang kalian tahu player PUBG bisa berlari selama mungkin dan secepat mungkin tanpa lelah, karena di game itu tidak ada yang namanya fitur stamina, sehingga karakternya bisa bertarung tanpa lelah.

"Benar juga, kalau begitu aku akan ikut denganmu. Lagi pula berkeliling di tempat ini tanpa ditemani oleh seseorang rasanya bisa membuatku tersesat."

Alya hanya tersenyum menanggapi hal itu, akhirnya mereka berdua berjalan bersama mengitari sekolah. Banyak hal yang Naruto dan Alya bicarakan mengenai asal usul dan keberadaan mereka.

Alya mengatakan, kalau dulu ia adalah manusia biasa seperti Hamdi. Ia memiliki sahabat yang sudah ia anggap sebagai adik perempuannya, namanya adalah Nala, pada suatu saat mereka berdua terbunuh oleh monster yang ia sebut sebagai Yaksa, monster mengerikan yang memakan mereka. Namun, dalam keadaan sekarat Alya bertemu dengan dua sosok pelindung kota Guardian City, mereka disebut sebagai Rakyan, ada dua Rakyan yang menemui mereka, satu rakyan berbentuk harimau putih dan yang satu lagi berbentuk elang bonggol.

Alya mengatakan mereka berdua menemui mereka untuk menolong dan meminta bantuan salah satu dari Alya dan Nala, untuk menjadi Arca pelindung. Alya juga mengatakan kalau kedua Rakyan itu tidak memaksa mereka, jika mereka menolak maka mereka akan tetap di hidupkan hanya saja, mereka berdua akan lupa tentang kejadian yang terjadi.

"Lalu apa yang kau pilih saat itu Alya?"

Tiba-tiba Naruto bertanya tentang keputusan apa yang akan diambil oleh Alya pada saat itu. Oh iya saat ini mereka sedang berada di atas atap gedung sekolah sembari menatap pemandangan sekolah mereka.

Alya yang mendengar pertanyaan dari Naruto sedikit terdiam, ia pun memejamkan matanya lalu menjawab dengan tenang.

"Karena mendengar dunia dalam bahaya, tentu aku menerimanya. Meski pun salah satu dari kami akan dibenci oleh banyak Arca karena, salah satu dari kami harus mencuri banyak akar Kalpataru seluruh tanah jawa barat, untuk memancing mahluk yang menggerogoti batas dunia."

Setelah menjawab dengan kata-kata panjang, Alya menghela napas lalu mengalihkan pandangannya dari pemandangan sekolah, ia kemudian duduk bersender di dekat pintu tangga menuju atap, Naruto yang melihat hal itu langsung mendekati Alya.

"Setelah itu aku pun meminta mereka untuk merahasiakan tentang statusku yang masih hidup dari Nala dan menjauhkannya dari rencana ini, agar Nala bisa tersenyum seperti dulu, karena bagiku Nala adalah segalanya. Setelah itu aku pun pergi bersama Rakyan elang itu menuju kota yang harus aku lindungi, yaitu Jakarta. Aku dan Nala pun berpisah, aku berlatih menghimpun kekuatan agar bisa merebut akar dari kota lain. Demi melindungi duniaku yang sebelumnya"

"Apa yang terjadi setelah itu?"

Naruto kembali bertanya kepada Alya. Namun, sebelum Alya berhasil menjawabnya, lonceng masuk kelas pun berbunyi, mau tidak mau mereka berdua harus kembali ke kelas.

Dalam perjalanan masuk ke dalam kelas, Naruto dan Alya kaget melihat Hamdi dan tiga pemuda tadi babak belur tanpa diketahui penyebabnya.

"Hamdi, Hamdi! Kamu kenapa?"

Alya tiba-tiba berlari panik ke arah Hamdi dan menyentuh muka Hamdi yang sedikit memar, hal itu langsung membuat 3 pemuda yang bersama Hamdi menangis karena iri.

"Huaaa Hamdi-san!!! Apa-apaan ini, kenapa kau punya seseorang yang perhatian? Penghianat!"

Seru ketiga pemuda tersebut, Alya hanya bisa menatap ke arah ketiga pemuda itu dengan wajah bingung.

"Ini bukan sesuatu yang harus kau khawatirkan Alya. Oi kalian bertiga. Tidak perlu merasa iri, lagipula diantara kalian akulah yang paling banyak menerima pukulan agar kalian bisa melarikan diri."

"Tapi... tetap saja bisa mendapatkan perhatian dari seorang wanita itu adalah sesuatu yang tak pernah kami dapatkan huaaaa!!!"

"Sudahlah, ini sudah saatnya masuk kelas, kalian tidak inginkan mendapat hukuman hanya karena tidak masuk kelas di jam belajar."

Hamdi dengan bijak bicara dengan tiga cowo mesum itu, jujur saja ia cukup kesal karena ia terkena pukulan keras oleh para cewe di klub kendo hanya karena sedang bersama mereka, padahal ia sama sekali tidak pernah sekalipun mengintip para perempuan itu.

Akhirnya, ketiga pemuda itu bersama Naruto dan Alya masuk ke dalam kelas.

Naruto terus saja menatap ke arah papan tulis, ia sebenarnya cukup pusing dengan pelajaran yang sedang ia hadapi sekaarang, jujur saja ia sama sekali tidak mengerti dengan pelajaran matematika.

'Arrgh!! Apa-apaan ini? Aku bahkan tidak mengerti apa itu X dan Y!'

Naruto cukup prustasi dengan pelajaran yang ada di hadpaannya, sedangkan Alya hanya bisa menatap ke arah Naruto dengan senyum tipis. Ia tahu kalau sebenarnya Naruto tidak mengerti apa yang sedang ia kerjakan, karena Naruto adalah orang yang berasal dari dunia ninja yang tidak mengenal pelajaran ilmu pengetahuan, seperti hitung menghitung, kalau pun ada pasti cara pembelajarannya sangat berbeda, karena pada kehidupan Naruto adalah kehidupan saling bertarung.

Alya kemudian menatap ke arah Hamdi dan tanpa disangka rupanya Hamdi sama prustasinya dengan Naruto, Alya hanya bisa menghela nafas karena ia punya dua teman yang sangat tidak berguna dalam pelajaran.

Alya pun kembali menatap papan tulis dan memperhatikan penjelasan dari sang guru. Meski tidak mengerti tulisan jepang, Alya bisa memahami perkataan mereka sehingga ia mencatatnya dengan bahasanya sendiri di buku. Alya juga berpikir mungkin ini adalah salah satu berkah yang diberikan oleh Ares kepada mereka, agar bisa saling mengerti.

Bersambung.