Ayahnya menikah lagi, dan itu membuat Naruto memiliki seorang ibu baru. Rias Namikaze namannya, seorang wanita berusia dua puluh sembilan tahun yang baru saja lulus kuliah serta bekerja di perusahaan Minato.
Naruto sendiri tak mempermasalahkan Ayahnya yang menikah kembali, pemuda berusia dua puluh tahun itu sangat menerima jikalau ayahnya memperistri seseorang. Tapi, dia tak mengetahui sifat asli dari sang Ibu baru itu, benar-benar misterius, bahkan sang Ayah saja tak tahu bagaimana sifat asli dari Rias Namikaze itu.
Tapi, Naruto sudah mengetahui sebagian sifatnya saat ini. Salah satunya adalah, mesum.
"Mhhmmm! Ahhh, Naru-kun... penismu besar, lebih besar daripada milik Minato."
"Sial, haha-ue!"
Naruto meringis merasakan jepitan dua payudara besar milik Rias, kedua gumpalan daging itu bergerak naik turun mengurut batang penis Naruto. Rias menatap senang Naruto yang terlihat sangat menikmati servis yang diberikannya, wanita itu memuntahkan salivanya, membasahi penis Naruto yang ada di belahan dadanya.
"Nee, Naru-kun. Apa haha-ue ini enak untuk disantap?"
Rias menghentikan acaranya, dia menarik dirinya dari penis Naruto lalu berdiri, wanita itu sudah telanjang bulat tepat di depan Naruto. Sang pemuda pirang itu meneguk ludahnya kasar, kedua tangan Rias dilipat dan menyanggah bagian bawah buah dada besarnya, wanita itu menyeringai melihat wajah pucat dari putra tirinya.
"Enak untuk disantap?" Rias kembali mengulang perkataannya barusan. "Mau? Haha-ue akan dengan senang hati memberikannya."
Kedua tangan Naruto terangkat, dia mencoba untuk memegang kedua benda yang telah terpampang di depannya. "Haha-ue..." Naruto bergumam memanggil nama Ibu tirinya, kedua tangan itu telah sampai di payudara Rias, Naruto memijit pelan gumpalan daging itu, puting susu berwarna merah jambu itu dihisap oleh Naruto.
"Ahhhh..." Rias mendesah merasakan putingnya dihisap oleh Naruto, tubuhnya sedikit tak kuat untuk berdiri, dia pun duduk di atas pangkuan Naruto sembari memeluk kepala pirang pemuda itu. Rias menikmati setiap hisapan yang diberikan Naruto, salah satu tangannya pun memegang penis Naruto yang masih tegang.
Wanita itu mengocoknya pelan, naik turun sembari terus menikmati hisapan Naruto.
"Naru-kun...uhhh..."
"Haha-ue..."
"Aku sudah tak kuat!" Rias mengangkat pinggulnya naik, lalu memasukkan penis Naruto ke dalam tubuhnya, dia menaik turunkan pinggulnya. "Naru-kun... ahhhnn..."
Payudara Rias memantul seiring dirinya yang menaik turunkan pinggulnya. Gesekan di dalam dinding rahimnya membuat tubuhnya sesekali menegang, Rias merasakan sesak di dalam sana, mungkin karena penis Naruto yang ukurannya lebih besar.
"Haha-ue!"
Rias menggigit bibir bawahnya, memeluk kepala pirang Naruto erat, dia sudah mencapai klimaksnya bersamaan dengan Naruto yang mengeluarkan sperma ke dalam tubuhnya.
...
..
...
"Aku pulang!"
Minato berjalan ke dapur yang digabung dengan ruang tamu. Pria itu tersenyum melihat sosok istri barunya serta Naruto yang sedang menikmati makan malamnya. "Oh, selamat datang, anata." Rias segera bergegas mengambil tas yang dibawa Minato. "Mau makan dulu bersama kami? Atau mandi?"
"Makan dulu saja, sepertinya enak."
Keduanya pun duduk di kursi masing-masing, Minato menikmati masakan yang dibuat oleh Rias dengan suka cita, menghiraukan Naruto yang tengah meringis menahan sesuatu.
"Naruto? Ada apa?"
"Tidak ada apa-apa kok."
"Baguslah! Mari kita makan!"
Minato tak sadar jika kaki Rias sedang mengurut penis Naruto. Wanita itu menyeringai dalam diam sembari menikmati makanannya.
...
..
.
END
Naruto by Masashi Kishimoto
