Angin malam berhembus, menerbangkan buih-buih di pesisir serta aroma asin pasir. Rembulan menyembul, samar cahayanya mengusap lembut lengkung derita di mata Hanako.

Semuanya sudah berakhir.

Di kala hari berganti, Hanako menatap cahaya yang menggelincir dari jari-jarinya. Dari tubuh seseorang yang begitu dirindukannya.

Tak apa kan bila kita berpisah?

Tapi—kenapa?

Sudah waktunya

Tidak, tunggu—

Air mata mengalir diiringi sesenggukan. Kini dia hanya bisa berharap. Sampai tiba waktunya, dia akan terus menunggu, entah esok atau lusa.

Atau mungkin selamanya.

Dia akan terus menunggu dengan sabar.

Di pesisir antara kehidupan dan kematian.