"Tidak bisa ikut latihan, katamu?" Miyaji Yuuya, kapten Shutoku saat ini, mengangkat salah satu alisnya. Di depannya, berdiri shooting guard andalan tim itu dengan membawa sebuah headphone di tangan kanannya.

"Ya, aku izin tidak bisa ikut latihan hari ini-nanodayo."

"Karena?"

Midorima Shintarou, nama pemuda berambut hijau yang selalu membawa barang-barang aneh setiap hari itu menghela napas.

"Akashi meminta kami berkumpul sore ini. Bukan berarti aku takut kepadanya dengan mengorbankan latihan atau apa pun, tapi memang ada sesuatu yang lebih penting dari itu nanodayo."

Takao Kazunari, pemuda pemilik Hawk Eye sekaligus partner terdekat Midorima itu tertarik dengan pembicaraan, "Are? Shin-chan mau reuni dengan Kiseki no Sedai?"

"Ini bukan reuni."

"Ah! Aku tahu!" Takao tiba-tiba menyeringai usil, "Tadi pagi kulihat Shin-chan membaca sebuah surat, lalu Shin-chan tidak fokus seharian ini. Jangan-jangan kau mau menemui gadis yang memberimu surat cinta itu, 'kan? Mengakulah Shin-chan, tidak perlu pakai alasan dipanggil Akashi-san segala." Takao terbahak, menertawakan Midorima yang wajahnya sudah terlihat masam.

"Oh, jadi kau mau bolos latihan hanya untuk berkencan tapi beralasan reuni?"

Pemuda berkacamata itu menepuk dahi. Merutuk dalam hati mengapa ia menemukan kesulitan di hari ini, padahal lucky item zodiak cancer hari ini sudah ia bawa, sebuah headphone, tidak mungkin salah.

"Tidak-nanodayo." Pandangan Midorima beralih pada Takao, menatap pemuda itu tajam karena sudah seenaknya mengarang cerita, "Aku tidak berkencan, dan Akashi benar-benar memanggil kami hari ini. Dan soal surat itu, Takao, bukan dari seorang gadis, jadi berhentilah menebak yang tidak-tidak. Surat yang kubaca tadi, itu dari Kise, kalau kau mau tahu."

Takao terhenyak, "Kise? Kise Ryouta yang ... itu?"

Pemain kelas dua dan kelas tiga seketika diam. Mereka mengenal nama itu. Nama seorang pemain basket teman SMP Midorima, salah satu anggota Kiseki no Sedai yang terkenal dengan perfect copy-nya. Ace dari SMA Kaijou yang sekarang telah berhenti bermain basket.

"Aku tidak tahu mengapa kalian mendadak diam seperti ini-nanodayo," Midorima membenarkan letak kacamatanya yang sama sekali tidak melorot, "tapi, ya. Kise Ryouta yang itu."

Miyaji Yuuya menghela napas. Setelah Kiseki no Sedai kembali tergabung dalam tim Vorpal Sword demi mengalahkan pendatang dari Amerika, setidaknya dia mengerti bagaimana dekat dan solidnya generasi keajaiban itu. Afeksi yang ada di antara mereka tidak main-main. Ditambah, setelah mengetahui salah satu anggota mereka berhenti karena tidak bisa lagi bermain basket, Miyaji rasanya sedikit paham apa yang Midorima rasakan. Meski keduanya tidak dekat--Midorima dan Kise--, tidak mungkin Midorima mengabaikan anak itu begitu saja.

"Jadi, kau tidak bisa ikut latihan karena sesuatu tentang Kise yang itu?"

"Benar-nanodayo."

"Kalau begitu cepat sana pergi."

"Heeeh?!" Takao Kazunari malah ribut. Bagaimana pun, dia juga mengenal Kise, dan rasanya ingin ikut mengekor Midorima seperti biasanya. Tapi yang terjadi, dia malah menerima hadiah tendangan dari sang kapten, "Kau bukan Kiseki no Sedai, dasar bodoh."

Sementara itu Midorima sekali lagi membenarkan kacamatanya, mengucap terima kasih secara formal, dan melangkahkan kaki meninggalkan gedung olahraga.

.

.

..tbc