© Tokubetsuna Nanika ©™
Disclaimer :
Naruto © Masashi Kishimoto
Highschool DxD © Ichiei Ishibumi
Created by : Parzival Balthazar
Rated : M
Genre : Action, Martial Art, School, Romance and Etc.
Pairing : (?)
Warning : Typo (s), Miss Typo (s), OOC, OC, Alternative Universe and Etc.
Not like, Don't read ..
.
.
.
Chapter 1
Mata sewarna lautan itu menatap seseorang didepannya dengan tatapan malas, surai merah darah sepinggang, kulit putih susu mulus tanpa cacat, tubuh proporsional dan jangan lupakan bagian Boing-boing yang selalu menjadi objek tatapan kaum Adam. Mengingat betapa indahnya mahakarya ciptaan Tuhan bernama perempuan ini, mungkin kebanyakan laki-laki setuju jika sosok ini tak jauh dari bayangan Bidadari yang selama ini kita bayangkan.
'Iblis'
Tapi mungkin tidak semua laki-laki sependapat, "Seharusnya kau tau aku seperti apa" ucap laki-laki manik biru itu.
"Nee-san tidak mau kau hanya menghabiskan waktumu dengan Misi-misi terus" balas perempuan bersurai merah masih mempertahankan senyumnya.
"Terlebih dia ada disana.." lanjutnya menggantung.
Pemilik manik sebiru lautan itu memicing, tatapan meminta kepastian terlihat jelas diwajahnya.
"Bukan hanya dia yang berada disana, beberapa anggota lainnya juga ada disana"
"Sudah berapa tahun kau tidak bertemu mereka, apalagi dia. Ku perhatikan selama ini, dia masih menjaga barang pemberian darimu saat kalian masih sama-sama bocah"
"Tapi aku.. Haaaahh, baiklah seharusnya aku tau, aku tak bisa menolak permintaanmu Mio-nee" Ucap pemuda tadi dengan nada lelah.
"Nah, itu jawaban yang Nee-san tunggu dari tadi. Nee-san akan menyiapkan berkasnya, sekarang istirahatlah, besok pagi kita berangkat" Ucap Mio.
"Baiklah, aku akan menyiapkan beberapa barang untuk besok"
"Oke, aku juga akan menyamarkan identitas mu. Jangan sampai telat besok pagi Naruto-kun" balas Mio semangat.
Sedangkan laki-laki yang kita ketahui bernama Naruto itu memandang kepergian Mio dengan tatapan malas,
'Sepertinya kehidupan yang merepotkan akan segera datang..'
Naruto, atau lebih tepatnya Namikaze Naruto. Pemuda bersurai pirang sebahu dengan jambang yang agak panjang melapisi wajah datar tanpa ekspresi miliknya. Manik sebiru lautan, tubuh tegap tak terlalu berotot tak terlalu kurus, tapi tetap terlihat berisi.
Setelah mempersiapkan barang-barang yang sekiranya dibutuhkan, ia menyimpan semuanya di segel fuin yang ada di bawah pergelangan tangannya. 'Apa yang sebenarnya kau rencanakan Nee-san..'
.
.
.
Pagi ini, didepan pagar salah satu akademi, terlihat 2 orang berbeda surai berdiri melihat pemandangan salah satu sekolah magic terbaik di Jepang.
Kembali ke dua orang bersurai mencolok tadi, mereka adalah Namikaze Naruto dan Gremory Mio. Hari ini Mio mengantarkan Naruto untuk bersekolah di Imperial Magic Akademi.
"Bersemangatlah sedikit dihari pertamamu di akademi Naruto-kun" ucap Mio berjalan menuju ruang kepala sekolah, disusul Naruto dibelakangnya.
"Entahlah, sepertinya akan banyak hal-hal merepotkan yang aku lalui disini.." ucapannya seperti tak memiliki semangat hidup. Bukan tanpa alasan Naruto berkata begitu, tapi setelah melihat mayoritas yang bersekolah disini perempuan, ditambah ia sempat melirik beberapa siswi memandang dirinya dengan semburat merah.
'Wanita memang merepotkan, salah satunya..' batin pemuda itu melirik Mio. Entah tiba-tiba ia teringat sahabatnya Shikamaru yang tak bisa jauh dari kata 'Merepotkan..'
"Entah kenapa aku tiba-tiba teringat si pemalas itu setelah mendengar kata-kata mu Naruto-kun"
"Memang apalagi yang bisa diingat dari rusa itu, selain kemalasannya" balas Naruto, malang nasibmu Shikamaru, otak enter ahli strategi mu tak pernah diingat Poor Shika. (?)
"Apa yang terjadi jika nanti Rias bertemu denganku Nee-san.."
"Apalagi disini ada Sirzech, kau tau maksudku kan.."
Tiba-tiba Naruto berwajah serius dengan nada khawatir membahas adik kandung dari Mio.
"Entahlah, kurasa kau sudah tau jawabannya" balas Mio seadanya.
Tak terasa perbincangan ringan akhirnya mengantarkan mereka ke ruang kepala sekolah.
Tok tok tok
"Masuk!"
Masuklah mereka ke ruang kepala sekolah yang tidak seperti ruang kepala sekolah. (?)
Meja kerja, mungkin wajar. Sofa empuk dihiasi bantal kecil, mungkin untuk tamu. Meja bundar besar, mungkin jika rapat meja itu diperlukan. Teropong (?) Untuk apa alat itu ? Entahlah mungkin hanya pemilik ruangan yang tau.
"Selamat pagi Azazel-dono"
"Selamat pagi Jendral, jadi dia ya yang dimaksud oleh Yahiko 2 hari yang lalu.."
Bukan pertanyaan yang harus dijawab sebenarnya, "Ya, Yahiko sudah memberitahu sebelumnya bukan.." sebenarnya Mio mengenal sosok yang ada di depannya ini, salah satu dari 5 Magic Knight yang diakui di Imperial Palace.
"Ini berkas-berkas pendukung, dan tolong tempatkan dia di asrama yang sama seperti Anggota lainnya" ucap Mio memberikan berkas.
"Lalu, tak biasanya kau mengantarkan anggota mu langsung jendral. Apakah ada sesuatu yang Yahiko sampaikan ?"
Azazel tau tak mungkin kedatangan Gremory Mio, salah satu jendral kerajaan datang repot-repot hanya untuk mengantarkan anggota Akatsuki ke sekolahnya.
Tanpa terucap sepatah kata, Mio melemparkan sebuah gulungan dengan lambang kerajaan kepada Azazel. "Sebaiknya kau buka nanti, untuk sekarang tolong antarkan adikku ini ke kelasnya" ucap Mio saat melihat Azazel ingin membuka gulungan tadi.
"Baiklah, Arashi Naruto kau ku tempatkan dikelas XI-A. Sebentar lagi wali kelasmu akan menjemputmu"
"Baiklah, Terimakasih Kocho"
Sekitar 10 menit kemudian, sampailah Naruto didepan kelasnya.
"Mohon perhatiannya anak-anak, hari ini kita kedatangan teman baru, murid pindahan dari Inggris. Arashi-kun silahkan masuk"
Apa yang ditakutkan akhirnya terjadi..
"Hwaaa Tampannyaa..."
"Lihat ototnya, bisa dibayangkan tubuh seksinya saat telanjang dada.."
"Sudah.. Sudah anak-anak, baiklah pertama nama sensei Hatake Kakashi, wali kelas XI-A. Silahkan perkenalkan diri Arashi-kun"
"Watashi no namae wa Arashi Naruto desu" hampir semua siswi menatap Naruto dengan semburat merah di pipi, selain 2 siswi yang menatap Naruto dengan pandangan sulit diartikan.
"Wehh, Arashi-kun bisa berbahasa Jepang ne" ucap salah satu siswi setelah mendengar perkenalan Naruto.
"Ya karena sebenarnya saya lahir di Jepang, tapi kemudian pindah ke luar negeri"
"Baiklah, Arashi-kun silahkan duduk di bangku sebelah Gremory Rias yang memiliki rambut merah disana. Gremory-san silahkan angkat tangan"
"Terimakasih sensei"
.
.
.
© Tokubetsuna Nanika ©™
.
.
.
Bel pertanda istirahat baru saja berbunyi, Kakashi-sensei juga sudah meninggalkan kelas 10 menit sebelum bel berbunyi. Disaat seperti ini lah yang sebenarnya sangat Naruto hindari. Pandangan sayu para gadis, dan pandangan mengintimidasi pria di kelasnya. Dan lagi, dia harus sekelas dengan adik dari seseorang yang sering Naruto sebut 'Iblis merah' yap, siapa lagi kalau bukan Gremory Rias, adik kandung dari Gremory Mio.
Entah kesialan atau keberuntungan, pemuda pirang ini sekelas dengan seseorang yang sudah ia kenal luar dalam. "Alice, bisakah kita ke suatu tempat yang lebih tenang dan err sepi" bisik Naruto
"Baiklah Naru, tapi jangan berlebihan ya" ucap Alice dengan semburat merah di pipinya.
'Jangan berlebihan ? Apanya yang berlebihan ?' batin Naruto dengan sebelah alis terangkat.
Atap sekolah, tempat yang sangat jarang didatangi siswa. Mungkin karena tempatnya agak jauh dari kelas, dan juga berada di lantai 3 murid-murid seperti malas menginjakkan kakinya disini. Padahal jika diteliti tempat ini cukup nyaman untuk sekedar dibuat nongkrong, ada Gazebo lumayan besar, bangku panjang berhadapan dan ditengahnya ada meja yang panjangnya sama persis dengan bangku.
"Kenapa kau tidak mengabari dulu jika kau akan kesini Naru~.."
Saat ini Naruto bersama Alice berada di atap sekolah, entah sebenarnya hubungan apa yang mereka miliki. Terlihat Alice bergelayut manja di lengan kiri pemuda pirang itu. "Ini ulah Iblis merah itu, semalam dia tiba-tiba mengatakan aku akan bersekolah disini"
"Apakah mereka juga disini ?" lanjut Naruto ambigu.
"Ya, mereka ada disini, namun mereka berpencar, mereka masuk Guild yang berbeda"
"Guild ?" dari nada yang terdengar, Alice tau bahwa Naruto belum mengetahui keseluruhan Imperial Akademi. Guild adalah tempat bernaung para murid dari persaingan perebutan 10 kursi bakat surga, atau banyak orang menyebutnya Legacy of Heaven, karena kemampuan yang diatas rata-rata murid akademi. Hanya orang-orang didalam guild yang boleh menantang pemilik 10 kursi bakat surga, tentunya dengan duel resmi yang harus didaftarkan ke pihak akademi. Pemenang berhak mendapatkan posisi kursi yang dipertaruhkan, ditambah 1 permintaan apapun itu.
Pemilik kursi bakat surga juga langsung terpilih sebagai pengurus dan peserta dari kejuaraan magic tahunan Imperial Akademi, Battle of Honor. Khusus kelas XII hanya sebagai pengurus inti kejuaraan. Pemenang Battle of Honor juga akan langsung jadi perwakilan Imperial Akademi dalam kejuaraan magic seluruh Imperial Palace, untuk memperebutkan gelar God of Magic.
"Jadi begitu.. Kau sendiri berada di Guild apa ?" Tanya Naruto.
"Aku tidak berada di Guild manapun, aku menjauhi hal-hal merepotkan seperti itu Naru"
"Huh, kau terdengar seperti rusa pemalas itu.."
"Jangan samakan aku dengan manusia yang bernafas pun malas!" balas Alice sengit sambil mencubit pipi Naruto. Beberapa perbincangan ringan berlanjut, seakan dunia milik berdua. [Ughh indahnya masa muda (?)]
"Bukannya menyapa kawan yang lama tidak bertemu, kau malah asyik berdua dengan makhluk merepotkan bernama perempuan Hoaammz"
Tiba-tiba muncul suara yang sangat dikenal dua orang tadi, siapa lagi kalau bukan..
"Rusa Pemalas.."
"PECANDU OBAT TIDUR!"
"Ternyata benar itu kau, aku merasa aneh saat memikir..."
Tak sempat melanjutkan kalimatnya, tiba-tiba Shikamaru terjengkang kaget saat..
.
.
.
.
.
.
.
"NARUTOOO.."
"ONI-CHAAAN!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Continue...
Ten Legacy of Heaven
1. (?)
2. (?)
3. (?)
4. (?)
5. (?)
6. (?)
7. (?)
8. (?)
9. (?)
10. (?)
Disini, pemilik kursi bukan mutlak pemimpin Guild, dan pemimpin Guild adalah para Murid kelas XII, kecuali pemimpin Guild sebelumnya mengundurkan diri sebelum kelulusan.
Mungkin 10 kursi bakat surga ini sama dengan beberapa fict, yang nama lainnya Ten Miracle yah jujur saja saya memang terinspirasi dari beberapa fict yang sudah saya baca.
.
.
.
Udah 3 tahun nggak nulis, sepertinya tata bahasa masih kaku, apakah feel nya sampe ? Entahlah..
Butuh banyak belajar lagi, meskipun banyak kekurangan minimal saya mencoba meramaikan kembali FFn.
Tolong direview, beri saran bagaimana kedepannya supaya lebih baik, bimbing saya sehingga bisa membuat sebuah cerita yang memuaskan untuk kalian para pembaca.
.
.
© Tokubetsuna Nanika ©™
.
.
Terimakasih sudah berkunjung.
Parzival Balthazar Undur diri..
See you next chapter..
.
.
.
Minggu, 9 Februari 2020
