© Tokubetsuna Nanika ©™
Disclaimer :
Naruto © Masashi Kishimoto
Highschool DxD © Ichiei Ishibumi
Created by : Parzival Balthazar
Rated : M
Genre : Action, Martial Art, School, Romance and Etc.
Pairing : (?)
Warning : Typo (s), Miss Typo (s), OOC, OC, Alternative Universe and Etc.
Not like, Don't read ..
.
.
.
Last Chapter
"Jadi begitu.. Kau sendiri berada di Guild apa ?" Tanya Naruto.
"Aku tidak berada di Guild manapun, aku menjauhi hal-hal merepotkan seperti itu Naru"
"Huh, kau terdengar seperti rusa pemalas itu.."
"Jangan samakan aku dengan manusia yang bernafas pun malas!" balas Alice sengit sambil mencubit pipi Naruto. Beberapa perbincangan ringan berlanjut, seakan dunia milik berdua. [Ughh indahnya masa muda (?)]
"Bukannya menyapa kawan yang lama tidak bertemu, kau malah asyik berdua dengan makhluk merepotkan bernama perempuan Hoaammz"
Tiba-tiba muncul suara yang sangat dikenal dua orang tadi, siapa lagi kalau bukan..
"Rusa Pemalas.."
"PECANDU OBAT TIDUR!"
"Ternyata benar itu kau, aku merasa aneh saat memikir..."
Tak sempat melanjutkan kalimatnya, tiba-tiba Shikamaru terjengkang kaget saat..
.
.
.
.
.
.
.
"NARUTOOO.."
"ONI-CHAAAN!"
.
.
.
Chapter 2
"Eh.. Rias.. Charlotte-chan.."
Grep
"Baka-nii.. hiks.. kemana saja kau.. hiks 3 tahun ini..?" Setelah tiba-tiba berlari menerjang Naruto, gadis pirang yang Naruto panggil Charlotte itu memberikan 'salam selamat' datang berupa pukulan telak diperut.
Bugh
'Guhh'
"HUWAAAA! BAKA NII-SAN!" Belum sempat memberikan reaksi, kini Naruto langsung dipeluk erat Charlotte.
Entah harus bagaimana Naruto menanggapi situasi ini, "Ehehe maafkan Nii-san ya Imouto-chan, Nii-san kemarin-kemarin melakukan misi jangka panjang" sudah lama rasanya Naruto tidak memeluk Charlotte, gadis cilik manis adik angkat Naruto.
Dunois Charlotte, gadis kecil yang dulu Naruto temukan di Vatikan, kini menjelma menjadi gadis cantik dengan berbagai daya tarik tersendiri. Charlotte diselamatkan Naruto saat menjalankan misi di Italia, misi penyelamatan dari sekelompok penyihir yang ingin mendapatkan forbidden magic dengan menumbalkan 100 nyawa gadis muda. Karena Charlotte sudah tidak memiliki siapa-siapa di dunia ini, akhirnya Naruto mengangkat gadis pirang itu sebagai adik angkatnya.
Didepan umum Charlotte mungkin bersikap cuek, tapi hal itu tidak berlaku untuk Naruto. Hanya Naruto lah tempatnya bermanja-manja, "Apa Nii-san tidak menyayangi Charlotte lagi..?" pandangan sayu adik angkatnya ini jadi salah satu kelemahan Naruto.
"Huss.. mana mungkin Nii-san tidak menyayangi adik Nii-san yang kawai ini.."
Setelah memenangkan Charlotte, Naruto mengalihkan pandangannya lagi. "Dulio, sejak kapan kau disini ?" tanya Naruto heran, pasalnya ia tidak melihat Dulio saat kedatangan Rias dan Charlotte.
"Sejak drama kisah terlarang kakak-beradik, dimana sang kakak menjadi penyebab utama kesedihan sang adik" Oh oke mungkin ini agak nggak nyambung, tapi sepertinya nyambung, eh entahlah apa makna ucapan Dulio barusan.
Mereka semua hanyut dalam situasi absurd setelah perkataan Dulio. Dua sosok yang dari tadi hanya memperhatikan kini tersenyum tulus. Nakiri Alice dan Gremory Rias, keduanya hanya berharap kebersamaan ini tetap terjaga sampai nanti, sampai nanti mereka akan dipisahkan oleh usia.
Akhirnya mereka berenam menghabiskan waktu istirahat dengan perbincangan ringan, mulai dari kegiatan mereka belakangan ini. Shikamaru yang masih bertengger di posisi pertama dalam kemalasan, hingga membahas turnamen Battle of Honor yang akan dilaksanakan sembilan bulan lagi.
.
.
.
© Tokubetsuna Nanika ©™
.
.
.
Seminggu sudah Naruto menjalani hidupnya sebagai siswa akademi. Tak ada yang spesial kecuali pertengkaran Alice, Charlotte, dan Rias, yah kalian pasti tau lah, mengenai sebut saja 'Hak kepemilikan'.
Tujuh hari menjalani aktivitas akademi kini pemuda bermarga Namikaze itu tau bagaimana kondisi serta tata tertib tak tertulis yang berada di salah satu akademi terbaik di Imperial Palace. Kekuatan, strata, dan harta, itulah patokan yang ia dapatkan untuk bisa bertahan disini.
Kalian memiliki bakat yang mengagumkan, kekuatan sihir yang hebat, memiliki jenis sihir unik dan menguasainya dengan baik, oke silahkan bergabung, pintu terbuka lebar.
Kalian keturunan bangsawan, anggota kerajaan, atau dari salah satu keluarga terpandang, jangan khawatir kalian diterima disini.
Kalian memiliki harta berlimpah, dari keluarga saudagar kaya raya, atau pedagang yang memiliki peran penting di kerajaan, pintu pun masih terbuka lebar, kalian bisa diterima tanpa harus mengetuk gerbang akademi.
Tapi maaf bagi kalian dengan kemampuan standar, tak berbakat dalam sihir, dari golongan rakyat jelata, dan bukan dari keluarga yang bergelimang harta. Penderitaan siap menanti kedatangan kalian didepan gerbang akademi, perjuangan mendapatkan pengakuan didepan mata, dan yang paling jelas, deskriminasi akan kalian dapatkan saat mencoba menggapai tujuan dan mimpi kalian.
Satu hal yang pasti Naruto tau, semua murid yang berasal dari berbagai latar belakang, rakyat jelata, bangsawan, maupun anggota kerajaan. Mereka memiliki tujuan yang sama, 'Pengakuan, Kebanggaan, dan Ketenaran'. Dari sudut pandang murid dimana mereka bisa mendapatkan itu adalah, Battle of Honor.
"Bukan ide buruk untuk memberikan beberapa pelajaran untuk mereka, para bangsawan arogan, sombong, selalu berlindung dibelakang gelar bangsawan nya" ucap Naruto, terlihat manik sebelah kiri yang awalnya biru, perlahan berubah menjadi ungu dengan pola bintang. Bersama terlukisnya seringai yang menjanjikan penderitaan.
"Showtime.."
.
.
.
Timeskip no Jutsu
.
.
.
Hari ini semua murid XI-A sedang berkumpul disalah satu ruang latihan Imperial Akademi. Saat ini akan diadakan latih tanding antara kelas XI-A yang ditempati Naruto, melawan kelas XI-B yang terdapat salah satu pemegang kursi bakat surga.
"Selamat pagi anak-anak, kalian mungkin sudah tahu tujuan kalian dikumpulkan disini. Seperti biasa, latih tanding dilakukan mendadak agar kami tau perkembangan kalian secara langsung" Kakashi membuka latih tanding dengan beberapa pidato.
"Untuk peraturannya, dilarang menggunakan senjata. Kalian hanya diperbolehkan sparing menggunakan tangan kosong dan jenis magic yang kalian miliki" Pria bermasker ini menjeda kalimatnya, memperhatikan jika ada raut kebingungan dari murid-muridnya.
"Baiklah sensei rasa kalian sudah mengerti. Selanjutnya silahkan duduk di bangku penonton, dan yang dipanggil namanya segera langsung masuk ke arena"
Selang 10 menit setelah mempersiapkan semuanya, Kakashi sensei memanggil nama yang akan melakukan latih tanding.
"Untuk latih tanding pertama, Uchiha Sasuke dari kelas XI-B melawan Tanaka Shirou (OC)." Riuh teriakan pendukung Sasuke menggema di ruang latih tanding ini.
Uchiha Sasuke adalah salah satu Prodigy yang diakui di Imperial Palace. Anak bungsu dari kepala klan terhormat, adik kandung dari salah satu pemimpin Guild sekaligus kursi bakat surga. Ditambah bakat seorang Uchiha Sasuke dalam menguasai salah satu Doujutsu legendaris, Sharinggan.
Sedangkan lawannya Tanaka Shirou, seorang murid dari kalangan masyarakat biasa. 'Penguasa melawan rakyat jelata heh..' pikir Naruto saat melihat keduanya memasuki arena latih tanding.
"Kalian siap ?"
Tak ada balasan, 'Inilah kenapa aku benci menjadi wasit' tentu kalian tau siapa yang membatin nista seperti itu khukhukhu...
"Baiklah, MULAI!"
"Senang rasanya bisa berkesempatan sparing dengan salah satu sosok yang dianggap Prodigy" tak ada yang bergerak, hanya saja Shirou menyampaikan apa yang dia rasakan saat ini.
"Hn, senang juga bisa melawanmu"
"Tidakkah kau ingin menyerang ? Aku menunggu" lanjut Sasuke.
Tubuhnya memang dalam posisi santai, namun mata keturunan uchiha itu siaga saat Shirou datang dengan pukulan diarah perut.
Tak..
Berhasil menahan pukulan Shirou dengan lengan kirinya, lutut Sasuke diarahkan tepat ke ulu hati Shirou. Tak menunggu lutut Sasuke memberikan pukulan, tangan kiri Shirou langsung menutup celah arah sasaran lutut Sasuke.
Sama-sama melompat mundur, kini terlihat wajah-wajah kagum dari murid-murid kelas XI-A. Pasalnya Shirou yang masyarakat biasa cukup mampu mengimbangi salah satu Prodigy. WalaupunWalaupun berasal dari masyarakat biasa, Shirou sebenarnya lumayan berbakat buktinya dia mampu menempati kelas XI-A yang sebagian besar diisi murid-murid berbakat.
Kali ini Sasuke yang mengambil inisiatif menyerang. Berlari menerjang angin, dalam sekejap mata Sasuke tiba-tiba muncul dibelakang Shirou memberikan pukulan telat di rusuk kanan.
Bugh..
Pukulan telak di punggung, tiba-tiba Sasuke berpindah didepan Shirou. Belum hilang nyeri di rusuk dan punggungnya, rasa sakit kembali menyerang perut Shirou.
Bugh
Dipaksa membungkuk karena pukulan di perut, posisi Sasuke saat ini sangat memungkinkan untuk mengakhiri pertarungan. Mengalirkan mana ditangan, Sasuke mengirimkan upper cut telak mengenai dagu Shirou.
Naruto menyeringai memperhatikan mata Sasuke yang perlahan berubah dari merah dengan 3 tomoe, menjadi ke bentuk awal onyx. 'Dia tidak mau main-main kah, langsung menggunakan Sharinggan heh..'
"Pemenangnya Uchiha Sasuke"
"Kyyaaa keren Sasuke-kun.."
"Klan Uchiha memang memiliki kualitas diatas rata-rata.."
Begitu lah beberapa teriakan dan pujian mengiringi langkah Sasuke ke bangku miliknya. Tak ada wajah senang, wajah bangga, hanya wajah datar tanpa menanggapi sorak sorai yang mendukungnya.
"Sekilas aku melihat kau menggunakan Sharinggan.." Ucap salah satu pemegang Magical Beast tipe naga.
"Aku hanya tak mau membuang-buang waktu, ada yang ingin aku perhatikan setelah ini"
"Ada sesuatu yang menarik kah..?"
"Hn, tunggu saja. Kau pasti akan tertarik.. Vali" balas Sasuke kembali menatap arena latih tanding. Sedangkan sosok disamping Sasuke, pemilik Magical Beast tipe naga yaitu White One Albion, Vali Lucifer hanya menaikkan sebelah alisnya. 'Tak biasanya..'
"Selanjutnya Nakiri Alice dari kelas XI-A melawan Senju Shion"
Naruto yang mendengar nama Alice dipanggil hanya memandang datar gadis bersurai pirang pucat itu. "Apa..?"
Mata Alice memutar bosan, tangannya terangkat menarik kedua pipi Naruto gemas. "Setidaknya berilah kata penyemangat Naruto-kun"
"Awkhan wakhu wuchapkhan jwikha nwanti kwau mwenhang"
"Baka-Naru hempp"
"Dasar Manja"
Beberapa murid yang melihat interaksi Naru-Alice sedikit tersenyum kikuk. Nakiri Alice yang terkenal cuek dan dingin, ternyata memiliki sisi lain yang belum pernah mereka ketahui sebelumnya.
Dua orang yang dipanggil tadi sudah berada di arena, Shion memandang Alice remeh. Sekedar info, memang Alice selama ini tak pernah menunjukkan kemampuannya, lebih tepatnya ia menyembunyikan nya.
"Aku akan menyelesaikan ini dengan cepat. Aku tak mau buang-buang waktuku yang berharga hanya untuk mengahadapi kaum sepertimu" ucap Shion memandang rendah Alice.
Bukan raut wajah marah, tapi senyum tercetak di wajah cantik Alice mendengar deklarasi Shion. "Ha'i ha'i, waktu dan tempat dipersilahkan" balas Alice
Banyak dari murid kelas XI-B yang merasa aneh dengan ucapan dan mimik wajah Alice. Sepertinya murid kelas XI-A ini semakin memprovokasi lawannya, terlihat dari kata-katanya yang menantang. Sedangkan Naruto hanya menyeringai memandang Alice yang masih menampilkan senyumnya, 'Senju dengan kesombongannya.. Arogan seperti bangsawan lainnya..'
"Baiklah, saya Yuki Haku akan menjadi wasit kali ini" ucap guru perempuan sebagai wasit sekaligus wali kelas XI-B.
"Kalian Siap..?"
"Ha'i/Uhm.."
"Hajime!"
Shion yang terpancing provokasi Alice melesat mengarahkan kepalan tangannya ke dagu Alice. Melihat serangan terburu-buru Shion, Alice mundur selangkah. Saat pukulan Shion hanya melewati kepalanya, Alice tak membuang waktu langsung menghantam pipi kiri Shion dengan tangan yang dilapisi pendar mana berwarna biru.
Arrggghh..
Sebagian murid-murid kelas XI-B melotot tak percaya, Shion yang berasal dari bangsawan Senju terlempar beberapa meter hanya dengan satu pukulan. 'Menarik' batin pemuda raven yang duduk memperhatikan jalanya latih tanding.
"TAK TAU DIRI! KUHANCURKAN KAU RENDAHAN!" Seperti api yang disiram bensin, emosi Shion memuncak tak terkendali. Naiknya tekanan udara bersama dengan munculnya energi putih keemasan menyelimuti Shion.
Sedangkan Alice masih tetap diposisi sebelumnya. 'Tempramennya kacau, bodoh' meningkatkan sensornya, insting Alice berteriak.
'Belakang'
Tapp
Bugghh
Serangan kejutan Shion yang mengarah keperut berhasil di blok, namun serangan kedua tak bisa dihindari Alice. Pipi kanan Alice harus rela terkena pukulan tangan kiri Shion. Tak mau merasakan sakit yang berlebih, Alice melompat kebelakang membuat jarak.
Seakan tak memberi Alice kesempatan bernafas,
[Element Magic : Arctic Burn]
Belum juga menapak tanah, serangan kembali mengarah ke gadis pirang pucat itu.
[Element Magic : Water Wall]
Air bertemu api, setelah dua teknik berlawanan itu bertemu menghasilkan asap menutupi arena.
[Element Magic : Rain of Fire]
Setelah Shion menyebutkan nama teknik nya, turunlah hujan api ditempat terakhir Alice berpijak.
Seringai Naruto mengembang setelah merasakan sesuatu yang tak asing baginya. Akibat teknik area elemen api Shion, asap semakin pekat menutupi keseluruhan arena latih tanding.
Menajamkan penglihatannya, Shion memicing mendengar gemuruh petir yang semakin lama semakin nyaring.
[Element Magic : Lightning Arrows]
'Holly shit!'
Semua yang menyaksikan melotot melihat ratusan panah petir mengarah ke bangsawan Senju yang terdiam terkejut dengan apa yang dilihatnya.
Dengan cepat Shion menyiapkan teknik pertahanan untuk mengurangi daya hancur serangan panah petir itu.
[Element Magic : Earth Absolute Shell]
DUAAAR!
BLAAAARRR!
Hening..
Entah mengapa setelah efek dari teknik panah petir itu hilang. Tiba-tiba angin berhembus kencang menghilangkan asap mengepul di arena.
Kini terlihat Shion pingsan dengan nafas memburu dalam pelukan laki-laki rambut pirang. Tak jauh berbeda dengan Shion, Alice pun terkulai lemas dengan nafas tak beraturan dipelukan laki-laki bersurai pirang sebahu. Sejenak Alice melirik Shion yang pingsan, perlahan senyum tercetak di wajah lelahnya.
"Selamat atas kemenanganmu Alice" ucap lelaki pirang yang masih memeluknya erat.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Terimaka.."
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, kesadarannya mulai menjauh akibat kelelahan..
"Istirahatlah, aku akan menjagamu.."
Naruto yang saat ini menggendong Alice ala pengantin mengalihkan pandangannya pada pria bermasker yang merupakan wali kelasnya. "Kakashi-sensei, ijin untuk membawa Alice keruang kesehatan"
Banyak yang shok, bagaimana mungkin kedua lelaki pirang itu bisa langsung berada di arena. Sedangkan Naruto, tanpa menunggu jawaban Kakashi, pemuda pirang ini perlahan terbakar api hitam dan hilang tanpa menghilangkan jejak.
'Teknik teleportasi yang keren' batin Rias tersenyum memperhatikan semuanya dari awal.
"Riser, biar sensei yang membawa Shion keruang kesehatan" ucap Haku dengan wajah tak ingin dibantah.
"Baiklah sensei, mohon bantuannya" Balas Riser.
Setelah kepergian Haku ke ruang kesehatan, Naruto muncul lewat pintu masuk, tidak menggunakan teleportasi seperti kepergiannya tadi.
Kakashi yang melihat Naruto masuk dan langsung menuju tempat duduknya hanya menghela nafas. 'Latih tanding kenapa malah seperti pertarungan resmi, mengerikan'. Riser yang melihat Naruto kembali memandang Naruto dengan tatapan benci.
"Baiklah sensei rasa cu.."
"AKU RISER PHENEX MENANTANG MU DALAM LATIH TANDING RENDAHAN!"
Belum selesai Kakashi berbicara, Riser dengan nyalang menantang Naruto dalam latih tanding. Murid-murid melebarkan matanya mendengar Riser menantang murid pindahan yang beberapa waktu tadi mencuri perhatian.
Beberapa murid kelas XI-B menyeringai karena akan mendapatkan tontonan menarik. Berbeda dengan raut wajah terkejut murid XI-A, rata-rata mereka menampakkan raut iba, kasihan saat tau Naruto ternyata menerima tantangan Riser.
Bukan tanpa alasan, Riser yang berasal dari klan Phenex diberkahi regenerasi sel tubuh yang mengerikan. Ditambah kemampuannya menguasai Elemen api klan Phenex. Dengan kedua faktor itu tak heran jika Riser Phenex mampu menempati posisi kesembilan Legacy of Heaven.
'Kursi kesembilan menantang seseorang yang tak jelas asal-usulnya..'
'Tamatlah murid pindahan itu..'
"Hoii hoii sudah cu.."
"Baiklah sensei, aku terima tantangan darinya"
''Bodohnya, kenapa Arashi-kun menerima tantangannya. Apakah dia tidak tau Riser adalah pemilik kursi kesembilan..'
'Bodoh..'
Lagi lagi belum selesai dengan kalimatnya, ucapannya terpotong karena Naruto menerima tantangan yang diajukan Riser. Belum sempat mengeluarkan sepatah kata, kedua lelaki pirang ini sudah berada di arena latih tanding.
'Merepotkan, waktu membaca Icha-icha paradise jadi tertunda' batin nista Kakashi.
"Haaah, jadi... Apa alasanmu menantang Arashi-kun Riser ?"
"Hanya membalaskan sesuatu yang temannya lakukan kepada seseorang yang berharga untukku.." balas Riser masih menatap Naruto benci.
Oh sekarang mereka mengerti, walaupun bukan sepasang kekasih. Riser memang diketahui memiliki perasaan kepada putri tunggal pemimpin klan Senju.
"Hahaha, selera humor mu ternyata tinggi Phenex-san.." ucap Naruto tiba-tiba.
"Akan Kuhancurkan wajah datarmu itu rendahan"
"Aku tegaskan lagi, apa kau menerima tantangan Riser Phenex dalam latih tanding ini Arashi Naruto ?"
"Aku menerimanya" mengangguk kepada Kakashi. Lalu dia mengalihkan pandangannya kearah Riser.
"Jika kau ingin menghancurkan ku, maka datanglah jika kau memiliki kemampuan untuk melakukannya" ucap Naruto dengan tatapan meremehkan.
Praankk
Seperti piring pecah, ucapan Naruto menggema di seluruh area latih tanding, dengan jelas yang lainnya mendengar ucapan yang terkesan arogan itu.
'Apa dia mau bunuh diri..'
'Menarik dobe'
'Naruto-kun..'
"Baiklah, latih tanding terakhir antara Riser Phenex melawan Arashi Naruto. Kalian siap..?"
Suara Kakashi menggema, kedua lelaki pirang itu mengangguk.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"HAJIME!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Continue...
Ten Legacy of Heaven
1. (?)
2. (?)
3. (?)
4. (?)
5. (?)
6. (?)
7. (?)
8. (?)
9. Riser Phenex
10. (?)
Tak banyak yang bisa saya sampaikan, sejujurnya saya juga tidak begitu puas dengan chapter ini. Entah seperti ada yang kurang, tapi saya belum menemukannya.
Untuk tokoh Gremory Mio, memang saya ambil dari sosok Naruse Mio. Tapi saya buat Mio ini kakak tertua di keluarga Gremory.
Untuk yang sudah mau membaca cerita penuh kekurangan ini, saya ucapkan banyak terimakasih. Maaf jika masih banyak kesalahan, saya masih dalam tahap pembelajaran kembali.
.
.
.
© Tokubetsuna Nanika ©™
.
.
Terimakasih sudah berkunjung.
Parzival Balthazar Undur diri..
See you next chapter..
Minggu, 9 Februari 2020.
