© Tokubetsuna Nanika ©™

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kishimoto

Highschool DxD © Ichiei Ishibumi

Created by : Parzival Balthazar

Rated : M

Genre : Action, Martial Art, School, Romance and Etc.

Pairing : (?)

Warning : Typo (s), Miss Typo (s), OOC, OC, Alternative Universe and Etc.

Not like, Don't read ..

.

.

.

Last Chapter

.

.

.

"Aku tegaskan lagi, apa kau menerima tantangan Riser Phenex dalam latih tanding ini Arashi Naruto ?"

"Aku menerimanya" mengangguk kepada Kakashi. Lalu dia mengalihkan pandangannya kearah Riser.

"Jika kau ingin menghancurkan ku, maka datanglah jika kau memiliki kemampuan untuk melakukannya" ucap Naruto dengan tatapan meremehkan.

Praankk

Seperti piring pecah, ucapan Naruto menggema di seluruh area latih tanding, dengan jelas yang lainnya mendengar ucapan yang terkesan arogan itu.

'Apa dia mau bunuh diri..'

'Menarik dobe'

'Naruto-kun..'

"Baiklah, latih tanding terakhir antara Riser Phenex melawan Arashi Naruto. Kalian siap..?"

Suara Kakashi menggema, kedua lelaki pirang itu mengangguk.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"HAJIME!"

.

.

.

.

.

Chapter 3

'Membosankan'

Jika menurut kebanyakan siswa akademi hari libur adalah hari yang ditunggu-tunggu, tapi itu tidak berlaku untuk pemuda pirang bermarga Namikaze ini. 'Kemana semua mereka ini ?'

"Latihan sedikit kurasa bukan ide yang buruk.." Naruto bermonolog sendiri. Yah, dari pagi sejak ia bangun tidur, keadaan asrama sudah sepi, meninggalkan dirinya sendiri.

Dengan langkah santai Naruto menuju halaman belakang asrama khusus miliknya dan beberapa anggota Akatsuki. Bicara tentang asrama, Naruto dan yang lainnya memang diberikan asrama khusus. Sebenarnya asrama yang Naruto tempati adalah asrama lama yang tidak ditempati. Namun saat masuknya beberapa anggota Akatsuki, asrama itu dijadikan asrama khusus sekaligus basecamp Akatsuki.

Kembali ke halaman belakang, tempat Naruto akan latihan. Melakukan pemanasan ringan seperti push up 100, sit up 100, pull up 100.

"Bagaimana jika Kenjutsu, hmm Not bad.."

Menyentuh fuin penyimpanan di lengan kirinya, kemudahan keluar lah pedang hitam bercorak merah di gagangnya. Bilah tajamnya berwarna hitam legam, sedangkan sarung pedang berwarna hitam dengan banyak ukiran berwarna merah darah.

"Lama tak berjumpa partner.."

"Pedang yang terlupakan, Uzu no Ken.."

Sriiing..

Saat pedang terlepas dari sarungnya, keluarlah aura mencekam yang membanjiri area halaman tempat Naruto berlatih. "Hey partner, kita tidak dalam situasi untuk membantai.." setelah perkataan tadi, Naruto mengalirkan mana hingga terlihat pendar merah hitam menyala redup.

[Namikaze Style : Omnislash]

Terlihat seperti tebasan asal-asalan, tapi setelah gerakan Naruto selesai terlihatlah energi berbentuk bintang berwarna hitam kemerahan.

DUAAARR

"Hora-horaa.. efek kerusakannya terlalu berlebihan sepertinya.."

Bagaimana tidak berlebihan, pohon yang menjadi sasaran teknik kenjutsu itu hancur tak bersisa. Namun area sekitar pohon itu juga porak-poranda seperti terkena bencana alam.

"Kerusakan area sekitar 10 meter, padahal aku mengunci dalam satu target.."

Yang punya teknik saja bingung, apalagi yang hanya memperhatikan. Kira-kira itulah yang ada dibenak Naruto saat ini. Saat ingin melakukan satu teknik yang ia ciptakan, terlintas kejadian yang membuatnya banyak mengalami hal-hal merepotkan..

"Tiga minggu yang lalu ya.."

"Sepertinya yang kemarin itu agak berlebihan.." gumamnya mengingat kembali kejadian 3 minggu yang lalu.

.

.

Flashback..

.

.

"Aku tegaskan lagi, apa kau menerima tantangan Riser Phenex dalam latih tanding ini Arashi Naruto ?"

"Aku menerimanya" mengangguk kepada Kakashi. Lalu dia mengalihkan pandangannya kearah Riser.

"Jika kau ingin menghancurkan ku, maka datanglah jika kau memiliki kemampuan untuk melakukannya" ucap Naruto dengan tatapan meremehkan.

"Baiklah, latih tanding terakhir antara Riser Phenex melawan Arashi Naruto. Kalian siap..?"

Suara Kakashi menggema, kedua lelaki pirang itu mengangguk.

"HAJIME!"

Tanpa banyak basa-basi Riser langsung melesat meninggalkan bekas retakan di pijakan kakinya. Melayangkan pukulan ke kepala Naruto, namun dihindari dengan memiringkan kepalanya. Pukulan kembali mengarah ke perut Naruto, ditahan dengan lutut kirinya.

Menarik bahu kiri Riser dengan tangan kiri, lalu kaki kirinya menendang kaki Riser. Karena tak mampu menjaga keseimbangannya, Riser hampir jatuh, namun sebelum tubuh Riser menyentuh tanah. Sebuah pukulan telak mengenai perut Heirs klan Phenex itu.

Bugghh..

Meringis merasakan pukulan diperut, meludahkan liurnya kini wajah bengis Riser nampak bersama tawa psycho nya. "HAHAHAHA.. HEBAT.. KAU DAPAT MEMBUAT DARAHKU MENDIDIH RENDAHAN!" Perlahan api mulai muncul ditangan Riser, menyebar hingga akhirnya menyelimuti seluruh tubuhnya.

Beberapa orang yang tak mengenal Naruto mungkin terkejut pemuda pirang itu dapat menyarangkan pukulan telak kepada Riser, yang merupakan pemegang kursi kesembilan Legacy of Heaven. Sedangkan bagi yang sudah kenal anggota termuda Akatsuki ini, mereka tau Naruto hanya sedang bermain-main. Terlihat dari sikap yang terlalu santai, 'Entah apa yang dipikirkannya.. tapi, MENCABUT BULU TANGAN DI TENGAH PERTANDINGAN.. OHH MY GOODNESS..' batin Kakashi sweatdrop dengan sebutir keringat di dahi.

Lupakan kejadian tak jelas tadi, kembali Riser mengompres mana nya, mengeluarkan sepasang sayap api di punggungnya, terbang dengan melemparkan bola api dari tangannya kearah Naruto yang err.. masih mencabuti bulu tangannya. (?)

"JANGAN REMEHKAN AKU BRENGSEK!"

Tak mau jadi Naruto bakar (?) Pemuda bermarga Namikaze itu berlari zig-zag menghindari serangan Riser.

Merasa serangan nya percuma, Riser menapakkan kakinya ditanah.

"JANGAN HANYA BISA MENGHIDAR RENDAHAN, ATAU KAU TERLALU TAKUT MENGHADAPI SEORANG BANGSAWAN PHENEX"

Naruto yang mendengar ocehan Riser hanya memandang bangsawan Phenex itu dengan tatapan kasihan, "Semua disini tau serangan mu yang tidak mengenaiku, lalu untuk apa kau berteriak seperti itu.. Menyedihkan.."

Jackpot

'Entah kenapa bermain mental dengan orang yang tempramen begitu menyenangkan..' batin Naruto menyeringai. Yah, menekan psikis seseorang dalam pertarungan adalah salah satu kesenangan tersendiri bagi anggota termuda Akatsuki ini.

"Sepertinya kau tidak terkejut dengan semua ini ne Sasuke..?" ucap Vali memperhatikan Sasuke yang terlihat biasa-biasa saja.

"Asal kau tau saja, definisi Monster yang sebenarnya ada disosok murid pindahan itu" ucap Sasuke menjawab pertanyaan Vali. Entah sudah berapa tahun keturunan Uchiha itu tidak bertemu sosok pemuda pirang itu.

"Heehh.. Benarkah ini Uchiha Sasuke yang kukenal..?" ucap Vali heran.

"Hn.."

'Bangsat, aku benci mengakuinya, tapi kenapa konsonan tak berarti itu membuatnya terlihat keren..' Entah tiba-tiba Vali malas melanjutkan perbincangannya setelah keluarnya kata andalan Sasuke.

Kembali ke pertandingan, Riser terus menekan Naruto dengan hand combat miliknya. Tapi, perbedaan pengalaman cukup terlihat di pertarungan ini. Raut bosan mulai tercetak di wajah tampan Naruto.

"Hey, apa hanya ini yang bisa dilakukan seorang bangsawan ?" ucap Naruto setelah melompat kebelakang menghindari pukulan Riser.

"Kau tau, aku cukup kecewa menerima tantangan darimu" lanjutnya datar, wajahnya jelas menunjukkan sebuah arogansi menunjukkan betapa menyedihkannya pemegang kursi kesembilan Legacy of Heaven ini.

Tak terima dengan apa yang diucapkan lawannya, Riser mengeluarkan tekanan energi gila-gilaan.

''Fakk, gila.. Tekanan pemilik kursi kesembilan..' batin beberapa murid merasakan tekanan yang Riser keluarkan.

Wajah heran kembali menghiasi beberapa murid yang menyaksikan pertandingan, karena..

"HAHAHAHA.. YAA, SEPERTI INI SEHARUSNYA DARI TADI, TUNJUKKAN! TUNJUKKAN PADAKU KEKUATAN SEORANG BANGSAWAN!" teriakan girang Naruto menggema menimbulkan ekspresi haror diwajah murid-murid yang menonton

'Apa-apaan ekspresi nya itu..'

Dipojok tempat duduk penonton, terdapat gadis bersurai merah yang memandang Naruto dengan tatapan sulit diartikan. 'Naruto-kun..'

"Datanglah dan hancurkan jika kau memiliki kemampuan untuk melakukannya.." ucap Naruto dengan seringai yang menjanjikan penderitaan.

Sesaat Riser dapat merasakan sebuah ancaman nyata dari pemuda yang menjadi lawannya itu. Namun, karena ego yang dimiliki Riser sangat tinggi, ia menepis sensasi yang ia rasakan sesaat tadi.

"TERIMA SERANGAN KU KALI INI RENDAHAN!"

Dengan sekali hembusan nafas Riser melesat muncul didepan Naruto. Melayangkan tinju dengan semua kekuatan yang ia miliki. Kepalan tangan yang digunakan untuk menyarangkan pukulan terlihat berwarna merah, layaknya magma dengan kobaran api yang mampu melelehkan besi baja.

[One Thousand Celcius Punch]

'Tamatlah kau murid pindahan..'

'Mungkin seminggu di rumah sakit..'

Grebb

Wussshhh

"Belum cukup kuat Phenex.."

Teknik serangan mematikan bertemu pertahanan absolute yang belum teridentifikasi, menghasilkan hembusan angin kencang menerbangkan apapun yang berada dekat dengan pusat efek kejut tersebut. Telapak tangan hitam terbuka menangkap tinju maut tangan merah magma.

Seluruh pasang mata melebar melihat teknik Riser yang rumornya Overkill ditahan hanya dengan satu tangan. Tak ada satupun orang yang mampu menahan teknik ini sebelumnya, namun murid pindahan ini hanya menggunakan telapak tangannya untuk menangkap tinju maut Heirs Phenex itu.

"Mana kesombongan seorang bangsawan yang tadi kau banggakan ?" Perlahan tangan magma Riser redup, kehilangan magicnya. Tangannya yang membara sepanas magma berubah menjadi seperti sedia kala.

Belum mereda efek keterkejutan atas kejadian barusan, kini semua pasang mata dipaksa kembali melebar merasakan tekanan energi yang pekat. Aura hitam kemerahan meledak menimbulkan tekanan udara yang begitu berat, membuat beberapa murid yang tak cukup kuat menahan tekanan gila itu menjadi pingsan.

Naruto yang masih menggenggam tangan Riser kemudian mengeluarkan suaranya..

"Sadari tempatmu.."

"Tak ada domba memangsa singa.."

"Tak ada matahari bersinar di gelapnya malam.."

Setelah menyelesaikan kalimatnya, keluarlah energi hitam kemerahan dikedua tangan Naruto. Menghembuskan nafas berat, terdengar suara Riser patah-patah..

"ka-kau monster.." ucap Riser terbata kesulitan mengeluarkan apa yang ada dibenaknya akibat tekanan energi Naruto yang begitu pekat.

"Ya.. Mereka memanggilku seperti itu.."

Tanpa menunggu respon pemuda yang menjadi lawannya itu, Naruto menyarangkan pukulan tepat diperut heirs Phenex itu.

Bugghh

BLAAAARRR

Setelah melakukan serangan penutup, Naruto menetralkan semua tekanan miliknya. Situasi kembali normal, akhirnya mereka bisa bernafas lega. Menghirup udara sebanyak-banyaknya, memasok kebutuhan oksigen sebagai makhluk hidup.

Ini bukan latih tanding, bukan pertarungan level akademi tapi, terlihat seperti pembunuhan mental seorang bangsawan.

Kakashi yang menjadi wasit dalam latih tanding ini tak mampu menjelaskan apa sebenarnya yang baru saja terjadi. Ia tahu pasti tekanan yang Naruto keluarkan bukanlah level seorang murid akademi. Bahkan ia ragu mampu menjaga kesadarannya jika Naruto mengeluarkan tekanan yang lebih besar lagi. "Aku harus memastikannya.." gumam Kakashi memandang Riser yang tergeletak tak berdaya.

.

.

.

Flashback off

.

.

Setelah latih tanding itu mulailah tersebar berita Riser Phenex yang tak berkutik dihadapan murid pindahan tak jelas asal-usulnya. Sebenarnya berita itu tak begitu mengganggu bagi Naruto, namun efek dari berita itu yang membuatnya mengalami hal-hal merepotkan.

'Undangan masuk Guild..'

Bukan hanya satu atau dua Guild yang mengirimkan undangan untuk memintanya bergabung. Tapi semua Guild yang ada di Imperial Akademi, 'Faakk, merepotkan..'

Bahkan Naruto didatangi langsung oleh pemilik kursi pertama Legacy of Heaven, Gremory Sirzech yang menawarkan agar Naruto bergabung dengan Guild yang ia pimpin. Absolute, Guild yang berisikan murid-murid dengan berbagai keistimewaan.

Memang Naruto mengenal baik pria bersurai merah ini, dari nama marga mungkin kalian juga bisa menebaknya. Sirzech adalah adik dari sosok bidadari yang Naruto sebut 'Iblis Merah', dan kakak Gremory Rias, yang kebetulan sekelas dengannya.

Bukan hanya itu, ia juga dapat teguran dari Yahiko sebagai ketua Akatsuki.

Kembali ke tempat Naruto latihan, halaman belakang asrama Akatsuki. Niat awalnya memang untuk latihan atau menciptakan teknik baru. Tapi nyatanya, ia malah melamun memikirkan hal-hal merepotkan lainnya yang mungkin akan datang tak lama lagi.

Grebb

"ONII-CHAN!"

Ditengah nikmatnya melamun, Naruto dikagetkan oleh pelukan di punggungnya. Menolehkan kepalanya, gadis bersurai pirang terlihat menggesek-gesekkan pipinya dipunggung tegap Naruto.

"Okaeri Imouto-chan.."

"Tadaima Onii-chan, Charlotte lihat tadi Onii-chan melamun ?" tanya gadis pirang yang tak lain adalah Dunois Charlotte, adik angkat Naruto.

"Ahh, Nii-chan hanya memikirkan apa kalian tega meninggalkan Nii-chan sendirian di asrama.." ucap Naruto dengan wajah yang dibuat sedih.

"Ahh ti-tidak kok, mana mungkin aku bisa meninggalkan Nii-chan. Kami hanya belanja bulanan" ucap Charlotte mengeratkan pelukannya hingga punggung Naruto bisa dengan jelas merasakan sesuatu yang empuk dan kenyal. (?)

"Ehh, Cha-chan jangan terlalu erat.." Ucap Naruto.

"Heehh, Cha-chan ?" gumam Charlotte.

"Iya, Imouto-chan tidak keberatan kan Nii-chan panggil seperti itu ? Anggap itu panggilan sayang Nii-chan pada adik Nii-chan yang super duper kawai ini" balas Naruto masih dalam pelukan Charlotte.

"Hoo, panggilan sayang ne.. Hem aku suka Nii-chan.." balas Charlotte semakin memeluk erat Naruto, sambil menggesek-gesekkan tubuhnya mencari kehangatan dari tubuh kakaknya itu.

"Cha-chan, bisa lepaskan Nii-chan dulu.."

"Hehh, kenapa ? Nggak mau!" balas Charlotte.

"Sesuatu milikmu yang empuk dan kenyal menekan punggung Nii-chan Cha-chan. Sepertinya lebih besar sekarang ya.."

'Empuk.. Kenyal.. Lebih besar..'

"HUWAAA... BAKA NII-CHAN HENTAI!"

"Hahaha.. Hahaha.."

Naruto tertawa melihat adiknya meluapkan sumpah serapah sambil berlari masuk ke asrama khusus Akatsuki.

"NII-CHAN NO BAKA!"

.

.

.

© Tokubetsuna Nanika ©™

.

.

.

Disaat Naruto menikmati hari liburnya dengan menggoda adik pirangnya yang kawai. Saat ini terlihat sembilan orang duduk melingkar dengan meja besar bulat, sepertinya sedang diadakan rapat.

"Baiklah kita mulai saja rapat kali ini.." ucap pria bersurai merah memecah keheningan. Orang yang menduduki kursi pertama Legacy of Heaven, Gremory Sirzech.

"Tahun ini aku akan merombak sistem Battle of Honor. Bisa kalian lihat perinciannya di berkas yang ada didepan kalian" lanjut Sirzech.

Sepuluh menit berlalu, semua yang menghadiri rapat itu telah membaca apa yang telah direncanakan Sirzech. "Aku ingin mengetahui pendapat kalian tentang rancangan sistem yang telah aku buat"

"Jika ada pertanyaan akan langsung aku jawab setelah sesi penyampaian pendapat kalian selesai dimulai dari Nagato.."

"Baiklah, menurutku sistem ini memiliki kelebihan penyaringan bakat lebih merata. Namun sistem ini juga memiliki kekurangan, waktu yang dibutuhkan untuk babak penyisihan lebih lama dari event Battle of Honor sebelumnya.." ucap Nagato menyampaikan pendapatnya.

"Baiklah, langsung aku jawab saja.."

"Apa yang dikatakan Nagato memang benar, tapi sistem ini berbeda dari sistem sebelumnya yang hanya mengandalkan kemampuan individu. Untuk event Battle of Honor tahun ini aku menyiapkan dua macam tes.." Sirzech menjeda kalimatnya untuk melihat respon peserta rapat.

"Babak penyisihan pertama akan dilaksanakan dengan sistem grup. Setiap grup harus mengumpulkan medal sebagai persyaratan untuk lolos ke babak selanjutnya"

"Aku akan menyiapkan 16 medal sebagai persyaratan untuk melaju ke babak 64 besar. Babak selanjutnya adalah.." Sirzech menghentikan penjelasannya saat melihat Michael yang merupakan pemilik kursi ketiga mengangkat tangan.

"Maaf menginterupsi, jika dalam babak penyisihan pertama hanya disediakan 16 medal. Maka sudah dipastikan akan banyak terjadi pertempuran, apakah kau sudah mengantisipasi jika sampai terjadi pertempuran yang tidak kita inginkan.." jelas Michael memastikan.

"Untuk itu aku sudah menyiapkan sebuah kejutan untuk event tahun ini. Teknologi ini juga sudah dikembangkan oleh Azazel-kocho dan sudah bisa dibilang 'Sempurna', berjalan dengan baik tanpa adanya resiko"

"Baiklah aku lanjutkan penjelasan sistem babak 64 besar. Nama peserta akan diacak, kemudian akan muncul satu nama, peserta yang terpilih ini bebas menentukan siapa peserta yang ingin ia lawan di babak ini. Aku lebih suka menyebutnya Versus." Ucap Sirzech panjang lebar..

Oke kita tinggalkan saja acara rapat yang membosankan itu, saya sebagai penulis pun sebenarnya heran kenapa mereka betah berlama-lama membahas sesuatu yang sudah ada di kepala Author (?).

.

.

© Tokubetsuna Nanika ©™

.

.

.

Hari berlalu tanpa ada yang spesial untuk Naruto, saat ini ia berjalan menuju ruang kepala sekolah. Misinya yaitu menjemput putri Raja Imperial Kingdom. Selain itu, ia juga diberi tugas untuk menjaga mereka jika ada hal-hal yang tidak diinginkan. Waktu tempuh dari Imperial Akademi ke Emerald city membutuhkan waktu dua hari satu malam dengan menggunakan kuda.

Imperial Kingdom sendiri terbagi menjadi beberapa bagian kerajaan. Imperial Palace adalah pusat pendidikan dan kebudayaan. Emerald City adalah ibu kota kerajaan sekaligus pusat kemiliteran, perdagangan, dan pariwisata, selain dua kota besar itu ada kota Lotus, yang terkenal dengan kota hujan. Pandora land, kota ini merupakan daerah tergersang di Imperial Kingdom, wilayahnya hampir keseluruhan adalah padang pasir. Kota Lyonesse, atau lebih terkenalnya Negeri Batu.

Sebenarnya ada satu kota lagi yang menjadi salah satu faktor Imperial Kingdom merupakan salah satu kerajaan yang ditakuti. Uzushio City, kota penghasil Magic Knight berkemampuan khusus. Kota Uzushio dulu ditempati klan Uzumaki, dan Namikaze.

Uzumaki dengan Fuinjutsu Magic, dan Namikaze dengan pengendalian ruang dan waktu, Sayangnya kota Uzushio kini hilang dari peta Imperial Kingdom 17 tahun yang lalu.

'Civil War'

Didasari kecemburuan dan prasangka buruk Uzushio harus rata dengan tanah.

Kota Lotus, Lyonesse, dan Emerald City adalah pelaku sejarah dari tragedi hancurnya Uzushio. Mereka beralasan Uzushio berbahaya untuk Imperial Kingdom dimasa depan. Klan Uzumaki dengan kemampuan Fuinjutsu yang mengerikan, Klan Namikaze yang mampu menguasai ruang dan waktu, bukankah ancaman terlihat sangat jelas ?.

Itulah yang mereka pikirkan saat itu, tidakkah mereka berpikir semua kelebihan itu dapat mengantarkan Imperial Kingdom berada diatas dari yang teratas. Sayangnya semua sudah terlambat, tak ada lagi klan Uzumaki dan Namikaze.

Kembali ke cerita, saat ini waktu menunjukkan pukul 08.25. Terlihat ruang kepala sekolah telah hadir beberapa murid akademi yang memiliki Pamor karena kemampuannya, diantaranya Uchiha Sasuke, Vali Lucifer, Ootsutsuki Kaguya, Senju Shion, dan seorang sensei nyentrik, Hatake Kakashi.

"Sebenarnya siapa anggota party terakhir ini Azazel-kocho ?" Tanya perempuan bersurai perak, tubuh proporsional agak pendek, tapi jangan lupakan wajahnya imutnya yang mampu membius kaum Adam hanya dengan senyuman, Ootsutsuki Kaguya.

"Masih ada lima menit lagi sebelum jam 08.00. Jadi aku persilahkan kalian menebak-nebak sendiri siapa anggota terakhir ini." Jawab Azazel sambil terkekeh melihat raut wajah penasaran dari bungsu Ootsutsuki itu.

Tok tok tok

"Masuk!" jawab Azazel dengan senyum mengembang diwajahnya.

Kriieeet..

"KAU!?"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Continue...

Author note :

Entah chapter ini bagus atau nggak, cuma saya masih belajar lagi mendapatkan feel saat membuat scene drama atau romance. Dan sepertinya masih belum dapet di chapter ini.

Mungkin jika ada masukan ide dari alur, konflik, pair, atau apapun bisa cantumkan di kolom review.

Cuma membagi spoiler, di cerita ini Naruto punya Doujutsu tapi bukan Sharinggan, Rinenggan, Byakugan, atau Teisenggan.

Jadi tunggu saja, bisa saja chapter depan keluar, siapa yang tahu kan Hehehe..

Jujur alur sih ngasal, saya tulis apa yang terlintas di kepala. Terimakasih sudah berkunjung dan membaca, hanya ini yang bisa saya persembahkan, sekali lagi mohon maaf jika fict ini masih jauh dari kata baik dan terimakasih.

.

.

.

Ten Legacy of Heaven

1. Gremory Sirzech

2. (?)

3. (?)

4. (?)

5. (?)

6. (?)

7. (?)

8. (?)

9. Riser Phenex

10. (?)

Guild :

Absolute : Gremory Sirzech

(?)

(?)

(?)

(?)

(?)

(?)

.

.

.

© Tokubetsuna Nanika ©™

.

.

Terimakasih sudah berkunjung.

Parzival Balthazar Undur diri..

See you next chapter..

.

.

.

Minggu, 16 Februari 2020.