Warning! Typo, gak jelas, ooc, dan sebaginya. Don't copy and paste!

Pairing : Madara x Fem Naruto

Naruto bukan milikku

Namikaze Naruto : 21 thn

Uchiha Izuna : 8 thn

Uchiha Madara : 38 thn

.

.

.

.

.

.

.

.

.

..

..

...

.

-0 Happy Reading 0-

-Chapter Sebelumnya-

Izuna tetap menangis tampa menghiraukan orang didekatnya menenanginya. Sampai ia sadar saat tangan harus dan jemari lentik menentuh pipi miliknya

"hmmm?"izuna mengedipkan matanya berkali-kali.

'cantik'inner izuna sedikit merona

"kau kenapa? Kenapa tiba-tiba menangis?"tanyanya

"hiskkk..."tangis izuna lagi

-00-

- Chapter Sekarang -

Uchiha Corporation siapa sih yang tak mengenal nama perusahan yang merajai dunia bisnis yang paling sensasional. Konon kekayanya tidak akan habis sampai tujuh turunan. Tidak hanya kaya mereka dianugrahi paras tampan juga terkenal dingin dan irit kata-kata.

Pesaing Uchiha Corp yaitu Oototsuki Corp, Senju Corp, Namikaze Group, Uzumaki Group, Hyuuga Group, Nara Corp, Shabaku Crop dan masih banyak lagi.

Terlihat seorang pria yang asik bercinta dengan dokumen miliknya dengan raut wajah yang serius dan mata yang membaca penuh teliti.

Klekkk...

"aniki kau melewatkan makan siangmu lagi"ucap Obito yang baru masuk kedalam ruangan orang nomor satu di Uchiha Corp yaitu Uchiha Madara

"hn"

"hah, kau ini jika begini terus kau akan menjadi bujang lapuk? Eh, duda lapuk"ejek obito

"yang terpenting aku pernah merasakan hangatnya lubang wanita. Dari pada kau menaklukan satu wanita saja susah. Keburu anu mu tak berfungsi"ucap madara menjleb dihati obito

"cih! Diam kau aniki"ucap obito

"tidak bisa membalas ucapanku heh?"ejek madara melirik sekilas

"Rin itu spesial dia berbeda dari wanita lain. Maka aku sebagai pria sejati mengejar cintanya sampai membuatnya luluh"ucap obito

"hn" madara cuek saat obito mulai ngoceh-ngoceh panjang tentang rin si wanita diamnya dari jaman dia masih Junior High School sampe sekarang kagak di notific-notific?.

"oiyaa, aniki kau sudah menjemput izuna?"tanya obito

"dia dijemput itachi"ucap madara masih sibuk dengan berkas-berkasnya

"kau bilang itachi? Bukanya dia pergi ke suna ada rapat dadakan disana?"tanya obito

"!"Ucapan obito sukses membuat madara menghentikan aktifitasnya.

"kau bercanda?"tanya madara sedikit menggelap, obito melihat tatapan tajam milik kakaknya membuat dia susah menelan saliva sendiri.

Madara langsung menghubungi itachi lewat handphone pintarnya.

'Itachii.. Siapa yang menjemput izuna'tanya madara to the point sampai memotong ucapan hallo dari lawan bicaranya

'...'

'kau gila ya! Aku mengirim sasuke ke kiri untuk rapat. Bodoh!'

'...'

Tampa mendengar penjelasan dari keponakanya dia mengambil kunci mobil milikinya.

"kerjakan sisanya, aku akan menjemput izuna"ucap madara berlalu pergi

"rghh~ sialan baru ingin kencan malah disibukin lagi dari duda kurang belaian"umpat obito terpaksa melanjutkan perkerjaan madara.

-000-

Namikaze Group

Naruto memutar bola malas melihat drama yang dibuat anee-sanya begitu juga ibunya.

"sudahlah nee-san kaa-san hentikan drama kali"ucap malas naruto

"aku ingin jalan-jalan sudah lama aku meninggalkan jepang"ucap naruto keluar ruangan ayahnya.

"perlu ditemani?"tanya kyuubi

"tidak, terima kasih aku bisa sendiri. Aku takut merepotkanmu"ucap naruto

"yasudah hati-hati , jika ada pria kurang ajar tendang aja anunya"ucap kyuubi

"hmm.. Pastikan kau menendangnya dengan kuat naru-chan"ucap kushina

"hmnm"tsunade mengangguk setuju ucapan anak dan cucunya sedangkan minato yang pucat pasih mendengarnya.

'kalian berbicara mudah sekali tapi kalian tak pernah tau rasa sakit itu. Lebih sakit dari anu kejepit resleting'inner minato

"tentu saja, aku akan mengingatnya"ucap naruto

"jaa nee~"

-000-

Naruto Pov

Aku menyelusuri kota kelahiranku yang sudah lama ku tinggalin dengan berjalan kaki.

'tempat ini sudah banyak berubah dari terakhir aku disini'innerku

Aku melihat sekolah waktu zaman aku masih Junior High School mengingat itu jadi teringat dengan Teme.

Seukir senyuman mengingat itu masa-masa itu dimana dia dan teme menjadi rival abadi.

"ngomong-ngomong tentang teme, dimana dia sekarang ya? Jadi kangen"ucapku sambil melihat - lihat sampai tak memperhatikan jalan hingga ada klakson berbunyi keras

Titinnnnnn!...tinnnnn!

Sontak membuatku sedikit kaget segera meminta maaf pada sang pengendara.

"Kau ingin mati!"ucapnya begitu kesal

"Gomen-"ucapku terhenti saat tahu siapa yang menabraku.

"KAU!"teriak ku tak percaya sambil menunjuk tepat diwajahnya.

Plakk

"gadis aneh, kau menguntitku"ucapnya sambil menepis tanganku

"what!? Are you crazy?"tanyaku tak percaya

"hn"

"A-" baru ingin membalas ucapan pria itu namun dia sudah memotongnya

"lebih baik menyingkir dari mobil mahalku, gadis sinting kau membuang waktuku"ucapnya sinis dia langsung masuk mobilnya kemudian menyetirnya dengan kecepatan gila

"Wtf!"umpat ku

"pria brengsek itu lagi! Mimpi apa aku tadi malam sampai ketemu dua kali denganya! Sepertinya aku harus mandi kembang tujuh rupa untuk menghilangkan sialku"ucapku melanjutkan perjalan yang tertunda.

Aku melirik sebuah taman tak jauh dari sekolahku dulu.

"sudah lama sekali aku tidak kesini"ucapku sambil mencari tempat duduk yang kosong.

Aku memutuskan mendengarkan musik lewat earphone. Baru ingin klik play , aku mendengar suara tangis cukup keras disampingku membuatku panic.

"Hei anak, kau kenapa?"tanyaku panic , bagaimana engak panic coba klo lo diliatin orang ntar disangka lo yang bikin nangis

Izuna tetap menangis tampa menghiraukan orang didekatnya menenanginya.

"hei kid, eazy boy what happen about you?"tanyaku sambil memegang kedua pipinya.

"hmmm?"izuna mengedipkan matanya berkali-kali.

'imut sekali'innerku melihat anak itu

'cantik'inner izuna sedikit merona

"kau kenapa? Kenapa tiba-tiba menangis?"tanyaku lembut

"hiskkk..."tangis izuna lagi

'ehh? Nangis lagi!?'innerku

"Hisskkkk... Mommy jangan tinggalin izuna ya, izuna janji engak nakal lagi"ucap izuna sambil memelukku

Blankkkk!

"jadi dia ibunya? Kok tega ya padahal anaknya tampan"bisik orang 1

"kesian sekali, dasar anak muda klo belom siap jangan anu-anu"bisik orang 2

"emang bikin mah enak surga dunia, klo begini pait kaya liat mantan udah move on"bisik orang 3

"haduhh jaman sekarang emang parah.."bisik orang 4

Author Pov

Loading penangkapan naruto lama dan "Whatt! What do you say kid?"tanya naruto tak percaya

"hiskkk...mommy"tangis izuna

"liat dia bahkan tidak mau ngakuin anaknya"bisik orang 3

"anak jaman"bisik orang 4

"ohhh shiittt , bocah ini!"umpat naruto pelan

'kalian omong , gue denger kali engak perlu bisik-bisik'inner naruto kesal mendengar bisikan - bisikan julite nitizen

"berhentilah menangis, ayo kita pergi"ucap naruto terpaksa mengalah sambil mengendong izuna dalam peluknya.

-000-

Kedai Ice Cream

Naruto yang sudah badmood melihat bocah yang asik makan ice cream didepannya dengan ria. Naruto hanya bisa mengelah nafas dan tersenyum melihat tingkah lucu saat makan ice cream.

"jadi siapa namamu nak?"tanya naruto

"kau tidak mengenalku?"tanya balik izuna

Pletakkk...

"huawwww mommy sakit"rintihnya saat naruto menyentil dahi izuna

"ralat .SAN bukan , bocah"ucap naruto menekan kata anee-san dan mommy

"lagi klo ditanya harusnya dijawab bukan balik nanya bocah. Apa ibumu tidak mengajarimu?"tanya naruto

"izuna engak tau siapa mommy. Dengar dari ucapan nenek dan daddy , dia tidak ingin aku"ucap lirih izuna

Deg!

Hati naruto seperti teriris mendengarnya, dia kemudian memberikan pelukan dan ciuman dikening izuna.

"maaf anee-san ya"ucap naruto paru

"gak papa mommy, sekarang izuna udah punya mommy"ucap izuna tersenyum cerah

"aaa-"naruto tidak bisa berkata-kata saat bibir kecil itu mengucapkan kata yang tidak bisa dibalas olehnya.

"hmm ... Mommy benar-benar tidak tahu aku?"tanya izuna membuat naruto mengelah nafas lega.

"jika aku tahu, aku tidak akan bertanya bocah manis"ucap naruto gemas

"aku tidak manis tapi tampan"bela izuna

"iyaa dehh tampan kaya nampan"ucap naruto

"mommy"rajuk izuna sambil mengulung bibirnya

"okee..."ucap naruto mengalah

"jadi?"tanya naruto

"Namaku Izuna Uchiha, mommy siapa?"ucap izuna

'uchiha ya? Kaya pernah dengar dimana ya? Hmm ..'inner naruto yang kadang otaknya lemot

"Uzumaki Naruto kau bisa memanggilku, naru-nee. Jangan mommy ya nanti banyak yang salah paham"ucap naruto

"kenapa salah paham?"tanya izuna binggung

"soalnya kan daddy izuna tidak menikah dengan nee-san"ucap naruto sambil minum jus jeruknya

"jadi klo daddy nikah sama mommy, mommy jadi mommy izuna"ucap izuna

"iyaa, coba panggil naru-nee jangan mommy"ucap naruto greget

"izuna ngerti"ucap izuna sok dewasa

"iyaa coba bilang naru-nee"ucap naruto

"berarti mommy bakal nikah sama izuna klo mommy bilang begitu"ucap izuna

"iyaaa sayanggg... Coba panggil naru-nee"ucap naruto makin greget sama nih bocah manggil dia mommy. Emang dia udah pantes jadi emak-emak? ?

"baiklahh mommy naru-nee"ucap izuna tersenyum manis

"sudah ku bilang jangan tambahkan kata 'mommy', panggil aku naru-nee"ucap naruto

"naru-nee"ucap izuna

"nahh ini yang benar"ucap naruto senang

"ini kan sudah lewat waktu pulang, izuna-kun. Kenapa masih berkeliaran?jadi dimana daddymu? Apa dia tidak menjemputmu?"tanya naruto

"aku tidak tahu, tadi aku menunggu daddy kelamaan aku memutuskan pergi ketaman."ucap izuna pelan

"ohh lord bagaimana jika daddymu cariin? Pasti dia khawatir , ayo nee-san antar kedepan sekolah mu"ucap naruto

"hmm"izuna mengangguk pelan

Sesampainya disekolah izuna membuat penjaga sekolah itu berlari terburu-buru menghampiri naruto yang mengandeng tangan izuna.

"hoshh.. Tuan muda izuna, kemana saja? Tadi tuan besar datang menjemput tapi tuan muda tidak ada "ucap penjaga itu bernama hayate

"hn"ucap acuh izuna tak peduli

"kau tidak boleh begitu, kau harus bisa menghormati yang tua. Ucapan yang benar"ucap naruto menasehati

Izuna menatap dalam sambil menggelengkan kepalanya.

"izuna-kun"ucap naruto

"baiklah hanya ini karena mommy"ucap izuna

Hayate melonggo melihat tuan mudanya yang biasa dingin acuh pada orang lain. Kini terlihat akrab dengan wanita bersurai kuning dan cantik.

DENGGGG!

"naru-nee"ucap naruto memperingati

"lidahku, sulit sekali menyebut mommy, naru-nee"

Naruto cuma bisa manggap lebar mendengar ucapan izuna.

"lalu kapan kau akan minta maaf?"tanya naruto

"uchiha pantang minta maaf"ucap izuna

"wahh...wahhh..."ucap naruto tersenyum lebih tempatnya menyeringai

" . "ucap naruto menekan nama izuna

"maaf"ucap izuna cepat

"eh?"

Naruto melolotkan matanya pada izuna mau tak mau izuna terpaksa mengulang.

'ini demi mommy, jika tidak aku mana sudi. Kata daddy Uchiha tidak pernah mengucapkan maaf'inner izuna

"Maafkan aku jii-san, aku menyusahkan lain kali aku tidak akan melakukan lagi"ucap izuna

"wow"ucap hayate tak percaya baru kali ini dia mendengar kata maaf dari tuan mudanya. Dia menatap kagum pada naruto bisa membuat tuan mudanya seperti ini

"dan berhenti menatapnya atau aku akan tusuk bola matamu"ucap izuna sambil mendang tulang kering hayate

"ittaa.."ringis hayate

"izuna-kun, apa yang kau lakukan?"tanya naruto

"aku tidak suka orang lain menatap mommy memuja, mommy hanya milikku sama daddy. Dan hanya Aku juga daddy yang boleh memuja mommy"ucap izuna sambil memeluk erat kaki naruto membuat naruto cenggo

Drett...drettt...

Tiba-tiba ponsel naruto berbunyi membuat naruto menyerutkan dahinya

'kyuu-nee?'inner naruto

"izuna-kun, sebentar anee-san menerima telpon dulu"ucap naruto menjauh dari mereka.

Naruto melirik melihat izuna dan penjaga sekolah itu sedang menelpon seseorang. Tak lama ada sebuah mobil datang.

'...'

'yaa aku mendengarmu, kyuu-nee'ucap naruto tak melihat jelas wajah pria itu saat membawa izuna.

'...'

'iyaa..nee-san'

'...'

'hai nee-san, jaa-nee'naruto mengakhiri sambunganya dan kembali ketempat tadi

"anoo, tadi tuan muda sudah dijemput oleh tuan besar"ucap hayate

"yokatta, klo begitu saya pergi dulu."ucap naruto.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC