Warning! Typo, gak jelas, ooc, dan sebaginya. Don't copy and paste!

Pairing : Madara x Fem Naruto

Naruto bukan milikku

Namikaze Naruto : 21 thn

Uchiha Izuna : 8 thn

Uchiha Madara : 38 thn

.

.

.

.

.

.

.

.

.

..

..

...

.

-0 Happy Reading 0-

- Chapter Sebelumnya -

'hai nee-san, jaa-nee'naruto mengakhiri sambunganya dan kembali ketempat tadi

"anoo, tadi tuan muda sudah dijemput oleh tuan besar"ucap hayate

"yokatta, klo begitu saya pergi dulu."ucap naruto.

...

.

.

.

.

.

- Chapter Sekarang -

Madara Pov

'itachi, sialan jika tak bisa harusnya segera hubungi aku! Dia malah nyuruh sasuke'umpatku terus mencemaskan izuna anak kesayanganku walau pun wanita sialan itu tidak menginginkannya.

Aku membolakan mataku saat seorang gadis bersurai pirang berjalan diluar jalur hampir saya aku menanbraknya jika aku tidak mengerem mendadak dan menklasonnya dengan cencang.

"kau mau mati!"ucapku kesal

Gomen-"ucapnya terhenti saat melihat kearahku

"KAU!"teriak gadis itu tak percaya sambil menunjuk tepat diwajahnya.

'dia'innerku

Plakk

"gadis aneh, kau menguntitku"ucapku sambil menepis tangannya yang menunjuk wajah tampan seorang uchiha madara?

"what!? Are you crazy?"tanyanya tak percaya

"hn"gumaku malas

"A-" baru ingin membalas ucapanku itu aku sudah memotongnya

"lebih baik menyingkir dari mobil mahalku, gadis gila kau membuang waktu"ucapku sinis dan aku langsung masuk mobilnya kemudian menyetirnya dengan kecepatan gila.

"semoga izuna masih disekolah"doa ku

Namun sayang doa ku tak terkabul melihat sekolahnya sudah sepi dan aku tidak bisa menemukan izuna.

"Tuan besar, kenapa disini? Tuan muda sudah pulang dari tadi"ucap hayate penjaga sekolah

"Apa kau bilang! Jika sudah aku tak perlu repot-repot datang kesini, brengsek!"umpat kesalku

"maafkan saya, tuan besar"ucap hayate hanya bisa meringis

"dimana anakku?"tanyaku to the point

"sa-saya.."hayate bingung ingin menjawab apa

"Katakan dengan jelas!"

"saya tidak tahu tuan, saya sedang ada tugas lain"ucap pelan hayate

"Kau ingin mati!"

"ampun tuan"

"jika anakku sampai kenapa-napa kau akan kirim kepenjara agar kau membusuk disana"ucapku penuh acaman

"jangan...tuan aampunin saya"ucap hayate gemetar

"cih!"

Aku memutuskan kembali kedalam mobil dan mencari tak jauh dari sekolahnya.

"izuna kau dimana?"tanyaku

-000-

Sudah beberapa-berapa lama aku mencari hasilnya nihil. Aku tak menemukan izuna.

Drettt...drettt...

'ya!'

'...'

'tunggu disana'

'...'

Aku langsung memutuskan sambungan sepihak. Aku bergegas menuju sekolah izuna katanya dia sudah bertemu.

Dengan kecepatan super gila aku sampai kesana dalam hitungan beberapa menit.

"izuna"panggilku

"daddy"

"kau kemana, daddy mencarimu. Kau membuat daddy khawatir"

"gomende daddy"

"ayo pulang"

"tapi mommy"

"mommy?"tanya ku binggung

"itu-"tunjuk izuna ke seorang gadis bersurai pirang yang sedang menelpon.

"ayo pulang"ucapku sambil membawa izuna dalam gendongan ku

-000-

Normal Pov

Didalam mobil madara melirik anaknya yang asik bercerita tentang gadis tadi.

"dad, kau tahu mommy ingin kau nikahin."ucap izuna

"benarkah?"tanya madara melirik sekilas izuna

"iya, katanya klo aku memanggilnya mommy , daddy harus menikahin mommy biar aku bisa memanggilnya momny"ucap izuna

"daddy akan menikahin mommykan?"tanya izuna

"tergantung"ucap madara

"tergantung apaanya?"tanya izuna binggung

"tergantung mommymu bisa mengimbangi permainan daddy"ucap madara

"aku yakin pasti bisa"ucap izuna sok ngerti

"dasar kau ini"ucap madara mengusap lembut kepala izuna.

Terjadilah obrolan ayah dan anak, madara memang terkenal dingin begitu juga izuna like a father like a son but jika mereka sedang berdua madara menunjukan sikap sayangnya yang overprotektif pada anaknya.

-0000-

Naruto Pov

Ya saat kyuu-nee menelpon ku aku langsung bergegas menuju tempat ayahku berkerja.

Butuh waktu 30menit untuk sampai ketempat tujuan. Saat sampai disana aku langsung disambut oleh karyawan disana membuatku risih.

Aku tak nyaman dengan sikap mereka ya tapi mau gimana lagi? Ayahku adalah bos mereka membuat mereka menaruh hormat padaku juga sebagai anaknya. Walau pun risih aku hanya memberi senyuman.

Aku melangkah kaki menuju lift dan menekan tombolnya. Sesampainya aku langsung masuk keruangan ayahku. Disana ada nee-san ku ada juga tou-san ku.

"kau lama naru"ucap kyubi

"yaa penting aku sudah datang kyuu-nee"ucapku sambil melemparkan pantatku ke sofa empuk disana.

"kau ini"ucap kyuubi

"sudah kyuu, naru kau tahu kenapa tou-sama memanggilmu?"tanya minato

"entahlah, memangnya ada apa?"tanya naruto

"aku ingin kau mengantikan tou-san rapat dengan kolegan tou-san dan mengurus proyek ini"ucap minato mrmbuat mata naruto membola hampir keluar.

"what!"teriakku tak percaya

"kan klo tou-san tidak bisa ada kyuu-nee yang bisa mengantikan tou-san"ucapku

"no..no.. I can't do it. Pertama aku harus ke suna ada rapat disana dan kebetulan pacarku disana. Sekalian aku berlibur bersama"ucap kyubi

"moo, kyuu-nee curang"ucapku

"jangan iri naru-chan"goda kyubi

"aku tidak iri, tapi kau curang"ucapku

"sudahlah naru-chan. Kau sudah terlalu banyak tou-san kasih liburan sekarang giliran kakakmu"ucap minato

"ini hanya mengantikan rapat saja kan tou-san?"tanyaku

"ya mengantikan rapat dan mengurus proyek ini"ucap minato

"moo, tou-sama kau sudah izinkan aku tidak ikut campur dalam bisnismu. Aku ingin membuka usahaku sendiri. Dengan jerih payah ku"ucapku

"ya tolonglah kali tou-san mu ini. Tou-san ada urusan, sayang"ucap minato memohon

"huh, yasudah jadi siapa kolegan tou-san?"tanyaku pasrah

"kau pasti sangat mengenalnya"ucap minato tersenyum menawan.

"hmmm?" aku menatap penuh tanya

"kau akan rapat dengan salah satu keluarga uchiha"ucap minato

setelah mendengar ucapan tou-san

Membuat tersenyum lebar.

"kau serius tou-san? Gyaa akhirnya aku bisa bertemunya lagi. Aku mau gantikan tou-san"ucapku semangat

"baguslah klo begitu"ucap minato

"hohoho, ada apa ini? Jangan-jangan kau menyukai si pantat ayam itu"ucap kyubi dengan nada seram

"menyukai atau tidak itu bukan urusanmu nee-chan"ucapku sebal

"tentu saja menjadi urusanku"ucap kyubi

"tou-san"adu ku , minato hanya bisa mengelah nafas

"turuti saja perkataan kakakmu itu"ucap minato

"ota-san kau sama saja dengan nee-san"

"aku senang karena aku kangen pada teme sudah lama tak pertemu"ucapku sedikit merona

"yakin?"tanya kyubi penuh selidik

"seterah deh"ucapku cuek

"sudahlah kyuu, naru nanti kakashi akan kasih kamu bahan-bayan materi rapat nanti. Dan sebaiknya kau pelajari"ucap minato

"siap tou-san"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC