Chapter 4

Warning! Typo, gak jelas, ooc, dan sebaginya. Don't copy and paste!

Pairing : Madara x Fem Naruto
Naruto bukan milikku

Namikaze Naruto : 21 thn
Uchiha Izuna : 8 thn
Uchiha Madara : 38 thn

.

.

.

.

.

..

...
.

-0 Happy Reading 0-

Naruto POV

Fix hari ini aku kesiangan, salahkan acara drama korea terlalu seru hingga nekat maraton drakor dan inilah akhirnya kesiangan.

Aku mencoba memakain foundation dan conclear buat nutupi mata panda yang engak elah lagi klo dilihat mantan ehh maksudnya teme kitanya jelek.

"yohss udah sempurna, ohh shit tinggal 15 menit lagi. Semoga keburu"ucapku lalu buru-buru pakai heels dan mengunci pintu.

Aku berjalan menuju parkiran disana, buru-buru aku masuk kedalam mobil dan menyetir dengan kecepatan sedang buru-buru as tampa rem. Arus kendaran hari ini rame tapi engak macet. Bagaikan pembalap film laga di hollywood gitu. Engak kerasa pengen nyampe ke tempat tujuan dan

"ohh doule shit! Pake macet segala, aduh tinggal dikit lagi"umpatku sambil melirik jam tangan.

"keburu engak yah? Gimana ini? Tinggil aja kali ya mobilnya? Ehh klo dicolong gimana? Aduhh ini belom lunas masih nyicil"

"tinggal, engak? Tinggal, enggak?"ucapku sambil itung kancing

"enggak?, ywdh berarti engak bentar lagi juga gerak kali y?"

5 menit kemudian (maju dikit)
10 menit kemudian (maju dikit lagi)
15 menit kemudian (maju dikit dikit lagi)
20 menit kemudian (baru jalan bentar terus macet lagi)

"Cukup! Nihh macet ada apaan sih?"ucapku kesal memutus kan untuk melihat

"pak..pak ada apa sih macet banget?"tanyaku pada penjulan cangcimen dadakan

"biasa ada syuting mba"ucapnya

"hah!? Ahh ywdh makasih ya pak"

Krekkk

Aku mengeratkan tanganku di stir "sialan! Macet gara-gara gituan? What the hell!?"

Kringgg...kringg...

Aku pusing mendengar hpku berbunyi terus. Dengan amat terpaksa aku menekan tanda hijau "berisik paman, aku akan segera sampai tak perlu panic. Udah tau macet ngerti macet engak? Lebih baik paman mengirim orang untuk mengambil mpbil ku nanti"cerocosku lalu dengan tidak sopannya mematikan sepihak. Aku memutuskan untuk berjalan kaki meninggal mobilku begitu saja.

...

.

.

.

.

Di lain sisi

Seorang pria dewasa penuh wibawa berjalan angkuh dan menatap penuh intimidasi. Dia melirik jam tangan mahal berlapis selsai nanas dan bertabur meseis ehh maksud berlapis emas dan bertabur berlian.

Wajah yang memperlihatkan jelas garis rahang yang kokoh, berwajah tampan, hidung mancung dan mempunyai bibir yang sexy yang bikin lupa diri.

"Madara-sama, hari ini kita ada rapat dengan Namikaze Group sekitar jam 8 an "ucap zetsu tangan kanan setiap pria itu Uchiha Madara

Siapa sih engak kenal Duda Hot seperti dia? Si uchiha madara? Yang menyandang status DUDA tidak membuatnya TIDAK di gilai wanita-wanita, walau pun dia DUDA tapi dia tetap HOT. Namanya terkenal dimana-mana banyak majalah-majalah terkenal memintanya untuk menjadi sampul dimajalah mereka. Namanya juga di majalah mungkin dilebih-lebihkan caption ya mungkin.

(guys, aku mau nanya? Aku udah memperkenalkan madara, naruto, izuna secara rinci belum ya? Duhh lupa ? ゚リナ. Klo udah ya gpp klo belum bagus haha)

Madara melangkah kakinya menuju ruang rapat, disana dia melihat beberapa sudah kumpul. Semua orang disana melihatnya membungku hormat padanya. Namun sang empu hanya berguma andalan khas seorang uchiha "Hn"Dia mendudukan dirinya dikursi, dia melirik jam tangannya.

"seperti beberapa masig belum datang, aku sedang berbaik hati memberi dispensasi sedikit waktu sekitar 10 menit. Terlebih perwakilan dari Namikaze Group belum tiba"ucap madara dingin

"terima kasih madara-sama, aku akan coba menghubunginya"ucap kakashi membungkukan tubuhnya.

"heh, memang aku memberikan diapensasi itu dengan cuma-cuma? Jika bukan Uchiha dan Namikaze mempunyai hubungan cukup lama. Aku tidak sudi disuruh menunggu"ucap madara angkuh

"Sekali lagi sumimassen madara-sama"ucap kakashi nada bersalah lalu dia menghubungi anak dari kakaknya, tidak diangkat-angkat sekali diangkat.

"Hallo, kau dimana naru"ucap kakashi

"berisik paman, aku akan segera sampai tak perlu panic. Udah tau macet ngerti macet engak? Lebih baik paman mengirim orang untuk mengambil mpbil ku nanti"cerocos naruto disebrang sana lalu dengan tidak sopannya mematikan sepihak.

'anak itu'inner kakashi sebal

"kakashi-san ini sudah lebih dari 10 menit, aku tidak menyakak namikaze group sekarang tidak profesional"ucap sinis madara dia bangkit dari tempat duduknya

"maafkan kami madara-sama, saya benar-benar minta maaf untuk kejadian ini. Ponakanku terjebak macet ja-"

"aku tidak butuh alasan kakashi-san, kalian mengecewakan"ucap madara pergi

Kakashi hanya terdiam kaku mendengarnya. Dia berusaha untuk menahan amarahnya.

"sabar-sabar ya , biar anu lu besar. Klo besar cewe-cewe kesenang"ucap kakashi mengelus dadanya.

...

Author POV

Naruto berlari menuju pintu masuk perusahaan Uchiha Corporation dengan nafas terengah-engah maklum jarang olahraga tapi sering olahraga kasur ehhh canda. Naruto buru-buru agar tidak ketinggalan liftnya. Dia tampa sengaja menabrak seseorang setelah keluar dari lift karena terburu-buru.

"Gomende"ucap naruto sambil merapikan dokumennya.

"Go- KAU LAGI!"teriak tak percaya naruto

"cih! Berisik kau pirang, harusnya aku berkata seperti itu"ucap madara menatap remeh

"Cih, minggar kau menganggu jalanku"ucap naruto males ngeladeni pria tua didepannya.

"ckck.. Ini sudah 3 kalinya kau menabrakku. Kau ini sengaja ya agar menarik perhatianku?..."

Naruto membuka mulutnya tak percaya dengan ucapan madara.

"... Maaf nona lebih baik bangun dari mimpimu. Ini bukan dicerita romen picisan yang kau sering kau baca, dengan cara ini tidak akan mempan"ucap madara

"Ingin apa? Ingin menarik perhatian siapa? Kau? Hahaha luch sekali memang siapa yang sudi!?"ucap naruto tak mau kalah

"cih, lebih baik kau menyingkir aku tak punya banyak waktu untuk melandenimu"ucap naruto seraya pergi

Sedangkan madara mengepal tanganya menahan kesal. Baru pertama kali ada yang berani melawannya, menatap matanya tampa rasa takut. Senyuman licik tercipta diwajahnya.

"awas kau kitsune, aku tidak akan melepasmu. Ku buat kau bertekuk lutut dibawahku."ucap madara melangkahkan kakinya pergi.

...

Naruto baru tiba diruang meeting mendapat tatapan tak mengenakan dari pamannya. Akhirnya naruto dibacakan do'a tobat apa daya? Naruto tetap naruto masuk kuping kanan keluar kuping kiri as tidak mudeng. Dia malah cuek bebek sang pamanmengomel-ngomel tidak jelas.

"ayolah paman, teme pasti mengerti. Dia tidak akan membatalkannya"ucap naruto santai

"kau ini menggampangkan semuanya naruto"ucap kakashi tak percaya

"dia kan sahabatku, pasti dia akan mengerti paman"

"yaa jika meeting itu dipimpin oleh dia. Jika bukan dia, kau mau apa"ucap kakashi tegas

"klo bukan teme siapa? Bukannya dia keluarga Uchiha juga?"tanya naruto

"heh! Memangnya keluarga uchiha dia doang, naru"ucap sinis kakashi

"siapa orang itu?"

"ckckck harusnya kau baca majalah, wajahnya dan namanya sedang hangat-hangat dibicarakan"ucap kakashi

"Apa! Yang benar saja paman? Kau bohong?"ucap naruto tak percaya

"aku tidak peduli kau percaya atau tidak! Yang penting aku tidak mau tau , kerja sama ini harus berjalan."ucap kakashi seraya pergi

"ahh merepotkan"keluh naruto dia memutuskan turun ke lobby kantor

Sesampainya dia sana dia duduk di ruang tunggu, dia mengambil majalah dan membuat matanya hampir keluar.

"W-WHAT THE HELL!"teriak naruto tak percaya membuat dia menjadi pusat perhatian. Ia hanya tersenyum kaku dan minta maaf.

"a-apaan ini?"ucap naruto tak percaya melihat sampul majalah tersebut.

(iseng aku edit-edit aja tapi gambarnya bukan punya aku ya, aku cuma edit aja?)

"hahaha ini tidak mungkin kan? Masa dia sih?"ucap naruro masih tak percaya

"dan apa-apan ini? Editnya parah sekali, kenapa disampul dia begitu tampan dan sexy padahal-"

"aslinya dia benar-benar tampan dan sexy"ucap madara memotong ucapan naruto membuat naruto mengalihkan wajahnya

"hahaha... Tidak boleh fitnah, tampan dari mana? Udah keriput juga"ucap naruto
Membuat sang empu berkedut kesal.

"Naruto minta maaf pada madara-sama"perintah kakashi yang disamping madara entah sejak kapan?

"apa"ucap naruto

"ahh aku mengerti, kakashi-san tolong bilang minato-oji-san. Jangan mengirim seseorang yang masih amatir dalam dunia bisnis"ucap madara meremehkan naruto membuat sang empu kesal

"apa kau bilang!"ucap naruto tak terima

"liat!? Dia sangat tidak profesional"ucap madara

"sumimassen madara-sama. Naruto memang begitu, naruto kau minta maaf pada madara-sama"ucap kakashi

"paman ta-"

Kakashi hanya melotot matanya agar cepat jangan bertele-tele. Naruto mengalah dia melihat madara yang tersenyum remeh padanya seakan 'kau kalah'.

Naruto hanya bisa menggeram didalam hati sambil mengabsen nama-nama kebun binatang.

"Sumimassen madara-sama, maaf karena tidak profesionalku dan maaf karena kelancanganku"ucap naruto menundukan kepalanya wajahnya merah antara malu dan marah. Malu karena dia takut di cap sebagai pecundang. Marah karena dia membiarkan madara tertawa diatas kekesalanya.

'awas ku balas kau keriput, brengsek'inner naruto

"datanglah besok pagi-pagi, jika kau terlambat lagi. Kau tahu bukan konsukensimya no-na"ucap madara menyeringai

'kok aku ngerasa engak enak ya?'inner naruto merinding melihat senyuman madara

"tentu saja, ponakanku aku pastikan tidak akan datang terlambat lagi"ucap kakashi

"hn, sampai ketemu besok pirang"ucap madara seraya pergi

Naruto hampir meledak jika tidak ditahan oleh kakashi "Ke-hmpp.. Pa-hmhpptt pas-hmmptt"

"jangan cari mati, masih untung dia mau memaafkanmu naruto!, ayo kita pulang jangan membuatku semakin malu didepannya"ucap kakashi

"kau menyebalkan paman"ucap naruto kesal dia meninggalkan kakashi duluan.

"dasar anak itu"ucap kakashi

...

Madara menaik lift menuju lantai paling atas disana ruangnya berada. Zetsu tangan kanannya selalu setia mengikutinya.

"kau terlihat senang madara-sama"ucap zetsu

"hn"

"apa karena anak bungsu dari minato-sama? Klo tidak salah namanya Naruto Namikaze bukan?"ucap zetsu

"naruto kah?"ucap madara sambil memandang jendela lift

"aku minta datanya zetsu"ucap madara

"hai madara-sama"ucap zetsu

'naruto? Persiapakan dirimu'inner madara

...

.

.

.

.

.