Warning! Typo, gak jelas, ooc, dan sebaginya. Don't copy and paste!

Pairing : Madara x Fem Naruto
Naruto bukan milikku

Namikaze Naruto : 21 thn
Uchiha Izuna : 8 thn
Uchiha Madara : 38 thn

.

.

.

.

.

..

...
.

— 0 Happy Reading 0 —

Naruto mengelah nafas berat dia sebenernya males bertemu dengan pria tua itu.

Kakashi menatap bingung melihat naruto yang masih dipintu lobby. Dia hanya mengelah nafas melihat sifat naruto tak berubah.

Trakkkk...

Satu jitakan mendarat dikepala naruto membuat sang empu kesakitan.

"ittaaa.. Paman kau apa-apaan sih, ini sakit tau"ucap naruto kesal sambil mengusap-usap kepalanya.

"biarkan saja, biar otakmu berjalan dengan benar"ucap kakashi

"Apa! Maksudmu paman"ucap naruto menatap tajam

"sudahh singkirkan masalah pribadimu dengan uchiha itu. Profesionallah naru"ucap kakashi

"iya paman" ucap naruto tak ikhlas

Mereka berjalan memasukin gedung Uchiha Corp. Naruto mencoba menenangkan pikirannya biar tidak meledek-ledak menghadapi orang itu.

Zetsu melihat kedatang mereka berdua langsung membukakan pintu dan mempersilakan masuk. Naruto bisa melihat orang yang tak ingin ditemuinya menatap berbinar tak lupa senyuman licik tidak ada yang menyadarinya kecuali naruto. Naruto melihat senyuman itu memasang wajah sebal.

'si rubah makin manis saja'inner madara

"karena sudah datang semua, kita akan memulai saja. Biar tidak makan waktu"ucap madara dengan gaya bossy

Naruto hanya mendegus sebal lalu dia membuang nafas mencoba fokus. Dia mulai mempresentasikan proyeknya. Ia menjelaskan dengan lancar tampa grogi dan menguasai materinya membuat para klien terpesona dengan penyampaiannya.

"oke dari sini tuan-tuan sekalian ada yang ingin ditanyakan?"tanya naruto lalu madara mengakat tanganya

"ya?" naruto sebenernya enggan tapi dia bisa melihat ke profesionalan seorang uchiha membuat cukup kagum.

"kenapa kau sebegitu yakin dengan pembangunan proyek ini?"tanya madara

"tentu saja yakin, jika tidak aku tidak akan sepercaya diri ini tuan"ucap naruto tersenyum

"hoh, hati-hati dengan percaya dirimu bisa membuatmu terjatuh. Ku dengar disana sulit pendapat perizinannya pembangunan! Dan harga suap untuk perizinan itu terlalu mahal, Jika dilihat yang sudah banyak perusahaan lain ingin membangun cabang disana akhirnya mundur. Bagaimana kau bisa mengatasinya? "ucap madara

"menurut saran saya, kenapa tidak meyakini peremerintah disana. Jika kita mendirikan cabang perusahan kita bisa membantu mengurangi pengangguran disana, dan menyumbang 2% omset kita bisa kita sumbangkan untuk bangun seperti membangun sekolah, rumah sakit dan sebagainya dan potongan dalam omest seorang uchiha 2% tidak membuat keluarga uchiha jatuh miskin"ucap naruto

Madara menyeringai dengan jawaban naruto dia cukup kagum karena naruto tidak terintimidasi olehnya.

"ada yang ingin bertanya lagi? Jika tidak saya akan lanjutkan"ucap naruto

Naruto mulai mempresentasi kembali , jika naruto membuka sesi pertanyaan tentu saja madara mengajukan pertanyaan yang menyudutkan naruto. Naruto menjawabnya dengan tenang, tak jarang mereka beradu argumen dan harus dipisahan oleh kakashi atau zetsu jika tidak akan memperlama meeting tersebut.

"saya rasa cukup itu dan saya mengucapkan terima kasih"ucap naruto mengakhiri presentasinya.

Tepuk tangan yang meriah sebagai penghormatab atau apresiasi atas penyampaian naruto. Naruto hanya tersenyum.

"kakashi-san bisa kita berbicara?"tanya zetsu

"ah tentu, naru kau tunggu sini dulu ya"ucap kakashi

"tapi-"naruto tidak melanjutkan ucapan saat melihat pamannya langsung pergi saja meninggalkan dia dan pria menyebalkan dihadapanya.

Naruto menatap sengit madara sedangkan sang empu hanya tersenyum menawan yang dimata naruto sangat menyebalkan.

"jangan melihat aku seperti itu nona, kau akan jatuh cinta"ucap madara

"amit-amit jangan sampe. "ucap naruto sinis

"hahaha"tawa madara membuat naruto ngeri

"hentikan tawa itu mengerikan"ucap naruto

"ahh! Kau sengaja kan tadi ingin membuatku terpojok"ucap naruto menghampiri madara

"kenapa kau menuduhku seperti itu"ucap madara santai

"karena kau akan senang jika aku terpojok"ucap naruto

"tentu saja"ucap madara santai membuat naruto kesal sekali

"sialan"umpat naruto menghentakan kakinya lalu seraya pergi namun madara menahan tangannya.

"lepaskan aku"ucap naruto sambil menarik tangannya

"baiklah"ucap madara melepas begitu saja hingga membuat naruto terjatuh.

"awww...kenapa kau melepasku brengsek"ringis naruto dia menatap sengit madara yang tersenyum senang.

"tadi kau meminta ku melepasnya apa aku salah?"tanya madara sok polos

"keriput tua ini minta dihajar ya"naruto benar-benar kesal dibangkit

Bukkkk

Map yang diatas meja langsung terbang ke muka madara.

"Mati saja kau sialan!"umpat naruto lalu pergi meninggalkanya.

Brakkkk

Pintu terbanting kencang oleh si rubah manis yang sedang mengamuk. Madara melihat tingkah naruto terkekeh.

"kau menarik aku jadi ingin memilikimu"ucap madara

...

Kedai Aicream

Naruto mengelah nafas berat, dia hanya bisa meratapi nasib sialnya. Pertama dia harus berurusan dengan pria paling menyebalkan, ingin rasanya dia menonjok mukanya. Dan Kedua dia harus berurusan pada bocah yang waktu itu dia temui dan membuat drama kolasol lagi dan yang Ketiga besok dia harus bertemu lagi dengan pria sialan itu.

*Flashback*

Naruto POV

Aku kesal dengan tingkah madara si duda sialan kurang belaian itu membuat emosi naik terus jangan sampai dia ikut keriput nanti di sangka jodoh. Kata orang kan jodoh mukanya mirip ahhh engak mau!

Aku memutuskan pergi ketaman untuk menenagkan fikiran gitu. Kayanya suasana taman sangat enak mumpung sepi bukan hari libur. Sesampai ditaman aku menikmati suasanya yang tenang, sejuk dan teduh hingga membuat ku ingin berlama-lama.

Plukkk

Kakinya berasa dipeluk oleh seseorang aku melirik kebawah melihat siapa orang itu.

"kau!"

"hi, mommy kita bertemu lagi"ucap bocah itu tak lain izuna yang tersenyun lebar

Aku hanya sweetdrop lalu sadar ada kata mommy terselip diucapnya.

"nee-chan. Izuna"koreksiku

"moo aku inginnya memanggil mommy"ucap izuna

"nee-chan, bukannya nee-chan udah bilang"ucapku Izuna mulai berkaca-kaca dan

'kok perasaanku enggak enak ya?'innerku lalu aku tersadar

'ohh shitt jangan drama lagi'innerku melihat izuna mulai berkaca-kaca dan

"hiskkkkk..."tangisnya mulai terdengar membuat bebeapa orang disekitarnya memperhatikan kami

'bocah itu'innerku buru-buru mengendong izuna ya walau pun sedikit berat. Semoga aja aku tidak bertambah pendek lagi. Dia menyembunyikan wajahnya dileherku dan menangis terseduh-seduh membuatku tak tega juga sih.

"iyaa..iyaa kau menang. Panggil aku mommy sesukamu"ucapku mengalah

"sungguh?"

"iyaa"

"mommy tak bohongkan?"

"tidak"

"serius?"

"iyaa"

Izuna lalu menjauhkan wajah dileherku dia memandang wajahku dengan wajah berseri.

"yohss ayo kita kedai ice cream mommy, izuna mau ice cream"ucap izuna senang

"kau ini lucu ya, tadi nangis sekarang ketawa"ucapku

"siapa yang menangis?"tanya izuna

"kau bocah manis"ucapku mencubit pipinya pelan

"ohhh itu tadi hanya acting mom, keren kan"ucap izuna menyengir lebar membuat ku melebarkan mulut tak percaya

'what the hell! Gue di kadalin lagi'innerku

"siapa yang mengajarimu?"

"nenek miko yang mengajariku, mommy"ucap izuna

"heh?"

"katanya nenek miko suka melakukanya jika kakek fuga tidak menuruti keinginanya"ucap izuna

Aku hanya bisa menggelengkan kepala

"ayo mommy"rengek izuna

"baiklah-baiklah"ucapku mengalah

*Flashbak End*

Naruto hanya tersenyum kecil melihat tingkah izuna yang mengemaskan.

"izuna, klo sudah nee-chan antarkan pulang. Dimana rumahmu?"tanya naruto

"mommy bukan nee-chan mom"ucap izuna

Naruto hanya bisa mengelah nafas "iya mommy"ucap naruto mencoba tersenyum walaupun agak aneh dengan ucapan tersebut.

"mommy gendong aku"ucap izuna

"tidak kau berat"ucap naruto

"izuna tidak berat mommy, kata nenek izuna lagi masa pertumbuhan"ucap izuna cemberut

"tuan muda"panggil pria memakai cadar gitu dari kejauhan

"owhh kakazu-san"ucap izuna

"kau mengenalnya?"tanya naruto

"tentu saja dia supirku"ucap izuna

"ywdh kau pulang dengan supirmu sana"ucap naruto ingin menurunkan izuna dari gendongnya

"tidak mau, izuna mau sama mommy" rengek izuna memeluk erat naruto dia tidak ingin melepaskanya

"lain kali saja"ucap naruto

"tidak mau"izuna menggeleng sambil mengumpet dileher naruto

Naruto mengelah nafas dengan tingkah izuna "kau bisa main ke apartemnt ku"ucap naruto

"serius?"tanya izuna

"iya"ucap naruto

Izuna luluh dia turun, naruto mengandeng tangannya. Pria paruh baya datang dia membungkukan tubuhnya.

"tuan muda, ayo pulang. Nyonya besar sudah menunggu anda"ucap kakazu

"hn" sifat dingin khas uchiha keluar membuat naruto aneh sendiri.

"jaa nee"ucap naruto izuna tersenyum dia mencium pipi naruto membuat naruto sedikit kaget

Izuna yang merona lalu buru-buru masuk kedalam mobil. Naruto tersenyum lebar sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah lucunya

"dasar anak itu"

...