Title :
Dragon Revenge
Disclaimer :
Naruto © Masashi Kishimoto™
Highschool DxD © Ichie Ishibumi™
Creator :
Wsa Krisna™
Rate :
M (Mature)
Genre :
Misteri, Supernatural, Adventure, Friendship, Romance, etc.
Warning :
AU, OOC, Super-strong, Adult scene, S-M, Sadist Art, Gore, Death-chara, etc.
.
.
Arc I : Dua Naga Langit : Namikaze Naruto
.
.
Tenda pemimpin Klan dan Yondai-Maou
Suasana disana tak bisa dibilang aman, setelah guncangan yang terjadi karena perseteruan dua Naga Langit yang singgah ke kota mati ini. Kini mereka harus berhadapan dengan lusinan makhluk bersetelan serba hitam khas mafia dengan bersenjatakan double-pistol ataupun double-sword ditangan mereka. Jangan lupakan sepasang sayap naga berwarna hitam bertengger manis dipunggung masing-masing.
Para makhluk yang merupakan Naga hasil pengembang biakkan dari Orochimaru dan Kabuto sekaligus pasukan tempur dari [Awakening Dragon] sebuah organisasi bentukan Orochimaru semenjak dia telah mendapatkan cara ampuh dalam mengembalikan populasi kaum Naga yang merosot.
Naga-Naga yang memegang pedang segera berlari ataupun terbang menerjang para pemimpin klan Iblis dan Yondai-maou yang kini membentuk formasi lingkaran, saling memunggungi satu sama lain. Sedangkan disekitar mereka sekitar sepuluh Iblis pengawal yang tersisa berusaha menghentikan serangan yang datang.
Satu Naga berlari kearah dua pengawal yang tengah menembakkan peluru-peluru demonic kearah Naga yang terbang diatas, si Naga dengan cepatnya sampai satu meter didepan kedua Iblis itu yang masih fokus pada sihirnya. Seperti telah terpogram bahwa apa yang ada didepannya adalah musuh, Naga berwujud manusia itu menebaskan pedang ditangan kanan dan kiri bersamaan memenggal kepala dua Iblis tadi. Kepala dua Iblis itu terlepas dari lehernya jatuh menggelinding ditanah sedangkan dua tubuhnya ambruk kebawah menunggu waktu terurai menjadi debu.
Merasa belum puas hanya dengan memenggal kepala saja, Naga itu menginjak kepala-kepala yang menggelinding ditanah membuatnya menjadi tak berbentuk kepala lagi, warna merah darah dan putih otak bercampur menghasilkan rasa jijik bagi yang melihatnya.
.
Sirzech menatap serius pada makhluk bersayap Naga tersebut, selintas memori mengenai laporan dari Knight-nya Okita Souji tentang sebuah Organisasi yang tengah mengumpulkan makhluk-makhluk untuk tujuan tertentu.
'Bukan, bukan mereka.'
Maou Lucifer itu menepis pemikiran tentang Organisasi itu, ini sedikit berbeda dengan rincian yang diberitahukan Souji. Ini mungkin adalah... Dan Mata sang Maou lucifer melebar saat mengetahui apa yang kini dihadapi mereka.
'Yamata no Orochi.'
Dan sebuah bola putih kebiruan berenergi Dragon melesat kearah sang Maou.
Boom
.
.
Sebenarnya dia sudah memberi tahu Rias supaya tidak ikut campur dalam pertarungan dua orang dengan aura naga yang sangat kuat. Tapi apa mau dikata, adik Maou Lucifer itu begitu keras dan tak mengindahkan peringatannya.
Belum lagi dengan adik Maou Leviathan Sona Sitri, Seekvaria tak menyangka jika rivalnya dalam adu strategi itu begitu ceroboh sampai ikut-ikutan dalam menghadapi dua makhluk bertekanan energi yang besar. Para anggota Peerage-nya telah dia sebar untuk menolong Rias dan Sona beserta Peerage-nya sedangkan Sairaorg Bael akan mencoba mengulur waktu dengan berhadapan dengan sosok yang baru diketahui sebagai 'Heavenly Dragon'.
'Dasar kepala tomat bodoh.'
Gadis pirang itu mengembangkan sayap Iblisnya kemudian melesat ketempat dimana para Maou dan pemimpin klan berada. Entah kenapa lingkaran komunikasi tak bisa digunakan atau yang lebih parahnya, mereka tak bisa berteleport meninggalkan tempat ini. Dengan kata lain mereka terjebak dikota mati ini.
Pada saat dirinya telah berada diudara, melalui penglihatan tajam Iblisnya Seekvaria dapat melihat sosok Sairaorg berhadapan dengan sosok lain yang diselimuti armor putih. Dilihat dari kondisinya, dapat Seekvaria pastikan jika Sairaorg sebentar lagi akan dikalahkan. Terlihat jika pakaian yang dikenakan Sairaorg sudah compang-camping dan memar disekujur tubuhnya.
'Bertahanlah Sairaorg.'
.
.
Sairaorg bertumpu pada lututnya, nafasnya ngos-ngosan dengan rakusnya dia meraup oksigen sebanyak dan secepat mungkin membuat dadanya naik-turun dengan sangat cepat. Keringat membasahi tubuh kekarnya, luka-luka kecil dan memar menghiasi seluruh tubuhnya, pakaian hitam ketat tempurnya sudah compang-camping.
Mata violetnya menatap nyalang pada lawan didepannya, seorang pemuda berambut pirang dengan warna mata biru. Sepasang sayap Naga berwarna biru bertengger manis dipunggungnya.
Energi putih terus meluap dari tubuh si pemuda seakan energi yang dimilikinya tiada batas.
Iri, Sairaorg iri pada pemuda dihadapannya ini. Bagaimana caranya supaya dia bisa sekuatnya?
Dengan perlahan dia kembali bangkit energi putih -Touki- bercampur Demonic Powernya melapisi seluruh tubuhnya menjadi lapisan kulit kedua. Dia mengambil ancang-ancang berlari bersiap kembali mengadu tinjunya dengan sang Hakuryuukou. Narutopun juga bersiap berlari dengan kepalan tinju yang telah telah dilapisi energinya secara maksimal.
Keduanya melesat cepat dalam sepersekian detik kedua telah saling berhadapan siap melayangkan tinju masing-masing.
BUAKH
DUMM
Kedua tinju bertemu menghasilkan gelombang angin kuat, bangunan gedung bertingkat yang berada ditengah-tengah pertemuan dua pukulan itupun ikut terkena imbasnya, membuatnya roboh dan menghasilkan debu tebal.
BUAKH BUAKH BUAKH BUAKH
Kedua pemuda berdarah Bael itu tak berhenti, meskipun debu tebal mengganggu pandangan namun keduanya tetap melanjutkan serangan demi serangan hingga akhirnya Sairaorg terlempar kebelakang menghantam sebuah puing bangunan besar dan batuk darah. Angin menerbang sisa-sisa debu, memperlihatkan sosok Naruto yang berdiri tegak walau ada memar dibeberapa bagian. Sairaorg mencoba berdiri meskipun susah dia tetap memaksakannya sehingga kini dia dengan kondisi menyedihkan mengangkat kedua kepalan tinjunya. Kembali menantang Naruto.
"Ini sudah berakhir." Gumam Naruto
Tangan kanan Naruto terulur kedepan membuat gerakan akan mencekik pada udara kosong. Sayap dipunggungnya bersinar diikuti suara khas yang menjadi pertanda akan kekuatan sang Partner.
[Divide]
Brukk
Tubuh Sairaorg jatuh menimpa tanah, dari mulutnya keluar darah segar, membuat kubangan kecil disekitar wajahnya. Demonic Power miliknya telah lenyap terisap oleh teknik andalan dari Hakuryuukou.
'Kau tidak membunuhnya?'
Tanya Albion melalui telepati pikiran kepada Naruto. Pemuda Namikaze itu hanya menggelengkan kepala, raut wajahnya menunjukan seringai kesenangan, dia melihat kearah bawah bertemu pandanga dengan Sairaorg. Iris biru langitnya beradu dengan violet yang menatapnya marah.
"Kau akan menjadi yang terakhir kubunuh, pemuda Bael."
Dan Naruto berjalan pergi kearah dimana para Maou dan pemimpin klan berada, yang kini tengah bertarung melawan lusinan Evil Dragon yang berada dibawah komando-nya.
Fakta baru diketahui oleh Sairaorg tentang siapa pelaku pembunuhan anggota klan-nya.
.
Baru beberapa langkah dia menjauhi tubuh terbaring Sairaorg, Naruto kini dihadang oleh seorang Iblis betina cantik berambut pirang yang diikat pony-tail dan bertubuh seksi. Bulu halus Naruto berdiri bukan karena rasa takut yang datang tiba-tiba, tapi karena paras cantiknya yang memikat.
'Entah kenapa, akhir-akhir ini kau lebih tertarik pada gadis pirang. Bocah.'
'Gara-gara bertemu Seraph Gabriel kurasa.'
'Pfft, baiklah terserah kau saja. Yang jelas kau itu Kaisar.'
'Kaisar boleh punya selir banyak'kan?'
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi dengan muda."
Lingkaran sihir tercipta didepan telapak tangannya yang kemudian menembakkan lusinan beam berwarna emas. Naruto tidak bergerak menghindar, dia lebih memilih melebarkan kedua kakinya sejajar dengan bahu. Energi putih menguar dari tubuh Naruto, kepalan tinju kanannya terangkat sejajar dengan dada, dengan energi yang terpusat pada tinjunya dia menghantam udara kosong didepannya dan menghasilkan gelombang angin kencang yang membuat lusinan beam yang menuju kearahnya saling bertabrakan dan menghasilkan cahya ledakan yang menyilaukan mata.
Dalam cahaya ledakan itu Naruto sudah berada dibelakang Kuisha Abaddon, Queen dari kerajaan Sairaorg. Dengan sekali pukulan kearah tengkuknya, gadis pirang itu yang lengah itu pingsan seketika dan masuk kedalam pelukan Naruto.
Naruto menatap sinis kearah tubuh pingsan Sairaorg beberapa meter didepannya kemudian beralih pada gadis dipelukannya.
'Malam-malamku tidak akan dingin lagi.'
Dan Kuisha pun tenggelam pada lingkaran sihir yang dibuat Naruto, mengirimnya untuk sementara waktu pada dimensi penyimpanan untuknya.
.
Langkah demi langkah dilaluinya tanpa gangguan, suara-suara disekelilingnya bagai melodi indah yang tak akan tergantikan. Suara rapalan mantra, bunyi dua logam yang beradu, menjadi pengiring setiap langkahnya.
Naruto melangkah tanpa ragu, setiap langkahnya dihiasi dengan munculnya ingatan masa lalu.
-Siapa ayah dan ibuku?
-Kabuto, gimana rasanya tamasya?
-Hei, Orochimaru siapa ibuku-ttebayo?
-Sudah kubilang kau lahir dari batu, bocah bodoh
Senyum miris diperlihat Naruto, memori-memori semasa kecil ini begitu sampai bermunculan pada saat seperti ini. Memori sewaktu dia bertanya siapa orang-tuanya kepada Orochimaru dan Kabuto.
'Bodoh..'
-A...Apakah itu benar?
-Ya, orang-tuamu mati terbunuh... Untuk melindungimu
Air mata mengalir, memori satu ini begitu menjengkelkan. Membuat sisi lemah-nya harus keluar disaat seperti ini.
Menggelengkan kepalanya kuat-kuat, ini bukan waktunya menangis. Benar! ini bukan waktunya menangis. Dalang dari pembunuhan orang-tuanya berada disana, tepat di tujuan langkah kakinya.
Tak ada lagi penyesalan, saatnya pembalasan.
Pembalasan pada apa yang telah dirasakan olehnya dan para saudara-saudara angkatnya akibat ulah dari Iblis sialan disana.
Energi Naga milik Naruto meningkat pesat, tampak menyelimuti seluruh tubuhnya. Dikonsentrasi'kannya energi miliknya ketelapak tangan membentuk sebuah bola plasma berwarna putih.
Psyiuuu
Bola plasma tersebut ditembakkan kearah depannya, mengincar pada Iblis jantan bersurai merah crimson.
Seringaian hadir diwajah Naruto saat serangannya mengenai target dan meledak, suara ledakan itu mengehentikan aktifitas pertarungan disekitarnya.
Naruto mempercepat langkahnya, energi Naga miliknya kian meledak-ledak saat tahu jika target serangannya selamat atau lebih tepatnya tidak terpengaruh bola plasmanya.
.
.
.
Pada ketinggian sekitar 2 KM diatas permukaan tanah, tersamarkan oleh awan-awan. Dua orang manusia -secara fisiknya- tengah mengamati pertempuran di kota mati dibawah mereka. Sesekali, mereka menuliskan sesuatu pada kertas dipapan krani yang dipegangnya.
"Hasilnya, jauh lebih memuaskan."
Ucap seorang pria, dia mengenakan jas putih lab, dia memandang takjub pada hal yang terjadi dibawahnya. Dia tak menyangka jika hasil penelitiannya membuahkan hasil sedemikian rupa.
Pria disampingnya terkekeh, jari tangannya yang bebas membetulkan letak kacamatanya. Mata kelabunya menajam saat melihat sesuatu dibawahnya.
"Hiashi, persiapkan penarikan para Dragon tester. Data yang kita peroleh sudah lebih dari cukup."
"Eh? Ta-tapi"
"Tak ada tapi-tapian, kekebalan tubuh para Dragon mulai melemah selain itu ada Iblis dengan kekuatan penghancur ada disana."
Potong Kabuto cepat, memang benar jika data yang mereka peroleh sudah cukup sehingga tak ada alasan untuk tetap membiarkan para Dragon itu berkeliaran bebas. Selain itu, ada pemimpin dan Tetua klan Bael dan Maou Lucifer yang memiliki Power of Destruction. Jangan lupa para Maou lainnya, seperti Ajuka Beelzebub yang memiliki kemampuan membalikkan serangan dengan daya hancur 10 kali lipat.
'Selain itu, lawan Naruto-kun adalah Sirzech Lucifer. Lawan yang mustahil untuk dikalahkan olehnya saat ini.'
.
.
Asap hasil ledakan mengepul keangkasa, seluruh makhluk yang berada disekitarnya menghentikan pertarungannya masing-masing. Pandangan mereka menatap pada satu tempat yaitu tempat berdirinya sang Maou Crimson tadi menanti-nanti hasil dari ledakan tadi.
Wushh
Angin besar menyingkirkan asap hitam itu memperlihatkan sebuah kawah bekas ledakan tadi. Ditengah-tengahnya berdirilah sang Maou Lucifer masa kini, Sirzech Lucifer (Gremory) yang kini tengah menahan sebuah tinju dari seorang pemuda tak dikenal dimata para pemimpin klan Iblis tapi memiliki aura yang familiar.
'Hakuryuukou?!' Pikir mereka.
"A-Apa yang dilakukannya... Disini?" Ucap seorang pengawal dari klan Agares.
"Entahlah... Tapi itu mulai menjelaskan semua ini." Sahut pengawal dari klan Sitri.
..Sring
Sebuah lingkaran sihir raksasa muncul dilangit diatas mereka, membuat beragam spekulasi melintasi pikiran para Iblis disana. Bantuan'kah? atau musuh?
Namun hal yang tak terduga terjadi, para makhluk setengah Naga itu mengembangkan sayap-sayap nya dan melesat memasuki portal sihir tersebut. Meninggalkan para Iblis yang dilanda kebingungan karena makhluk yang menyerang mereka pergi begitu saja.
Kemudian arah pandang mereka semua mengarah pada satu-satunya pertarungan yang masih tersisa. Pertarungan antara sang Satan Crimson melawan Hakuryuukou.
.
.
Kaki kiri ditarik kebelakang, badan tegap seolah berat armor tidak mengganggunya. Aura Iblis menguar dengan liar disekeliling tubuhnya.
Sirzech menahan pukulan Hakuryuukou dengan mudah walau udara disekelilingnya meledak-ledak bahkan area disisinyapun juga ikut hancur menyisakan kawah besar. Mata Blue-Green nya sedikit menyipit saat melihat ciri fisik penyerangnya.
'Rambut kuning, mata biru, kulit berwarna tan? entah kenapa aku merasa familiar dengannya.' Pikir sang Satan Crimson tersebut, dia segera mengelak dari tendangan Naruto dan melompat ke samping. Demonic power mengumpul ditangan kanannya Sirzech menunggu momen dimana dia bisa menyerang lawannya dalam sekali serang.
Gagal dengan tendangannya tak membuat Naruto berhenti, dia tak tahu kenapa saat ini seluruh tubuh menegang dan... panas. Iblis-Iblis sialan yang bertanggung jawab atas kematian orangtua nya ada disini dan dia tak punya alasan untuk tidak menyerang salah satu dari mereka.
Teriakan Albion dalam pikirannya tidak dia pedulikan, walau benar adanya jika lawannya ini berada jauh diatasnya tapi tetap saja. Dia murid ibunya tapi setelah mengetahui kematian ibunya kenapa dia melakukan apapun. Naruto yakin jika dia tahu siapa dalam pembunuhan itu tapi kenapa dia tak melakukan apapun... Dia... Raja mereka'kan?
"...Kenapa?!" Bisiknya, Naruto mencoba menusuk tubuh Sirzech namun dapat dihindari dengan mudah. Sirzech dapat melihat celah dari lawannya dengan tubuhnya yang menyamping dari lawannya, dia siap memberikan pukulan keras yang mungkin bisa mengakhiri pertarungan ini.
"...Kau biarkan mereka mati?"
...Terlambat, pukulan Sirzech sudah melayang mengenai pinggang kanan Naruto membuat terlempar beberapa meter, menghantam tanah dan tak bergerak.
Sirzech diam mematung ditempatnya berdiri, teman-teman sesama Maou-nya yang berjalan kearah tidak dia pedulikan. Matanya kini memandang hampa kearah Naruto mendarat tadi. Jantungnya telah berdegup kencang kata-kata terakhir pemuda yang menyerangnya tadi membuat sebuah kemungkinan yang sangat jelas.
'Mungkinkah?!'
Cubitan kecil terasa pada jantung membuat rasa sakit yang belum dirasakannya.
.
"Tangkap dia!"
Perintah Ajuka pada pengawalnya yang tersisa, serangan tiba-tiba tadi sudah cukup membuatnya kehilangan separuh pasukan Iblis yang diperintahkan menjaga pertemuan ini. Dan sekarang dengan adanya serangan tiba-tiba lainnya dari Hakuryuukou bersamaan dengan laporan Seekvaria dengan begini harusnya mereka bisa mengorek informasi darinya dan dengan begitu pula tekanan dari Tetua Iblis bisa ditahan.
Mata cokelat Ajuka menatap pada sahabat sesama Maou-nya, Sirzech. Ada yang aneh dengannya, benar sekali tatapan matanya sangat hampa. Ajuka belum pernah melihatnya seperti itu sebelumnya.
"Ada apa, Sir?" Tanyanya saat mendekat. Serafal dan Falbium juga mendekati mereka berdua.
"Ajuka!" Panggil Sirzech, Maou Beelzebub itu memusatkan perhatiannya secara penuh padanya.
"Bisa kau cek aura pemuda Hakuryuukou itu? kumohon."
Ajuka ingin bertanya ada apa memangnya? dia cuma pemuda yang secara andil menambah kertas sialan pada meja kita'kan? tapi mendengar kata mohon dari Sirzech dan tatapannya yang... hampa Ajuka tak berani menyela dan memilih menuruti keinginan sahabatnya itu.
Tak kurang dari semenit dalam penganalisisannya melalui lingkaran sihir kecilnya, Ajuka tak bisa untuk tidak membulatkan matanya. Dia memandang tak percaya pada teman merahnya itu dan hanya mendapati raut wajah begitulah. Sedangkan dua Maou lainnya hanya memandang bingung mereka berdua namun teralihkan oleh teriakan dari pada pengawal Ajuka yang bertugas menangkap pemuda Hakuryuukou itu. Dan yang terlihat adalah potongan tubuh yang beterbangan beserta teriakan yang in-memilukan yang terdengar nyaring.
.
Beberapa lusin detik sebelumnya
'Sudah kubilang jangan ya jangan dasar bodoh!' Teriak Albion dikepalanya, tapi mau bagaimana lagi dia merasa teriakan Albion itu tak berguna. Dan lagi dia cuma ingin mengukur kehebatan dari sang Iblis super yang katanya sanggup mendamprat para keturunan Maou asli dengan mudahnya. Yah walau disertai ucapan dramatis~.
'Organ dalam bagian kananmu banyak yang rusak, si setan merah itu pasti sedikit memberi energi penghancur pada pukulannya.' Mendengar laporan kerusakan tubuh dari Albion membuat tubuhnya menggigil, baru satu pukulan yang menurutnya tidak terlalu serius bisa membuatnya begini? mungkinkah Sirzech yang disebut Iblis super itu murid Saitama-Sensei yang terkenal akan One Punch-nya.
"Tangkap dia!" Sebuah suara perintah itu membawa Naruto dari lamunan nyelenehnya sebagai Anime Lovers. Suara tapak kaki terdengar oleh Naruto yang mendekat kearahnya lantas saja hal itu membuat dirinya bersiap menyerang lawannya.
"Albion-"
'Sudah hampir selesai'
Ah, untungnya dia punya partner handal seperti Albion. Naruto berdiri dari acara terlentangnya menyambut todongan pedang yang siap menggorok lehernya.
'Mari kita lanjutkan Dramanya~ fufu.'
Sebelum pedang itu beberapa centi mendekati lehernya Naruto segera membungkukkan badannya kedepan Iblis menodongkan pedang padanya, telapak tangan kirinya telah mengeluarkan embusan angin dingin pertanda kemampuan Es alami-nya siap. Naruto segera memukul dada Iblis didepannya membiarkan energi dingin meresap kedalam tubuh si Iblis dan membekukan aliran darahnya dan merenggut nyawanya dengan dramatis. Kaki kiri Naruto maju kedepan bertumpu pada tanah, kaki kanan Naruto dia bawa berputar menyapu kaki Iblis-Iblis dibelakangnya yang berniat main bokong. Pengecut lu njing!
Tangan kanan sang Hakuryuukou dengan cepat merebut pedang dari Iblis yang baru dibekukannya yang membuat ekspresi wajah -Waw, aku jadi beku- yang dengan cepat pula dia membelah kepala Iblis paling depan kemudian berlanjut pada dua Iblis dibelakangnya dan yang tersisa adalah potongan tubuh dan darah.
Naruto berbalik bermaksud membelah tombak energi berwarna hijau muda yang lagi-lagi berniat main bokong. Sesaat setelah tombak tersebut dibelahnya dan terbagi sesaat itu pula potongan tombak tersebut menghilang seketika. Lenyap.
Hah?
Namun Naruto tidak diberi kesempatan melamun ataupun menyumpah bahkan wajah sedih yang dibuat-buatnya berubah menjadi jengkel. Dia segera merentangkan sayap Naga mekanik-nya terbang keudara menghindari terjangan gelombang Es yang kini membekukan tempat berpijaknya.
Naruto siap mengumpulkan energinya dan menembakkannya pada para Maou sebelum dia merasakan serangan dari atasnya secara tiba-tiba.
Naruto mendongak dan terkejut saat dua bola energi hijau beberapa meter darinya. Tangan kirinya terentang bersiap membagi dua serangan tersebut sebelum akhirnya kedua bola energi tersebut kembali lenyap dan membuatnya menjerit dalam hati.
'Syaitoooooonnnnnnnn.'
Swap Swap
tombak-tombak Es menyerang Naruto yang lengah sebagian membekukan sayapnya sebagian lagi berhasil dibelah dua olehnya. Pandangan Naruto bertemu dengan Maou Beelzebub yang memandangnya prihatin, melihat tatapan sang Maou membuat amarahnya semakin membara. Dari atas dia dapat menangkap ucapan tak bersuara sang Maou 'Awas tuh' dan itu membuatnya terkejut. Karena dikedua sisinya bola energi yang tadi lenyap kembali mewujud dan telah siap... meledak.
DHUARR
.
DHUARR
Suara ledakan itu terdengar kesepenjuru kota mati para Iblis yang selamat memandang takjub pada hasil ledakan dilangit malam dan itu sangat indah. Tapi kemudian raut wajah mereka menjadi ngeri saat gelombang angin kuat hasil ledakan itu menerbangkan puing-puing bangunan.
Wuushh
Gelombang angin kedua ebih kuat dari sebelumnya diikuti bunyi suara mekanik familiar yang bagi yang mengetahuinya. Bunyi dari salah satu sacred gear kelas longinus yang menyimpan jiwa Kaisar Naga putih.
[Vanishing Dragon Blance Break]
Cahaya putih menyilaukan menyinari keseluruh penjuru kota mati itu. Membuat lusinan pasang mata menyipitkan matanya untuk melihat lebih jelas kearahnya.
Tapi cahaya itu tak berlangsung lama hanya beberapa detik sebelum akhirnya meredup diikuti bunyi pecah dan tubuh terjatuh seseorang.
.
Naruto bertumpu pada satu lututnya nafasnya terengah-engah darah mengalir dari hidung dan mulutnya belum lagi teriakan frustasi dari sang partner dikepalanya membuat lengkap penderitaannya itu.
Sekitar sepuluh didepannya, berdiri empat Maou yang memerintah dunia Iblis raut wajah mereka serius dibelakang mereka pemimpin setiap klan beserta pengawal mereka yang selamat turut siaga bersiap menyerang jika diperlukan.
'Walah~ gimana kaburnya?'
'Pakai Regulus.'
"Haha."
Naruto tertawa membuat semua Iblis disana kebanyakan mengernyitkan dahi. Bingung. Tawa Naruto semakin terbahak saat melihat wajah bingung para Iblis tersebut. Cahaya emas muncul ditangan kanannya yang kemudian membesar sampai akhirnya membentuk sebuah kapak perang bermata ganda.
Pemuda setengah Iblis itu mengacungkan kapaknya seolah menantang mereka untuk berperang.
"Dengarkan aku para Iblis sialan! Aku Namikaze Naruto, putra dari Kushina Bael dan Namikaze Minato telah kembali. Aku akan menuntut atas dosa yang telah kalian lakukan, ini baru awal pada kedepannya semuanya akan lebih mengerikan dari ini."
Hakuryuukou itu segera menghantam tanah dengan kapak perangnya menciptakan gempa bumi 8,4 SR yang menyebabkan bumi terbelah membuat para Iblis didepannya harus mengeluarkan sayap mereka dan terbang keatas. Dan itu momen yang ditunggu Naruto dia segera menciptakan portal sihir yang membawanya pergi dari kekacauan menyenangkan yang dibuatnya.
.
.
.
TBC
.
.
.
Hai? #lambai_tangan
Lama tak jumpa semua, saya ucapkan terima kasih sebesar-besar untuk pembaca yang menunggu fanfict absurd ini. Hee~hee
Gak banyak omong, Naruto udah ngumumin siapa dia sebenarnya dan menyatakan balas dendam kepada para petinggi Iblis.
Buat yang ngira Naruto sangat lemah saat melawan para Maou jawabannya adalah karena Naruto baru setingkat High Class Devil sedangkan para Maou pada tingkatan Ultimate bahkan Super Devil. Jadi sudah pasti dia kalah, lagian si Narutonya udah terlalu banyak melawan mulai dari ngelawan Issei tapi gak terlalu serius dan si Isseinya juga lagi lemah karena ritual dari pedang Ascalon. Lalu dia ngelawan Sairaorg yang kita anggap satu tingkat dibawah dia -Naruto-. Begitulah jawaban saya untuk yang menganggap Naruto lemah.
Dan soal kekuatan Ajuka, emang begitu adanya kok... Pada volume -lupa yang keberapa- tapi yang jelas pas si Issei sekarat dan dianggap tewas Rias dan Peerage-nya ngedatengin Ajuka dan meminta saran, tapi kemudian mereka diserang oleh kelompok penyihir khaos Brigade tapi si Ajuka dengan gampangnya ngebalikin serangan dengan mudah... yah yang baca tahu lah.
Dan pffftt, baca fanfic NarutoDxD saat ini kok gimana ya. perbandingan siswa dan siswi di Kuoh akademi adalah 8:3 oke ini aneh, kok 8:3 ini saya terlalu bodoh dalam matematika atau siapa ya? pfftt
Dan apaan pula, rebut-rebut harem orang... NarutoxGrayfiaxRiasxAkenoxbla bla pair legend yang pastinya (sangat pasti) kelanjutan ceritanya nol.
Dan lagi (lagi) kalo mau buat fanfic di fandom kayak gini itu harus kuat iman, di LN udah dijelasin bukan satu dua agama tapi mitology lainpun juga jadi ya kuatin iman salah langkah flame deh.
trus, banyak-banyakin info seputar dunia Naruto sama DxD, apaan juga Naruto menguasai lima elemen dasar, beberapa kekai genkai, punya rinnegan dan sharingan, sacred gear level longinus dateng-dateng maen hantam sambil teriak "aku pembawa perdamaian" tapi rajin motong tubuh lawan mainin hati semua char cewek... walah dan itu semua dia kuasai dalam hitungan bulan. Jeniuspun gak gitu-gitu amat.
#Gali_lubang
Ah, lupain deh diomongin begitupun juga pada akhirnya Unleash your imagination iya imajinasi tapi gak gitu-gitu amat... boleh-boleh aja lu buat begitu tapi kalo gak ada review gak usah koar-koar, pemberitahuan fb saya penuh ama yang begituan doang...
"Gali_lubang_lebih_dalem
yah begitulah, penjelasan singkat tentang chapter ini dan ditambah ceramah panjang (gk mutu) dari saya.
Oh ya, untuk saran fem!vali-nya saya nemu beberapa yang cocok... antara Celia dari anime Walkure Romanze atau Mami Veena dari Noragami. Yah, char ini penting selain karena dia punya darah lucifer saya akan buat dia sebagai sekutu bagi Awakening Dragon jangan lupain Kakek Rizevim tersayang kita yang punya pengaruh untuk kalangan mitolohy
yah segitu aja... update terakhir dipenghujung tahun... jika ada typo tolong kasih tahu karena saya ngecek cuma sekali aja, akan diperbaiki sekalian update ff romance ditahun baru... Pair mainstream NarutoxShion, Mainstream'kan?
.
.
.
Wsa Out!
