The Reason: A Chanbaek x Chansoo Story
Bagian 1
*
"Jadi, Do Kyungsoo, kau tidak bisa bermain bass tapi ingin menjadi bassist dari EXOTIC?" Baekhyun yang tengah duduk di studio EXOTIC menyilangkan kedua kakinya mewawancarai anggota baru mereka, Do Kyungsoo yang sudah lulus seleksi dari Chanyeol sendiri kemarin sore.
Kyungsoo hanya mengangguk lemah. Ia sesekali menunduk dan memandang ke arah Baekhyun dan Chanyeol yang sedang mewawancarai dirinya. Jari-jemarinya tidak berhenti saling menaut untuk mengurangi rasa gugup. Sesekali ia mendesah dan mengatur nafasnya yang sangat kelihatan gugup.
"Apa yang bisa kau distribusikan di EXOTIC kalau kau saja tidak bisa bermain bass?" tanya Baekhyun pesimis.
"Aku bisa mengajarinya bermain bass selama sebulan penuh sebelum kita debut." Chanyeol ambil suara, membuat Baekhyun menoleh ke arahnya cepat.
"Chan?" Baekhyun terheran-heran dengan usul kekasihnya. "Tapi dia benar-benar dari dasar banget lho?"
Chanyeol mengelus dagunya dengan jari telunjuk dan jempolnya, mencoba berpikir bagaimana cara yang tepat untuk mengajari Kyungsoo bisa mahir bermain bass dalam waktu singkat.
"Kau bisa bermain gitar? Tidak perlu petik yang penting tau nada," tanya Chanyeol.
Kyungsoo mengangguk. "Aku bisa bermain gitar kalau itu hanya basic. Kalau soal nada, aku dulu sekolah di jurusan musik tapi instrumenku vokal."
Chanyeol mengangguk. Baekhyun bertanya, "dimana?"
"Di SMA art and music Busan," jawab Kyungsoo.
"Wah, kebetulan!" Baekhyun bertepuk tangan, membuat Kyungsoo menatapnya sambil mengernyit heran. "Teman sekelasku juga lulusan sana dulu," lanjutnya lagi.
"Siapa?" Kali ini Chanyeol yang mengernyit heran. Sebagai kekasih yang posesif, dia harus mengetahui apa saja yang Baekhyun alami dan sedang jalani, terutama siapa saja yang menjadi temannya, untuk menghindari tikungan-tikungan tajam.
"Itu lho, si toa, Jongdae," jawab Baekhyun menatap ke Chanyeol sambil tersenyum lebar.
Chanyeol ikut tersenyum mendengar jawaban Baekhyun. Kim Jongdae alias teman sekelas Baekhyun di jurusan teknik busana memang terkenal berisik dan mulut toa karena suaranya yang kuat dan keras. Apalagi orangnya suka sekali teriak-teriak memanggil Baekhyun kalau Chanyeol sedang apel ke jurusan mereka.
"Kau tau Jongdae? Dia di fakultas kita juga. Sekelas denganku." Baekhyun berbalik lagi ke Kyungsoo. Dia memang satu fakultas dengan Baekhyun tapi berada di jurusan teknik boga.
Kyungsoo tersenyum dan mengangguk. "Tau. Dia dulu teman sekelasku dan ketua OSIS di SMA."
"Wah, dunia sempit," komentar Chanyeol sambil garuk-garuk kepala.
"Hebat banget si Jongdae pernah jadi ketua OSIS. Padahal annoying gitu," komentar Baekhyun sambil cekikikan teringat sahabatnya di kampus tersebut. "Ternyata tidak jauh-jauh juga ya relasi band kita. Sehun adik kelasku dan Chanyeol di SMA. Si Jongin teman SMP Sehun. Kau, teman SMA Jongdae." Baekhyun berbinar-binar heboh sendiri.
"Sehun? Jongin?" Kyungsoo kembali heran karena Baekhyun asal bicara tanpa lebih dulu memperkenalkan dua anggota lain band EXOTIC.
"Namanya Oh Sehun. Sehun itu masih anak SMA. Kelas 12 di SMA ku dan Baekhyun. SMA art and modern dance Seoul. Kau harus hati-hati padanya. Pertama kenal dia akan bersikap dingin dan sok cuek padamu. Tapi kalau sudah akrab, kau pasti berharap untuk tidak usah mengenalnya. Dia tampan, tapi tidak lebih tampan dariku." Chanyeol menyombongkan diri dengan merapikan kerah kemaja yang dipakainya.
Baekhyun memutar bola matanya malas. "Tapi masih lebih tampan aku dibandingkan mereka."
Chanyeol yang mendengar itu langsung menoleh ke arah kekasihnya. "Ha? Tampan darimana? Kamu itu cantik sayangku." Tanpa aba-aba, Chanyeol langsung memeluk dan menciumi pipi dan tengkuk Baekhyun. Hal itu membuat Baekhyun bersemu merah kegelian karena ulah sang kekasih.
Kyungsoo yang melihat kemesraan mereka hanya bisa tersenyum. Seketika pertanyaannya selama ini terjawab. Karena dari awal Kyungsoo berfikir hubungan apa yang Chanyeol dan Baekhyun punya. Dan sekarang dia sedikit lega karena mendapatkan jawabannya.
"Oh iya, Kyungie, Sehun bermain gitar di EXOTIC. Karena ini masa-masa ujian nasional, orang tuanya membatasi jam keluarnya. Maklum, masih di bawah umur. Dia yang paling muda diantara kita semua di EXOTIC," lanjut Baekhyun menjelaskan.
Kyungsoo mengangguk. "Lalu yang satunya?"
"Yang satunya, Kim Jongin, dia—"
TING TONG
Perkataan Baekhyun terinterupsi oleh suara bel studio Chanyeol. "Sepertinya itu Sehun atau malah Jongin," ucap Baekhyun yang langsung berdiri dan berlari membukakan pintu, meninggalkan Chanyeol dan Kyungsoo berduaan.
Chanyeol terus menatap Kyungsoo dari bawah ke atas dan sebaliknya, tubuhnya sangat kecil dan pendek. Kulitnya putih hampir menyamai warna kulit Sehun, dan tanpa sadar, memandangi Kyungsoo membuatnya menelan ludah.
"Tadaaa~ ternyata yang datang dua-duanya." Baekhyun datang dengan sumringah membawa dua pria dengan ketampanan di atas rata-rata di belakangnya. Yang satu berbadan tinggi hampir menyamai tinggi badan Chanyeol. Yang satunya lagi lebih pendek namun badannya proporsional. Tanpa sadar, melihat pria itu, Kyungsoo langung melamun.
"Yang tinggi itu Sehun. Yang satunya, Jongin." Chanyeol memperkenalkan sambil menunjuk dua pria yang dibawa Baekhyun tadi. Tapi Kyungsoo tidak mendengarkan, dia masih larut dalam lamunannya.
Jongin yang menyadari bahwa sedari tadi dia ditatap oleh Kyungsoo langsung mengernyit. "Kenapa kau melihatku begitu?" tanyanya keheranan. "Ada yang salah dengan wajahku?" lanjutnya.
Kyungsoo masih tidak mendengarkan.
Sehun yang tadinya cuek dan tidak terlalu peduli pada Kyungsoo seketika memandanginya. 'Buset, so smoll," batinnya melihat Kyungsoo. Niatnya datang kesini hanya untuk melihat anggota baru EXOTIC dan menahan Jongin yang akan protes pada Chanyeol tentang perekrutan anggota yang tidak bisa bermain instrumen yang dibutuhkan.
Di jalan, mereka berdua sempat berdebat. Namun, Jongin berjanji tidak akan menyalahkan Chanyeol sepenuhnya. Ia percaya Chanyeol pasti punya rencana. Dua bulan setelah dia resmi menjadi anggota EXOTIC adalah waktu yang cukup untuk mengenal siapa Chanyeol.
"Woy!" Sehun memanggil Kyungsoo. Menariknya kembali dari lamunan.
Seketika Kyungsoo tersentak. Dia agak sedikit kaget, namun masih bisa mengkondisikan raut wajahnya. "Kenapa Kyung? Terpesona sama Jongin?" tanya Baekhyun cekikikan.
"Ha? Ti..tidaak! Hanya saja dia mirip dengan seseorang yang kukenal," elak Kyungsoo.
"Memang sih, wajahnya memang pasaran," tambah Chanyeol.
"Anjir, gini gini banyak uke sama cewek yang ngejar kali," bela Jongin.
Setelah mendengar ucapan Jongin, Kyungsoo merasa sedikit lega mengetahui bahwa sexualitas Jongin sama dengan dirinya. Atau mungkin dia tertarik pada laki-laki dan perempuan. Entahlah.
"Kyung, apa kau mendengarkan Chanyeol? Dia sudah mengenalkan Jongin dan Sehun padamu," tanya Baekhyun memastikan.
"Dengar kok Baek," bohong Kyungsoo.
"Bagus deh kalau begitu. Aku kira kau tidak mendengarnya. Soalnya kau terlihat melamun tadi," jawab Baekhyun.
Sebenarnya Kyungsoo tidak tau mana Jongin mana Sehun karena dia melamun terlalu jauh. Yang jelas, dia tidak bisa melepaskan pandangannya dari wajah salah satu diantara Jongin dan Sehun. Yang dia tau, pria ini memiliki tubuh yang bagus dan wajah yang sangat tampan, menurut dirinya.
Sehun dan Jongin menempatkan pantat mereka duduk di sofa sebelah Chanyeol dan Baekhyun. Jadi kesannya Kyungsoo seperti diinterogasi keempat orang yang duduk berdempet-dempetan ini.
"Aduh lapar, hyung," keluh Sehun.
"Kau ini baru saja sampai sudah lapar lagi, tadi kan kita sudah makan di jalan," komentar Jongin di sampingnya.
Chanyeol dan Baekhyun menghela nafas. Ya, beginilah Sehun, manja. Kebetulan mereka berdua juga belum makan. Maka dari itu, Chanyeol bersiap-siap untuk memasakkan anggota bandnya makanan.
Sang leader pun berdiri dan langsung menuju dapur. "Ada yang mau membantuku?" Chanyeol berbalik ke arah empat membernya. Sehun dan Jongin main hape. Baekhyun dengan senyuman manisnya hanya melambaikan jemarinya centil.
Baekhyun memang tidak bisa memasak. Terakhir dia membantu Chanyeol, masakannya rasa garam semua.
"Aku bisa bantu, Chan. Aku hidup sendiri, jadi sudah terbiasa memasak sejak dulu." Kyungsoo berdiri tegak. Hal itu membuat Sehun dan Jongin menatap tubuhnya yang sangat sangat pendek. Sehun bahkan sampai tidak percaya ada manusia seimut Kyungsoo di bumi. Sedangkan Jongin, dia hanya diam sambil melihat Kyungsoo berjalan, berlalu menyusul Chanyeol.
"Nah itu! Kyungie kan jurusan boga!" seru Baekhyun histeris senang. Membuat Jongin yang ada disampingnya memutar bola mata malas.
Ketika di dapur, Chanyeol berduaan saja dengan Kyungsoo. Mereka berniat memasak bulgogi namun disini, mulai terlihat sifat cerewet Kyungsoo yang menggurui Chanyeol.
"Chan, masukan sayurannya satu-satu, jangan langsung."
"Chan, minyaknya dipanaskan memakai api besar, kalau sudah panas nanti kecilkan."
"Chan, dagingnya diiris bentuk jajar genjang, jangan lawan serat nanti susah."
"Chan, garamnya kurang."
"Chan, gocujangnya kebanyakan."
"Chan—"
"Kyungsoo, diamlah sebentar. Aku sedang mengiris!" Chanyeol agak jengkel karena dari tadi Kyungsoo terus menggurui. Karena gertakan Chanyeol tersebut, Kyungsoo langsung nyengir kuda dan bekerja dalam diam. Melihatnya tersenyum, entah kenapa Chanyeol juga ikut tersenyum sambil menggelengkan kepala.
"Kyungsoo, bisa tolong ambilkan handphoneku? Tanganmu kan masih bersih, ada di tempat dudukku tadi. Aku mau menghubungi orangtua Sehun kalau hari ini anaknya akan menginap. Itu ditinggal dulu sebentar tidak papa," suruh Chanyeol.
Tanpa menjawab, Kyungsoo langsung menuruti perintah sang leader. Dia menuju ke ruang tamu untuk mengambilkan handphone Chanyeol. Di ruang tamu, dia melihat Baekhyun yang tertidur pulas di pelukan pria putih yang lebih tinggi dari pria satunya, sedang bermain handphonenya.
Kyungsoo menelan ludah. Ia lupa mana Sehun mana Jongin karena tidak mendengarkan Chanyeol. Alhasil dia masa bodoh dan memanggil nama secara random. Ia ingin si pria tinggi mengambilkan handphone Chanyeol yang ada di sebelahnya, karena posisi duduknya adalah pria sexy-Baekhyun-pria tinggi-handphone Chanyeol. Dan semuanya main hape kecuali Baekhyun yang tidur nyenyak.
"Eh, Jongin, ambilkan handphone Chanyeol dong," suruh Kyungsoo.
Jongin yang jelas-jelas sangat jauh jaraknya dari handphone Chanyeol langsung mengernyit. "Hape Ceye? Ya mana ku tau?" elaknya karena ia berfikir Kyungsoo sengaja menyuruhnya dan mengerjainya karena jelas-jelas hp Chanyeol ada di sebelah Sehun.
'Aduh mampus, salah nama,' batin Kyungsoo panik seketika.
"Ini, hapenya. Aku Sehun by the way." Sehun menyerahkan hape Chanyeol pada Kyungsoo sambil tersenyum menahan geli. Dia tahu bahwa Kyungsoo tadi melamun dan tidak mengingat mana Jongin mana Sehun.
Tanpa basa basi, Kyungsoo langsung mengambil hape Chanyeol dan menuju ke dapur. Malu banget rasanya. Baekhyun yang tidur dalam pelukan Sehun pun diam-diam tersenyum karena Kyungsoo salah sebut.
X
O
X
O
