The Reason: A Chanbaek x Chansoo Story
Bagian 3
*
"Hoaam.." Kyungsoo menguap lebar. Chanyeol yang melihat hal itu langsung menghentikan petikan bassnya. Mereka berdua berlatih bass sampai pukul 5 subuh. Untuk Chanyeol yang memang sering begadang, dia sudah kuat dan kebal kantuk jika ada kopi. Sedangkan Kyungsoo yang masih newbie dan kelihatan jarang begadang, dia sudah tidak kuat.
"Kau mengantuk?" tanya Chanyeol sambil tersenyum. Kyungsoo mengangguk.
"Tidur yuk!" ajak Chanyeol.
Kyungsoo menggeleng. "Aku tidur disini saja."
"Kenapa? Kau tidak bisa tidur bersamaku? Atau Sehun atau Jongin?" tanya Chanyeol tanpa dosa. Padahal dia tau kalau Kyungsoo itu sejenis uke yang tidak bisa tidur sembarangan dengan seme. Apalagi Chanyeol, Jongin dan Sehun dikenal sebagai seme-seme trio bangsadh pake h yang dominannya menguar bak bau ayam KFC yang masih anget diangkat dari penggorengan.
"A—aku..aku kan..u.." Kyungsoo tidak meneruskan perkataannya.
Chanyeol terkekeh. "Iya, iya aku tau kok, hehe." Sambil tangannya mengelus puncak kepala Kyungsoo. "Ya sudah aku mau tidur dengan Baekhyun setelah ini. Kau tidur di kamar dengan Jongin dan Sehun. Mereka tidur satu kasur kok, jadi masih ada sisa kasur lagi untukmu. Maaf ya kalau tempatnya tidak nyaman," papar Chanyeol.
Kyungsoo menggeleng. Chanyeol baik banget. "Ini sudah lebih dari nyaman Chan. Malah terkesan mewah," jujurnya.
"Masa sih?" Chanyeol menanggapi. "Ya sudah sana tidur. Permainanmu tidak sejelek itu kok. Walaupun masih basic tapi kelihatan kalau kau cepat progressnya. Nanti kalau kau rajin pasti cepat mahir. Aku masuk kamar ya?" dengan itu, Chanyeol pamit dan menghilang dibalik pintu kamarnya dan Baekhyun.
"Terimakasih Chanyeol," ucap Kyungsoo lirih. Dia bersyukur mendapatkan teman baru seperti Chanyeol. Dia pun berdiri dan berjalan lunglai saking ngantuknya ke kamar dimana Jongin dan Sehun tidur. Saat dia masuk, betapa kaget dirinya kalau dua-duanya tidur beda kasur.
Menghela nafas kasar, Kyungsoo keluar lagi dari kamar karena tidak mungkin dia harus tidur dengan salah satu diantara keduanya. Sofa panjang nan empuk menjadi pilihannya. Kebetulan ada selimut juga disana, diapun segera mencari posisi dan segera terlelap dalam tidur.
Diam-diam Jongin ternyata tidak tidur. Dia terbangun karena Kyungsoo membuka pintu. Setelah itu dia keluar mengikuti Kyungsoo dan melihat pria kecil itu tidur di sofa. "Kan bisa membangunkanku atau Sehun kalau mau tidur, Kyungsoo," ucap Jongin pada Kyungsoo yang sudah tidur dan tentu saja orangnya tidak dengar.
Jongin mencoba membangunkan Kyungsoo menyuruhnya pindah ke kamar. Tapi sama sekali tak ada respon. Kyungsoo tidur seperti orang mati. "Astaga, masa iya harus aku siram pakai air?" Jongin berbicara sendiri. "Tapi kasihan sepertinya baru bisa tidur. Latihannya keras banget pula," komentarnya mengingat-ingat momen dimana Chanyeol sesekali menggeram karena Kyungsoo salah memetik nada. Diam-diam Jongin mendengarkan dari kamar sampai ketiduran.
Jongin kembali menoel-noel tubuh Kyungsoo tapi nihil. Sama aja. Dia tidak bangun.
"Sedang apa kau? Mau membuat Kyungsoo badmood lagi?"
Suara seseorang mengagetkannya dari arah kamar Baekhyun. Ternyata Chanyeol yang sudah shirtless memakai celana kolor saja.
"Tidak. Anak ini tidur di sofa susah sekali dibangunkan. Mau aku suruh pindah ke kamar," jawab Jongin cepat.
Chanyeol yang mendengarnya menghela nafas. Dia langsung mendekat ke arah Kyungsoo yang sedang tidur. Dengan tubuh kecil yang dimiliki Kyungsoo, mudah banget untuk seorang Park Chanyeol kalau hanya mengangkatnya memindahkan ke kamar. Tanpa aba-aba, Chanyeol menggendong Kyungsoo ala bridal style dan mengantarnya masuk ke kamar Sehun dan Jongin.
Jongin yang melihat Kyungsoo digendong oleh Chanyeol baru saja menyadari kalau tubuh Kyungsoo sangat kecil dan pasti ringan untuk digendong. Ia kepikiran kenapa tadi tidak dia saja yang memindahkan Kyungsoo ke kamar. Alhasil diserobot Chanyeol duluan.
Chanyeol meletakkan tubuh Kyungsoo di kasur, yang memang baginya ringan banget kaya tubuh anak SMP. "Ringan sekali dia?" komentar Chanyeol yang kemudian meninggalkannya. "Awas, jangan diapa-apain ya!" ucap Chanyeol sambil menepuk bahu Jongin yang berdiri di belakangnya. Kemudian dia kembali lagi ke kamar.
"Anjir, memangnya aku sebejat itu apa?" komentar Jongin menepuk kencang punggung Chanyeol.
"Kau kan memang yang paling mesum diantara kita bertiga." Suara Sehun dari ranjang sebelah mengagetkan.
"Bangsul, sejak kapan kau bangun!" Jongin kaget. Chanyeol sudah menghilang dari balik pintu.
"Sejak Kyungsoo hyung buka pintu, dia keras banget bukanya. Aku jadi kebangun," jawab Sehun sambil menguap.
Jongin keluar lagi untuk mengambilkan selimut Kyungsoo di sofa dan memakaikannya pada Kyungsoo agar dia tidak kedinginan. "So sweet amat. Perasaan beberapa jam lalu kaya Tom and Jerry," komentar Sehun yang hanya dibalas dengusan dari Jongin.
Jongin pun balik ke kasur Sehun dan tidur di samping anak itu. Tanpa banyak bicara, Sehun langsung kembali terlelap sambil memeluk punggung Jongin yang tidur membelakanginya. Dia menghadap ke arah Kyungsoo dan memperhatikan wajah Kyungsoo yang terlelap dengan seksama.
'Kau imut juga kalau sedang tidur,' batin Jongin sambil tersenyum lalu kembali tidur.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
"Darimana sayang?" tanya Baekhyun yang melihat Chanyeol kembali masuk ke kamar setelah memindahkan Kyungsoo.
"Tadi minum sebentar sayang," jawab Chanyeol yang langsung masuk ke dalam selimut Baekhyun dan memeluk kekasihnya erat. "Hmm, kamu tidak pakai celana di bawah sana?" tanya Chanyeol saat tangannya dengan bebas mengelus pantat mulus Baekhyun di dalam selimut.
Baekhyun menggeleng. "Tadi pas kamu keluar, aku terbangun lalu kebelet pipis. Habis pipis aku malas pakai celana, hehe." Baekhyun nyengir unyu.
"Dasar kamu. Untung kamar mandi dalam. Kalau kamu berkeliaran tanpa celana di studio, yang ada aku colok mata Jongin sama Sehun satu-satu agar tidak melihat keseksian kekasihku." Chanyeol mencium bibir Baekhyun cepat. Jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi.
Baekhyun meletakkan kepalanya di dada Chanyeol. Memeluk kekasihnya posesif dan sesekali membuat gerakan melingkar dengan jarinya di dada Chanyeol.
"Kenapa sayang?" Suara serak khas orang ngantuk keluar dari Chanyeol yang mencoba tidur, sadar kalau kekasihnya minta sesuatu.
"Mmmm, pengen Chan," ucap Baekhyun tanpa dosa sambil gigit bibir bawahnya.
Chanyeol yang sudah merem hanya tersenyum sambil terkekeh. "Kamu kuliah pagi loh Baek. Yakin kuat satu ronde?"
Baekhyun yang teringat bahwa dia harus kuliah jam 7 pun tertampar. Dosennya killer dan dia tidak pernah berani untuk membolos makul dosen killer tersebut. "Iya sih, ahhh, tapi pengen." Baekhyun mendesah dan menggesekkan junior kecilnya ke perut Chanyeol.
"Ahh, Baek," lenguh Chanyeol seolah tersengat karena perbuatan Baekhyun padanya. "Kamu tau kan kalau kau sudah menggodaku begini, aku tidak akan kuat," protesnya yang langsung bangun terduduk di samping Baekhyun. Chanyeol membuka selimut dan menoleh ke arah Baekhyun. Benar saja, Baekhyun hanya memakai kaos putih supreme ukuran XL miliknya, tanpa menggunakan sehelai benangpun pada bagian bawah. Apalagi, junior Baekhyun yang berukuran mini pelan-pelan mulai bangun dari tidurnya.
"Pakai jari saja Chan. Aku tidak mau telat," suruh Baekhyun yang sudah membuka pahanya lebar-lebar, memberikan akses bebas untuk Chanyeol.
Chanyeol menyeringai, dia segera berlutut di atas Baekhyun dan mencium bibir kekasihnya ganas. Sesekali dia gigit bibir tipis Baekhyun hingga tergores dan mengeluarkan sedikit darah. "Ngghhh, Chanyeol," lenguh Baekhyun memeluk leher Chanyeol dan meremas punggung sang dominan.
Chanyeol menjilat sedikit darah yang keluar dari bibir kekasihnya dan melumat bibirnya kembali dengan lembut. "Aku akan memuaskanmu sayang," usil Chanyeol sambil menggenggam dan mengelus kemaluan kecil Baekhyun.
"Ngghh, sayang, ahhh." Baekhyun mendesah keras tak karuan. Ia tidak peduli kalau Sehun dan Jongin mendengar dari kamar sebelah.
Tangan kanan Chanyeol yang tadinya menggenggam kemaluan Baekhyun langsung berpindah ke lubang Baekhyun. Ia memasukkan satu jarinya dan melihat Baekhyun sudah sangat basah disana. "Wow, kamu sudah basah banget Baek." Tanpa aba-aba, dia memasukkan jari yang lain dan membuat gerakan menggunting di dalam lubang Baekhyun.
Baekhyun merasa tak karuan. Dia menggelinjang dan memeluk Chanyeol makin erat. Kakinya mati rasa dan mengangkang semakin lebar. Keringat mulai bercucuran dari pori-pori kulitnya karena rangsangan hebat yang dihentakkan Chanyeol padanya.
Tangan kiri Chanyeol yang menganggur ia letakan pada puting Baekhyun mencubit sesekali puting merah muda Baekhyun dan membuat kekasihnya berjengit keenakan. Sesekali Chanyeol membentuk gerakan memutar di puting Baekhyun dan kemudian melahapnya, menyesapnya keras sampai Baekhyun berteriak kesakitan.
Ia jilati puting Baekhyun satu per satu tanpa ampun. Memberikan keenakan pada sang pacar yang terus menerus mendesah hingga badannya panas dan keringat keluar semakin banyak. "Ahh, Chan, aaaahhhhh, ngghhh," desah Baekhyun saat Chanyeol menyesap lagi putingnya dan mempercepat gerakan jarinya di dalam lubangnya.
Saat jari ketiga Chanyeol memasuki lubangnya, Chanyeol mengganti gerakannya menjadi menusuk-nusuk sampai Baekhyun mendesah setengah beteriak. "Aaaaaaahhhh, aaahhh, Chanyeol, nggghhh, ahhhh, pelan-pelan."
"Ahh, sayang, Chanyeol aku mau keluar, hhh, ahhhhh." Tanpa ada ampun, Chanyeol malah semakin mempercepat gerakan jarinya hingga Baekhyun klimax dan membasahi dada sang dominan dengan cairannya. Setelah selesai, Chanyeol menyesap bibir tipis Baekhyun untuk waktu yang agak lama lalu kembali berbaring di samping Baekhyun dan memeluk kekasihnya. Ia melumat bibir Baekhyun yang kecil dan kenyal hingga membuat Baekhyun tersenyum dalam ciuman mereka.
"I love you," ucap Baekhyun lirih sambil mencium hidup mancung Chanyeol.
"I love you too, Baek," jawab Chanyeol melumat bibir Baekhyun kesekian kalinya dan kemudian tidur.
X
O
X
O
