The Reason: A Chanbaek x Chansoo Story

Bagian 4

*

"Waduh, jalannya ngangkang-ngangkang habis ngapain tuh!" Jongdae yang melihat Baekhyun berjalan dari kejauhan menuju ke kelas, berteriak sehingga semua orang mendengar.

"Bangsat Jongdae!" Baekhyun berteriak karena memang ia merasa jalannya aneh tapi Jongae malah memperjelas dengan berteriak.

Setelah sampai di depan pintu kelas, Baekhyun menggeplak kepala Jongdae yang dibalas dengan injakan Jongdae ke kaki Baekhyun. "Anjing, sakit tolol!" teriak Baekhyun.

Jongdae cekikikan karena menang. "Sudah ah, kalau ketahuan si caplang, aku mendzolimi kekasihnya, bisa mati digantung yang ada," ucap Jongdae.

Keduanya pun masuk ke kelas dan duduk bersebelahan. Di kampus, Baekhyun memang sudah dikenal sebagai primadona fakultas teknik. Selain karena wajahnya yang cantik dan suaranya yang bagus. Statusnya sebagai kekasih Park Chanyeol membuat para seme tidak berani mendekatinya. Selain Chanyeol pintar berkelahi, warga Korea Selatan juga tidak ada yang mau macam-macam dengan Park Cooperation karena mereka selalu menang.

"Berapa ronde?" tanya Jongdae bisik-bisik karena dosen sudah masuk setelah mereka masuk.

"Cuma pakai jari doang njir," jawab Baekhyun.

"Frontal banget sempak. Dosa loh. Cepetan nikah aja daripada zina mulu. Nanti kalau hamil di luar nikah malah repot," komentar Jongdae nerocos.

"Ah brisik," balas Baekhyun masa bodo.

Di tengah-tengah makul, Baekhyun bercerita kalau Kyungsoo menjadi bassist EXOTIC dan Chanyeol sendiri yang memilihnya walaupun Kyungsoo tidak bisa bermain bass. Jongdae yang mendengarnya hanya mengangguk-angguk tapi dia agak tidak setuju karena tidak ada gunanya punya bassist yang tak bisa bermain bass. Dia tau Kyungsoo tapi tidak terlalu kenal dekat karena mereka dulu Cuma teman sekelas saat SMA dan bukan teman akrab.

"Tapi dulu Kyungsoo itu uke pujaan satu sekolahan. Banyak yang mau jadi pacarnya tapi dia tidak memilih satupun diantara mereka, aku juga tidak tau kenapa," komentar Jongdae.

Baekhyun hanya mengangguk. Bukannya sombong atau bagaimana, tapi menurutnya, Kyungsoo kurang menarik dan tidak seatraktif dirinya. Jadi untuk saat ini dia tetap tenang kalau Kyungsoo takkan berbuat macam-macam pada Chanyeol. "Lagipula, kelihatan kan kalau dia polos dan pendiam?" tanya Jongdae.

Baekhyun mengangguk lagi. Informasi yang diberikan Jongdae padanya tidak membantu karena dia sudah tau sifat Kyungsoo yang rempong dan bahkan Jongdae tidak mengetahuinya.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

"Tadi pagi keras banget si Baekhyun jadi bikin engas." Jongin yang baru saja kembali dari mengantar Sehun ke sekolah, berkomentar pada Chanyeol yang sudah bangun dan menyiapkan sarapan roti panggang untuk dirinya sendiri.

"Sialan kau. Baekhyun is mine!" Chanyeol menendang pantat Jongin.

"Iya, bercanda elah. Mau dong satu," ujar Jongin pada Chanyeol. Dia merebahkan punggungnya ke sofa.

Chanyeol memberikan roti panggang pada Jongin. Mereka kemudian berpindah ke ruang rekaman untuk berlatih drum dan guitar seperti biasa. Beberapa lagu juga sudah dibuat dan diciptakan oleh Chanyeol sendiri. Selain sebagai leader dan lead guitar di band, Chanyeol juga berperan sebagai koki, pengasuh dan komposer di EXOTIC.

Sedangkan untuk posisi manager, ibu kos, juru bicara sekaligus vokalis adalah Baekhyun. Yang lainnya hanya penggembira. Namun setelah Kyungsoo masuk menjadi anggota, peran koki Chanyeol sudah tergantikan olehnya.

Chanyeol bernyanyi sambil memainkan guitar, sedangkan Jongin pada drum. Tanpa sadar daritadi mereka diawasi sepasang bola mata bulat seperti bola pingpong dari ujung ruang rekaman.

"ANJIR SETAN!" Jongin yang kaget melempar stick drumnya ke arah orang tersebut yang ternyata Kyungsoo yang sudah bangun.

Dengan sigap, Kyungsoo menangkap lemparan stick drum Jongin dan melemparnya kembali ke arah Jongin yang gagal ditangkap oleh sang drummer. "Apa aku boleh bergabung?" tanya Kyungsoo mendekati keduanya.

Chanyeol tersenyum melihat Kyungsoo yang sudah bersih setelah bangun tidur. Dia dan Jongin saja Cuma sikat gigi dan cuci muka setelah bangun tidur, tapi Kyungsoo sudah mandi dan rapi. Dia maju mendekat ke Kyungsoo yang sudah standby di posisi keyboard, mencium dan menyesap aroma Kyungsoo sedekat mungkin. "Hmm, wangi.." ucap Chanyeol sambil tersenyum.

Kyungsoo yang melihat hal itu tiba-tiba saja kaget. Dia pikir Chanyeol akan menciumnya, maka dari itu dia mundur spontan dan tanpa sadar kakinya terlilit kabel, menyebabkan dirinya terjatuh di pelukan Jongin. "Aduh, hati-hati," ucap Jongin masih memeluk Kyungsoo.

Kyungsoo yang masih kaget karena tiba-tiba jatuh langsung melihat ke atas, yang menangkapnya agar tidak membentur lantai karpet. Jongin pun sama, dia menatap Kyungsoo dari atas dan mereka berakhir saling tatap menatap untuk waktu cukup lama.

Chanyeol yang melihat tersebut langsung memisahkan. Dia merasa tidak suka jika Jongin dan Kyungsoo terlalu akrab dan entah kenapa dia tidak bisa mengatakan hal itu secara langsung pada para anggota bandnya terutama Baekhyun dan Jongin.

"Sini, sini aku bantu." Chanyeol mendekat ke arah Kyungsoo, mengulurkan tangannya pada Kyungsoo dan membantunya berdiri. "Aku mengagetkanmu ya? Kau wangi, aku suka bau orang habis mandi."

Kyungsoo gugup, wajahnya memerah teringat tatapan Jongin dan ketidak elegannya dia jatuh di pelukan pria itu. "A..aku kira Chanyeol mau menciumku tadi," ucap Kyungsoo keceplosan yang langsung menutup mulutnya sendiri menggunakan kedua tangannya.

Jongin yang mendengar hal itu hanya bisa terbengong dan memikirkan kejadian barusan kenapa Kyungsoo bisa sampai terjatuh ke dalam pelukannya. "Iya juga sih, posisi Chanyeol memang seperti mau menciummu tadi." Jongin menyimpulkan.

Chanyeol langsung kalut. "Bukan, bukannya aku mau mencium Kyungsoo, hanya saja baunya harum dan aku hanya mengendusnya tadi," jelasnya panik.

Ketiganya kini diam dan merasa canggung. Sampai akhirnya Chanyeol memecah keheningan. "Latihan yuk!" ajaknya. "Suara Kyungsoo bagus loh Jong. Kau harus mendengarnya bernyanyi," tambahnya lagi.

Kyungsoo yang merasa mendapat pujian malah semakin malu. Dia hanya menunduk membenarkan perkataan Chanyeol. "Coba nyanyikan sesuatu, aku dan Chanyeol akan mengiringimu," suruh Jongin yang penasaran dengan suara Kyungsoo.

Dengan malu-malu karena Jongin yang menyuruhnya, Kyungsoo ambil suara. Dia akan menyanyikan lagu Boyfriend. Chanyeol standby pada akustik dan Jongin tidak memainkan drumnya sama sekali. Ia tenang dan fokus mendengarkan Kyungsoo, melihat ekspresi dan gerak tubuh Kyungsoo ketika menyanyi. Mendengar suara lembut yang mengalun dari mulut kecil berbibir tebal itu. Suaranya membuatnya hanyut dalam lagu. Jika Kyungsoo menyanyikan lagu balad, sudah dipastikan Jongin akan menangis karena dia orang yang sangat menghayati lagu dibandingkan dengan Chanyeol.

Chanyeol tersenyum sambil memejamkan mata ia memainkan gitar akustiknya mengiringi suara merdu nan indah dari Kyungsoo. Dalam hati ia membatin bahwa Kyungsoo adalah orang kedua yang bisa membuatnya merasa damai dan nyaman setelah Baekhyun ketika mendengar mereka bernyanyi.

"Gila, akustik Chanyeol digabung dengan suaramu. EMAS!" komentar Jongin setelah Kyungsoo selesai bernyanyi. Kyungsoo semakin malu dibuatnya. Chanyeol hanya mengangguk angguk setuju.

"Aku kepikiran beberapa lagu baru. Kau ada ide?" Chanyeol bertanya pada Kyungsoo seolah Jongin tidak penting ada disitu.

"Sebenernya aku sudah ada lagu-lagu yang aku buat sendiri. Tapi, aku tidak yakin akan menyanyikannya di depan kalian." Kyungsoo semakin menunduk sampai wajahnya tertutup rambut fluffy-nya.

Jongin tersenyum dan tertawa kaku melihat tingkah Kyungsoo. 'Kalau kau seperti itu terus, bagaimana aku bisa tahan," batin Jongin gregetan.

Di sisi lain, Chanyeol pun merasakan hal yang sama. Ia gemas dengan Kyungsoo dan berusaha menampar jauh pikirannya untuk menggoda Kyungsoo karena dia sudah punya Baekhyun yang jauh lebih cantik dari Kyungsoo. Tapi tetap saja keinginannya untuk memeluk tubuh mungil Kyungsoo harus segera diwujudkan.

"Coba nyanyikan, aku ingin mendengarnya." Jongin dan Chanyeol mengucap bersamaan. Keduanya pun menoleh dan saling pandang. Kyungsoo pun sama, dia juga kaget karena dua-duanya menyuruhnya bernyanyi bersamaan. Dan antusiasme mereka pun sama besarnya.

"Iya, aku nyanyikan," ucap Kyungsoo tersenyum sedih.

Chanyeol adalah orang yang menangkap ekspresi sedih dalam senyuman Kyungsoo. Cepat-cepat dia membatalkan permintaannya. "Kalau kau tidak mau, aku tidak memaksa." Jongin pun mengiyakan, baru saja ia juga tersadar kalau Kyungsoo tersenyum sedih.

"Tidak papa, aku belum pernah menyanyikan lagu ini di depan teman-temanku. Kalian orang pertama yang akan mendengarnya," ucap Kyungsoo. "Tapi kalau nanti aku menangis di tengah lagu ini, tolong abaikan aja. Aku hanya ingat kenapa aku bisa menciptakan lagu ini." Kyungsoo menghela nafas panjang sebelum mulai bercerita.

"Aku berasal dari keluarga broken home. Dari SD, orang tuaku sudah berpisah. Sampai pertengahan kelas 2 SMA, aku ikut appa. Dan setelah beliau menikah lagi, aku hidup sendiri sampai sekarang. Maka dari itu, aku memutuskan bergabung ke EXOTIC karena aku suka musik dan harapannya, lewat musik, aku bisa mendapatkan uang juga untuk biaya sewa apartemen," tutur Kyungsoo.

Baru kali ini Jongin mendengar Kyungsoo yang tadinya berwajah menyebalkan saat mereka bertemu, berubah sedih dan penuh luka. Raut wajahnya membuat Jongin merasa sakit. Memori-memori menyedihkan pelan-pelan berdesiran menyesakkan dadanya. Dia juga ada di posisi yang sama. Kedua orang tuanya telah pergi duluan meninggalkannya saat dia masih SMP.

Jongin tersenyum getir sebelum mulai bercerita. "Aku juga, aku hidup sendiri sejak SMA. Ketika aku SMP, ayahku sakit jantung. Beliau ke surga duluan sebelum akhirnya disusul oleh ibuku. 3 bulan setelah ayahku tiada, ibuku kecelakaan dan menyusul ayahku ke surga. Sejak SMP aku tinggal bersama nenekku, tapi setelah SMA aku memutuskan untuk tinggal sendiri dan mengisi beberapa acara, mengikuti ajang dance kesana kemari, dari situ aku mengumpulkan uang untuk kuliah. Puji tuhan sekarang aku sudah punya penghasilan kecil-kecilan dari kafeku sendiri dan gaji dari Chanyeol di EXOTIC."

Chanyeol tersenyum getir mendengar cerita Kyungsoo yang disusul oleh Jongin. Ia bersyukur masih punya keluarga yang utuh dan mau mendukungnya. "Orang tua Jongin dulu yang punya Kim Entertainment. Kerabat kerja terdekat Park Cooperation. Setelah ayah Jongin sakit jantung, perusahaan mereka bangkrut dan kemudian ayahku membeli perusahaan ayah Jongin. Sudah jadi kewajibanku untuk menolongnya. Karena dulu ayahku dan ayah Jongin kerabat kerja yang sangat akrab." Chanyeol menambahkan.

Kyungsoo tanpa berkedip tidak memalingkan pandangannya pada Jongin yang hampir menangis. Matanya sudah merah karena mengingat kedua orang tuanya. Ia tidak mengira bahwa Jongin bernasib lebih malang darinya. Kyungsoo tidak sadar bahwa Chanyeol daritadi memperhatikannya. Namun ia tidak peduli, dia sedih mendengar cerita Jongin dan entah mengapa dia ingin sekali memeluk dan menenangkan pria bermarga Kim itu.

Dari posisi duduk, Kyungsoo kembali lagi ke posisi keyboard. Pelan tapi pasti, alunan nada terdengar dari jari-jemarinya yang bertaut dengan tuts keyboard. Ia mengambil nafas dalam-dalam dan mulai menyanyikan lagu ciptaannya sendiri yang berjudul Crying Out.

Jongin dan Chanyeol mendengarkan dengan seksama. Perasaan Kyungsoo mengalir dalam alunan nada. Keduanya yang memang sama-sama jurusan musik langsung tahu apa yang Kyungsoo rasakan ketika ia menyanyikan lagu itu. Hingga tanpa sadar, sesuai dugaan Jongin sendiri, dia menangis karena Kyungsoo menyanyikan lagu ballad, tapi dia tidak mengira bahwa lagunya akan sesedih ini.

Air mata berlomba-lomba keluar dari pelupuk mata Jongin. Chanyeol pun terharu, namun ia menahan diri sekuat tenaga agar tidak menangis. Setelah Kyungsoo selesai menyanyikan lagunya, air matanya menetes satu aliran. Orang yang pertama ia lihat adalah Jongin yang wajahnya sudah memerah dengan air mata yang keluar banyak.

Dengan sigap, Kyungsoo mendekat ke arah Jongin dan mengusap wajah Jongin dengan tisu yang ada di saku celananya. Ia tidak mau melihat Jongin menangis dan perasaan itu datang begitu saja, membuatnya refleks menghapus air mata Jongin. Dia tidak ingin Jongin bersedih. Ia ingin Jongin bahagia.

Chanyeol yang melihat hal tersebut langsung mengusap matanya agar air matanya tidak jatuh. Ia tersenyum getir melihat pemandangan di depan matanya. Hatinya iri melihat Kyungsoo seolah tidak mempedulikannya. Ia rasa, ia cemburu pada Jongin.

"Lagu tadi—"

Ting ting ting ting ting ting ting ting

Belum selesai Chanyeol bicara, hapenya berbunyi pertanda chat masuk dari Baekhyun meminta dijemput. "Aku pamit jemput Baekhyun dulu ya." Dengan segera, Chanyeol pergi meninggalkan dua temannya berduaan di dalam ruang rekaman.

Tidak ada satupun diantara Kyungsoo dan Jongin yang menyadari bahwa Chanyeol sudah keluar dan pergi dari studio. Keduanya masih saling memandang dan larut dalam perasaan masing-masing. Kyungsoo yang tak ingin Jongin bersedih, dan Jongin yang tak ingin Kyungsoo teringat kenangan tentang kedua orang tuanya.

Ketika Jongin sudah tenang, dia malu pada Kyungsoo. "Maaf kau harus melihatku begini. Aku memang lemah kalau sama lagu ballad." Jongin tersenyum teduh.

Kyungsoo membalasnya dengan senyuman khawatir. Ia sadar bahwa sekarang hanya tinggal dia berdua bersama Jongin saja di dalam studio. Jongin yang menoleh pada jam dindingpun seketika berteriak. "Aduh, sudah jam segini. Aku ada jam kuliah," ucapnya sambil menepuk pahanya.

"Kau mau disini atau aku antar pulang sekalian?" tanya Jongin mencoba ceria. Namun dengan jelas Kyungsoo bisa melihat Jongin berusaha untuk terlihat tegar.

"Aku bisa pulang sendiri, kau langsung kuliah saja," tolak Kyungsoo lembut.

"Tidak, kau mau pulang naik apa? Kau ini tidak ada kendaraan." Jongin memaksa. "Sekalian biar aku tau rumahmu," paksanya lagi.

Kyungsoo ragu. Ia tidak mau merepotkan Jongin, kebetulan juga dia sedang tidak ada kuliah. Maka dia memilih untuk pulang dulu dan nanti malam kembali lagi untuk latihan bass sesuai permintaan Chanyeol.

"Ya sudah, ayo." Kyungsoo setuju.

Setelah menunggu Jongin mandi bebek, mereka berdua masuk ke dalam mobil audi a4 warna hitamnya. Dia dapat mobil itu hadiah ulang tahun dari ayah Chanyeol kemarin. Jadi mobilnya masih baru.

"Chanyeol keren kan? Dia dan ayahnya memberikan mobil ini sebagai hadiah ulang tahunku kemarin." Jongin bercerita selama perjalanan menuju tempat Kyungsoo.

"Kalian dekat ternyata." Kyungsoo berkomentar. "Padahal kemarin Chanyeol bilang kau ini teman SMP Sehun. Aku pikir kalian tidak sedekat itu, ternyata dekat banget."

Jongin mengangguk. "Ya, bisa dibilang dekat bisa dibilang tidak, karena kita waktu kecil tidak pernah berinteraksi sama sekali walaupun sering berpapasan dan bertemu di beberapa kesempatan. Tapi kuakui, keluarga Chanyeol itu baik hati. Terutama Chanyeol, dia tidak pandang bulu berteman dengan siapa saja, malah yang ada beberapa kali dia dimanfaatkan oleh teman-temannya saat SMA. Kata Sehun sih."

Kyungsoo mengangguk. Informasi lain tentang Chanyeol yang dia belum tau.

"Chanyeol itu pewaris utama Park Cooperation. Jadi maklum kalau dia sudah kaya dari lahir. Tidak perlu berjuang keras untuk mendapatkan apa yang dia mau kecuali berjuang mendapatkan Baekhyun. Kuakui, dia butuh usaha ekstra untuk mendapatkan si centil itu. Setelah mendapatkan Baekhyun, tak tanggung-tanggung segalanya Chanyeol berikan padanya. Dia saja mendapatkan mobil dan apartemen mewah dari Chanyeol. Tapi, aku bersyukur Chanyeol bisa mendapatkan Baekhyun. Karena sebenarnya Baekhyun terlalu baik untuk Chanyeol." Jongin bercerita lagi.

"Kenapa memangnya?"

"Baekhyun itu anak orang kaya. Ayahnya senat di Seoul, ibunya seorang desainer. Dia sering diselingkuhi oleh Chanyeol dulu. Bolak balik masuk rumah sakit karena saking kepikirannya dengan Chanyeol yang brengsek. Daya tahan tubuh Baekhyun itu lemah sekali. Luarnya saja terlihat kuat, tapi dia orang yang mudah sakit hati." Jongin teringat wajah Baekhyun ketika menceritakan tentang hubungannya dengan Chanyeol dulu.

"Jadi, Chanyeol bukan tipe orang yang setia ya?"

"Bukannya tidak setia. Siapa sih yang tahan dengan godaan uke-uke ganjen di luar sana walaupun dia sudah punya Baekhyun?"

Kyungsoo tersenyum. Ia membenarkan bahwa kadang manusia memang tak tahan godaan. Baekhyun yang secantik dan selembut itu saja pernah diselingkuhi. Apalagi dirinya.

"Kalau kau sendiri bagaimana dengan kekasihmu?" tanya Jongin memanfaatkan kesempatan.

"Aku tidak punya kekasih." Kyungsoo merasa tersentak karena tiba-tiba Jongin menanyakan hal yang sangat pribadi kepadanya.

"Masa sih?" Diam-diam Jongin bahagia dalam hati.

"Aku belum pernah berpacaran seumur hidupku."

Jongin tersenyum semakin lebar. "Bagus dong, masih polos," komentarnya.

"Ya..seperti itulah," jawab Kyungsoo grogi. Entah kenapa ia malu kalau yang menggodanya adalah Jongin. Tapi ketika Jongin menggodanya, ia ingin lebih.

"Sudah sampai." Kyungsoo menyuruh Jongin untuk berhenti secara tiba-tiba. Dengan sigap, jongin memasukkan mobilnya ke basement apartemen Kyungsoo. Keduanya pun naik lift menuju lantai 18 ke kamar Kyungsoo.

Jongin dan Kyungsoo berjalan beriringan tanpa banyak bicara. Jongin asyik memperhatikan dan menghafal tempat Kyungsoo. Sedangkan si pria yang lebih kecil, mencari topik untuk menahan Jongin agar tinggal sebentar di apartemennya supaya dia bisa membuatkan makanan dan minuman sebagai tanda terima kasih.

"Kyungsoo."

Dua orang tersebut berhenti seketika ketika suara seseorang memanggil nama Kyungsoo. Seorang pria paruh baya berpakaian rapi dan memakai jas, berdiri di depan pintu apartemen Kyungsoo.

"Appa.."

X

O

X

O

Mohon review ya sodara-sodara, tinggalkan jejak biar semangat lanjut ni epep kuy thanks :(

Kadang kalo ngga da yang ngereview bawaannya males aja nulis :( ngerasa kalau ngga ada yg baca ni cerita. I'm so sad :')