The Reason: A Chanbaek x Chansoo Story

Bagian 6

*

Jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi, tidak terasa karena Chanyeol dan Kyungsoo fokus pada latihan bass harian Kyungsoo. Baekhyun yang sedari tadi menyaksikan dan membantu dengan menyanyikan beberapa lagu yang bernada mudah untuk Kyungsoo ikuti dengan permainan bass, sudah tertidur lelap bersandar di bahu Chanyeol.

Kyungsoo juga sudah mulai mengantuk. Beberapa kali matanya mengerjap mencoba menjernihkan pandangannya yang sudah sedikit kabur.

"Kurasa latihan kita hari ini cukup sampai disini." Chanyeol meletakkan bass guitarnya diikuti oleh Kyungsoo. Kemudian pria yang lebih kecil dari Chanyeol itupun dengan telaten membersihkan beberapa bungkus snack dan makanan yang bercecer di meja dan lantai lalu kemudian mengembalikan dua bass guitar yang mereka pakai tadi ke dalam ruang rekaman.

Chanyeol yang melihat betapa rajinnya Kyungsoo hanya bisa tersenyum. Melihat Kyungsoo mondar mandir dari satu ruangan ke ruangan lain beberapa kali membuatnya tersenyum sendiri. Ia bahkan tidak berani bergerak sedikitpun dari posisi duduknya karena takut membangunkan Baekhyun.

"Terima kasih untuk hari ini Chanyeol." Kyungsoo membungkuk sopan dan mengucapkan terima kasih pada sang leader EXOTIC tersebut. Chanyeol yang menerima perlakuan Kyungsoo hanya tersenyum dan mengacungkan jempolnya. Ia tahu Kyungsoo orang yang sopan, dia sendiri merasa tidak enak diperlakukan seformal itu oleh anggota baru bandnya sendiri, namun apa boleh buat, dia terima saja.

Chanyeol ingin membangunkan Baekhyun karena latihan sudah selesai. Ia usap pipi kekasihnya pelan dan lembut. "Sayang, kau mau tidur disini atau di apartemen kita?" tanya Chanyeol dengan suara yang sangat sangat lembut agar Baekhyun tidak terlalu kaget dengan suaranya.

"Ngggh.." Baekhyun menggeliat dan terbangun dari tidurnya. Ia meregangkan otot-otot tubuhnya sampai akhirnya melihat ke arah jam dinding dan menyadari bahwa hari sudah berganti.

Ia melihat Chanyeol dan Kyungsoo yang sedang memandanginya dan dua-duanya tersenyum karena melihat Baekhyun. Chanyeol dengan senyum mesumnya dan Kyungsoo dengan senyum tidak enaknya karena harus membuat Baekhyun menunggui dirinya dan kekasihnya latihan.

"Sayang, mau pulang ke apartemen atau tidur disini saja?" Chanyeol bertanya sekali lagi. "Kyungsoo mau aku antar pulang," lanjutnya.

Kyungsoo yang mendengar hal tersebut langsung menyela perkataan Chanyeol. "Ti..tidak usah Chan, aku bisa pulang sendiri," tolaknya.

Baekhyun yang masih mengantuk langsung menjawab, "Kau bercanda? Ini sudah jam segini. Kau mau pulang naik apa Kyung?" cemasnya. Diikuti dengan anggukan Chanyeol.

Kyungsoo tidak bisa menjawab, tidak mungkin ia tidur di studio setiap hari, selain ia tidak mau mengganggu chanbaek, dia juga merasa agak tidak nyaman jika harus mendengar suara keduanya sedang melakukan hal-hal 18 tahun ke atas.

"Kita antar dia saja, aku ingin tidur di apartemen mewah kita." Baekhyun berdiri dari duduknya dan masuk ke dalam kamar untuk mengganti bajunya dengan baju yang lebih hangat. Sedangkan Chanyeol hanya menyambar jaket yang ia gantungkan di tempat gantungan mantel di depan pintu masuk.

Baekhyun pun keluar dengan pakaian yang lebih hangat. "Maaf merepotkan, Chan, Baek." Kyungsoo merasa tidak enak.

"Tidak papa, kita kan teman satu band, satu kampus, satu fakultas." Baekhyun tersenyum manis.

Ketiganya pun pergi menaiki mobil range rover 3.0 autobiography milik Chanyeol. Di dalam mobil Chanyeol, Kyungsoo yakin bisa tidur di dalam dengan nyaman karena tempat duduknya sangat empuk dan bau interior mobilnya harum. Ia duduk di seat tengah sedangkan Baekhyun berada di seat kemudi dengan Chanyeol yang duduk di sampingnya.

Tadi Kyungsoo sempat mendengar keduanya beradu mulut tentang siapa yang menyetir. Baekhyun bersikeras ingin di kursi kemudi karena dia sudah tidur, sedangkan Chanyeol belum tidur. Tentu saja Chanyeol tidak setuju jika kekasihnya menggantikannya menyetir.

Hal itu membuat Baekhyun marah karena tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Chanyeol. Ia tidak ingin Chanyeol terlalu lelah. Akhirnya Chanyeol mengalah daripada masalah semakin besar.

Setelah mengemudi selama kurang lebih 20 menit, sampailah ketiganya di apartemen Kyungsoo. Benar dugaan Baekhyun karena Chanyeol sudah terlelap di sampingnya, sedangkan Kyungsoo sudah sangat mengantuk tapi ia menahan kantuknya agar tidak tertidur dan bisa memberikan arahan untuk Baekhyun.

"Apartemenmu lumayan juga Kyung," komentar Baekhyun yang melihat apartemen yang ditinggali Kyungsoo termasuk apartemen untuk kalangan menengah ke atas walau tidak semewah miliknya dan Chanyeol.

"I, iya baek. Walau begitu, harga sewanya tidak terlalu mahal kok. Dan aku menyukai lingkungannya," bohong Kyungsoo. Padahal dia tinggal disitu karena ingin menghindari appanya dan dia sama sekali tidak mengenal tetangga samping kanan kirinya.

"Mau ku antar sampai ke dalam?" Baekhyun menawarkan diri.

"Tidak usah. Aku tidak ingin merepotkanmu." Kyungsoo menolak halus dan segere membuka pintu mobil untuk keluar.

"Yakin?" Baekhyun menurunkan kaca mobil agar bisa melihat Kyungsoo untuk berpamitan.

"Yakin. Terima kasih Baek." Kyungsoo membungkuk sopan.

"Kau ini, tak usah sopan-sopan begitu. Aku pulang ya! Sampai ketemu besok!" Dan dengan itu, Baekhyun menutup kembali kaca mobilnya, meninggalkan Kyungsoo yang masih melambai mengiringi kepergian mereka. Ia melajukan mobil Chanyeol menuju ke apartemen mewah mereka di distrik Gangnam.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Hari dance competition yang diselenggarakan di Universitas Nasional Seoul, kampus Baekhyun, Chanyeol dan Kyungsoo pun telah tiba. Peserta-peserta mulai berdatangan sejak sore untuk persiapan. Salah satunya Jongin yang mewakili kampusnya, Universitas Kyunghee. Sedangkan dari universitas Nasional Seoul sendiri, ada Luhan, teman satu jurusan dan satu kelas Kyungsoo.

Karena ada dance competition, latihan bass harian Kyungsoo diliburkan satu hari untuk melihat penampilan Jongin. Kyungsoo dan Luhan sedang bersantai di taman, menghindari kebisingan dan kesesakan euforia acara dance competition. Karena acaranya dilaksanakan secara outdoor agar media mudah meliput.

"Hmm, kalau lawannya Kai, sudah dipastikan aku akan kalah," keluh Luhan. Sebenarnya Luhan ini adalah mahasiswa dua tingkat lebih tua dibandingkan dengan Kyungsoo, Chanyeol dan Baekhyun. Namun dirinya mengambil cuti dua tahun untuk mengembangkan karir sebagai model dan dancer bolak balik China-Korea.

Luhan sendiri ditunjuk untuk mewakili kampus mereka karena karirnya yang sudah cemerlang di dunia entertainment. Semester ini pun, Luhan jarang pergi ke kampus kalau bukan acara penting dan sering bolos kuliah.

Tentang kenapa dia bisa berteman dengan Kyungsoo adalah karena Luhan belum bisa lancar bahasa Korea pada saat itu, dan kebetulan Kyungsoo fasih dalam berbahasa China karena ibunya berasal dari Beijing.

Dari situlah, Kyungsoo dan Luhan bisa menjadi akrab. Luhan sendiri termasuk orang yang pemilih dalam berteman, ia hanya mempunyai sedikit teman akrab di kampus dan Kyungsoo berada di peringkat pertama.

"Kai siapa?" tanya Kyungsoo penasaran.

"Kim Jongin dari Universitas Kyunghee. Kau tidak tau dia? Bukannya kalian satu band? Kau ini bagaimana sih?" Luhan heran dan bingung karena yang dimaksudnya dengan Kai adalah Jongin. Dan Kyungsoo benar-benar tidak mengetahui hal itu.

"Jongin? Kai?" Seketika Kyungsoo melamun. Ia tidak tahu kalau nama panggung Jongin adalah Kai. Ia malu sendiri karena tidak mengetahui informasi umum seperti itu.

Ia membayangkan Jongin menari sebagai Kai dan malah jadi melamun jauh. Bertanya-tanya apakah Jongin akan tetap menjadi Jongin yang sama dengan Jongin yang bermain drum? Jongin yang kekanakan dan sedikit menyebalkan ataukah akan menjadi orang yang berbeda.

Saking sibuknya melamunkan Jongin, Kyungsoo tidak tahu kalau Luhan daritadi memanggilnya. Alhasil, pria yang lebih tua darinya dua tahun itu, menggeplak kepala Kyungsoo agar kembali ke dunia nyata.

"Kau ini! Kau melamunkan Kai ya? Atau jangan-jangan kalian pacaran?" pekik Luhan curiga.

Kyungsoo mendorong Luhan yang tiba-tiba memukul kepalanya, hingga pria cantik asal Beijing itu terjatuh dari kursi taman. "Iya, aku mengenal Jongin atau Kai. Dan kami tidak berpacaran," kesal Kyungsoo.

"Kyungsoo!" Luhan geram karena dengan sekali dorong dari Kyungsoo, ia terjatuh.

"Luhan hyung!" Seseorang mengagetkan mereka dari belakang. "Kau siap kan?" tanya orang tersebut yang ternyata adalah Baekhyun. "Eh Kyungsoo, hai!" Baekhyun melambai ke arah Kyungsoo sambil tersenyum lebar.

"Baek? Kau sedang apa disini?" tanya Kyungsoo polos. Ia benar-benar tidak tahu sama sekali tentang dance competition tahun ini.

"Sedang apa? Tentu saja menjemput Luhan hyung. Sebentar lagi acara dimulai. Kita berdua harus bersiap-siap," jelas Baekhyun panjang lebar. "Kau sendiri, sedang apa disini?" tanya Baekhyun balik.

"Dia menemaniku, dia kan sahabatku di Korea Baek." Luhan menjawab. Ia dan Baekhyun memang tidak akrab, namun paling tidak, mereka sering bertemu di berbagai kesempatan dan acara seperti fashion show.

"Benarkah?" Baekhyun girang. "Aku tidak menyangka," lanjutnya. Karena selama ini, ia sulit mendekati Luhan agar mau diajak kerja sama bersama EXOTIC namun Kyungsoo yang polos dan pendiam malah berhasil menjadi sahabatnya.

"Kau peserta Baek?" tanya Kyungsoo yang masih bingung.

"Kau tidak tau ya? Dance competition kan kompetisi dance dan lagu. Tentu saja ada penyanyi yang mengiringi dance peserta. Jadi pesertanya ada dua. Yang satu dancer dan yang satunya penyanyi. Disini, Baekhyun dan aku akan bekerja sama." Luhan menerangkan panjang lebar.

"Dasar kau ini Kyung, tidak pernah memperhatikan. Kemarin salah nama antara Jongin dan Sehun. Sekarang ini," goda Baekhyun.

"Baek.." Kyungsoo merasa malu.

Luhan tidak begitu tertarik dengan topik Baekhyun akhirnya keduanya pun pergi meninggalkan Kyungsoo untuk menuju ke arena dan bersiap sebagai peserta pertama.

Kyungsoo ingin melihat dance competitionnya terutama penampilan Jongin, tetapi harus ada co-card untuk masuk. Karena untuk memasuki venue walaupun menjadi penonton harus mempunyai tiket.

Kyungsoo tidak punya cukup uang untuk membeli tiket. Tidak sembarang orang bisa masuk, dan Luhan lupa memberikan co-card untuknya. "Luhan hyung, sampai kapan kau akan lupa padaku," keluhnya yang kemudian mengalah pergi ke toilet daripada masuk ke arena penonton.

"AAARRGGHH! BRENGSEK!!"

Kyungsoo yang sedang ada di dalam kloset mendengar suara orang marah-marah di luar. Setelah selesai dengan urusannya, ia keluar untuk menengok siapa orang yang berteriak tadi. Ia merasa kenal dengan suara tersebut namun tidak yakin.

"Jongin?" panggilnya ketika keluar dari kloset dan mendapati Jongin sedang menendang-nendang tempat sampah di dekat wastafel. Jongin yang kelihatan sangat kesal dengan muka merah dan soft lens warna abu-abu yang dipakainya, langsung menghambur ke pelukan Kyungsoo namun kedua kakinya masih berlari di tempat karena gugup.

"KYUNGSOO!" Jongin melampiaskan kekesalan dan kekhawatirannya.

"Temanku Taemin tidak bisa datang untuk mengiringiku di dance competition. Aku kesini bersama orang-orang idiot yang tidak bisa bernyanyi! Walaupun ada Chanyeol dan Sehun juga tapi tetap saja mereka tidak bisa menggantikan temanku!" Jongin memeluk Kyungsoo makin erat dan gemas. Hal itu ia lakukan begitu saja tanpa berpikir, tanpa mengetahui bahwa Kyungsoo sudah hampir pingsan karena kaget Jongin memeluknya.

"A—aku bisa membantumu Jongin." Kyungsoo mencoba membalas pelukan Jongin padanya, dengan gugup dan tentu saja berkeringat. Namun belum sampai kedua tangan kecilnya memeluk tubuh indah Jongin, pria yang lebih besar darinya itu, sudah melepaskan pelukannya.

"Benarkah?" tanya Jongin senang.

Kyungsoo mengangguk ragu.

"Terima kasih! Untung ada kau. Karena EXOTIC belum mendebutkanmu, jadi orang-orang tidak akan mengenalimu. Walaupun kau mahasiswa kampus ini, orang-orang tidak akan ada yang tahu. Mereka akan mengira kau ini Taemin." Jongin kembali memeluk Kyungsoo sekilas menyalurkan rasa bahagianya.

Dengan itu, keduanya menuju ke area dance competition. Jongin menggenggam tangan Kyungsoo dan menariknya untuk ikut bersamanya. "Lagu apa yang harus kunyanyikan untukmu?" Kyungsoo bertanya sambil berlari karena diseret Jongin.

"Terserah, apa saja boleh. Kalau juri bilang genre rock, nyanyikan saja rock. Aku tidak masalah. Aku bisa menari pada apapun yang kau nyanyikan." Dan ucapan Jongin sukses menghentak jantung Kyungsoo. Yang tadinya berdebar-debar, ia jadi merasa semakin sesak dan malu.

"Maaf, yang tidak memakai gelang atau co-card tidak boleh masuk." Saat sampai di area, satpam sudah menghadang Jongin karena Kyungsoo tidak bisa masuk.

"Dia ini peserta juga. Kenapa tidak bisa masuk?" Jongin protes.

"Mohon tunjukkan co-card anda."

Jongin menunjukkan co-cardnya dengan bodohnya. Ia tidak tahu bahwa yang disuruh adalah Kyungsoo. "Bukan anda, tapi anda." Satpam menunjuk ke arah Kyungsoo.

"Ketinggalan di dalam sana. Kita baru saja akan mengambilnya." Jongin tidak menyerah.

"Maaf, dia tidak bisa masuk." Satpam tetap bersikeras menegakkan ketertiban.

Jongin mendecak kesal. Ia bingung karena acara hampir dimulai. Ia tidak mungkin meninggalkan Kyungsoo sendiri, sama saja bunuh diri. Sedangkan Kyungsoo merasa tidak enak karena tidak bisa berbuat apapun.

"Ah, aku hubungi Chanyeol saja." Jongin dengan cepat mengambil hapenya untuk menelfon Chanyeol.

"Halo, Chan? Gawat. Gawat."

"Kenapa? Ada apa?"

"Kyungsoo tidak bisa masuk. Bisa kau mintakan co-card untuknya?"

Chanyeol yang mendengar bahwa Jongin sedang bersama Kyungsoo langsung merasa kesal. Bagaimana bisa Jongin datang bersama Kyungsoo. Padahal Jongin dan Kyungsoo berasal dari universitas yang berbeda.

"Apa? Kyungsoo? Bagaimana bisa—"

"Sudah, ambilkan saja, tolong."

Tanpa bertanya lagi, Chanyeol segera memintakan co-card pada panitia. Walaupun dia bukan penyelenggara ataupun panitia, tapi marga Park yang melekat di dirinya membuatnya bebas mendapatkan apapun yang ia minta.

Hanya dengan meminta ke salah satu panitia, Chanyeol sudah mendapatkan satu co-card untuk Kyungsoo. Ia dan Sehun pun segera menuju ke tempat Jongin dan Kyungsoo.

"Ini, co-cardnya." Chanyeol keluar dan satpam langsung memberikan jalan untuknya. Bahkan kenyataannya, Chanyeol sendiri saja kehilangan co-cardnya di tengah kerumunan.

"Terima kasih Chanyeol." Kyungsoo mengucapkan terima kasih.

"Bagaimana bisa kau ada—"

Chanyeol belum selesai bicara pada Kyungsoo, tapi Jongin yang dari tadi menggandengnya, langsung mengajaknya masuk tanpa mengucapkan terima kasih pada Chanyeol. "Ayo, kita harus segera masuk."

"Wow, makin dekat aja mereka," komentar Sehun santai. Ia tahu Chanyeol badmood tapi ia memang sengaja membuatnya tambah badmood.

"Diam." Chanyeol berbalik dan akan masuk lagi ke area.

"Maaf, co-cardnya." Satpam lagi-lagi menghalangi. Chanyeol meraba dadanya mencari co-cardnya sendiri namun ia baru sadar bahwa co-cardnya hilang.

"Aku Park Chanyeol. Putra tunggal dari Park Sung-jin, CEO Park Cooperation. Biarkan aku masuk," desis Chanyeol kesal. Dan tanpa basa basi lagi, satpam tadi langsung memberikan akses untuk Chanyeol. Ia bahkan mendapatkan co-card lagi dari sang satpam.

"Sadis.." Sehun terkekeh dan berjalan mengikuti Chanyeol sambil menunjukkan co-cardnya pada satpam.

Pembukaan dance competition sudah selesai ketika Chanyeol dan Sehun kembali ke tempat duduk mereka. Ia mencari Kyungsoo dan Jongin namun akses masuk ke tenda para peserta sudah ditutup rapat. Ia bahkan tidak sempat menemui Baekhyun dan menyemangatinya.

"Peserta pertama adalah Lu Han dan Byun Baekhyun dari kampus tuan rumah!" terdengar MC berteriak.

Terlihat Baekhyun yang imut dengan rambut pirangnya memakai sweater berwarna biru dengan kerah putih dan celana ketat hitam diikuti sepatu Adidas Pure Boostnya yang berwarna abu-abu.

Sedangkan Luhan dengan rambut brunettenya memakai celana warna krem dan jaket hitam putih Supreme limited edition berukuran XL yang kelihatan longgar di badannya, tak lupa sepatu Nike Air Jordan warna hitam putih yang dipakainya.

Keduanya kini berada di tengah area dan siap membawakan penampilan mereka. Riuh penonton bergemuruh, diantaranya ada teriakan Chanyeol. "I LOVE YOU BAEKHYUN!!!"

"SEMANGAT CINTAKU! LU HAN HYUNG!!"

Chanyeol kaget dan heran karena teriakan Sehun barusan. "Sejak kapan kau berpacaran dengan Luhan hyung?" Ia mendorong Sehun ke samping.

"Suka suka dong!" Sehun cuek karena kenyataannya Luhan tidak memiliki ketertarikan padanya sedikitpun.

"Dasar anak ayam. Mana mau Luhan hyung pacaran denganmu!" ejek Chanyeol.

"Brisik ah." Sehun masa bodoh.

Luhan dan Baekhyun mendapatkan undian lagu yang bergenre Synth-Pop, dan Baekhyun pun akan menyanyikan lagu EXOTIC – Lotto. Beberapa orang berteriak mengagumi Baekhyun, memuji suara dan kecantikannya saat bernyanyi, kebanyakan seme-seme yang naksir padanya.

Luhan dengan luwes bisa menari mengiringi lagu Lotto. Bagian interlude berhasil membuat orang-orang berteriak karena Luhan membawakannya dengan sangat sexy. Beberapa kali ia menebar kiss dan wink ke penonton yang terus-menerus berteriak karena dance nya.

"Aaaaa, Luhanku! I love you!" Termasuk Sehun yang memang fanboy berat Luhan sejak dulu.

Chanyeol yang melihat dance dari Luhan mengakui bahwa pria kecil itu bertalenta dan punya aura cantik yang menguar membuat orang-orang cepat menyukainya. Dipadu dengan suara indah Baekhyun, kolaborasi yang sempurnya yang bisa membuatnya memberikan standing applause.

Setelah selesai membawakan penampilan mereka, peserta-peserta lain pun mendapatkan giliran satu-persatu. Bangku penonton tetap penuh karena menunggu penampilan dari Kai. Baekhyun dan Luhan memilih untuk beristirahat di tenda peserta dan mengobrol, membuat Chanyeol dan Sehun lagi-lagi tidak bisa menemui mereka.

Sudah dari dulu Sehun ingin sekali bertemu dengan Luhan secara langsung dan mengobrol. Namun kesempatannya selalu hilang entah karena Luhan yang selalu menolak atau dewi fortuna yang tak memihak padanya.

Dan tibalah pada peserta terakhir, Baekhyun dan Luhan mencari tempat nyaman untuk menonton, sedangkan Chanyeol dan Sehun tetap berada di tempat duduk mereka dari awal sampai akhir.

"Peserta terakhir adalah Kai dan Taemin dari Universitas Kyunghee!" Terdengar MC membacakan penampilan selanjutnya. Tepuk tangan penonton termasuk Chanyeol dan Sehun serta Luhan dan Baekhyun pun semakin keras. Beberapa siulan dan teriakan sukacita terdengar antusias menyambut penampilan terakhir.

Kai dan Taemin (Kyungsoo) berjalan masuk ke dalam arena. Kai dengan setelan kemeja warna hitam, dan celana panjang ketat warna hitam memakai sepatu New Balance Men 574 Classic warna abu-abu. Rambut brunette acak-acakannya, menambah image sexy dan hot yang sejak dulu melekat padanya.

Sedangkan Taemin (Kyungsoo) karena dia tidak tau jika ia harus mendadak menjadi peserta, Kyungsoo tampil apa adanya. Ia memakai jaket kulit warna hitam yang tadinya dipakai oleh Jongin, dengan kaos berwarna putih sebagai innernya. Tak lupa celana jeans kusam berwarna biru muda yang ketat dan sobek di bagian kedua lutut serta sepatu converse hitam putih yang biasa ia pakai untuk kuliah.

Namun yang terpenting, Kyungsoo memakai topeng untuk menutupi mata dan hidungnya, agar semua orang tetap berfikir bahwa dia adalah Taemin.

Sebelum masuk ke arena, kedua peserta sudah diberi tahu bahwa lagu yang harus dibawakan adalah ballad, sengaja dipilihkan yang paling sulit karena pesertanya adalah Kai. Musik pun mulai mengalun. Nada minor piano yang mulai terdengar langsung membuat Chanyeol tercekat kaget.

"Ini.." Chanyeol seketika berdiri dari tempat duduknya, membuat Sehun di sampingnya kaget karena Chanyeol terlihat sangat terkejut.

"Hyung? Kenapa?" tanya Sehun memastikan. Chanyeol tetap diam, matanya memicing memperhatikan sosok yang bernyanyi di dalam area.

Sosok Taemin palsu yang sangat sangat dikenalinya adalah Kyungsoo. Memakai topeng mata, memainkan keyboard sendiri dan bernyanyi mengiringi dance Kai.

"Kyungsoo.." lirih Chanyeol namun masih bisa didengar oleh Sehun.

Sehun yang mendengar itupun langsung berdiri, mencoba memastikan apa yang dilihat Chanyeol. "Kyungsoo hyung?" ucapnya kaget melihat seseorang yang berdiri di belakang Jongin untuk memastikan. "Iya, benar, itu Kyungsoo hyung."

Kyungsoo ambil suara, menyanyikan bait pertama. Kai mulai menari mengiringi lagu yang dibawakan Kyungsoo.

"Kyungsoo?!" Baekhyun dan Luhan yang berada lebih jauh dari Kyungsoo daripada Chanyeol dan Sehun pun sama terkejutnya. Setelah suara Kyungsoo mengalun, barulah mereka berdua menyadari bahwa Taemin adalah Kyungsoo.

Kyungsoo menyanyi dengan sangat menghayati. Para penonton terlarut dalam alunan lagu. Banyak yang bertanya dan penasaran dengan lagu yang sedang dibawakan. Apalagi Kai menari dengan penuh perasaan. Tarian balet yang dipadu dengan contemporary dance.

Saat bagian verse 1 dan 2 lalu chorus 1 dan 2, banyak penonton yang sudah terlarut dan menahan rasa ingin menangis. Dan akhirnya saat lagu memasuki bridge, banyak penonton meledakkan tangis mereka.

Baekhyun yang baru mendengarkan lagu ini untuk pertama kalinya pun tak bisa membendung air matanya. Luhan yang air matanya hampir keluar, ia usap agar tidak sampai mengalir membasahi pipinya.

Chanyeol, walaupun mendengar lagu ini untuk kedua kalinya, ia masih bisa merasakan emosi Kyungsoo, sama seperti yang dirasakan Baekhyun.

Sehun yang baru pertama kali mendengarnya langsung menghapus air matanya yang sudah menetes sealiran.

Sedangkan Kai, ia menari bebas dengan air mata yang pelan-pelan turun dari pelupuk matanya. Saat bagian interlude menuju ending, ia mempercepat gerakannya, berputar selama 30 detik tanpa berhenti.

Hingga saat lagu benar-benar selesai. Kai memamungkasi tariannya dengan berlutut menengadah ke atas dengan tangan terlentang dan air mata bercucuran yang membasahi pipinya.

Kyungsoo merasa lega, ia bisa berbagi pada orang lain, bahkan banyak orang, cerita tentang hidupnya. Ia bersyukur, Kai membuatnya menyanyikan lagunya untuk pertama kali di kampusnya. Dirinya yang sedari tadi sudah menangis, meledakkan air mata bahagia.

Tepuk tangan riuh dan tangisan para penonton terdengar ke seluruh penjuru kampus. Semuanya memberikan standing applause bahkan Baekhyun tak berhenti bertepuk tangan bersama Luhan sambil terus menghapus air matanya.

Setelah menghapus air matanya, Kai tersenyum dan membungkuk 90 derajat mengucapkan terima kasih pada juri, panitia dan penonton. Saat ia berbalik, Kyungsoo baru saja berdiri tegak dari posisi membungkuk untuk berterima kasih, ia masih menangis bahagia sambil tersenyum berdiri di samping keyboard. Melihat hal itu, Kai pun langsung berlari dan memeluknya erat.

Kebahagiaan Kyungsoo lengkaplah sudah. Ia sangat bersyukur bisa mengenal Kai. Melihat Kai menari, melihat seorang Kai yang benar-benar berbeda dari Jongin pada kehidupan sehari-hari. Ia membalas pelukan Kai, menangis bahagia di dadanya. Kyungsoo bahagia, dia sangat bahagia dan pelukan Kai menyempurnakan kebahagiaannya.

'Aku rasa, aku sudah menyukaimu dari awal kita bertemu," batin Kyungsoo mempererat pelukannya pada Kai.

X

O

X

O