The Reason: A Chanbaek x Chansoo Story
Bagian 7
X
Melihat Kyungsoo dan Jongin berpelukan seolah mereka adalah sepasang kekasih, membuat amarah Chanyeol tersulut. Ia langsung membalikkan badannya pergi dari kerumunan penonton. Sehun yang melihat ekspresi marah dan kesal dari Chanyeol segera mengikutinya.
Dari kejauhan, Baekhyun melihat kekasihnya mencoba keluar dari area penonton. Segera, setelah pamit pada Luhan, ia berlari terburu-buru mengejar Chanyeol.
"Chanyeol hyung!" Sehun mencoba memanggil namun Chanyeol tetap berjalan cepat menuju parkiran mobil. Ia datang bersama Sehun, namun ingin segera pulang dan tak peduli pada nasib Sehun. Ia berfikir disini masih ada Jongin dan Baekhyun yang bisa mengantar anak itu kembali ke rumah.
Chanyeol berjalan semakin cepat sambil mengumpat, "Brengsek! Sialan!"
"CHANYEOL!" Suara lembut Baekhyun yang memekik terdengar oleh Chanyeol dan Sehun.
Segera, pria tertinggi di EXOTIC menghentikan langkahnya, menoleh ke arah kekasihnya yang berlari mendekat ke arahnya, namun belum sampai Baekhyun di depannya, Chanyeol kembali melangkah cepat hingga Baekhyun harus mengejarnya dan menarik pergelangan tangan Chanyeol agar berhenti menjauhinya.
"Lepaskan aku!" Chanyeol menghempaskan tangan Baekhyun yang menggenggamnya begitu saja, membuat si pria kecil tercekat dan hampir meledakkan air matanya.
Tanpa menoleh ke arah Baekhyun ataupun Sehun, Chanyeol segera masuk ke mobilnya dan pergi melaju cepat keluar dari kampusnya.
"Dia kenapa Hun?" tanya Baekhyun sebisa mungkin menahan air matanya.
"Aku tidak tahu. Tadinya dia baik-baik saja. Bahkan masih bisa tertawa saat melihatmu dan Luhan. Dia sempat berteriak berkali-kali menyerukan namamu, tapi.."
"Tapi apa Sehunaa?"
"Tapi setelah Kyungsoo hyung dan Jongin tampil, Chanyeol hyung berubah cemas, dan setelah melihat mereka berpelukan, Chanyeol hyung pergi dari sana."
xxxxxxxxxx
"Kyungsoo! Kau gila?!" Lu Han tiba-tiba saja masuk ke dalam tenda peserta yang berisikan peserta dari Universitas Kyunghee. Benar saja ketika dia datang kesitu, hanya ada Kyungsoo dan Jongin sedang membereskan barang-barang mereka sambil menunggu MC mengumumkan pemenangnya.
"Lu Han hyung?" Kyungsoo kaget karena teman sekelasnya itu masuk secara tiba-tiba dan terlihat sangat marah.
"Kau sadar apa yang telah kau lakukan? Kalau para juri tahu siapa kau sebenarnya, Kai bisa didiskualifikasi." Lu Han menoleh sebentar ke arah Jongin yang sedang meminum air mineralnya.
"Jika aku yang menang pun, aku takkan menerima penghargaannya," jawab Jongin enteng tanpa beban, membuat Kyungsoo dan Lu Han menoleh cepat ke arahnya karena jawaban Jongin.
"Apa maksudmu? Kau ini bukan orang seperti itu kan kalau sudah berurusan dengan masalah dance?" Lu Han mengernyit heran.
Selama ia berkecimpung di dunia entertainment, dan sering beberapa kali bertemu dan bersaing dengan Kai, ia tahu bahwa Kai adalah orang yang ambisius dan selalu berusaha keras untuk menjadi nomer satu.
Jongin tersenyum remeh lalu menghela nafas pendek sebelum akhirnya ia menjelaskan. "Setelah ini, aku akan mengatakan pada juri bahwa aku akan mengundurkan diri dari kompetisi. Aku akan jujur bahwa aku melakukan kecurangan untuk mempromosikan Kyungsoo sebagai anggota baru EXOTIC dan terutama lagunya tadi." Jongin menoleh ke arah Kyungsoo dan tersenyum pada pria kecil yang ternganga tak percaya pada ucapan rekan satu bandnya itu.
"Tunggu, maksudmu? Kau menganggap dance competition ini adalah sebuah candaan atau bagaimana? Dan yang kau fikirkan hanya tentang popularitas bandmu saja? Ha?!" Lu Han terlihat mulai kesal.
Jongin yang menangkap ekspresi Lu Han yang sudah menunjukkan tanda-tanda bahaya langsung mengangkat kedua tangannya mencoba menenangkan pria rusa asal Beijing tersebut.
"Begini, Luhan hyung, aku tau tindakanku ini ceroboh. Aku tau jika Kyungsoo ketahuan maka aku akan membunuh nama baikku sendiri. Tapi mau bagaimana lagi? Taemin tidak mau datang dan aku sangat membutuhkan penyanyi untuk mengiringiku. Ketika aku sudah putus asa dan kebingungan, Kyungsoo muncul begitu saja di depanku. Lalu.." Jongin menoleh ke arah Kyungsoo, memperhatikan ekspresi wajah si pria kecil yang penuh tanda tanya.
"Lalu apa?" Luhan masih mengejar penjelasan Jongin.
"Lalu, aku punya ide untuk sekalian memperkenalkan pada dunia bahwa Kyungsoo mempunyai lagu yang bagus karena dari awal aku sudah diberi tahu bahwa aku harus menarikan lagu ballad. Sama seperti kau kan? Kau sudah diberitahu oleh panitia untuk menarikan lagu synth-pop." Jongin menantang Luhan kali ini. Membuat lawan bicaranya mendehem.
"Hm, lanjutkan."
"Para peserta sama-sama diberi tahu di awal acara, sebelum pembukaan dimulai, harus menarikan lagu apa dan apa. Saat aku memberi tahu Taemin tentang lagu ballad, itu kelemahannya dan dia langsung mundur karena malas. Kalau aku harus berdansa dengan penyanyi bersuara buruk yang tak lain dan tak bukan adalah satu dari teman-temanku di Kyunghee, mau ditaruh dimana mukaku?" tanya Jongin entah pada siapa.
"Dan malaikat penyelamatku muncul. Kyungsoo. Aku tahu dia punya lagu sendiri dan aku ingin semua orang mendengarkannya, karena aku tau Chanyeol tidak akan pernah setuju jika lagu Kyungsoo didebutkan." Jongin mengatakan yang sebenarnya, dan perkataan terakhirnya membuat Kyungsoo terkejut kali ini.
Wajah Kyungsoo yang tadinya penasaran kini berubah sedih. Ia tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut Jongin sendiri. Ia tidak percaya bahwa Chanyeol tidak akan mendebutkan lagu yang sudah berusaha keras ia nyanyikan di depannya dan Jongin.
Jongin yang menangkap ekspresi sedih Kyungsoo, berubah bingung, wajahnya memucat seolah dia menyembunyikan sesuatu. Bukannya menjelaskan pada Kyungsoo tentang apa yang dikatakannya, ia malah mendecak dan memejamkan kedua matanya rapat karena keceplosan.
Luhan pun langsung mengetahui hal itu dari raut muka Jongin. Ia pun menginjak kaki Jongin keras menyuruhnya bicara. "Jelaskan apa maksudmu?"
"Aduh," ringis Jongin kesakitan. Ia kemudian menghela nafas panjang dan mulai menjelaskan. "Sejak tadi pagi aku sudah ada disini dan menghabiskan waktu dengan Chanyeol yang membolos kelasnya sebelum dance competition dimulai. Kami membahas tentang lagu Kyungsoo, atau lebih tepatnya, aku yang memintanya." Jongin menarik nafas lagi. Ia terlihat tidak yakin akan bercerita kepada Luhan.
"Lanjutkan, kau belum selesai." Kyungsoo kini ambil bicara. Ia ingin mendengar semuanya sampai selesai.
"Tapi.." Jongin melirik Luhan.
"Tidak papa, Luhan hyung tidak akan berbuat apa-apa, dia sahabatku, Jongin." Kyungsoo tersenyum menenangkan, tahu apa maksud Jongin.
Luhan hanya tersenyum remeh ketika Jongin kembali menatap wajah lawan bicaranya ini.
"Ya, aku meminta Chanyeol mempertimbangkan lagu Kyungsoo untuk menjadi lagu EXOTIC. Aku ingin dia didebutkan dengan menyanyikan lagunya sendiri dan anggota lainnya akan mengiringi atau paling tidak dengan hanya Chanyeol sebagai keyboardistnya dengan nama EXOTIC. Karena lagu Kyungsoo benar-benar sangat menyentuh hatiku." Jongin tersenyum pada Kyungsoo yang dibalas dengan senyuman Kyungsoo yang tak kalah manis dengan gula.
"Tapi Chanyeol menolak dengan alasan, lagu Kyungsoo tidak cocok dengan suara Baekhyun dan dia langsung menolak untuk mendebutkan lagu itu. Chanyeol bilang, jika harus mendebutkan lagu Kyungsoo, maka Kyungsoo sendiri yang harus menyanyikannya. Tapi, jika Kyungsoo muncul dan debut dengan lagu ini di EXOTIC, resikonya adalah, image EXOTIC yang kemudian akan dipandang orang dengan dua vokalis. Dan kemungkinan yang terburuk adalah, EXOTIC akan punya dua kubu fans dimana satu sisi adalah fans yang membenci suara Baekhyun karena mereka menyukai suara Kyungsoo, dan di sisi lain adalah sebaliknya. Ia ingin menghindari konflik internal dan eksternal band kami, namun aku benar-benar ingin lagu Kyungsoo didengarkan oleh orang banyak dan ini adalah satu-satunya kesempatanku."
Raut wajah Kyungsoo kini terlihat semakin sedih, namun ia sedikit memaklumi tindakan Chanyeol. Ia tahu Chanyeol tidak membenci lagunya ataupun dirinya. Chanyeol hanya ingin yang terbaik untuk kelangsungan EXOTIC dan juga kebahagiaan Baekhyun sebagai vokalis sekaligus kekasihnya.
Ia juga semakin merasa berterima kasih kepada Jongin atas semua tindakan tak diduganya hanya untuk memperkenalkan lagunya kepada orang banyak.
Tanpa sadar, Kyungsoo mulai menangis karena ia semakin bersyukur dan bahagia bisa mengenal Jongin. Ia bersyukur bahwa Jongin bukan orang yang egois dan mau menang sendiri, ia bersyukur bisa melihat Jongin yang berhati lembut dan Jongin sebagai Kai yang ambisius. Ia menyukai segala bentuk sifat Jongin.
"Sudah kuduga, si Park Chanyeol itu benar-benar bukan tipe musisi favoritku. Dia terlalu perhitungan. Makanya, sejak dulu, Baekhyun selalu berusaha membujukku untuk bekerja sama dengan kalian, aku akan menolak. Kau tau sendiri kan teknik vokal dan warna suaraku sama dengan Kyungsoo." Luhan menanggapi, yang hanya dibalas dengan anggukan dari Jongin.
"Terima kasih Jongin." Kyungsoo berusaha keras mengucapkan terima kasih karena menahan tangisnya.
Luhan yang melihat sahabatnya menangis langsung memeluk Kyungsoo begitu saja. "Kyungsoo, kau kenapa?" bukannya menjawab, ia malah terus menangis, bukan menangis sedih, tapi menangis senang dan lega. Lega karena dia dikelilingi oleh orang-orang baik seperti Luhan, Chanyeol dan terutama Jongin, yang rela mengorbankan penghargaan dance nya hanya untuk membuat Kyungsoo bisa menyanyikan lagunya di depan khalayak orang banyak untuk pertama kali.
Jongin yang melihat hal itupun hanya bisa tersenyum dan memandang Kyungsoo dari tempatnya duduk sampai anak itu berhenti menangis di pelukan Luhan.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Setelah dance competition selesai, dan Luhan serta Baekhyun dinyatakan sebagai pemenang karena Kai mengundurkan diri, Luhan menerima penghargaannya sendirian.
Baekhyun sudah pulang duluan bersama Sehun menuju ke apartemen mewahnya dan Chanyeol. Chanyeol sendiri pulang ke studio dan hal itu membuat Baekhyun merasa bahwa kekasihnya sedang tidak bisa diganggu jadi ia memilih untuk menghindar lebih dulu.
Jongin dan Kyungsoo pun pulang setelah tidak menerima apa-apa. Banyak orang yang menanyakan lagu yang ditarikan oleh Jongin tapi Jongin meminta kepada panitia bahwa lagu tersebut adalah lagu indie dan dinyanyikan oleh anonymous.
Kyungsoo memaklumi hal tersebut karena ia merasa bahwa lewat lagunya itu, perasaannya tersampaikan. Ia bisa berbagi dengan orang banyak tentang sebagian dari hidupnya. Dan semua berkat Jongin.
Entah harus berapa kali ia mengucapkan terima kasih pada orang yang saat ini duduk di kursi kemudi dan menyetir menuju studio EXOTIC. Di sisi lain, dia juga cemas dengan reaksi Chanyeol karena ia yakin bahwa Chanyeol juga menonton penampilan Jongin tadi di dance competition. Yang ia harapkan hanyalah, semuanya akan baik-baik saja.
Jongin dan Kyungsoo memasuki studio, tidak ada siapa-siapa, hanya suara batuk Chanyeol yang sepertinya tersedak karena minum, berasal dari arah dapur. Jongin mencoba memanggil-manggil leader band nya tersebut dan tak butuh waktu lama, ia keluar dari dapur dengan hanya memakai kaos tanpa lengan, celana jeans hitam yang tadi dipakainya di kampus, dengan tangannya menggenggam botol beer berukuran sedang.
"Huh, sudah kuduga kalian datang berduaan." Chanyeol mendecih lalu menghempaskan dirinya duduk di sofa.
"Kau marah pada kami?" Jongin mengikuti Chanyeol dan duduk di sampingnya.
"Bukan pada kalian. Tapi padamu." Chanyeol mendorong dada Jongin menggunakan telunjuknya.
"Sadarkah kau? Orang-orang akan bertanya itu lagu siapa? Kalau kau menjawab bahwa itu lagu Kyungsoo sebagai member terbaru band kita, semuanya bisa kacau!" Chanyeol membanting botol beernya hingga pecah dan berserakan di lantai.
Hal tersebut membuat Jongin otomatis menaikkan kedua kakinya ke atas sofa dan duduk bersila menghindari pecahan botol. Setelah itu ia mengacak-acak rambutnya kesal karena saking bingungnya.
Chanyeol sendiri memang tipe orang yang suka berfikir berlebihan, kadang hal kecil seperti telat bayar listrik saja dia akan kepikiran dan bisa membuatnya kewalahan sendiri.
Kyungsoo yang melihat Chanyeol seolah seperti orang frustasi, merasa kaget, ia baru melihat Chanyeol yang seperti itu untuk pertama kalinya. Sosok Chanyeol yang biasanya bijak dan mengayomi anggotanya kini berubah jadi seorang Park Chanyeol yang hanya seperti orang biasa, mudah merasa marah dan putus asa.
Dengan sigap, ia mengambil alat bersih-bersih untuk membereskan pecahan kaca yang berserakan, dan kain pel untuk mengepel lantai yang basah karena beer.
"Kau diam disini saja Kyungsoo!" Chanyeol setengah berteriak, membuat Kyungsoo kembali ke tempat duduknya. "Jangan berkeliaran, kakimu bisa terluka jika menginjak beling-beling ini," lanjut Chanyeol masih dengan nada marah.
"Maka dari itu aku akan membersihkannya Chan—"
"Sudah biarkan saja, aku akan memanggil ART untuk membersihkan tempat ini," ucap Chanyeol sambil menyibakkan rambutnya ke belakang.
"Dengarkan aku dulu.." Jongin masih berusaha menjelaskan. Chanyeol yang tadinya enggan dan menolak untuk mendengarkan perkataan Jongin, akhirnya luluh. Ia diam tanpa perlawanan mendengarkan pernyataan Jongin. Jongin sendiri bercerita sama persis dengan apa yang dia katakan pada Luhan tadi di kampus.
Setelah mendengar cerita Jongin, Chanyeol sedikit lega. Ia menghembuskan nafas kasar lalu menyambar hoodienya yang ia sampirkan di sofa. "Kita ke apartemenku sekarang." Chanyeol berdiri, menghindari pecahan-pecahan beling dan kemudian memakai sepatunya.
Kyungsoo dan Jongin pun hanya menurut. Pria yang berkulit lebih gelap dari Kyungsoo itupun mengganggam tangan Kyungsoo, menuntun agar anak itu melangkah berhati-hati.
Chanyeol menoleh ke belakang saat melihat dua orang itu terlihat mesra. Tanpa berkata apapun lagi, pria tertinggi diantara ketiganya itupun berbalik badan dan menggendong Kyungsoo di punggungnya. "Chan!" Kyungsoo dan Jongin sama-sama berteriak karena kaget.
"Kalian terlalu lama." Dengan itupun, Chanyeol keluar lebih dulu dengan menggendong Kyungsoo di punggungnya yang tidak melakukan perlawanan sama sekali.
Jongin yang mengikuti keduanya hanya bisa mendecak kesal. Ia cemburu.
X
O
X
O
