The Reason: A Chanbaek x Chansoo Story

Bagian 8

X

"Mau apa kesini?" Kedatangan ketiga member EXOTIC dicegat oleh Sehun dengan wajah super datarnya di ambang pintu apartemen Baekhyun dan Chanyeol.

"Ini kan apartemenku? Kau yang sedang apa disini?!" Chanyeol setengah membentak.

"Memangnya siapa yang membuat Baekhyun menangis sampai aku harus ada disini?" Sehun bertanya datar, membuat Chanyeol mendecak bersalah. Ia kemudian meminta maaf pada Sehun dan memohon agar diizinkan masuk, tapi Sehun terus mengusir leader bandnya itu dengan alasan bahwa Baekhyun tidak bisa diganggu.

"Aku mohon Sehunaa!" Chanyeol merengek putus asa.

"Tidak bisa." Sehun bersikeras.

"Aku tau aku salah, aku minta maaf." Chanyeol masih terus merajuk.

"Kenapa kau minta maaf padaku? Dasar bodoh." Sehun memasang tampang seperti ini -_-

"Biarkan dia masuk, Sehunaa."

Sehun, Chanyeol, Kyungsoo dan Jongin melihat siapa yang bicara, di balik punggung lebar Sehun, Baekhyun dengan wajahnya yang terlihat sangat lelah, hidungnya merah, matanya sembab, masih memakai pakaian yang tadi dipakainya saat tampil di dance competition.

"Baekhyun!" Chanyeol menerobos masuk mendorong Sehun sampai membuat pria termuda di band itu terpental. "Baekhyun, maafkan aku." Chanyeol memeluk Baekhyun erat merasa menyesal karena telah berbuat kasar pada kekasihnya sendiri.

Baekhyun pelan-pelan membalas pelukan Chanyeol. "Tidak papa, aku memaafkanmu," ucapnya lembut sambil menahan tangis sekuat tenaga. Sebenarnya ia masih cemburu pada Kyungsoo.

Ia cemburu karena Chanyeol marah saat Kyungsoo dan Jongin berpelukan. Entah kenapa ia merasa bahwa Chanyeol berlaku kasar padanya hanya karena Kyungsoo, namun ia menyimpan sendiri perasaannya itu tanpa dia katakan pada Sehun. Walaupun Baekhyun tidak bercerita pun, pria bermarga Oh itu tahu apa yang sebenarnya terjadi, para anggota bandnya tidak bisa dikatakan baik-baik saja.

Kelima anggota lengkap EXOTIC pun duduk di sofa ruang tamu apartemen Baekhyun dan Chanyeol yang super mewah. Chanyeol dan Jongin menjelaskan panjang lebar tentang kejadian di dance competition dan kenapa Kyungsoo bisa menggantikan Taemin. Chanyeol sendiri mengaku jujur bahwa ia kepikiran dengan tindakan Jongin namun jauh di luar itu, Baekhyun tau bahwa Chanyeol bohong.

Chanyeol semarah itu bukan hanya tindakan nekat Jongin yang melibatkan Kyungsoo harus tampil menggantikan Taemin. Jika hanya hal itu, Chanyeol tidak akan semarah itu pada semua orang.

Hatinya sakit jika mengingat, apalagi melihat Kyungsoo, ia tidak bisa membenci anggota barunya itu karena Kyungsoo tidak bersalah. Namun ia sedikit merasa khawatir dan cemas. Baekhyun cemas pada sesuatu yang bahkan belum pasti terjadi.

"Maafkan aku," ucap Chanyeol mengakhiri ceritanya.

"Tidak papa Chan, aku mengerti, maafkan aku juga karena terlalu mudah menangis." Baekhyun memeluk Chanyeol yang duduk di sampingnya. Keduanya berpelukan sambil tersenyum lega disusul dengan Chanyeol yang mengecup bibir kekasihnya agak lama. Ketiga anggota lain yang melihat hal itu pun ikut merasa lega.

Dengan selesainya masalah Baekhyun dan Chanyeol, ketiganya pulang ke rumah masing-masing, Kyungsoo dan Sehun diantar pulang oleh Jongin. Setelah ketiganya pamit pada Chanyeol dan Baekhyun, Sehun duduk di seat tengah, sedangkan Kyungsoo di depan, samping kemudi.

"Kalian berduaan terus, apa kalian pacaran?" Sehun bertanya di tengah kesunyian.

Kyungsoo dan Jongin yang mendengar pertanyaan ngawur Sehun langsung menoleh satu sama lain dan menjawab cepat.

"Iya." Jongin.

"Tidak." Kyungsoo.

Sehun memutar kedua bola matanya malas. "Yang mana yang benar? Kau jangan ngaku-ngaku kalau memang kau bukan pacar Kyungsoo hyung." Sehun menoyor kepala Jongin yang sedang menyetir.

Kyungsoo menghela nafas panjang dan berucap, "Aku dan Jongin tidak pacaran Sehun."

Jongin terkikik di seat kemudi, "Walaupun tidak pacaran, aku berencana untuk memacari Kyungsoo." Jongin tersenyum menggoda ke arah rear view mirror hingga Sehun bisa melihat senyum menyebalkan sahabatnya itu.

Kyungsoo yang ada di samping Jongin hanya bisa diam walau sebenarnya ia sedikit terkejut dengan perkataan Jongin. Seolah pria bermarga Kim itu memberinya harapan yang benar-benar sangat ia hindari.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXx

"Baek, boleh aku bertanya sesuatu padamu?" ucap Chanyeol lirih. Keduanya sudah berganti dengan piyama masing-masing sekarang, saling memeluk di atas kasur king size di dalam apartemen mewah keduanya.

"Apa?" sahut Baekhyun lemah. Ia masih terlalu memikirkan kejadian malam ini, walaupun Chanyeol sudah menjelaskan kepadanya alasan kenapa ia sampai marah dan menghiraukan kekasihnya sendiri hanya karena emosi menguasainya.

"Kau masih marah padaku? Tidak biasanya kau diam seperti ini setelah diantara kita ada pertengkaran." Chanyeol gelisah, ia yang tadinya memeluk Baekhyun dengan posisi tertidur kini mendudukkan tubuh tingginya dan bersandar pada headboard kasur.

"Tidak Chan, aku lelah," ucap Baekhyun seperlunya, matanya memejam erat menahan perasaan tidak enak di dalam dadanya. Sejujurnya ia memang lelah fisik sehabis tampil tadi, namun kelelahannya diperparah dengan sikap Chanyeol yang tidak biasa setelah melihat Jongin dan Kyungsoo tampil.

"Selamat atas kemenanganmu dan Luhan hyung sayang, aku bangga padamu." Chanyeol mengecup kening kekasihnya lembut lalu kemudian ia pergi keluar dari kamar menuju balkon untuk menghirup udara segar sambil membawa segelas wine di tangan kanannya, sedangkan yang kiri ia gunakan untuk menelfon Kyungsoo.

"Halo?"

"Halo, Chan, ada apa?"

"Kau belum tidur? Sudah sampai apartemen kan?"

"Sudah, Chanyeol. Jongin dan Sehun mengantarku tadi."

"Dia tidak ngebut kan?"

"Tidak, Chanyeol. Bagaimana denganmu dan Baekhyun?"

"Kami baik-baik saja. Tak usah mencemaskan aku dan Baek."

"Syukurlah kalau begitu, karena tadi kulihat wajah Baekhyun sangat pucat. Aku sedih melihatnya."

"Aku juga, Kyungsoo."

Hening, Kyungsoo tidak menjawab, sedangkan Chanyeol masih berfikir mencari-cari topik agar bisa mendengarkan suara Kyungsoo lebih lama lagi.

"Kyungsoo, besok kau ada kuliah?"

"Tentu saja ada. Memangnya kenapa?"

"Naik apa?"

"Biasanya aku naik bus."

"Mau aku jemput?"

Kyungsoo tidak menjawab. Ia mengernyit mendengar tawaran Chanyeol. Apakah dia sudah izin pada Baekhyun? Bagaimana jika Baekhyun marah padanya jika Chanyeol menjemputnya. Akhirnya Kyungsoo menolak tanpa memperdulikan apakah Chanyeol sudah izin pada Baekhyun atau belum.

"Maaf, Chan, aku naik bus saja."

"Ayolah, lagipula apartemenku dan apartemenmu satu arah menuju kampus. Sekalian ada yang ingin aku bicarakan denganmu." Chanyeol memaksa.

"Baek bagaimana? Aku tidak mau membuatnya marah."

"Tidak papa, aku sudah bicara padanya. Dia mengizinkan, lagipula Baek tidak ada jadwal kuliah besok," cerocos Chanyeol setengah bohong setengah tidak. Ia bohong bahwa Baekhyun sudah mengizinkannya namun ia juga jujur karena besok Baekhyun tidak ada jadwal kuliah.

Kyungsoo berfikir lagi, ketika Chanyeol berkata bahwa ada hal yang harus mereka berdua bicarakan membuatnya enggan menolak Chanyeol, selain karena dia adalah bosnya, Kyungsoo merasa mereka masih harus berdiskusi lagi tentang kejadian malam ini.

"Baiklah Chan, sampai jumpa besok."

"Sampai jumpa, selamat istirahat Kyungsoo." Chanyeol menyimpan HPnya ke dalam saku untuk melanjutkan kegiatannya menikmati segelas wine yang daritadi ia genggam. Tanpa ia sadari, Baekyun belum tidur, ia mengikuti Chanyeol ke balkon. Namun langkah pria kecil itu terhenti ketika mengetahui bahwa Chanyeol sedang menelfon Kyungsoo.

Walau ia tak tau sepenuhnya apa yang sedang mereka bicarakan, Baekhyun memilih diam mendengarkan di belakang Chanyeol tanpa kekasihnya tau bahwa ia berdiri dari awal sampai akhir disana. Alhasil, setelah Chanyeol selesai menelfon Kyungsoo, Baekhyun buru-buru kembali ke kamarnya, ia tidur menahan tangisnya. Bahkan saat Chanyeol kembali dan menyusulnya tidur, Baekhyun masih terjaga dengan mata terpejam.

X

O

X

O