Author: Ritsuya gum

Makasih yang udah review, fav, sama follow :*

Silahkan baca chapter 2 ^-^)/

Gomen kalo kelamaan DX

.

.

.

Chapter 2: Bencana

Pagi hari tepat pukul 6 Reborn datang. Dia melihat pintu rumah tidak dikunci dan sedikit terbuka. Reborn langsung berlari kedalam dan melihat ruang tv sudah berantakan, dan barang-barang berjatuhan dimana-mana.

"Tsuna!"

Reborn mencari Tsuna ke lantai 2, ke kamar nya, kekamar mandi, lemari, tapi nihil. Tiba-tiba Reborn teringat ada tempat rahasia yang pernah reborn beritahu kepada Tsuna, tanpa pikir panjang Reborn mendorong sofa tersebut dan langsung membuka pintu rahasia begitu terlihat.

Dia melihat Tsuna, masih tidur dengan nyenyak. Tsuna tiba-tiba terbangun karena dia merasakan ada yang mengelus kepalanya. Tsuna melihat kearah tangan tersebut dan melihat Reborn.

"Papa!" Tsuna langsung keluar dari tempat itu dan memeluk Reborn.

"Apa yang terjadi?" tanya Reborn ketika Tsuna sudah ada dalam dekapan Reborn.

"Tsuna ingin tidur, tapi ketika Tsuna ingin kekamar, Tsuna denger suara pintu di depan. Tsuna kira itu papa, tapi Tsuna ingat papa bilang akan pulang hari ini, jadi Tsuna bersembunyi di situ, terus ada suara barang-barang berjatuhan, terus ada orang yang kesal sambil bilang 'tidak ada orang disini' lalu orang itu pergi" jelas Tsuna.

Reborn bisa merasakan tubuh Tsuna bergetar, Reborn pun menggendong Tsuna dan menenangkannya.

"Kora! Kenapa pintu luar terbuka- apa yang terjadi!?" Collonelo langsung kaget begitu melihat keadaan rumah Reborn dan Tsuna yang bagai kapal pecah, begitu pula dengan guardian Tsuna dan Lal.

"Ada yang menyeludup kesini ketika malam hari" ujar Reborn yang membuat mereka semakin kaget.

"Lalu Tsuna?"

Reborn hanya menunjuk dengan dagu nya dan semua nya langsung ber 'oh' ria ketika melihat tempat persembunyian tersebut.

Ketika mereka membereskan semua kekacauan dirumah, Collonelo melihat Tsuna yang saat ini sedang duduk di sofa. Collonelo pun mendekati Reborn.

"Pergilah keluar dengan Tsuna. Biar kami yang membereskan nya" bisik Collonelo.

Reborn langsung melihat kearah Tsuna yang masih duduk di sofa dan melihat tatapan mata Tsuna kosong. Sepertinya Tsuna benar-benar kaget karena tiba-tiba ada yang menyelinap di malam hari apalagi hanya ada Tsuna sendiri dirumah.

Reborn menyalahkan dirinya sendiri dalam hati karena seharusnya dia menyadari nya sejak awal. Apalagi dia melupakan kalau Tsuna saat ini berubah menjadi anak kecil. Kalau Tsuna terus berada disini dia hanya akan membuatnya merasa tertekan, yang Tsuna butuhkan adalah udara sejuk diluar.

Reborn lalu menggendong Tsuna dan pergi keluar.

Tidak ada yang memulai pembicaraan semenjak mereka pergi keluar. Ketika mereka sampai di perkotaan, Reborn bertanya, "Kau mau membeli sesuatu?"

Tsuna masih tetap diam, tapi dia melihat sekitar untuk mencari-cari apa yang dia inginkan. Tsuna lalu menunjuk kearah cafe yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri. (Author: ckckck.. Umur 6 tahun mintanya ke cafe, Tsu-chan gitu loh..)

Reborn juga tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut karena sepertinya dia juga ingin membeli kopi.

Setelah Reborn membeli kopi dan Tsuna mendapatkan milkshake nya, mereka pergi ke taman karena tidak mempunyai arah tujuan. Disana ada beberapa anak yang sedang bermain dan Tsuna ikut bermain dengan mereka.

Reborn duduk di bangku taman sambil melihat Tsuna yang sedang bermain dengan anak-anak lain. Beberapa menit kemudian handphone Reborn berbunyi dan yang menelepon adalah Collonelo.

"Ada apa?"

"Kami menemukan orang yang mencurigakan. Dia terus melihat kearah rumah. Tapi pada saat kami mengejarnya dia tiba-tiba menghilang"

"Hanya satu orang?"

"Ya, hanya satu"

"Sebutkan ciri-ciri orang tersebut"

"Dia memakai topi warna hitam merah, jaket dan celana hitam, dia memakai syal putih yang menutupi bagian mulutnya"

Setelah Collonelo menjelaskan ciri-ciri orang tersebut, Reborn hanya diam, Collonelo menunggu jawaban Reborn dengan sabar. Tiba-tiba Collonelo mendengar Reborn bergumam.

"Tidak mungkin"

"Eh? Apa yang tidak mungkin?" tapi tidak ada jawaban dari Reborn. Sekali lagi Collonelo bertanya, tapi tiba-tiba dia mendengar Reborn berteriak.

Tapi bukan berteriak ke Collonelo.

Reborn pov

'Bagaimana mereka bisa kehilangan orang tersebut, apalagi dia hanya sendirian' ujar Reborn dalam hati.

Collonelo sedang menyebutkan ciri-ciri orang yang mencurigakan itu, pada saat Reborn sedang mendengarkan, dia melihat seorang pria mendekati anak-anak yang sedang bermain. Awalnya Reborn mengabaikannya karena dia kira sedang menjemput salah satu anak itu.

Tapi Reborn memerhatikan pria itu lebih detail lagi.

'Topi hitam merah, jaket hitam, celana hitam, dan syal putih'

"Tidak mungkin" gumam Reborn.

Reborn mengabaikan Collonelo yang bertanya dan segera berlari kearah Tsuna.

"Tsuna!"

"Bagaimana mungkin kau bisa salah orang" kata Lal.

"Ciri-ciri nya sangat mirip dengan yang Collonelo sebutkan. Ternyata dia hanya ingin menjemput anak nya setelah dia membeli es krim"

"Beruntung Collonelo segera memberitahumu kalau syal yang di pakai orang mencurigakan itu berwarna putih polos dan sepatu warna hitam. Kalau tidak mungkin kepala orang itu sudah berlubang sekarang"

Reborn hanya diam saja mendengar perkataan Lal dibalik telepon. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan pulang dan Tsuna sedang tertidur di gendongan Reborn.

"Kau baik-baik saja Reborn? Collonelo bilang kau terlihat panik sebelum kau berteriak. Tidak seperti kau yang biasanya"

Reborn sekali lagi hanya diam saja. Reborn akhir-akhir ini lebih cepat lelah karena dia kurang istirahat.

"Bagaimana kalau kita menjaga Tsuna bergantian, aku yakin kau perlu istirahat. Apalagi kau jarang tidur karena Tsuna terus terbangun tengah malam" kata Lal mengajukan usul.

"Aku tidak yakin Tsuna akan menyutujui nya"

"Kita lihat saja nanti. Cepatlah kembali dan kita bicarakan dengan Tsuna baik-baik"

Ketika Lal menutup telepon, Tsuna terbangun.

"Apa kita sudah sampai?" tanya Tsuna setengah sadar.

"Sebentar lagi"

"Papa baik-baik saja? Papa kelihatan lelah" tanya Tsuna khawatir.

"Papa baik-baik saja"

"Papa yakin?"

"Ya" kata Reborn sambil mencium dahi Tsuna.

"Tsuna tidak keberatan kok"

"Eh?" sontak semua orang langsung bingung dengan ucapan Tsuna.

"Kau yakin Tsuna? Kau akan tinggal dengan kami bergantian. Kau tau maksud kami kan?"

"Tsuna tadi kan sudah bilang kalau Tsuna tidak keberatan. Seperti nya papa juga lebih sering terlihat lelah, jadi mungkin kalau Tsuna ikut dengan kalian tidak akan membuat papa tambah lelah"

'Ahhh.. dia benar-benar anak yang baik' kata mereka semua dalam hati.

"Jadi sepertinya tidak ada yang perlu di khawatirkan. Tsuna, bagaimana kalau kau mengemas barang-barang mu" kata Collonelo. Tsuna hanya mengangguk dan menuju ke atas ditemani Gokudera dan Yamamoto untuk membantu Tsuna.

"Baiklah, sekarang putuskan siapa yang akan menemani Tsuna di hari pertama" kata Reborn

"Kita gunakan sumpit saja untuk menentukannya. Aku sudah menaruh stiker di salah satu sumpit ini. Yang mendapatkannya akan menjaga Tsuna seharian penuh. Wakil kan untuk Gokudera dan Yamamoto"

'Jangan biarkan Mukuro yang mendapatkan sumpit nya!' kata mereka kecuali mukuro dalam hati.

"Kufufufu… aku yang akan mendapatkan nya pertama kali" kata Mukuro dengan tawa aneh nya.

"Jangan harap!" Teriak semua orang karena tidak ingin Tsuna tercinta mereka berada di tangan pedophile mesum yang satu ini.

"Dalam hitungan ketiga tarik sumpit kalian. Satu..dua..tiga!"

"Siapa yang dapat?" tanya Reborn.

"Aku"

TBC

Huft… akhirnya~

Silahkan RnR.. makasih dukungannya, author jadi semangat bikinnya #plakk

Umm.. author kurang tau yang jualan milkshake itu di took apa, dan yang kepikiran cuman cafe, yaa…jadi gitu deh XD

Sankyuu~