Author: Ritsuya gum
Makasih yang udah review, fav, sama follow :*
Tsuna: 16 tahun berubah jadi anak kecil berumur 6 tahun
Gokudera, Yamamoto: 16 tahun
Lambo: 7 tahun
Chrome: 15 tahun
Ryohei, Mukuro: 17 tahun
Hibari: 18 tahun
Pairing: All27
Silahkan baca chapter ke 3~
.
.
.
Chapter 3:
"Aku"
Serentak semua orang melihat kearah orang tersebut yang tidak lain adalah
Hibari Kyoya.
Setelah mengetahui orang yang akan menjaga Decimo tercinta mereka adalah mantan ketua komite kedisiplinan, mereka sekali lagi serentak melihat kearah Tsuna.
'Jagalah dirimu baik-baik' ujar mereka minus hibari dalam hati.
"Baiklah, Hibari akan menjaga Tsuna besok. Jadi kalian boleh pulang" kata Colonello.
Mereka semua menurut dan segera pulang, hanya tinggal Reborn, Tsuna, dan Colonello.
"Sebaiknya aku juga kembali, seperti yang kau lihat, kami sudah membereskannya, kalau begitu aku pergi dulu" kata Colonello lalu pergi meninggalkan Reborn yang masih terdiam dan Tsuna yang sedang memerhatikan papa Reborn.
"Ada apa?" tanya Reborn ketika menyadari Tsuna sedang memerhatikannya.
"Sepertinya Tsuna selalu menyusahkan papa, Tsuna perhatikan setiap kali Tsuna memanggil papa, papa selalu tidak mendengarku dan masih saja fokus pada hal yang tidak jelas" kata Tsuna murung.
Reborn kaget ketika Tsuna mengatakannya, apa benar dia selalu tidak menyadarinya ketika Tsuna memanggil. Reborn berjongkok di depan Tsuna dan menatap Tsuna lembut. Reborn ingin mengucapkan sebuah kata tapi dia urungkan karena tangan mungil Tsuna menyentuh bibir seksi Reborn dengan lembut.
"Papa jangan minta maaf, kan Tsuna sudah bilang kalau ini salah Tsuna" kata Tsuna masih menyentuh bibir Reborn.
Reborn tidak tau harus berbuat apa, walaupun Tsuna yang berada di hadapannya hilang ingatan dan berubah menjadi anak kecil berumur 6 tahun, tapi sifat nya sama sekali tidak berubah. Baik, penyayang, lembut dan kehangatan yang selalu terasa setiap berada di dekatnya sama sekali tidak menghilang. Reborn benar-benar merindukan Tsuna yang asli sekarang.
Reborn menyingkirkan tangan Tsuna lembut dan mengecup dahi Tsuna.
•
•
•
Satu hari pun berlalu dan sekarang saat nya Tsuna di awasi oleh Hibari.
Rumah Hibari tidak terbilang luas tapi juga tidak kecil. Seluruh barang-barang tertata rapih, dan ada beberapa barang antik. Tampak seperti berada di rumah-rumah biasa. Yang berbeda hanya satu, yaitu aura.
Tsuna sudah setengah jam duduk dikursi tanpa melakukan apapun. Dia hanya diam sambil memerhatikan Hibari yang sedang membaca buku. Setiap kali Hibari melihat kearah Tsuna, Tsuna pasti langsung melihat kearah lain dengan gelisah.
"Tsunayoshi, Tsunayoshi"
Tsuna mendengar suara yang menurutnya unik. Tsuna tau suara itu bukan berasal dari Hibari karena suara yang memanggil namanya lebih imut.
Ketika Tsuna melihat keatas, dia melihat hewan berbulu kuning sedang terbang mengitari Tsuna yang menurut Tsuna sangat menggemaskan. Hewan berbulu tersebut turun dan duduk diatas kepala Tsuna.
"Tsunayoshi, Tsunayoshi"
Tsuna memegang bola berbulu yang berada diatas kepalanya dan menaruhnya di atas meja. Awalnya Tsuna hanya melihat hewan berbulu tersebut, tapi lama kelamaan dia mengelusnya dan bermain dengannya.
Hibari diam-diam memerhatikan Tsuna yang sedang bermain dengan hewan peliharaannya. Bukan hanya Reborn, tapi Hibari juga merindukan Tsuna yang asli. Seaindainya waktu itu dia meminta siapapun untuk menemaninya menjalankan tugas pasti sekarang dia tidak akan menjadi anak kecil seperti sekarang.
"Hibari-nii"
Hibari tersadar dari lamunannya dan melihat kearah Tsuna yang sudah berada di sebelah nya.
"Hibari-nii baik-baik saja? Tsuna memanggil Hibari-nii berkali-kali tapi Hibari-nii tidak menjawab. Papa juga seperti itu" kata Tsuna, dia mengecilkan suaranya ketika kalimat terakhir terucap. Tapi Hibari bisa mendengar itu.
"Apa kau ingin sesuatu Tsunayoshi?"
"Eh? Sesuatu? Hmm.. aku ingin kue"
"Kue?" tanya Hibari.
"Ya! Kue dengan strawberry di atasnya" kata Tsuna semangat.
"Hn"
Hibari pun beranjak dari tempatnya, mengeluarkan handphone dan mengetik sesuatu sambil tersenyum. Hibari tersenyum karena dia teringat tsuna yang asli juga menyukai kue sampai seluruh guardian termaksud Reborn melarangnya karena gula darah Tsuna.
Setelah Hibari menghubungi seseorang, dia kembali ketempat Tsuna sedang bermain dengan hewan peliharaannya. Tapi Tsuna tidak ada disana, awalnya Hibari tidak peduli karena dia pikir Tsuna sedang bermain.
Tapi keadaan rumah terlalu sepi. Bukannya Hibari mempermasalahkan hening rumah nya, tapi karena disini sedang ada Tsuna, pasti setidaknya ada suara langkah kaki atau sesuatu yang membuat berisik.
Hibari sekali lagi beranjak dari tempatnya dan mencari ke kamar, kamar mandi, dapur, halaman belakang, tapi tidak ada tanda-tanda keberadan Tsuna.
Hibari kembali ketempat semula dan befikir, kalau Tsuna pergi keluar pasti sepatunya tidak ada, tapi sepatunya masih berada di tempatnya. Pada saat Hibari memikirkan hal tersebut, Hibari mendengar suara dengkuran seseorang. Hibari mencari asal suara tersebut dan ternyata itu suara Tsuna yang sedang tertidur di bawah meja di tempat mereka sejak tadi berada.
Hibari menggendong Tsuna yang masih tertidur dan membawanya ke kamar dan membaringkan Tsuna. Pada saat Hibari ingin keluar kamar, dia merasakan ada yang memegang lengan bajunya, pada saat Hibari berbalik, dia melihat tangan Tsuna yang memegang lengan bajunya.
Pada saat Hibari melihat kearah Tsuna, dia melihat Tsuna membuka matanya.
"Jangan pergi Hibari-nii.. aku takut sendirian" kata Tsuna setengah mengantuk.
"Kalau kau mengantuk tidurlah Tsunayoshi, jangan menyusahkan"
Walaupun Hibari berkata begitu, tapi dia tetap menemani Tsuna dan mereka berdua tertidur hingga menjelang sore hari.
•
•
•
"Hibari-nii"
"Hn"
"Apa ini kue yang tadi ku minta?"
"Hn"
Mata Tsuna semakin berbinar. "Boleh aku memakannya?"
"Hn"
"Yeayy! Itadakimasu"
Pada saat Tsuna sedang menikmati makanannya, Hibari membawakan segelas air untuk Tsuna.
"Tewima kawsih Hibawi-nii" kata Tsuna dengan mulut penuh.
"Habiskan kue yang ada dimulutmu dulu baru bicara"
Tsuna hanya mengangguk dan melanjutkan makan nya. Suasana kembali hening. Hibari melihat Tsuna yang masih asik makan dan tidak mempedulikan sekitarnya. Mungkin kalau tiba-tiba ada Tsunami atau gempa bumi Tsuna pun tetap tidak peduli dan hanya sibuk memakan kue nya saja.
Hibari terus memerhatikan Tsuna tidak peduli Tsuna melihatnya atau tidak, entahlah Hibari sedang memikirkan apa, tapi tiba-tiba Hibari bangun dari kursinya dan melumat bibir mungil Tsuna. Hanya sebentar, namun cukup untuk membuat Tsuna menghentikan acara makan-makan di dunianya sendiri.
Hibari kembali duduk, Tsuna yang bingung hanya memiringkan kepalanya. Hibari benar-benar ingin melakukannya lagi apalagi setelah melihat ekspresi Tsuna yang menggoda iman para seme. Tapi Hibari berhasil menahannya dan lebih baik menunggu Tsuna kembali ke tubuh aslinya saja.
"Hibari-nii mau?"
Hibari yang berhasil melawan hawa nafsu nya tidak begitu mendengarkan perkataan Tsuna dan hanya menatap Tsuna, lagi.
"Seharusnya Hibari-nii bilang kalau ingin kue juga. Untung Tsuna blum memakan semuanya" Tsuna lalu menyodorkan sesendok kue sambil memajukan tubuhnya.
"Aku tidak suka manis"
"Eh? Tsuna kira Hibari-nii ingin memakan kue juga. Kenapa Hibari-nii tidak suka manis? Padahal sangat enak" kata Tsuna. Tsuna ingin kembali duduk karena Hibari tidak menginginkannya tapi sebelum Tsuna duduk, Hibari menahan tangan Tsuna yang memegang sendok memakan kue tersebut.
"Tadi Hibari-nii bilang tidak suka manis, tapi kenapa malah memakannya?" tanya Tsuna yang kebingungan.
"Sekali-kali tidak masalahkan" kata Hibari sambil tersenyum.
"Baru kali ini kulihat Hibari-nii tersenyum. Kenapa Hibari-nii jarang tersenyum?"
"Memangnya tidak boleh?"
"Bukannya tidak boleh, tapi katanya kalau jarang tersenyum nanti bisa cepet tua lohh, tapi walaupun papa jarang tersenyum, papa tidak terlihat tua, Tsuna sendiri bingung kenapa bisa begitu"
Hibari hanya mendengarkan ocehan Tsuna hingga mereka bersiap tidur.
Tapi yang aneh tumben Hibari mau mendengarkan omongan orang apalagi panjang lebar seperti itu. Mungkin karena Hibari bisa sekalian melihat muka imut Tsuna yang sedang bercerita. Entahlah, hanya Hibari dan tuhan yang tau.
.
.
.
TBC
Silahkan review.. gomen kalo lama, author baru putih abu-abu soalnya /apasih
Gomen kalo lebih pendek ceritanya.. abis bingung harus gimana _
Sankyuu~
