Salam kenal, aku author baru di fandom juga OTP ini... TT
Seneng banget bisa buat fic tentang pasangan ucul ini, moga-moga pembaca suka dengan cerita ini. Harap maklum jika anda nemu kekurangan :v
Sekedar info, ini fic bertemakan fluff gitu alias fic ini bertujuan untuk membuat hati para pembaca menghangat karena manis. Tapii... entahlah dengan fic ini, apakah cukup manis? TT kuharap iyya/ hehe
Okey kalian langsung cek ajah, fic ini cukup manis atau tidakk!!!
Boboiboy @ Animonsta
Match point @ Viktorei
Genre : Romance(pengennya) Humor(mungkin)
Rated : T
Warnig(s) : banyak banget kekurangan, typo, YAOI, OOC(ABIS), shonen-ai, aneh, BOIFANG, BOBOIBOY X FANG.
Ringkasan:
"dengar Boboiboy, jika kamu—jika kamu membiarkan ku memakai jaket dan topi mu, semua orang akan mengira jika... kau dan aku..."
Boboiboy mengikis jarak di antara mereka. Cukup dekat hingga hidung mereka bisa saling bergesekan. "kau dan aku... apa?"
"adalahsepasang kekasih," desis Fang sepelan mungkin, hanya mereka berdua yang mendengar.
Boboiboy terdiam. Dia menatap Fang dengan dengan ekspresi aneh. Sekali lagi pandangan mereka terkunci. Boboiboy membalas pelan, "Okey. Kenyataannya memang seperti itu, bukan?"
Lebih banyak:
Bila biasanya Fang memilih untuk bergelung nyaman di kasurnya pada akhir pekan. Tapi karena sebuah alasan, dia harus membuang keinginannya.
Walaupun ini bukan masalah besar bagi Fang, tapi cuaca nya lah yang membuat semuanya menjadi lebih rumit. Lagi pula ini seperti bukan dirinya saja, yang mau menghabiskan waktu berharganya hanya untuk menonton pertandingan sepak bola di stadion pada saat hujan seperti ini. Juga, apa asyiknya menonton pertandingan olahraga yang tidak bisa kamu lakukan?! Fang tentu tidak pernah berpikir akan melakukan hal -merepotkan seperti ini, jika bukan karena dua faktor sederhana.
Donat lobak merah-yangmanapalingutama-dan Boboiboy. Kapten tim sepak bola. Pahlawan pulau rintis. Dan juga teman sekaligus rivalnya.
Fang di sogok oleh selusin donat lobak merah juga tatapan melas Boboiboy-yang menurutnya menjengkelkan. Meminta padanya untuk hadir di pertandingan terakhirnya. Dan Fang terpaksa harus menyerah dan mengiyakan permohonan itu, karena teror dan tekanan yang Boboiboy lakukan membuat hari-hari tenangnya hilang.
'Fang! Kamu harus datang!'
'Fang! Jangan lupa datang!'
'Fang! Pokoknya...'
'Fang!...'
'Fang!..'
Okey dia butuh ketenangannya kembali!
Tapi tunggu.
Sepertinya Boboiboy perlu menambah jatah donat lobak merahnya menjadi dua lusin nanti, karena ia susah payah menembus hujan hanya untuk terserang flu.
"Sial!" Fang mengeluh ketika sepatu nya mendarat tepat di atas genangan air. Cukup menjengkelkan karena sekarang perlahan-lahan air itu merembes masuk ke dalam kaus kakinya. Ia perlu menjemur semuanya nanti.
"apakah masih jauh bangkunya, Fang?!" Yaya berteriak tepat di belakangnya.
"tidak!" dia balas berteriak. "lihat, bagian barat di sana? Itu kursi stadion."
"baguslah... kalau sudah sampai di sana, aku akan mampir ke kios konsesi untuk membeli payung." Kali ini Ying yang menyahut.
Fang mengangguk, menyebabkan beberapa tetes air jatuh dari rambut nya. "aku akan langsung duduk saja nanti."
Yaya dan Ying berpisah dengan Fang di depan pintu masuk. Sementara mereka berdua pergi berbelanja di kios, Fang menaiki tangga besi menuju bangku. Kakinya tiba-tiba terpeleset di permukaan yang basah dan dia mencoba mengulurkan tangannya untuk berpegangan pada pinggiran tangga.
Selama beberapa detik, Fang hanya diam, mencengkeram pegangan besi itu. Jantung nya sedikit berpacu karena kaget; itu adalah hal bodoh. Dia seharusnya lebih memperhatikan langkah nya. Padahal, tidak ada alasan baginya untuk terburu-buru dan berakhir naas di rumah sakit, hanya karena terpeleset. Walau mereka memang datang terlambat, dan hampir tidak ada kursi kosong di stadion, itu tentu tidak akan membuat Boboiboy marah padanya.
Boboiboy sebenarnya akan lebih marah jika Fang terluka. Dan membuat dirinya terluka -walau tidak sengaja sekalipun, akan membuat Boboiboy nekat melakukan apapun, termasuk menghentikan pertandingan hanya karena dirinya. Dan Fang harap hal itu tidak akan terjadi. Sungguh, mau taruh dimana wajah Fang jika sebuah gosip miring menyebar di sekolah nanti.
Fang akhirnya menemukan bangku tidak lama setelah itu -walau dia masih harus terkena cipratan hujan. Cukup dekat dengan pintu keluar stadion sehingga dia bisa langsung pergi keluar jika pertandingan sudah selesai. Lagi pula tidak ada alasan baginya untuk berlama-lama di sini.
Fang menyipitkan matanya menembus hujan untuk menatap lebih fokus ke lapangan. Dia bisa melihat para pemain sedang berjalan menuju lapangan, pertanda pertandingan akan segera di mulai. Tetapi Fang agak kesulitan untuk mengenali satu persatu para pemain tersebut -kecuali Gopal, dia memiliki bentuk tubuh yang mudah di kenali. Dengan kaos putih dan hijau yang di pakai oleh tim sekolah mereka -Pulau Rintis High School- Fang mencoba mencari Boboiboy di antara barisan itu.
Kemudian salah satu pemain berbalik, langsung menghadap kursi stadion dan Fang pikir ia menahan nafasnya sejenak selama beberapa detik.
Senyum cerah Boboiboy bisa Fang lihat bahkan dari kejahuan. Tangan Boboiboy melambai dengan semangat ketika dia menangkap Fang sedang duduk di kursi stadion. Boboiboy bahkan hampir menabrak Gopal -yang ternyata tepat di sebelahnya- karena antusiasmenya yang berlebih, dan Fang secara tak sadar tersenyum ketika melihat tingkah Boboiboy yang agaknya konyol, baginya. Padahal umur mereka sudah menginjak 17 tahun tapi tingkah laku Boboiboy masih sama seperti dulu, juga sifat menjengkelkan Boboiboy pun masih ada. Fang pun mengangkat tangannya untuk balik melambai -dengan terpaksa, agar Boboiboy menghentikan tingkahnya yang memalukan itu -menurut Fang, karena sekarang dapat ia rasakan tatapan dari para penonton di depannya.
Senyum Boboiboy semakin penuh menghiasi wajahnya, juga lambaian tangannya menjadi lebih bersemangat ketika mendapat respon. Secara tak sadar hati Fang menghangat—
"oi Fang kau tersenyum pada siapa, huh?"
Fang tersentak. Dia sedikit berputar untuk menemukan Ying tersenyum miring padanya, dan Yaya yang mengangkat alisnya jahil juga senyum mengejeknya.
"apa untuk Boboiboy?" kali ini Yaya yang menggodanya.
Panas menjalar di wajah oriental Fang. "Cih, sejak kapan aku tersenyum!" bentak Fang membela diri, Yaya dan Ying tersenyum geli mendengar jawaban itu. "apa kalian sudah membeli payungnya?" kata Fang, berusaha mengalihkan topik.
"tentu saja kami membelinya, mah.." Ying menyerahkan payung pada Fang.
Tangan Fang bergerak cepat mengambilnya dan langsung membuka payung. Badan payung sengaja ia condongkan menutupi wajahnya, apapun untuk menghindari tatapan dari pemegang kuasa waktu dan gravitasi itu. Fang bernafas lega, sekarang tubuh nya sudah cukup terlindungi dari cipratan air hujan.
"ah Fang, itu Boboiboy bukan? Nomor sepuluh?" Yaya bertanya ketika dia sudah duduk di sebelah Fang, Ying mengikuti duduk di sebelahnya. Mata Fang mengarah pada Boboiboy dari kejahuan. Gopal terlihat seperti sedang membicarakan hal yang lucu dengan Boboiboy, tangan nya mendorong-dorong kencang punggung Boboiboy dan mereka berdua tertawa terbahak-bahak.
"... ya," ucap Fang pelan. Fang bisa merasakan pipinya semakin memanas, tetapi dia mengabaikannya.
Boboiboy memilih nomor sepuluh untuk jersey-nya setelah dia bertanya, apa nomor punggung basket Fang. Katanya biar couple-an. Fang pikir itu cuman leluconan Boboiboy seperti biasanya, tapi sekarang...
Setelah melihat angka yang terpampang di punggung Boboiboy, dan alasan di baliknya. Fang boleh mengatakan jika sepuluh adalah angka favorit nya. Tapi dia tidak akan pernah dalam seumur hidupnya, memberi tahukan hal ini kepada Boboiboy. Dia lebih baik mengubur diri nya sendiri saja, jika itu di perlukan.
Suara Ying mengembalikan kesadaran Fang yang sempat melamun, "rasanya aneh, ngeliat Boboiboy yang tidak memakai topinya, ya kan?" Fang mengangkat bahu, sedikit bergeser untuk menemukan posisi duduk yang nyaman, "ini masih hujan, Boboiboy sepertinya tidak mau membuat topi kesayangannya itu menjadi basah." Tangan Fang memeluk dirinya sendiri, mencoba memberi kehangatan.
Yaya tersenyum mendengarnya, "haha... kalau menurut ku Boboiboy malah terlihat lebih tampan jika tidak memakai topi dinosaurus nya itu, hm.. terlihat lebih dewasa!"
Fang merengut mendengarnya, "aku jauh lebih tampan, lah."
"iyelah, terserah..." mata Ying berputar malas. "tapi bertahun-tahun aku kenal Boboiboy itu mah, hanya beberapa kali saja aku melihatnya melepaskan topi. Bahkan tidur pun dia masih memakai topinya, jadi aneh saja kali ini dia melepas nya."
Yaya memiringkan kepalanya ke samping, "hu-uh, sebab apa ya Boboiboy jarang buka topi nya? Padahal fans Boboiboy pasti akan bertambah jika dia melepas topi nya."
"kata siapa fans Boboiboy akan bertambah cuman karena dia ngelepas topi nya?" sahut Fang sewot, tidak rela jika kepopuleran rival nya bertambah. "lagi pula enggak ada alasan khusus, itu cuman topi kesayangan nya saja lah."
"ah, begitu kah." Fang mengangguk samar sebagai tanggapan.
"ngomong-ngomong aku baru kepikiran..."ucap Yaya menggantung, Fang sedikit memiringkan kepalanya dan sekali lagi ia melihat senyum jahil di wajah Yaya. "kenapa kau mau repot-repot datang ke sini, Fang? Tidak seperti dirimu saja lah?" Ying menyahut setuju di sebelahnya.
Fang merinding melihat senyum kedua temannya itu, "terserah aku lah! Ingin datang atau tidak! itu karena Boboiboy dan juga Gopal yang memaksa ku datang." Ucapnya setengah berbohong.
Yaya memiringkan wajahnya ke samping sambil menyeringai. "benarkah?"
"tentu saja!"
"aku hanya tidak yakin saja kau tahu..."
"cih! Terserah kalian mau percaya atau tidak." geram Fang. Hujan kembali membesar, cipratan hujan membasahi kemeja lengan panjangnya. "dan kau Ying jangan berpikir macam-macam—"
BLARRR
Mereka bertiga melompat ketika mendengar suara geledek datang tanpa peringatan dan Fang tidak sengaja menjatuhkan payungnya karena kaget.
Fang mengutuk pada langit, jantung nya serasa hampir copot. "siala-"
"TIME OUT, OLEH NOMOR PUNGGUNG SEPULUH!"
Yaya yang berada dekat Fang langsung mengambil payung yang sempat terjatuh itu dan memeganginya untuk Ying dan dirinya-Fang hanya mendesis ketika Yaya melakukan itu. Yaya mengkerutkan keningnya ketika pandangannya menuju lapangan, berkata. "bukankah pertandingan baru di mulai lima menit lalu? Kenapa mereka melakukan time out secepat ini?"
"a-apa." Kata Fang, ketika kengeriannya benar-benar terwujud.
Di sana, di tengah lapangan sepak bola Boboiboy berdiri menghadap bangku stadion, melambaikan tangan sekali lagi ke arah Fang juga Yaya dan Ying. Boboiboy nampak menangkupkan tangan di mulutnya dan berteriak;
"FANG!!!"
Sial. Mengapa Boboiboy suka sekali memperusik ketenangannya?
"aku akan segera kembali," katanya pada Yaya dan Ying yang tersenyum manis padanya, Fang membalas dengan pelototan pada dua gadis tersebut. Dia menuruni tangga secepat mungkin, mengabaikan tatapan para penonton yang tertuju pada punggung nya.
Apa Boboiboy benar-benar menghentikan permainan penting ini hanya untuk berbicara dengannya?! Apa ini sebegitu penting nya sampai harus menghentikan permainan?!
Fang mencapai pagar pemisah antara bangku stadion juga lapangan. Boboiboy sudah ada di sana dengan senyum cerah juga mata hazel berbinar nya yang tertuju pada Fang.
Jantung Fang berdetak tak karuan. Berani nya Boboiboy masih bisa tersenyum di situasi seperti ini?!
"kamu datang!" seru Boboiboy kekanakan, terlihat betul jika dia sedang bahagia. "kamu benar-benar datang, Fang!"
"te-tentu saja! Ini demi donat lobak merah yang kau janjikan itu!" balas Fang berteriak, cukup berisik di stadion. "la-lagi pula aku tidak bisa menolak donat kesukaan ku."
"aku tahu! Tapi aku benar-benar khawatir ketika tahu hujan turun! Aku takut kau sakit—"
"Boboiboy.." ucap Fang lirih. Bibirnya bergetar, ketika dingin benar-benar menerpa langsung tubuhnya. Boboiboy perlu langsung untuk mengatakan tujuannya karena Fang butuh kembali secepatnya ke bangku stadion. "ka-kamu bisa bicara denganku nanti Boboiboy. Lagi pula untuk apa sampai kamu menghentikan—"
Tangan Boboiboy melingkari tubuhnya cepat dan Fang merasakan kain yang lembut dan tebal menutupi bahu juga kepalanya.
Fang berkedip, "apa—"
"kamu kelihatan kedinginan," ucap Boboiboy singkat. "mereka akan membuat mu lebih hangat!"
Fang menyadari apa yang baru saja Boboiboy berikan padanya dan seketika Fang membeku, dengan pipi yang memanas juga memerah.
Itu jaket dan topi Boboiboy. Jaket itu berwarna hitam polos, terbuat dari kain tebal dan lembut, itu jaket jersey dengan hiasan nama Boboiboy di belakangnya. Juga topi kesayangan dinosaurus milik Boboiboy, topi oranye yang menjadi ikonik nya Boboiboy. Semua orang tahu jika kedua benda itu adalah milik Boboiboy. Jadi... jika semua orang di sekolah melihat Fang mengenakan jaket dan topi favorit Boboiboy maka...
Wajah Fang serasa terbakar.
"Boboiboy, aku.. aku tidak bisa menggunakan ini."
Temannya ini malah memiringkan kepalanya ke samping, menambah kesan tampan dan lucu dengan rambut basah. "kenapa? Aku sudah meminjamkannya pada mu, Fang. Saat ini aku tidak sedang membutuhkannya juga kok. Jadi kamu saja yang pakai, Okey?"
Brengsek, pikir Fang menyerah dengan betapa polos rivalnya yang satu ini. Bagaimana bisa Boboiboy tetap tenang dan tersenyum seperti ini! Lihat wajahnya yang polos seperti anak kecil itu dan—
"tenang, Fang." Kata Boboiboy dan tangan nya kembali bergerak untuk merapihkan jaket dan topinya di tubuh Fang. "pakai saja dulu topi dan jaket ku, setidaknya kamu gak ngerasain kedinginan lagi. Aku akan menemui mu setelah pertandingan, bagaimana? Juga kamu bisa mengembalikan itu nanti Senin saja."
"Boboiboy," pekik Fang. "bukan itu masalahnya, di sini."
"lalu, apa? Kamu kedinginan bukan?"
Fang mengerang dalam hati mendengar itu.
"dengar Boboiboy, jika kamu—jika kamu membiarkan ku memakai jaket dan topi mu, semua orang akan berpikir jika... kau dan aku..."
Boboiboy mengikis jarak diantar mereka. Cukup dekat hingga hidung mereka bisa saling bergesekan. "kau dan aku... apa?"
"sepasang kekasih," desis Fang sepelan mungkin, hanya mereka berdua yang mendengar.
Boboiboy terdiam. Dia menatap Fang dengan dengan ekspresi mencurigakan. Sekali lagi pandangan mereka terkunci, Fang merasa lututnya lemas dengan pandangan Boboiboy yang melembut.
Boboiboy membalas pelan, "Okey. Kenyataannya memang seperti itu, bukan?"
Mata Fang melebar dan rahangnya jatuh. "k-kamu—"
Boboiboy kembali mepersempit jarak, menekankan lembut bibirnya ke dahi Fang. Menjadikan itu sebagai kecupan singkat dan lembut.
Kemudian Boboiboy mengambil jarak menjauh dari pagar dan berseru, "jaga baik-baik jaket ku! Terutama topi nya, Fang! Aku akan menemuimu saat separuh pertandingan!"
Fang menganga setelahnya. Kepalanya serasa pening karena warna merah dan detak jantungnya berpacu cepat, bahkan telinga nya pun bisa mendengar dentuman itu. Baru setelah pertandingan akan di mulai kembali, dia berbalik pergi dari pagar dan berjalan kembali menaiki tangga stadion.
Dia tidak percaya dengan apa yang barusan terjadi! Boboiboy benar-benar melakukan itu di depan seluruh sekolah?! Apa yang Boboiboy pikirkan?!
Dan bertambah lebih buruk, Fang bisa merasakan beban tatapan setiap siswa yang terpaku dari bangku mereka. Menatap intens pada Fang -lebih tepatnya jaket dan topi Boboiboy.
Secara resmi, ini adalah pengalaman paling memalukan yang pernah Fang miliki dalam hidupnya. Titik.
"Jadi," kata Yaya ketika Fang duduk di sebelahnya. "alasan Boboiboy menghentikan pertandingan paling penting musim ini, hanya untuk memberikan mu jaket dan topi kesayangannya, begitu?" Ying sampai terkikik di sana.
Pipi Fang terbakar. "jika kalian tidak berhenti tertawa sekarang juga, akan ku keluarkan naga bayang, detik ini juga."
Yaya dan Ying menggigit bibir mereka untuk menahan senyum. Dan kembali memperhatikan permainan tanpa banyak bicara.
Lanjut?
Gimana? Gimana? Ngegantung yaa/keroyok masal. Tapi sebelumnya maaf ya kalo ngegantung gini, padahal rencana pen one shoot aja. Tapi kok pas di perhatiin panjang banget jdnya. Lagian aku gak biasa update cerita langsung panjang paling mentok ntu 2k/ hehe
Jadi di bagi 2 chapter aja deh biar enak (?)
So, tunggu aja guys buat kelanjutannya di jamin memuaskan hasrat dahaga akan kekurangan asupan Boifang (?)/ minta di cincang.
Tapi sebelum itu saya minta subangan komen kalian ya TT... itung-itung penyemangat biar cepet-cepet up lah XD/ hehe
Okey see you~~
