Chapter 2
Title : The Great Ninja Konoha
Author : Shinji Kazama
Rated : T ( bisa berubah sesuai dengan jalan cerita )
Genre : Adventure , Friendship , Family , Romance
Pair : belum terfikirkan
Disclaimer : Masashi Kishimoto
.
Warning : OOC ,OC, alur berantakan , author newbie , gaje , typo , ide pasaran, , Etc
Don't Like Don't Read !
A/N: konnichiwa minna-san , ketemu lagi dengan saya sebagai author baru yang kece badai *digebukin para reader*
Baiklah , saya akan memulai fic ini dari otak saya yang agak error-error gitulah -_-
Chapter 2
.
.
.
3 Tahun kemudian ( 3 hari di dunia nyata )
.
Setelah 3 tahun di mindscape Naruto, Naruto telah menguasai ke 5 elemen dasar dan beserta Kekei Genkai ( yaitu , Mokuton dan Hyouton ), walaupun Naruto belum menguasai semua Kekei Genkai dan juga The Sage Of Sixpath.
" kurasa kau sekarang menjadi lebih kuat dari sebelumya, Naruto" ucap Rikudou
"Hehehehe... Tidak begitu juga Jiji" jawab Naruto sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal
Rikudou pun tersenyum melihat kelakuan Naruto
"Naruto,, sekarang waktunya kau kembali ke duniamu " ucap Rikudou kepada Naruto dan hanya dijawab dengan anggukan kepala Naruto. Tapi, Naruto pun bertanya kepada Rikudou
"Bagaimana caranya aku keluar dar sini, Jiji?" Tanya Naruto bingung,
Rikudou pun tersenyum dan menjawab pertanyaan Naruto " pejamkan matamu Naruto dan konsentrasilah. Maka kau akan kembali ke duniamu"
Naruto pun memejamkan matanya dan berkonsentrasi. Dan Naruto pun kembali ke dunia nya
.
-Real World-
.
Matahari telah menampakkan sinarnya, burung- burung mulai bersiul- siul. Di sebuah kamar yang ada di Mansion Senju, terdapat anak berambut kuning jabrik yang sedang tertidur (atau tepatnya belum sadar dari pingsannya).
.
.
.
~~~~At Senju Mansion~~~~
.
.
Cahaya matahari perlahan-lahan masuk ke sebuah kamar yang ada di mansion Senju yang ditiduri seorang anak berambut kuning jabrik.
.
"Enggghhh..."Leguh anak itu agak panjang. Kemudian, anak itu mengerjap-ngerjapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya.
" Dimana ini⦠" Tanya anak tersebut setelah ia melihat sekeliling ruangan tersebut yang dipastikan bukan kamar dimana tempatnya tinggal. Tempat tersebut memiliki warna langit- langit putih dan dinding yang berwarna hijau dan disamping ranjangnya dan ada sebuah meja kecil dan dimeja tersebut ada vas bunga yang berisi bunga mawar, disamping vas juga ada buah- buahan,jadi ini tidak mungkin kamarnya karena ia yakin bahwa Minato dan Kushina tidak akan memperhatikannya.
Kriett
Terdengar suara pintu yang dibuka dan meampilkan seorang wanita yang memiliki surai pirang pucat diikat twintail dengan wajah sendu. tetapi wajah sendu tersebut tergantikan dengan wajah gembira setelah melihat anak yang telah dia anggap sebagai cucunya sendiri itu sadar.
"Kau sudah sadar Naru..?" tanya Tsunade kepada anak berambut jabrik
"Sudah baa-chan" jawab anak tersebut yang bernama Naruto dengan cengiran khasnya.
"Bagaimana keadaanmu Naru-chan" tanya Tsunade
"Lebih baik baa-chan, hanya sedikit sakit saja" jawab Naruto mendudukan dirinya di pinggir kasur.
"Hmm... Ayo kita ke bawah Naru-chan , aku sudah menyiapkan sarapan, Shizune sudah menunggu" ajak Tsunade kepada anak yang dianggap cucunya sendiri
"Apa ada Ramen baa-chan" tanya Naruto dengan berbinar binar
"Hm.. Tentu Naru" balas Tsunade kemudian pergi menuju lantai bawah dan diikuti Naruto dari belakang
.
.
-Skip Time-
Kini Naruto, Tsunade, Shizune yang ditemani Ton-ton babi kesayangan nya sedang menikmati makanan yang telah Shizune masak, setelah makan Naruto pun mulai bicara
"Umm... Baa-chan sebenarnya sudah berapa hari aku tidak sadarkan diri?" Tanya Naruto
"Tiga hari" jawab Tsunade singkat
"Bagaimana dengan mereka ?" Tanya Naruto nada sedih. Naruto paham betul siapa itu 'Mereka'. Mereka yang dimaksud Naruto adalah keluarganya
" Mereka sama sekali tidak peduli bahkan mencari saja pun mereka tidak pernah seolah-olah tidak ada bagian dari mereka yang hilang" jawab Tsunade panjang lebar dan tanpa disadari Naruto pun menitikan air matanya dan Naruto pun membatin ' hiks...hiks...apa salahku , kenapa mereka membenciku, apa karna aku tidak memiliki Chakra'
Tsunade yang melihat Naruto sedari tadi sedih, ia pun menghampiri Naruto dan menghapus air mata dia dan berkata " ku tahu kau sedih Naruto, tapi ingat kau tidak sendirian , masih ada aku , Shizune , Hiruzen-sensei , dan Shikamaru . " Ucap Tsunade menenangkan Naruto orang yang ia anggap sebagai cucunya sendiri
" Itu benar Otouto, kau tidak sendirian. Kau masih memiliki aku dan Shisou yang akan selalu menemamiu jika kau merasa kesepian" ucap Shizune menambahkan
" Hiks..hiks.. Arigatou Baa-chan , Nee-chan" ucap Naruto sambil menghapus air mata nya
"Sama-sama Naru/Otouto" ucap Tsunade/Shizune
"O ya apa kau ingin menjadi ninja Naru?" lanjut dan tanya Tsunade mengganti topik pembicaraan karna dia tidak ingin melihat cucunya terus bersedih.
"Tentu Baa-chan aku ingin menjadi ninja dan ingin membuat perdamaian di dunia shinobi serta memutus rantai kebencian" jawab Naruto mantap
"Baik Naruto dua minggu lagi kau akan masuk ke akademi" jawab Tsunade
"Baiklah Baa-chan , tapi bolehkah aku keluar sebentar?" Tanya Naruto kepada Tsunade dan dibalas anggukan oleh Tsunade
.
-Skip Time-
.
Kini Naruto berjalan di tengah keramaian desa Konoha dan tidak lupa dia dihadiahi tatapan benci dan sinis oleh para warga desa , tapi Naruto pun tidak peduli karna melayani hal seperti itu adalah hal yang sia-sia.
Dan saat ini Naruto pun berjalan menuju Training Ground 6 untuk latihan . Dan setelah sampai di TG 6 Naruto pun melakukan pemanasan terlebih dahulu. Yaitu Push Up 100 kali, Sit Up 100 kali dan lari mengelilingi lapangan sebanyak 50 kali dan setelah melakukan pemanasan Naruto pun langsung memasang kekkai dan genjutsu terlebih dahulu sebelum memulai latihannya "baiklah, 2 minggu mulai dari sekarang aku akan berlatih disini"
.
.
.
.
"Katon : Goryuuka no Jutsu"
.
Dhuarr...
Kemudian dari jutsu naruto sendiri terciptalah naga api yang berukuran sedang yang sedang melesat kearah pohon dimana naruto latihan dan membuat pohon tersebut hangus seketika.
.
.
Dan soal bagaimana tempat naruto berlatih jangan ditanya lagi , bisa dibilang terlalu parah. Bagaimana tidak, disetiap sudut hutan seperti kebakaran dan tanah lapangan tersebut tak berbentuk lagi serta jangan lupa bekas ledakan petir yang menghiasi tempat latihan naruto.
"Yosh , sekarang waktu nya untuk menyempurnakan jutsu saja"
Ujar naruto dengan semangat nya dan bersiap siap ingin pulang , namun tiba-tiba...
Kaboomm
Terjadilah suatu ledakan yang berkisar beberapa kilometer yang tak jauh dari tempat naruto berlatih membuat diri nya mengurungkan niat nya untuk pulang kerumah nya
'Apa itu!?.. Aku harus kesana sekarang juga'
Batin Naruto dan segera shunshin ke tempat ledakan tersebut
.
.
.
~ Sementara di tempat yang terjadi ledakan ~
Kini terlihat pula seorang anak berumur 8 tahun berambut harajuku hitam pendek serta memiliki sepasang mata onyx hitam yang sedang bertarung dengan beberapa shinobi yang berpakaian seperti yukata hitam tanpa lengan serta tidak memakai hitaite seperti shinobi pada umum nya.
Namun disetiap dari para shinobi itu pun memiliki rambut seperti pantat ayam
(A/N: mirip rambut Kazuya Mishima di Tekken Series )
Yap , mereka adalah shinobi dari klan Mishima yang masih bertahan setelah beberapa puluhan tahun terjadi perang saudara antara klan Mishima dengan Klan Kazama namun karna dipihak klan kazama lah yang menang dalam perperangan tersebut. Karna klan Kazama dibantu oleh aliansi shinobi klan Senju , Uchiha dan klan Uzumaki.
Dan kembali lagi ke sebuah pertarungan yang dimana anak tersebut telah dikepung oleh puluhan shinobi klan Mishima
" Hahaha... Sekarang kau tidak bisa kemana mana lagi bocah Kazama! Kau harus dibunuh atas perintah Heihaichi-sama! "
Ucap salah satu shinobi klan Mishima yang menjadi ketua kelompok tim pengejaran tersebut berkata dengan nada yang terdengar gila
" Keh.. Jangan harap aku bakalan dibunuh oleh makhluk-makhluk pantat ayam seperti kalian! "
Jawab anak tersebut dengan nada sedikit keras sambil melempar puluhan kunai kearah mereka sambil merapal handseal.
"Fuuton : Kaze no Jutsu !"
Kemudian terciptalah gelombang angin dari ketiadaan dan puluhan kunai tersebut melesat sangat cepat dan menyerang puluhan shinobi Mishima tadi.
Dan dengan mudah nya shinobi Mishima tadi menangkis serangan kunai milik anak tersebut.
Trankk
Prankk
"Hahaha! Hanya ini serangan mu bocah! ,"
Salah satu shinobi Mishima berkata dengan nada Angkuh nya kepada anak tadi tanpa sadar beberapa anggota nya terluka akibat sayatan angin tajam dari serangan anak itu.
Bisa dibilang kalau kondisi anak yang sedang bertarung dengan shinobi tadi bisa dibilang kalau pakaian atas nya terlihat robek parah dan terdapat banyak luka luka bekas sayatan senjata tajam ditubuh nya.
"Hah..hah.. Jangan pikir aku akan menyerah ,sialan!"
Tanpa basa basi lagi anak tadi mulai merapalkan handseal untuk menciptakan sebuah jutsu lagi
"Katon : Ryuenka No Jutsu!"
Kemudian semburan api dengan intensitas sedang keluar dari hembusan mulut anak itu dan langsung membakar shinobi tersebut namun hanya tiga shinobi saja yang bisa menghindar dari serangan tersebut dan membuat shinobi yang masih hidup menggeram marah.
" Kau! Kau akan mati sebentar lagi bocah Kazama!"
"Fuuton : Kazeryuu no Jutsu!"
Tiba tiba sebuah jutsu angin berbentuk sebuah Naga pun langsung menyerang semua shinobi klan Mishima yang ada ditempat kejadian sekarang dan menewaskan 3 shinobi dari klan mishima.
"Arggghhh!"
Dan kini terlihat sosok anak berambut pirang berusia 8 tahun berdiri disamping anak berambut hitam dengan kondisi terduduk karena kehabisan chakra.
Yah , sepertinya Naruto datang tepat waktu dan menatap datar kearah tiga mayat yang merupakan korban dari jutsu naga angin milik Naruto , namun tidak itu saja, beberapa bekas ledakan terbakar serta beberapa dahan pohon yang ikutan terpotong akibat Jutsu angin , sepertinya Naruto melirik kearah anak yang seumuran dengan Naruto dengan kondisi yang memprihatin kan dan segera menghampirinya.
" Etto.. Daijoubu ka? "
Tanya Naruto dengan nada yang begitu terkesan polos.
" Daijoubu Mattamu hah! Kau lihat jelas kan bagaimana keadaan ku sekarang! "
Namun jawaban anak yang ada didepan Naruto adalah sebuah kekesalan , bagaimana tidak naruto bisa berbicara dengan basa basi yang menurut anak itu terkesan kuno.
" Ehehe.. Gomen gomen.. Tapi sebelum itu siapa namamu uhm? Oh ya , namaku Naruto Uzumaki-Senju , ehehe... Salam kenal "
Naruto mulai memperkenalkan dirinya kepada anak tadi dengan cengiran khas nya.
Deg
Tiba tiba anak tadi tersentak mendengar dua Marga yang menurut anak itu adalah Marga yang legendaris.
.
' Uzumaki! , Senju! '
.
Namun tanpa ambil pusing anak tadi menyingkirkan rasa kebingungan nya dengan membalas perkenalan anak tadi.
.
" Eumm.. Aku.. Kenji Narukami desu.. Salam kenal , Naruto "
.
Balas Kenji dengan setengah berbohong karena menyembunyikan identitas klan nya jauh lebih penting dari apapun.
.
" Ouh.. Kenji yah , nah.. Kalau gitu aku akan mengantarmu kerumahku dan mengobatimu sekaligus Kenji "
.
Tanpa basa basi Naruto membantu Kenji berdiri dan langsung melakukan Shunshin ketempat Mansion Senju bersama Kenji yang tengah pingsan karena kehilangan kesadaran nya.
.
.
.
~ At Senju Mansion ~
.
.
.
Mereka berdua pun telah sampai didepan Mansion Senju dan Naruto pun langsung mengetuk pintu mansion sambil membopong anak sebaya dengan Naruto.
.
.
Tok.. Tok.. Tok..
.
.
" Sebentar... "
.
Terdengar suara wanita paruh baya dari dalam Mansion, dan tak lama kemudian Tsunade pun membuka kan pintu dan alangkah terkejut nya dia melihat sosok bocah yang pingsan disertai luka parah ditubuhnya dibopong oleh Naruto.
.
" Ke Kenapa dia Naruto! " kata Tsunade memperhatikan anak yang sedang dibopong Naruto " dia terluka parah Baa-chan!. Kita harus bantu dia" tanpa basa basi pun Naruto langsung masuk kedalam mansion membopong anak tadi yang dibantu Tsunade.
.
.
.
.
.
30 menit kemudian tubuh Kenji mulai diobati oleh sosok wanita lain yang bernama Shizune Katou , kenapa harus Shizune yang mengobati Kenji? Alasannya simple sekali karena Tsunade masih trauma yang namanya "darah".
.
Kini sosok Kenji telah tergantikan , yang tadi jika tubuhnya yang penuh luka luka , kini tergantikan perban yang melilit badan nya , begitu juga dengan dahinya.
.
Kenji tengah terbaring diatas kasur yang berada di kamar yang sama saat digunakan Naruto dulu ketika dirinya sempat dirawat setelah diamuk masa oleh warga Konoha.
.
Kembali lagi dengan Naruto yang tengah duduk di sofa tamu bersama Tsunade dan Shizune , Tsunade tengah meminta penjelasan langsung dari Naruto.
.
" Naruto , bisa kau jelaskan apa yang terjadi? "
.
" Ya , Naruto.. Nee-chan penasaran , kenapa kau bisa menemukan anak itu yang tengah terluka parah ? "
.
Mungkin kepala Naruto akan pusing sebentar lagi ketika sosok dua wanita yang dianggap sebagai ibu dan kakak nya ini.
.
" Haahh.. Sepertinya anak itu atau yang bernama Kenji Narukami diserang oleh beberapa kelompok Shinobi asing , Baa-chan , Nee-chan.. "
.
Ucap Naruto memberikan penjelasan seadaanya kepada mereka berdua, namun Tsunade dan Shizune malah terkejut dan tsunade pun bertanya balik kepada Naruto. " Apa!? Shinobi Asing katamu Naruto? "
.
"Hm ya , itu benar Baa-chan , shinobi itu tidak mengenakan hitaite ataupun seragam jounin , namun yang menjadi ciri khas dari mereka adalah rambut yang mirip seperti pantat ayam "
Kali ini Naruto langsung menjawab pertanyaan Tsunade hingga membuatnya terdiam .
.
Tsunade tahu shinobi yang dimaksud naruto , Klan Mishima yang merupakan musuh abadi Klan Kazama . jika kemungkinan tsunade adalah , anak itu merupakan pengkhianat dari klan Mishima , tapi kalau dipikir Tsunade lagi , anak itu memiliki rambut tipe raven , bukan pantat ayam.
.
" Kalau begitu , apa Baa-chan mau mengizinkan Kenji tinggal disini kah? Karena sepertinya dia tidak memiliki tempat tinggal ,ne" lanjut Naruto bertanya kembali kepada Tsunade.
.
" Ya , tentu saja Naruto! , dia boleh tinggal disini dan Baa-chan akan mendaftarkan anak itu ke academy bersama mu " balas Tsunade dengan nada tegas , namun dengan ekspresi sedikit panik.
.
' Dan kuharap anak itu tidak akan dikejar lagi oleh kelompok klan Mishima , jika benar Klan Mishima belum musnah , berarti Konoha berada dalam masalah sekarang!'
.
" Hee!? Benarkah Baa-chan? Horee! "
.
Naruto makin kegirangan ketika mendengar apa yang dikatakan Tsunade barusan , namun berbeda dengan Shizune. Yang tengah dilanda kebingungan oleh Shisou nya sendiri , mungkin Shizune bakalan mengajukan beberapa pertanyaan dari Shisou tersayang
nya.
.
Dan beberapa saat kemudian Naruto pun langsung menuju ke kamar nya guna melihat keadaan anak yang bernama Kenji tadi , lalu Shizune pun bertanya sesuatu. " Shisou , apa maksud mu tadi mengizinkan dan mendaftarkan anak itu ke academy ,? "
Tsunade yang mendengar pertanyaan dari Shizune langsung menoleh kearahnya dan menatap Shizune dengan tatapan serius.
.
" Mungkin beberapa hal harus kamu ketahui shizune-"
jawab sang Shisou menjeda kalimatnya , lalu mengubah ekspresi wajahnya dengan raut yang sulit diartikan , entah itu sedih , bimbang ataupun yang lain , namun Tsunade melanjutkan kembali kalimatnya.
" Jika kemungkinan besar anak yang diselamatkan Naruto itu merupakan salah satu anggota klan Kazama yang menjadi incaran setiap anggota klan Mishima. ".
.
Namun Shizune makin bingung apa yang dimaksud shisou nya ini , Klan Kazama? , mungkin itu isi pikiran Shizune mengingat dirinya belum pernah mendengar nama klan itu.
.
" Hahh.. Sepertinya kau belum paham juga Shizune. " Helaan nafas keluar begitu saja dari mulut Tsunade , yah bagi Tsunade itu wajar saja mengingat murid nya yang satu ini memang tidak tau sama sekali soal klan Kazama maupun Klan Mishima.
.
" Lalu bisa kau jelaskan tentang klan Kazama dan Klan Mishima yang kau maksud itu Shisou?" Tanya Shizune begitu tertarik dengan topik baru pembicaraan ini.
.
" Ah.. Baiklah akan kuceritakan saja secara singkat , kau tahu bukan kalau klan Senju dulu beraliansi dengan Klan Uzumaki , Shizune? " Jawab sekaligus tanya Tsunade kepada Shizune dan dibalas anggukan dari Shizune sendiri.
.
" Maka lain hal nya dengan Klan Uchiha yang mulai beraliansi dengan Klan Kazama , memang diantara Klan Uchiha dan Klan Kazama memiliki persamaan begitu mencolok dari segi fisik , namun beda sifat. Uchiha terkadang cenderung bersikap datar , lain hal nya dengan Kazama yang begitu ramah kepada siapa pun."
.
" Humm... Begitu yah Shisou , sepertinya aku mulai tertarik dengan ceritamu." Shizune mulai paham apa yang dimaksud oleh sang Shisou.
.
Dan di menit berikutnya , Tsunade melanjutkan pembicaraan yang begitu penting bersama Shizune.
.
.
.
.
.
Dan disinilah Naruto berada , disebuah kamar yang kini ditempati oleh bocah seumuran nya dengan kondisi tubuh nya yang diperban.
.
"Unghh.. "
.
Sang anak yang berada ditempat tidur mulai menggeliat pelan dan sedikit sadar , Naruto yang melihat pertama kali nya anak itu sadar , Naruto pun mulai bersuara.
.
" Bagaimana keadaan mu sekarang , Kenji? " Tanya Naruto sambil duduk di sebuah kursi didekat ranjang yang ditempati anak yang bernama Kenji.
.
" Ahh.. Sepertinya keadaan ku sedikit membaik ugh~ " jawab Kenji sambil mencoba untuk duduk bersandar di ranjang tersebut sambil memegangi kepala nya yang terasa di perban.
Lalu Kenji mencoba untuk mengedarkan pandangan nya ke seluruh sudut kamar dan bertanya lagi.
" Hei Naruto , kira kira dimana aku berada sekarang hmm? "
" Kau berada di Konoha , memangnya kenapa? " Jawab Naruto seada nya ,namun terdengar seperti pertanyaan.
Seperti nya Kenji mulai kebingungan , apa dia harus berkata jujur atau berbohong lagi? Sepertinya Kenji kembali bimbang.
" Emm.. Lupakan saja , sepertinya aku menyukai desa ini " balas Kenji dengan senyum kecil nya , ketika Naruto melihat senyuman Kenji , sepertinya Kenji adalah tipe yang bersahabat.
Dan di menit selanjutnya , Kenji pun perlahan turun dari ranjang tempat dia beristirahat, dengan cepat Naruto pun langsung membopong tubuh anak berambut hitam tadi , sedangkan Kenji hanya membalas sebuah senyuman kepada Naruto.
" Tolong antarkan aku pada mereka , Naruto "
.
Mereka berdua pun , sebut saja Naruto dan Kenji mulai keluar dari kamar sambil menuruni tangga menuju ruang tamu dimana Tsunade dan Shizune berada sekarang.
.
Tsunade yang melihat siapa yang menghampirinya langsung bertanya.
" Bagaimana keadaanmu nak? Apa sudah membaik kah?, "
.
"Humm.. Sepertinya sedikit membaik sih , Oba-san " jawab Kenji sambil diiringi dengan senyum kecil yang terukir di bibir nya.
.
Sementara Naruto hanya mendengus kesal disaat mendengar jawaban teman yang ada disamping nya sekarang ,
" Bodoh, kenapa kau memanggil dia seperti itu , kau tahu.. Oba-san yang kau panggil itu umurnya 50 tahun lebih" jawab Naruto dengan nada enteng yang membuat sang Narasumber emosi dan ingin mengamuk , tapi sebelum itu...
Pletakk!
Sebuah bogem mentah langsung mendarat diatas kepala kuning milik Naruto yang menghasilkan sebuah benjolan yang berbuah 'manis' dan kita lihat pelaku nya siapa? Yap , pelakunya adalah sosok bocah yang tepat berada disamping Naruto.
" Baka! Apa apaan kau ini Kenji! "
Teriak Naruto sambil mengusap kepalanya yang terdapat benjolan tadi.
" Setidaknya itu adalah pelajaran untukmu bagaimana cara menghormati orang tua dengan benar "
balas Kenji sambil menoleh sedikit kearah Naruto yang tengah meringis dan melemparkan tatapan dingin. Dan sepertinya nyali Naruto sedikit menciut setelah melihat tatapan dingin dari sosok yang bernama Kenji. Dan bukan karna itu saja yang membuat Naruto bungkam , tapi mengingat ucapan yang dilontarkan Kenji memang benar , tepat sasaran.
" Sudah sudah , tidak usah bertengkar.. dan Naruto , sebaiknya kau ajak Kenji keluar dulu sambil memperkenalkan desa Konoha" lerai Tsunade sekaligus menyuruh Naruto untuk mengajak Kenji keluar rumah , mengingat jam menunjukkan pukul 3 sore , sepertinya Tsunade harus menyiapkan tenaga Ekstra mulai dari sekarang , karna Tsunade tidak akan tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
.
.
Suasana desa konoha begitu ramai di sore hari. Maklum karena masih ada penduduk yang melakukan aktifitas mereka sebelum malam tiba. Namun kegiatan mereka semua begitu terhenti melihat dua orang anak , sebut saja anak berambut pirang dan berambut hitam tengah berjalan melintasi keramaian desa menuju ke sebuah tempat yang menjadi langganan Naruto untuk beristirahat
.
Sesekali Kenji mengobservasi pandangan nya kearah penduduk desa yang menatap mereka.
.
Tatapan itu seperti tatapan kebencian , jijik dan tatapan ingin membunuh seseorang.
.
" H hei Naruto, ada apa dengan mereka hm? " Tanya Kenji dengan nada pelan
.
" Sudahlah , abaikan saja mereka " Balas Naruto dengan nada acuh tak acuh sambil melanjutkan perjalanan.
.
.
.
Dan mereka berdua berhenti di depan tempat tujuan , yaitu kedai Ramen Ichiraku.
.
Kalau dilihat lihat hanya seperti sebuah kedai ramen biasa bagi Kenji , tapi pemikiran Naruto tidak seperti Kenji , karna bagi Naruto , ramen disini memang lezat no 1 se-dunia.
.
" Kau bilang kita akan keliling desa ini kan, kenapa malah kesini Naruto? " Tanya Kenji yang berada disamping Naruto dan memasang gaya memasukan kedua tangan kedalam saku celana nya dengan tatapan datar.
.
Sekarang Kenji memakai baju hitam polos ( yang merupakan punya Naruto yang dipinjam oleh Kenji karna pakaian sebelum nya hampir robek semua ) dan celana pendek warna putih dan mengenakan sepasang sepatu shinobi warna hitam , sementara Naruto mengenakan pakaian yang sama disaat latihan sebelum nya.
" Kau pikir kita akan berjalan mengelilingi desa tanpa mengisi perut dulu huh? " Tanya Naruto kembali diiringi dengusan dari nya , sementara Kenji hanya ber-hm ria dan mulai memasuki kedai tersebut lalu duduk di Kursi yang telah disediakan.
" Paman! Aku pesan ramen jumbo spesial ya... Jangan lupa ekstra naruto nya dibanyakin paman! " Seru Naruto penuh lantang dan membuat kenji sweatdrop melihat tingkah teman disebelahnya , apa harus segitunya kah sikap si kuning bodoh hanya karna semangkuk ramen.
" Aku pesan miso ramen saja paman "
Ujar Kenji seadanya kepada sang pemilik kedai.
" Oke! Tunggu sebentar-"
Niat sang pemilik ingin keluar dari ruang dapur namun perkataan nya berhenti begitu melihat sosok anak yang seumuran dengan Naruto begitu asing dilihatnya.
" Wah siapa namamu nak, sepertinya baru kali ini aku melihatmu nak? " Tanya sang pemilik kedai ramen kepada Kenji , sebut saja namanya Teuchi.
" Namaku Kenji , teman nya Naruto, Oji-san" jawab kenji dengan senyum kecilnya.
" Oh souka , kalau begitu pesanan kalian akan paman buatkan " di detik berikutnya Teuchi pun kembali kedapur untuk membuatkan ramen pesanan Naruto dan Kenji.
Sembari menunggu pesanan datang , Kenji malah memainkan sebuah sumpit ramen yang diambil dari tempat sumpit didekat meja sambil bersiul.
Naruto yang mendengar siulan Kenji pun mulai membuka pembicaraan.
"Kira kira kenapa sekumpulan Ninja itu di hutan tadi menyerang mu Kenji?"
Sementara yang ditanya malah terdiam sebentar dan berhenti memainkan sebuah sumpit ditangan nya.
" Hmm... Entahlah , aku tidak mengerti kenapa si kakek bodoh itu ingin sekali menangkap ku-"
Jawab Kenji sambil menerawang ke langit langit kedai dan memikirkan kejadian kejadian terburuk semasa kecil nya.
" Yang jelas dia pernah bilang kalau aku itu adalah orang yang spesial dan aku tak mengerti apa maksudnya itu Naruto " lanjutnya sambil memejamkan matanya , mengusir ingatan ingatan buruk didalam kepala Kenji.
Naruto hanya bingung dengan jawaban Kenji tadi , ditangkap dan orang yang spesial? Begitulah isi pikiran Naruto.
Naruto pun mulai mengobservasi keadaan sekitar. Keadaan dijalanan lagi sepi, sementara yang punya kedai lagi didapur, dan Kenji? Dia hanya sibuk dengan pikiran nya sendiri.
Dan Naruto pun mulai mengaktifkan Rinnegan di kedua matanya lalu Naruto melihat sesuatu didalam tubuh Kenji , lebih tepat chakra didalam tubuhnya serta aliran chakra didalamnya.
' Jika dilihat lihat , Kenji memiliki kapasitas chakra yang begitu besar didalam tubuh nya. Tapi, hanya saja kenapa aliran chakra didalam tubuh Kenji banyak yang tertutup? Apa jangan jangan ada masalah nya dengan control chakra nya kah? Hmm.. ini membingungkan sekali'
Batin Naruto yang masih berspekulasi didalam pikiran nya , dan mata Naruto berubah kembali menjadi biru safir seperti biasanya.
Beberapa menit kemudian sang koki akhirnya keluar dari dapur sambil membawa dua mangkok berisi ramen yang berbeda dikedua tangan nya , dan meletakan pesanan ramen diatas meja sang pemesan yaitu Naruto dan Kenji.
" Ittadakimasu. "
Setelah mereka mengucapkan satu kata sakral , Naruto dan Kenji mulai menikmati ramen nya dengan penuh khidmat.
Namun selang beberapa menit , acara makan mereka terganggu akibat teriakan cempreng dari seseorang.
" Hei Kiba! Lihat siapa yang ada disini..." Teriak bocah berambut merah jabrik dengan tiga pasang guratan halus di pipinya.
" Heh.. Rupanya si lemah ada disini dan juga si lemah ini ada teman nya Menma.." Timpal sang bocah berambut coklat dan memiliki tato di kedua pipi nya berupa tanda segitiga terbalik berwarna merah.
Sementara yang diteriakin oleh duo berisik aka Menma dan Kiba , hanya diam sambil melanjutkan acara makan ramen.
Kenji POV Start
' Kenapa dengan mereka berdua? Kenapa mereka begitu merendahkan Naruto? Kenapa? " Aku selalu bertanya tanya didalam hatiku , kenapa Naruto diperlakukan seperti ini , dipermalukan layaknya seperti sebuah sampah yang selalu diinjak injak. Dan kenapa bocah sialan itu menyeret diriku? Mau cari mati dia.
Lalu kutekuk kan kepala ku disaat aku memakan ramenku yang terakhir lalu kumainkan sebuah sumpit yang ada ditangan kiriku.
"Kalian pikir, kalian sudah kuat begitu setelah merendahkan Naruto? Justru kalian lah yang sangat sangat lemah yang bisa nya menghina orang lain , tch!" Kataku dengan nada sarkas dan dingin tanpa memandangi mereka berdua.
Sementara salah satu dari mereka mulai terpancing emosi akibat ucapan ku barusan.
" sialan kau! Berani berani nya kau menyebut kami lemah! "
Sepertinya aku harus menutup mulut kotor mereka dengan sumpit yang ada ditangan ku ini , hhh...
Syuutt..
Kenji POV end
Syuutt...
Dan sebuah sumpit ramen milik Kenji langsung melesat kearah mereka berdua yang merupakan biang keladi dari semua ini.
Tuk..
Alhasil ujung sumpit telak mengenai kening / dahi anak berambut coklat bertato merah dan meringis kesakitan.
" Adaww~ ittaiii..."
Kiba langsung mengusap usap dahi nya sambil menatap tajam punggung anak berambut hitam yang mengenakan baju yang sama warna nya.
Namun sebelum Kiba ingin mengatakan sesuatu , Kenji tiba tiba bangkit dari tempat duduk nya sambil menggebrak meja didepan nya sedikit keras sambil menoleh kearah Kiba dan Menma dengan tatapan tajam dan dingin.
" Kalau bukan lemah , apa lagi hn? Apakah aku harus menyebut kalian hebat ,tch.. Sedangkan sebuah sumpit yang mengenai kening mu saja tidak bisa kau hindari , dasar bocah Inu"
Sementara yang merasa dipanggil bocah Inu langsung menggeram marah , sementara Menma langsung angkat bicara.
" Memangnya apa masalah mu sialan! Apa kau membela si Aib desa ini hahh! "
Bentak Menma kepada Kenji yang tengah menatap tajam kearah mereka.
Namun Kenji sama sekali tidak gentar dengan bentakan seorang bocah , bagi Kenji itu hanya bentakan biasa. Lalu Kenji malah menatap Menma sambil mengacungkan jari telunjuk nya kedepan sambil mengatakan sesuatu.
" Lebih baik tutup mulut mu bocah , karna aku sedang tidak berurusan dengan mu , tapi aku berurusan dengan teman bodoh mu ini-"
Jeda Kenji menurunkan jari yang dia acungkan tadi dan melanjutkan kalimatnya.
" Kalian tahu , kalian itu hanyalah bocah bocah bermulut besar , dan jika kalian seperti itu , kalian tidak pantas disebut sebagai Shinobi! "
Checkmate! , sepertinya kalimat terakhir Kenji membuat Menma dan Kiba terdiam sejenak
" Dan juga menjadi Shinobi itu berarti kalian harus berjalan disamping kematian kalian sendiri , karna kapanpun , dimanapun dan siapapun yang akan mengincar nyawa kalian itu kalian tidak akan tahu sama sekali "
Sementara Naruto yang masih duduk menikmati Ramen nya malah tersenyum senang karena kalimat Kenji , well sepertinya Kenji berhasil menutup mulut kotor duo bocah yang sering menghina dirinya.
Lalu Kenji mengeluarkan beberapa lembar Ryo yang menjadi uang sakunya lalu menaruh lembaran serta beberapa uang koin Ryo diatas meja.
" Paman.. Uangnya kutaruh diatas meja untuk tagihan ku dan Naruto , ayo Naruto kita pergi melanjutkan perjalanan yang tertunda. "
Ucap Kenji yang menyuruh Naruto bangkit berdiri , sementara Naruto hanya mengangguk sebagai jawaban nya.
Namun sebelum Kenji dan Naruto keluar dari kedai ramen , Kenji menatap dingin sosok dua bocah dihadapan nya.
" Dan juga , jika kau menghina Naruto lagi , akan kurobek mulut kotor mu itu sialan! " Ancam Kenji dengan nada yang amat dingin kepada mereka berdua , tidak.. Sepertinya hanya ditujukan untuk Menma seorang.
Setelah itu Naruto dan Kenji akhirnya keluar dari kedai ramen meninggalkan dua orang yang ada disana.
Sementara Kiba dan Menma menatap satu sama lain hingga Kiba membuka suara duluan.
" Hei Menma , sepertinya bocah berambut hitam itu sudah menghina kita terlalu jauh" ucap Kiba sambil menggeram marah, bagaimana tidak? Kiba Inuzuka, seorang pewaris Klan Inuzuka selanjutnya bisa dihina ( lebih tepatnya sebuah pernyataan rasional ) oleh sosok bocah raven atau bisa dikenal sebagai Kenji Narukami atau Kenji Kazama.
" Tenang saja Kiba , suatu saat kita akan membalas perbuatan si sialan itu , berani sekali dia memanggilku bocah " balas Menma dengan emosinya yang mencapai tingkat atas.
' Tunggu saat nya nanti pembalasan ku Aib konoha dan bocah sialan! '.
~~~~ T.B.C ~~~~
Well.. Akhirnya selesai juga , dan juga Author meminta maaf sebanyak banyaknya karna Author meninggalkan fic ini sampai berdebu ( mungkin bisa dihitung beberapa tahun dah hiatus ,)
Dan juga kenapa Author ga bisa lanjutin fic ini dulu yaitu , masalah kosakata dan Eyd , maklum Author nya dapat nilai jelek pas bahasa indonesia :v hahahaha...
Ah.. Lupakan saja , mungkin lanjut ke intinya saja.
Mungkin fic ini akan berlanjut terus , tergantung berapa banyak word yang akan Author tulis , dan juga durasi pembuatan nya ( mungkin paling lama sekitar 1 bulan atau 2 bulan lebih )
Kemungkinan besar , sifat Naruto dan Sasuke akan saya bikin sedikit melenceng dari Canon nya , kalau Sakura? Mungkin lebih banyak melenceng , ah.. Siapa tahu pasti.
Untuk masalah Review mungkin belum bisa Author jawab satu satu , maaf sekali lagi ya minna-san..
Dan juga Author akan bikin fic ini beda dari yang lain ( karna pada awal nya Author menggunakan ide pasaran , namun seterusnya akan berbeda pula ceritanya ) ,
Mungkin segitu saja dari saya , salam hangat dari Shinji Kazama..
See ya.
