Up Part.2
Balas Review :
girl-chan 2
Ups, maap. gue emang sering typo dan salah grammar kalo nulis cerita. jadi maklumi aja ya. Makasih buat infonya /
Oh really, but i'll give you something great happend here :v
Sisa anggota bakal tampil di Part ini jadi bersiaplah oke -w-
Thanks for Review.
Happy Reading.
Chapter 5 : Onsentos Kampretos.
"Semua udah ada!!" teriak Rentarou yang berdiri didepan para anak squad Reha dan Garuchan. "Ya!!"
"Absen! Jin!!"
"Ada!!" (Red sama Rone)
"Alexander!!"
"Ada!!" (Alex)
Sementara bagian squad Reha lagi dicek. Bagian squad Garuchan pada asil ngobrol semua.
"Menurut gue, pasti dia nggak ikut lagi." ujar Ikyo.
"Mana mungkin dia ikut, diakan mukanya masih belom mau di umbar di publik." kata Maurice.
Jangan tanya, mereka lagi ngomongin siapa. Sampai akhirnya dibarisan Akhir Garuchan squad.
"Tumma! Ada orangnya!?"
'Udahlah mana mungkin dia ikut' gumam semua anggota yang ada, tapi tiba-tiba...
"ADA!!"
Krik, Krik, Krik...
"EEEHHHH!!!"
Sekilas Info, dikabarkan bahwa ada satu hal yang dapat menimbulkan kekacauan massal di onsen yaitu, ikutnya Tumma dalam perjalanan ke osen nanti. diduga Tumma juga mengaku ingin sekali-kali ke osen. Terima kasih.
Tralalala~
"Seriusan lu ikut!" ucap Mathias kaget setelah latah barusan.
"Sekali-kali aja, tapi palingan ntar nggak masuk ke onsennya. cuman, palingan dikamar doang kok." kata Tumma datar.
"OH MI GAD! OMIGAD! Bisa jadi berita heboh nih!" kata Elemy sambil Update status di Facebooknya dengan judul 'Heboh, orang bertopeng misterius ikut sebuah rombongan anak muda ke Pemandian Air Panas!".
"Sudahlah kalian, ayo kita berangkat!" perintah Rentarou sambil berdiri didalam kereta. "Ya!"
Dikereta suasananya biasa saja sampai nggak sengaja Ashley muncul entah darimana.
"Hai semua.."
"Gyaaaa!! Hantu!!" teriak Alpha sama Ikyo yang duduk sebelahan tempat Ashley muncul dan kabur dari tempat duduk dan ngumpet di toilet (?!)
"Loh kok kabur?"
"Kayaknya kamu ngagetin mereka deh..." kata Lectro sambil sweatdrop.
"Ah... em, kamu Lectro ya?" tanya Ashley.
"Iya, kamu Ashley, kan? salam kenal ya." kata Lectro sambil menjulurkan tangannya dan memegang tangan Ashley.
"Iya, emm.. job kamu, ghost juga?" tanya Ashley pas ngeliat Lectro kaki lectro agak melayang diudara.
"bukan, aku ini jobnya Zeus.."
"Oh, maaf aku kira-"
"Tak apa."
Tiba-tiba dari jauh ada yang neriakin mereka berdua...
"Cieee, lagi PDKT ya!! Lectro Co Cwit!" teriak Monika sama Ethan dari jauh. Alhasil, mereka dihadiahi lemparan petir sama Lectro dari jauh. "Makan tuh petir!"
Sementara itu disiai lain kereta...
Eudo, Eris, Mathias, Alex, Maurice, Edgar, Rendy, sama Jung lagi ngerencanain sesuatu buat ntar di onsen. Kira-kira apa itu ya..
"Jadi gini... pas dia lagi nggak sadar, kita lepasin diem-diem tuh topengnya.." bisik Mathias, sepertinya mereka lagi bikin rencana buat lepasin topengnya si Tumma.
"Tapikan... dia make topeng tambahan.." kata Edgar sambil ngelirik Tumma yang kebetulan satu gerbong sama mereka.
"Em.. Gue, Alex, Eris bakal nahan dia." kata Mathias dengan evil smilenya.
"Ok... ada Rencana B-nya?" tanya Jung.
"Blom ada, tapi lagi dipikirkan." kata Mathias.
"Oke."
Sementara itu,
"Kayaknya mereka lagi bikin rencana buat ngelepasin topeng gue deh." gumam Tumma sambil ngeliatin teman-temannya yang lagi asik berdiskusi dan sekali-kali menengok ke dirinya.
Kita pindah gerbong lagi...
kali ini ada dua Tsundere plus para kekasihnya dan dua orang polos.
"Lebih baik kamu manggil aku Jin~ Revanku~" kata Red sambil meluk Revan.
"Lepasin ah!" bentak Revan dan ngelepasin pelukannya Red. Red ngedumel, tapi kemudian dia baca sebuah buku buat ngelepasin ambekan dia. Nggak sengaja Revan liat seauatu yang jatoh dikakinya Red.
"Red, ada ya-" Revan cengo pas ngeliat kalo yang jatoh adalah Kondom (#Fiestayangbukannuggetayam. :v) dengan seketika Revan langsung ambil dan buka jendela kereta dan buang tuh benda keluar yang jauh.
"Wan-chan~ kenapa dibuang~ itukan buat malem-" kata Red tapi kemudian dia dikasih hadiah jiplak tangan di pipi (baca : tampar) sama Revan.
"JIINN MESUUUMM!!!" Teriak Revan dan lari ke toilet dan nangis disitu.
"Revan, buka, A...aku bisa Jelasin..." kata Red sambil ketok-ketok pintu toilet, ngebujuk Revan buat keluar. "Nggak Mau!!"
"Thun-kun~ Bagi dong makanannya~ " kata Elemy sambil ngeguselin Thundy yang sebenernya lagi makan bareng Revan. Dan Thundy bukannya ngasih Elemy makanan dia tapi malah ngasih bungkusan butter cookies yang entah dapet dari mana dan nyumpel mulut Elemy make gituan.
"Ahh~ Thun-kun~ Aku maunya bekel kamu satu suap aja, bukannya butter cookies~" kata Elemy setelah melepas bungkusan kue yang nyumpel mulutnya barusan dan ditaro dikursi dia.
"Nggak! Tuh makan aja Butter Cookiesnya!"
Silica sama Rina nyamperin mereka.
"Emy, kuenya nggak dimakan? buat kita boleh?" tanya Rina sambil megang bukusan yang dia ambil di bangkunya Elemy.
"Buat kalian aja, aku nggak mau itu soalnya." kata Elemy dan fokus lagi sama Thundy.
"Yee... Kak Silica kita dapet kue." kata Rina sambil nunjukin bungkusan kie tersebut ke Silica. "Makan bareng ya, aku juga laper.."
Digerbong selanjutnya (lagi)..
"Elwa, ikutan nggak, si Rei bawa kartu Uno." ajak Maya.
"Emm... Ok, aku ikutan." kata Elwa dan pindah tempat duduk yang sidah diatur sama Rei.
Semuanya lancar adem anyem aja sampai Sandra mulai ngeluarin kartu yang sisa satu dan...
"UNO!!" teriak semuanya bersamaan (termasuk Sandra) dan bertepatan pas keretanya ngerem dan goyang-goyang.
"Ini kita yang kekencengan apa keretanya yang ngerem?!" tanya Luthias sambil tepok jidat.
"Kayaknya keretanya ngerem!" kata Rone.
Akhirnya setelah 4 jam perjalanan mereka sampai juga di Onsennya dan nggak ada kejadian orang yamg mabok naek kereta sama sekali.
"Uahh!! enaknya udah sampe!" kata Teiron yang dari awal sampe mau sampe tidur dikereta.
"Ok, semuanya tunggu sebentar ya. Aku bilang ke stafnya dulu." Kata Rentarou masuk ke Onsen dan bicara ke stafnya langsung sementara, anak-anak lainnya ngobrol tentang apa yang terjadi di perjalanan tadi. Kecuali Red karena dia masih minta maaf ke Revan yang dari tadi ngambek.
"Rev, Please, maafin aku. aku nggak bermaksud buat itu..."
"Nggak! Nggak gue maafin!!"
"Ahhh~ maafin dong~"
"Nggak! Nggak! Nggak!" kata Revan sambil mendorong Red yang meluk dia.
"Revan... Udah maafin aja, kalo kamu nolak terus ntar makin parah loh dia ngerayu kamu." kata Yuki yang melerai dua orang tersebut.
Revan menghela nafas dan nyerah, lebih baik dia hentiin Red sekarang dari pada ada rayuan atau sesuatu yang lebih buruk bakal terjadi. "Baiklah, gue maafin."
"Tapiiiiiii!!! Jangan ada hal-hal yang aneh-aneh!! kalo kamu lakuin satu hal yang aneh-aneh! I have no choise, we're breaking up!!" ancam Revan.
Red hanya bisa terima-terima aja. Itu lebih baik daripada harus putus dari ayangmbebterimuttertsunderedankalolagingambekmiripsamaanakanjingrevan
(baca aja ya kalo bisa, kalo nggak bisa jangan dipaksakan :v)
"Ok... Emm... Rev, kalo Cuman peluk, pegangan tangan, sama usap kepala ok ok aja nggak?"
"Itu... nggak apa apa sih... Yang penting jangan Cium!"
"Ok, my precious~" kata Red yang huat Revan mukanya langsung memerah.
Sorenya...
"Semuanya... Kita berendem yuk!" Ajak Alex.
"Ok, Lex!" teriak semuanya kecuali Tumma. "a...Gue..."
Tiba-tiba, Rentarou bisikin dia sesuatu dan Tumma tiba-tiba jadi seneng. "Makasih Rentarou!"
"Panggil aku, paman saja." kata Rentarou sambil tersenyum.Sementara, anggota yang lainnya malah high five satu persatu karena rencana mereka berjalan dengan lancar. (tapi, Rentarou nggak tau loh tentang rencana mereka...) Tapi, ternyata semua rencana itu jadi sia-sia karena si Tumma malah lurus bukannya belok ke kanan, kayak anak cowok lainnya.
"Emm... kata Paman, gue disuruh lurus aja, dan bye!" kata Tumma sambil lari ninggalin para anggota nista lainnya.
Alex yang penasaran ngeluarin kekeran sniper (karena binocular udah mainstream :v) yang dia comot dari sniper punya dia dan disembunyiin didalem anduk dia. Dia pake kekeran itu dan ngeliat alesan Tumma malah lurus dan dia hanya bisa pasang muka datar
"Eh.. semuanya liat deh.." kata Alex, kemudian kekeran dia diambil Ethan dan dioper-oper sampe Mathias yang paling terakhir dan ngeliat kalo...
Tumma itu masuk kedalem pemandian khusus buat orang yang memakai topeng.
Krik,krik,krik
Rencana membuka identitas diri Tumma gatot a.k.a Gagal total!
Setelah masuk ke pemandian pria dan buka baju, akhirnya mereka berendam juga.
"Ahh... enak banget~" kata Alex yang pertama kali nyebur.
"Iya, iya... badan yang lelah setelah perjalanan jadi entengan.." kata Salem disebelah Alex sambil senderan dibatu.
"Iyah~" kata Alpha yang baru nyebur.
"Uah... Fyuhh... enaknya." kata Rone.
"Emmh... huah... Enaknya... ngomong-ngomong.. dimana Revan ya, Rone?" tanya Red yang celingak-celinguk nyari Revan.
"Iya juga, dia dimana?" kata Rone yang ikutan celingak-celinguk.
Sebenarnya, Revam hanya dibalik batu besar dipojok kiri sana. Ini dia lakulan demi dirinya, karena dia bisa nosebleed kalo ngeliat Rone atau Red telanjang.
"Wah... sepertinya disini agak ramai." kata seorang pria dari belakang pintu masul ke Onsen.
Alex langsung ngedrop setelah ngedenger suara pria tersebut, dan dia otomatis kabur buat nyari tempat ngumpet. Dan dia malah ikutan ngumpet dibelakang batu besar dipojok kiri yang menjadi tempat persembunyian Revan dari semua orang. "Lu!!"
"Awas!! Gue kudu ngumpet nih!!"
"Apaan sih lu!! gue yang pertama disini!!"
"Gue lebih penting!!"
"Gue lebih penting lagi!!"
"Gue!!"
"Gue!!"
Mereka nggak tau kalo mereka berantem tapi teriak-riak sampe kedengeran orang diluar ruangan. Alhasil, Red sama Rone berhasil nyeret Revan ke tengah mereka berdua dan nggak dilepasin sama sekali. "Mau kemana Re-chan? kamu sekarang udah diantara kita berdua."
"I.i..iya"
Sementara, Alex dapet hal yang lebih buruk...
"Oh, jadi kau kesini juga rupanya... ALEX!!!" kata orang itu sambil tersenyum kecil, aura hitam dibelakangnya, dan tangan kanannya mengeluarkan listrik.
"I.i.maafkan aku!!" kata Alex sambil bersipuh didepan orang itu.
"Haha, tak ada kata maaf untukmu!!!" bentak orang itu dan listrik ditangan kanannya makin besar. Dan semua orang sedang evakuasi diri menjauh 10 meter dari TKP.
"Ada yang bawa sunglasses." kata Thundy, tiba-tiba Luthias ngasih dia sunglasses ang entah dapet dari mana.
"T...tolong maafkan aku. Kapten!!" teriak Alex.
"Nggakk!!!"
"Jangan sentrum diriku!!"
"Bodo amat!!"
"Kumohon Piers!!"
"Ah!! Udah banyak omong kau!! Lightning bolt!!" Teriak Piers sambil menyetrum Alex.
Semua orang tepuk tangan. Tapi selain itu.Rendy malah makan Dango. Eudo bawa popcorn entah dari mana. Teiron ngeliati sambil makan Cupcake yang dia bawa (baca : nyomot dimarkas dan diumpetin dikotak bekel). Lectro sama Alpha maen Catur. Jung malah sibuk foto kejadian tersebut. Mathias, Ethan, Vience malah selfie. Red, Rone, Revan ahh... mereka diskip aja.
"apa yang terjadi disini?" tanya Rentarou yang baru masuk.
"Alex disetrum..." kata Thundy datar.
"Hah? Sama?"
Para anak 'nista' nunjuk seseorang yang pas diliat agak mirip Revan (yang dulu) tapi, lebih proposional badannya. dan warna tanya beda sebelah.
"Hah... apa yang terjadi? kok jadi ngeliatin diriku." kata Piers setelah melihat orang-orang melihat kearah dia.
"Emm... maaf, tapi kau siapanya Alex?" tanya Rone datar.
"Oh... kalian temannya ya?"
"Iya..."
"Kenalkan aku Piers Nivans, aku kaptennya Alex. aku sedang mencari dia karena dia pergi tanpa ngasih tau siapa-siapa dan udah skip tugas sebanyak 2x!" jelas Piers, yang buat semua orang sweatdrop.
'Parah amat skip tugas dua kali' gumam Rone sambil melihat Alex yang pingsan di lantai.
Setelah itu, ada kejadian lain yang nggak kalah anehnya. Eudo mabok lagi dan bikin Thundy pingsan lagi. Piers sama Revan pingsan bareng karena kelamaan berendem. Maurice disetrum Lectro karena saat mau ngelempar ember kayu ke Edgar sama Salem malah kena Lectro.
Itu kejadian di Onsen bagian cowo yang gaje dan nista. dan Bagian cewe juga nggak kalah parahnya. Kenapa?
Coba bayangin aja, ada yang arisan cuy! iye Para anak Cewe malah ngadain Arisan disitu!
"Udah Emy, Kocok lah siapa yang dapet nih!!" kata Vivi sambil makan asinan bengkoang.
"Sabar Vi, Ini kertasnya dimasukin dulu ke gelasnya." kata Elemy sambil memasukan gulungan kertas kecil ke dalem gelas yang dia bawa. Dan
KOCOKAN ARISAN DIMULAI!
Siapa yang dapet!! semuanya jadi tegang dan sebuah kertas kecil keluar dan orang yang beruntung aaaadaaaallah...
"Jeng Elwa menang!" kata Elemy ala ibu-ibu Arisan.
"Hyaaa!!! Selamat ya Jeng!!" kata semua anak cewe dengan nada yang sama.
"Ihh... makasih semuanya, moga-moga kalian makin cantik!" kata Elwa sambil jalan ala model di catwalk dan ngambil duit arisan sebesar 200.000 peso.
"Duit mau dibuat apaan Elwa?" tanya Mia.
"Shopping oleh-oleh, baju, dll" kata Elwa yang buat semua cewe semangat.
"NTAR IKUT YA!!"
"OK, KITA Pulang langsung shopping!"
"Yee!!"
Ya begitulah cerita mereka di Onsen dan... Au ah :v
Extra :
Red First night!?
"Hmmh..."
Red bangun dari kasur dia dan celingak-celinguk kamar dia, oh iya, fia nggak pake baju karena kepanasan semalem. Tapi, dia males bangun, tiba-tiba pintu kamar dia dibuka...
"Dek... bangun udah pagi, kalo nggak ntar ndak kebagian sarapan." kata Rei. "iya... A..aniki...Huammm.."
"Revan mana? kayaknya dia itu sekamar sama lu dah." tanya Rei pas ngeliat Adek tirinya cuman sendiri di kamar dia.
"Toilet kali...Hm?" tiba-tiba ada yang grusak-grusuk di selimut dia dan Revan muncul dari dalam selimut dengan muka ngantuk dan baju agak lepas.
"Pagi... huam... Jin.. makasih udah mau nemenin semalem... biarpun aku takut tapi karena dirimu, aku jadi agak mendingan..." kata Revan sambil membenarkan bajunya dengan aura bunga-bungan.
"Re..Revan..." kata Red yang agak shock karena Revan nggak tau kalo dibelakang dia, Rei ngeliatin mereka berdua dengan tampang yang ikutan shock juga.
"Hmm..." Revan kembali ngegusel didadanya Red.
"DdddddddDdDddeededeededekkkk... llllllu aaabbbisss... iiittu ya sama dia semalem..." kata Rei diantara Skeptis sama Shock berat.
"C..chi...chigau... bukan. itu... ka..Aniki.. lu.. jangan... salah sanggkaa.." kata Red yang shock juga.
"Gggguee... bbbbilanggg kekekekeke aaayah iiibuu ddddulu ddddddDdaaaahhhh!!!" Kata Rei dan balik badan tapi malah nabrak Takano
"Aaaaayyaahh!!" kata Rei.
"Hei, mana Jin?" tanya Takano.
"Itu yah..." kata Rei kemudian dia pingsan. Takano cuman bisa sweatdrop ngeliatnya dan dia ngeliat Red (yang nggak pake baju.) sama Revan yang lagi ngegusel didada dia.
"Aaaaaayahh!! ini salah pahan yah!!" kata Red yang panik pas tau Takano masuk kamar dia.
Takano diem aja tapi kemudian dia pingsan juga. 'Anak gue... udah begituan...'
"Hyaaa!! gimana nih!!" teriak Red yang sukses bangunin Revan.
"Eh... mmh... Jin... GYAAAHHH!!" teriak Revan setelah tau dia tiduran didadanya Red dengan baju yang agak kebuka dan Red nggak pake baju.
"Rev, ini-"
Plak!
"J...RED LU MAU RAPE AK- mmnnh..." tiba-tiba Red nyumpel mulut Revan dengan ciuman.
"Huah... Red lepasin gue... gue nangis nih!" kata Revan yang udah ketakutan.
"makanya lu diem dulu... biar gue jelasin semuanya."
"hiks..O..Ok."
Akhirnya Red ngejelasin semua dan Revan cuman bisa cengo doang.
"Oh..m.. maaf udah salah sangka ya Jin.."
"Iya.." kata Red sambil meluk Revan, kemudian dia nyium leher Revan.
"ehm... inget."
"Oh iya maaf"
Oh satu lagi, mereka nggak sadar kalo mereka difoto dan fotonya disebar ke FB sama Elemy dengan judul 'Couple of the year. #Onsen keluarga kamiyama #Vacation gratis.
The end dengan asemnya.
note :
1. Revan itu make model baru sekarang, soalnya model lama dia mirip Piers. Red juga ada sih model lama sama barunya.
2. Eudo mabok gara-gara dicekokin sake sama Rentarou, karena Eudo nolak buat minum sake sendirian.
3. Soal Piers... yah... biarkan aja, kalo soal dia nyetrum Alex, bagi yang lom tau silahkan liat gimana dia dapet kekuatan listriknya di Youtube dan search Resident evil 6 Chris final boss pasti nemu :v
4. Revan emang susah dibangunin orangnya.
5. Jangan salah sangka loh mereka bukan abis Na enakan loh :v, itu karena pas malemnya Revan mimpi buruk. (Tapi, entah kenapa mimpi buruk dia malah ketuker samam mimpi buruknya Piers :'v)
