Up faster than usual... Chapter 6
Balas reveiew :
girl-chan 2 :
Ya begitulah, Namanya juga agak somplak agak gila dikit oke-oke aja, tapi untungnya nggak lebih heboh kalo misalnya, ada yang bakar Rumah :v
Rentarou : Aku memang senang untuk menjaga keprivasian seseorang dari muka umum jadinya itu hal wajar bagiku.
Eudo : Ya, gue minta maaf ke Thundy karena lu jadi korban tumbal mabok gue dua kali. lagian, kenapa sih! gue pasti dikerjainnya selalu dengan hal-hal berbau alkohol udah tau gue nggaak kuat!
Eris : Situ laki!? kok nggak kuat Alkohol!
Eudo : Bacot! 'hajar Eris pake Cyclone punch
Chapter 6 : Eudo special day dan tragedi OOC.
1. Eudo Special Day
Rei lagi dalam perjalanan pulang dari kota, buat beli beberapa barang yang dua perluin. Tapi, sayangnya tiba-tiba turun hujan deras. Padahal dia lagi ditengah perjalanan, mana dia nggak bawa payung terpaksa lari deh.
Sampai didepan gerbang markas dia ngeliat seorang yang make jas hujan warna biru sambil tongkat petir dipunggungnya. Anak itu melihat kearah pintu gerbang markas dan menengok keatas. "Sepertinya ini tempatnya..."
"Hei! kamu mau apa?" tanya Rei sambil menepuk pundak anak itu.
"Ah.. Anu... Apa disini markas Squad Reha?" tanya Anak itu.
"Ya... ada apa ya?"
"Begini aku ingin mencari-"
"Sepertinya ceritanya nanti aja deh, aku udah keujanan dari tadi masalahnya. Ayo masuk dulu!" kata Rei sambil menarik tangan anak itu.
"Uwah! kamu anggota sini?" tanya Anak itu kaget karena ditarik sama Rei masuk ke markas.
"Iya, udah ayo!!"
Rei buka pintu markas dan disambut sama Yuki yang lagi bersih-bersih markas.
"Ah... Rei, kamu kenapa hujan-hujanan nanti sakitloh. Dan ini siapa Rei?" ucap Yuki yang ngeliat anaknya itu basah kuyup dan dia juga bawa seseorang dari luar.
"Entahlah, dia tadi berdiri didepan markas sendirian. Dia bilang mau nyari seseorang." Jelas Rei.
"Oh... udahlah, Rei kamu cepet bilasan, nanti sakit, handuk udah ada dikamar mandi." perintah Yuki. "Baik ibu..."
"Nah.. kamu namanya siapa? dan kamu mencari siapa disini?" tanya Yuki ke anak tersebut.
"Namaku Mita, aku nyari kedua kakakku." ucap Mita sambil melepas jas hujannya.
"Baik Mita, siapa kedua kakakku itu?"
"Eudo Elford Mayer dan Silica Almira Mayer..." kata Mita.
"Eh... kamu anak termuda dikeluarga Mayer? kenapa memangnya dengan kedua kakakmu?"
"Iya, karena kak Silica bilang dia sudah menemukan kak Eu yang kabur dari rumah, tapi dia juga bilang kak Eu nggak mau pulang karena dia males dirumah karena ayah maksa kak Eu buat jadi Tentara, tapi kak Eu nggak mau jadinya dia kabur." jelas Mita.
"Oh... yasudah. kamu tunggu mereka aja ya, Kakak kamu Eudo lagi kerja dan Silica lagi pergi sama teman-temannya belanja di mall." ucap Yuki sambil mengelus kepala Mita.
"i...Iya terima kasih..." kata Mita, tiba-tiba..
GRUUYUKK!!
Mita hanya bisa blushing karena perut dia bunyi didepan orang. (maklum belom makan dari pagi trus keujanan.)
"Hihi... yaudah ayo makan dulu, jam makan siang bentar lagi."
"N...Hm.."
Diruang makan piring-piring sudah tersaji tapi belum ada makanannya. (ya percuma dong kecuali kalo emang buat makan acara formal sih oke oce aja -.-)
Mereka ke dapur dan ada seorang yang lagi masak disitu.
"Yuki, dia siapa?" tanya Takano yang nengok kebelakang.
"Adiknya Eudo sama Silica, Takano." ucap Yuki.
"Hoo... begitu, selamat datang di markas kami ya." kata Takano sambil mengusap kepala Mita. "Emm... iya."
Tiba-tiba, ada yang masuk ke dapur lagi..
"Hai ibu, ayah... Loh ini siapa?" tanya Red yang baru masuk dan ngeliat Mita.
"Adiknya Eudo sama Silica, Jin." kata Yuki.
"Eh.. jadi mereka punya adik.. Selamat datang di markas kita ya." kata Red sambil melakukan hal yang sama seperti Takano. "Iya."
"Ngomong-ngomong, bukannya hari ini jadwalnya Ibu yang masak ya?"
"Hari ini ayah lagi mau masak ya jadi bilang ibu aja tadi." ucap Takano
"Revan mana? tumben kamu nggak ngerayu dia sambil seret dia kesini?" Tanya Yuki.
"Dia lagi di ruang farmasi, entah kenapa tadi aku liat dia pingsan." kata Red.
"Sudahlah, ini kalian berdua makan dulu. Ajak yang lain juga kalau bisa, bilang makan siang sudah siap." perintah Takano setelah mengecek rasa masakannya sudah siap. "Baik, ayah.."
"Nah, Mita kamu duduk duluan aja terserah dimana." kata Yuki sambil tersenyum. "Baik."
Mita duduk ditengah karena dia ngerasa nyaman disitu, tiba-tiba seorang pria yang memakai baju tentara masuk ke ruang makan dan duduk disamping dia. Diikuti sama dua orang wanita yang memakai armor besi, tak lama kemudian seorang pria yang memakai baju sekolah berwarna merah masuk ke ruang makan. Tak terasa lama-lama ruang makan menjadi ramai.
"Hei kamu siapa?" tanya Amelia.
"Baru ya?" tanya Sandra.
"Bisa dibilang.. iya, aku baru karena lagi nyari kakakku yang katanya ada disini." jawab Mita.
Amelia dan Aandra hanya menjawabnya dengan -oh-
"Nama kakaknya siapa dek?" tanya Ethan yang duduk disamping Mita.
"Eudo Elford mayer sama Silica Almira Mayer." jawab Mita yang bikin semuanya kaget.
"Seriusan! Eudo punya adek laen, selaen Silica!" kata Rone kaget.
"Emangnya dia nggak pernah bilang?"
semua orang geleng-geleng kepala kayak orang lagi gele (?)
Tiba-tiba pintu ruang makan dibuka seorang berbaju putih dengan garis hitam. Mita merasa kenal orang itu dan dia ingat kalau itu...
"KAK EU!!" teriak Mita sambil lari nyamperin Eudo.
"Mi..Mita!?"
"Kakak.. kakak kemana aja aku nyariin kakak, aku kangen kalian bersua soalnya kalo dirumah cuman sendirian." kata Mita sambil meluk Eudo.
"Yah, kakak juga kangen sama kamu. Tapi, buat apa kamu kesini?! nyariin!? apa disuruh orang itu buat nyeret kakak pulang!? kita masih males buat ketemu dia Mit! kak Silica sama Kak Eu nggak bakal pulang karena Dia udah hampir ngehancurin kehidupan kedua kakakmu ini!!" kata Eudo yang makin lama makin keras.
"Tenang kak, aku sebenernya juga sama kayak kakak, udah males sama Ayah karena dia maksaain aku jadi knight padahal aku lebih suka jadi lightning mage!" kata Mita buat ngeyakanin kakaknya kalau mereka sepikiran.
"Bagus, kalau begitu kita bertiga sama." Ucap Eudo sambil mengusap kepala adiknya.
Sementara, dari belakang Mita yang laennya ngeliatin mereka sambil makan.
"Drama non-fiksinya bagus, Eudo." kata Jung yang ada dipojok.
"Kampret lu!"
"Oh iya kak, aku... loh mana?"
"kenapa dek?" tanya Eudo.
"Hadiah buat kakak ilang... maafin ya, kak Eu aku ilangin hadiah Ultah kakak..." kata Mita yang bikin semua orang diem.
"Astogeh! Lupa! hari inikan Eudo Ultah ya!! Sori ya Eudo, kita semua lupa Ultah lu!!" kata Red.
"Iya nggak apa-apa, yang penting kalian udah nerima adek gue kesini udah bahagia gue."
"Eudo~"
Eudo nengok kebelakang dan seseorang lempar kue kemuka dia.
"Aff-- woi-- Ah!"
"Selamat Ulang tahun! Our D'artagnan!" kata Para perempuan yang baru pulang belanja sambil bawa amunisi kue pie krim buat dilemparin ke Eudo.
"Semuanya sini!! ayo serang Eudo!!" kata Maya sambil bawa kue pie.
"Stop!! woi!" kata Eudo yang udah kabur duluan.
Takano sama Yuki yang ngeliat kejadian itu hanya ketawa aja. mereka ngebiarin para anak 'nista' itu perang kue pie yang amat seimbang 8 vs 1 (kagak seimbang woi!! 'dibanting Eudo.) Tapi, ya belakangnya sih Takano pasti nyuruh bersihin juga koridor yang belepotan krim dimana-mana.
"Nah, bagus... berisihin yang bener ya." kata Takano sambil tersenyum puas plus dark aura melihat anak-anak labil itu dihukum bebenah markas.
2. OOCness Red.
"Jadi, dia ini adikmu, Eudo?" tanya Reha sambil melihat kearah Mita.
"Ya begitulah, dia juga kabur seperti kami berdua.." kata Eudo.
"Hmm... begitu. menarik!"
tiba-tiba pintu ruangan Reha dibuka (baca : banting) sama Rone.
"Ketua... kita dalam masalah."
"Apa itu Rone?"
"Red... dia jadi OOC!!"
Krik,Krik,Krik..
"Mampus dah, dia OOC gimana... Jadi Ukenya Revan!? bakal runyam kalo gitu nih cerita!" kata Reha panik kalo ada satu anggota jadi OOC.
"Lebih parah! udah ayo!!" kata Rone sambil menarik Reha ke tempat Red.
Ditempat itu Red lagi mojokin Revan ala kabedon. Revan yang berusaha lepas tapi, ditahan Red.
"Red... Udah! jangan gitu ah!" kata Revan panik.
"Hmm... kalau begitu kamu nanti kabur dong... " kata Red dengan nada orang sadis.
"Mampus dah!! dia jadi sadis!" kata Reha sambil tepok jidat.
" J..Jin.. a..aku!" kata Revan tapi, tiba-tiba Red bisikin sesuatu ke kupingnya Revan dan...
Revan ngiler, mata kosong, pikiran ngestuk dan lebih parahnya lagi...
"Red... Tolong! Hukum aku aja! aku siap! aku perlu kamu sekarang!!" teriak Revan yang ikutan OOC.
"Mampus Revan ikutan Rusak!! dia jadi Maso!!" kata Reha.
"Red... Stoooppp!!!"
Rei yang ngeliat kejadian itu langsung narik kerah Adeknya dan ngelempar adeknya keluar markas yang lagi Ujian deres banget (?) dan buat Revan pingsan dan dibopong orangnya.
"Well... Sekarang. sudah selesai. pertama, Revan harus dibenerin dulu baru Adek gue. kalo Revan nggak dibenerin ntar pastinya dia bakal ngedeketin adek gue terus dan pasti ntar malem bakalan heboh." kata Rei sambil ngebopong Rehan ke Ruang farmasi markas.
Sekarang kita diskusi dulu...
"Jadi, Apa yang buat masalah OOC?" tanya Reha, Rone angkat tangan.
"Gue tau, ketua!"
"ceritain ke kita kejadian sebelum itu Rone?" tanya Reha.
"Gini..."
-Flashback-
"Red.. lu mau kemana?" tanya Rone.
"keluar bentar, mau maen ke markas Garuchan." jawab Red.
"Lu bukan mau selingkuhka- le.. lepasin Red!" kata Rone yang dicekek sama Red yang kayaknya udah muak karena semua orang bilang dia selingkuh dari Revan ke Elemy. (bahkan yang sebaliknya juga sama. 'diteleport Elemy, ditendang Red)
"Udah berapa kali gue bilang hah! dia temen gue, dan dia juga udah punya kekasih tau nggak!" bentak Red sambil ngebanting Rone ke lantai dan ninggalin Rone sambil ngedumel.
"Agh.. iya sorry, huff... cekekan Red emang parah! sampe bebekas pula." kata Rone yang ngeraba leher dia.
"Jin... lu nggak apa-apa?" tanya Revan yang nyamperin dia.
"Iya, aku nggak apa-apa... tadi, cuman abis bikin Red marah doang soalnya." jawab Rone.
"Hehm... makanya jangan kebiasaan apa. Lu berduakan sama." ujar Revan sambil menghelakan nafas. "Red mana?"
"Pergi, mau maen ke squad Garuchan dia..."
"Oh.. yaudah, nanya doang." kata Revan datar.
"Nyariin ya, kangen diperhatiin dia kamu?" goda Rone dan meluk Revan dari belakang.
"ihh.. apaan sih! Eh! Lepasin ih! Rone!"
Rone pura-pura nggak denger dan buka syal sama seragamnya Revan. Revan tambah panik dan ngeronta-ronta minta Rone lepasin pelukan dia. Tapi, tenaga dia kurang kuat buat ngalahin Rone. Rone sendiri udah siap buat mangsa Revan tinggal penghabisannya doang. Untung aja, Revan inget sesuatu buat ngalahin Rone...
"Rone!! Gue udah buat janji sama Red! kalo misalnya lu berdua kebablasan ngh... ntar lu berdua gue putusin! dan ini serius!!" teriak Revan yang sebenernya agak telat katena Rone udah gigit leher dia duluan.
Dengan sekejap Rone langsung benerin baju Revan dan minta maaf ke dia. Karena Rone nggak mau putus dari...
'Kayaknya nggak perlu diulang udah taukan ini bakalan sama kayak di chapter 5 kemaren :v'
"Emm... Van, kita.. jalan-jalan aja yuk. Makan diluar." kata Rone.
"Lu yang bayar, kalo kau gue maafin!"
"Iya, iya!"
beberapa menit kemudian...
"Gimana? udah kenyang?" tanya Rone.
"Iya, makasih ya udah ngajak makan.." kata Revan sambil senyum ke Rone.
Wait! What! Hold on! Revan senyum!!
"R..Rev.. lu!?"
"Uah! Lupakan itu! BakaJin!" teriak Revan dan banting pintu markas.
"Oh! Red... lu udah pulang?" tanya Rone yang ngeliat Red lagi jalan di koridor markas, tapi dia kok diem aja.
Rone sama Revan entah tiba-tiba punya firasat buruk tentang ini. Dan dalam sekejap Red dorong Rone dan Mojokin Revan sambil ketawa ala psikopat(?)
"Red... lu kenapa?!" tanya Revan panik.
"Hmm... menurut kamu?" balas Red dengan nada orang sadis.
Rone mau nolong Revan langsung berhenti karena Revan ngasih sebuah kode lewat tangan dia.
'Rone... Cepet lapor ke Ketua! bilang Red jadi OOC!'
Dengan segera Rone lari ke ruangan Reha.
-Flashback end-
"Itu kejadian sebelumnya Rone! bukan penyebab!" omel Eudo sambil getok pala Rone.
"Oh salah ya..."
Tiba-tiba, Red masuk dengan badan yang basah kuyup.
"Dih! kenapa gue tiba-tiba dimarkas. Padahal tadi lagi maen bareng para anak squad Garu!" kata Red sambil meres baju dia.
"Red... lu bisa jelasin kenapa lu tadi tiba-tiba jadi OOC?" tanya Reha sambil ngasih handuk.
"Mana gue tau! Orang gue aja nggak inget samsek!" kata Red sambil handukan.
"Bukan... maksud gue lu tadi ngapain aja disana?"
"Oh.. tadi gue.."
-Felesbek lagi bok(?)-
"Yo semua!" Ucap Red pas dateng ke squadnya Garu.
"Woi Red! Sendirian aja nih.." kata Mathias.
"Hooh.. kalo ngajak yang laen ntar heboh jadinya."
"Padahal kalo rame kayaknya lebih seru deh..." Sambung Monika.
"Abis yang laen sebenernya masih pada sibuk. Rone lagi ngedate sama Revan, Alex masih kerja pulang minggu depan, Eudo lagi ada adek bungsunya baru dateng ke squad, Jung ogah keluar kamar, Ethan pergi ke hutan, Para anak perempuan... halah, mereka demen sama yang namanya pergi ke mall kalo lagi liburan." jelas Red.
Mathias sama Monika hanya Ber-oh- ria.
"Ngomong-ngomong? lu ngapain naek Roadroller?" tanya Red.
"Iseng-iseng aja.. cuman numpang naek doang kok sama nyalain mesin." kata Monika.
"Oh yaudah.. gue mau nyetel lagu dulu deh.." kata Red dan mencet layar HP dia. Dia buka Aplikasi musik dan setel lagu. Tapi, sayangnya dia nyetel lagu yang sebenernya dilarang didengerin buat Monika...
Saisoku no genkai o koete watashi wa kita nda yo..
burēki tsuitenaikedo son'na no kankei nee..
gia o hayaku toppu ni irete yo...
dō shita no hyaku kiiro ja manzoku dekinai... kimi no koto!!
Tiba-tiba, muka Monika jadi muka abang-abang yang ada di Initial D dan sekarang diganti jadi Intial M. Dan macu Roadroller dengan kecepatan mobil balap.
"Mampus!! Monika!! Stop woi!!" Kata Red yang panik, takut ada kejadian hampir ketabrak bis lagi gara-gara Monika denger lagu dengan tema Initial D.
Didepan mereka tiba-tiba ada beberapa anak cowo Garu squad dan beberapa anak perempuan lainnya. Dengan segera Mathias langsung tereakin yang didepan.
"Woi! Awas Monika kambuh lagi!!" teriak Mathias yang bikin semua yang didepan kabur takut dilindes Roadroller.
"Gyaaa!! awas Monika kambuh!!" teriak Teiron, Alpha, Vience, Lucy.
Dengan cepet Red ganti lagu dan nyanyi..
seijaku ga machi o tsutsumu yoru ni furi sosogu shiro, kazashita te no hira ni
fureta shunkan ni toketeku hakanai hito kakera...
oto mo naku tsumoru hikari o atsumete, kimi wa warau...
ima donna oto?
kotae tatte kimi wa mou nani mo..
kikoenai...
Dan Ajaibnya Monika langsung ngerem dan Nangis ditempat, bahkan Mathias yang disebelah Red ikutan Nangis. Dan yang dikejar malah baper semua. (Yalah orang Red muter lagunya dikencengin dan dia nyanyinya agak tereak biar kedengeran!)
"Red! lu lagunya bikin baper aja sih!!" keluh Mathias yang disebelah Red.
"Ya gimana lagi! kalo nggak ntar mereka bisa jadi 'Garuchan Squad sandwich' dong!" balas Red sambil Turun.
Iya juga sih.." gumam Mathias.
"Dah ya! Gue mau ke dalem dulu dah!"
Red masuk ke Markasnya Garu dan dia nabrak seseorang..
"Aduh!! Oh Red.. Tumben sendirian? yang laen mana?" tanya Rina.
"Sibuk sendiri.."
Rina hanya menjawabnya dengan -oh-
"Eh.. Ada Red, Tumben maen.." sapa Lisa.
"Ya lagi mau maen aja."
"Untung.. kirain mau selingkuh.." goda Lisa.
"Argh!! kenapa semua orang bilang gue sama Emy itu saling selingkuh!! kita berdua udah punya pacar Oi!! Jangan sampe gue ngamuk disini!" bentak Red yang udah muak banget dengan hal itu.
"Wo.. wo.. wo mas.. B aja mas... b aja!" kata Lisa yang ngeredam amarah Red.
"Ehh... emangnya mereka kenapa Lisa?" tanya Rina.
"Mending kamu nggak usah tau Rin..." kata Lisa datar.
"Yaudah... Red mau maen sama gue nggak!! kita maen sesuatu yang lagi gue demen nih!!" ajak Rina.
"Apaan?"
"Feather Blocking!"
Krik, krik, krik...
"Badminton Rina, Bukan Feather blocking.." kata Red sambil facepalm.
"Nih anak, udah dijelasin nggak ngerti-ngerti juga.." ujar Lisa sambil tepok jidat.
Rina ketawa kecil dan ngasih Red Bat ping-pong dan ngajak Red ke meja ping-pong yang ada diluar markas (?) Red sama Lisa gregetan ngeliat Rina yang udah salah dua kali.
"Ini kita maen apa sih! Tenis meja atau bulu tangkis!" kata Red yang udah nggak kuat.
"Bulu tangkis..." kata Rina.
"Ini Bat ping-pong Rina!! buat maen tenis meja bukannya Badminton!!" Ucap Lisa yang ikut gregetan.
"Eh.. beda ya?"
"Yaiylah!! Hadeh!!!" kata Red sama Lisa barengan dan jedotin pala ke meja ping-pong.
"Ehehe... Maap yaudah ayuk maen!" kata Rina dan Red cuman menghelakan Nafas karena baru kali ini dia hadepin orang yang kelewat bodoh atau polos entahlah... kayak Rina, yang lebih parah dari Jung atau Sandra.
Beberapa Menit kemudian...
"Red menang 21-10" kata Lisa yang jadi wasit.
"Red jago ternyata." kata Rina.
"Udah biasa gue maen ping-pong... lawan terberat gue si Rone." kata Red sambil muter-muter bat ping-pong di tangan dia.
"Lawan diri sendiri?" tanya Rina.
"Bisa dibilang gitu, dah ya gue mau keliling lagi dah."
Red keliling lagi dan ketemu beberapa orang..
"Eh! Red! sini! mau ikutan nggak!" panggil Luthias, Red nyamperin mereka dan ada beberapa orang.
"Hai Red! tumben maen.." sapa seseorang yang agak asing bagi Red, tapi suaranya nggak asing bagi dia.
"Ini... em... Tumma ya? Tumben nggak pake kostum." tanya Red.
"I..iya ketua suruh aku, biar terbiasa aja.." jawab Tumma.
"Oh.. yaudah, semangat biar kuat ya.." kata Red sambil nepuk punggung Tumma.
"Jadi, kita maen apa?"
"kita maen King game!"
"Oh, ya gue tau, kalo yang dapet sumpit dengan lambang khusus, jadi Raja dan harus ngelakui apa yang diperintah sang Raja." kata Red dan semuanya ngaguk-ngaguk.
"Ok, Ayo ambil sumpitnya!"
Round 1 :
"Gue Raja!!" teriak Ikyo
"Dan sekarang gue merintah nomor 1 buat buka bajunya!" perintah Ikyo. Tapi, kok kayaknya Adelia ngeblushing... Jangan-jangan..
"Del? Lu nomer 1 ya?" tanya Alisa.
"I..Iya."
Entah mau bilang jackpot atau Zonk buat Ikyo, bingung hayati :v
"Ciwiw, Kyo dapet Jackpot nih yee!!" teriak Maurice.
"Speechless dah..." kata Ikyo datar pas ngeliat Adelia buka baju didepan dia.
"Ok lanjut!"
Ronde 2 :
"Gue raja!!" Teriak Edgar.
"Sekarang gue nyuruh nomer 4 buat jungkir balik dari jendela lante dua, sambil teriak WOW!!" perintah Edgar.
ngedenger perintah itu, Maurice jadi agak panik tapi berusaha tenang. "Ok, ayo direkam aja sekalian."
Yang laennya keluar sementara, Maurice ke lantai dua dan berdiri diluar jendela. Kemudian, dia loncat dan muter-muter sambil bilang "WOW!!!!" tapi, mendarat dengan laknat karena muka duluan.
"Ahh... Pasti sakit!"
Ronde 3 :"Gue raja!!" teriak Salem.
"Gue merintah nomer 2 buat jadi korban praktek klinik Tongseng nomer 3!! denagn cara Di pentung kepalanya" perintah Salem.
"Baiklah gue korbannya.." kata Red.
"Dan gue dokternya.." kata Edgar.
Entah tapi, pas tau Edgar jadi dokternya semuanya punya firasat buruk..
"Siap ya Red..."
"Iya... !?"
Kepala Red Di Fentung pake Fentungan Kayu..
-Felesbeknya abis bok(?)-
"Abis itu gue nggak inget samsek.." jelas Red.
"Kayaknya lu ke pentung deh kepalanya yang bikin lu jadi kacau." kata Reha sehabis mendengar ceritanya Red sambil sweatdrop.
"Yah, mungkin kau benar. Sudahlah, gue kau ganti baju dulu! dah!" kata Red sambil ninggalin mereka berdua.
The end dengan gajenya :v
Note :
1. Adeknya Eudo sama Silica biodata lengkapnya adalah :
Mita Hostma Mayer, umur 15 tahun, 165 cm, lightning mage, Ultah 15 Juli.
2. Awalny sih Red maunya gue bikin Psikopat, tapi demu keamanan telnis jadi dibioin sadis aja. Biarpu. si Revannya nggak aman karena dia jadi Masokis.
3. Lagu yang bersangkutan adalah Bucchigiri ni shiteageru, sumpah itu koplak lagunya XD.
4. Lagu yang dinyanyiin itu Soundless voice, emang bikin baper dari awal sampe akhir tuh lagu ( _b -.-)_b
