THE DARK DRAGON
By : ArVerus Relavel
Disclaimer :
Naruto : Masashi Kishimoto
Highschool DxD : Ichie Ishibumi
Genre : Adventure, Supranatural, Romance, Fantasy,
Rate : M
Setting : DxD Universe
Pair : NaruXharem
Warning : Gaje, OOC, typo(maybe), strongnaru, smartnaru, dll.
Summary : Dia adalah seseorang yang memiliki [Sacred Gear] "Power Of Darkness" yang berisi jiwa naga surgawi generasi kedua, dengan kekuatannya dia akan menggemparkan dunia
.
.
Enjoy it
.
.
ArVerus Present
Chapter 1. Born of "Power Of Darkness"
Pada suatu malam terlihat seorang wanita berambut merah yang sedang berlari dari kejaran sesuatu sambil menggendong seorang bayi. Baju dan jubahnya tampak lusuh dan kotor, terdapat banyak robekan disana-sini dan dari robekan itu terlihatlah luka yang terus mengeluarkan darah, wajah cantiknya terlihat sangat kelelahan dan dari mulutnya juga mengeluarkan darah.
Dia mengeratkan pelukannya pada bayinya dan terus berlari dari kejaran sesuatu yang mengincar dirinya dan bayi yang ada didalam gendongannya.
Jauh dibelakang wanita itu terdapat dua kelompok makhluk bersayap, ada makhluk yang bersayap seperti malaikat tetapi berwarna hitam atau lebih tepatnya seperti sayap burung gagak dan ada makhluk yang bersayap seperti kelelawar, mereka terbang dengan cepat dan seperti terburu-buru seperti mengejar sesuatu.
"Sial dia menghilang. Hei iblis sebaiknya kita berpencar untuk mencarinya." Salah satu dari makhluk bersayap seperti burung gagak berkata kepada makhluk bersayap seperti kelelawar yang dipanggil iblis tadi, kelihatannya dia adalah pemimpin dari kelompok makhluk bersayap seperti burung gagak itu.
"Kami tidak menerima perintah dari malaikat jatuh seperti kalian dasar gagak brengsek." Balas salah satu dari kelompok iblis yang sepertinya pemimpin dari kelompok itu.
"Cih terserah kalian saja lah dasar kelelawar kecil bangsat." Ucap pemimpin dari makhluk bersayap seperti gagak yang dipanggil malaikat jatuh tadi.
Setelah itu mereka pun berpencar untuk mencari sesuatu itu walaupun tadi mereka saling mengejek dan menghina tapi mereka tetap melakukan nya, dan sepertinya makhluk-makhluk ini lah yang berusaha dihindari oleh si wanita berambut merah tadi.
Bersama wanita berambut merah tadi dia masih saja terus berlari dan berlari,lalu tak lama kemudian dia mendapati sebuah panti asuhan. Kemudian dia langsung saja menuju pintu depan panti asuhan tersebut setelah itu dia meletakkan bayi yang ada digendongannya didepan pintu panti asuhan itu, disamping bayi itu tepatnya di lantai dia menuliskan sesuatu dengan darahnya, tiba-tiba dia merasakan banyak aura yang mendekat setelah itu dia pun kembali berlari menjauh dari panti asuhan meninggalkan bayinya disana tapi sebelum itu ia berbalik untuk melihat bayinya untuk terakhir kalinya kemudian dia mengucapkan sesuatu.
"Selamat tinggal anakku, semoga hidup mu bahagia."
Setelah itu dia pergi sambil meneteskan air matanya pergi menjauh dari panti asuhan itu untuk mengalihkan perhatian para makhluk bersayap yang mengejar mereka agar menjauh dari anaknya yang ada di panti asuhan itu.
Setelah agak lama dari kepergian wanita berambut merah itu anak yang sepertinya berumur beberapa bulan yang ditinggal didepan panti asuhan itu menangis. Tak lama kemudian pintu panti asuhan itu terbuka dan menampakkan seorang wanita cantik berambut pirang berumur 20-an dan memakai kacamata. Sepertinya dia adalah pengasuh yang ada di panti asuhan itu.
Wanita itu keluar mungkin karena mendengar suara tangisan bayi yang terdengar dari luar tepatnya didepan panti asuhan, dan benar saja ketika ia membuka pintunya dilantai ia melihat seorang bayi yang dibalut dengan selimut yang sedang menangis.
Wanita itu kemudian mengangkat bayi itu dan membawanya kedalam gendongannya, ia memeluk bayi itu memberikan kehangatan kasih sayang seorang ibu kepada sang bayi. Ia menimang-nimang bayi itu untuk menenangkan si bayi dari tangisannya.
"cup cup cup tenanglah sayang jangan menangis." Ucap wanita itu berusaha menenangkan si bayi dari tangisannya.
Dan usahanya pun tak sia-sia, tak lama bayi itu pun berhenti menangis. Bayi itu menatap wanita yang menggendongnya dengan tatapan bingung yang terlihat menggemaskan, bayi itu bingung karena tak mengenali sosok yang menggendongnya.
Wanita itu melihat si bayi yang sedang menatapnya. Bayi itu memiliki warna rambut yang sama dengannya yaitu berwarna pirang tetapi warnanya terlihat lebih terang, matanya berwarna blue shappire seperti langit tanpa awan yang menenangkan, dan ada tiga guratan dimasing-masing pipinya yang membuatnya terlihat imut. Ia tersenyum melihat bayi itu yang menatapnya dia terlihat sangat lucu dengan ekspresinya yang seperti itu.
Kemudian wanita itu menyadari sesuatu mengapa bayi itu ada didepan panti asuhannya dimana orangtuanya. Ia celingak celinguk mencari keberadaan seseorang tetapi ia tidak menemukan apa-apa sepertinya orangtua bayi itu sudah pergi dari tadi dan meninggalkan anak itu disana. Ia merasa kasihan melihat bayi itu karena di umur yang sekecil itu sudah ditinggalkan orang tuanya, ia berpikir orang tua seperti apa yang meninggalkan anak sekecil itu seorang diri.
Kemudian ia melihat ke lantai tempat bayi itu diletakkan ternyata tepat disamping tempat bayi itu diletakkan terdapat sebuah tulisan, kemudian ia menyadari sesuatu ia terkejut tulisan itu terbuat dari darah, sekarang ia tau kenapa orang tua bayi itu meninggalkan bayi itu sepertinya orang tua bayi itu sedang mengalami sebuah masalah sehingga harus menitipkan bayinya di panti asuhan itu supaya anaknya tidak terlibat masalah yang sedang dialami orang tuanya, ternyata orang tua bayi itu masih menyayangi anaknya, wanita itu hampir saja berpikiran yang tidak-tidak tentang orang tua bayi itu.
Wanita itu melihat tulisan itu dengan seksama disitu tertulis "Naruto Uzumaki" wanita itu menyadari bahwa itu adalah sebuah nama, mungkin nama itu diberikan oleh orang tua bayi itu untuk sang bayi sebelum meninggalkannya.
"Jadi nama mu Naruto ya, nama yang bagus." Wanita itu tersenyum lagi kepada bayi itu setelah mengetahui namanya yaitu Naruto, kemudian ia membawa masuk Naruto karena suhu diluar semakin dingin.
NINE YEARS AGO
Sore hari di sebuah bukit terdapat sebuah pohon besar berdaun lebat yang rindang sehingga cocok dijadikan tempat berteduh, dipohon itu terlihat seorang anak berumur sekitar sembilan tahunan dia memiliki rambut berwarna pirang jabrik, kulitnya berwarna Tan yang eksotis, terdapat tiga guratan di masing-masing pipinya yang memberikan kesan imut, dia memakai baju berwarna jingga dengan gambar pusaran air berwarna merah dibagian tengah depan bajunya, dia memakai celana pendek selutut berwarna hitam dan memakai sendal jepit berwarna hitam, dipergelangan tangan kirinya terdapat sebuah gelang berwarna hijau muda yang terlihat indah di tangannya.
Matanya yang berwarna shappire itu melihat matahari yang sebentar lagi akan tenggelam, langit sudah berwarna jingga kemerah-merahan yang terlihat indah menandakan sang raja siang akan segera digantikan dengan sang rembulan, anak itu adalah Naruto.
Naruto yang saat ini sedang melihat matahari terbenam (sunset) kemudian menutup matanya, tampaknya dia sedang mengenang masa lalunya dimulai dari dia masih sangat kecil.
Flashback On
Setelah peristiwa malam itu malam dimana Naruto ditemukan didepan pintu panti asuhan oleh seorang wanita dia selalu dirawat dengan baik oleh wanita yang menemukannya kenapa bisa wanita itu yang merawatnya karena kepala panti asuhan menunjuk wanita itu sebagai pengasuh Naruto karena wanita itu yang telah menemukan Naruto. Panti asuhan itu dinaungi oleh gereja yang tak jauh dari panti asuhan itu jadi para pengasuh dan kepala panti nya kebanyakan adalah biarawati-biarawati dari gereja itu termasuk wanita yang mengasuh Naruto dia adalah biarawati dari gereja tersebut.
Wanita itu merawat Naruto dengan baik, Naruto dirawat dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Wanita itu mengajarkan banyak hal pada Naruto dimulai dengan mengajarkan Naruto untuk berbicara,berdiri,berjalan,dan sebagainya. Ternyata Naruto adalah anak yang pintar dan hebat diumurnya yang baru menginjak 9 bulan dia sudah bisa lancar berbicara seperti orang dewasa yang biasanya bayi pada umur segitu baru bisa mengucapkan beberapa kata saja yaah walaupun begitu masih banyak kosakata yang harus dia pelajari, dia juga sudah bisa berdiri dan berjalan bahkan berlari itupun tanpa melewati fase merangkak terlebih dahulu sungguh pencapaian yang sangat luar biasa bagi anak seusia Naruto.
Seiring berjalannya waktu Naruto mempelajari banyak hal dan sekarang dia sudah sangat banyak menguasai kosakata dia juga bisa menulis, membaca, dan melakukan hal-hal lain yang menarik baginya, Naruto juga sangat senang bermain dia sering bermain dengan anak yang lebih tua darinya karena anak yang seusia dengannya kebanyakan belum bisa seperti dirinya yaah bukan kebanyakan lagi sih tapi semuanya sepertinya.
Diumurnya yang ke-3 tahun Naruto mendapat teman baru yang senasib dengannya teman barunya itu lebih muda 2 tahun darinya dan teman barunya itu adalah seorang anak perempuan, mereka memiliki sebuah kesamaan yaitu sama-sama memiliki rambut berwarna pirang walaupun punya Naruto lebih terang sehingga terlihat berwarna kuning keemasan. Anak perempuan itu memiliki mata berwarna hijau muda yang indah, anak perempuan itu ditemukan oleh orang yang sama yaitu pengasuh Naruto, anak itu tidak memiliki nama jadi kepala panti asuhan menanyakan hal itu pada wanita pengasuh Naruto itu.
"Jadi nama apa yang akan kau berikan pada anak perempuan ini Angelica." Tanya kepala panti asuhan yang merupakan nenek tua yang kelihatannya adalah biarawati senior kepada wanita pengasuh Naruto yang ternyata bernama Angelica.
"Hmm dia akan kuberi nama Asia dan dia juga akan kuberi nama keluarga ku menjadi Asia Argento." Ucap Angelica yang ternyata seorang blasteran Italia-Jepang yang memiliki marga Argento.
Begitulah pemberian nama kepada anak perempuan itu yang sekarang bernama Asia Argento. Naruto dan Asia diasuh bersama-sama oleh orang yang sama pula jadi mereka menjadi lebih akrab seperti kakak-adik. Naruto selalu membantu Asia ketika Asia sedang kesusahan dan mengajarkan Asia banyak hal yang ia ketahui.
Selama bertahun-tahun mereka selalu belajar bersama,bermain bersama, dan melakukan banyak hal bersama-sama mereka saling menyayangi satu sama lain. Setiap hari Naruto mengajak Asia ke perpustakaan yang jaraknya lumayan jauh dari panti Asuhan. Naruto memang anak yang suka membaca buku walaupun Naruto anaknya sedikit dingin namun Naruto terkadang juga konyol dan hangat tetapi Naruto juga adalah anak yang pintar dan suka membaca.
Sejak dia sudah pandai membaca diumur satu tahun dia mulai suka membaca buku, Naruto sering diajak Angelica keperpustakaan, tapi seiring berjalan nya waktu Angelica semakin jarang mengajak Naruto ke perpustakaan jadi terkadang Naruto pergi sendiri keperpustakaan secara diam-diam karena Angelica sudah melarang Naruto untuk pergi jauh-jauh dari panti tapi memang karena dari sana nya Naruto itu bandel yaa jadi dia tidak menghiraukan larangan Angelica dan tetap pergi keperpustakaan walaupun letaknya sangat jauh Naruto tidak masalah malah dia menikmatinya sambil olahraga pikirnya, pernah sekali Naruto ketahuan pergi diam-diam oleh Angelica dia langsung dihukum oleh Angelica, tapi meski begitu entah hukumannya yang terlalu ringan atau Naruto yang bandel nya sudah tingkat akut tetap saja sering menyelinap pergi. *ckckck jangan ditiru ya reader*
Naruto paling suka membaca tentang sejarah, dan legenda-legenda tentang naga,pheonix dan makhluk legenda lainnya dia juga senang membaca cerita-cerita tentang raja-raja terdahulu, walaupun begitu ia tetap membaca semua buku yang ada diperpustakaan untuk memperluas pengetahuannya.
Karena sekarang ada Asia jadi Naruto selalu mengajak Asia keperpustakaan walau Asia selalu memperingatkan Naruto untuk tidak pergi secara diam-diam tapi Naruto selalu memaksanya untuk ikut jadi Asia pasrah saja walau dia juga selalu mengeluh karena jarak perpustakaan itu yang jauh tetapi Asia tetap saja mengikuti apapun yang dilakukan orang yang disayangi nya itu ia takut membuat Naruto kecewa.
Suatu hari ketika berumur 7 tahun (Naruto) dan 5 tahun (Asia), mereka saat itu dalam perjalanan pulang ke panti asuhan dari perpustakaan didepan mereka terdapat sebuah gang dan dari gang itu muncul dua orang bertampang sangar yang sepertinya adalah preman menghadang mereka. Dua preman itu ada yang berkepala botak dan berambut gondrong.
"Hei anak kecil." Ucap preman berkepala botak
"Apa maumu botak." Ucap Naruto dengan dingin dan tajam sambil menggeser Asia kebelakang tubuhnya untuk melindunginya.
"kurang ajar kau bocah lidah mu tajam juga ya, cepat serahkan semua uang mu, kalau tidak..." Ucap preman berkepala botak dengan nada mengancam dan menggantungkan kalimatnya.
"Kalau tidak apa hah?!." Ucap Naruto dengan dingin lagi sambil membuat posisi bertarung gini-gini Naruto pernah membaca buku seni bela diri.
"tentu saja kami akan menghajar kalian bocah." Jawab preman berambut gondrong diakhiri dengan senyum evil-nya dan itu sukses membuat Asia makin ketakutan.
"Aku tau orang seperti kalian walaupun kami memberikan uang kami kalian akan tetap menghajar kami kan, aku lebih memilih untuk tidak memberikan apapun pada kalian dan bertarung, hyaaaaah..."
Naruto berlari dan berteriak menyerang kearah preman-preman itu, Naruto melompat dan memukul wajah sangar nan jelek preman berkepala botak preman itu terdorong kebelakang dan meringis kesakitan diwajahnya tercetak jelas bekas pukulan Naruto.
Saat Naruto ingin memukul lagi ia sudah ditahan dari belakang oleh si preman berambut gondrong ia memberontak tapi ia hanya anak kecil kekuatannya tidak setara dengan preman berbadan besar yang menahannya akhirnya ia hanya bisa pasrah.
"Sialan kau bocah beraninya kau memukul wajah ganteng ku, sekarang kau akan menerima akibatnya hahahah."
Preman berkepala botak itu tertawa walaupun masih merasakan sakit bekas pukulan Naruto, lalu dia mulai memukuli Naruto dengan brutal setelah puas ia bergantian dengan temannya yang sepertinya seorang maniak itu untuk memukuli Naruto.
Yaahh begitulah Naruto hanya seorang anak kecil yang tidak bisa bertarung yang hanya tau memukul saja dari sebuah buku alhasil Naruto tetap babak belur dihajar preman-preman itu, Asia yang melihat itu hanya bisa menangis melihat orang yang ia sayangi dihajar sampai babak belur ia tidak tau apa yang harus ia lakukan.
"Ya Tuhan tolonglah kami." Hanya berdoalah yang bisa dilakukan Asia saat ini.
"Hahahaha kau hanya anak kecil mana bisa melawan kami." Ucap preman bermabut gondrong sambil menyiapkan pukulannya ke wajah Naruto.
Naruto yang melihat itu hanya bisa pasrah dan memejamkan matanya menunggu rasa sakit yang akan datang.
1 detik
3 detik
5 detik
Naruto tidak merasakan sakit yang ditunggunya ia kemudian pelan-pelan membuka matanya dan yang dia lihat adalah seorang pria berdiri didepannya yang menangkap pukulan preman itu.
"Beraninya Cuma sama anak kecil dasar bedebah kalian." Ucap pria itu kemudian memukul preman berambut gondrong itu dan membuat preman itu terpental jauh dengan gigi yang copot.
Teman preman itu yang berkepala botak melihat temannya dipukul pun menggeram marah " Grrrr kubunuh kau brengsek." Ucap preman berkepala botak itu dengan marah dan menyerang pria itu secara membabi buta.
Tetapi pria itu dengan mudahnya menghindari setiap serangan preman berkepala botak itu, kemudian saat ada celah pria itu menangkap tangan kanan preman botak itu dan memelintirnya.
KRAAAK
Bunyi tulang patah terdengar "Aaaaaaarrgh." Dan teriakan kesakitan pun keluar dari mulut preman botak itu menjelaskan betapa kuat dan sakitnya pelintiran itu.
"Kuperingatkan jangan pernah menganggu mereka lagi." Ucap pria itu
Kemudian pria itu menendang perut preman botak itu dengan lututnya sehingga membuat preman itu membungkuk dan setelah itu ia memukul wajah preman itu dengan kuat dan membuatnya terpental jauh dan terjatuh tepat disamping teman nya yang berambut gondrong dan mereka pun langsung lari tunggang langgang, setelah itu pria itu melihat Naruto.
"Kau baik baik saja nak?." Ucap pria itu menanyakan keadaan Naruto.
"Sudah babak belur begini masih saja tanya baik baik saja." Naruto berkata dengan nada jengkel.
"Hahaha iya juga ya." Ucap pria itu sambil hanya sweatdrop melihat itu.
"Kakak ayo kita pulang lukamu harus segera diobati." Ucap Asia khawatir pada orang yang ia sayangi dan yang ia anggap 'kakak' itu.
"Ya kau benar Asia, baiklah, tapi tunggu sebentar aku ingin melakukan sesuatu."
"tuan terima kasih atas pertolonganmu kalau tidak ada kau aku tidak tau apa yang akan terjadi pada kami, sekali lagi terima kasih." Ucap Naruto berterima kasih pada pria itu.
"Ahaha sama-sama tidak usah sungkan anak muda."
"hmmm tuan aku lihat sepertinya kau seorang ahli beladiri, bisakah kau mengajariku beladiri?" Ucap Naruto memohon.
"Memangnya untuk apa kamu mempelajari beladiri nak?" Kata pria itu menanyakan alasan Naruto belajar beladiri.
" Aku ingin menjadi kuat untuk melindungi diriku dan orang orang yang aku sayangi salah satunya Asia." Kata Naruto semangat walaupun dalam keadaan babak belur dan Asia hanya tersenyum melihat kakaknya bersemangat untuk belajar beladiri dan melindunginya.
Pria itu tersenyum mendengarnya "Baiklah kalau begitu bagus besok kita akan mulai latihan kita untuk membuatmu kuat."
"yosh, baiklah guru... aduduh sakit" Ucap Naruto semangat terlalu bersemangat malah sehingga membuatnya kesakitan karena luka-lukanya.
"Hahaha semangat yang bagus, Sebaiknya kalian pulang dan obati luka-luka mu, ayo biar aku antar." Kata pria itu menawarkan untuk mengantar mereka pulang.
Kemudian mereka berjalan pulang. Besoknya Naruto terus berlatih keras dengan orang yang waktu itu menyelamatkannya yang sekarang menjadi gurunya. Selama dua tahun Naruto latihan dan dalam dua tahun itu Naruto bertambah kuat, setiap ada orang yang mengganggunya dan Asia ia dapat mengatasinya walau kadang terluka sedikit. Gurunya akhirnya harus pergi karena katanya harus pindah kerja dari Vatikan kesuatau tempat, ternyata selama ini Naruto ada di vatikan, Italia.
Tapi walaupun begitu Naruto tetap berlatih tanpa gurunya. Ia merasa bahagia dan bangga karena telah menjadi kuat, tetapi kebahagiaannya itu tidak berlangsung lama. Setelah berumur 8 tahun Naruto sering diajak Angelica kegereja dan dari sinilah kebahagiaannya mulai menghilang.
Saat Naruto memasuki gereja ia selalu merasa tidak nyaman dan ketika berdoa ia selalu merasa pusing, karena semakin lama semakin pusing ia berlari keluar dari gereja sambil memegangi kepalanya, banyak yang melihat itu dan berita jelek tentang Naruto pun mulai tersebar.
Selama setahun Naruto dituduh anak iblis karena jarang kegereja dan ketika dia kegereja ia selalu pergi saat sedang berdoa sambil memegangi kepalanya, ia selalu dihina, diejek bahkan dipukuli oleh warga tapi Naruto tidak melawan karena ia tidak ingin menyakiti orang-orang tapi ia akan melawan saat orang-orang yang dekat dengannya juga diganggu. Untungnya orang-orang yang dekat dengannya tidak ada yang seperti orang-orang jahanam yang sering memukulinya.
Saat Naruto berumur 9 tahun orang-orang yang membencinya dan menganggap dia iblis merencanakan untuk membunuhnnya, untungnya sebelum itu terjadi ia sudah pergi berkat bantuan orang-orang terdekatnya walau ada beberapa orang yang tidak rela dia pergi terutama Asia. Dia ingin selalu bersama dengan orang yang ia sayangi itu, tapi karena ini demi keselamatan Naruto jadi ia harus merelakannya.
Flashback Off
Dan setelah itu Naruto pergi tanpa arah dan tujuan selama berhari-hari ia mendapatkan makanan dengan cara mengemis.
Sekarang disinilah Naruto duduk dibawah pohon memejamkan matanya menikmati angin yang berhembus. Kemudian Naruto membuka matanya terlihatlah mata berwarna shappire yang menyejukkan tapi sedikit kusam.
Kemudian ia berdiri dan pergi dari tempat itu karena hari sudah malam.
Ia terus berjalan tanpa arah dijalanan, kemudian ia melihat seorang anak berumur tujuh tahunan sedang mengejar bola yang menggelinding ditengah jalan, disaat yang bersamaan ia melihat sebuah truk melaju dengan cepat kearah anak itu ia pun mulai berlari, Naruto melihat truk itu sudah dekat tidak ada waktu lagi ia lalu mendorong anak itu kepinggir jalan dan saat itu juga truk menabrak Naruto menyebabkan ia terlempar cukup jauh dan mengalami luka fatal, bukannya berhenti truk itu malah terus melaju tanpa menghiraukan orang yang ditabraknya.
Anak yang tadi ditolong Naruto mulai bangkit dari jatuhnya ia bersyukur tidak jadi tertabrak truk tadi, kemudian ia mengingat ada yang menolongnya dengan mendorongnya ia mencari dan ia terkejut melihat ada sebuah tubuh tergeletak penuh darah agak jauh dari tempatnya. Anak itu mendatangi tubuh yang ternyata adalah penolongnya tadi, ia menangis sambil menggoyang-goyangkan tubuh itu.
"kak bangun hiks… kenapa kau hiks… menolongku dan hiks… menjadikan dirimu yang tertabrak kenapa kak hiks hiks… "
Tiba-tiba tubuh Naruto terselimuti aura berwarna hitam keungu-unguan itu membuat anak itu terkejut dan sedikit menjauh, semakin lama aura itu semakin besar dan luka luka ditubuh Naruto mulai menghilang, setelah luka nya pulih sepenuhnya aura itu mulai mengecil dan menghilang.
Beberapa saat yang lalu disebuah pohon didekat sebuah pemandian air panas ada seorang pria berambut putih panjang dan memakai kimono berwarna hijau serta haori berwarna merah dengan dua lingkaran kuning sederhana di setiap sisinya. Sepertinya ia sedang mengintip para wanita yang sedang mandi di pemandian air panas itu, terlihat dari wajahnya yang memerah dan dari hidungnya mengeluarkan cairan merah.
"waah mereka sangat cantik dan seksi sekali ukuran dadanya juga mereka sangat menggairahkan muehehehe." Ucapnya dengan nada mesum dan cairan merah mengalir deras dari hidungnya.
Deg deg
Tiba tiba ia merasakan suatu energi yang cukup besar, ia cepat cepat pergi ketempat energi itu berasal.
Sesampainya disana ia melihat ada dua orang anak ia terkejut anak yang sedang tergeletak ditanah mengeluarkan aura berwarna hitam keunguan dan setelah aura itu menghilang ia terkejut luka anak itu pulih semua seperti semula dan yang lebih membuatnya terkejut adalah anak itu adalah anak yang ia kenal kemudian ia mendatangi kedua anak itu.
"Apa yang terjadi nak?" Tanya pria itu pada anak yang masih sadar dengan gaya sok keren
Anak itu sedikit terkejut kemudian menjawab " Aku tidak tau tadi kakak itu menolongku lalu ia tertabrak setelah itu keluar aura hitam dari tubuhnya." Jelas anak itu.
"em ano kenapa hidungmu ada cairan merahnya?" Tanya anak itu penasaran.
"eh eh benarkah." Pria itu gelagapan dia cepat cepat menghapus darah yang ada di hidungnya." Hehehe ini hanya saus ya saus terlalu banyak saus nya jadi seperti ini." Elaknya hancur sudah image nya.
"hmmm begitu ya." Ucap anak itu polos
"baiklah kau pulanglah biar aku yang mengurusnya." Ucap pria itu sambil berjalan kearah tubuh yang tergeletak ditanah itu kemudian mengangkatnya dan menggendongnya.
"Benarkah?." Tanya anak kecil itu.
"ya sebaiknya kau pulang."
" uhm baiklah terima kasih kek." Ucap anak itu kemudian berlari pergi.
"Memangnya aku setua itu apa, sepetinya aku memang sudah terlalu tua haah." Kemudian dia pergi membawa bocah yang pingsan tadi.
Mindscape on
Disuatu tempat yang gelap terlihat seorang anak berambut pirang jabrik sedang tertidur kemudian tak lama ia terbangun.
"Ukh dimana ini gelap sekali apa aku sudah mati apa ini surga atau neraka."
"[Kau belum mati bocah kau ada dialam bawah sadarmu.]" Ucap sebuah suara besar yang menggelegar.
Naruto kemudian melihat kebelakangnya ketempat suara tadi berasal ia sedikit terkejut tapi ia bisa mengendalikan rasa takutnya ia melihat bayangan hitam besar sangat besar malah dan mata merah bersinar didalam kegelapan.
"Siapa kau dan apa kau ini?." Tanya Naruto pada makhluk yang sangat besar didepannya.
"[Aku? Aku adalah Vladar noctis sang penguasa kegelapan dan aku adalah seekor naga]". Ucap makhluk itu yang ternyata adalah seekor naga bernama Vladar Noctis dengan nada bangga.
"Kau seekor naga waaah." Ucap Naruto dengan wajah penuh antusiasme dan matanya berbentuk bintang.
"[kau tidak takut padaku bocah]?" Tanya naga itu.
"Untuk apa aku takut, dari buku yang aku baca menurutku naga itu keren." Ucap Naruto dengan disertai cengirannya.
'[Bocah yang menarik]' Batin naga itu.
"hmmm Noctis boleh kupanggil begitu."
"[Terserah kau saja bocah]" Jawab naga itu.
"Um kau bilang kan tadi ini alam bawah sadarku lalu kenapa kau bisa ada disini." Tanya Naruto pada naga itu.
"[Ya ini adalah alam bawah sadar mu dan aku adalah jiwa naga yang menempati "Sacred Gear" milikmu]" jawab naga itu.
"[Sacred Gear] apa itu?" Tanya Naruto penasaran dengan [Sacred Gear] ini.
"[Bukan aku yang harus menjelaskannya sebaiknya kau kembali kau sudah lama pingsan]" Ucap naga itu.
"Bagaimana cara ku kemba-…"
Sebelum Naruto menyelesaikan kata-kata nya naga itu sudah menyentil Naruto untuk keluar dari situ.
"-aaaaaa kenapa kau menyentil ku naga sialaaan." Ucap Naruto sebelum menghilang kembali kedunia nyata.
"[Sampai jumpa lagi bocah semoga perjalanan mu menyenangkan Hahahahaha]" Ucap Naga itu sambil tertawa terbahak-bahak, kemudian dia melihat kesamping kirinya yang ternyata terdapat sebuah kepala naga lagi yang identik dengannya
"[Bagaimana menurutmu bukankah dia menarik]" Ucap kepala yang sebelah kanan yang tadi berbicara dengan Naruto
"[ya lumayan tapi aku mau lihat apakah dia bisa membuat ku lebih tertarik lagi]" Ucap kepala yang sebelah kiri diakhiri dengan senyum yang cukup mengerikan walaupun matanya tertutup.
"[Ya aku juga]" Kemudian mereka mengambil posisi tidur dan mulai tertidur
Mindscape off
Kemudian Naruto membuka matanya dan yang pertama kali dilihatnya adalah langit-langit kamar lalu ia bangkit dan melihat seisi ruangan.
"Kamar siapa ini?" Naruto berpikir kenapa dia ada disini yang dia ingat dia tertabrak truk karena menolong seorang bocah kemudian bertemu dengan seekor naga dan sekarang dia ada dikamar, mungkin ada seseorang yang menolongnya.
Kemudian ia berdiri dan berjalan keluar kamar, saat keluar ia langsung menuju kedapur dan melihat ada seseorang dimeja makan, ia terkejut dengan apa yang dia lihat saat ini ia sungguh tak percaya.
"K-k-kau…kau." Ucap Naruto dengan terbata-bata.
"oh bocah kau sudah sadar ayo makan aku sudah siapkan makanan untukmu."
"Guru Jiraiya apa yang kau lakukan disini bukankah kau bilang kau pindah tugas." Tanya Naruto yang sudah duduk diseberang orang yang ia panggil guru tadi dan bernama Jiraiya, dan mulai makan karena dia sudah sangat lapar "dan sudah berapa lama aku pingsan?." Lanjutnya.
"Aku sedang berlibur Naruto iseng-iseng aja liburan kesini hahaha, dan kau sudah pingsan selama 3 hari."
"oh begitu" ucap Naruto lalu melanjutkan makannya
"Naruto."
"hmm"
"Aku ingin mengatakan sesuatu pada mu sebenarnya aku ini adalah malaikat jatuh." Ucap Jiraiya dengan serius.
Naruto hampir saja memuntahkan makanannya karena terrsedak "Uhuk,apa? Malaikat jatuh aku tidak pernah tau ada makhluk seperti itu."
"Sebenarnya didunia ini ada berbagai macam makhluk ada (Tenshi) malaikat, datenshi (malaikat jatuh), Akuma (iblis), Yokai (siluman), dewa, dan berbagai macam lainnya…" Dan diteruskanlah sampai Great War dan penjelasan tentang [Sacred Gear].
"Jadi Naruto aku ingin mengajakmu ikut bersamaku untuk melatih [Sacred Gear] mu, bagaimana?" Tanya Jiraiya pada Naruto.
"Hmmm baiklah lagian aku sedang tidak melakukan apa-apa disini."
"Bagaimana dengan panti?"
"Aku pergi dari sana karena warga disana menganggap aku iblis dan ingin membunuhku."
"Jadi begitu, sebenarnya Naruto sejak pertama kita bertemu aku tau bahwa kau itu adalah iblis karena aku merasakan aura iblis didalam dirimu." Ucap pria itu.
"Jadi ternyata benar aku ini adalah iblis ya, haaaaah." Ucap Naruto lalu menghembuskan nafas berat.
"ya dan juga aku merasakan kau ini juga manusia jadi kemungkinan kau ini hanya setengah iblis Naruto itulah mengapa kau bisa mempunyai [Sacred Gear] ." ucap Jiraiya
"hmmm begitu ya, aku mengerti" ucap Naruto
"Ya baiklah kalau begitu, besok kita akan memulai perjalanan dan latihan kita."
.
.
~ TBC ~
.
.
( A/N ) : remake
.
.
~ ArVerus Out ~
