Up Chapter 7a.. Digabung dengan Story dari Resident Evil :v
Balas Review :
girl-chan 2,
Tau dah mau bilang Zonk buat dia salah, mau bilang Jackpot juga takut salah. Ah sudahlah hayati tambah bingung :'v
Eudo : Emm.. yah, memang gue nggak kuat alkohol, gue juga masih seneng kalo diajak minum bir doang, tapi nggak banyak-banyak!
Red : Yah, Setidaknya ada kakak gue. Yang siap lempar gue keluar rumah atau jedotin pala gue kalo jadi OOC. Dan Untuk masalah Selingkuh, Gue Setubu.. eh.. setuju sama Emy yang nggak bakal selingkuh dari Thundy -w-
Rone : Ya kali lu bakal selingkuh Red, orang Revan aja udah jadi orang tertjinta kita.
Revan : Speechless aja deh ._.
CHAPTER 7a : Biohazard -enter the nightmare- (Alex : kok judulnya kayaknya gue kenal, Jangan bilang kalo. Me : Iye, kita bakal gabungin Fic LS kita sama Story Resident Evil 1 :v, Alex : Laknat kau RehAAAAA!)
"Woi! Semua kata ketua kita harus bikin cerita tambahan nih!" kata Alex yang baru keluar dari ruangannya Reha.
"Cerita apaan, Lex?" Tanya Maya.
"Biohazard.." kata Alex datar.
"Kok kayaknya gue pernah... denger tuh nama Judul jangan-jangan?!" kata Eudo.
"Iye, itu seri Resident Evil, Dunia asal gue." jawab Alex datar.
"Waduh, trus kita harus hadap-hadapan sama zombie dong, aku nggak ikut dah." kata Mia yang udah ketakutan, karena ada nama karakter Resident evil yang sama namanya kayak dia.
"Tenang Mia, Ntar kita ngacak masalahnya. Jadi, belom tentu kamu dapet peran." kata Alex buat ngebujuk Mia.
"Oh, yaudah.. tapi, aku nggak mau jadi tokoh antagonis pokoknya!" Ucap Mia.
"Iya tau.." kata Alex.
"Yaudah, kapan mulainya. Ntar keburu Ketua marah loh." ucap Red.
"Sabar! gue ngajak anak-anak dari Garu squad soalnya!" Kata Alex sambil melihat ke Hpnya.
Sekarang kita mulai ceritanya...
1998/07/24 : Gunung Arklay, Kota Raccoon.
"Siapa yang jadi naratornya woi!" teriak Rone yang udah siap dari tadi.
"Ups maaf, Aku lupa kalo udah mulai." kata Ashley.
"Cepet ah!"
"Tim Alpha terbang di sekitar kawasan hutan, terletak di barat laut Kota Racoon, dimana mereka sedang mencari helikopter dari rekan-rekan mereka, Tim Bravo, yang tiba-tiba menghilang secara misterius selama pertengahan misi mereka..."
"Well... Dia bagus juga baca Narasinya." kata Alex dari jauh.
"kasus pembunuhan aneh baru-baru ini terjadi di Kota Raccoon. Ada laporan aneh dari keluarga diserang oleh sekelompok sekitar 10 orang. Korban mengalami luka serius seperti habis dipukuli dan digigit. Bravo Tim pergi ke tempat persembunyian kelompok, dan menghilang begitu saja tanpa jejak..." sambung Ashley.
"Ok.. kita mulai adegan pertamanya..." kata Maya yang mulai duduk ngeliatin layar tivi UHD.
"Hey, Bagaimana? menemukan sesuatu yang menjadi pentunjuk?" tanya Rone.
"Entahlah... tapi, aku punya firasat buruk tentang hutan ini.." jawab Lucy.
Lucy jalan sendiri misah dari grupnya dan nggak sengaja dia denger suara teriakan didekatnya. Dia menghampiri sumber suara itu dan ternyata sumbernya adalah...
"Ih! ada Kecoa dibangku gue!" teriak Alisa yang bikin semuanya panik.
Eh? Oh maaf ini lagi diluar kendali di dunia aslinya, bukan didunia Resident evilnya :v
"Hyaattt! geplakan sendal Killer!" teriak Revan dan berhasil membunuh kecoa tersebut.
"Fyuh~ ok lanjut~" kata Alisa yang sukses membuat Semuanya sweatdrop.
Lanjut!
Ternyata suara Teriakan itu berasal dari seorang pria yang dimakan pleh Anjing-anjing yang sudah berubah menjadi Zombie.. Eh, bentar anjing zombie!?
"GYAAAHHH! CEPETIN KEK GUE NGGAK TAHAN LIAT MEREKA! MEREKA LEBIH SEREM DARI CERBERUSNYA ADEL YANG PERNAH LEPAS!" Teriak Teiron yang ketakutan sambil jejerit ala perempuan arena ngeliat Anjing zombie tersebut yang sukses membuat semua orang sweatdrop.
"Ok... kita skip dikit." kata Alex.
"Ayo, Cepat!" kata Rone yang membatu Lucy berdiri.
Rone melihat sebuah helikopter dilangit. Tunggu, itukan!?
"Woi! Vience! Buset! Dia mau kemana!"
Mereka berempat terus berlari menghindar dari kejaran anjing zombie yang mengejar mereka. Tak sengaja ada seekor yang melompat ke arah Rone. Rone yang belum siap hampir tergigit anjing tersebut, tiba-tiba Rendy menembak anjing tersebut.
"Kau tak apa?"
"Yah, ayo kita lari dari sini." kata Rone dan narik tangannya Rendy.
"Hei! Ada rumah! mungkin kita bisa berlindung disana!" kata Lucy sambil menunjuk sebuah rumah.
"Ya, ayo!"
Layar tiba-tiba gelap dan ada tulisan -Enter the Survival Horor-
"Wah, apakah kalian yakin mereka bakal bertahan dari itu..." tanya Alisa sambil makan popcorn.
"Entahlah, kita itung aja Ded berapa kali sama ngesave berapa kali." kata Ikyo yang nyomot popcorn punya Alisa.
"Emangnya ini Gameplay mas!" kata Alpha yang ngegeplak palanya Ikyo pake Stik(?)
"Udah ah! Lu pada Bersisik amat sih! Tuh sih Lucy udah mulai baca Narator lagi!" Bentak Maya.
Back to Story..
"Sekarang, Anggota kami sisa bertiga, Kapten Rendy, Aku, Dan Eris. Kami tak tau dimana Rone sekarang..."
"Oh kasian.. Rone, Ded duluan ya?" tanya Rina.
"Ntar liat aja!" kata Alex.
"Semuanya ada?" tanya Rendy.
"Eh.. Dimana Rone?" Tanya Lucy.
Tiba-tiba sura tembakan senjata terdengar dari jauh..
"Itu.. Rone bukan?" tanya Lucy.
"Mungkin saja... Nah, Ris, Lucy coba kalian cek, aku akan mengecek bagian lainnya." kata Rendy.
Sementara itu dibagian lainnya..
"Ah! Sialan mereka mengunciku dari dalem!" kata Rone setelah manjat pager rumah tersebut. kalo mendaratnya dihalaman sih ok ok aja, lah dia mendaratnya di tempat yang lebih bisa disebut kuburan karena ada batu nisan disitu.
"Aww... Itu kurang beruntung buat Rone." kata Red yang nonton dia.
"Loh.. Ini.. Oh, Red. Kirain Rone..." kata Alpha yang ngeliat Red make baju yang sama kayak Rone.
"Masih salah aje lu, padahal udah beberapa kali kali gue maen ke markas lu." ucap Red sewot.
"Hehe.. Maap bang."
"Hm.. Ruang makan. terlihat Rapi... Alamakjang! apaan tuh!" teriak Eris kaget karena petir tiba-tiba nyamber.
Lucy agak ketawa ngedenernya "Cuman Petir mas! kaget amat sih!"
"Alah! Bodo amat dah! Lanjut! Eh... Inikan.. Lucy sini deh!" teriak Eris.
Lucy yang lagi ngeliatin serius Jam dinding tua langsung nyamperin Eris yang lagi jongkok dan ngecek darah yang ada dilantai.
"Itu... Darah Mens siapa Ris?" Tanya Lucy yang sukses dapet getokan pistol dari Eris.
"Buset dah ini bukan darah mens woi! ini darah beneran!" sembur Eris sambil jitak kepala Lucy.
"Bercanda mas! Ginian jangan dibawa serius napa, Ntar yang nonton tegang semua." sanggah Lucy yang buat semua yang nonton tepok jidat semua.
"Lucy, bikin aneh-aneh aja deh." kata Alex sambil makan Popcorn.
"Yaudah! Lu ngecek tempat laen aja! Biar gue yang ngecek nih tempat!" kata Eris sewot dan kembali jongkok.
"Yayaya, ntar kalo ada apa-apa gue kesini lagi, bye!" kata Lucy sambil buka pintu terdekat.
Lucy agak bingung mau belok kanan apa kiri. Karena kiri keliatannya lebih meyakinkan, dia akhirnya belok kiri. Tapi, pas belok kiri dia malah kedapetan zombie lagi makan Teiron... Tunggu bentar trus yang tadi tereak gara-gara anjing zombie itu siapa!?
"Serius!! itu cuman properti film! gue nggak ikutan!" sanggah Teiron yang diliatin dengan skeptis dari semua orang yang nonton.
"Halah! yaudah next!"
"Eris! awas diblakang lu ada zombie!!" teriak Lucy sambil menunjuk seorang zombie diblakang Eris.
"Tenang! biar gue urus!"
Eris menembak zombie itu tiga kali dan zombie itu akhirnya mati.
"Hei, sebaiknya kita beritau Rendy apa yang terjadi." kata Eris dan narik Lucy keluar ruangan.
Sementara itu...
"Well... mungkin gue harus ngecek bagian dalemnya." gumam Rone saat melihat lubang dengan tangga menuju kebawah lubang tersebut.
Rone masuk kedalam lubang tersebut dan menemukan sebuah ruangan. Saat dia masuk keruangan tersebut pintunya tiba-tiba tertutup dan terkunci dejgan rapat. Sebuah peti mati besi terjatuh dari atas dan seorang zombie bangkit dari peti mati tersebut.
"Sial, peluru gue abis, tinggal piso doang pula... ah, bododah! saatnya Hidup Seperti Larry!!" teriak Rone.
"Kyaaa!! Awas kak Rone!!" teriak Sandra.
"Rone lu pasti bisa!!" teriak Lectro.
"R.O.N.E! Rone pasti menang!!" kata Amelia, Catherine sama Mia dengan gaya ala cheerleader
"Kita hebohin juga! Ayo Rone!! Semangat!!" teriak Alpha.
"Semangka! Semangat kaka!!" teriak Ikyo.
"Cemungut Rone!!" Teriak Adelia.
"Rone Semangat jangan mati duluan!" kata Ashley.
"Wah dia greget! walaupun beberapa kali kecakar dan darah dia mulai sekarat..." kata Alex datar sambil ngeliatin infonya Rone lewat alat pemantau.
Akhirnya, setelah pertarungan yang melelahkan Rone menang melawat zombie super tersebut dan berhasil keluar dari ruangan tersebut. biarpun sekarang darah dia udah bisaa dibilang dibawah 25 persen... (Njir, masih idup aja biarpun udah dicakarin berkali-kali sama Crimson Head.. Hebat, hebat)
"Nah.. Aw! sekarang saatnya gue masuk ke rumah itu." kata Rone dan jalan pelan-pelan karena dia masih luka parah.
Back to Lucy
"Well... Lucy, sekarang mereka berdua hilang, Rendy dan Rone. Sepertinya, bagaimana jika kita berpencar aja. kayaknya lebih strategis deh.." kata Erus pas tau Rendy ikutan ilang.
"Mungkin, lu bener juga... yaudah lu ngecek tempat tadi. Gue ngecek yang satunya." kata Lucy.
"Oh iye, nih... Penjepit rambut. Lu kan Maling profesional.. eh... maksud gue. Lu kan pembuka kunci profesional mungkin ini bakal berguna bagi lo." kata Eris sambil nyerahin Penjepit Rambu ke Lucy.
"Ok... Makasih. Tapi, kalo lu bilang gue maling lagi.. jangan harap gue bakal lepasin lu dari kekeran pistol gue ngerti!" ancam Lucy.
"Iye mba! Slow aje.. yaudah dah!"
Lucy pergi kearah lainnya, pas dia masuk dan jalan disebuah koridor. Tiba-tiba...
Brak!!
"Astogeh! Apaan Tuh!!" Teriak Lucy yang langsung lari ke pintu terdekat, bareng dengan para penonton yang juga ikutan kaget karena kaca kedobrak barusan.
"Uhuk! Uhuk! Anjir gue kaget sama yang barusan!" kata Elemy yang keselek popcorn.
"Sama anjir! Bikin kaget aja!" sambung Amelia yang keselek soda.
"Woi! bantuin gue nolongin Jung! dia nelen baso bulet-bulet gara-gara kaget!" Teriak Ethan.
Rone baru masuk ke rumah dan kondisi dia udah baik-baik aja karena dia make semprotan penyembuh yang dia bawa.
"Rendy! Eris! Lucy... mereka dimana ya? Hmm... itukan!?" Kata Rone dan nggak sengaja dia melihat sebuah pistol cadangan milik Lucy yang tergeletak dengan manisnya menunggu sang tuan untul mengambilnya lagi.
"Ini... punya Lucy, oh well... gue ambil aja deh. mumpung orangnya nggak ada." kata Rone sambil membawa pistol tersebut dan naik ke lantai dua.Saat dia mengecek sebuah ruangan dia nggak sengaja bertemu dengan orang-orang yang dia cari.
"Silica, ini lu kan?"
"Rone! akhirnya bantuan dateng." kata Silica sambil menyenderkan Maurice ke tembok.
"Rice, lu kenapa!?" tanya Rone pas ngeliat Maurice sekarat dan luka bekas gigitan besar di tubuhnya.
"Rone... Hati-hati dirumah ini banyak monster-monster aneh!" kata Maurice dengan susah payah. "Tenang Rice, kamu sedang luka parah."
"Silica, apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Rone panik.
"Kayaknya, Maurice digigit sama Uler beracun. tapi, dilihat dari gigitan uler tersebut ukuranya agak mustahal untuk Maurice hidup."
"Yaudah!! Sebaiknya kita cari tempat berlindung dulu! baru kita bicarakan semua ini dengan serius ok!" kata Rone yang langsung membopong Maurice.
"Mungkin, kau benar... aku tau tempat aman yang ada obat-obatannya. Ada di bagian barat rumah ini." jelas Silica.
"Yaudah! Ayo kita kesana!" kata Rone.
Tubercolosis dibagian 2...
Extra story about lost weapon...
"Hato-kun!! Sini! Lihat Aku bawa apa!!" kata Red yang bawa Frisbe 'lupa nulisnya gimana :v
"Woof!" Hato-kun langaung bangun dari tidurnya dan deketin Red.
"Nah, Sekarang... Tangkep!!" teriak Red yang ngelempar Friesbe itu dan langsung dikejar sama Hato-kun. Nggak lama, Hato-kun balik bawa Friesbe yang dilempar sama Red.
"Anak Pintar... Nah... Eh, Itu apa ya?" gumam Red pas ngeliat sebuah benda yang muncul sedikit ditanah taman belakang markas. Red deketin benda itu, dan nyuruh Hato-kun buat gali lubang dibenda itu.
Saat lubang sudah tergali, Red merasa tidak asing dengan benda tersebut. Benda itu mirip dengan...
"I..Inikan!!"
"Rev, lu tumben lagi nggak dideketin sama Red atau Rone hari ini." tanya Ethan. "Lagi marahan ya?"
"Apaan sih lu! nggak liat tadi pagi gue abis dipojokin dua manusia bego itu!" jawab Revan sewot.
"Jeh, biasa aja dong mas, nggak usah ngomel!" kata Ethan. "Eh... itu Red, Dah Revan!"
Ethan ngedorong Revan buat deket-deket sementara, dirinya kabur dari halaman belakang. "Dih! Najong dah lu Than!"
Revan ngedeketin Red yang lagi jongkok ditanah ngeliatin sesuatu, semut kali diliatin...
"Jin... lu ngapain ngeliatin tanah?" tanya Revan. "Van... akhirnya..."
"Akhirnya apaan?"
"Akhirnya!! Senjata Lamaku ketemu!!" kata Red girang sambil meluk senjata semprotan tersebut.
"Senjata lama lu?" tanya Revan yang galham.
"Ini... senjata lama aku, aku ni awalnya make semprotan ini. Eh... terus nggak tau kemana hilang dan sekarang akhirnya ketemu lagi!!" kata Red sambil meluk senjata lama dia.
"masih bisa nggak tuh?" tanya Revan. (lagi)
Red mencet tombol on dan senjata itu langsung nyala dan masih bekerja seperti biasa.
"Yeah!! masih cakep dan bisa!!" ucap Red girang.
"Selamatnya, senjata lamanya udah ketemu." kata Revan yang dikacangin sama Red yang pergi sambil bawa senjata lama dia.
"Sekarang... gue bisa nerusin hobi eksperimen gue!" kata Red girang.
Sudah beberapa hari... Red nggak ngerayu ataupun ngedeketin Revan sama sekali, dia sibuk ngemodif senjata dia sama nerusin hobi dia eksperimen dengan bahan kimia di basment markas. Awalnya Revan sih, seneng-seneng aja, karena nggak ada yang ngeganggu hari dia. Tapi, lama kelamaan, dia mulai ngerasa kangen sama kesepian karena Red nggak ngedeketin dia bahkan belom ngomong sepatah katapun palingan hanya 'hai' dan 'bagaimana keadaanmu', sisanya dia dikacangin sama Red yang makin hari, makin ngacangin dia. Kalau Rone, dia belom pulang, dia masih kerja ngikut Alex yang juga masih kerja dan kemungkinan pulangnya agak lama, paling bentarnya Sebulanan.
"Rev, makin hari entah lu makin cemberut aja... padahal pas pertama-tama lu masih seneng-seneng aja? ada apa nih?" tanya Lectro yang masyk ke kamar Revan karena liat Revan cuman diem aja dan duduk dikasur sambil selimutan.
"Entahlah... gue lagi nggak mau bahas masalah apapun itu..." kata Revan lemes yang duduk sambil meluk kedua lutut dia .
"Lu marahan sama Red?" tanya Lectro.
"Nggak kok... gue nggak marahan sama Red." kata Revan agak pelan.
"Trus kenapa?" tanya Lectro.
Revan diem aja... kemudian, dia nangis "Gue... nggak... kenapa... napa! mending lu... pergi dulu aja... gue... lagi mau... sendiri!!" Usir Revan dan banting pintu kamar dia.
"Re..Rev!" Lectro cuman bisa diem pas denger sahabatnya Nangis dikamar.
"Apa ya, penyebab Revan nangis?" gumam Lectro sambil melayang nelusurin koridor markas, nggak sengaja dia ketemu Red yang lagi naro senjata lama dia di koridor.
"Red.. Woi!" panggil Lectro.
"Oh! hai, Tro! lagi ngapain?" tanya Red.
"Gue abis diusir dari kamarnya Revan... dan ngedenger dia nangis kejer-kejer dikamar dia..." kata Lectro datar yang bikin Red shock berat.
"Se... serius lu... di.. dia nangis kejer-kejer!?" tanya Red panik.
"Emm... iya, emangnya kenapa ya? kok dia bisa nangis kejer-kejer gitu.." kata Lectro.
"Ini... salah gue... gue terlalu sibuk dan udah ngacangin dia... emm... sekarang tanggal berapa?"
"31..."
"Mampus! gue ngacangin dia satu bulan, pantesan dia nangis kejer-kejer!" kata Red sambil tepok jidat. "Gue harus gimana nih..."
"Terus terang aja... lagi pula inilan kesalahan lu." kata Lectro datar.
"Mungkin... lu benar yaudah gue minta maaf dulu ke dia." kata Red yang langsung lari ke kamarnya Revan. Lectro ngekor juga, tapi pas sampe didepan kamarnya Revan dia nyusupin sebuah alat perekam suara dipintunya kamar Revan, jadi dia tau apa masalah mereka berdua.
Malem-malemnya...
Lectro ambil lagi alat perekam itu dan ngecek suara hasil rekaman dikamar dia. Awalnya sih, kayak perselisihan biasa antar pasangan. Tapi, entah makin ke ujung kayaknya makin parah. pas deket-deket bagian akhir rekaman, Lectro harus nahan diri karena ada suara desahan dari Revan sama Red...
"Jangan-jangan mereka..." pikir Lectro sambil menahan cairan merah yang sudah keluar dati hidungnya dan imajinasi liar yang siap menghabisi pikiran logisnya..
Note :
Hayo, tebak mereka ngapain! kirimkan jawaban anda ke 14045 atau ke 14042 :v
Job Awal buat Red itu Chemmical Soldier yang kebetulan tadi siang dapet dari RPHS event mightysix :v (biarpun gue ngarepnya Soul master buat Yuki, EM buat Mita, Matador buat Eudo, Predator buat Karakter pendatang baru, Atau Power buat Takano.)
review nista diharapkan datang :v
Ciaobella...
