Up... Chapter 7b Extra 'bodrex' eh.. chapternya :v.

Balas Review :

girl-chan 2

Begitulah cerita... Aku kehabisan ide mak :'v

Alex : Kenapa nggak bilang kalo lu bisanya daging doang = Kalo gitukan gue bisa masakin lu ayam, ikan, atau daging, IKYOOO!!

Selamat membaca :D

Chapter 7b : Biohazard -Puzzle Kampret- (Me : Lex, lu kan udah pernah ke masa lalu, trus ketemu Kapten lu dimasa lalu pas 1998. Nah, Entar nggak usah dikasih tau, Ok!, Alex : Emangnya napa kalo gue kasih tau?, Me : Mata kanan lu mau gue colok pake garpu apa piso, atau mending lu gue seret ke Piers lagi, tinggal milih aja... Alex : O..O..Ok Reha ._.)

"Yeyeye, Dapet Shotgun cuy!!" ucap Alisa sambil nari aserehe dengan lagu ievan polka. 'kagak nyambuk nyak!' Eh... Kenapa Jadi Alisa yang maen!? Gini...

-Flashback-

"Eh... Ganti Chapter gantian yang maen dungs!" kata Lucy yang keluar dari TV UHD, Setelah dia berhasil muntah karena nginjek kepala zombie sampe pecah.

"Oh... Trus mau siapa?" tanya Alex.

"Gini... Pake Gambreng aja!" sambung Rina.

"Ok! Rone, Eris, Silica, Rendy, ama Maurice mau ganti nggak?" tanya Alex.

"Nggak usah Lex!!"

"Ok, Lucy doang ya. Yaudah para Cewe silahkan gambreng."

"Ok, Lex!"

"Hompipah alaium gambreng, si Rendy make baju Thundy!"

"Woi! gue denger loh!" celetuk Rendy.

"Alisa yang dapet!" Kata Elemy.

"Ok... Harap-harap aja, gue selamat ya."

-flashback end-

Alisa nggak tau fungsi dari shotgun itu apa dan langsung nyerocos keluar dari ruangan dia ngambil shotgun tersebut, kemudian pintu keluar dia kekunci dua-duanya dan langit-langit ruangan mulai turun mau mejretin dia.

"Aduh!! Siapa aja!! Tolongin gue!! Gue nggak mau jadi Kertas disini!!" teriak Alisa panik karena dia kekunci diruangan tersebut.

"Mampus! baru maen udah mau mati.." ucap Edgar.

"Lu bukannya hibur, malah bikin tambah panik!" cerocos Alisa.

"Alisa! Lu didalem!?" Teriak Eris dari luar.

"Ris!! Tolongin gue! Pintunya kekunci, Atapnya juga mau mejretin gue! Cepet!" Kata Alisa sambil gedor-gedor pintu.

"Mundur! Gue tendang dulu pintunya!" Eris Nendang pintu sampe jebol dan Alisa lari keluar ruangan tersebut, tepat saat atapnya sampe lantai."

"Fyuh~ makasih ya, Eris!" kata Alisa sambil bersihin baju dia.

"Yayaya, Nanti lagi ati-ati, jangan asal ambil barang, kalo misalnya agak mencurigakan lebih baik lu liat sekeliling dulu, atau nggak kejadiannya kayak tadi." Ucap Eris.

"Oke, Makasih Ris. Laen kali, gue ngecek-cek dulu suara atau keadaan tempat lain." kata Alisa.

"Eh, tadi bukannya lu kudu ke Ruang makan dulu ya? kok tiba-tiba lu disini?" tanya Alisa.

"Gimana ya... rasanya gue mau ke sekitar sini aja... dan oh... iye, nih gue kasih peluru racun. Mungkin ini bakal berguna buat lu dan em... mungkin segitu aje dan.. Bye!" kata Eris yang langsung ninggalin Alisa sendirian lagi.

"Alibinya ketara jelas ya mas." kata Ethan.

"Emm... ya gitu deh..."

Alisa masuk ke pintu lainmya dan nemu dua zombie disitu. Dia awalnya agak panik karena liat zombie itu jalan ke dia, tapi dia inget punya handgun yang dikasih sama Lucy tadi.

"Mati kalian!!" Sembur Alisa.

"Merekakan Udah mati mba!" celetuk Alpha.

"Berisik!" bentak Alisa sambil nembakin pala zombie yang ngedeketin dia.

"Oi, Alisa abis ini lu masuk ke keruangan yang make pintu besi itu dulu baru yang pintu kayu disebelah lu." Kata Alex... Ehm... Sp1 buat Alex.

"Ok Alex! Makasih!" kata Alisa sambil lari ke ruang lukisan.

"Alex ini gimana lagi?" tanya Alisa.

"Pencet tombol yang dibawah lukisannya, tapi urutin dari baru lahir sampe mati!!" kata Alex, tiba-tiba Red nepuk pundak dia.

"Alex... nih ada yang nyariin lu." kata Red sambil ngasih HP dia ke Alex.

"Siapa Red?" tanya Alex. "Lu... cek sendiri aje."

Alex deketin tuh Hp ke Kuping dia dan dia hanya denger suara... Reha!!

"Alex!!! Kesempatan hidup mata kanan lu tinggal 1 kali lagi!!" teriak Reha dari telepon.

"A...Am..Ampuni diriku!! jangan cabut mata kananku!!" teriak Alex panik sambil nutupin mata kanan dia.

"Sekali lagi lu ngasih tau! Gue bakal congkel mata kanan lu make sendok!! Ngerti!!" Ancam Reha.

"S..Si..Siap Reha!!"

Klik...

"Yey! Dapet medal! Alex ini gimana lagi?" tanya Alisa.

"S..Sorry, Alisa, gue nggak boleh ngasih tau lu lagi... Gue masih sayang sama anggota tubuh gue, terutama mata kanan gue." kata Alex gemetaran.

"Oh.. Ok.." Alisa keluar dari ruangan dan masuk ke pintu lainnya.

"Ali-chan, mungkin kamu bakal tersesat." Gumam Amelia.

Sekarang kita ke Rone...

"Rone, gimana keadaanmu?" tanya Silica setelah ngobatin Rone.

"Ungh... Pala gue masih keliyengan." keluh Rone sambil megangin pala dia.

"Pelan-pelan, kamu baru aku berikan obatnya dan jangan gega-"

"Yaya, gue tau apa yang gue harus ingat. Tapi, terima kasih udah nolongin gue. Dah ya, gue pergi dulu." kata Rone dan ninggalin Silica sendiri di tempat di pingsan tadi. "Emm... Rone, bentar!"

Rone balik arah dan Silica nyamperin dia. Dia ngasih Rone sebuah Radio.

"Tuh, Radio komunikasi. Tadi, aku dapet sinyal dari Vience, tapi kayaknya dia nggak denger apa yang aku ucapkan. Mungkin, ini bakal lebih baik sama kamu." jelas Silica.

"Yah... Makasih ya. Dah ya, kamu ke tempatnya Maurice aja. Biar sisanya gue yang selesaiin."

"Hati-hati.." Rone ngacungin jempol dia ke Silica dan pergi ke tempat lain.

Rone pergi ke ruang musik di rumah tersebut dan melihat sebuah piano. Dia nyoba maenin pianonya, tapi sayangnya dia nggak bisa baca buku musik yang profesional, yang ada kedengerannya malah ngaco semua.

Breng!

"Ups, kelihatannya tadi masih salah." ujar Rone sambil ngusap kepala belakangnya.

"Wah, kalau aku sih No!" kata Maya.

"Aku juga No!" Sambung Lisa.

"Saya juga ngambilnya No!" Timpal Elwa.

"Yah, mas Rone. Anda gagal untuk menuju babak penyisihan 100 besar di Lost saga Got Talent. Semoga beruntung tahun depan." timpal Teiron.

Tiba-tiba Silica masuk ke ruang musik juga.

"Hai Rone." sapa Silica.

"Hai..."

"Serius amat... eh... Ini.. aku tau lagu ini." kata Silica

"Bisa maeninnya?" tanya Rone.

"Biar ku coba..." Silica maenin lagu di piano tersebut dengan lancar sampai akhir lagu.

"Wah, kalau ini aku sih Yes!" celetuk Elwa.

"Aku juga Yes!" sambung Maya.

"Sama saya juga Yes!" sambung Lisa.

"Selamat Mba Silica! Anda berhasil masuk ke babak berikutnya di Lost Saga Got Talent! Nanti, silahkan ambil Golden Ticketnya!" Celetuk Teiron.

Emangnya ini Indonesi mencari bakat atau Indonesian Idol apa! sudahlah yang penting sehat! (Kagak nyambung nyak!) ='

Ada ruangan tersembunyi yang terbuka dan Rone masuk kesitu dia nemu sebuah medal diruangan itu.

"Apa itu Rone?" tanya Silica.

"Entahlah... mungkin bakal berfungsi di sebuah tempat lain." kata Rone sambil ngantongin medal tersebut di saku baju dia.

"Baiklah... hati-hati ya, aku bakal ke tempat aman lagi. Dan satu lagi, mungkin medalnya berfungsi disebuah pintu yang terkunci. Aku sempat kesitu ada di belakang rumah ini." jelas Silica.

"Terima kasih sudah memberi tauku Silica. Bye.." ucap Rone ninggalin Silica di ruangan musik.

Rone ketempat yang dibilangin SilicaSilica dan dia ngeliat ada dua medal yang udah terpasang disitu.

"Mungkin Silica yang masang..." gumam Rone dan masang dua medal yang dia dapet dilubang sisa lainnya. Dia nggak tau kalau sebenarnya Lisa sama Eris yang masang medal tersebut.

To be Continue... part 3 (kok panjang ya :v)

Alex Come Back Story!

Seorang berpakaian Tentara lengkap dan memakai penutup mata dibagian kanannya masuk ke perkarangan Markas Reha Squad. Sepertinya, dia anggota baru tapi kenapa dia datengnya pas tengah malem ya, jangan-jangan dia pencyuri.

"Akhirnya Gue balik ke markas juga!!" ucap pria tersebut sambil rebahan dilantai pintu depan markas.

"Setidaknya semua tugas kampret gue selesai dan tugas lapangan untung cuman investigasi doang!" gumam pria tersebut sambil berjalan menuju dapur.

"Ngomong-ngomong, pada kemana ya? kok sepi amat... biasanya jam 11-an gini masih rame sama anak laki.." ujar pria tersebut. Dia nggak tau kalau anak-anak lakinya lagi pada nginep di markas Garuchan.

"KYAAAA!! ADA MALING!" teriak seorang perempuan dari belakang dia.

"EH!! MANA MALING!!" kata Pria tersebut sambil celingak-celinguk.

"MANA MALINGNYA!! OHH ITU DIA!! HAJAR!!" teriak anak perempuan yang lainnya.

"HE...HEI GUE BUKAN MALING!!" sanggah Pria tersebut sambil lari dari kejaran para wanita.

"HEI JANGAN LARI KAU!! KAMU TERCYDUK!!" teriak salah satu anak perempuan.

"KETANGKAP KAMU!!"

"Huaaaa!!! Han... Eh... Ashley! Lepasin!" ronta Pria tersebut entah kenapa dia mengenal Ashley.

"Eh... Ahh!! Semuanya Cepet sini dia udah ketangkep!!" seru Ashley.

"Beraninya kamu maling di markas orang!! dasar Pencyury!!" bentak salah satu anak perempuan itu sambil memukul sang pria dengan tongkat kayu.

"IYA!! NIH MAKAN NIH SUNTIK!!"

"KU BEKUIN MATI KAU!!"

"KITA APAAIN NIH!?"

"BAKAR AJA!"

"HUKUM PANCUNG!!"

"SUNTIK MATI!"

"BANNED DARI SERVER AJA!"

"BUGILIN!"

"BULLY!!"

"JADIIN LALAPAN! ADUH!"

"LU MAU JADI KANIBAL YA!"

"HEI KALIAN MALAM-MALAM BERISIK AJA!! GANGGU ORANG TIDUR TAU!!"

Seketika suasana jadi hening karena Takano keluar kamar pake full armor dan aura hitam merah diseluruh badan dia.

"AYAH!! ADA YANG MAU MALING!!" teriak salah satu anak perempuan.

"HAH!! BERANINYA KAU!!"

"T..TU..TUNGGU DULU AYAH!! AKU INI ALEX!! AKU BARU PULANG KERJA!!" cegah Alex yang bikin semua orang kicep.

"Eh... Ini kamu Alex!?" tanya Salah satu anak perempuan tersebut.

"Demi otot redfield tulang besi. Serius, ini gue baru pulang kerja!" kata Alex.

"Ya ampun! maafin kita ya!! kita nggak tau kalau itu lu!" ujar semua Anak perempuan itu bersamaan.

"Moncong-moncong, Lex... Bukannya lu nggak pake penutup mata ya?" tanya salah satu anak perempuan tersebut.

"Mata kanan gue lagi sakit... makanya, gue make penutup mata Lucy!" kata Alex.

dan Lucy hanya ber-oh- ria.

"Alex coba sini.. Ayah cek dulu... kalian jangan ada yang liat ya." ujar Takano sambil balikin badan Alex dan buka penutup mata dia. "Obatnya... Abis ya?"

"Iya yah. karena kemaren kapten make sisa terakhir jadinya abis deh.."

"Hm... yaudah ntar ayah ambilin dan langsung pake!" perintah Takano.

"Siap Yah!"

"Kok kalian diem aja... lagi pada tidurkan barusan?" tanya Alex.

"Loh!? kok lu tau kita tadi udah pada tidur!!" tanya Maya.

"Rahasia dong." kata Alex dan pergi ninggalin semua anak perempuan itu.

Besoknya...

"Yo, loh lu semua darimana?" tanya Alex.

"Nginep.." Jawab Ethan.

"Ah! Goddammit! kenapa gue nggak diajak!!" bentak Alex.

"Kan lu masih kerja." celetuk Rone.

"Tugas sialannnnn!!!!!"

"Dan lu blom liat wujud aslinya Tumma, yakan!!" goda Rei.

"Emang lu semua udahan!?"

"UDAH DONGZ!!!" semuanya (kec. Alex) serentak.

"ARGH!! GUE NYESEL NGGAK IKUTT!!"

Poor Alex -w-