Up Chapter... 8 :v
balas review :
girl-chan 2
Iya, emang kasian si Alex hampie semuanya dia kehilangan tapi, dia tetep senang dan bahagia biarpun ditinggal sama kedua orang tua dan kedua saudara tertjintahnya :')
Alex : Yah... Terima kasih sudah prihatin kepadaku. /
Soal obat perangsang hati-hati kalo bisa jangan dibahas ntar ada yang ngamok!
Boom!
Revan : Mana Mathias! mau gue bomb, gue jadiin boneka latihan tembak dia!! mana!
Tuhkan ngamok dianya :v 'cabut make set laler dan spd diatas 100
Thx buat revievv dan infonya :v b
Happy Family eh.. Happy Reading :D
Chapter 8 : Comicon Story
"Besok... Acaranya." kata Red datar sambil liat tanggalan di kalender.
"Rone... Besok acaranya dan lu udah nyiapin amunisi blom?" tanya Red.
"Udahlah... Acara gituan mana mungkin nggak siapin amunisi duluan." jawab Rone santai sambil baca komik dan ngemil snack.
Red ngeliatin amunisi persediaan mereka... Air, Makanan Ringan, Handuk kecil, Baju ganti, Masker, Kaca mata, Topi, pulpen, duit masih banyak, dan yang paling penting adalah... Kantong gede.
"Well.. yang penting nggak bakal ada yang aneh-aneh disana." gumam Red dan naik ke tempat tidur dia dan nyelimutin dirinya.
"Red lu tidur duluan?" tanya Rone.
"Iye, gue nggak mau kesiangan atau bakalan penuh keretanya dan bakalan lama ngantrinya." Jawab Red dan segera nutup mata dia.
Rone hanya melihat Red dengan tampang datar dan fokus ke bukunya lagi. Tapi, kemudian dia mulai merasa ngantuk berat dan akhirnya memutuskan untuk tidur juga.
Paginya...
"Ibu~ masakanya udah jadi blom~ ki harus berangkat pagi soalnya~" ucap Red ke Yuki yang lagi masak sarapan mereka.
"Sabar, ini sudah matang. Jangan terburu-buru nanti tersedak." kata Yuki dan melanjutkan masaknya didapur.
Red dan Rone akhirnya makan sarapan mereka walaupun sedikit terburu-buru karena mengejar waktu demi acara tahunan yang jika telat sedikit mereka bisa mengantre dari pagi sampai siang mana lagi mereka juga harus membantu seseorang disana. Nggak sengaja ketika mereka selesai makan, mereka bersenggolan dengan Revan yang entah mengapa juga berpakaian rapi.
"Re-chan, kamu mau pergi kemana?" tanya Rone.
"Menurut lu!"
"Aah~ kasih tau kita dong Re-chann~" kata Red sambil memeluk Revan.
"Lepasin ah! oh iya! cepet sana ntar lu berdua telat!" kata Revan yang berusaha mengalihkan Red dan Rone.
"Oh iya! Ayo Rone! Kita Jalan!" Ajak Red.
"Iya! Kita Pergi dulu ya.. Revan~" ucap Rone dan langsung nyosor pipi Revan.
Setelah beberapa puluh menit kemudian...
"Akhirnya nyampe biarpun Udah Rame parah!" kata Red yang berhasil masuk setelah perjuangan sampai titik darah penghabisan melawan teriknya matahari musim panas bareng sama Rone.
"Kalo boleh buka baju mah... gue udah buka baju duluan dari tadi." gumam Rone.
"Boleh aja asal lu ngecosplay!" goda Red.
"Bodo amat dah Red!" ujar Rone sedikit sebal.
"Udah Yuk! gue kenalin dulu lu sama orang yang kita cari." kata Red sambil menarik tangan Rone.
Red masih ingat jelas dimana tempatnya, dan ditempat itu seorang wanita sedang menunggu dirinya disela-sela buku-buku doujin yang dia buat.
"Iris!" panggil Red.
"Jin-sensei!" jawab Iris.
"Uwah! sudah lama nggak ketemu ya! gimana kaedaanmu?" tanya Red sambil tersenyum ke gadis tersebut.
"Hihi.. Baik-baik aja kok.. loh kok Jin-sensei ada dua ya? yang satu co-"
"Aku kembarannya... kau boleh panggil aku... Rone." potong Rone denganuka watados.
Iris hanya ber-oh- ria.
"Ris? gimana? udah kejual laku blom?" tanya Red.
"Baru aku buka Stannya ya masih belom laku lah! masa langsung ada yang mau beli pas baru dibuka!" jawab Iris.
"Iya, mba."
"Ngomong-ngomong... Rone? kamu ini... um... ngerti hal beginian? nggak jijay gitu pas tau kalo saudara kembarmu itu jualan komik hu-"
"kagak jijay... malah aku suka tuker-tukeran ide sama dia tentang hal itu." potong Rone datar sambil mengankat bahunya.
"Serius! Wah! saudara kembar laki-laki dan suka sama Yaoi! kyaaa! kerennya!" seru Iris yang agak gregetan dan Rone langsung sweatdrop.
'Setidaknya.. dia belom tau kalo kami berdua punya pacar laki-laki.' batinnya tapi kemudian dia mendengar suara seseorang yang dia kenal dibelakangnya...
"Lectro! ngapain lu ngajak gue kalo misalnya cuman jualan! gue kira kita bakalan keliling!" bentak Revam yang kecapean bawa tas berat yang isinya doujin buatan Lectro semua.
"Ntr juga keliling kok! Sabar dikit napa! Bantuin gue jualan dulu baru ntar kita keliling!" balas Lectro yang juga kecapean.
Red dan Rone langsung panik denger suara Revan yang ternyata dateng ke acara Comicon juga.
"Sensei? Rone? kalian kok kayaknya langsung ngedrop ada apa ya?" tanya Iris.
"Ris! kalo misalnya ada pria yang rambutnya berjambul coklat dateng kesini jangan sebut nama Rone, Jin, atau Red! Panggilnya Sensei aja!" biaik Red yang panik tau ada Revan dideket mereka.
"Emangnya kenapa? maksudnya pria berjambul tajem disanakan? emangnya dia kenapa? Musuh?" tanya Iris penasaran.
Red dan Rone menghela nafas dan terpaksa jujur ke Iris soal hubungan dia sama Revan.
"Ris... Pria yang disana itu.. Pacar ku dan Rone... kami berdua sudah jadian sama dia beberapa bulan yang lalu." jawab Red sambil menghelakan nafasnya.
"Demi apah? Sensei udah punya pacar? Laki pula?" Tanya Iris yang semakin geregetan.
"Demi ketsunderean Revan yang tingakat ketsundereannya diberkahin sama Dewa Ris, Dia itu seriusan pacar kami berdua." jawab Rone sambil facepalm.
"Kyaaa!! Dua Seme Satu Uke!! Jin-Sensei dan Kembrannya Dan Pacarnya! OMG harus update nih! Aduh! Aduh! Aduh!" Tiba-tiba pipi Iris ditarik sama Red yang kesal dengan dirinya yang teriak-teriak.
"Udah dibilangin masih aja ngeyel!" sembur Red yang sebal dengan temannya itu.
"Hehe.. iya maap-maap." ucap Iris.
Sementara itu...
"Rev.." panggil Lectro.
"Apaan!?" Tanya Revan yang sedikit sebal karena biasanya kalau Lectro manggil pasti dia disuruh kerja lagi.
"Liat deh apa yang diupload sama temen gue.." jawab Lectro datar.
Revan mengambil Hp Lectro dan mengecek Grup messanggernya Lectro..
Airisuisu
Kabar Heboh semua!! Jin-Sensei dateng bawa saudara kembarnya dan dia bilang mereka pacaran sama satu orang! Jadi mereka itu Dua Seme Satu Uke (=w=)
Tofu Master.
Serius Iris! Dia sama kembarannya Macarin satu orang!? O.o
Airisuisu
Empat Ratus Rius bahkan Lira! Dia bilang sendiri ke gue!! -w-b
Terryakki is food
OmG! Makasih buat Infonya Iris! Sekarang gue dapet ide buat bikin doujin mereka!! :v
Airisuisu
No Problem, Tery :v b'
Yuyumimirara
Iris! Nama pacarnya Jin-Sensei siapa!? Kasih Tau sekarang atau nanti tempat lu gue demo sampai berkali-kali!
RaikamiKira
Ini lagi ngomongin pacarnya Jin-Sensei ya? Gue Tau nama orangnya! -.-
yuyumimirara
Cepet Kasih tau atau lu yang gue demo Rai!!
RaikamiKira
Revan Shaprs nama orangnya. Sering dipanggil Revan atau nggak Re-chan sama Jin-Sensei karena gue kebetulan satu Squad sama Mereka be3 :3
Nih sekalian foto orangnya.
[Foto Revan lagi tidur]
[Abis mandi]
[Lagi dirangkul sama Red Rone]
Airisuisu
OMG! Makasih Rai! We Love You!
Terryakki is good
OMG! Makasih Rai! We Love You! (2)
yuyumimirara
OMG! Makasih Rai-Sensei =w=b"
RaikamiKira
No Prob! :v b"
"Leeeeectroooo!!!" teriak Revan geram dengan sahabatnya yang nyebar foto-foto dirinya ke grup yang isinya penyuka genre Yaoi.
"Rev! I..gue bisa jelasin!" cegah Lectro sebelum dia diobrak-abrik sama Revan.
"Argh!!!"
Balik ke Red...
"Red liat deh mereka berdua..." ujar Rone sambil nunjuk ke stannya Lectro sama Revan yang lagi diobrak-abrik sama Revan.
"Apa kita harus redain dia?" tanya Red sambil sweatdrop.
"Menurut lu gimana?" tanya Rone balik.
"Mungkin enggak usah..." jawab Red sambil sweatdrop dan ngalihin pandangan dia ke pengunjung yang mau beli doujin lainnya.
"Oh iye, ntar Jin-sensei nge-cos nggak?" tanya Iris sambil mencatat di buku penjualan.
"Iyalah, dan tahun ini aku bakal nge-cos Ori dulu." jawab Red.
"Kayak gimana? Oh, kalau Rone ikut cosplay bareng Jin nggak?" tanya Iris ke Rone yang sibuk sama Hp-nya.
"Iya, sama Ori juga." jawab Rone datar.
"Wah~ kalian sebagai kembar kompak juga." kata Iris sambil ngeliatin Rone dan Red.
"Begitulah.. Rone ayo kita ganti baju dulu!" Ajak Red sambil menarik tangan Rone dan membawa sebuah tas berisi baju Cosplay dia dan Rone.
"Yaudah, tapi nggak usah narik tangan gue apa!" terka Rone yang ditarik Red.
Beberapa menit kemudian...
Revan menghelakan nafasnya karena dia harus ikutan Cosplay, tapi, yang cosplay-in itu adalah kaptennya Alex. Baju tentara dengan syal coklat kehijauan dan Anti-Material Sniper (ini punya Alex dan ini sniper beneran tapi pelurunya udah dikosongin sama Alex buat latihan tembah semalam.) untuk urusan wig dan warna mata... Mereka berdua itu udah sama persis semuanya mulai dari warna rambut, bentuk rambut, sampe warna matanya juga sama.
Revan keliling sebentar, mungkin dia bisa nemu orang yang sama Cosplaynya biarpun... Agak nggak mungkin sih. Tiba-tiba dia ngeliat kerumunan orang yang ngerumunin sesuatu. Karena penasaran dia coba nanya seseorang yang paling belakang.
"Maaf, ini ada apa ya?" Tanya Revan.
"Wih! Keren juga Cosplaymu!" seru orang itu.
"m..Makasih... Tapi, itu ada apa ya?" tanya Revan lagi.
"Oh... Itu ada orang Cosplaynya keren banget dan katanya mereka itu kembarloh!" kata orang itu semangat.
"Anak Kembar Cosplay? Kayakanya menarik..." gumam Revan dan mulai menyerobot kerumunan orang sampai akhirnya dia dan melihat si 'Kembar Cosplay' tersebut dan itu ternyata adalah...
'Ungh! Aku harus kembali kebelakang sebelum mereka melihatku.." ujar batin Revan ketika tau kalau yang Cosplay yang tidak lain adalah... Red sana Rone.
Red ngecosplay Jin Sasinmu tapi make baju silver arthur dan ikat pinggang Striker. Sementara, Rone Cosplay Mephisto dengan armor Hades satu set. Revan dengan cepat mutar badan dan berusaha nerobos kerumunan lagi, tapi...
"Kamu mau kemana? Re-chan~" Tanya Red sambip memegang syalnya Revan dengan tangan kanannya.
"Em... Nggak kemana-mana kok cuman keluar kerumunan a- a- a- ajah.." jawab Revan gugup, tapi dia malah ditarik ketengah kerumunan yang dari tadi ngeliatin dan fotoin Red dan Rone.
"Ayo kita bertiga foto bareng Re-chan~" ucap Rone sambil ngerangkul Revan.
"I..i..iya Rone..."
Sementara itu batin Revan pas ngeliatin Rone sama Red yang nggak make baju dan badannya nyentuh dia. 'Astogeh! Badan lu berdua bagus banget sih! Dan kenapa gue musti deg-degan pas salah satu bagian tubuh gue nyentuu badan lu berdua! Argh! Hayati di surga Mak!'
Beberapa saat kemudian...
"Huff~ Capeknya~" gumam Revan yang duduk dibangku taman belakang gedung utama yang agak ramai dengan Cosplayer. Tiba-tiba sebuah kaleng yang dingin ditempelkan ke pipi dia.
"Nih! Kita berdua beliin kamu makanan sama minum." ucap Red dan Rone bareng sambil menyerahkan barang yang mereka belikan buat Revan. "Makasih..."
Revan membuka bungkusan makanan itu yang isinya adalah nasi goreng tapi pake udang. Revan mencoba sesuap..
"Rev.. Gimana? Enak nggak?" tanya Red.
Revan menjawabnya dengan anggukan, kemudian Red senyum dan ngusap kepala Revan.
"Nah! Habiskan ya..." ucap Red.
Setelah makanan mereka habis, mereka istirahat sebentar dibangku itu. Tapi, Revan langsung mau pergi ke stannya Lectro lagi.
"Terima kasih ya.. Kalian ydah neraktirim gue makan sama minum." ucap Revan sambil Tersenyum manis, senyum pepsodent (?) kearah Red dan Rone.
Wait! Tunggu sebentar!! Kamera mana! Karung mana! Bedo Bedo Moshi Moshi keisatsu des!! Revan Senyum!!!!
Red dan Rone langsung cengo nganga sambil ngeblush liat Revan senyum dan seketika mereka langsung teriak karena nggak bawa kamera buat foto kejadian langka tersebut.
"Argh!! Tolong diulang! Tolong diulang kembali!!" (Red)
"Apaan tuh! Kok rasanya gue mau liat terus!" (Rone)
"BbbbbbBAKAJIN!! Kalian bikin gue malu aja dah!!" sahut Revan dan langsung kabur ke gedung lagi.
"Re.Revan! Tungguin!"
Mereka bertiga nggak tau kalau mereka bertiga dari tadi difoto dan divideoin sama orang yang tidak diundang...
"Ris! Gimana lu dapet nggak fotonya?" (Lectro)
"Dapet dong! Ntar kita sebar digrup!" (Iris)
"Capcus~"
Malamnya..
"Jadi gimana acaranya seru nggak?" tanya Amelia sambil nadahin tangan buat minta doujin yang dia titip.
"Seru sih... Ya, biarpun sempet ngeliat hal-hal aneh." jawab Rone sambil memberi doujin titipan Amelia. "Kayak gimana mas?"
"Emm... Revan ngobrak-ngabrik stannya Lectro gara-gara foto dia disebar ke grup, trus Revan senyum, trusnya Iris nggak sengaja ngerobek doujin titipan ketua tapi sempet ditempel lagi..."
"Argh! Kenapa bagian R-18-nya Sobek!!" Teriak Reha dari ruangan dia.
"Tuhkan.. Baru diomongin." ucap Rone datar.
"Oh iya, tadi lu bilang Revan senyum? Ada fotonya nggak, ntar malah hoax lagi! Tuh orang mana mungkin senyum.." Tanya Amelia, tapi Rone malah geleng-geleng.
"Yah, Hoa-"
"Amelia! Udah liat foto Revan senyum blom!?" sahut Silica.
"Eh!? Sama siapa Sil?"
"Sama Lectro, dia ada fotonya tuh!!" seru Silica kemudian Amelia sama Rone langsung lari ke Lectro dan dia udah dikerubutin orang yang penasaran liat Revan senyum. Amelia sama Rone langsung nyerobot antrean dan..
"Seriusan itu Revan!?"
"Omagama!! Revan imut!!"
"Ciyus itu Revan!!"
"Omigad! Omigad! Lectro minta dongz fotonya!! Mau gue sebar ke Facebook!"
"Gue juga, demi IG gue!!"
Sementara, Revannya sekarang lagi ngeblush parah karena dia ke foto pas lagi senyum tadi siang sambil dirangkul sama Red.
"Red bawa gue pergi sekarang gue nggak tahan ngeliatnya!" kata Revan sambil narik tangan Red.
"Oke, Re-chan~"
"Eh, Tunggu gue mau ikut Red, Re-chan~"
Misteri hilangnya barang-barang pribadi di markas
"Ada yang liat topiku nggak?" tanya Mita.
"Nggak Mit.." jawab Maya datar.
"Ada yang liat syal gue nggak?" tanya Revan sambil celingak-celinguk.
"Nggak tau Rev.." jawab Maya datar.
"Ada yang liat topi buluku nggak?" tanya Silica sambil celingak-celinguk mencari topi bulunya.
Revan, Mita, Maya hanya geleng-geleng.
"Ada yang liat jaket gue nggak! Kata Eudo yang cuman make kaos putihnya.
Silica, Mita, Maya, Revan hanya geleng-geleng.
"Ada yang liat Yukata merah gue nggak?" tanya Red.
"Kok kayaknya kita sering kehilangan barang-barang pribadi dah, emangnya ada maling ya?" celetuk Mita.
"Kalo ada maling sih juga nggak mungkin nyolongnya baju, Mita." jawab Eudo datar.
"Palingan ada yang iseng doang, tapi kalo Ethan juga nggak bakalan berani nyembunyiin baju atau topi orang." ucap Revan datar.
Sementara itu, orang yang bersangkutan lagi baca buku diperpustakaan langsung bersin.
"Ada yang liat penutup mata gue nggak?" tanya Alex yang bikin semuanya kecap (Red : kicep keles).
"Alex!! Matalu kenapa!?" cerocos Revan.
"Kebeset besi doang." jawab Alex datar.
"Boong! sini gue liat dulu!" kata Red dan muter badan Alex dan langsung buka paksa mata kanan Alex. "Jangan Red!"
"Astogeh! Kaget gue..." ucap Red yang tangannya kerasa kayak kebakar.
"Kan gue bilang apa!"
"Bentar, mending kita semua rapat mendadak dulu aja! Dari pada nanti rusuh." usul Amelia.
"Ya, kau benar..."
Beberapa menit kemudian...
"Jadi, kita ngumpul karena mau ngebahas barang-barang yang sering hilang secara misterius?" tanya Jung datar.
"Iye mas. Lu juga ilangkan maskerlu." ucap Red. "Iya sih."
"Menurut kalian siapa yang mungkin ngambil barang-barang kita selama ini, soalnya gue juga denger kalau mahkota ayah hilang, kaos kaki Rei yang baru dicuci ilang, baju Eris juga ilang, Maya ilang kover pisaunya, Lectro ilang iket kepala, Ibu kehilangan ikat pinggangnya satu." kata Rone serius.
"Lu nggak ilang apa-apaan Rone?" tanya Eris curiga.
"Gue kehilangan sarung tangan gue." kata Rone.
Red mangut-mangut tiba-tiba dia ngeliat Hato-kun baru pulang dari luar sambil membawa sebuah Topi Earth Mage dimulutnya.
"Oh iya, bentar gue mau ngasih makan Hato-kun dulu. Dia dari tadi ilang sekarang baru pulang." kata Red yang langsung pergi ke dapur buat nyiapin makannya Hato-kun.
"Oke, kita lanjutkan aja. Jadi menurut kalian siapa yang mengambil barang-barang kita." kata Rone serius.
"Entahlah... Tapi, gue nunjuknya Ethan yang paling jail soalnya." kata Maya.
"Enak aja lu! Gue aja juga kehilangan sarung kamera gue!" bantah Ethan.
"Baiklah Ethan juga kahilangan berarti hampir nggak mungkin dari kelompok kita. Berati orang luar dong." kata Rone.
"Tapi, buat apa juga orang luar nyolong pakean kita kalo dia juga punya pakean." sanggah Amelia.
"Bener jug sih!"
Tiba-tiba, Red masuk ke ruangan sambil ngosh-ngoshan.
"Woi.. Gue berhasil nemu siapa pelaku... Yang ngambil... Barang-barang.. Kita.."
"Siapa, Red?" Tanya Jung.
"Hato-kun... tadi gue ngecek rumah dia dan nemu banyak barang-barang yang hilang itu." jawab Red.
Semuanya langsung ngacir ke kandangnya Hato-kun dan bener aja, semuanya langsung nemu barang-barang mereka.
"Jadi selama ini kamu yang ngambil ya?" ucap Red sambil mengelus kepala Hato-kun.
"Woof!"
"Berarti masalahnya udah selesa-"
"Belom selesai! Kenapa Ada dua topi Earth Mage setau gue yang punya topi Earth Mage cuman Mita doang!" sanggah Eudo yang ngeliat kalau ada dua topi Earth Mage.
"Trus ini punya siapa ?" tanya Silica.
Mita nyoba skillnya dan yang keluar ada skill Earth Mage yang Ultimate Evolution..
"Kayaknya gue tau, itu punya siapa.." batin semuanya setelah melihat skill Earth Mage tersebut.
"Hato-kun kamu balikin ya topinya, ntar orangnya Nyariin loh." ucap Red sambil memakaikan Topi itu ke Hato-kun.
"Woof!" kemudian Hato-kun langsung lari keluar markas dan pergi untuk mengembalikan topi tersebut kepemiliknya.
"Red... Lu yakin, kan orang itu takut anjing.." kata Eris datar.
"Biarin aja, gue sengaja kok." balas Red sambil menahan tertawanya, semuanya hanya sweatdrop melihat kejailan Red.
Sementara itu, di tempat lain...
"GYAAAHHH!! KENAPA TOPI GUE HARUS DIBALIKINNYA SAMA LU BUKANNYA PEMILIKNYA AJA!!"
"Woof!"
"WOI! INI TOPI LU UDAH DIBALIKIN AMBILAH!"
"AMBILIN DAN URUSIN TUH ANJING! BALIKIN KE RED SAMA RONE SEKARANG!!"
poor guy :v (kabur atut diamuk sama dia.)
The end dengan Gajenya :v