Up Chapter 9..
Balas Review :
girl-chan 2
aku juga nggak pernah ke comicon juga sih, palingan denger dari temen yang kebetulan Cosplayer sama rajin ke event aja -w-
Buat Chapter Biohazardnya agak ke stuck dari kemaren karena lagi seru maen Resident evilnya ngespeed play jadi sering lupa storynya, biarpun nyelesain waktunya sekitar 2 jam-an sih -w-
Maya : Biarpun kau lagi maen yang hardkan? :3
Me : Iya sih... tapi, yang hard itu bikin mikir jadinya susah dibuat maen-maen -w-
Eudo : Kenapa? 'sambil masang muka anak yang ada diiklan bis*kuat
Me : Nyari bendanya susah, sama kalo keserang Zombie atau monster laennya sakit banget mas.
Eudo : Oooooohhh!
Mia : Thundy emangnya nggak pernah senyum ya?
Red : Nggak tau deh Mia...
Silica : Tanya aja Mi sama si Emy, mungkin dia sebagai pacarnya dia tau.
Mia : Yaudah, kapan-kapan anterin maen aku nggak mau jalan sendiri -w-
Silica : Oke, Mia -w-b'
Red : Hati-hati jangan sampai kaget liat Tumma ya..
Mia, Silica : Ok.
Chapter 9 : Revan Kabur.
Pagi hari sekitar jam setengah lima, keadaan markas Reha squad masih dalam keadaan tentram. Alex masih tidur dengan tentran tanpa adanya suara sedikitpun. Dia masih mengelana di mimpinya, sampai...
Jreengg!! Breengg! Dreet! Dreet! Dret, Dret! Bruummmm! (Maksudnya ini suara Sfxnya Taunt Chemical)
"Ergh!! What The Hell!! Who's playing some Sh1t (sensor dipaksakan) this early!" Umpat Alex yang kaget mendengar suara yang keras yang tiba-tiba muncul mengganggu waktu 'Sleeping Beauty'-nya *plak
Alex menengok keluar sambil membawa sepatu tentaranya dan melihat keluar jendela, dia melihat Red sedang mengetes senjatanya diluar sepagi ini!!
Alex yang kesal tanpa sepatah kata langsung melempar sepatu itu ke arah Red dan...
Duak!!
Sebuah Sepatu tentara tepat mengenai pipi Red yang lengah dan Red hanya meringis kesakitan.
"Makan Tuh Sepatu! Tau Masih Jam Setengah Lima Nggak! Ganggu Aja Lu!!" Teriak Alex dari kamarnya dan dia langsung nutup jendela kamar dia.
Skip sampai jam delapan...
"Pagi semua... loh? Red pipimu kenapa?" Tanya Yuki yang melihat pipi Red diperban.
"Dilempar sepatu sama Alex.. gara-gara dia kebrisikan pagi-pagi." jawab Red datar, Yuki hanya bisa sweatdrop mendengar jawaban anak angkatnya itu. Tapi, dia bersyukur tadi pagi Takano nggak terganggu dengan suara keras itu. Kalau iya... Mungkin Red bisa babak belur dihajar Takano.
"Oh iya, kamu nggak lupakan? hari i-"
"Nggak dong, hari inikan.. hari special buat dia." potong Red sambi tersenyum.
"Sebaiknya kamu ajak dia keluar dulu." kata Yuki sambil membawakan Red sebuah roti.
"Nggak usah.. aku tau harus apa bu." balas Red santai sambil mengecek HP-nya. Yuki punya firasat buruk tentang ini.
'Pasti dikerjain lagi deh..' batin Yuki sambil mengingat kejadian tahun kemarin saat Revan ulang tahun, Revan kabur dari markas dan baru balik 4 jam kemudian karena Red ngerjain dia sampe nangis.
Beberapa saat kemudian..
Seorang gadis berambut pirang sedang berdiri didepan gerbang markas sambil membawa peta.
"Yap, ini dia tempatnya.." ujar gadis itu sambil meraih gagang pintu gerbang, secara bersamaan orang lain juga memegang gagang pintu tersebut.
"Uwah! maaf! si..silahkan duluan." kata pria yang matanya diperban tersebut.
"Emm... ya terima kasih, maaf, kau buta ya?" tanya gadis itu karena melihat pria itu ditutup matanya.
"I..iya, tapi aku masih bisa 'melihat' kok." jawab pria tersebut.
"Kau mau masuk? ayo, aku sudah bukakan pintunya." ucap gadis itu sambil membuka pintu gerbangnya. Tapi, tiba-tiba...
Duak!!
Seseorang menabraknya, dia ingin memarahinya tapi orang itu sudah pergi duluan.
"Hei! Ah? ada apa ya?" tanya seorang Pria berambut coklat tua yang memakai penutup mata dimata kanannya.
"A..Aku mau menjadi anggota!" ucap gadis itu sambil membungkuk.
"Baiklah, kau tinggal ketemu sama ketua aja.. Masuk dari sini, biasanya kamu disambut seseorang. Dia bakal nunjukin tempat ketua, atau kamu masuk markas, belok kiri, lurus terus, belok kanan, pintu ke dua." jelas Pria itu.
"Itu langsung ruangan ketua?"
"Bukan, itu kamar mandi laki-laki!"
"Ish! yang benerlah!"
"iye, iye! itu ruangan ketua! udah sana masuk aja!"
Gadis itu langsung masuk dan ngacir ke ruangan Reha.
"Kak Alex, mata kanan kakak kenapa?" tanya Pria buta itu yang mengejutkan Alex.
"A..Andre!? ka..kamu sendirian kesini!?" tanya Alex balik, dan Andre hanya mengangguk.
"Andre!! Kak Alex sama Kak Ars udah bilang apa!? Kalau mau kunjungan ke markas bilang-bilang dulu! dan pasti kamu tadi nyelonong aja nggak bilang kak Ars dulu!!" sanggah Alex, kemudian Andre hanya menggaruk kepala belakangnya dan tertawa kecil.
"Abisnya... kalau bilang kak Ars pasti dia bakal ngan- Aduh!" sebuah jitakan keras langsung dihantamkan kekepala Andre.
"You Idiot, if you're in trouble or danger on the way to come here! No one can help you! you fool!" omel Alex menggunakan bahasa Inggris.
"I'm So..sorry Big Brother.."
"hee... 'kay, i'll call him first, and you, now! go to the inside the building!"
Didalem markas anak-anak yang laen lagi mempersiapkan sesuatu, sepertinya bakalan ada pesta disini.
"permisi, maaf, ini mau ada apa ya?" tanya Andre.
"Iya, emm... kamu adeknya Alex ya?" tanya Mita.
"iya, aku datang untuk berkunjung. Dan kenapa ada pria yang lari keluar markas ya tadi?" jawab Andre.
"Lagi ngambek, biarin aja." kata Red sambil menepuk pundaknya Andre.
Andre kurang yakin kalau ptia yang dia tabram itu ngambek, malah lebih mirip kalau pria itu kecewa, marah, dan sedih... sangatlah sedih.
"Emm.. kak Red ini ya?"
"iya."
"Kak.. aku rasa kakak agak keliru deh.. karena tadi dia itu sangatlah kecewa dan sangat sedih.. bahkan... dia bilng dia nggak mau pulang lagi kesini..."
Krik, krik, krik..
"Dek.. lu tau nggak, gaya ngomong lu itu.. mirip sama nyari gejala penyakit di mbah google.."
"kenapa? bermanfaat ya?"
Duak!
"Yang ada bikin panik Geblek!!" bentak Red sambil ngejitak kepala Andre.
"Eh? emangnya kayak gitu kalau di internet ya?" Tanya Andre dengan muka polosnya.
'Sabar Red, ngadepin orang polos kayak dia harus sabar! biarpun geregetan sama pas kayak lu ngejelasin kalo 'tenis meja' itu beda sama badminton'
"Udahlah sana duduk di sofa aja!" kata Alex yang nyamperin adeknya yang digetok sama Red.
Andre langsung ke sofa dengan tenang, biarpun menghasilkan kecelakaan kecil berupa kesandung tali sepatu dia yang lepas dan menyebabkan semua hiasan yang dipasang anak laki-laki lepas semua.
"ANDREE!!" Alex terpaksa turun tangan dan nyeret adiknya ke kamarnya dan dikunciin.
"KAK ALEX!! JANGAN DIKUNCIIN! ANDRE TAKUT TEMPAT SEMPIT DAN DIKUNCI KAK!!" teriak Andre sambil gedar-gedor pintu kamar Alex karena dia Claustrophobia.
"Iya, iya! tapi jangan keluar kamar sampe kakak samperin lagi!"
"oke kak!"
oh ya, sementara mereka lagi sibuk kita ke Revan dulu sejenak...
Tok, Tok, Tok, Gubrak! Gubrak! Gubrak! (Eh?)
"Siapa?" seorang pria berambut biru membukakan pintu dan langsung di peluk sama Revan. Dan pria itu langsung kaget karena dipeluk sana pria yang terbilang lebih tinggi (emangnya tinggi dia berapa ya? tinggi Revan aja cuma 177 cm. :V) "Mein gott!! Revan!"
"Thundy!! gue mau curhat sama lu!! Huwaaa!!" ucap Revan sambil nangis.
Kita mulai curhat antar anak Tsundere!
"Lu mau curhat apaan?" tanya Thundy.
"Jadi gini.. enak juga kuenya.." kata Revan sambil makan kue buatan Thundy.
"Telen dulu mas kuenya, baru ngomong!" sanggah Thundy.
"Iya, kek!"
"jangan manggil gue kakek apa! emang gue udah tua! tapikan, gue masih muda keleus!"
"iya deh! mas Thundy!"
"Jadi gimana? lu mau curcol apaan?" tanya Thundy.
"Gini... gue.. putus.." ujar Revan.
"Apa!? Serius!? Nggak mungkin lah! masa lu putus sih sama tuh orang!" terka Thundy.
"Ta.. Tapi, dia bilang sendiri ke gue tadi pagi.. kalau dia mutusin gue Ndy!!" sanggah Revan.
-flashback-
"Revan... kita.. mau ngomong sama kamu.." ucap Red sama Rone.
"Apaan?"
"Kita Putus ya..."
Jlebb
"Oh.. coba muka kalian kesini sekua deh..."
"Ngapa-"
Plakkk!!!
Sebuah cap tangan merah berbekas di pipi Red sama Rone.
"BakaJin! Gue harap Gue nggak pernah ketemu lu berdua lagi!! Gue Benci Lu Berdua!! Huwaaa!!"
-flashback end-
"Gitu deh... dia mutusinnya tiba-tiba.." ucap Revan dan matanya mulai basah.
"Yaelah mas! gitu doang! sama lu nyadar nggak sekarang tanggal berapa sih!" tanya Thundy.
"1 Mei... eh.. bentar.. hari inikan.. Ahh!! gue lupa!! Sialan gue dikerjain lagi!" teriak Revan sambil memegang kepalanya.
"HBD mas, hahahaha!!"
"Ish! oh iya, lu mau disergap tuh sama cewe lu." kata Revan sambil nunjuk Elemy yang lari dari ujung koridor.
Thundy langsung menangkap Elemy dan terjadilah German Supplex dengan efek spesial petir yang menyebabkan efek kesetrum. Revan yang ngeliat itu langsung ngeluarin papan bertuliskan Perfecto!
"Njir! kampret kau mas."
"Iya kakek."
"Eh, semuanya gue punya kabar penting nih!" tiba-tiba, Salem muncul entah dari mana.
"Apaan!?" tanya duo Tsundere.
"Gini sebelumnya gue minta maaf bangetttt karena udah nyita waktu kalian buat dengerin gue, sebenernya gue mau ngasih tau ada berita penting kalau..."
"Yaudah apaan!!"
"Kalau tiga buah permen milkita setara dengan segelas susu."
Krik, krik, krik...
"Thundy.. udah siap blom.." kata Revan yang mulai ngeluarin aura hitam.
"Iya Van... Gue udah siap.."
"Eh? kalian gak apa-apa?" tanya Salem sambil ngacir dari kedua duo Tsundere itu.
"Summon!! Sieeryuuu!!" (Thundy make skill baju Jin sasinmu)
"Air Support!" (Revan make Skill weapon Strider)
"Ampun!!" (Salem sambil ngacir)
"Jangan harap lu bisa kabur!" (Thundy sambil naik sieryu)
"Eh!! Jumrah!! Sini lu! gue timpukin pake roket modar lu!" (Revan sambil numpang sieryu summonan Thundy.)
Adegan berikutnya sangatlah lulus sensor.
Sekarang gimana keadaan Salem, sangat mengenaskan, ditabrak pake sieryu, dibomb Revan, ditembak pake roket Strider.. pokok e ngenes deh!
"Oh iya... gue udah terlanjur kabur dari markas... gimana nih Thun?" Tanya Revan setelah puas ngebully Salem.
"Pulang sore aja..." jawab Thundy datar.
"oh.. oke. ngomong-ngomong lok markas lu agak berantakan ya?"
"iye, kemaren Vience ultah"
"Oh..."
Sorenya...
'Duh.. mereka pasti nyariin karena aku kabur lagi... aku bisa dimarahin ayah kalau kabur dari markas nih.' batin Revan agak khawatir, mengingat sebelumnya dia pernah kabur dari markas dan pulang ke markas dengan berakhir tidur digudang seharian, karena yang laen nggak kepikiran buat ngecek gudang.
Pelan-pelab dia masuk ke markas yang agak gelap dan jalan ke kamar dia...
"Supries, Selamat Ulang tahun Revam!!" tiba-tiba lampu dinyalain dan semuanya kelihatan.
"Eh!? A..Apa!?"
"Haha, dia kaget rupanya~" ucap Red sama Rone sambil bawa kue ulang tahunnya Revan.
"Ayo, tiup lilinnya, dan maaf ya udah ngerjain kamu lagi. Kamu pasti sedih ya." kata Rone sambil mengusap kepala Revan, sontak Revan langsung ngeblush. "Ka..kagak.. gue kagak sedih! Ka..kalo ema..ng g..gue pu..putus sa..sama e..elu berdua! gue.. ok-ok aja k..kok! B..baka!"
"Kak Revan emang belom berubah ya." tiba-tiba seorang gadis berambut pirang muncul sambil membawa kado. "Marisa!?"
"Iya kak, selamat Ulang tahun ya~ mulai hari ini kita bakal berdua lagi~" ucap Marisa sambil memberikan kado darinya ke Revan.
"Tu..Tunggu!? Apa!? Jangan bilang kalau kau!"
"Yap~ Dia udah jadi anggota disquad kita hari ini!" tiba-tiba Reha muncul entah dari mana.
"Ke..ketua!? Tapi, makasih lah udah masukin adek gue ke squad." ucap Revan sambil menutup mukanya karena takut ketauan blushing.
"Oh iya, Dek.. lu tolong bawain dia minum dulu, nih."
"Ok, kak."
Alex ngeliat Andre ngebawain minumnya Revan pake gelas plastik, dan ceretnya tapi kemudian dia menatap horor sepatu adiknya itu karena talinya lepas.
"Andre!! Stop!!"
"Kak Revan, ini air- Uwah!!"
Byurr!!
"Telat ya mas." kata Eudo sambil menepuk pundak Alex.
"Iye."
Gimana keadaan Revan sekarang...
"Uwah! cepet ganti bajunya!" sontak Marisa panik dan segera lari ke kamarnya Revan buat ngambilin baju kakaknya. Sementara, Reha ngelindungin Revan dari dua serigala lapar yang hampir menerkam dirinya.
"Revan, Ayo Lari ke kamar mandi!!"
Kata Reha dan langsung ngegendong Revan yang juga panik karena mereka dikejar-kejar sama dua serigala Revan.
"Hei! Jangan Lari! Kembalikan Revan!"
"Ogah! Lu berdua Mau Nerkam dia! Disini Masih dilarang buat ngelakuin tindakan R-18!!"
Mungkin, jangan ditanya siapa serigalanya...
Bonus :
"Oi Rev! Lu udah nyoba buka kadonya?" tanya Eris yang duduk disamping Revan.
"Belom sih... Mungkin, gue bakal buka sekarang.." jawab Revan agak ragu.
"Bukalah! Nih, dari Adek lu dulu!" kata Eris yang menyodorkan kadp dari Marisa.
Revan ngerobek pembungkusnya dan menemukan sebuah buku Novel dektetif yang dia mau. "Yah.. lumayan lah."
"Nih dari Pacar mu noh!"
Kemudian, Revan membuka kado dari Red dan Rone dan dia mendapatka. sebuah syal hijau tua dan syal coklat tua. "Lumayan sih..."
"Hoo... eh ada yang jatoh.." Eris mengambil benda itu dan melihatnya ternyata sebuah cincin perak. "Van, Ada tambahannya nih, cincin... Entah tapi, gue kok ngerasa ada yang aneh ya ama nih cincin.."
"Idem, tapi biarkan lah.."
"Terusnya dari Lectro.. tipis juga hadiahnya.."
Kemudian, Revan ngebuka hadiahnya dan nendapatkan... sebuah 3 buah doujin R-18 RedRoneRev dan didalamnya ada... foto pas kemaren dia cosplay.
"Mending dibuang aja! besoknya gue bakal hajar tuh anak!"
"Dibuang kekamar lu di lemari bukunya, ya kan?"
"Bodo dah!"
"Yaudah nih, buka yang dari Tiga bersaudara itu."
Revan ngebuka bungkusan dari Eudo, Mita, sama Silica.Tapi, pas dia sobek didalamnya ada bungkusan lagi, dia sobek lagi ada bungkusan lagi. sampe tujuh kali dan secarik kertas bergambar troll meme bertuliskan 'U MAD BRO, Problem!' dan sebuah daging sapi kualitas bagus.
"Demi Dewa, Ini pasti ulah Tapa- eh Eudo!" (Revan)
"Lu laki demen nonton Uttaran ye? kenapa nggak sekalian aja Shiva, trus Gopphi, dll" (Eris)
"Kagak! gue cumana ikut-ikut kayak yang ada di internet aje." (Revan)
Kemudian, Revan coba buka kado dari Ethan yang berukuran paling kecil dibandingkan yang lainnya. Pas dia membukanya dia mendapatkan dua buah benda...
"Anjirt! Ethan!!"
"Bazeng! dikasih obat perangsang sama kondom!"
"Buang Ris! Buang! Bakar aja kalo bisa! Sekarang! Dua-duanya!"
"Ok... wait, Van! ini katanya obatnya bakal tetep bereaksi biarpun menguap!"
"Yaudah! Buang dimana kek gitu!"
Sementara Eris lagi pergi. Revan buka kadonya yang laen sendirian dan sisanya ternyata terbilang lebih normal daripada yang lain. kayak dari Alex dia dapet sepatu baru, Yuki sama Takano dia dapet buku Novel Dektetif lagi namun, yang limited Edition cover, Dari Maya Sebonquet Bunga beraneka ragam, dari Jung di dapet jaket baru, dari Amelia dan Sandra dia dapet Action Figure yang baru keluar, dan dari Eris dia dapet baju bari sama kacamata Renang. Pas ketika Eris kembali, dia selesai membuka kadonya.
"Dimana lu buangnya?"
"Rahasia dech~"
"Hmm..."
'Sebenernya gue, taro kondomnya dikamar dia dilaci. Dan obat perangsangnya gue campurin dililin Aroma terapi dikamar Red sama Rone.' batin Eris.
Malamnya Revan yang lagi nyari kacamata dia dilaci kamar dia, nggak sengaja megang sesuatu yang asing dan mirip kotak dan pas ditari adalah...
"What the!? Inikan Kondom yang tadi!"
Sementara itu dikamarnya Red sama Rone..
Gubrak!
"Red O..oi.. Rngh! kenapa gue jadi lemes ya? jangan-jangan lilinnya bikin orang jadi lemes." Kata Rone, padahal dia lagi asik baca buku novel misteri.
