Up Chapter 10... tentang seseorang atau seekor, bingung :v
Balas Revievv :
Kapan-kapan ku lanjutin kok... Mungkin bakalku bikin cerita sendiri aja. (Mungkin)
Revan : Maap ye kalau gue manggil lu Kakek, kebiasaan manggil kalau orang berumur lebih dari 50 tahun pale kakek sih. ._.
Red, Rone : Berarti kalau kami berdua udah 50 tahun... Nggak bakal dipanggil kakekkan?
Revan : Hah?
Red : panggilnya 'Ayah' aja ya -w-
Rone : Atau nggak 'Suami-ku' aja. -w-
Revan : ewh, ewh, ewh! Najong dah! lu udah bikin orang meledak juga nggak punya rasa jera!
Red : Ah~ kan aku ndak tau -w-
Still Secret~ tapi, nanti lihat aja kalau nggak sabtu ya jum'at lihat siapa yang datang ke squad :v
terima kasih sudah merivievv..
Happy holy kids eh.. happy reading!
Chapter 10 : Our Husky became human.
'Hoammm... hngh! enaknya tidur semalam dikamar master..." gumam seorang pria berambut silver sambil meregangkan badannya.
Dia melihat ke arah cermin dan melihat sesosok pria tinggi, berbadan tegap, berambut wolf berwarna perak, bemata amethys, kuping anjing dikepalanya dan memakai kalung untuk anjing dilehernya. Sontak dia kaget dan langsung menggeram kearah cermin itu, tapi pria itu malah mengikuti semua gerakannya.
"Siapa Kau! Beraninya masuk ke kamar master! Dan pakai menuru gerakanku segala pula!"
Red dan Rone yang sedang tidur langsung bangun dari tidurnya dan melihat seorang pria didepannya sedang melihat kearah cermin dikamarnya.
"Uwah! Siapa kau!?"
"Ah! Master sudah bangun~"
"Oi! Apa yang-!" Sontak Red kaget ketika pria itu melompat kearahnya dan dan langsung mengeluskan kepalanya dibadan Red.
"Hentikan itu! Jangan kau ganggu dia! Dia sudah punya Pacar!" terka Rone yang risih dengan pria itu.
"Ye~ Master Rone juga sudah bangun!" Pria itu turun dari tempat ridur Red dan langsung ke tempat tidurnya Rone.
"Uwah! Jangan mendekat!"
"Kenapa aku nggak boleh mende- hegh! Pria itu terasa tercekik dengan kalungnya seperti ditarik dari belakang. Dia menengok kebelakang dan Red menatapnya dengan tampang yang memberi syarat 'Diem nggak lu! Gue perlu bicara sama lu!' Akhirnya pria hanya diam ditempat dan duduk dilantai.
"Well.. Kita harus membicarakan ini dulu..." kata Rone sambil menghelakan nafasnya.
"Hmm.."
"Jadi, tadi malam lu nggak ada dikamar ini, kok tiba-tiba lu ada dikamar ini? trus bangun-bangun malah manggil gue sama Rone 'Master', kita aja nggak kenal lu!?" tanya Red skeptis.
"Nggak kok! Aku sudah didalam kamar kalian sejak malam hujan itu! kalian membawaku masuk kekamar karena melihat diriku kebasahan diluar!" jawab pria itu.
"Hei! Apa maksud lu!? Orang yang kemaren yang kita masukin itu anjing bukan manusia!" bantah Rone.
"Tapi! Aku ini Anjing!"
"Kau Gila ya! Kau ini Manusia!"
"Aku ini Anjing!"
"Lihat Kaca!"
Pria itu melihat cermin lagi, jadi selama ini dia menggeram ke bayangannya sendiri. Dia langsung pundung dan melihat kearah Red dan Rone lagi.
"Kalian benar.. aku ini manusia.. tapi, bagaimana mungkin aku berubah jadi manusia " ucap pria itu dan matanya mulai basah dengan air mata.
"Maksudnya?" tanya Red.
"Aku masih ingat kejadian sebelumnya seperti mengambil setiap barang untuk menghangatkan rumahku, mengembalikan topi anak Earth Mage itu tapi dia malah ketakutan melihatku, lalu kemarin kalian memasukanku ke kamar karena melihatku kebasahan karena kehujanan diluar." ucap Pria itu yang membuat Red dan Rone terdiam.
"Jangan bilang... lu.. Hato!" tanya Rone.
"Apa master baru menyadarinya? makanya ketika kalian menganggapku manusia aku langsung kaget." tanya Hato.
Red dan Rone mengangguk dan berdiskusi sebentar, kemudian...
"Baiklah Hato-kun.. sepertinya kami akan membawamu ke seseorang dulu." kata Red.
"Siapa?" tanya Hato sedikut risih
"Tenang, hanya ayah dan ibu kami kok." kata Rone.
Kemudian didapur..
"Pagi Red, Rone... eh? ini siapa?" tanya Yuki ketika melihat seorang pria yang ditarik kedua anak angkatnya.
"Bu.. ini Hato-kun." kata Red datar.
"Eh! Serius? kenapa bisa?" tanya Takano yang lagi baca koran sambil minum teh.
Red dan Rone hanya mengangkat bahunya.
"Hoam! pagi semua! Hmm~ eh? ini siapa ya?" tanya Rei yang baru masuk ke dapur.
"Itu Hato-kun." jawab Takano datar.
"Eh~ kenapa bisa jadi manusia?" tanya Red sambil mengelus kepala Hato-kun dan juga memainkan telinganya. "Hnn! Master Rei! Woof!"
"Entahlah.." jawab Red dan Rone sambil mengangkat bahunya.
"Sudahlah tak usah dipikirkan, mungkin hanya sebentar doang kok berubah jadi manusianya." kata Yuki sambil menaruh sebuah piring berisikan roti didepan Red dan Rone, sementara untuk Hato-kun dia dikasih daging untuk sarapan.
"Memangnya kemungkinan berapa lama?" tanya Hato-kun.
"Kalau nggak sehari, ya seminggu, atau sebulan, mungkin juga setahun... tapi, kemungkinan kecil ya.. maaf, kau nggak bakal bisa kembali jadi anjing lagi tapi, hanya memiliki telinga anjing mu dan Ekornya saja yang tetap muncul." jawab Yuki.
"Eh! selamanya?" sontak Hato-kun langsung kaget dan sedih.
"Hanya kemungkinan kecil Hato." hibur Takano
"Tapi, kalau begitu hanya aku sendiri yang punya ekor dan telinga." ujar Hato.
"Nggak kok, aku juga ada kok." kata Yuki kemudian aksen rubahnya keluar.
Takano diam saja kemudian..
poof!
Telinga serigala dan ekornya juga keluar. Red juga sama seperti Takano hanya saja dia berwarna putih sepertu Yuki.
"Emm... Master Rei dan Rone nggak ada?" tanya Hato, kemudian..
Poof!
Rei keluar telinga ekor rubah warna hitam sementara, Rone serigala warna abu-abu.
"Yah, aku sudah nggak merasa canggung memiliki ekor dan telinga sekarang terima kasih." kata Hato.
Yuki mengangguk kecil sambil tersenyum ke Hato.
"Oh ya, sekarang setidaknya kamu harus belajar sebagai manusia sedikit saja."
"Eh?"
Sekarang kita mulai cerita Hato-kun sebagai manusianya..
~Tahan~"Wah! Ada Kupu-kupu!" teriak Hato-kun saat diajak ke halaman belakang sama Red.
"Hato! Jangan! Sebagai Manusia kau harus bisa menahan hasrat Anjingmu!" Perintah Red.
Hato hanya diam dan menahan hasratnya untuk TIDAK! mengejar kupu-kupu bahkan seekor capung yang nggak sengaja lewat didepan mukanya.
"memang menyiksa tapi, kau harus bisa!" kata Red. "Sebentar aku tinggal dulu. Mau ke toilet."
Red ninggallin dia sendiri dihalaman belakang ditambah dengan banyaknya serangga cantik yang terbang dihadapannya. Ini merupakan perintah yang agak menyiksa baginya kemudian, nggak sengaja dia melihat ada dua orang pria yang sedang bermain... Frisbee!
"Uwah! Nggak Tahan lagi!"
Syung! Krauk! Gubrak!
"Aduhh! Beratt!"
Red yang baru kembali dari toilet langsung cengo dan tepok jidat.
"Ini bakal berlangsung lama.." batinnya ketika melihat Andre dan Mita ditiban Hato-kun yang badannya terbilang lebih besar dari mereka berdua.
~Pakaian~
"Hato, sepertinya kamu harus mencoba untuk memakai pakaian manusia." ujar Yuki sambil mengompres mata Revan dan menutup lubang hidungnya karena sempat mimisan karena melihat Hato-kun nggak pake baju.
"Umm... baiklah.."
Kemudian, Yuki mengambil sebuah baju dilemari bajunya Red, mungkin ada bajunya Red yang muat dengan Hato.
"Ini, pakailah."
Hato memakainya dan melihat dirinya dicermin.
"Yah, lumayanlah. biarpun agak nggak nyaman dibadanku." kata Hato-kun dan ekspresi mukanya mulai kacau.
"Tahanlah.. nanti kamu juga terbiasa kok." kata Yuki sambil mengusap kepala Hato-kun. "Sudah ya, nanti aku kembali lagi."
beberapa saat kemudian...
"Nii No! Ni No! Ni No! Ni No! awas awas dokter lewat~"
"Ada apa ini?" Tanya Yuki yang kebetulan lewat.
"Revan pingsan lagi~" ucap Silica.
"Kenapa lagi?"
"Dia ngeliat Hato-kun nggak pake baju lagi~ Ayo bawa dia ke ruang kesehatan Ni no! Ni No! Ni no!"
"Eh?" Yuki langsung sweatdrop dan mikir keras. 'bakal susah nih..'
~Menjilat~
Hato-kun merasa aneh jika tidak menjilat salah satu bagian tubuhnya biarpun sudah menjadi manusia, akhirnya dia hany bisa nenjilati tangannya saja. Biarpun dia ingin menjilati wajah seseorang sejarang juga.
"Hato! jangan menjilati tubuhmu!" perintah Takano.
"Tapi, aku ingin menjilat sesekali saja.." ucap Hato sambil menatap Takano denfan puppy eyesnya.
"Tahan! atau aku bakal sita semua koleksi tulang yang kau kubur dihalaman!"
Jleb!
Sebuah panah 'Tercyduk' langsung tertancap dibadannya..
"B..Baiklah Master..." ucap Hato-kun yang langsung menahan rasa ingin menjilatnya biarpun badannya berasa aneh jika nggak menjilat tapi, ini demi koleksi tulang yang dia sudah koleksi bertahun-tahun.
~Jalan-jalan~"Master Rei~ ayo jalan-jalan~" ucap Hato-kun sambil memegang sebuah tali yang disangkutkan di kalungnya.
"Kamu sendiri saja, cobalah untuk keluar rumah sendiri." kata Rei sambil melepaskan tali yang dipasangkan di kalung Hato-kun. Hato-kun hanya menghela nafas tapi, Rei benar juga akhirnya dia keluar sendirian.
Beberapa saat kemudian..
"Kok dia belum pulang ya? padahal sudah sore begini.." batin Rei yang mulai khawatir, tiba-tiba Hato-kun muncul sambil membawa sebuah topi... Lagi!
"Ka..kamu! i-itukan topinya!" kata Rei panik melihat topi itu.
"Ini topi si anak kucing merah berkacamata itu, aku tadi aku main ke markas dia terus aku nggak sengaja liat dia, dia bingung melihatku lalu, aku menghampirinya sambil beteriak "Hai, kucing berkacamata! aku senang melihatmu! Ayo main!" , dia kemudian panik dan langsung nibrung di pohon lagi kayak beberapa hari yang lalu. Aku nggak sadar kalau topinya jatuh ke kepalaku saat pulang." jelas Hato-kun dengan polosnya.
"Mungkin, besok aja dibalikinnya.. sudah mau malam soalnya." kata Rei datar.
~Mandi~"Ada yang liat Hato-kun?" tanya Rone. Semuanya hanya geleng-geleng kepala.
"Coba dicek di- tuh!" kata Ethan yang nunjuk sebuah ekor anjing dibawah meja yang ditutupi taplak.
"Hayo! Mau kemana lagi! Ayo Mandi!" teriak Rone sambil memeluk Hato-kun.
"Nggak Mau! Aku Nggak Mau Mandi!" balas Hato sambil meronta-ronta.
"Ayo! Oi Tolongin bawain dia ke kamar mandi!"
"Ok, Ok!"
"Nggak Mau mandi!"
setelah perjuangan sampai titik darah penghabisan yang memerlukan 4 orang buat nyeret Hato ke kamar mandi. Dikamar mandi Hato hanya bisa ngedumel karena dia nggak suka mandi.
"Ayolah! kau harus bisa mandi, atau kau nggak bisa hidup sebagai manusia juga." kata Rone sambil menyampo rambut Hato.
"Hmmgh!"
'Dasar, kebiasaan kalo mandi harus diseret dulu gini.'
"Ah! Woi, woi, woi, woi stop!" tiba-tiba Hato ngegoyangin kepalanya seperti, biasanya setelah disampoin jadinya Rone basah kuyup sekarang.
"Tau stop nggak.." Rone mulai menatap tajam Hato dengan mengeluarkan aura hitam pekat dibelakangnya.
"I-iya."
"Nah! Sekarang diem aja! Nanti aku keringin pake hairdryer." Hato hanya diem aja karena dia sudah membuat marah Rone.
Karena kalau Red, Rone, Rei, Takano sudah marah... mungkin seluruh koleksi dan simpanannya bakal dibakar dan dibuang kemana seperti hilang ditelan bumi.
Besoknya...
'Hoam~ eh?... aku.. belum kembali..' gumam Hato setelah melihat cermin dikamar Red dan Rone. 'karena dia tidur dilantai yang dikasih selimut.
Dia keluar kamar dan nggak sengaja bertabrakan dengan Takano.
"Hei, belum berubah juga?" tanya Takano.
Hato hanya menggelengkan kepalanya dan pundung dihadapan Takano.
"Tenang saja, mungkin kau suatu hari bakal berubah lagi. Jadi, tetaplah semangat dan juga jangan putus asa ya." kata Takano sambil mengusap kepala Hato-kun. Hato baru kali ini melihat Takano yang biasanya dia lihat galak, datar, dan selalu memerintah tanpa ampun, menjadi seorang yang berhati lembut, senyumannya hangat, dan bijak.
"udah yuk, makan duluan aja.." ucap Takano.
"Ok, ok."
Biografi :
1. begini biografinya Hato saat jadi manusia...
Hatori, 185 cm, 80 kg, jobnya (pake kuis aja ya :v)
1. aku sering bawa alat gali lubang.
2. kadang lubangnya bisa bikin pusing bahkan beracun, dan juga ngurung orang.
3.sekalinya seseorang masuk jebakanku orang itu biasanya langsung digebukin satu RT.
4.jebakanku bisa dimana saja bahkan bisa tiba-tiba muncul.
Siapakah aku? :v
2. Kalo bionya Andre begini..
Andreas Andreson, 22 tahun, 175 cm, jobnya (Secret, awalnya maunya project K tapi, nggak jadi. Jadi tebak aja ya, 81311518, silahkan :v) 31 desember. Polos bangett, biarpun udah 22 tahun.
3. Biografinya marisa..
Marisa Sharps, 18 tahun, 155 cm, jobnya Necromancer 11 Januari, adeknya Revan, agak jail ke kakaknya, dan agak pemalu ke orang-orang baru.
