Up Special Chapter about seasonal holiday in Reha Squad..
Balas Review :
girl-chan 2
Rone : Eh.. Emangnya gue ngeOOC ya? kok gue nggal inget samsek..
Revan : Lu ngeOOC karena difentung sama Edgar pake balok kayu! Dan lu sama kayak Red pas ngeOOC!
Rone : Aduh~ Maafin aku ya Ren-chan /
Iya sih, hal-hal yang berbau tentakel agak menjerumus ke hal yang berbau 'Ah sudahlah nggak usah dibahas pasti udah tau kok :v' tapi, gue jijay sih liatnya.
Red : Sepertinya... Ada seseorang orang yang ingin aku hajar besok. kuhuhuhu 'kletek kletek
Me : R..Red? lu ok?
Red : Ya.. dan gue rasanya mau menghajar seseorang tentang 'RedEle' itu...
Rone : Sama... kuhuhuhu..
Me : R..Rone?
Mamvus mereka ngamuk.. cabut ah~
Selamat membaca /
Special Chapter : Seasonal Absurd Story.
~Spring~
~Alex Re:Life~
"Ah~ musim semi dah tiba.." gumam Alex saat membuka jendela kamarnya.
Dan dia melihat sekeliling markas dari jendela kamar dia yang kebetulan dilantai paling atas dan pas ditengah gedung. Dia melihat ada beberapa perempuan di taman sedang mengobrol dibawah pohon. Ada yang sedang asik bermain dengan Hato-kun. Ada yang sedang manjat pohon. Bahkan, ada yang lagi ngeker dia pake ketapel yang pelurunya diganti kue pie...
Wait...
Kue Pie...
Siaga satu! Siaga dua!
Prett!
Untung saja Alex yang melihat itu langsung menutup jendela kamar dia dan Kue Pie langsung menabrak kaca jendela kamarnya. "So Close..."
Sementara itu dibawah..
"Yah, Ethan... Masa Nggak kena.." keluh Mita.
"Mungkin kita kelamaan ngeker Alex yang lincahnya kayak apaan tau itu." ujar Ethan.
Kita balik ke Alex...
Alex mengambil sebuah lap dan mengelap kaca jendelanya sampai bersih menglilat lagi. Dan ketika jendelanya sudah bersih dia duduk dibangku meja belajar dikamarnya sambil melihat-lihat foto yang dia simpan.
"Hmmh... Aku harap kalian masih ada..." gumamnya sambil melihat foto dengan 3 orang didalamnya.
"Kak Ars... Andre... Aku harap kau tenang disana, aku merindukan kalian." ujarnya sambil mengusap foto tersebut.
Tak disangka Matanya mulai basah karena mengingat kejadian yang menimpa kakak laki-laki dan Adik laki-lakinya itu. Alex mulai merasa kosong karena dia mengingat semuanya dari awal lagi memori yang dia sangat sukai, mulai masa kecilnya hingga masa sekolahnya dulu. Tapi, ditengah itu ada penderitaan karena dia kehilangan semuanya karena insident mengerikan disekolah saat dia SMA. semuanya mati demi menyelamatkan dirinya, rasa bersalah menyelimutinya sekarang. Entah sampai kapan dia akan terus seperti ini. Tak disangla seseorang menepuk pundaknya.
"Alex? kamu nggak apa-apa?" tanya Yuki yang masuk kekamarnya.
"Ah ibu... ya, aku nggak apa-apa.." jawab Alex sambil mengusap air matanya yang mulai menetes.
"Kamu menangis?"
"Nggak... mungkin, iya."
"Mereka siapa?" Yuki sambil menunjuk foto yang dipegang Alex.
"Ah... Baiklah, Mereka ini Kakak dan Adik laki-lakiku." jawab Alex tersenyum tipis.
"Kau merindukan mereka?"
"Sangat..."
"Kenapa tidak mengunjungi mereka saja?"
"Mereka..." Alex mulai agak gugup untul memberitau Yuki soal kakak dan Adiknya itu.
"Kenapa Alex? Beritau Ibu saja. Ibu aka simpan itu sebagai rahasia kamu kok." kata Yuki sambul mengelus punggung Alex.
"Baiklah, Hiks... Mereka... Sudah lama Mati.." Alex mulai menangis karena dia merindukan kedua saudaranya itu.
"Oh.. maafkan ibu memaksamu untuk memberitau ibu tentang itu."
"tak apa... aku perlu seseorang untuk tau tentang itu kok." kata Alex sambil menahan air matanya.
"Kalau kau mau, kau boleh menceritakannya ke ibu semuanya.. itu hanya kau mau Alex.. Ibu tidak memaksakannya." hibur Yuki.
"Aku akan menceritakan semuanya ke Ibu, aku perlu itu."
"Baiklah Ibu akan mendengarkannya."
"Aku dilahirkan sebagai anak kedua di keluargaku... Yang pertama Kakak laki-lakiku, Ars Andreson dan Adik laki-lakiku, Andreas Andreson..."
Alex menceritakan semua dari awal sampai akhir tentang keluarganya, bagaimana dia bahagia bersama saudaranya, dan bagaimana saudaranya mati.
"Semua itu... Salahku.. Hiks... Aku.. Yang.. Membunuh mereka! Kenapa bukan aku saja yang mati!" ucap Alex disela tangisannya.
"Tidak Alex, kau tidak membunuh mereka... mereka mengorbankan dirinya untuk kamu. Itu berbeda dengan membunuh." sanggah Yuki.
"T..T..Tapi, mereka... semua.." Yuki mengusap kepala Alex.
"Alex... Ibu tau.. kamu merasa bersalah... Tapi, semua itu mereka lakukan demi kamu agar kamu tetap hidup dan bahagia, kematian mereka harusnya kamu anggap awal dari jalan menuju kebahagian terbaikmu. Mungkin, memang sangatlah pahit. Tapi, kalau saja mereka tidak seperti itu kau sudah mati atau kau tidak mungkin menjadi seperti sekarang." jelas Yuki.
Alex hanya diam dan menunduk. "Alex... Ibu hanya minta maaf. tapi, ini memang kenyataannya Alex. kau harus kuat seperti yang lain. Mereka semua juga memiliki pengalaman pahit yang berbeda." hibur Yuki sambil mengangkat kepala Alex.
Alex menghapus air matanya dan tersenyum lagi.
"Yah... mungkin Ibu benar..."
"Nah, bagus... sekarang keluarlah, pergi ke teman-temanmu dibawah, mereka akan selalu menghibur dirimu."
"Iya."
Baru keluar kamar, Alex udah kejatuhan ember yang full dengan air dingin plus es batu didalamnya. "Uwah! Siapa yang nnnnaro jebakan emmmmbbber iiiitu?!"
"Aduh... Lex, cepat ganti baju nanti masuk angin." perintah Yuki.
"Iiiiiiya... bbbrrrr!"
Di sisi lainnya.
"Rone... kayaknya jebakan kita berhasil." bisik Red dari sudut ujung koridor.
"Iye Red." kata Rone sambil ngangguk-ngangguk.
Ternyata kerjaan mereka berdua toh -_-
~Summer~
~Beach Party Time (with GaruSquad)~
"Pannnnasss~" ucap Red didepan pintu markas setelah pulang latihan.
"Rasanya gue mau duduk didepan kulkas sampe sore dah.." kata Rone yang bareng Red.
"Gue maunya berenang bareng Re-chan~"
"Ya... asal dianya mau dan nggak ngumpet dari kita berdua." ujar Rone sambil buka Baju dia.
"Bener juga sih... Ah! Gue nggak tahan!" teriak Red sambil buka baju dia juga.
"Kami pulang~"
Pas didalam markas banyak anak Laki-laki yang udah nggak pake baju sekua karena kepanasan. Alex tiduran sambil nutupin matanya pake kain lap dingin, Eudo duduk dengan 3 kipas ke arah dia, Jung sama Ethan ngompres kepala pake Es batu yang dibungkus plastik, Lectro sama Rei berendem di kolam buatan, Mita (dia make kaos kutang) hanya tidur didepan kipas, Eris makan Es krim sambil kipasan. Yang nggak keliatan hanya Revan...
"Loh? Revan mana?" tanya Red.
"Tuh Bocah nggak bakal keluar kamar sampe semuanya make baju." kata Alex.
"Mau ampe kamarnya pengap dia juga nggak bakal keluar." sambung Eris.
"Kalo anak cewe? pada kemana?" tantanya Rone.
"Cabut ke mall semua... biasalah perempuan." jawab Eudo.
Red dan Rone hanya ber-oh- ria.
"Fuah! Eudo bagi kipasnya satu doang dong.." kata Red sambil muter satu kipasnya Eudo.
"Yaudah tuh!"
Tiba-tiba Yuki masuk sambil bawa semangka dua empat piring (Wah, dia hebat)
"Semuanya, ini semangka buat kalian."
"yeay!"
"Loh? Revan mana?"
"Dikamar."
"Dia nggak mungkin keluat biarpun nyengat banget gini bu."
"Haduh~ yaudah satu lagi buat dia ya." kata Yuki sambil membawa salah satu piring semangka ke kamarnya Revan.
BbbbBaka! Ahondayou! BakaYaro! ReddoBaka! BakkaJin!"WTF! Red itu suara Revan jadiin Ringtone HP lu!?" tanya Jung sweatdrop pas ngedenger Ringtonenya Red.
"Gue juga kok.." kata Rone datar.
"Lu berdua kayaknya nempel banget sama pasangan..." ucap Ethan sweatdrop.
"Iya dong, diakan Imut banget~ bikin gemes juga pula~" ucap Red dan Rone berbarengan yang sukses membuat semuanya mikir keras.
"Oh ya bentar, gue ditelpon lagi."
Kita ke Revan sebentar...
"Revan ada semangka... Ya ampun.. Revan!" ucap Yuki kaget ketika melihat ada dua AC full blast, Kulkas dibuka lebar dan dua kipas angin dikamarnya Revan dan berantakan kayak kapal jungkir balik (?)
"Acnya satu saja! Tutup kulkasnya! Pake kipasnya satu saja!" perintah Yuki dan Revan langsung nurut karena Yuki sudah berbicara dengan nada marah.
"I..iya Bu..."
"Kamarnya juga dibereskan! kalau dilihat ayah nanti diomelin kamu!"
"I..iya Bu..."
"Revan!" teriak Red yang lari ke kamar dia nggak pake baju.
"Red? E..Ehm.. t..tolong bajunya dipake dulu.." kata Revan sambil memalingkan mukanya untuk menutupi diri kalau dia blushing.
"Oh... iya"
"A...Apa mau lu?" tanya Revan.
"Gini... squad Garu ngajakin ke pantai bareng... ikut ya Re-chan~" Ajak Red.
"Nggak!" tolak Revan.
"Ayolah~"
"Nggak mau!"
"Ahh~ Revan, ntar aku bawa aja ya~"
"Ih! nggak mau!"
"Mwehehehe! ok kamu ikut!" goda Red.
"Argh!"
"Sudahlah kalian berdua, Nah Revan bereskan kamarmu lagi. Red mending kamu bantu dia beresin kamar." kata Yuki.
"Siap Ibu~"
"Tidakkkk! Biarkan gue sendiriii!"
Besoknya...
"Akhirnya, kita ke pantai!" seru Eria yang paling semangat kalau udah urusan pantai (bukan karena dia mesum loh, tapi dia seneng berenang)
"Yey, bebas dari bosen!" seru Sandra.
"Yaudah! Ayo kita jalan! Mereka udah nunggu!" kata Red sambil seret Revan.
Semuanya cuman bisa Sweatdrop ketika melihat Red yang membawa Revan dipundaknya kayak karung beras yang diangkat sama kuli 'dilempar botol kaca sama Red.
Pas diperjalanan, semuanya berjalan agak lama, bukan karena macet tapi memang kecepatannya agak lambat dan jaraknya agak jauh.
"Ini kapan bakal sampenya?" keluh Eris yang udah nggak sabar.
"Sabar aja lah Ris, ntar juga nyampe kok." ucap Edgar yang ditempel sama Edward dari awal perjalanan.
"Itu adek lu udah kayak Red, Rone sama Revan aja." kata Jung yang duduk disebelah Edgar.
"Au nih! Lepasin kek!" protes Edgar.
"Nggak mau!" ucap Edward.
Coba kita Lihat Revan...
"Lepasin kek kalian berdua, panas nih!" protes Revan yang dirangkul sama Red dan Rone.
"Nggak Mau!" ucap Red dan Rone.
Sama Saja...
Red ngelepasin rangkulan dia dan maju ke arah tempat Luthias.
"Masih jauh mas?" tanya Red.
"Dikit lagi sih. Cuman masih perlu 5 km lagi." jawab Luthias.
"Oh.. eh.. yang nyupir siapa?" tanya Red.
"Monika."
Red tersenyum iseng dan melihat ke arah Luthias.
"Luthy, pinjem Hp lu dah.." kata Red sambil mengedipkan salah satu matanya.
"Oh..Ok" kata Luthias yang tau kode dari Red.
Red dapet Hp Luthias dan jalan ke tempatnya Monika.
"Monika Coba denger deh lagunya~"
Red menyetel lagunya dan...
DE JAVU! i've just been in this place before!
Klik..
Red langsung lari kebelakang dan ngembalin HPnya Luthias lagi.
"Makasih Luthy."
"No prob..."
"Semuanya Pegangan!" Teriak Red dan Luthias.
Kemudian, Bus yang mereka tumpangi melaju dengan cepat bahkan sempat melakukan perfect drift ditikungan tajam.
"Red! Lu apain si Monika!?" tanya Revan panik karena busnya melaju dengan cepat tiba-tiba.
"Ada deh..." jawab Red dengan santai.
15 menit kemudian...
"Haa~ akhirnya sampe~" ucap Eris yang baru keluar dari bus.
"Akhirnya sampe~" kata Luthias, Red, dan Rone.
Sementara itu semua orang yang ada didalam bus masih dalam keadaan shock berat akibat kejadian yang barusan terjadi.
Catatan : Harap kalau Red sudah mulai iseng atau tidak sabar harap diketok langsung menggunakan ketokan tangan jangan yang laen selain itu atau dia bakalan jadi OOC.
Kita skip sampai ke adegan pantainya..
"Eh! Ayo kita maen aer!" ajak Lisa yang udah lari ke laut duluan.
"Tungguin, Lisa-chan!" seru Mia.
"Loh? Anak laki mana?" tanya Ashley.
"Entahlah... Eh! Itu mereka!" tunjuk Maya.
Ketika para Anak laki-laki dateng semua anak perempuan jejeritan nggak karuan, loncat sambil pegangan tangan karena mereka nggak pake baju hanya celana renang doang. Terutama yang paling rame ditereakin itu Red, Rone, Eris, Rei, Mathias, Luthias, Ikyo, sama Eudo.
"Kyaaaa! Red ouji-sama, Rone ouji-sama !"
"OMG! Eris-kun, Mathy-Kun!"
"Adel! Pacarmu Noh!"
"Yaampun~ Surga dunia!"
"Akhirnya aku bisa mati dengan tenang~"
"Cogan semua Coy!"
"Lumayan Cuci mata Gratis!"
"Aduh~ kok malah gatel ya tangan gue pengen megang mereka satu-satu!"
"Alamak! Bodynya bagus-bagus amat sih!"
"Tisu dong gue mau mimisan nih!"
"Idem!"
"OMIGAD OMIGAD! MEREKA GANTENG SEMUA! AF!"
"IYA! APALAGI SI EUDO SAMA ERIS!"
"Hai semua.." kata Red dan semua anak perempuan langsung tumbang seketika. "KYAAAAA! Surga Musim Panas ada dipantai ini~"
Bruk!
"Fatality~" celetuk Edgar.
"Mass Kill~" celetuk Salem.
Anak laki-laki yang lain cuman bisa ngakak nggak karuan ngeliat anak perempuan pingsan semua.
"Yaudahlah biarkan mereka berkhayal dulu. Ayo kita berenang!" seru Eris.
"Yok!"
Mereka mulai melakukan hal-hal yang sering dilakukan ketika ada dipantai misalnya memcahkan semangka, tapi kali ini lebih greget karena pemukul yang digunakan adalah... Koran Bekas. (Emang bisa ya buat hancurin semangka -_-)
"Seriusan nih? Masa gue sih yang harus mukul semangkanya make Koran bekas?" Tanya Rendy yang dapet giliran buat mukul semangkanya.
"Iye, Dah cepetlah! Gue tutup ya!" Kata Sandra dan menutup maya Rendy memakai sapu tangan bekas.
"OK Rendy! Maju lima langkah kedepan dan belok kiri dua langkah!" perintah Sandra setelah muter-muter Rendy dengan kencang.
Rendt hanya bisa mengandalkan Perkataan orang disekitarnya karena matanya ditutup rapat menggunakan sapu tangan.
"Rendy muter kekanan 50 derajat trus jalan aja 5 langkah kedepan!" Seru Red.
'Aduh, gue harus ngikutin yang mana!?' gumam Rendy adak bingung. "Udahlah Ngasal aja..."
'Hmm.. mungkin saja...'
"HYAAAATTTT! Genom Slash"
BUGH!
Saat Rendy membuka penutup matanya dia memukul...
Semangkanya terbelah menjadi dua hanya dengan koran bekas!
"WTF Rendy!" Seru Rone Kaget melihat Semangka yang kebelah dua sempurna.
"Ehh... gue kena ya?"
"Nggak lu meleset!" sembur Salem gregetan.
"Eh... Trus itu apa?"
"Bodo amat dah!"
"Eh.. Semuanya, kita makan siang dulu yuk!" Ajak Silica sambil membuka kotak bekalnya.
Biarpun ada yang nggak enaknya juga sih.
1. CPR
"Minggir-minggir!" teriak Red sambil gendong Revan gaya bridal.
"Red! Dia kenapa!?" tanya Alex panik.
"Dia hampir tenggelam! untung gue sempet ngeliat!" seru Red yang juga panik.
"Lu bisa CPR?" tanya Alex.
"Gue bisa!" seru Rone sambil mengangkat tangan dan deketin Revan.
"Yaudah! Cepet Rone!"
Rone mulai memompa dada Revan dan memberikan nafas buatan ke Revan. Ternyata, Rone ahli buat melakukan CPR. Sampai beberapa kali dan...
"Uhuk! Uhuk! Huah!"
"Yee! Dia selamat!" sontak semuanya (Red dan Rone terutama) meluk Revan.
"Eh? tadi kenapa ya?" tanya Revan.
"Lu hampir tenggelam dan untungnya Red nyelamatin lu dan Rone langsung CPR ke lu." kata Alex datar.
"C...C..C..CPR!!!" teriak Revan kaget dan langsung hard blushing.
"Mmmmmmmakasih ya Red,Rone." kata Revan.
"Sama-sama Re-chan~" ucap Red dan Rone berbarengan dengan mencium pipi Revan.
2. Tragedi Obat perangsang.
"Wei, nih kita beliin Es serut." kata Mathias yang membagi-bagikan Es serut yang dia beli bareng Luthias.
"Makasih Mathy, Luthy!"
"Sama-sama!"
Semuanya berjalan dengan lancar sampai tiba-tiba Silica ngerasa badannya jadi aneh.
"Oi, Silica kau..."
"A..Alex.. Jangan sentuh aku dulu." ucap Silica dikala mukanya blush didepan Alex. Alex yang ngeliat kejadian itu juga ikutan blushing da. tatap-tatapan sama Silica.
"S..Sialan kk..kau A..Alex!" Seru Eudo yang menyeret badannya ke Alex karena dia juga ngerasa badannya jadi Aneh.
"Eu~ Do~" ucao Eris yang meluk Eudo dari belakang.
"Tolong bantu aku melepaskan hasrat ini dong~ dengan tubuhmu itu~" goda Eris sambil ngusap badanya Eudo.
"Menjauh dari gue!"
"Ah! jangan bukan seperti itu, itu kurang bagus." kata Alisa yang memfoto dadanya sendiri.
"Thun-kun~ Ayo kita itu~" goda Elemy.
"Ish! Pakai Bikini mu yang benar!" onel Thundy yang maksain badannya buat ngedeketin Elemy yang mulai membuka bikininya, nggak sengaja dia terpeleset didepan Elemy dan mendarat didadanya.
"Kyaa! Thun-kun No Ecchi! Nnh~"
"Kak Edgar~ aku mau sama kakak sekarang~" goda edward yang duduk dipahanya Edgar.
"lepasin! menjauh dari gue lu!" bentak Edgar yang mendorong Adiknya yang Insect itu.
"Re-chan~ Ini untuk! Eh~ jangan ditahan~ inikan buat kamu~" goda Red yang mau membuka boxernya malah ditahan sama Revan. (Ini nih yang paling frontal!)
"B...BBaka Jin! kita ini didepan umum tau nggak!" bentak Revan sambil nahan boxernya Red. nggak taunya dia juga dapet serangan dari belakang.
"Re-chan~ kamuh~ kelihatannya Enak dan siap disantap bersama aku dan Red~" goda Rone yang meluk Revan dari belakang sambil ngusapin badan Revan dan tangannya mulai masuk ke area sensitive Revan.
Luthias yang juga kena efek dari es serut itu protes ke Mathias.
"Oi! Mathy... kau... Masukan... Obat.. perangsang.. ke... es serutnya... ya?" tanya Luthias sambil nyeret badan ke Mathias yang duduk sambil makan Es serut dia.
"ja, du har ret! (Yap, Kau benar!)"
"Sialan kau!"
Yah, Biarpun dari semua kejadian aneh di tersebut yang penting mereka senang dengan musim panas dipantai tersebut.
~Fall~
~Family Reunion~
"Semuanya udah siap! nanti kita kedatangan banyak tamu!" Seru Takano yang memegang gagang sapu buat bersih-bersih markas untu acara Thanksgiving di markas squad Reha.
"Ya! Siap Pak!" teriak semuanya.
"Bagus ayo kita mulai bersih-bersihnya!" komando Takano yang langsung menyapu koridor markas.
"Ok!" semua anak laki-laki langsung berpencar ke pos mereka masing-masing ada yang bersihin jendela, ada yang ngebersihin kamar mandi, ada yang bersihin ruang tengah, ada yang ngepel lantai, bahkan ada yang nata meja makan di ruang makan dengan gaya klasik.
Sementara anak laki-laki bersihin markas. Anak perempuan masak makanan yang bakalan disajikan ke para tamu.
"Nah! Semuanya sudah siap?" seru Yuki yang memimpin.
"Siap Bu!"
"Ok! kita mulai masaknya!" perintah Yuki.
Tak terasa mereka selesai total ketika bel dipintu markas berbunyi. Takano membukakan pintu dan seorang memeluknya.
"Hai Dek! kakak Dateng pertama!" ucap Rentarou sambil memeluk Takano.
"Ungh! Lepaskan Aniki!" bentak Takano yang mendorong kakaknya itu.
"Hahaha! oh ya nanti Ayah dateng loh!" sambung Rentarou.
"Se..Serius Demi apa!?" tanya Takano panik.
"Demi Laler ijo yang berterbangan dek! mungkin dia bakalan dateng-"
Ting! Tong!
"Sebentar kak."
"Ya- AA...ayah!" sontak Takano kaget melihat seorang pria mephisto didepan markas squad.
"Yo! Takano! Lama tak bertemu!" sapa Harada yang merupakan Ayah dari Takano dan Rentarou. (Dan juga dia ini kakeknya Rei, Red, dan Rone.)
"Iya, yah... lama nggak bertemu." balas Takano.
"Mana cucuku Rei dan Jin?" Tanya Harada.
Note : Kakeknya Rei, Red, dan Rone nggak biasa manggil Red dan Rone pake nama selain nama asli mereka.
"Wah!! Ada Kakek!" seru Red yang baru selesai ganti baju.
"Uwah! Jin! sudah lama kakek nggak liat kamu!" Seru Harada yang langsung memeluk Red tapi...
"Emm... kakek... aku yang disebelah kanan kek... yang kakek peluk itu Rone." kata Red sambil menyolek punggung kakeknya.
"Eh! Hah! kenapa ada dua Jin!?" tanya Harada pas tau Cucunya Red ada dua orang.
"Emm... susah untuk diceritakan kek..." kata Rone datar sambil mengangkat bahunya.
"Hemmmh!! ini membuatku bingung.. sudahlah mana Kakak kalian?" tanya Harada.
"Masih mandi Kakek~" ucap Red dan Rone berbarengan.
Harada pun hanya ber -oh- ria.
"Paman juga baru dateng ya?" tanya Red dan Rone.
"Iya dong. tapi, paman lebih cepat beberap detik sebelum kakek. karena kakekkan sudah- aduh! aduh!" sontak pipi Rentarou ditarik sama Harada.
"Aku tau kau mau bilang aku sudah tuakan? Hei, Umurku baru 456 tahun dan aku masih bisa berlari dengan cepat!" sanggah Harada setelah menyubit Anak pertamanya itu.
"Oh iya, kakek aku ingin kau mengenal seseorang.." kata Red yang langsung pergi dan membawa seorang pria.
"Eh! lu mau nyeret gue kemana! Uwah! ada Mephisto disini!" teriak Revan yang kaget melihat Harada.
"Nah... kakek ini Revan~ dia ini calon is- Aduh! Aduh! Duh!" Sontak Pipi Red ditarik sama Revan.
"BakaJin! jangan harap gue jadi calon istri lu!" bentak Revan yang agak blushing.
"Ahh~ kamu Yakin nggak mau jadi calon istri kami?" goda Rone yang memegang dagu Revan.
"Yah... Em... Gimana ya?"
"Gimana kek? dia imut nggak?" tanya Red.
"Woi! ih!"
"Lumayan sih... dia imut sebagai laki-laki. Tapi, dia nggak mau tapi kok kamu-"
Rentarou bisikin sesuatu ke telinga ayahnya itu dan Harada langsung mangut-mangut.
"Ohhh~ yaudah selamat ya!" ucap Harada setengah terkekeh dengan kelakuan cucunya itu.
Sementara itu, Rentarou sama Takano ngakak nggak karuan. Dan Revan pergi dengan muka dikembungin kayak ikam buntel. (Entah gue ngakak bayanginnya :v 'dilempar kotak peluru)
"Yah~ calbinnya ngambek!" goda Harada.
"Biarin aja~ ntar juga balik lagi~" kata Red santai.
kita ke Tiga Mayer bersaudara sekarang...
"Kak! ntar menurut kak Eu siapa yang bakal dateng?" tanya Mita sambil membawa kopi untuk Eudo.
"Palingan ibu doang, tuh orang mana kau dateng kesini!" jawab Eudo setengah geram mengingat keluarga mereka akan datang ke markas.
"Mungkin iya, mungkin tidak.." kata Silica sambil mengangkat bahunya.
"Aku rasa sih... kemungkinan besar dia nggak bakal dateng!" ujar Eudo.
Kemudian Takano menghampiri mereka...
"Eu, Silica, Mita orang tua kalian mencari kalian tuh!" ucap Takano.
mereka bertiga berjalan ke pintu, Eudo yang paling belakang karena dia yang paling malas ketemu orang tuanya terutama ayahnya (kec. ibunya sendiri).
"Elford! Almira! Mita!" panggil seorang wanita fire mage diruang tengah markas menghapiri mereka bertiga.
"I..Ibu!" kata mereka bertiga bersamaan.
"Yaampun, aku merindukan kalian bertiga terutama Elford dan Almira! Mita kamu juga nggak pulang ke rumah?" tanya Ibunya sambil memeluk mereka bertiga.
"Ya Ibu, aku mau sama kakak saja.." jawab Mita.
"Elford, Almira gimana kalian sudah menjadi apa yang kalian mau?" tanya Ibunya.
"iya Bu... Kami sudah mencapai keinginan kami.." jawab mereka berdua.
"Syukurlah... yang penting kalian senang."
Eudo setengah tersenyum nggak sengaja dia melihat seorang pria membawa buku biru sedang duduk di jendela markas. Eudo langsung memasang muka marahnya karena melihat seseorang yang dia tidak senangi datang ke markas... Ayahnya.
"Cih! Apa yang kau lakukan disini!?" tanya Eudo geram melihat ayahnya datang.
"Menurut anak yang seenaknya kabur dari rumah.." jawab ayahnya nggak peduli.
"KAU!!!"
"Elford! sudahlah, hiraukan saja dia..." lerai ibunya sebelum ada perang dunia ke sepuluh (?) antara anak dengan ayah.
"Baiklah!" bentak Eudo yang langsung pergi dan membanting pintu ruang tengah markas.
"Kak Eu tunggu!" ucap Mita menghampiri kakaknya yang marah.
Kita lihat keluarga Jung sekarang...
dua orang perempuan berambut pink dan coklat dan tiba di depan markas squad dengan menggunakan pakaian tradisional korea.
"Yon Ji, yang ini kan tempatnya?" tanya sang gadis HGD. (yang rambut pink)
"Mungkin, tanya aja nanti.." jawab sang gadis JWC datar sambil ngeliatin pintu depan markas.
"annyeonghaseyo (selamat pagi)"
Mereka ngetok pintu markas dan Takano ngebukain pintunya.
"Ya.. mencari siapa?" tanya Takano.
"na-ege samchon-eul yongseo (permisi paman)... disini ada yang namanya Han nggak?" tanya sang gadis HGD.
Takano mikir keras, Han... Han... Han... kemudian inget.
"Jung! Ada yang nyariin!" seru Takano.
"Sebentar!"
Jung jalan ke pintu sambil benerin baju dia dan kemudian dia disambut sama kedua gadis yang mencari dia.
"Oppa Han!!" seru kedua gadis tersebut sambil lari ke Jung.
"Uwah! Yon Ji! Yong Ji!" sontak Jung kaget disambut kedua adik perempuannya itu.
"Oppa! ulineun dangsin-eul geuliwo Oppa! (kakak! kami merindukanmu kak!) " kata Yon ji dan Yong ji bersamaan sambil melihat ke Alex dengan puppy eyes.
"Em.. yah, aku juga merindukan kalian... tapi, pakai bahasa yang biasa aja jangan pake bahasa korea. Ntar Oppa doang yang ngerti." ucap Jung sambil mengusap kepala kedua adik perempuannya itu.
"Siap Oppa!"
"Wah! Jung punya dua adek cewe ya?" tanya Ethan yang lagi bawa Hato-kun ke ruang tengah.
"Oppa dia teman Oppa?" tanya Yong ji.
"Ya, dia namanya Ethan. Dan Anjing yang dia bawa itu Hato." jawab Jung.
"man na seo ban gap seum ni da (senang berkenalan denganmu), nan Yong Ji Han imnida. (Aku Yong ji han)."
"nan Yon Ji Han imnida (Aku Yon Ji Han)."
"gwiyeoun gang-aji (Anjingnya Lucu)"
Ethan hanya garuk kepala dengerin bahasa korea yang dipake sama adeknya Jung.
"Yong Ji, Yon ji... Oppa tadi bilang apa barusan?" hela Jung.
"Oh iya, joesonghabnida Oppa (maaf kak) tehe~" kata Yong ji dan Yon ji sambil menjelurkan lidahnya keluar sambul garuk-garuk kepala.
"Udah yuk, masuk dulu aja..." ujar Jung.
"Ok Oppa."
Kita ke bagian Yuki sekarang...
"Alex... kamu nggak keluar?" tanya Yuki yang masuk ke kamar Alex.
"Ah! Ibu... yah, nanti saja..." kata alex sambil menghapus air matanya ketika melihat foto kedua saudaranya itu.
"Lex, udahlah... kamu harus kuat nak... ntar mereka juga sedih kalau kamu sedih juga." hibur Yuki.
"Mungkin, ibu benar. Aku keruang tengah dulu..." ucap Alex meninggalkan kamarnya.
saat Yuki keluar dia hampir bertabrakan dengan seseorang...
"Wah... Ayah, sudah datang rupanya." ucap Yuki kaget melihat ayahnya yang tiba-tiba muncul.
"Yah... Ayah cuman mau melihat gadis kesayangan ayah doang kok.." kata Hikari sambil mencubit pipi Yuki.
"Lepaskan yah! dan aku juga bukan perempuan lagi!" sanggah Yuki.
"Iya Ayah tau, tapi kamu tetaplah perempuan dimata ayah."
"Sudahlah... kakek mana?" tanya Yuki.
"Dihalaman belakang kok.." jawab Hikari datar.
"Emm... kan dihalaman belakang ada..."
Krik, krik, krik...
"Harada-san..." ujar Hikari.
Kita liat Harada dulu...
"Yaampun.. Hikaru~ kamu kenapa imut banget dan juga manis banget sih~" batin Harada yang melihat pria seorang JSS yang berambut putih sedang duduk dibangku dibawah pohon sambil memberi makan burung dibalik tiang dan mimisan ngeliatnya.
Sementara itu Red dan Rone lagi ngeliatin Revan yang lagi ngobrol dengan adik perempuannya dari balik pintu sambil mimisan. (Kayaknya mereka berdua ngewarisin sifat stalker kakek mereka =w=")
Kita ke Alex sekarang...
"Hai.. Apa disini markas squad Reha?" tanya seorang pria berpakaian knight serba oranye dan juga bersayap api. (Uriel bisa dibilangnya -w-)
"Ya... Anda mencari siapa tuan?" tanya Alex.
"Aku mencari Amelia dan Sandra KnightHeart." jawab pria itu.
"anda Ayahnya?"
"Ya.."
"Sebetar... Amelia!! Sandra!! Ayahnya Nyariin Nih!!" Teriak Alex dari pintu depan.
"Lex, kayaknya nggak perlu tereak deh.. orang gue ada di- Wah! Ayah sudah sampai!" protes Amelia namun terpotong karena melihat ayahnya sudah datang.
"Hai Nak! Bagaimana keadaanmu?" tanya Ayahnya Amelia.
"Baik yah! Ayah masuk dulu aja.. ntar aku yang kasih tau adek kalo ayah sudah datang. Makasih ya Lex udah ngasih tau!" kata Amelia dan ninggalin Alex sendirian.
Alex hanya bisa tersenyum tipis dan menghelakan nafasnya. Karena semuanya keluarganya datang ke acara reuni keluarga hanya dia yang nggak ada sama sekali. nggak sengaja dia mendengar bel markas berbunyi, dia menghampirinya dengan malas dan juga agak bingung.
'Memangnya siapa lagi yang belom dateng?' batinnya dan membukakan pintu.
"Selamat datang... Ada yang ku bisa bantu?" tanya Alex ketika melihat dua orang pria yang satu robot tempur dan yang satu seorang project K yang matanya diperban dua-duanya (baca : buta).
"Mencari siapa ya? kalau tidak ada ak- hei!" kata Alex panik ketika dia dipeluk sama sang pria robot tersebut.
"Akhirnya... aku kira aku tak bisa bertemu denganmu..." ucap pria robot tersebut sambil memeluk Alex erat-erat.
"Ka..Kau siapa!? Aku tak mengenalmu!? Lepaskan!?" ronta Alex panik.
Pria robot itu tidak melepaskan pelukannya dan memencet tombol dilehernya, seketika pula helm pria robot itu terbuka dan seorang pria dengan luka diwajah kirinya, berambut jabrik beige namun menutupi wajah kirinya, mata merah. pria itu tersenyum ke Alex seketika Alex lepas dari pelukannya dan mundur perlahan. Dia merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Hahaha... ini pasti hanya ilusi belaka... aku n-"
"Kak Alex? suara Itu beneran kak alex kan?" tanya Sang pria Project K buta itu sambil mencoba berjalan kedepan. Air mata Alex hampir tidak bisa terbendung ketika mendengar suara sang pria buta itu. Akhirnya Alex menangis sangat keras sampai terdengar kepenjuru markas. Apa lagi saat sang pria buta itu memeluknya dan Alex langsung memeluk balik pria itu.
"Kak Alex? ini kak Alex kan?" tanya Sang pria buta itu yang juga menangis ketika berhasil memeluk Alex.
"Iya, Ini kak Alex! Andre!" ucap Alex yang memeluk Andre, adiknya yang sebenarnya sudah mati namun, entah kenapa dia hidup lagi.
"Kita bertiga Lengkap lagi..." kata Sang pria Robot yang merupakan kakak laki-laki Alex dan Andre, Ars Andreson sambil mengusap kepala kedua adiknya itu dan menangis terharu.
Sementara itu dipintu terdekat, para anggota lainnya lagi ngeliatin mereka bertiga sambil nangis kejer-kejer.
"Huweeeee!! sedih banget sih!!" (Sandra)
"Entah, kayaknya gue mau nagis seharian abis liatin Alex ketemu saudaranya." (Maya)
"Tisu dong, gue mau nangis nih.." (Mia)
"Duh~ kenapa berasa nonton drama sih." (Lectro)
"...Huaaaa!!" (Ethan)
"Kak Eu!! Kakak jangan tinggalin Mita lagi ya Hueee!!." (Mita)
"Iya kok... Hiks.. kakak nggak bakal... hiks... ninggalin kamu lagi!" (Eudo)
"Huaaa!! kenapa gue ngerasa sedih parah sih!!" (Revan)
"Re-chan jangan nangis dong~ kita berdua jadi nangis juga nih." (Red dan Rone)
Winter~Snowy day Activity~
"Yiipii~ salju!!" seru semua anggota squad Reha.
Mereka melakukan berbagai hal yang biasa dilakukan disaat musim salju dan salju sudah tebal. Seperti :
1. Boneka Manusia Salju."Eh! liat nih~ manusia saljuku imut loh~" kata Mia sambil memperlihatkan boneka saljunya yang berbentuk beruang ke teman perempuannya.
"Punyaku lebih bagus nih~" kata Maya sambil memperlihatkan boneka saljunya yang berbentuk Bunga mawar.
"Punyaku lebih bagus!" sanggah Sandra yang membuat boneka salju berbentuk Rumah.
"Halah! kalian ini coba liat punya Red sama Rone tuh!" Tunjuk Amelia yang menunjuk manusia salju buatan Red dan Rone yang berbentuk seperti...
Revan yang memakai kostum kucing dengan baju kemeja kebesaran dan nggak pake celana panjang.
"Demi Dewa!" sontak semua anak perempuan langsung ngakak nggak karuan ditempat.
2. Malaikat Salju."Malaikat Salju!" seru Jung dan telentang ditanah.
Pas dia bangun dan ngeliat hasilnya.
"Kok jadinya malah bulet ya?" batin Jung keherenan Sementara anak-anak yang lain hanya nahan ketawa.
3. perang bola salju!Prett!
Sebuah bola salju melayang ke arah muka Eudo dan tepat mengenai mukanya. saat dia membersihkan mukanya dari salju dia segera membalas orang yang melempar dirinya dengan bola salju yang tidak lain adalah... Alex
"Makan nih salju!"
Brugh!
sebuah bola salju tepat mengarah ke muka Alex, Alex langsung membalas lemparan Eudo tapi sempat dihindari mengenai... Red.
Akhirnya setelah 2 menit timpuk-timpukan bola salju terjadilah perang dunia ke empat dengan senjata bola salju nggak laki, nggak perempuan ikut semua. Sampai sebuah lemparan bola meleset mengarah ke dalam markas dan...
"Aduh!!"
semua orang langsung kicep setelah mendengar teriakan seseorang yang terkena bola salju meleset tadi...
"Mampus, kena Ayah loh!" seru Red Panik.
"Kita harus gimana nih!?" tanya Rei panik.
"Tenang gue punya satu cara." kata Jung santai.
Tiba-tiba pintu halaman belakang dibanting sama Takano yang udah masang dark aura plus pedangnya siap buat gorok leher.
"Siapa tadi yang lempar!!" bentak Takano.
Semua orang ngikutin gaya Jung yang ngakat satu kaki dia kedepan dan ngikutin gaya orang lagi taekwondo..
"Kita Lagi Latihan Ayah~" ucap semuanya bersamaan.
Takano langsung reda dan ninggalin mereka semua. Setelah situasi aman mereka langsung ngacir lewat pintu samping dan ngedekep didapur sambil minum coklat panas, teh, dan kopi.
"Setidaknya kita selamat." ucap Eris sambil nyeruput coklat panas dia.
The end dengan anehnya :v
