Balas Revievv :

Hato : Em.. Aku nggak terlalu tau sih, abisnya topiku sempat lepas pas nymperin dia terusnya ekorku juga sempat keluar dari baju. Pas aku samperin lagi, dia malah langsung naek pohon dan aku hanya diem dibawah dia dan masuk kemarkas aja. Tapi, dimarkas kayaknya aku selalu diperhatiin sama dia terus dari jauh. Apa dia trauma sama aku ya, woof? -w-a

Me : Biarpun agak aneh, tapi dimaklumi aja lah Hatori -w-

Jawaban Tebakan kemaren :

1. Trapper! (Cek bagian pengurung dan racun)

2. Hacker (Ganti setiap angka jadi huruf, 8,1,3,11,5,18)

Mau masukin mereka karena lagi di dis 80 persen nih! :v

Thx!

Happy birthday eh.. Happy Reading

Chapter 11 : Another Gajeness Compilation.

~Usapan~ (Lectro, Hatori dan Iris)

"Lectrwoof!" panggil Hato

"Apa Hato-kun?" tanya Lectro yang lagi baca doujin.

"Boleh usap kepalaku nggak?" pinta Hato.

"Ok.." Lectro ngusap kepalanya Hato.

Hato ngerasa keenakan karena diusapin kepalanya sampai dia lepas kendali dan..

"Woof! Woof!"

"Aduh! Oi, hentikan!" seketika pula Hato langsung ngejilatin muka Lectro.

Sementara itu dari jauh, ada seseorang wanita berambut hitam panjang memotret kejadian itu...

"Wah, kayaknya bakal ada gosip baru nih, hihihi."

"Woi Iris, ngapain disitu?"

~Tebakan Tenis meja Resident Evil~ (Andre, Red, Jung, Alex)

Alex, Jung dan Red lagi ngegabut diruang tengah markas tiba-tiba andre datang..

"Hai semua! Main ini yuk!" Ajak Andre sambil membawa empat buah bet ping-pong.

"Ok, sebentar. Ini nama maen apa Andre?" tanya Red iseng.

"Fur Blocking."

Krik, krik, krik, Plak..

"Anjirt! Huahahahaha!!" sontak ketiga orang tersebut ngakak guling-guling.

"Eh? apa yang lucu ya?"

"Ini namanya.. Ping-pong pfft! Bukan Badminton kuhuhu!" jelas Alex, yang berusaha buat nahan ngakak.

"Pasti dikasih tau Rina atau Salem dan nih." kata Red.

"Iya.."

"Pfft! Hahahaha! Aduh! Perkumpulan orang polos dasar!" tawa Jung sambil guling-guling dilantai diikuti dengan dua orang lainnya.

"Oh.. Gitu.. Yaudah, ayo main.. Tebakan sambil ping-pong!"

"Ok, ok!"

Skip..

"Nah, pertinyiinnyi.." Seketika pula Alex digeplak Jung.

"Pertanyaannya! gele!"

"Iye, iye! Sebutkan nama Virus" Alex mulai service ke Red.

"T-Virus!"

"G-Virus!"

"C-Virus!"

"Las plagas!"

Krik, krik, krik..

"Beda geblek! Itu parasit!" bentak Red sambil menjitak kepala Jung.

"Oh iye, lupa.. Tehe."

"Ok, petinyiin kedua! Sebutkan Boss terakhir di series Resident Evil!" Alex service ke Red lagi.

"Eveline!"

"Haos!"

"Albert Wesker!"

"Alex!"

Krik, krik, krik..

"Maksud gue Alex wesker!" timpal Jung.

"Makanya bilangnya lengkapan gitu kek!" sembur Alex yang agak kaget karena nama dia disebut boss terakhir. "Gue yang nggak enak nih!"

Skip..

"Pertinyiin ketiga! Sebutkan Nama Tokoh Protagonis di serial Resident Evil yang nostalgia!"

"Chris Redfield!"

"Claire Redfield!"

"Oh.. Jill valentine!"

"Eh.. Em.. Oh Barry Burton!"

"Telat mas!" kata Red sambil menunjuk bola yang sudah tergeletak disamping kaki jung.

"Heeh.. Yaudah! Pertinyiin terakhir! Sebutkan tempat kejadian digame Resident evil!"

"Racoon city!"

"Edonia~"

"Loisiana!"

"Arkhaly mountain!"

Krik, krik, krik..

"Spencer mansion mas!" sanggah Alex.

"Ah! Udahlah maen ping-pong yang biasa aja! Daripada gini!" terka Red.

"Sebelumnya jung mending dihukum dulu!"

"Hukumannya apa ya?"

"Oh iya, jung pinjem gangxi card lu deh.." kata Red.

Jung langsung menyerahkannya tanpa tau tujuan utamanya Red. "makasih.."

Brak! Bruk!

"woi! nggak dilempar ke gue juga kali!" omel Jung ketika dia dikurung dipeti gangxi.

~Stalker~ (AlexSili, Revan, Sandra, Eris)

"Emm... Alex, Boleh bantuin aku belanja nggak?" tanya Silica gugup.

"Emm... Baiklah.."

Disisi lain...

"Hmm... Kayaknya ada tugas deh." gumam Revan yang padahal lagi dipojokin sama Rone. "Minggir Lu!"

"Panggilan Alam sudah datang!" ujar Sandra.

"Kamera paparazi bakal menyala." gumam Eris sambil menyalakan kamera SLR-nya.

Beberapa saat kemudian...

"Hei.. Em.. Lebih baik yang ini? Apa yang ini?" tanya Silica sambil memegang dua buah sabun mandi yang berbeda.

"Em.. Yang kanan aja.. Kayaknya lebih bagus yang itu... Mungkin.." jawab Alex agak gugup.

"Mungkin kita harus menambahkan ini ke note kita." kata Eris sambil mengambil sampo dari sebuah rak yang tidak jauh dari mereka.

Ditempat lain...

Rrrrr!

"Eh.. Kata Eris, Alex sifatnya berubah jika dideketin Silica. Dari, Aktif, jadi pemalu." kata Revan ketika melihat sebuah pesan masuk dari Eris.

Sandra langsung mencatatnya ke sebuah note yang dia keluarkan dari sakunya. "Hmm.. Menarik"

"Hei... Nanti malam akukan masak mau masak.. Ayam atau Steak?" tanya Alex.

"Steak aja deh.." jawab Silica.

Tiba-tiba, beberapa orang laki-laki datang kearah Silica dan menggodanya, Alex langsung menolongnya dengan menatap tajam orang itu. Sontak pria itu kaget dan langsung pergi dengan temannya.

"Kau nggak apa-apa?"

"Iya, em... Terima kasih ya.."

"Yah..." mereka berdua hanya blushing dan menatap arah lain.

Rrrrrr!

"Hei! Jangan pernah gangguin Silica kalau Alex ada disekitar dia." Kata Eris membaca pesan dari Revan.

Sandra langsung mencatat itu. "Baiklah.. Saatnya giliranku."

Silica dan Alex melewati sebuah etalase baju dan jaket, tak sengaja dia melihat sebuah jaket yang menarik perhatiannya. Alex yang jalan duluan langsung menyadari kalau Silica masuk kedalam sebuah toko baju.

"Hei, apa yang kau lihat?" tanya Alex.

"Ah.. Ini.. Nggak.. Aku.. aku.. Aku hanya melihat sebuah jaket yang sepertinya.. Menarik perhatianku saja..." jawab Silica gugup.

"Oh.. Kau mau.. Aku belikan.." Kata Alex.

"Eh.. Nggak usah.. Tapi, terserah kamu sih.." ucap Silica gugup.

"Baiklah.. Sebentar.. aku belikan ya.." Alex langsung mengambil jaket itu dan menunggu antrean kasir toko baju tersebut.

Rrrrr!!

"Kata Sandra, Alex bakal menuhin permintaannya Silica biarpun Silica udah menolaknya." kata Revan.

Eris mencatatnya dinote "yaya... Menarik"

"Udah yuk pulang." kata Eris.

"Bentar, kata Sandra. Kalau kau pulang duluan aja, dia nemu baju-baju bagus dan masih mau keliling di mall." kata Revan sweatdrop pas baca pesan dari Sandra.

"Hadeh.. Ampe sore dah tuh, udahlah biarin aja!"

~Mata merah~ (Ethan, Mita, Maya)

Ethan keluar kamar matanya merah dan begitu pula dengan Mita dibelakangnya yang matanya jiga memerah.

"Kalian abis ngapain?" tanya Maya yang kebetulan lewat.

"Nyimeng bareng dong!" jawab Ethan.

"Beneran Mit?" tanya Maya Curiga.

"Emm... Gimana ya?"

"Bohong, pasti kalian abis nangis karena nonton 'Shigatsu LA ver.' udah tau kemaren aku sempet nonton bareng sama anak-anak di ruang tengah, pas kalian lagi maen diluar. Trus katanya Lectro FD-nya dipinjem sama kalian semalem." kata Maya.

"Duck! Ketauan..." gumam Ethan.

~Keramas~ (marisa)

Marisa main kerumah temannya yang ada didekat markas, kebetulan ibunya lumayan baik jadinya dia lumayan betah.

Tok, Tok, Tok..

"Eh.. Ada marisa." sapa seorang wanita yang membukakan pintunya.

"Hai Bu! Ada Sellanya nggak?" tanya Marisa.

"Sellanya lagi.. Keramas.." tiba-tiba ibu itu langsung mutar balik badan dan rambut panjangnya langsung berkibar yang membuat Marisa terdiam.

"Kok berasa iklan sampo ya?" batin Marisa.

~Pertanyaan~ (Mita, Takano)

Takano lagi mengecek sebuah potongan kayu yang dia temukan di sungai. Tiba-tiba, Mita nongol dari belakang dirinya..

"Ayah, aku mau nanya sesuatu boleh nggak?" tanya Mita.

"Baiklah apa itu?"

"Rape itu apa ya? Sama apa perkosa itu sama kayak Rape?" tanya Mita dengan polosnya.

Brak!

Prang! (Kayaknya ini suara dari orang luar yang jatohin gelas)

"Ka..kamu kenapa nanyain gituan?" tanya Takano setengah kaget.

"Ya.. Penasaraan aja sama kata itu, aku tanya ke kak Eu juga nggak dijawab" kata Mita polos. "Sebentar ya ayah pikirkan dulu.."

'Aduh! Apa yang harus kukatakan ke dia!!' batin Takano panik tujuh keliling.

~Kucing~ (Hatori Tsuchi-tan)

"Woof! Ada kucing woof!" ucap Hato menghampiri seekor kucing disebuah jalan.

"Yang punya siapa ya? Apa dia kucing liar ya?" batin Hato yang kemudian mengangkat kucing itu dan melihat sebuah kalung.

"Hem.. Tsu- Tsuchi... Oh, namamu Tsuchi ya. Hehe.. Apa kau sedang jalan-jalan sendirian?"

"Nyaww~"

"Baiklah~ silahkan tidur dipangkuanku." kemudian, Tsuchi-tan turun dan melingkar dipangkuan Hato.

"Uwah! Aku harap aku masih jadi anjing dan berteman dengannya." gumam Hato semangat, sementara dari jauh sana diujung langit.. (?)

"Duh, gimana nih! Mau manggil Tsuchi-tan malah tidur dipangkuan orang.. Masalahnya pangkuan Anjing itu!" batin Pria itu risih.

~Coklat~ (JinRev, Lectro)

"Revan~ mau coklatnya nggak?" tanya Red kemudian, dia memeluk Revan dari belakang.

"Nggak! Udah terkontaminasi sama tangan lu sih gue jijay banget ewh!" pinta Revan sambil memutar matanya dan Red hanya ngedumel tapi, tiba-tiba dia mendapat ide cermelang.

"Rone, sergap dia dari depan!"

"Yoi!"

"Eh!? Apa yang!?" mmnh!" sebuah Ciuman langsung terarah ke mulut Revan dan juga ada sebuah benda lain yang masuk selain coklat, kedalam mulutnya.

"Uah! Red, Rone! Mnnh.." lama-lama, Rone dan Red mengangkat tubuhnya Revan dan dibawa ke kamar mereka tanpa melepaskan ciuman sama sekali dan pintunya dikunciin.

Prak!

"Cerita Macam Apa ini!! Jijay!" Teriak Revan ketika membaca doujin buatan Lectro.

"Tapi, asikkan?"

"Ndasmu Asik!"

~Cucian~ (Yuki Rei)

"Wah, sepertinya hujannya tambah deras saja..."

"Aku pulang!"

Yuki menghampiri suara itu dab ternyatitu Rei yang baru pulang dan kebasahan karena hujan deras.

"Rei, ibu sudah bilang berapa kali! Kalau hujan jangan langsung terobos nanti sakit awas saja!" ucap Yuki sedikit kesal dengan anak pertamanya ini.

"Yaa maaf bu, oh ya, ibu cuciannya kehujanan tuh diluar." kata Rei datar.

"Aduh! Aku lupa lagi menjemur! Yah basah semua deh.."

~More Absurd Karaoke~ (Semuanya kec. Takano, Yuki, Reha, Hatori)

"Semuanya karaoke lagi yuk!" Ajak Red.

"Ayo!" Tapi, ketika mereka mau keluar Takano langsung memasang death glare ke arah meraka dan memberi kode untuk tidak keluar markas untuk karaoke. Akhirnya semuanya terpaksa Karaoke dirumah.

"Siapa dolo!" sahut Jung.

"Undilah kayak biasa!" timpal Rone.

"Ok!"

Kemudian, mereka memutar sebuah botol dan berhenti di... Red.

"Ok, gue duluan!" kata Red kemudian dia mengambil mic dan segera milih lagu. Dia melihat sebuah lagu yang sangatlah sedih, kemudian dia tersenyum iseng dan memilih lagu itu.

"Ok, gue bakal nyanyi lagu.."

Suara musiknya mulai keluar dan semuanya langsung kelabakan nyari earplug tapi nggak ketemu..

"Anjirt!"

Red mulai nyanyi dan semuanya bersiap untuk baper..

Seijaku ga machi wo tsutsumu yoru ni

Furisosogu shiro

Kazashita tenohira ni

Fureta shunkan ni toketeku

Hakanai hitokakera

Oto mo naku tsumoru

Hikari wo atsumete kimi wa warau

Ima donna oto?

Kotaetatte kimi wa

Mou nani mo kikoenai

Kurushii tte itte kure yo

Samishii tte itte kure yo

Mukae ni iku donna tokoro e mo...

Ikanai de yo doko e mo

Oitekanai de...

Bokura zutto futari de hitotsu darou...?

Furitsumoru yuki to tomo ni

Kiete yuku kimi wo

Dakishimeru koto shika dekinai yo

Kanau nara mou ichido dake

Kimi no koe ga kikitai

MOU ICHIDO TADA ICHIDO DAKE...

YONDE YO...

AISHITEIRU tada sore sae Ienai mama towa ni Tozasarete yuku Kimi to no sekai

Sakende mo todokanai yo Kimi no koe wa mou... INAI

Aaaaaaaaaaaaaaaaa

Furitsumoru yuki yo

Douka furitsuzukete zutto

Kono mama subete ubaisatte yo

Hakanai koe no inochigoto

Kakikeshite subete

Shiroku.

Red selesai nyanyi dan semuanya malah nangis kejer, kecuali Red yang tertawa puas.

Note :Lain kali ! Jangan biarkan Red memilih sendiri lagu saat dia maju pertama!

Putaran kedua dan jatuhnya ke.. Revan,

"ok. Gue masuk ya.."

Revan baru mendengar kata awal dilagunya kemudian dia langsung stop nyanyi..

"Gue butuh pendamping nih!"

"Emangnya lagunya apaan?" tanya Maya.

Revan menjawabnya dengan muka datar.. "Suki, Kirai..."

Brak!

"Rone! Gue duluan yang ambil micnya buka elu!"

"Apaan? Lu udah nyanyi juga jangan maruk napa!"

Tiba-tiba acara nyanyinya diganti dengan acara ribut antar seorang pria dengan dopplegangernya..

"Udahlah, Red ngalah aja! Lu udah nyanyi juga!" relai Eudo.

"Cih! Iya, iya!"

(Revan) sukiyo kirai wakannai kirai

(Rone) sukida igai arienai sukida!

(Both) suki to kirai wakannai tomarenai... suki kirai

(Revan) mou! aitsuno kokuhaku tteyatsu

atama no naka guruguru to mawaru

suki kirai mannaka wa aruno?

semarareru ni taku

(Rone) mou henji wa kimatteru hazusa

"Wedding" sou bijon (VISION) wa kanpeki!

souda, sumu nowa matsu tou atari ga iina

kodomo wa san nin kanaa

(Revan) datte matte nande ?

datte juuyon sai desu-! ... desuyo?

"tsukiau toka ..." (Rone) "sukida" (Revan) "hanashi kiite baka !"

NOOGAADO (NO GUARD) daze suki ga ooi no

(Revan) koishi temitaiwa fuwafuwa to

hage no supiichi (SPEECH) ni sumairu (SMILE)

miruku (MILK) to panda wa shirokuma de

sekai gahazumuno

suki to kirai wakannai

kirai demo suki ?

(Rone)"hoi !!"

(revan)"ee!?"

(Rone) reinbookuootsu (RAINBOW QUARTZ) kaerimichi hoshi gattetayatsu

nagameru kimi wo boku wa mite ita

tsuugakuro hantai dakedo sore wa kini shinaide

(Revan) teyuuka! anmari suki janai taipu (TYPE)

yueni hmm.. handou deshouka

"sokka, kyuuni yasashi kunantesaretakara" gura tsuite douyou

(Rone) tatte gutte sotto nuite reisei ninattemitemo

machigai inaku! (Revan) "inakuu?" (Rone) rikutsu nuki de suki

noopuroburemu (NO PROBLEM) boku wo shinji te

kimi ni hi wo tsuketa yurayurato

hou ete HAIGU (HIGH) ninaru pairomania (PYROMANIA)

"aishiteirunda!" yoku wakaranai kedo

osoraku seikai

(Revan)yadana someraresou

shitte shimata yasashisa

(Both)tokini hentai demo (Revan)suki ni somerareteku ...

(Revan)koishite mitaiwa giragira to

panda ga nete cha tsumaranai

itoshite dashite mizu wo agete hajimete sodatsu no

(Both)butsukaru futari to doujino suki karami au furomaaju

kirai sae, uraomote, bokura ima, koishiteru

(Revan)sukiyo kirai wakatteru sukiyo

(Rone)sukida igai arienai sukida

(Both)suki to kirai owaranai.. Lalalalala~

su, ki, ki, rai~

Krik!

"Yosh! Good, and perfect! Kita dapet foto sama videonya Rone sama Revan nyanyi duet 'suki kirai'" celetuk Eris. Sontak Revan langsung kaget dan ngibrit keluar ruangan sambil mencoba menutupi rasa malunya.

"Udahlah, yang ketiga siapa?" tanya Red dengan muka betenya.

Wah, dia ngambek karena nggak dapet duet sama Revan *dilempar botol legendary elixir

"Aku! Ok aku naek ya.." kemudian, Silica maju, tapi pas dia maju..

"Butuh satu orang siapa yang mau?" Kemudian, Eudo berdiri tapi, anak-anak lainnya malah ngelempar Alex ke depan dan nyuruh Eudo duduk.

"Cih! Iye, iye!" ucap Eudo dengan nada kesal.

"Lagunya apaan?" tanya Alex.

"Ai dee.."

"Oh.. Ok, aku yang Luka neenya, tapi di bahasa inggris semuanya aja."

(Silica) kimi no oku ni nemuru kioku wa tooi yume

kanaeru kara, wasurenai de ai Dee (ID).

(Rap by Alex) Yeah, it's happening right now!

L to the U to the K to the A, I'm burning up the floor with this STYLE

Boo-Boom-Ba-Boom

Just keep up the beat, Now just show me your I.D.!

(Silica)HEY LONELY BOY, RIARU (REAL) na jibun wa

Chippoke nanka janai

HEY LONELY GIRL, RIARU (REAL) no kodoku wa

kimi wo tsuyokusuru kara

Ima wa odori na yo ALL NIGHT LONG

(Rap by Alex) KICK THE DOOR, HEAT THE FLOOR, MAGICAL WORDS (GROOVY)

"SUPERCALIFRAGALISTICEXPIALADOCIOUS" OH!

(Silica) HEY LONELY BOY, dare ni mo fusageru

Kimi dake no ikiru michi

HEY LONELY GIRL, dare ni mo wakararu

asu no iro osorenai de

(Alex) NON STOP (Silica) nara mou mayowanai

sekai wa itsudatte

kongaragatterukara

Ugokanakucha

HAATO (HEART)sabitsuichau ne

Kimi no oku ni nemuru

Kioku wa tooi yume

kanaerukara wasurenaide ai DEE (ID)

Saegiru BUURU (BLUE) no kabe fukitobasu oto no kaze

Saa koko kara tori modosou ai DEE (ID)

"ALEX!!"

(Rap by Alex) ADD THE COLORS TO THE BIG SIGHT,

BEFORE THE WORLD TURNS BLACK AND WHITE,

DON'T LET UNITY CAUSE MONOTONY,

CHANTE AVEC MOI BRING THE SYMPHONY,

Wapapapapapapapapa

Pupudupupudupupu

NOW HIT THE DANCE FLOOR,

STRIKE YOUR POSE, SO SAVE YOUR ID SHOW IT GO!

UNO DOS TRES QUARTO, SING AND THINK OKAY?

"Gue Akuin.. Alex ternyata lebih jago ngerapnya." batin Eudo.

(Silica) Kimi no oku ni nemuru

(Alex) (KEEP YOUR STYLE)

(Silica) Kioku wa tooi yume

(Alex) (KEEP A TRUE SMILE)

(Silica) Kanaeterukara

(Alex) (AH AH YEAH!)

(Silica) Wasurenaide ai DEE (ID)

(Alex) (ID PARTY SHOW AND PARTY)

(Silica) Saegiru BUURU (BLUE) no kabe

Fukitogasu oto no kaze

Saa koko kara tori modosou ai DEE (ID)

(Alex) ID, ID YEAH, Kimi no oku ni nemuru kioku wa tooi yume..

(Silica) Uhouo.. Nananananananaana~ Yea, Yea..

(Both)Natsukashii kyou no te

Kanjita mahou no hane

Sono omoi ga

(Silica) kimi dake no ai DEE (ID) Yeah...

"Keren! Keren!" (Ethan)

"Duetnya Keren banget!" (Sandra)

"Serasi Oi!" (Eris)

"Makasih, Siapa selanjutnya.. Dapetnya solo.." kata Silica.

"Lagunya apa?"

"Emm... Oh ini dia, Tsumi No Namae (The Name of Sin)." sontak pada berebutan semua mau nyoba nyanyinya katena itu lagu baru.

"Undi! Undi!"

Botol diputar dan jatohnya ke... Eudo!

"Yes! Ok gue naek ya!" ujar Eudo dengan nada senang sementara yang lain hanya bisa manyun karenaa nggak sempet nyoba lagu baru.

Unmei no megamisama ga me wo tometa

"Nante kawaii akanbo da koto

Sou da wa! ano ko ni mahou wo kakete asobimashou"

Kubonda ryoume yasegisu na karada

Watashi wo mireba dare mo ga iu no desu

"Bakemono! Omae wa onaji ningen ja nai n da yo" to

Kanashii nante omowanai datte

Omoeba hora mata namida ga afurete kuru wa

Moshimo negai ga hitotsu kanau nara

Sekai de tatta hitori dake no tomodachi wo

Ikiru koto wa subarashii koto

Sonna fuu ni watashi mo omotte mitai

"Nezumi wa nande kirawareru no deshou?"

Karera wa waratte "kitanai kara darou"

Sore nara kotaete, me no mienai boku no tame ni

"Mite minu furi ni rifujin na sabetsu

Sore tte nezumi to dotchi ga kitanai?"

Atozusaru karera ni tsuzukete iu n da

"Nidoto suru na!"

Ureshii no ni naze deshou ka datte

Namida hora yappari afurete kuru no desu

Moshimo naritai mono ni nareru nara

Anata no mae de wa futsuu no onnanoko ni

Omou hodo ni mune ga kurushii

Doushite watashi wa watashi na no desu ka?

Kimi wa yasashii onnanoko

Na noni itsumo jibun wo semeru

Nagusamete agetai kimi o

Sou da koko ni saita hana wo kimi ni ageyou

Sore wa migoto na shiroi yuri no hana

Sotto kimi no chikaku ni oite iku yo

Unmei no megamisama wa ijiwaru da

"Minikui ano ko wo mitara donna kao

Suru n deshou, mimono ne"

Me yo naore to mahou wo kakeru

Hana wa kuroku yami no you ni somaru

Sore wa fukitsu na kuroi yuri no hana

"Omae ni kare kara okurimono da sora hiroinasai"

Aa kore wa kitto batsu desu datte

watashi ga mi no hodo shirazu ni koi wo shita kara

Isso shinde shimaeba ii no deshou

Anata wa sakebu

"Nakanai de, boku ga zutto shinu made soba ni iru. dakara sa

Kyou kara kimi wa futsuu no onnanoko sa"

Sore ni mi na yo?

Akumu no you na mahou wa hora

Toketa mitai

"Entahlah.. Tapi, lagu ini kayaknya lebih pantes dinyanyiin sama Ibu gue atau kakek dari ibu gue deh.." gumam Rei datar.

"Emangnya kenapa?" tanya Eudo yang selesai nyanyi. "Oh iye, itu siapa yang mau nyanyi! Gue pilihin lagunya 'Stranger'."

"Ya.. Abisnyakan.. Ayah ibu gue terus kakek ayah dan kakek ibu gue itukan.. Hitam, Putih."

Eudo hanya ber-oh- ria.

~Foto~ (Sandra, Amelia)

"Dek, Dek! Tolong bilang ke tukang foto buat nge-print nih foto jadi 3x4." kata Amelia sambil menunjukan sebuah foro ke Sandra.

"3x4 ya? Ok kak!" kemudian, Sandra langsung ngacir keluar.

Beberapa saat kemudian..

"Duh! Kok dia ngeprint foto lama amat sih!" gumam Amelia.

"Halo kak! Maaf lama, ini fotonya!"

"Waduh!!"

Kemudian, Amelia nyungsep dengan tidak Elitenya dilantai ditabrak sama Foto dirinya yang berukuran 3x4 meter.

"Gimana ka?"

"Aduh! Maksud kakak itu ukuran pas foto bukan 3x4 meter!"

~Lampu~ (Marisa, Revan)

"Marisa! Lampu kamar kita mati! Tolong ambilin persediaan lampu digudang dong!" perintah Revan.

"Tapi, kak! Persediaan lampunya lagi kosong! Harus tunggu besok dulu!"

"Ah! Udah! Pokoknya apaan aja mau ada kek, harus beli kek, yang penting lampu dan kamar kita terang lagi." terka Revan sambil mendorong adiknya keluar.

Beberapa saat kemudian...

"Gimana kak! Udah puaskan, terang pula!"

"Iya sih, tapi nggak gini juga kalee!"

Sebuah lampu penerang jalanan menerobos jendela dikamar Revan dan marisa..

"Yang penting lampukan?"

"Iya sih! Cuman jangan sampe jebolin kamar kita pake lampu penerang jalanan juga!"

~Maling~ (Alex, Hato feat Vience, Rilen dan Teiron.)

"Hmm.. Baunya enak, ku taruh dijendela dulu deh biar agak ademan ntar tinggal dimasukin kulkas deh biar tambah mantep." gumam Alex setelah selesai memanggang cupcake dan dikasih krim dan topping diatasnya.

Dia menaruh kue itu di Jendela tanpa tau akibat dari jika menaruh kue tersebut di jendela yang terbuka lebar. Kemudian, seseorang muncul dan mengintip dari jauh.

"Enak banget bau cupcakenya buatan Alex, comot ah mumpung orangnya pergi.. Hehe." ujar Teiron (yang kebetulan lewat) sambil mengendap-endap dan mengambil tiga dari delapan cupcake buatan Alex dan dibawa kabur ke markas dia.

"Loh! Kok tinggal lima! Hm.. Siapa yang ngambil ya.. Hato nggak mungkin dia nggak suka kue, semuanya lagi sibuk sendiri, pasti ada orang yang lewat dan ngambil nih." gumam Alex, kemudian dia memanggil Hatori yang kebetulan lagi tidur di dapur dengan selimutnya dilantai.

"Hato! Sini sebentar!"

"Hnn.. Hoam! Apa woof!"

"Kamu boleh cium ini dulu nggak ada yang ngambil soalnya." kata Alex sambol menyodorkan nampan cupcakenya.

"Boleh, asal kasih aku tulang ya nanti.."

"Iya, iya.."

Beberapa saat kemudian..

"Alex tumben dan... Lu bawa si Hato!" kata Vience ketika melihat Alex dan Hatori datang ke markas Garuchan Squad bawa sebutir cupcake.

Alex membisikan sesuatu ke telingan Vience dan Hato bersembunyi di semak-semak.

"Teiron! Sini deh!" panggil Vience.

"Ada apa?"

"Nih! Alex pengen ngasih lu cupcake, pasti lu bakal suka." kata Vience, tapi Teiron malah menolaknya. "Maaf.. Gue udah kenyang."

"Tumben.. Biasanya biarpun udah makan biarpun ngeliat cupcapke langsung nyamperin.. Hmm.. Oh iya, kamu tau rasa cupcake gue ini apa?" goda Alex, Teiron malah makin panik dan ngucurin keringat sederas air terjun (banjir oi) "Ngg..Nggak.. tau.. Kok!"

"Oh.. Hoho, Vience.. Iket dia!"

"Oke Lex.."

Brak! Bletak! Syunngg! Krauk! Gompryang!

"Ada apa ini? Kok Teiron diiket?" tanya Bibi Rilen yang tiba-tiba datang dan melihat keponakannya diiket di bangku.

"Jadi gini, dia ini habis mencuri tiga buah cupcakeku, trus aku introgasi dia dan ternyata memang dia yang mengambil dan ada buktinya karena Hato-kun mencium bau dia di nampan kueku." jelas Alex.

"Yaampun.. Teiron! Siapa yang ngajarin kamu mencuri! Itu tidak baik!" ucap Bibi Rilen sembari menjewer telinga kanan Teiron.

"Aduh! Maafkan aku! Aku janji nggak bakal mencuri lagi."

"Sebagai hukumannya, kamu nggak boleh makan cupcake satu bulan! Stok punyamu juga bibi buang semua!"

"Ahh! Jangan!"

Tiba-tiba mata Teiron ditutup oleh seseorang dari belakang..

"Nah! Sebagai hadiah kamu telah jujur, coba tebak siapa dibelakangmu itu." kata Bibi Rilen.

"Hmm.. Siapa ya? Emm.. Mita bukan?"

"Salah.."

"Lisa?"

"Salah!"

"Andre?"

"Masih salah~"

"Teira?".

"Sekalian aja semua orang dari fic sebelah lu sebutin!" kata Vience sebal.

"Lah terus siapa nih!?"

Mata dia dibuka dan dia malah dipeluk dari belakang, dan orangnya adalah...

"Akhirnya, bisa meluk Teiron, woof!"

"HYAAAAAAAAHHH!! LEPASIN!"

"Nah sebagai hadiahnya kamu harus maen sama Hato satu hari, besok." ucap Bibi Rilen sambil tersenyum kearah Teiron dan Hatori.

"Yee~ Teiron besok kita maen bareng~"

"Nggak! Nggak mau!"

The end dengan absurdnya =w="

Fun Fact :

1. Hitam, Putih... maksudnya gini.. Takano sama Harada itu kekuatannya rata-rata dark sementara, Yuki sama Hikaru kekuatannya rata-rata Cahaya.

2. Alex emang jago ngerap, bukan rape ya :v *dibakar

3. Arkhaly Mountain, itu bagian dari Raccoon city. Sementara, spener mansion itu tempat kejadian di Resident evil 1. (memang juga di Arkhaly mountain sih, tapi si Red udah nyebut Raccon city duluan.)

4.Las plagas itu parasit bukan virus.

5.Revan jadi malu karena pas adegan terakhir dia sama Rone ngebentuk hati pas lyric terakhir pake salah satu tangan mereka kemudian disatuin dan jadi bentuk hati. kemudian, Si Rone juga sempet meluk Revan pas lagi bentuk Hati.

6. Last Boss yang namanya Alex wesker adalah Resident evil Revelation 2, dan itu perempuan :v

7. Alex sama Silica saling suka, cuman malu-malu kucing jika dideketin.