Up Chapter 12

balas Revievv :

Padahal itu aku nulis juga nggak kepikiran loh iseng-iseng aja.

Red : Untung Hato itu anjing jenis Husky yang gampang berteman dengan siapa saja, kalau bukan mungkin dia bisa galak banget ke semua orang. -w-'

Marisa : Oh iya, Hato mana? kok ilang.

Red : Mungkin jangan dibahas dulu, dia belum mau pulang jika blom bisa maen sama Teiron.

Marisa : Kasihan.. ._.

Thx!

Happy Tree Friends eh.. happy Reading :v/

Chapter 12 : Everybody Big Brother story

~Jung : Balada Roti Sobek~

Jung baru pulang dari supermarket beli cemilan buat kedua adik perempuannya yang kebetulan sedang berkunjung ke markas dengan alesan kangen.

"Hei, ini.. Oppa belikan camilan buat kalian berdua." kemdian, Jung mulai mengeluarkan berbagai macam snack mulai dari susu kotak, makanan ringan, keripik, dan sebuah roti sobek untuk kedua adiknya itu. "yeay! Terima kasih Oppa!"

selanjutnya mereka hanya menonton dramaa korea saja, tapi kemudian Yon Jo pergi ke toilet sebentar dan saat sudah kembali dari toilet entah kenapa dia jadi bersemangat sekali.

"Yong Ji! Cepet ikut aku!"

"mwoya? (Ada Apa?)"

"Roti Sobek! ayo cepet ntar keburu selesai orangnya?"

"Ok! Oppa tunggu sebentar ya!"

Kemudian kedua adiknya keluar dari kamar dengan terburu-buruterburu-buru, yang membuat Jung penasaran adalah kenapa sebuah roti sobek dapat membuat kedua adiknya begitu gembira. Akhirnya dia mengikuti kedua adiknya dengan skill Stealth-nya dan sampai di..

"Inikan... tempat latihannya keluarga Kamiyama.. apa hubungannya dengan roti sobek." batinnya kemudian, dia melihat kedua adiknya sedang mengintip dari pintu sambil bebisik...

"Ih iya! keren banget!"

"Ahh~ keren banget sih!"

"Hmm..." kemudian Jung ikutan ngintip dan melihat...

"Oi Red! ngomong-ngomong ntar lu mau ngedate sana Revan ya?" tanya Rone yang kebetulan bajunya sedang dilepas dan ditaruh pinggang.

"Iya, lu mau ikut, ikut aja.. lu mah masih gue izinin karena lu itu adalah gue." jawab Red yang sama nggak pake baju juga.

"Ok, ntar abis bilasan langsung skuy~"

"Anjirt! jadi maksud mereka 'Roti sobek' itu badan Sixpack toh.." batin Jung baru ngeh sekarang.

~Ars : Problematika senjata laser strider.~

"Kak Ars! pinjem senjata lasernya aku mau cobain." pinta Andre sambil memohon dengan puppy eyes.

"Nggak! ini bahaya tau!" tolak Ars ketika dia sedang mengelap senjata lasernya itu. "Sebentar, kakak mau ke toilet dulu."

Andre hanya bisa ngedumel tapi kemudian dia diam-diam mengambil senjata kakaknya itu dan dibawa keluar markas. "hihi.. kak Ars pinjem sebentar ya."

Beberapa saat kemudian..

"Loh! mana senjataku! wah, sialan Andre mengambilnya saat aku ke toilet." batin Ars, tak lama dia mendengar suara teriakan seseorang. "Kak Ars! Huwaaa! Tolong!!"

"Suara itu-!" Ars segera lari keluar dan menemukan Andre hampir terjatuh dilubang bekas tembakan mesin itu.

Ars sontak menolong adiknya itu, tapi saat berhasil diselamatkan Andre selain mendapat sebuah pelukan dari Ara juga mendapatkan sebuh jitakan keras dikepalanya.

"YOU LIL' BAST*RD! LOOK WHAT HAVE YOU DONE!!"

"I'm sorry, i'll not do that again."

"HMPH! 'KAY, BUT IF YOU DO THAT AGAIN! I'LL LOCK YOU IN THE GARAGE! YA' HEAR ME!"

"Yes, Big Bro.."

"Hei, apa yang- Huwaaaa!!!" (kayaknya ini suara orang yang jatoh ke drop zone deh -w-a)

~Rei : Stalking Brother~

Cerita ini adalah pengalaman saat Red belom sempet ketemu Rone, masih PDKT-in Revan (sebenernya sih mau ditembak hari ini juga :v), Hato masih jadi Anjing.

5 oktober tahun xxxx

"Hey.. Rev, kamu.. mau jalan-jalan nggak sama aku?" tanya Red.

"Hmm.. karena gue lagi nggabut ok deh, mau kemana emangnya."

"Hmm... Kebun Binatang mau nggak?"

"BonBin? Bukan, Warnetkan?" tanya Revan.

"Hah? Warnet? Maksudnya?" tanya balik Red.

"Em... lupakan.."

"Yaudah, jalan yuk. Dan juga aku harus bawa si Hato jalan-jalan nih." kata Red sambil mengeluarkan tali penuntut punya Hato.

Mungkin anda tau hubungan antara Warnet dan kebon binatang, kalau saya sih tau :v

"Eh.. mereka mau jalan-jalan..."

seseorang ngintipin mereka berdua lagi ngobrol.

"Hmm... ikutin ah, siapa tau bisa dapet kabar bagus nih." batin Rei kemudian, dia mengenakan pakaian lain untuk menyamar.

Beberapa saat kemudian...

"Hey~ kamu jangan kecepetan dong jalannya, Hato." kata Red sambil menahan Hato yang terlalu bersemangat.

"Woof! Woof!"

"haha, sepertinya dia terlalu bersemangat Red."

"Woof! Woof!"

Sementara seratus meter dari tempat mereka...

"hmm... hanya berjalan-jalan toh. Kayaknya nggak ada yang spesial, tapi gue tetep penasaran..." batin Rei yang mengikuti adiknya dari belakang.

Rei terus mengikuti adiknya itu mulai dari makan siang, foto bareng hewan, bahkan nunggu-in dia selesai keluar dati toilet. 'ini sih namanya berlebihan! *dibuang pake rantai

Sampai akhirnya dia ngikutin mereka duduk di tempat makan lagi buat ngemil...

"Rev, gimana udah nggak gabutkan?" tanya Red.

"Nggak kok, makasih ya udah ngajak gue kesini." ucap Revan sedikit blushing.

Red menggenggam tangan Revan dan mencium tangannya. Revan sedikit kaget dengan itu, begitu juga sama Rei yang kebetulan di meja sebelah mereka 'anehnya mereka berdua nggak sadar sama sekali.

"Rev.. aku mau ngomong sesuatu saama kamu.."

'Jangan bilang kalau-'

"Mau nggak kamu jadi pacarku?"

Krak!

Rei nggak sengaja matahin sendok buat nyendok es krim dia karena kaget setengah sekarat pas tau adeknya nembak laki-laki.

Biarpun dia udah tau sih kalau Red suka sama Revan, tapi awalnya dia kira itu bercanda ternyata beneran coeg. Dan sekarang dia bukan hanya ngintilin adeknya jalan-jalan, melainkan dengerin adeknya nembak coy!

"Iya... Tapi, bukan berarti gue su.. suka sama lu ya, Hmph!"

"Iya kok, aku juga sayang sama kamu."

Udah! dia perlu pulang sekarang daripada jadi obat nyamuk adeknya. Pas dia muter balik dia ngeliat...

Red ciuman sama Revan!! Seketika dia langsung ambruk ditempat.

"Hoi! Eh... Aniki! bangun!!" Teriak Red pas tau orang yang pingsan adalah Rei.

~Revan : My Big Brother Diary~

(Marisa P.O.V)

"Jadi aku harus sekamar sama kakak nih?" tanyaku sambil melihat-lihat kamar kakakku yang sebenarnya nggak terlalu luas, tapi muat untuk dua orang.

"Yap, dan jangan diberantakin ya, oh ya... sebentar ada urusan sama bocah gede ngeselin itu!" kemudian, dia keluar tanpa menoleh kebelakang lagi. Aku hanya menghelakan nafas saja, baru dateng ke tempat kakak udah dikasih hal-hal yang aneh aja. Kayak tadi, ketemu pria buta, terus kakak kabur dari markas karena dikerjain sama orang yang namanya Red sama Rone itu.

Emangnya, mereka siapa sih! kok bisa bikin kakakku kayak gitu. Terus kok kakak kayaknya malah deket sama mereka ya aneh.

Aku merapihkan bajuku dan memasukannya ke lemari yang ada. Sembari menunggu kakak aku melihat-lihat mejanya. Ada beberapa foto diriku, ayah, dan ibu juga, tapi entah kenapa ada foto si Red dan Rone juga bersama dirinya. Apa mereka spesial bagi kakakku? Tapikan mereka malah bikin kakak nangis tadi Heeh~

Aku melihat sebuah buku nota kecil dilacinya, sepertinya ini catatan dia. Karena penasaran aku membukanya dan membacanya, ternyata ini buku hariannya... Hmm~

Tanggal 4 oktober tahun X

Hee~, capeknya hari ini, apalagi setelah latihan menembak di tempat biasa, rasanya aku ingin beristirahat full besok tanpa gangguan dari siapapun. Bahkan dari si ngeselin itu.

Tanggal 5 Oktober Tahun X

Ok, ini hari terbaik dalam hidupku, selain dia mengajakku jalan-jalan hari ini dia juga melakukan hal yang terduga. Dia mengungkapkan perasaanya dia hadapanku dan aku menerimanya biarpun sifat dalamku keluar seperti biasa kalau dia merayuku, bukan cuman itu saja dia juga menciumku! Ah~ hatiku senang sekali, tapi kejadian tidak terduga terjadi karena kakaknya Red, Rei. Tiba-tiba pingsan di belakang kami, sepertinya dia mengikuti kami berdua sampai sore itu hehe...

"Se.. seriusan! jadi Red itu.. Pacar kakakku!?" sontak aku kaget setengah hidup. Aku langsung mencari halaman lainnya dan membacanya.

Tanggal 30 Maret Tahun X

Wah, ada peristiwa tidak biasa hari ini. Seseorang datang ke markas sebagai anggota baru, terlihat biasa, memang. Tapi, yang tidak biasanya itu adalah dia itu dopplegangger Red! iya! Kembaran dirinya! Untung Ibu memberi tau untuk kami semua memanggilnya Rone, karena nama mereka berdua benar-benar sama. Malamnya, setelah makan malam, mereka berdua melakukan hal yang mengejutkan... mereka menciumku bergantian di depan semua orang! Sontak aku kaget dan lari keliling lapangan sambil berteriak!

"Marisa, kau harus- APA YANG KAU LAKUKAN SIMPAN ITU!!" Kakak tiba-tiba muncul tanpa mengetok pintu sama sekali, aku kaget dan dia langsung berteriak karena aku ketahuan membaca Diary miliknya.

"A.. maaf kak! aku hanya penasaran melihat sebuah buku dilacimuakak tiba-tiba muncul tanpa mengetok pintu sama sekali, aku kaget dan dia langsung berteriak karena aku ketahuan membaca Diary miliknya.

"Cepat Taruh Balik!"

~Rentarou : Kulkas~

"Ahh! Panas banget hari ini!!" sahut Takano sambil mengkipasi kepalanya.

"Ya, hari ini memang yang terpanas dari hari yang lain." kata Yuki. "Aku mau berendam saja, buluku bisa kering banget."

"Aku rasa aku mau masuk ke kulkas dan nyejukin diri didalamnya." celetuk Takano.

"Emm... Yah, soal kulkas."

"Ada apa emangnya?" tanya Takano.

"Buka saja.." jawab Yuki datar.

Takano membuka kulkas itu dan menemukan...

"Ya ampun! Lu ngapain didalem kulkas gue Bakaniki! Keluar!" perintah Takano ketika menemukan kakaknya sedang berdiam diri didalam kulkas.

"Ogah Panas!"

~Eudo : Polos~

"Kak Eu aku mau nanya sesuatu.." tanya Mita.

"Apa Mita?" kata Eudo yang sedang istirahat minum kopi.

"Rape itu apa ya?"

Bruhh!!

suasana jadi hening seketika karena Eudo menyeburkan kopi panasnya dari mulut ke gelasnya lagi.

"Hah!? Panas! Aduh! Mit, tolong tanya orang lain aja deh." kata Eudo sambil mengelap mulutnya.

"Owh, baiklah kak.."

'Adek gue kesurupan apaan ya?'

Kemudian, Eudo bangun dari duduknya dan mengambil kopinya, dia bermaksud menaruh kopinya dicucian piring sampai...

"Ayah, Apa Rape itu? Apa rape sama perkosa itu sama ya?"

Krak!

Prang!

'Anjrit dia nanya ke ayah!!'

~Romi : Phobia~

Romi sedang melihat adik perempuannya menyapu ruang tengah markas, dia melihat gitar adiknya tersender manis di tembok dekat sofa. Dia mengambilnya dan mencoba memainkannya.

'Hmm... main lagu apa ya?' pikirnya.

"Nii-chan, Calc dong." kata Mia yang bersender disamping sofa.

"Mia, udah selesai nyapunya?" tanya Romi.

"Oh iya, tapi nanti nyanyi ya Nii-chan."

Mia kembali menyapu lantai markas sementra Romi mengatur tuning gitarnya. Tiba-tiba, dia merasa ada yang melingkar di kakinya, dia melihat kebawah dan..

"Uwah! jangan melingkar di kakiku!"

"Ahh~ Romi, aku mau tidur di kaki mu, woof!" ujar Hato, kemudian tidur selonjor dengan kepalanya di paha Romi.

"Emm... baiklah." kata Romi sedikit merinding melihat Hato karena dia baru pulang rehabilitasi Cynophobianya (CMIIW)

"Romi, cobalah usap kepalanya... " bisik Yuki.

"B.. baiklah..."

Romi mengusap kepala Hato yang tidur di paha dia pelan-pelan. "Sepertinya tidak terlalu buruk."

"Benarkan, coba usap bagian belakang telingan anjingnya."

Romi mengusap telingan Hato-kun dan sepertinya dia tambah keenakan. "Teruskan woof!"

"Kau menyukainya?"

"woof! teruskan disitu!"

Romi terus memainkan telinga Hato-kun sampai...

"Woof! Woof!"

"Uwah! Hentikan!!"

Sebuah Jilatan wajah langsung disodorkan oleh Hato ke Romi. Bagaimana dengan Romi?

Tenang dia hanya pingsan karena kaget kok :V

The End dengan gajenya :v

Bonus :

"Hnn.. Eh?" gumam Lectro ketika dia bangun dan melihat seseorang tidur dikasurnya.

Dia mencoba bangun tapi, pinggangnya sakit sekali. Kemudian, dia mencoba mengingat apa yang dilakukan dirinya semalam karena dirinya agak mabuk.

"Hmm... Coba ku ingat dulu... Aku mabuk ditolong Hato dan..."

"Iya, Hato teruskan.. uwah!""Anjirt! nggak mungkinkan!?" batinnya.

Dia mengambil bajunya tapi, ketika dia ingin memakainya...

Srut..

"Hmm... mau kemana Woof?"

"Pa.. pagi Hato.."

"Pagi, Lectwoof!"

"Le.. lepaskan aku, aku mau keluar dulu ya..."

"Nggak.. kita akan menghabiskan hari ini diranjang seharian.."

"Uwah! Hat- Mmph"

Sreeeekkk!!!

"Ehh! Rai-Sensei kenapa di sobek?" tanya Iris dengan muka polosnya.

"Iris! Sialan kau!"

"Ehh!! apa salahku ya, hahaha!!" kata Iris kabur menghindari amukan dan Lemparan petir Lectro yang ditujukan ke dia.

"Hei! Jangan Lari kau! dasar Fujo Lucknut! Beraninya ngepairing orang!!" Teriak Lectro, yang sudah jadi korban Pairing Iris sebanyak tiga kali.

Note :

Soal Romi, dia hanya gantiin Mia yang sekarang jadi ditaro di job Rockstar doang kok :v

Bio :

Romiandro Nootoo, 24 tahun, 183 cm, 75 kg, Butler (Maid Ver. lakinya maksudnya :v), ultah 20 april. Kakak Tirinya Mia, masih dalam masa penyembuhan cynophobia akut tapi sekarang sudah bisa berinteraksi dengan anjing, kecuali dikejar dan dijilat jadi jangan harap suruh main 'lempar tangkap' sama dia.

Soal lectro hadi korban Iris tiga kali ini dia Pairnya :v

1. Eris

2. Eudo

3. Hato