Balas Revievv :
Hmm... sepertinya seseorang sedang kehabisan ide nih :V
Mia : Setidaknya Nii-chan phobianya nggak terlalu kayak freak banget sama anjing.
Romi : yah, tapi masih bikin jantunga- anjir menjauh dari gue!
Bugh!
Hato : Ternyata Rowoof nggak sama aku hueee!!
Eudo : Rom.. sepertinya lu harus cepet minta maaf ke Hato sekarang juga.
Romi : kenapa?
Red : MANA YANG NAMANYA ROMI HAH!! SINI LU, GUE BACOK KARENA BERANI BIKIN HATO SEDIH!!
Eudo : Buruan cabut sana! Save your Soul!
Thx!
Happy rendang eh.. happy reading :v
Chapter 13 : Phobia 'nggak semuanya sih karena Takano sama Yuki hampir nggak takut apa apa :v
~Red dan Rone : Coulrophobia 'takut badut'~
Suatu hari, para anggota squad sedang berlibur di taman bermain, mereka asik bermain dan foto-foto. Terutama, sama badut taman bermainnya. Kecuali dua orang yang nggak foto sama sekali.. Red sama Rone.
Saat mereka pulang dari taman bermain dan mencetak foto dan keluar hasilnya..
"Red? Rone? tumben biasanya lu kalau di ajak foto malah seneng, tapi ini lu di ajak foto sama badut nggak mau?" tanya Eris ketika melihat beberapa foto mereka.
"E.. Ya suka-suka kita dong.. mau foto apa nggak sama badutnya.." jawab Red agak gugup.
"Iya, e.. emangnya masalah gitu!" ucap Rone sewot.
"Yakin.. ah.." ujar Eris dengan tampang skeptis.
"Oi Red, Rone... Di belakang lu ada badut tuh! bawa piso pula!" Teriak Eris sambil menunjuk ke arah belakang.
"HYAAA!! MANA! eh... Sialan lu!"
"Beraninya nipu kita berdua!"
Tiba-tiba, pundak mereka berdua di tepuk dari belakang dan ketika mereka menengok kebelakamg ada seseorang yang memakai kostum badut di belakang mereka.
1 detik..
"GYAAAAAAHHH!! MENJAUH DARI GUE!!"
Alhasil mereka berdua langsung ngibrit ke kamar mereka. Dan pintunya dibanting sama mereka berdua...
"Sekarang kita tau, kelemahan Red sama Rone setelah Revan..." gumam Eris dan Ethan yang memakai kostum badut barusan.
~Revan : Ceraunophobia 'takut guntur'~
ketika suasana sedang hujan di luar, biasanya anak-anak menyusun kegiatan lain misalnya, main kotak pos, ToD, dll
kecuali jika hujan di luar markas terbilang sangat lah deras dan juga ada petir yang menyambar di tambah suara gunturnya yang keras, pasti satu markas bakal kelabakan nyariin satu orang karena...
"Revan! Revan! kamu jangan ngumpet dong yank!" panggil Red yang lagi nyariin Revan karena dia tau kalau Revan itu takut sama suara gunturnya setiap hujan deras.
"Revan? Where're you!?" Teriak Alex.
"Kak Revan!! kakak dimana?" teriak Marisa.
kalau sudah begini mereka pasti bakal kelabakan nyariin Revan sampe ketemu, anehnya pas hujan berhenti Revan muncul entah dari mana..
"Re-chan! kamu kemana aja? aku khawatir nih!" kata Red sambil meluk Revan.
"Kasih tau nggak ye!"
'Sebenernya sih... gue abis ngumpet dibelakang kloset terus pergi ke basment deh biar nggak kedengeran.' batin Revan.
yang jadi pertanyaan adalah...
Kenapa Revan bisa temenan bahkan sohib-an sama Thundy yang elementnya Petir dan dia juga nggak takut sama Mita yang berelemen petir... Ini masih menjadi sebuah misteri.
~Andre : Claustrophobia 'takut tempat tertutup~
"Andre, tolong ambilkan kakak, sebuah mur di gudang!" perintah Alex ketika dia sedang membetulkan sebuah alat yang dia rancang.
"Baik kak..."
Andre masuk ke gudang dan mencari sebuah mur di kotak perkakas, sementara itu di luar ruangan...
"Hemmh... pasti kebiasaan Alex deh, lupa nutup dan ngunci gudangnya lagi..." gumam Yuki yang melihat pintu gudang lebar menganga.
"Kalau ada pencuri awas saja dia.." kemudian dia menutup rapat pintu gudang dan juga dikunci dari luar, dia nggak tau kalau di dalam gudang sedang ada Andre.
Brak!
"Eh! kok! aduh ada yang ngunciin dari luar nih!" batin Andre panik ketika dia melihat pintu gudang di tutup dan ketika dia ingin membuka pintunya ternyata di kunci dari luar... Dan kunci Alex itu tadi nyantel di luar.
"HUEEE!! SIAPA SAJA!! BUKAIN!! HUEEEE!!" Andre mulai nggak ngerasa nyaman dan nangis ketika nggak ada jawaban sama sekali. Di tambah tiba-tiba mati lampu satu markas... Hayoloh.
Sementara itu...
"Heeh... kemana bocah itu masa udah hampir setengah jam nggak balik dari gudang, di tambah mati lampu lagi." keluh Alex, ketika dia membuka pintu dia melihat Yuki sedang membawakan sesuatu.
"Alex! Ibu sudah berapa kali bilang! Jangan ninggalin kunci di pintu gudang, dan juga pintu gudang juga jangan di buka lebar-lebar!" ucap Yuki.
Alex langsung kicep ketika melihat kunci yang dipengang sama Yuki.
"I.. ibu ngunci gudang ya?"
"Iyalah!"
"IBU! DI GUDANG ADA ANDRE!!"
"Ya amapun, serius? Alex.. Ibu minta maaf."
"Sudah nanti saja, yang penting dia harus keluar dulu! Dia pasti udah nangis kejer-kejer sekarang."
Kemudian, mereka lari ke gudang dan bukain pintunya. Tentu saja, dengan Andre yang sudah menangis keras-keras kayak balita kalo di isengin sampe nangis. 'Jujur itu bikin kagak enak banget dengerin tangisan anak balita (-_- ") *pengalaman di KLR kalo pulang sekolah
~Romi : Cynophobia 'takut anjing.
Seorang pria berambut purang tiba di markas squad Reha menggunakan mobil, dia keluar mobil itu dengan tampang yang bisa dibilang... yah... em.. keren.(?)
Dia masuk ke markas, tapi naas wajahnya langsung mendapat siraman air dingin dari Amelia yang bermaksud menyiram Adiknya karena kesal di gangguin.
"Aduh, maaf, aku tidak sengaja!"
"ya tak apa kok." ucao pria tersebut dan melepaskan kaca mata hitamnya.
"Hehe kak, nggak ke- Romi! Lu udah balik!" teriak Sandra.
"Yap, gue udah balik, karena masa Rehabilitasi gue udah selesai dan gue udah agak mendingan sekarang." ucap Romi sambil mengusap kepala belakangnya.
"Kenapa nggak ngasih kabar! kita jadinya nggak bisa buat pesta penyambutan buat lu!?" Tanya Amelia.
"Hehe, biar supries dong."
"Wah, wah, sepertinya ada yang baru pulang nih." kata Eudo, di ikuti sama Lectro, dan di templok sama Mita.
"Nyo ai! eh, ini yang nemplokin elo siapa do?" tanya Romi yang melihat Mita di belakang Eudo.
"Oh, ini adek gue, Mita."
"Eeh~ ternyata lu punya adek lagi toh, kenalin nama kakak, Romi. Senang melihatmu." kata Romi.
"Emm... Ya, salam kenal." balas Mita agak sedikit gugup.
"Ngomong-ngomong Tro, disini ada anggota baru lagi nggak?" tanya Romi.
"Ada, pertama kita ada dua bersudara lagi Alex sama Andre, trus ada adek cewennya Revan, dan ada yang baru lagi sih... cuman kayaknya lu blom bisa ketemu dia, alesannya bakal panjang kalo di jelasin." jawab Lectro.
Romi pun hanya ber-oh- ria.
"Yo, semua! Wah, sepertinya ada yang sudah pulang nih!" ucap Red dan Rone bersamaan dan merangkul Romi dari belakang.
"Ya begitulah, eh... lu gimana kabarnya Red?" tanya Romi dan menengok ke samping.
"Baik, kok mas." jawab Rone.
"Loh, kenapa ada dua Red ya?"
"Hehe, kenalin gue doppleganggernya Red, panggil gue Rone." kata Rone.
Romi hanya mengangguk dan melepaskan rangkulan dua orang tersebut.
"Well, yang lebih pentingnya lagi lu udah nggak di tempel sama hehhh! anak anjing itu!" ujar Romi yang agak merinding.
"Yah, karena dia sudah terlatih sekarang dan juga... pastinya sudah besar." kata Red dan melipat kedua tangannya itu.
"Hiih! masih ada dia dimarkas ini!" ucap Romi yang agak merinding.
"Yah, dan sekarang kamu coba ke halaman belakang kosong kok nggak ada dia." ujar Sandra.
Romi nyoba ke halaman belakang dan kosong nggam ada apa-apa bahkan rumah anjing milik Hato pun sudah nggak ada.
"Aneh, bukannya Red bilang masih di rawat tapi kok nggak ada sama sekali ya?" batinnya ketika melihat halaman belakang yang kosong.
Tiba-tiba dia dipeluk dari belakang sontak dia kaget, dan menengok siapa yang memeluknya.
"Hnn... Romi, sudah pulang ternyata, aku senang sekali."
"Oi! Siapa kau! dan kenapa kau tau namaku! lepaskan aku!" bentaknya ketika dia dipeluk dari belakang oleh seorang pria berambut silver yang dia tidak kenal sama sekali.
"Romu, apa kamu melupakan ku woof!" Entah kenapa setelah pria itu menyalak ke dirinya dia jadi merinding disko...
"J...J...Jangan bilang kalau... kau.. itu... H..H..H.Hhaaatttto!"
"Woof! Benar! Ternyata kamu masih ingat aku, Woof!" ucap Hato, kemudian menjilat pipi kanan Romi.
"HIII!! MENJAUH DARIKU!! ARGH!! BERANINYA KAU MENJILATKU!!" Teriak Romi, kemudian dia menyikut perut Hato dan memukul mukanya..
Bugh! Bugh!
"Hiks, Ternyata Rowoof masih membenciku! Huaaa! Sakit! Huaa!!" ujar Hato, kemudian dia lari entah kemana keluar markas.
"His! Sialan! Masih berani menjilat!" grutu Romi, tapu sepertinya dia merasakan sebuah tusukan bertubi-tubi dari punggungnya.
Dia menengok kebelakang dan langsung panik karena melihat...
Dia sendirian dan Red dan Rone menatap tajam kearah dirinya disertain dengan aura hitam gelap nan pekat dari belakang diri mereka...
"ROOOOMMMIIII! TEEMEERAA!!"
"RRRRREEEDDD, RRRRRROOOONNNEEE!? HUWAAA!! MAAFIN GUE!"
"KAU HARUS MATI..."
"MATI, MATI, MATI, MATI, MATI, MATI, MATI..." kata Red sambil menyeret Senjatanya dan Rone menyeret tubuh Romi yang di ikat dengan nada yang berat.
Romi langsung panik dan meminta tolong ke siapapun, sementara itu, para anggota yang lainnya hanya bisa menjauh sambil mengangkat papan yang bertuliskan berjuanglah, semoga masih hidup. Bahkan ketika dia melihat Revan. Revan hanya bisa ngibrit ketakutan melihat Red sama Rone lagi mode ngamuknya. Terpaksa dia hanya pasrah, ketika mencapai bagian dalama kamar Red dan pintunya di tutup.
Dan adegan selanjutnya sangatlah tidak lulus sensor karena yang bersangkutan sedang di eksekusi sama Red dan Rone.
Note :
Jangan sekali-kali menyakiti Hato jika nggak mau di eksekusi sama Red.
Di ruang Farmasi...
"Haduh.. makanya kak, kan udah pernah kejadian harusnya jangan di ulang lagi." kata Mia yang melihat kakaknya diperban kayak mumi setelah di eksekusi sama Red dan Rone sampai bonyok kayak kue (?)
"Ya tapi Mi... Eh... Enggak." balas Romi tapi, terpotong karena dia masih diawasi sama Red dan Rone yang bawa sebuah boneka kutukan yang di tempelin foto dia, bahkan ada yang udah nyantel disebelah, diatas, disamping, dibawah, didepan, bahkan sampai di seluruh kamar dia.
~Amelia : Acrophobia 'takut ketinggian.~
Ketuka para anak perempuan ke mall buat belanja 'keperluan penting' mereka selalu bercanda-canda, kecuali saat ingin naik ke lantai berikutnya...
"Ayo, ke food court laper nih!" Ajal Maya.
"Ok, naek lift ya." kata Amelia.
"Eskalator aja, cuman 5 lantai doang kok nggak kayak di citadel, yang sampai 60 lantai" sanggah Marisa.
"itukan pake magic circle soalnya, jadikan tinggal terbang doang." balas Sandra.
"Udahlah ayo, cepetan lapar nih!" kata Mia, yang sudah kelaparan setelah belanja bareng.
Mereka langsung ke lift mall sayangnya ternyata liftnya sedang diperbaiki jadinya terpaksa naik eskalator. Setelah selesai makan mereka langsung beranjak pergi tapi ada hal yang menghalangi..
"Kalian duluan aja, gue paling belakang." kata Amelia agak gemetar ketika kau turun lewat eskalator.
"Oh Ok, ati-ati ya ntar kesandung trus jatoh dari atas Syyuutttt! Brak Mati dibawah!"
Buak!
Sebuah Tas belanja langsung dihantam ke muka Maya. Orang yang bersangkutan hanya bisa meringis kesakitan setelah dihantam tas belanja yang berisi... dus sepatu.
"Bisa nggak nakutin gue nggak! gue lagi 'dapet' bawaannya mau marah nih!" bentak Amelia.
"Maaf mba, ok pegangan ya."
Akhirnya mereka turun pake eskalator biarpun selalu diselingin sama ucapan yang sama terus-menerus dari Amelia.
"Jangan liat kebawah, jangan liat kesamping..."
~Arachnophobia : Silica 'takut laba-laba~ (Sebenernya Mia juga, tapi ini lebih fokus ke Silica aja)
"Hei kalian berdua, lihat video ini!" seru Eudo yang menunjuka sebuah video yang belum diputar ke Mia dan Silica yang sedang asik baca buku. 'Wah, video apaan tuh v*kep ya :v *di basoka sama Eudo.
"Video apaan ka?" tanya Silica.
"Udah liat aja."
kemudian, Eudo memulai video tersebut. Awalnya hanya ada orang sedang memotret sebuah jam dinding saja sampai...
"Kyaaaaaaa!! Apaan Itu! Gede banget Laba-labanya!! Udah ah kak Eu stop videonya! serem tau!" Kata Siluca yang panik ketika melihat seekor laba-laba raksasa dan mempunyai kaki panjang sedang nangkrik di jam dinding itu.
"Ayo dong, tonton sampe abis." goda Eudo.
"Nggak akan Ihhh!!"
Silica langsung lati ke pintu dan nggak sengaja nabrak Alex yang baru masuk ke ruang baca...
~Melissophobia : Eudo 'takut lebah (Sambungan dari yang sebelumnya.)
"Ah.. Maaf Lex, Ih! kak Eu Udahan ih!" kata Silica dan langsung ngunpet di belakang Alex.
"Ada apaan sih?" tanya Akex bingung.
"Kepo lu!"
"Kak Eu nunjukin video 'clock spider' ke aku, trus nyuruh aku nonton sampe abis." ungkap Silica yang ngumpet di belakanf Alex.
"Eudo! Lu kejam amat sih jadi kakak!"
bentak Alex.
"Emang apa Urusannya sama lu hah!!" balas Eudo.
Yah, mulai dah nih...
"Ya gue sebagai orang yang udah jadi kakak juga pengertian lah sama Adek! Lah lu malah dijailin!"
"Emang gue nggak pernah liat lu ngurung adek lu apa!!"
"Setidaknya setelah dia minta maaf gue lepasin!! Lah lu malah nyuruh nonton sampe abis nggak kasihan apa lu!!"
"Ngajak Gue Gelut Ya!!"
"Ok Siapa Takut!!" Alex langsung nunjukin sebuah foto lebah ke Eudo dan Eudo langsung diem...
1 detik..
3 detik...
5 detik...
"HYAAAA!! KENAPA HARUS ADA MAHLUK MACAM ITU SIH!!" Teriak Eudo yang menggelegar.
"Hah, makan nih foto lebah!" terka Alex yang ngedeketin foto tersebut ke muka Eudo.
Eudo yang kesal langsung mengarahkan tinjunya ke muka Alex.
"Makan tuh!"
"Oh.. Jadi kayak gitu..."
Adu Jotos tak dapat dihindari lagi sampai..
"KALIAN KALAU BERANTEM JANGAN DIDALAN MARKAS MENDING DIDALAM MIMPI KALIAN AJAAAA!!!"
BUGH!
DHHUAK!
Kepala Alex dan Eudo dibenturi lalu di banting ke lantai sama Takano yang kesal melihat kedua makhluk tersebut gelut di ruang baca. Alhasil mereka berdua pingsan dengan tidak elitenya.
~Dentophobia : Mita 'takut ke dokter gigi~
"Ada yang melihat Mita?" tanya Eudo.
"Entahlah, kenapa Do?" tanya Eris.
"Dia harus pemeriksaan gigi 6 bulan sekali, dan terakhir dia pemeriksaan katanya ada lubang di gigi gerahamnya." jawab Eudo.
"Ok, gue bantuin."
Mereka berdua langsung nyari ke seluruh penjuru markas, tapu nggak ketemu sama sekali Mitanya.
"Heeeh~ Tuh anak kemana sih!" batin Eudo.
Eris mengangguk sampai dia menoleh ke samping dan dia melihat sebuah kardus yang bergerak mencurigakan. Dia mendekati kardus itu dan membukanya..
"Eudo!! Ketemu nih Mita!!"
"Nah Hayo Mau Kemana! Ayo Sekarang Ke Dokter Gigi!" perintah Eudo sambil menyeret adiknya itu yang meronta-ronta.
"Nggak Mau! Mita Takut Dokter Gigi!" ronta Mita yang ditahan kakaknya supaya nggak lari lagi.
"Kau ini sudah 15 tahun juga! Eris bukain portal ke rumah sakit!" perintah Eudo.
"Ok Do."
Udah Segitu aja Deh :v
Note :
Buat yang sisanya gini...
Maya : katak
Ethan : Disuntik
Eris : Philiophobia (cari sendiri kalau udah tau yah... diemin aja)
Lectro : Hemathophobia (Dia ndak kuat liat darah soalnya)
Sandra : cacing
Jung : Trypophobia (Silahkan cari di google image, dijamin merinding disko :v)
Tapi, satu hal yang hampir ditakuti hampur seluruh orang di markas yaitu... 8#2-9@;8#-(2628#;73;$, 'please stand by
Hal ini bakal dibahas di chapter selaanjutnya LOL :v
