Balas Revievv :

Girl-chan 2 : Sepertinta kau benar aku merasakan hal buruk dengan kondisi Teiron nanti... -.-

Revan : hmmm... 'Ngopi tapi cangkir kopinya diangkat pake jari kaki' ternyata ada yang lebih aneh dari gue... -_-

Thx!

Happy Reading..

Chapter 14 : Yamagi ?

Musim penghujan sedang menerpa markas squad Reha yang mengakibatkan semua hewan bahkan serangga-serangga banyak keluar dari tempat persembunyiannya. Terutama, musuh utama para anggota squad, yaitu...

"Hmm... Tinggal sedikit lagi dan.. Hyaaa!! Kecoa!" teriak Andre dari dalam kamarnya.

Yap, entah kenapa sedang banyak kecoa di markas menyebabkan banyak orang menjadi jijik dengan kehadiran mahkluk tersebut. Padahal mereka ini sering membersihkan markas dengan teratur loh! Apa karena udara lembab jadi penyebabnya...

"Andre, kamu lagi ngapain? Main yuk." Ajak Mita.

"Mita awas ada kecoa!!" Seru Andre sambil menunjuk seekor kecoa yang mendekati kaki Mita.

"Hii! Kecoa!" sontak Mita langsung nagkring di kasur sama Andre.

"M..Mit, Setrum dong kecoanya." bisik Andre.

"Mending.. Kamu teleport aja, Ndre.. Aku juga takut deketinnya." balas Mita.

"Ta... Tapi, kalau dalam keadaan panik aku sering salah pakai teleport, bukannya menjauh malah mendeket."

"Lalu, ini gimana don- Hyaaa! Kecoanya naik ke kasur!!" teriak Mita yang menunjuk seekor kecoa yang ada di kaki kasur tersebut.

"Hyaaa!! Kakak tolong!"

Plak!

R.I.P Mr. Cockroach..

"Huff... Kalian nggak apa-apa?" tanya Alex.

"Iya, makasih ya kak sudah menolong kami." ucap Andre sambil memeluk Alex.

"Iya, iya, udah sana maen di luar! Kakak mau istirahat dulu"

"Ok, dah kak."

Sementara itu, di luar markas seseorang pria berdiri di depan pintu sambil membawa eh... Sebuah.. Bunket bunga (?)

Ting tong..

"Siapa?" Reha membukakan pintu kemudian, dia langsung di sodorkan bunket bunga tadi oleh pria itu. "Untukmu, aku minta maaf soal kejadian beberapa bulan kemarin."

"Ngapain lu balik lagi!! Udah sekarang lagaknya orang nyesel! Lu nggak puas apa udah bikin gue sakit hati!" omel Reha kepada pria itu.

"Tolong maafin aku, mungkin aku dulu posesif banget soal yah.. Kesukaanmu itu, cuman akhirnya aku ngerti tentang itu. Tolong maafin aku yah." ucap pria itu dengan nada menyesal sambil membungkukkan badannya.

"Heeh! Yaudah sana masuk tapi, lu blom bisa ngapa-ngapain soal maju ke arena karena job lu masih gue tahan sampe waktu yang blom bisa di tentukan!" kata Reha ketus sambil memutar matanya dan bersender di pintu.

"Ok, makasih Teddy-ku." ucap Pria itu dan mencium tangan Reha, tapi dia juga mendapat sebuah gamparan di mukanya. "Jangan berharap kita bakal kayak dulu lagi, jijay gue sama kelakuan lu!"

"Galaknya teddy-ku ini, hmm.." kata pria itu sambil mencubit pipi Reha.

"Lepasin!"

Duag!

Bugh!

Sebuah serangan lutut mengenai tubuh sang pria itu kemudian seranagan hantman kepala dengan lutut di lancarkan Reha yanga menyebabkan sang pria itu mimisan.

"Umu~ hey.. Ruang farmasi masih-"

"Cari sendiri! Ogah gue ngasih tau lu! Biarpun lu sampe nyogok gue pake apapun gue ngga bakal semudah itu maafin lu!"

Pria itu sekarang diam saja dan pergi ke arah ruang farmasi. Sementara itu, Reha hanya menghelakan nafasnya dan duduk di sofa ruang tengah.

"Dia kembali ya, Reha?" tanya Yuki yang tiba-tiba nongol.

"Uwah! Ibu... Ya, dia kembali.."

"Mungkin, kau harus mencoba memaafkannya."

"Entahlah... Tapi, aku masih kesal dengan dirinya."

Tiba-tiba Red nongol dengan handuk di kepalanya "Hei, sepertinya tadi aku melihat orang yang mirip sama Yamagi? Kemana dia?"

"Itu memang Yamagi, Red.. Dia balik lagi. Sekarang paling dia lagi di ruang farmasi karena tadi gue jedotin dia pake lutut." jawab Reha.

"Owh- yaudah gue nyamperin dia dulu ya."

"Red, kamu abis dari mana? Tadi kok menghilang nggak bilang siapa-siapa?" tanya Yuki.

"Abis dari markas Garu, ngasih hadiah buat Teiron karena sudah mau jagain Hato." jawab Red datar dan memasang senyum palsu.

Nggak yakin soal ngasih hadiah ke Teiron, pasti hal lain..

"Oh, jarimu sepertinya terluka, sini sama ibu ke ruang farmasi sekalian liat Yamagi-kun." Ajak Yuki.

Red mengangguk pelan, "Baiklah.."

Sebuah kertas jatuh dari saku celana Red. Reha mengambil kertas tersebut, tapi entah kenapa dia merasakan firasat buruk tebtang kertas tersebut. Dia memberanikan untuk membacanya dan yang dia temukan adalah...

List Daftar yang harus dilakukan ketika sedang berkunjung di markas Garuchan terhadap Teiron...

1. Paku semua boneka dia di kamar dia.. Cek

2. Ganti seprai kasurnya dengan motif anjing.. Cek.

3. Ganti tongkat berjalan dia dengan yang rapuh.. Cek.

4. Ubah semua foto simpanan dia dengan foto anjing.. Cek

5. Tuker semua film dengan 'kartun anjing' ke folder filmnya Teiron.. Cek.

6. Pasang Poster 'Anjing' ke kamar dia.. Cek

7. Semprotkan pengharum ruangan aroma anjing ke kamar dia... Cek

8. 'Maaf hal ini disensor untuk kenyamanan jiwa anda'... Cek

Sekejap kemudian Reha langsung merobek kertas itu dan membakarnya di dapur dan mencuci tangan dia dengan sabun, kemudian minum yang banyak dan tetesin mata dia dengan 'air suci' (soal 'holy water' hanya bercanda).

"Ketua? Lu ngapain?" tanya Lectro.

"Abis lihat daftar eksekusi batinnya Red!!" kata Reha yang merinding disko.

"Ahh!! Kuping gue, tercemar mendengar benda terlarang itu!!" teriak Lectro kemudian dia langsung mengguyur kepalanya di westafel dapur.

Yah.. Daftar eksekusi Red adalah benda yang paliiiiiinggggg!! Dilarang disebut di markas, sekalinya ada yang menyebut maka semuanya bakal kalang kabut ngumpet, mandi wajib, membasuh semua tubuhnya, dll asal mereka dapat terhindar dari benda tersebut.

"Oh iya, dia balik ke markas..." ujar Reha datar.

"Siapa?"

"Bakagi! Dia dengan enaknya minta balikan sama gue! Argh, gue mau bejek kayak cucian tuh anak!" ucap Reha geram.

"Hou, sekarang dia kemana?" tanya Lectro. "Farmasi!"

"Ok makasih, mau liat dia dulu." ucap Lectro kemudian meninggalkan Reha sendiri di dapur.

Ting tong..

"Hah.. Siapa lagi yang datang.." gumam Reha malas dan membukakan pintu markas dan yang muncul adalah..

"Hai Reha, ada Iris-channya nggak?" tanya Elemy.

"Eh? Ada.. Mau ngapain? Jangan-jangan mau latihan buat doujin sama di-"

"Wah udah dateng! Ayo masuk, tunggu aja di kamarku!" kata Iris yang tiba-tiba nongol.

"Ok, dah Reha."

"Duh, itu pasti bakal seharian deh.." gumam Reha sweatdrop. Tiba-tiba dia merasa di peluk dari belakang dan sekejap dia langsung refleks dengan menyikut orang di belakangnya.

"Umu... Baru juga di pukul badannya, udah di sikut aja sekarang." ucap Yamagi setengah meringis kesakitan.

"Bego! Suruh siapa meluk gue dari belakang bego! Udah ah, gue mau istirahat aja daripada ngeladenin lu!" bentak Reha dan duduk di sofa dan mulai streaming yusup (?) eh.. Youtube.

Yamagi duduk disamping Reha dan menatapnya dengan mata merahnya itu, sementara Reha tampaknya tidak peduli dengan itu, "Reha, aku mau sebentar ngomong sama kamu dulu, boleh?"

"Nggak! Ngapain juga gue ngeladenin orang kayak lu! Ewh No, sana pergi jangan balik lagi ke hadapan gue kalo bisa!" usir Reha.

Yamagi hanya tersenyum miris dan membuka tudung kepalanya, "Kamu benci aku ya?".

"Banget! Udah ah lu ganggu gue mulu! Pergi dari hadapan gue! Gue nggak mau liat lu lagi!" usir Reha.

Sekarang Yamagi jadi manyun dan berdiri kemudian, mengusap kepala Reha, "owh, yaudah gak apa-apa." dia kemudian, meninggalkan Reha sendirian.

Sementara itu, di sudut lain markas...

"Lu udah ngeliat Yamagi?" tanya Eris yang duduk disamping Rone.

"Oh, si YSS yang katanya dimasukin ke squad dulu dan dipersonitifikasiin kayak 'Yamabushi Kunihiro' trus dia katanya di usir dari squad sama Reha karena dia dengan sengaja mengerusak semua koleksi Action Figure, manga, sama sebuah koleksi limited edition nendoroidnya Reha yang udah disimpen dengan baik di depan muka Reha ya?" jawab Rone panjang lebar.

"Iye, sekarang dia udah balik lagi kesini, tapi Reha masih ogah nerima dia dan katanya dia bakal di tahan jobnya sampai dapat persetujuan sama Reha buat ngebalikin job dia yang di tahan." jelas Eris.

"Emangnya kenapa dia ngerusak semua koleksi Reha ya?" tanya Rone.

"Nggak tau juga, menurut anak squad sih.. Karena dia jijay ngeliat Reha demennya Yaoi terus dia ngobrak-ngabrik kamar Reha, ada juga yang bilang si Yamagi salah paham ke Reha.." jelas Eris sambil mengangkat bahunya.

"Oh iye, lu udah pernah nonton ini blom?" tanya Rone sambil menyodorkan HPnya yang memperlihatkan sebuah film.

"Oh blom, emangnya kenapa?" tanya Eris.

"Katanya sih bagus, tapi gue juga blom nonton sih, mau nonton di Internet... Password wifi diganti beberapa hari yang lalu sama ketua.." jawab Rone.

"Owh, yaudah ayo tanya." ajak Eris.

Mereka menemuin Reha yang sedang duduk di ruang tengah yang sedang menonton y'ah sudahalah' R-18, sambil cengar-cengir sendiri. Tone memasang muka 'WTH, really?' dan Eris merinding disko di tempat. Mereka memberanikan diri untuk bertanya.

"Reha, password wifi barunya apaan? Tanya Rone.

"Bodo amat nggak tau gue kalian cari aja sendiri." jawab Reha sedikit kesal karena kesenangannya diganggu.

"Kok kzl ya!" gumam Eris dan Rone.

"Reha! Bagi passwordnya aja susah amat sih! Lagi PMS ya!" seketika pula sebuah cap tangan di hasilkan di pipi kanan Rone.

"Jaga Omongan lu!" bentak Reha. Rone hanya mengangguk kecil.

"Haduh gimana ni." bisik Eris.

"Ada apa ini?" tanya Alex yang baru datang.

"Iniloh, dia nggak mau ngasih password wifi yang barunya loh!" ucap Eris.

Alex menghela nafas, "Entahlah, gue mau aja bantu kalian tapi mungkin kalian harus mencoba dengan cara lain karena gue mau ada urusan sama kapten gue bentar, dah." kemudian dia pergi meninggalkan markas.

"Lalu, harus kita apakan dia?" tanya Rone yang mulai kesal.

"Hmm.. Kalian ada apa?" tanya Eudo yang baru datang bersama dengan Jung dan Lectro.

"Ini password wifi baru tapi, dia nggak mau ngasih tau.." ucap Rone datar.

"Owh, lebih baik gini caranya.." kemudian Eudo sama Jung ngedeketin Reha yang sedang asik baca manga 'ah sudahlah'.

"Serahkan pada profesional!"

"Ketua... Boleh kami minta password wifi barunya?" tanya Eudo sambil meluk Reha dari belakang.

"E.. Eudo, le.. Lepasin.." ronta Reha yang mulai blushing.

"He.. Hei Lectro bukanka-"

"Ssstt!! Sudah dia aja dulu!"

"Ketua, kami akan lepasin jika kamu mau memberikan password wifinya.." goda Jung sambil mendekati Reha dari depan. "J.. Jung.."

"Iya Ketua, beri tau kami.. Oh iya, aku punya penawaran bagus untukmu." Lectro mengeluarkan sebuah doujin yang Reha suka. "Ini untukmu, jika ketua mau memberikan password wifi nya."

"Baiklah, baiklah, emm... Passwordnya.. 'cari aja sendiri'." ucap Reha dan Lectro langsung memberikannya sebuah doujin yang dia pegang. Eris mencoba password nya dan masih salah..

"Apa password nya sudah benar ketua, kok kami coba belum bisa ya. apa ketua mau membohongi kami?" tanya Jung yang mulai memegang dagu Reha dari belakang. "Tidak! Aku tidak bohong!"

"Hmm... Kalau begitu beritau kami password yang benarnya, oh iya, jika ketua jujur.. Mungkin aku bisa menemani ketua nanti malam tentu saja tanpa sehelai benang di tubuh atasku." goda Eudo yang makin seduktif.

"... Baiklah, untuk nanti malam... C-nya besar, aja-nya ganti 'saja', sudah itu saja." ucap Reha yang mulai stuck otaknya.

Eris mencobanya dan bisa. "Yes! Bisa!"

"Wah, wah ternyata ketua anak baik ya, aku senang dengan itu." kemudian, langkah penghabisan akan dimulai. "Kami bertiga akan melahapmu.."

Sontak Reha langsung mimisan dan pingsan di tempat juga dengan muka yang bahagia terpasang di mukanya seperti mengatakan 'ahh~ surga dunia~"

"Ap.. Apa kalian nggak terlalu berlebihan sampai seperti itu?" tanya Rone sweardrop.

"Emang harus seperti itu, Ketua kalau dimintain apa-apa harus seduktif mungkin" ucap Eudo datar. "ya... Tapi, harus dengan timing yang tepat dan nggak semua orang hisa melakukannya."

"Emangnya siapa aja yang bisa?" tanya Rone.

"Gue, Jung, Lectro, Yamagi, sama Red. Udah segitu doang, oh Ayah kalau mau bisa sih.. Cuman caranya menjalar ke sadistik dan dia juga udah punya istri." jawab Eudo datar.

"Anak cewek nggak bisa?"

"Nggak, ketua cuma bakal terpengaruh sama yaoi doang." ucap Lectro sambil mengangkat salag satu alisnya

Di sudut lain markas...

"Em.. Ini perasaanku aja sih, cuman aku dapet ide buat doujin Eudo x Reha deh." ujar Iris.

"Mungkin... Patut dicoba.." balas Elemy.

Sekarang kitabke Yamagi..

Yamagi menghela nafasnya dan duduk di bangku taman. Entah kenapa dia merasa kurang biarpun sudah masuk ke markas lagi, biarpun.. Dia belom bisa ngapa-ngapain karena surat job dia masih ditahan sama Reha sampai waktu yang belum di tentukan, kemungkinan sih sampai dia dan Reha dapat berbaikan lagi. Tapi, melihat kondisi hatinya Reha, mungkin bakal memakan waktu yang sangattt! Lama untuk menerimanya lagi. (Gimana enggak! Orang baru masuk aja udah di tendang, di sikut, di elblow drop sama Reha) dia nggak sengaja melihat sebuah lubang di dekatnya. Dia mendekati lubang tersebut dan seorang pria kepalanya menyembul dari lubang tersebut sambil menggigit semua tulang.

"Wauf! Hiapa kau?" tanya Hato yang masih menggigit tulangnya.…,

Hato melepas tulang dari mulutnya, "aku Hato woof! Dan aku memang anjing woof!"

Yamagi teringat sesuatu, "Hei! Aku pernah melihatmu, kau itu anjing Siberian Husky-nya Red kan?" tanya Yamagi.

Hato menganguk dan keluar lubang dan mengigit tulangnya itu.

"Hei, kau... Em.. Lupakan.." Hato hanya memiringkan kepalanya, lalu pergi lagi. Yamagi menghelakan nafas, dia bingung ingin melakukan apa dulu.

"Hai Yamagi, udah lama nggak ketemu." ucap Revan yang muncul dari pohon dibelakang Yamagi.

"Nyaahh! Revan! Bikin kaget aja!"

"Hehe, gimana kabarnya? Kok tiba-tiba pulang, kata Reha lu minggat dari markas." tanya Revan dan duduk di sebelah Yamagi.

"Yah.. Baik, umu~ yang bener malahan dia yang ngusir gue dari markas." sanggah Yamagi.

Revan hanya ber-oh- ria.

"Oh iya, Van.. Lu bisa nggak bantuin gue nggak balikan sama Reha.."

"Entahlah... Agak susah sih karena Reha orangnya selalu inget apapun yang sudah bikin dia marah besar." ujar Revan.

"Hemmmgh.. Yaudah, gini aja, lu mau nggak... Gantiin posisi Reha di hati gue?" tanya Yamagi.

Sepertinya... Anda sudah telat lamaaaaa! Banget mas.

"Lu nembak gue ya? Hmm.. Maaf udah nggak bisa Gi, gue udah pacaran sama seseorang eh.. Bukan dua orang di markas ini deh... Jadi, kita temenan aja ya." jawab Revan.

Jegerr!!

Sebuah panah raksasa menghujam punggung Yamagi dengan tulisan 'Friendzone', 'Ditikung dua orang', 'Telat'.

"Oh... Yaudah, emangnya kamu udah macarin siapa?" tanya Yamagi berusaha nyembunyiin manyunnya.

"Oi, Re-chan, lagi ngapain?" tiba-tiba Red nongol dan langsung meluk dia.

Bugh!

"Abaikan si Idiot ini!" ucap Revan setelah memukul muka Red.

"Maaf ya, Yamagi.. Lu udah telat 7 bulan sama kita berdua.", ucap Rone yang bersandar di pohon sambil membaca buku.

"Hee~ baiklah maaf menggangu." Yamagi meninggalkan mereka bertiga dengan langkah gontai.

Skip...

Yamagi hanya berdiam diri di ruang baca sambil memeluk lututnya. Bagaimana enggak sehari udah sial tiga kali. (Di Friendzone, di elbowdrop, di omelin) Reha yang melihat hal tersebut agak merasa kasihan tapi masih agak kesal dengan dirinya.

"Oi! Sini gue mau ngomong!"

Yamagi melihat Reha dan menghampirinya, "Ada apa?"

"Soal itu gue minta maaf..." ucap Reha.

"Uwahhh~ makasih Reha!" ujar Yamagi ingin memeluk Reha tapi, ditahan. "Ya tapi, belum berarti kita balikan maksudnya gue masih kesel sama lu!"

"Umu... Ya udahlah, yang penting gue bisa maju ke battle lagi deh."

"Soal itu..."

"Ada apa?"

Reha menceritakan semuanya setelah Yamagi diusir dari markas.

"Apa!? Kau membakar suratnya!?" ucap Yamagi kaget.

Reha mengangguk pelan dan tak berani melihat kearah Yamagi, "I..iya... Maaf itu sudah lama sekali.."

Reha mengintip sedikit ke arah Yamagi dan...

"REEEEHAAAA!!" Reha kaget dan langsung berenjak untuk lari tapi kerah bajunya dipegang sama Yamagi...

"Jangan Harap bisa lari soal ini!!"

"Uwah! Maafkan aku!"

Bonus :

"Wah! ternyata Iris-chan rak bukunya banyak doujin ya.." ucap Elemy saat melihat dua buah rak buku besar Iris yang isinya Doujin semua.

"Hehe, iya dong.. Biarpun ada beberapa genre yang nggak ku punya sih.."

Tiba-tiba Elemy merasa melihat dua buah boneka yang sedang bersender di rak kedua. Boneka itu mirip seperti seseorang kemudian dia baru ngeh kalau yang pertama adalah Revan dan yang kedua langsung bikin dia ngelunjak.

"Kyaaa!! Boneka Thun-kun!! Iris-chan kamu dapet dari mana!?" tanya Elemy kegirangan kayak ibu-ibu abis arisan. 'Diteleprot ke pohon terdekat.

"Oh itu... Itu buatan Jin buat lomba buat kerajinan tangan berapa bulan yang lalu." jawab Iris.

"Ah mau! Boleh aku bawa nggak bonekanya?"

"Silahkan... Habisnya Jin-sensei buatnya juga banyak kok." Iris membuka sebuah kotak yang berisi boneka Revan dan Thundy berbagai ukuran dari yang besar sampai kecil, gantungan kunci, pin, dll.

"Kyaaa!! Mau satu dong!!"

Sementara itu...

"Mein Gott! Kenapa gue merinding mendadak ya?" gumam Thundy yang mendadak merindig disko.

"Hei, Thundy lu nggak apa-apa?" Tanya Revan.

"Entahlah, tapu gue merasakan bakal ada hal ngeselin nanti pas pulang." ucap Thundy datar.

"Hey, Sorry am i make you wait for long time?" tiba-tiba seorang pria berambut putih menghampiri mereka berdua.

"Nah, just five minutes it's okay.." jawab Revan.

"Owh, thank god.. Hey, who's is he? Is he your lil' bro?" tanya pria itu sambil menunjuk Thundy.

Jleb!

Sebuah panah 'adek' menancap punggung Thundy.

"N.. No, he's my bestfriend, his name is Thundy Shocka. He's really fluent when speaking Jermany Language." ucap Revan sedikit menahan tertawanya. Thundy hanya bis manyun.

"Ow, sorry... Because he's smaller than Donnie so i immediately calling him your lil' brother, sorry lil' guy... I mean Thundy." ucal Pria itu sambil mengusap kepala Thundy.

Jleb!

Sebuah panah 'bontet' menusuk punggung Thundy.

"Stop it!" Thundy menepis tangan pria tersebut.

"Oh iya, Thun, ini temen SMA gue namanya Michael, kenalan dulu gih." ujar Revan.

"Hi, Thundy, Revan's best friend..." ucap Thundy.

"Hi, I'm Michael, Revan high school friend, hey.. Um.. Are you singel?"

"Nah, i already have an indiotic girl friend ya know.."

"Owh, and you Revan?"

"Meh... I already have two boyfriend's." jawab Revan datar.

Michael hanya mangut-mangut dan ngeliat sebuah troli belanja kosong tidak jauh dari mereka bertiga. Dia membisikan Revan sesuatu, Revan mangut-mangut dan mereka berua melihat ke arah Thundy.

"Napa?" tanya Thundy yang punya perasaan nggak enak.

Skip...

"Iris-chan makasih ya udah nemenin dan ngajarin buat doujin." ucap Elemy sambil membawa sebuah kotak.

"Yah, mau ku tolong kayaknya utu berat?"

"Nggak usah, mungkin.."

"Awas yang didepan!"

"Heh?" mereka berdua melihat ke belakang dan melihat..

"Huaa! Awas!" Sebuah Troli belanja yang melaju dengan cepat dan Thundy berada di dalam troli itu berpegangan di kedua sisinya. Sementara Revan naik di belakangnya.