balas revievv :
girl-chan 2 : BONTET!! :V *kabur takut di sengat
Sebenernya itu terjadi karena Revan sama temennya udah masuk face dewasa dan berukuran 170 lebih. Sementara, Thundy udah di fase tua dan tingginya udah mentok di 168 cm. Ya itulah, alasan kenapa dia dipanggil Bontet sama Temennya Revan yang tingginya 190cm. :V
soal daftar terakhir... lebih baik tak usah dibahas ntar markasmu bisa jadi tempat eksekusi... HUWALAGUMBA!! 'nyebur ke kolem renang terdekat
tau sih Teiron sama Rice itu lebih pendek dari pada Thundy (apalagi Teiron huff.. bukan bontet lagi, bocil ada kali :V 'ngebuat Hato jadi tameng)
Revan : Ngomong-ngomong, serukan Thun, naek Trolinya pfft~
Red : Re-chan, udah liat bonekanya blom?
Revan : Boneka Apaan!?Red : Nih! 'ngasih boneka Revan ke Revan '(yodawg)
Revan : Oh.. Makasih! 'Buang bonekanya yang jauh
THX!
Happy Reading..
Chapter 15 : Baper Story.
(Nanti ada P.O.V untuk Red)
Hai Woof! kenalkan aku Hato, mungkin beberapa minggu ini aku sudah berubah jadi manusia. Ternyata jadi manusia itu susah woof! harus bisa makan pakai sendok, garpu, pisau. lalu, nggak bisa tidur disembarang tempat lagi, hanya bisa di beberapa tempat seperti dapur, kamar master Red dan Rone, kamar master Yuki dan Takano, ruang tengah disofa, dikamar para anggota lainnya. Terus, yang paling menyebalkan adalah aku harus mandi setiap hari dua kali atau aku bakal dimarahin sama master Takano. Tapi, apa kalian mengira aku menyesal jadi manusia?
Tidak Woof! Aku senang menjadi manusia!
Aku lebih bebas sekarang, biarpun masih mendapat pengawasan ketat dalam sikap, woof!
Oh iya, hampir lupa... Aku ingin menceritakan bagaimana kehidupanku sebelum dan sesudah tiba di rumah baruku ini. silahkan woof!
~2 tahun sebelumnya~
Aku dulunya hanya seekor anak anjing yang ditelantarkan oleh majikan awalku. Aku sangatlah bingung dan terus memanggilnya karena aku dipisahkan dari ibu dan ayahku tiba-tiba.
Hari demi hari berlalu, tidak ada yang mau mengambilku juga, aku mulai kelaparan dan kehausan. Dan hari berikutnya hujan turun dengan deras membasahi tubuhku yang lemah ini.
"aku rasa aku akan mati, tapi memang inilah takdirku.. Ibu, Ayah.. aku merindukan kalian." pikirku pasrah.
Tanpa aku sadarin. Lengkihan lemahku mempertemukan diriku dengan seseorang. seorang pria besar, dia melihat kearahku. Aku mencoba berdiri tapi apadaya tenagaku sudah tidak ada sama sekali. Aku lapar dan haus, hanya itu yang ada dipikiranku.
"Kasihannya... sini, aku tolong."
Akhirnya setelah seminggu lebih, ada yang mau mengambilku juga. Aku dibawa ke sebuah rumah besar, mungkin ini adalah rumah baruku. Oh iya, selama aku dipelukannya aku selalu dielus dikepala dan itu membuatku tertidur.
Saat aku bangun, aku sedang berada dipangkuannya dia mengelapku sampai kering, aku mulai merasa hangat sekarang. Ahh~ aku merindukan kehangatan ini woof!
"Bagaimana keadaannya?" tanya seorang pria lain yang berambut hitam dengan mata biru seperti batu safir tapi, entahlah atau seperti biru langit tapi, itu sangatlah indah.
"Dia tak apa-apa kok, hanya memerlukan kehangatan dan mungkin makan dan minum." jawab sang penolong itu, sepertinya mereka saling kenal.
"Baiklah, tunggu sebentar. Ibu akan ambilkan sepotong daging dan susu untuknya."
Apa!? p..pr..pria itu ibunya!? sontak aku kaget mendengarnya, mana mungkin seorang pria menjadi ibu!? Ahh~ mungkin dia ini suaminya woof!
"Terima kasih bu!"
Tiba-tiba ada seorang pria lainnya yang berpakaian kain gelap dan agak memperlihatkan tubuh kekarnya dibagian kanan. Tapi, matanya sungguh mengerikan. Apa dia jahat?
"Hei, kau dapat dia darimana?" tanya pria itu dan mengelus diriku.
"Di gang kecil dekat kota, dia dibuang pemiliknya."
"Cih, kejamnya. Hei kawan, kau beruntung Red menolongmu." ucap Pria itu.
Oh, jadi nama penolongku ini Red toh. 'iya, aku sungguh tertolong terima kasih.'
"Ibu mana?" tanya pria itu.
Sang pria 'ibu' itu kembali dejgan membawa sebuah daging yang audah direbus dan susu. kemudian, dia menaruh daging dan susu tersebut dilantai.
"Ayo kawan, makan dan minumlah, kami tau kau kelaparan dan kehausan." ucap Master Red.
aku akhirnya memakan daging itu dengan lahap, ahhh! enak banget rasanya dan juga susunya juga enak woof!
"emm.. ayah ngomong-ngomong... lebih baik kita berikan nama untunknya siapa ya?" tanya master Red ke sang pria berbaju gelap itu. Owh, jadi dia itu ayahnya pantas mirip.
"Hmm.. Harakiri?"
"Takano-kun! itukan artinya bunuh diri!" sanggah sang pria 'ibu' itu.
"bercanda, Yuki.. hmm.. bagaiman kalau Hatori?"
"lebih bagus sepertinya yakan? Hato-kun?"
"Ya!" salakku.
Mulai hari itu akhirnya aku dirawat oleh keluarga baruku, dan oh iya master Red punya kakak namanya Rei, dan mereka nggak beda jauh tampangnya. hanya saja, aku agak gemetar setiap melihat ke arah mata mereka bertiga yang seram sekali. Karena mata mereka bertiga itu hitam diluar sementara merah di tengah. Hii! aku agak ngeri melihatnya woof!
Sekarang aku akan menceritakan bagaimana kehidupanku setelah menjadi bagian dari keluarga baruku ini woof!
~Master Red~
Master Red, dia orangnya sangatlah baik. Agak jail juga sih terkadang, tapi dia adalah orang yang penyayang terhadap orang lain. Tapi, untuk diriku sepertinya dia agak overprotectif karena pernah saat itu tak sengaja seorang temannya memukul diriku, dan itu membuat master Red mengamuk. Dia langsung menyeret temannya itu ke kamarnya dan entahlah apa yang terjadi setelah itu agak... eh.. sangatlah mengerikan untuk dibahas, woof!
~Master Father~
Soal Master Takano, Dia orangnya sangatlah baik dan suka mengelus diriku ini dari kecil sampai sekarang, senyumannya juga sangatlah hangat jika dilihat. Uwah, aku senang sekali woof!
Tapi, kalau disedang serius atau marah... Aku nggak bakal berani dekat dengan master, seperti waktu itu, aku nggak sengaja menjatuhkan sebuah vas bunga karena melihat sebuah kupu-kupu yang menarik perhatianku.
"Hmmm... kenapa vas ini bisa pecah ya?"
Aku hanya pergi diam-diam tanpa, menoleh kebelakang sama sekali. Aku tau karena jika berbuat nakal bakal mendapat hukuman dari dia.
"Hato? Mau kemana?"
Aku mulai merasakan aura yang tidak enak dan segera lari sekencang mungkin, dan bersembunyi di gudang. Tapi, beberapa menit kemudian, seseorang mengangkat diriku.
"Ketemu kau! Bocah Nakal!"
"Uwah! Maafkan aku! kupu-kupu itu terlalu menarik!" ucapku.
Dan akhirnya semua koleksi tulangku disita sama dia, Oh kejamnya dirinya...
~Master Red Friends~
Di rumah itu juga ada teman-temannya master Red yang bermacam-macam...
yang pertama ada, Master Revan.
Dia orangnya Tampan, kemudian agak tinggi, badannya nggak terlalu kekar seperti kaster Red tapi, bisa dibilang langsing (?)
Oh iya, soal dia... aku tau kalau master Red itu suka sama dia biarpun ucapan dari Master Revan itu agak sarkas sama master Red.
"Revan, aku mau ketemu sama temanmu boleh nggak?"
"Nggak! lu terlalu frontal soalnya!
"Ahhh~ Mau ikut!"
"Nggak!
"Ikut!"
"Nggak!"
"Ikut!"
"Nggak!"
"gitu aja terus sampai besok.." pikirku sweatdrop.Master Red hanya manyun, kemudian dia menyeringai.
"Oh kalau begitu.. yaudah... selamat jalan, nanti aku nggak usah ajak ke pasar swalayan, buat beli belanja makan malam hari ini." ucap Master Red sementara master Revan hanya bisa diam seribu bahasa.
"Huh! emangnya gue pikirin mau masak apa!" sanggah Master Revan, aku tau sebenarnya dia mulai khawatir.
"Owh, kalau begitu.. aku nggak jadu beli daging steak deh. Sebenernya malam ini mau masak itu, cuman kamunya nggak mau yau-"
"JANGAN BERANINYA MENGHAPUS DAFTAR MENU STEAK BUAT MAKAN MALAM HARI INI!" bentak master Revan, seperti yang selalu terjadi.
"Haha, ok.. aku nggak akan hapus jika-"
"Iya! Iya! Yaudah Cepet!"
Biarpun mereka seperti itu, aku tau kok mereka saling menyayangi satu sama lain.
Lalu, ada juga Master Eudo.
Dia orangnya agak kasar, biarpun aku tau dia itu sangat baik, apalagi dengan kedua adiknya. Dia juga seorang pria yang menurutku Tampan dan Berani (Me : Kok jadi inget squidward ya :V, Eudo : Kenapa gue disamain sama tuh cumu-cumi ya -.-') Badannya bagus, dan tinggi. Meskipun, kadang dia agak aneh dalam beberapa hal misalnya kayak beberapa bulan yang lalu, aku sedang enak bersantai di ruangan master Reha.
"Oi, Ketua! Kau kemanakan diorama yang baru selesai ku buat?" tanya Master Eudo.
"Mana gue tau!" ucap master Reha, sang ketua squad.
"Hmm... oh begitu." dia menyeringai kemudian mendekati master Reha, entah perasaanku agak nggak enak setelah ini. "E.. Eudo!"
"Katakan dimana diorama yang baru selesai ku buat kemarin?" ucap Master Eudo yang memojokan master Reha.
"aku rasa, aku harus keluar setelah ini..." pikirku saat melihat mereka seperti itu.
"Emm.. nggak tau deh. Aku aja juga baru liatnya tadi diruang tengah."
"Bohong.."
"Eu.. Mnh-"
Chup~
Heeh~ aku harus keluar dari ruangan itu. Karena pasti ujung-ujungnya master Reha pasti bakal teriak-teriak hal aneh deh nanti saat aku melewati kamarnya. Aku juga bingung sih.. Apa Master Eudo itu suka sama Master Reha? Entahlah, tapi pemikiran itu selalu terlintas dikepalaku ketila melihat mereka seperti itu.
Kemudian, ada master Alex dan Andre.
Bisa dibilang mereka adalah kakak, adik yang tidak bisa dipisahkan sama sekali. Karena katanya mereka sudah terpisah dua tahun, dan juga sudah dianggap mati sama master Alex. seperti waktu acara Thanksgiving kemarin...
"Kak Ars... Aku merindukan kakak!" isak tangis master Alex tak dapat dibendung ketika bertemu sengan kedua saudaranya.
"Kak Alex... Andre kangen kakak." ucap master Andre, oh iya saat aku pertama kali melihat master Andre, dia itu buta ternyata. Namun, setelah beberapa saat aku tau kalau dia hanya bisa melihat sekitarnya hanya 20 persen saja, jadi semuanya buram dimatanya. Biarpun seperti itu dia tetap bahagia kok sebagai anggota kami.
"Ya, yang penting kita ini sudah lengkap lagi. Aku, Alex, dan kau Andre. Kita harua saling mengisi sekarang, jangan sampai kosong satu sama lain."
"Hei, apa aku boleh ikutan?" tanyaku."Oh hei, siapa anjing ini Alex?" tanya paman Ars.
"Ini Hato, nah Hato beri salam kepada mereka."
Aku hanya menyalak saja, kemudian mereka mengusap kepalaku. aku membalasnya dengan jilatan dimuka mereka.
Setelah itu ada juga Master Eris, dia orangnya agak jahil hanya saja dia juga sering serius dalam teledor hal, seperti saat aku sedang santai di pangkuan master Lectro mendengarkan percakapan dirinya dengan Master Jung dan Master Lectro.
"Nee~ gimana kalau kita kesini saja?" tanya Master Jung dan menunjuk sebuah tempat di sebuah kertas brosur.
"Nggak ah mahal, mending kesini aja." sanggah master Eris.
"Mending kesini aja, lebih bagus sama murah loh." ucap Master Lectro.
selanjutnya aku pergi meninggalkan mereka bertiga karena aku melihat seekor capung besar di halaman belakang markas woof!
Ada juga master Mita dan Master Ethan. Untuk master Ethan dia adalah orang yang paling jahil, karena dia hampir pernah ngerjain semua orang di markas bahkan sampai ketua squad dikerjai, hanya saja dia nggak berani untuk ngerjai Master Yuki atau master Takano. Entah apa alasannya, mungkin dia takut...
Soal Master Mita.. dia kadang naik dipunggungku karena aku lebih besar dari dirinya. Pernah ketika dia disuruh membawa diriku jalan-jalan diluar, dan berakhir dia naik ke punggungku sampai rumah lagi. berat? nggak! master Mita itu enteng banget woof!
sebenarnya masih ada lagi seperti untuk para wanita hanya saja, aku bisa menari kesimpulan bahwa squad atau keluargaku sekarang memiliki sifat yang sangat lah beragam dari Normal sampai yang aneh bin ajaib.
~Another Squad Friends and First Cat Friend~
Selain para anggota markas aku iuga punya teman dari squad lain. seperti Garucham squad, aku paling senang kesana. Entah kenapa tapi aku senang sekali apalagi karena disana ada seseorang yang mirip dengan kucing woof! Aku selalu ingin berteman dengan kucing!
Pernah sesekali mereka datang ke squad untuk bermain. Aku mau menyambut mereka didepan markas.
"Selamat datang di squad ku!" ucapku sambil menghampiri mereka.
Entah kenapa salah satu dari mereka malah meloncat ke pohon milik master Takano, untung saja dia sedang tidak dirumah atau... mungkin dia bisa diomelin habis-habisan.
kadang aku sesekali main ke markas mereka, dan aku selalu disambut baik oleh mereka kecuali sang pria yang memegang dua buah glaive. Dia selalu menatap tajam ke arah diriku, yang berakhir aku hanya bisa bersembunyi dibelakang seseorang ketika dia menatapku dengan tajam. apa dia membenciku Woof?
Kemudian, aku bisa berkenalan dengan kucing peliharaan mereka woof! Namanya Tsuchi. Dan dia tidak membenciku woof! padahal setiap kucing yang ku temui, mereka langsung mengerang kepadaku. Aku pernah bertanya kepadanya apa yang disukai oleh 'Ayah'nya itu. Oh iya, entah kenapa ketika sedang dekat dengannya aku merasa seperti dekat dengan seorang anak kecil laki-laki woof..
"Ada apa?" tanya dirinya ketika melihatku memperhatikannya.
"Kamu tidak takut denganku?" aku mencoba mengelus punggungnya, tapi entah kenapa aku malah merasa mengelus kepala seseorang.
"Takut? Kenapa Memangnya?" tanyanya lagi.
"Pemilikmu takut padaku..."
"Lalu?" Dia semakin penasaran.
"Aku dulunya ini anjing, yah... kalau boleh tau, pemilikmu itu sukanya apa saja?" tanya diriku.
"Kesukaan Papa? oh, papa sangatlah suka dengan kue mangkuk!" jelasnya.
"Terima kasih..."
Aku senang mempunyai teman seekor kucing seperti dia, jarang-jarang aku bisa berbincang dengan makhluk itu, sampai aku ditendang sama Teiwoof keluar jendela dan nyusruk di kolam terdekat. Aku harap Master Red tidak tau soal ini, aku mengkhawatirkan keselamatan jiwa Teiwoof... (Red : Tenang Hato, aku sudah membalasnya kok 'evil smile)
~Bathie Time~
Mandi... Adalah hal yang paling aku benci sebagai seekor binatang, bahkan kebencianku terhadap sesuatu yang disebut mandi masih ada sampai aku berubah menjadi manusia.
Waktu itu aku pernah bersembunyi di lubang galian buatanku yang tersenyembunyi dibalik semak-semak. Tapi, dimanapun aku bersembunyi aku selalu berhasil ditemukan.
"Ha! Ketemu kau Hato! Ayo Mandi!" perintah master Rone.
"Nggak mau! Aku nggak mau mandi!"
"Mandi atau aku laporin ke Ayah nanti." seelah dia bilang itu, selalu aku langsung menuruti perintahnya untuk mandi, biarpun sambil ngedumel sih.
~Dumped~ 'setel lagu spongebob yang episode 'dumped' (Warning : Baper mode On!)
Aku.. mungkin inilah hal yang paling aku tidak mau ingat sama sekali.. pernah aku kabur dari rumah seminggu lebih karena aku dimarahi sama master Red habis-habisan karena aku merobek sebuah benda penting untuk dia ikut perlombaan. Aku sangat menyesal melakukannya aku mau minta maaf.. Tapi, apa yang ku dapatkan adalah perlakuan buruk dari master Red seperti di tendang, di pukul moncongku, di tarik Buluku sampai rontok. Aku sangatlah kesakitan sampai kemudian dia mengeluarkan kata-kata yang amat menusuk hatiku.
"AKU HARAP AKU TAK PERNAH MENGAMBILMU ANJING PUNGUT SIALAN! SANA MATI SAJA DILUAR AKU NGGAK PEDULI SAMA SEKALI!!!" Bentaknya kemudian dia melemparku keluar markas, rasanya sakit sekali.
aku sedih sampai aku menangis sepanjang hari, 'Tak ada yang menyukaiku sama sekali..' pikirku. Kemudian, saat itu pula pikiranku buntu dan aku menjadi tak terkendali dan berubah menjadi anjing liar.
(Red P.O.V)
Sungguh, hal itu adalah memori terburuk dalan diriku setelah pengusiran diriku dari kampung halamanku sendiri karena dianggap anak iblis. Aku yang termakan oleh amarahku karena Hato tak sengaja menyobek kertas untuk mengikuti lomba yang sudah lama ku ingin ikuti di hari H.
Pada hari itu, aku sangatlah kesal sampai melakukan hal yang sebenarnya sudah melanggar janjiku yang ku ucapkan 2 tahun lalu ketika mengambil Hato dari jalan tersebut.
2 Tahun lalu, aku mengambil Hato yang terbujur lemah, kedinginan, kelaparan, kehausan, dan tidak berdaya di sebuah gang sempit dikota. Hari itu sedang hujan deras dan aku tak sengaja mendengarkan lengkingan lemah dari Hato yang masih kecil. Kemudian, aku mengadopsinya sebagai anjing peliharaanku.
Hari demi hari, Hato tumbuh menjadi anjing dewasa yang bahagia tanpa ada luka di hatinya sama sekali soal kejadian masa lalunya. Aku yang melihat perkemangannya mengucapkan janjiku di depan Hato sendiri setelah selesai melatihnya semua hal yang perlu dilakukan.
"Hato... Aku berjanji padamu, aku akan melindungimu, tak ada lagi luka ataupun kesedihan seperti dimasa lalu."
"Woof!"
Namun, hari itu dimana yang harusnya seminggu sebelum dua tahun Hato tiba sebagai keluargaku. Aku mengusirnya, menyakitinya tanpa ada rasa ampun sama sekali. Hatiku telah dibutakan oleh amarahku sendiri, karena ketika aku mencoba menelpon panitia lomba tersebut aku mendapat sebuah kabar yang membuatku merasa sangatlah bersalah...
"jadi tuan.. sebenarnya formulir itu hanya optional, jika anda mau mendaftarkan diri lewan internet atau memberitau panitia. Sekarang, Anda sudah resmi terdaftar dan lombanya diundur 2 minggu karena kesalahan teknis di servernya sekarang." ucap seseorang diujung telepon sana.
Aku melihat keluar markas.. tak ada tanda dari Hato. Aku mencarinya sekuat tenagaku, dan hasilnya nihil aku telah membuang Hato. Aku melanggar janjiku terhadap dirinya. Aku hanya bisa memohon sekarang, untuk Hato.. Aku perlu dia kembali, aku mau minta maaf kepadanya karena sudah menyakitinya.
Hari berikutnya setelah Hato pergi dari markas, aku mencoba meletakan makanan kesukaannya dan air di mangkuknya dan menunggunya di teras markas. Semuanya selalu menghiburku untuk tetap kuat dan membiarkan Hato diluar sana, tapi aku tetap berisikeras untuk menunggu Hato kembali, karena dia itu Temanku, teman terbaiku!
Hari kedua aku menunggu, aku melihat Hato kembali ke markas, aku sangatlah senang. aku menghampirinya sambil membawa mangkuknya tapi, yang dia lakukan malah menggeram kerahku dan aku bisa melihat kebencian dimatanya.
"HHHato, ini aku kau ingatkan.."
"GRRRRRRR!!"
Kemudian, dia lari dari markas lagi, aku mengejarnya tapi, hal yang kudapatkan adalah aku mematahkan kaki kananku karena jatuh ditangga taman.
Hari berikutnya, kaki kananku diperban dan aku masih menunggu Hato untuk kembali. namun Nihil.
Hari keempat, tidak ada hasil dan aku sudah tidak tidur selama 3 hari.
Hari kelima, tidak ada hasil lagi.
Hari keenam, masih tidak ada hasil lagi dan aku sudah tidak tidur selama 5 hari. kondisi badanku juga menurun karena aku hanya istirahat sebentar dan juga kurang makan.
Minggu pertama setelah Hato kabur dan juga dua tahun dimana Hato menjadi keluargaku dan hari ini juga hujan. Hato kembali ke markas, aku mencoba mendekatinya lagi, aku memaksakan badanku yang mulai rapuh ini dan juga kakiku yang masih rapuh untu mendekatinya walaupun aku menjadi kebahasan, aku tidak peduli dengan itu aku hanya ingin minta maaf kepadanya, aku ingin dia kembali kehadapanku lagi. Aku memerlukannya.
"Hato..."
"Grrrrrrr!!"
"Aku tau kau membenciku sekarang... aku tau kau sedih, aku tau kau kesepian, aku menyesal telah mengusirmu Hato! Aku menyesal! Tolong kembalilah! Aku mohon kembalilah! Aku mohon ya kawan.. kembali, kita jadi keluarga lagi seperti dulu."
Dia masih menggeram dan kemudian lari keluar markas lagi. Aku hanya bisa pundung dan menangis, karena kepergian kawan terbaikku itu
"Selamat Tinggal Hato.. Aku-"
Saat itu juga, pengelihatanku kenjadi gelap, kepalaku terasa ringan, dan aku kehilangan kesadaranku.
(Hato P.O.V)
Malam harinya.. Aku teringat sesuatu, hari ini adalah hari dimana aku dijadikan keluarga oleh master Red. Namun, pemikiran liarku masih mendominasi diriku, aku hanya ingat tubuh orang tersebut yang memberiku kehangatan keluarga tapi, aku tak bisa ingat wajahnya atau suaranya sama sekali. Aku mencoba untuk tidur dan aku bermimpi melihat seorang pria berambut silver dan bermata amethys, dia menatapku dan tersenyum. aku mendengar panggilan seseorang, seseorang yang ku kenal. Master Red, aku ingat itu, ini suara dirinya dia memanggil diriku. aku ingin menghampirinya hanya saja tidak bisa, aku seperti berjalan dalam lingkaran, kemudian pria itu bangun dan mendekati master Red, dia berhasil mendekat dan kepalanya diusap.
"Anak pintar!" ucap Master Red.
"Master Red ayo main! woof!"
"Ok, ayo kamu mau main apa dulu Hato?"
Aku terbangun karena kaget melihat mimpiku, aku jadi manusia. Ah! lupakan hal itu dulu.. aku mau kembali, aku mau bertemu master Red lagi! woof!
Aku lari menerjang hujan tanpa mengubris sebasah apapun diriku ini, aku hanya mau bertemu dengan masterku lagi. Saat aku sampai ke markas. Syukurlah, semuanya masih bangun dan pintu gerbang belum di kunci, aku masuk ke pintu depan dan melolong disitu, aku tau kalau yang mengerti diriku hanyalah beberapa orang di markas.
Kemudian, seseorang membukakan pintu dan itu adalah master Takano. Dia terkejut melihatku dan langsung memelukku.
"Kamu darimana... ayah menghawatirkanmu?"
"Ayah.. aku minta maaf sudah kabur dari rumah!" ucapku.
"Ya, Ayah mengerti... masuklah kami selalu terbuka untukmu Hato."
Aku masuk ke markas dan semua orang menyambutku dengan sukacita. Semuanya ada kecuali master Red dia tidak ada. Aku mulai khawatir dengan keadaannya. Aku mencoba lari ke kamarnya dan aku hanya melihat dia tidak sadarkan siri di kasurnya, tergolek lemas disitu.
"H...hn.. Ha.. to ke..kem.. bali... jan.. jangan... per.. pergi.." gumamnya.
Aku mendekat ke wajahnya dan menyentuh wajahnya dengan kaki depanku, dia agak tenangan sekarang, kemudian aku menjilat pipinya beberapa kali.
Kali ini jilatan itu menunjukan ada reaksi dan dia membuka matanya. Aku sangatlah gembira sekaligus terharu melihatnya.
"H..Hato.. kamu.. kembali..." lirihnya pelan.
"master... maafkan aku, aku telah membuat master menderita karena aku." ucapku.
"Hmm.. Tak.. apa.. Aku.. senang.. kamu.. kembali.."
"aku.. khawatir tentang master..."
"Tak usah... khawa.. tir.. a.. aku.. akan... sembuh.. kok.. dua ha... ri... habis.. itu.. kita.. main.. lagi.."
"Aku tak yakin dengan itu... master, istirahatlah.. tolong, cepat sembuh." ucapku. Kemudian, dia hanya tersenyum dan kembali tidur, aku memutuskan untuk tidur disampingnya sampai pagi.
Paginya aku merasakan ada seseorang yang mengelus punggungku. Aku membuka mataku dan itu adalah master Red, dia sudah bangun. Dia juga tersenyum kearahku, aku sangatlah bahagia bisa bersamanya.
Mungkin sampai disitu dulu ya ceritaku, selamat tinggal woof!
-Hato
Another special chapter.. Valentine story.
Bagaimana keadaan markas squad Reha saat valentine tiba, silahkan disimak sebelum saya berikan ulangan mendadak (?)
Tanggal 14 Febuari..
Eudo menghelakan nafasnya karena dia belum juga mendapatkan seorang pasangan sama sekali di hari valentine tahun ini. Emang sih dia udah pernah pacaran cuman... Udah lama Putus. 'Kasihan oh Kasihan 'dibasoka Eudo.
'Hee~ tahun ini aku sendiri belom punya pacar padahal udah 20 tahunan.' batinnya.
Loh, gimana dengan Mita atau Andre? Mita masih terlalu polos sama kayak Andre yang masih polos. Nggak ngerti kalau disuruh pacaran.
Dia berkeliling markas dan melihat Silica membawa sebuah bungkusan coklat.
"Oi! Silica, bawa apaan tuh?"
"Ah... Um... Hai, kak... Bawa coklat kok."
"Buat siapa?" biarpun dalam pikiran Eudo dia tau kalau Silica bakal ngasih tuh coklat ke si cowboy sialan itu a.k.a Alex.
"Emm... Buat.. Alex-kun."
"Heeeh! Yaudah sana kasih coklatnya ke koboi atau tentara apalah itu namanya." ucap Eudo sewot.
"Hmm... kak Eu, kakak- em.. oh maaf lupa kalau kak Eu kan udah putus sama Tere-chan." kata Silica.
Jleb!
Sebuah panah 'Jones' menancap dipunggu Eudo.
"Silica..." Eudo hanya tersenyum melihat adiknya itu biarpun diselingi aura gelap dibelakang tubuhnya.
"Ah! Maaf kak, yaudah aku... kasih ini dulu ke Alex ya Dah!"
Eudo hanya mengendus kesal dan pergi ke taman belakang, disana suasananya... Em... Bisa dibilang agak berbahaya karena bisa menghancurkan jiwa raga, plus! Mengubah Rate fic jadi M.
Loh kok bisa? Iyalah orang yang pacaran aja kayak gitu..
"Nyahh! Red.. hentikan.."
"Hmm... tapi kamu menyukainya, kan? Re-chan. Lagi pula kita disini hanya berdua kok."
"Ta... Tapi... Ahn! Uwah, Ja.. Jangan.. Lakukan.. Hal.. Itu.. Ahh! Di.. Sini..."
'Anjir! Mereka ngapain!?'
Eudo yang mendengar kelaluan temannya dari semak-semak (Gyaaa! Semak-semak ati-ati ada mbak Louken :V) ketika dia menengok keatas dia melihat seseorang disana.
'What the- Iris! hadeh dia lagi ngerekam Red sama Revan.'
kemudian dia menengok kearah pohon disebelahnya dan ada seseorang disana.
'Lectro! Lu malah ikutan!'
Sementara itu, adegan makin memanas antara dua kubu yang sedang 'bercinta' (?) tersebut. sampai-sampai Eudo merasakan sesuatu yang mengeras dibawah (iykwim :V) dan juga hidung mulai mengeluarkan darah.
'Ahhh! Udah nggak tahan!' kemudian dia berdiri dan melihat Revan sedang menutup mukanya yang merah padam, sementara, Red dia sedang menjilat sesuatu ditangannya.
"I.. I.. Itukan-"
Eudo kemudian pingsan dan tergeletak dengan tidak elitnya ditanah.
kita sekarang ke Eris sebentar, ketika Eudo sesang pingsan dengan tidak elit lnya itu diluar.
Eris membawa sebuah karangan bunga yang agak besar menuju keluar markas, kemudian dia bertemu dengan Amelia yang baru pulang dari toko.
"Ah, Eris-kun... pasti kau mau ke dia."
Eris hanya tersenyum ke Amelia, "Yah kau benar, oh iya.. bagaimana hubunganmu dengan tunanganmu itu?" tanya Eris.
"Aku dengan Zefron masih lancar kok, yah biarpun LDR tapi, kami tetep saling komunikasi satu sama lain." ucap Amelia.
Yah, para perempuan emang suka ngeLDR dengan pasangannya, kayak Maya sama Eduardo, Mia sama Doumura, (bonus satu laki-laki) Romi dengan Hilda.
"Udah ya, aku ke dia dulu, dah!"
Eris berjalan ke Citadel Cemtery, dia terus berjalan sampai menemukan sebuah batu nisan yang terukir sebuah helm lancer diatasnya. Eris menatap ke batu nisan itu yang bertuliskan nama 'Alfredo Lanceford' kemudian tersenyum kecil
"Hei.. lama tak jumpa." sapanya.
"Aku ingin bercerita tentang squad yang sekarang." Eris menceritakan semuanya bagaimana keadaan squad sekarang. "Yah, begitulah... Aku berharap kau masih ada, ataupun kau bisa hidup kembali seperti kedua saudara Alex, Alfred."
Eris menghela nafas dan berdiri sejenak, "Aku harus pergi, kapan-kapan aku akan datang lagi... Selamat tinggal, aku akan merindukanmu."
ketika dia memutar badannya dia merasakan seseorang memeluknya dari belakang dan membisikannya sesuatu.
"Aku juga akan merindukanmu, tetap bahagialah biarpun aku tak disisimu, Eris." a
"Ya aku tau..." tak terasa matanya mulai basah dan setitik air mata mengalir dipipinya. ketika dia merasa sudah tidak dipeluk lagi. Eris langsung bergegas pergi, ketika dia keluat dari pemakaman itu, dia mencoba menengok kebelakang. Dia melihat sebuah bayangan tipis seorang pria berambut merah muda sedang tersenyum dan melambaikan tangan kepadanya. Eris membalasnya dengan senyuman dan melambaikan tangan juga, ketika pria itu menghilang Eris menatap ke langit.
"Selamat Tinggal Alfred.. Semoga kau bahagia disana."
The End dengan bapernya :'v a
Entah kenapa chapter kali ini full denfan cerita baper semua. Bahkan, gue yang nulispun sampe nangis pas nulisnya.n
