Balas Revievv :
Arifuki123 : Hoho, Salam Kenal juga -w-/
Sepertinya kau harus mencoba DL Apk FFN di playstore karena kebetulan aku juga ke block, jadinya hanya bisa di Apk doang -w-'
Satu lagi! Review di App FFN nggak ada spacenya sama sekali jadi ati-ati
girl-chan2 : Ku tunggu ceritanya
Hato : Tsuchi! Kakak Datang Woof!
Red : apa!? Hato Jadi Kakak!? ke Tsuchi!? Selamat Ya, kawan!
Hato : Makasih woof!
Thx!
Happy Reading..
Chapter 16 : Fandom Nyasar.
Sedang ada keributan di markas Reha squad karena para anak laki-laki sedang perang lempar kertas, yah mereka sedikit beruntung karena Takano sedang tidak ada kerjaan dan ikut mereka perang-perangan.
"Terima ini!" Rei melempar sebuah gulungan kertas ke arah Lectro.
"Ha! Revenge!" seru Lectro.
Jung tersenyum licik dan meremas sebuah gangxi card dan melihat kearah Ethan.
"Ethan~ Yuhuuu!" panggil Jung.
Ethan menatap horor Jung karena dia melihat Jung yang bersiap melempar sebuah remasan Gangxi Card ke arahnya. Dengan cepat di kabur bersembunyi di balik sofa terdekat.
"Kena Kau! Balasan yang kemarin!" setu Eudo yang melempar sebuah gulungan kertas besar ke kepala Alex. Oh iya, isi gulungan itu sebenarnya sebuah... batu bata.
"Damn! I want Revenge!" Alex melempar sebuah kertas yang diisi sebuah krim kue ke arah Eudo. Eudo dengan sigap menghindari lemparan itu.
"Haha! Nggak Kena!"
"Hei-"
Crott!
Kertas krim itu mengenai seseorang yang sedang membuka pintu. Alex menatap Horor pria itu karena...
"Hadoh! ini siapa yang lempar!!!!" teriak Pria itu.
Semuanya menunjuk kearah Alex yang sedang merinding disko melihat pria itu.
"Tuh, si Alex yang lempar!" seru semuanya kompak.
Pria itu menatap Alex dengan deathglare dan sebuah percikan listrik keluar dari tangan kanannya. Sepertinya, dia marah bung!
"AAAALLLEEXXXX!!!"
"Huaaaaa Maafkan Aku Kapten!!"
Jegeerr!!
Semoga Alex diterima disisinya... Amin.
Skip...
"Heeeh~ baru juga masuk udah kena hal aneh.." ucap Piers sambil mengelap mukanya yang belepotan krim kue.
Bagaimana keadaan Alex? Tenang dia hanya kejang-kejang disetrum sama kaptennya kok.
"Ngomong-ngomong... Ngapain kesini? Mau ngambil Alex lagi?" tanya Takano sambil menyeruput teh yang dibawakan Mia. (Mia itu tetep berperan sebagai Maid, tapi kalau heronya udah diganti jadi Romi -w-')
"Nggak sih... Aku hanya tersesat saja, eh ketemu tempat ini. Kebetulan aku ingat kalau ada Alex disini." jawab Piers.
'Hee~ Nyasar toh...' batin Mia.
"Owh, ku kira seperti biasa, kalau kau kesini pasti mau ngambil Alex." ucap Mia.
"Oh iya, kamu... katanya-"
Ting tong...
"Siapa?" Romi membukakan pintu dan melihat seorang pria berbadan besar dan seorang perempuan berambut pirang.
"Maaf? Anda mencari siapa?" tanyanya.
"Kami boleh bertemu dengan Alex sebentar."
"Mari saya antarkan ke ruang tamunya dulu. Kebetulan Alex sedang disana." Wow! ternyata Romi bisa bahasa sopan! 'dilempar sapu.
Mereka berdua mengikuti Romi ke ruang tengah. Sampai diruang tengah mereka melihat Alex dan seseorang lainnya.
"Yo Alex!" panggil pria itu.
"Ah! Kapten Redfield, kapten Valentine... Ada kabar apa nih?" tanya Alex.
"Tidak ada apa-apa Alex.. Oh, siapa pria dibelakangmu itu?" tanya Jill.
Alex melihat kebelakang, "Oh kenalkan ini Adik bungsuku, Andreas Andreson, nah Andre beri salam ke Kaptenku." ucap Alex.
"H.. Hai, aku Andre.. Salam Kenal.." ucapnya gugup.
"Kenapa kamu memakai gelang berwarna hijau itu? Ada apa gerangang?" tanya Chris.
"A.. Ah, ini alat bantu melihatku, karena aku buta total. Aku dengan benda ini dapat melihat sekitar diriku."
"Hebat, Alex yang buat?"
"Bukan, kak Ars, dia kakak pertama kami."
Chris dan Jill mangut-mangut dan ber-oh- ria. Biarpun agak kasihan dengarnya.
Tiba-tiba, Revan nongol dari pintu belakang sambil dirangkul sama Red.
"Ayolah, Re-chan.. kita jalan-jalan, ngedate dong sekali-kali." rengek Red.
"Nggak ah males!" tolak Revan.
"Ahh~ Ayo Kita ngedate diluar! Aku yang bayarin! terserah kamu mau apa!"
"Hmph! Terserah deh asal gue yang ngatur mau beli apa ntar!"
"Iya, iya. Asal kita keluar berdua aja alu udah senang." ucap Red sambil nyium kening Revan.
"B.. Bego, Uwah!" Sontak, Revan dipeluk seseorang dari belakang.
"Berani-beraninya kau mengajak kencan ke orang yang sudah punya pacar!" bentak Chris yang memeluk Revan yang notabene badannya lebih kecil daripada dia, sambil memberikan deathglare ke Red.
"Heh! Kau gila ya! Dia itu pacar gue! Jangan asal tuduh aja deh!" Balas Red yang menarik Revan kepelukan dia.
"Kau yang gila! sudah jelas-jelas dia itu pacarku! Mata Hitam Merah!"
"Apa kau bilang Pak Tua!"
Kayaknya perang dunia 'beruang' bakal terjadi deh. Dan Revan kasian banget yang jadi bahan tarik-tarikan. 'somebody please help, gue nggak mau jadi bahan perang.'
"Sudahlah kalian berdua, dan kap-"
"DIAM!!"
"BACOT!!"
Alex langsung ciut dan mundur lima langkah dari tempat kejadian perang dunia 'beruang' itu. Bahkan sekarang sudah jadi adu jotos antar dua beruang liar itu. Sementara, para penonton (Alex, Jill, Romi "Andre nggak termasuk karena 'matanya terlalu suci untuk melihat perkelahian dua beruang itu' ditutupin sama Alex") hanya bisa sweatdrop melihatnya.
"Apakah kita harus membiarkan ini?" bisik Jill.
"Nggak bisa diberhentiin, mereka malah bakal ngelawan nanti." ujar Alex sweatdrop.
"Ada apa ini?" tanya Takano.
"Red sama Kapten Redfield berantem yah." jawab Romi.
Takano menghela nafas dan mendekati dua makhluk nista itu. Kemudian..
BUGH! PLAK! DUAGH! GEDEBUGH! DUAR! SRING! ZRAT! TOWEWEWEW!
"KALIAN BISA NGGAK BERANTEM NGGAK! ATAU AKU LEMPAR KALIAN KE LAVA NANTI!" Ancam Takano.
Oh iya, bagaimana kondisi dua beruang itu?
Red kepalanya dijitak, dipukul, dijedotin ke tembok, dibanting, dan ditendang sampe bonyok.
Chris dijitak tiga kali, digebughikin, disupplex, ditendang, dan dibanting.
"Maafkan kami.."
"Hei, kau mencari diakan? Dia ada di ruang farmasi!" ucap Takano yang menggendong Revan yang pingsan karena dipentung pake pentungan kepalanya.
Sementara itu...
"Hei Jung, lagi nonton ap-" tiba-tiba, Lectro langsung pingsan dengan mulut berbusa karena ngeliat Jung yang lagi F4p-F4p sambil liat B0K3P 'dilempar gangxi card (Jung : Yang bener oi!)
Hehe, bercanda sebenernya Jung lagi liat anime Gore kok... (ingat Lectro nggak kuat liat darah.)
End bagian Lectro dan Jung (SPJ amat ye :v)
Skip..
"Hai, Um.. kamu siapa ya?" tanya Iris yang kebetulan lagi di ruang farmasi.
"Aku mencari seseorang disini.. katanya dia ada disini."
"Oh, sebentar.." Iris mendorong seseorang yang mirip dengan Revan dari dalam ruang farmasi.
"Diakan orangnya?" tanya Iris.
"Ya, benar!"
"Uwah! Kau kesini juga Chris?" tanya Piers.
"Yaiyalah! Suruh siapa kau menghilang tiba-tiba! Lalu, aku menjadi cemas tau nggak!"
"Maaf.."
'Wah, saling kencemaskan, bagus jih buat pairing doujin.' batin Iris yang melihat kejadian itu.
"Hei, Umm.. terima kasih ya sudah memberiku obat sakit kepala." ucap Piers ke Iris.
"Nggak masalah kok, um..."
"Piers, Piers Nivans..."
"Yap, nggak masalah kok Piers." ujar Iris dan tersenyum tipis. 'sebentar lagi dan pria dibelakangmu itu akan menjadi bahan doujinku Muehehehe'
Dasar Fujo akut -_- 'disedot patung death angel.
"Oh iya, kau um.. kenapa memegang sebuah kuas besar?" tanya Chris.
"Oh ini Senjataku.. Aku memang memegang kuas raksasa untuk bertarung." kata Iris.
"Hmm... bisa untuk menyerang? apa bisa menembus cangkang keras?"
"Bisa kok, Tuan.. Em.. Beruang. Eh, Ups Maaf.."
Biarpun Jleb! Tapi itu sudah biasa kalau Chris dipanggil beruang.
"Yaya, tak apa.."
"Pfft~ Beruang! Aduh-duh-duh!" Pipi Piers ditarik sama Chris.
"Jaga ucapanmu ya!"
"Maaf Kapten.."
'Udahlah, mending kalau maaf-maafan kalian dikasur aja sana berdua trus adegan panas antara Kapten dan anak buah, dan sang anak buah mendesah dengan kuat dan memohon ampun ke kaptennya pasti seru." batin Iris.
Yaelah mba! Pikiran benerin kek sehari aja. -_-
Nggak sengaja Iris mikirin gituan sampe terbawa suasana dan sebuah aliran air liur di bibir sampingnya. Piers dan Chris hanya bisa sweatdrop melihatnya, 'Ada yang salah dengan pikirannya sebaiknya kita pergi saja.'
Skip..
Ting tong..
'Siapa lagi ya? ini sudah yang ketiga loh.' batin Romi yang sedang duduk dipintu depan. "Ya.."
Ketika melihat orang dibalik pintu adalah seorang wanita yang rambutnya dikuncir dibagian belakangnya dan memakai sebuah jaket merah. "Ada apa?"
"Aku mencari seseorang disini.."
"Mencari siapa? Alex?"
"Ya, kau benar.."
'Wow, sudah tiga kali Alex dicariin dalam sehari.' "Baiklah.. Ikut saya."
Mereka keruang tengah dan Ada Alex disitu sedang diskusi denga Jill.
"Alex maaf memotong. Ada yang ingin betemu denganmu, Lagi!"
Alex menengok ke belakang, "Claire? Kenapa kau kesini?"
"Hanya mau mengunjungimu Alex, oh, kau disini juga Jill."
"Ya.."
"Hei, siapa pria yang ditutup matanya ini?" tanya Claire yang menunjuk andre.
"Adikku, Andre." jawab Alex datar.
"Oh, hei.. lupakan.." Sebenarnya, dia tau bahwa adiknya Alex sudah lama mati karena infeksi virus. Tapi, entah kenapa adiknya hidup lagi, ini membuatnya bingung. Alex hanya menatapnya dengan bingung.
Tiba-tiba, seorang pria menerobos dari pintu belakang dan orang yang melihat hanya bisa sweatdrop.
"Hei, siapapun kalian.. tolong sembunyikan aku dari-"
"NII-SAAANN!! KAMU DIMANA!?"
"Sialan! Sembunyikan aku cepat!"
Kemudian, seorang pria berambut pirang masuk ke markas sambil menatap tajam kearah pengunjung. "Kalian kemanakan kakakku!"
"Menekedel! Emangnya kami tau apa!!" batah Alex.
"Kau Beraninya membantahku!" balas Pria itu.
"Hei yang ada kau yang kutang ajar! Dengan seenaknya masuk kerumah orang mendobrak pintu! Mana sekarang malah seenaknya lagi!" bentak Alex.
"KAU, BERISIK! YUKIANESA!" Pria itu mencabut pedang dari sarungnya dan udara dingin langsung menyelimuti ruang tengah. Tapi, ada juga udara panas.. Tu- tunggu Yukianesa-kan udara dingin sama es, kok ada udara panas.
"SIAPA YANG BERANI MENGACAUKAN RUANG TENGAH RUMAHKU!!"
Sepertinya, Takano mengamuk deh.. dan dia juga memegang pedang plus aura hitam dan petir merahnya sekarang.
Semuanya menunjuk kearah pria yang mencabut pedangnya itu. "KISAMA!!"
Duagh!! Bruagh!!
Takano menendang pria itu samping kepalanya menembus lantai dua, sementara pedangnya disegel sama Takano. Udara diruang tengah kembali normal seperti biasa dan pria yang bersembunyi dibalik sofa langsung menyembul keluar lagi.
"Haa! Terima kasih sudah mau menolongku."
"Ya, tak apa..." ucap Takano
"Ngomong-ngomong... mana dia?" Semuanya menunjuk keatas dan seseorang 'yang kebetulan tadi menjadi korban tendangan Takano-san tersebut' nyangkut disana, sang pria berbut putih itu hanya bisa melongo ngeliatnya. "Bagaimana bisa!?"
"Ku tendang sekuatnya dan langaung nyangkut dia." kata Takano datar.
Pria itu hanya mengangguk-ngangguk.
Tiba-tiba seorang perempuan datang dengan terengah-engah.
"Aduh, kalian cepat sekali lari, aku lelah mengejar kalian." ucap wanita itu, sementara si pria berambut putih menatapnya dengan skeptis.
"Kau.. masih mengikuti saja dari tadi?" tanya pria itu skeptis.
"Ya, ahh.. aku lelah."
"Ini air, kau lelahkan." ucap Romi sambil menyodorkan segelas air ke perempuan itu.
"Terima kasih. ngomong-ngomong, mana dia?"
Semuanya menunjuk ke pria yang sedang nyangkut dilangit-langit ruang tengah tersebut dan perempuan itu hanya bisa sweatdrop melihatnya.
"Haa~ aku harus menariknya sekarang dan kita harus pdrgi dari sini.. Sekarang juga!" ucap pria tu dan menarik pria yang nyangkut itu.
"Hmm.. baiklah.." kemudian, mereka keluar dari markas dan menghilang begitu saja.
"Tadi itu.. sering ya?" tanya Jill watados.
"Nggak kok, baru kali ini terjadi." jawab Alex.
Di ruang baca..
"Hmm.. sepertinya disitu bukunya." gumam Eris yang sedang mencari buku diruang baca.
"Tinggi banget, gue perlu tangga."
1 tangga kemudian..
"Nah, dapet juga akhirnya." ujarnya ketika meraih buku tersebut, tapi saat menuruni tangganya lagi dia terpeleset menyebabkan dia terjatuh. Untung saja, dia ditangkap oleh seseorang.
"Fyuh~ untung aja aku tepat waktu." ucap Alfred yang kebetulan lagi diruang baca. Eris langsung menutupi mukanya dengan buku takut ketauan blushing.
"M.. Makasih ya.. Um... Alfred.."
"Ya, sama-sama." ucapnya kemudian, Eris langsung pergi dari ruang baca tanpa menengok kebelakang lagi.
Bonus :
Red lagi membaca sebuah buku yang dia pinjam (baca : nyolong) dari kamarnya Reha.
"Baca apaan Red?" tanya Ethan yang menghampirinya.
Red tidak menjawabnya malah masih serius dengan bukunya (kacang mahal seperti hero unique ya mas :V) sampai Red mulai membuka halaman tengah tiba-tiba dia nyengir dan langsung tutup buku.
'Aneh, abis tutup buku langsung pergi dia.' batin Ethan yang melihat Red pergi membawa sebuah kertas gulungan keluar ruangan.
Ethan yang penasaran segera mengecek buku itu dan dihalaman tengahnya adalah... "Gunakan Semua Gear Unique yang telah diupdate." Ethan langsung tutup buku dan merinding disko.
"Kayaknya gue tau ini buat apa deh." ujarnya sambil lari keluar ruangan Reha dan ke kamar mandi.
Sementara itu dengan Red..
"Kakek, pinjam skillnya dong.."
"Kakek~ Pinjem skill dong~"
"Ars, gue pinjem skill dong!"
"Tuan Drud! Saya pinjam skill anda sebentar dong!"
OO.. kayaknya dia habis mengunjungi para empat unique deh.
