balas revievv :
girl-chan 2 : Nyahaha, ya begitu deh :V
Eris : *Melipat tangan* hee.. jadi begitu toh, sepertinya harus dipikir ulang deh.
Red : Sepertinya, kau harus mengajarkan dirinya untuk tata cara berbahasa deh agar tidak menyakiti orang.
Andre : Makasih kaka... :')
THX!
Chapter 19 : Hato new little brother.
Sore hari di markas squad..
Hato seperti biasanya bersembunyi di lubang galiannya dari kejaran para majikannya untuk mandi sore. Yah, biarpun dia sudah lama menjadi manusia tapi tetap saja dia masih memiliki insting anjingnya untuk membenci yang namanya mandi.
"Fyuuh~ dengan ini aku aman woof!" ujar Hato.
Sementara itu diluar lubang..
"Hmm... Sepertinya kita harus mencari sebuah lubang ya?" ucap Rone sambil melirik kearah Rei dengan seringai liciknya.
"Yap, kau benar~" balas Rei kemudian berjalan ke semak-semak dan melirik kearah sebuah lubang di sekitarnya yang terdapat seorang berambut silver didalamnya.
"Wah! Coba lihat~ aku menemukan sebuah tulang besar yang masih harum ini~" goda Rone sambil memegang sebuah tulang bekas gigitan Hato (diduga tulang itu adalah tulang koleksi berharga Hato.) "Mungkin, kita buang enak nih!"
"Wah! Ide bagus tuh! Ayo kita buang aja~" timpal Rei.
Syuung! Hap! Gubrak!
"Ketangkap kau!" ucap Rone yang sempat melempar tulang itu ke udara sebelum di gigit Hato dan menangkap Hato dengan kedua tangannya.
"Ergh! Lepaskan aku! Woof! Aku nggak mau mandi!" ronta Hato yang dibawa Rone dengan cara dihempit disekitar pinggangnya.
"Mandi atau disita semua tulangmu Hato!" ucap Rei.
Dan Hato hanya bisa ngedumel selama proses mandinya seperti biasa.
"Yo, Takano!" ucap Harada yang tiba-tiba nongol di ruang tengah markas sambil duduk di sofa dengan seenak pantatnya.
"Oi! Oyaji (Pak Tua)! Seenaknya saja kau masuk ke rumah orang tanpa memberi tau siapa-siapa!" bentak Takano sambil melipat tangannya ketika melihat ayahnya itu masuk ke markas dengan seenak pantatnya saja.
Pria Mephisto itu hanya terkekeh kemudian menyandarkan kedua tangannya di sofa, "heh, seperti biasa.. Kau selalu galak ke siapapun yang dianggap menyebalkan, Takano." ucap Harada. "Dan selalu memanggilku 'Pak Tua' padahal kau juga sudah 100 tahun lebih."
"Yang ada kau yang tidak sopan sama sekali, Pak Tua! Kau juga diam-diam mengintilin kakek dari Yuki-"
Sring!
"Jaga Ucapanmu, Anak muda.. Dan jangan pernah memberi tau siapapun jika aku menstalking kakek istrimu itu.. Atau aku akan mensummon 'neffirit flame' (CMIIW 'skill AD mephisto') dari neraka langsung disini.." ujar Harada sambil tersenyum dan mengeluarkan aura gelap (dan juga pedangnya) kearah Takano.
Takano hanya menelan ludah dan gemetar kalau mendengar atau melihat ayahnya marah, "O.. ok..m.. Maaf, ayah..."
"Ngomong-ngomong, mana Jin dan Rone?" tanya Harada.
"Jin sedang keluar sebentar, entah tuh bocah ngapain daritadi sambil bawa gulungan kertas skill Unique, lalu Rone dia lagi mandiin Hato-kun."
"Lalu, bagaimana dengan Taiga?" tanya Harada lagi, namun sambil menjilat bibir bawahnya.
Takano langsung menabok muka ayahnya dengan keras, "Jika kau mau Insect dengan Anak pertamaku! Akan ku tendang keluar kau dari sini sekarang!" semburnya setelah menabok ayahnya.
"Aww~ Takano, ayah hanya bercan-" sebuah sikut dari Takano menghantam perut Harada.
"Bercanda hah!? Aku nggak akan termakan trikmu lagi! Terakhir kau bilang seperti itu, Rei kau rape saat kami semua lengah!" sembur Takano yang mengingat semua kejadian itu.
"Udah! Udah! Ayah janji nggak bakal insect lagi!" rintih Harada setelah digebukin sama Takano.
Takano memutar matanya, "baiklah, tapi jika kau melanggar akan aku tendang kau setiap muncul di rumah ini. Paham!" ancam Takano.
"Aku pulang... Ayah? Kakek? Apa yang terjadi?" tanya Red yang baru pulang kebingungan melihat kakeknya yang memegangi perutnya dari tadi.
"Tak ada apa-apa kok..." jawab Takano. "Oh, Red siapa di belakangmu itu?"
Red melihat kebelakang, tidak ada apa-apa. Kemudian, dia melihat kebawah dan melihat seekor anjing Shiba Inu coklat muda bermata hijau sedang menatap kearah matanya. "Hei, kau mengikuti ya?"
"Arf! Arf!"
Anjing kecil itu melingkarin kaki Red kemudian mengusapkan kepalanya di kaki Red.
'Imutnya~" batin semua orang yang melihat anjing tersebut.
"Hei kawan.. Kau mau tinggal di rumah ini?" tanya Takano.
"Arf!" Anjing itu langsung melompat ke pangkuan Takano dan menjilati mukanya.
"Ahaha! Hentikan, sepertinya kau senang mendapat sebuah keluarga baru ya."
"Arf!"
"Woof! Dia siapa, Master?" tanya Hato yang baru selesai mandi dan hanya mengenakan handuk di pinggangnya.
"Oi, Hato! Pakai baju dulu!" panggil Rone dari belakangnya yang juga hanya memakai handuk di pinggangnya.
Takano menatap horor kedua orang tersebut, kemudian melirik kearah Harada yang kelihatannya (atau bahkan udah nggak tahan) tertarik dengan suasanan ini dan menjilat bibirnya bawahnya. Takano segera menabok ayahnya di kepalanya sampai pingsan kemudian mendorong kedua pria itu ke kamar mereka. "Tadi itu hampir saja.." gumamnya lega.
"Hah? Tadi kenapa yah?" tanya Red yang nggak ngeh dengan kejadian barusan yang terjadi.
"Nggak apa-apa... Oh, iya kembali ke topiknya saja sekarang.." jawab Takano datar.
Red mengangkat salah satu alisnya dan melihat kearah pintu kamarnya, "Ayah... Sepertinya ayah hanya menabok bayangan kakek, soalnya kakek baru saja muncul didepan pintu kamar." kata Red.
Takano dengan cepat berbalik arah dan...
"JANGAN BERANI-BERANINYA KAU BERBUAT INSECT KE ANAK ANGKATKU BAKAOYAJIIII!!!"
Duagh!
Sebuah tendangan kuat menghantam muka Harada dan kali ini empunya sudah pingsan dengan tidak elitenya dilantai dengan bekas hantaman kaki di mukanya.
"Nah, sampai mana kita tadi? Oh, ya kau mau memberinya nama siapa? Dia jantan, iyakan?" tanya Takano.
Red hanya sweatdrop melihat apa yang terjadi barusan, kemudian di membalik anjing itu dan menemukan bukti bahwa dia jantan (nggak usah dijelasin, pasti tau apa yang dimaksud kalau jantan :V).
"Yah... Dia jantan.. Bagaimana kalau..." Red melihat kearah anjing itu.
Mata Hijau, bulu coklat muda, dan ada sesuatu yang mirip jambul dikepalanya. Semuanya mengingatkan dia ke seseorang...
"Bagaimana kalau... Revan?" ujar Red.
"Sepertinya jangan... Dia pasti nggak bakal seneng kalau nama dia dipake buat namain anjing." balas Takano sweatdrop.
Sementara itu...
"Ya, sepert... Hatchiii!"
"Kenapa Van?"
"Entahlah, kayaknya ada yang ngomongin gue deh, Thun.."
"Owh.."
Balik ke Red...
"Jadi, siapa yang lebih baik ya..." gumam Red.
"Hmm... Piaazu?" ujar Takano.
"Kok, ngingetin aku ke seseorang ya.." balas Red.
Sementara itu...
"Ha.. Hatchiiim!!"
Dor!
"Bujug! Bersin-bersin tetep bisa Headshot, Kapten gak apa-apa?"
"Kayaknya ada yang ngomongin diriku deh, Lex!"
"Heee..."
Balik ke Red...
"Lalu... Siapa yang pas ya..." gumam mereka berdua sambil berfikir di sofa.
Red mengangkat anjing itu ke pangkuannya, anjing itu terus menatap kearah Red dengan mata hijaunya. "Entahlah... Apa aku harus menamaimu Revan No.2" ujarnya ketika melihat anjing tersebut melingkar dipangkuannya.
"Sudahlah.. Ayah masih ada kerjaan dulu. Soal nama kau kasih saja sendiri, Red." ucap Takano sambil menggaruk kepala belakangnya dan pergi meninggalkan Red sendirian bersama anjing kecil itu.
Red menghela nafas dan mengusap anjing kecil itu, "Apa nama yang pas untukmu ya... Sepertinya 'Nigou' itu pas untukmu karena kau mirip Re-chan dan kaptennya Alex.." gumam Red.
"Arf!" Anjing kecil itu menyalak ke Red di pangkuannya dan menguap kemudian tidur kembali.
"Aku anggap itu ya..."
"Woof! Master dia siapa ya?" tanya Hato yang nyender di bahu Red.
"Hmm.. Dia 'Nigou', anggota baru kita." jawab Red sambil mengusap kepala Hato.
"Anjing lain... Apa Master Red sudah mulai bosan dengan diriku? woof!" tanya Hato manyun.
"Tidak, aku tidak bosan dengan dirimu Hato.. Kau ini sahabat terbaikku, dia ini hanya akan menjadi adikmu saja kok." jawab Red.
"Adik? Aku akan punya adik?"
"Yap, kau punya adik sekarang. Kau juga menjadi kakak dari seorang anjing sekarang. Dan inilah adikmu itu." ucap Red sambil mengusap kepala Hato.
"Hnn.. Master Red, aku akan berusaha untuk menjadi kakak yang baik woof!" balas Hato kemudian menjilat pipi Red.
"Haha... Sudah-sudah, mulai besok belajarlah menjadi kakak ya. Ingat, jaga adikmu dengan benar." ucap Red.
"Baik woof!"
~Lari Pagi~
"Woof! Nigou-kun! Ayo bangun! Waktunya lari pagi!" ajak Hato sambil meyentuh-nyentuh perut Nigou.
"Tapi kak, masih ngantuk... Nanti saja deh..." ucap Nigou kemudian membalikkan badannya.
"Hmm... Nigou, ayo bangun! Kalau master Red lihat kamu belum bangun, nanti kamu nggak di beri sarapan loh sama dia." pinta Hato, kemudian Nigou bangun dan merenggangkan tubuhnya.
"Nah begitu dong, ayo kita lari pagi! Woof!" ajak Hato.
"Hnnn... Baiklah... Kak... Hoaammm.. Ngantuk..." kemudian Nigou berjalan ke pintu dengan perlahan.
Hato yang melihat itu hanya bisa tersenyum, kemudian dia menggendong Nigou ke kamar mandi dan...
Byuuuurrr!
"Uwah! apa yang barusan terjadi!" pekik Nigou ketika mukanya disiram air.
"Nah, udah nggak ngantukkan? Woof!" tanya Hato sedikit terkekeh.
"Ih kakak mah gitu deh!" gerutu Nigou.
"Hehe.. Yaudah ayo kita lari pagi!"
"Iya, iya"
Diluar..
"Baiklah Nigou.. Sudah siap?" tanya Hato.
"Sudah kak."
"Ayo kita lari pagi woof!"
Beberapa jam kemudian..
"Kemana mereka, hampir waktunya sarapan belum pulang juga.." ujar Red khawatir.
"Woof! Master kami pulang!"
"Arf! Arf!"
"Akhi- ya tuhan! Hato! Nigou! Kenapa kalian kotor sekali hah!?" tanya Red kesal melihat dua anjingnya yang pulang baru pulang lari pagi dengan badan yang sangatlah kotor.
"Ehehe.. Aku mengajarkan Nigou beberapa hal soalnya, benarkan Nigou?"
"Arf!"
"Kaliann... Ayo mandi sekarang juga! Rone! Bantu gue!" Red menjetikan jarinya kemudian Rone datang untuk membantu Red membawa Nigou ke kamar mandi. Sementara Rone yang membawa Hato.
"Unggyaaa! Jangan mandi woof!"
"Hnn! Hnn! Hnn! (Master! Lepasin! Aku nggak mau mandi!)"
"Kalian harus mandi!"
"Kakak adik sama saja kalian!"
~Main~
"Sudah siap?" tanya Hato yang mulai menggali lubang dibalik semak-semak.
"Ya kakak..."
"Ayo kita main ke rumah mereka! Nanti ku kenalkan dengan mereka woof!" Hato menggendong Nigou dan masuk kedalam lubang tersebut.
Beberapa menit kemudian...
Syuutt~
"Kita sampai woof!" ucap Hato ketika sampai di halaman squad Garu di tempat yang sama saat dia kesini dan menurunkan Nigou dari gendongannya.
"Kak Hato, nyaw!" sapa Tsuchi sambil menghampiri Hato.
"Tsuchi! Kakak datang untuk bermain dengan kamuu~ woof!" balas Hato kemudian memeluk Tsuchi dengan erat.
"Aduh! Kakak jangan peluk terlalu kencang sesak!"
"Hehe.. Maaf."
"Emm.. Kak Hato.. Dia siapa kak?" tanya Nigou yang melihat Hato memeluk seorang anak laki-laki. "Kok, dia mirip kucing?"
"Unyaa! Ada anjing lainnya! Siapa kamu!?" kenapa memanggil kak Hato dengan sebutan 'kakak' !?" tanya Tsuchi geram melihat Nigou.
"Sudah, sudah.. Tsuchi, kenalkan dia adikku, woof!" kata Hato sambil menggendong Nigou.
"Salam kenal! Aku Nigou!"
"Hmm... Salam kenal! Aku Tsuchi-tan! Kamu jangan jahat ke kak Hato ya, atau kamu aku anggap musuh!" ucap Tsuchi skeptis.
"Mana mungkin aku jahat ke kakakku sendiri!" sanggah Nigou.
"Yakin?" tanya Tsuchi makin skeptis.
"Yaiyalah masa iya iya dong! Master Revan aja disayang, masa dibedong!" balas Nigou. (Revan : woi, siapa yang ngajarin dia begituan!?)
Tsuchi memutar matanya, "Baiklah.. Aku percaya, ngomong-ngomong.. Kak Hato mana?"
Mereka berdua celingak-celinguk mencari Hato yang tiba-tiba hilang dari sisi mereka berdua sampai terdengar suara teriakan seseorang tidak jauh dari mereka berdua.
"AAAAAARGH! NGAPAIN LU KESINI LAGI!"
"Woof! Woof! Teiron, woof! Ayo sini aku kenalkan ke Adikku! Woof!"
"OGAH! PASTI ADEK LU ANJING JUGA!"
"Yap, kau benar woof!"
"NGGAK! NGGAK! NGGAK MAU! LEPASIN GUE SEKARANG!"
"Apa mereka selalu seperti itu?" tanya Nigou sweatdrop.
"Selalu, ketika kak Hato bertemu papa pasti selalu begitu..." jawab Tsuchi yang ikutan sweardrop melihat kelakuan mereka berdua.
Kemudian didalam...
"Halo semua!" ucap Hato diruang tengah.
"Hai Hato.. Itu siapa di kaki kamu?" tanya Rina.
"Ooh.. Kenalkan ini adikku, namanya Nigou (No.2). Woof!" ucap Hato kemudian menggendong Nigou.
"Arf! Arf! (Aku Nigou! Salam Kenal!)"
"Kyaaa! Lucunya/imutnya!" seru semua anak perempuan berbarengan mendekati Nigou kemudian mencubit pipinya.
"Tuh kan Nigou~ kakak bilang apa, mereka itu baik semua kok." ucap Hato.
"Hmmnn.. Arf!" (yah.. Biarpun aku jadi bahan cubitan pipi..)"
"Apa katanya Hato?" tanya Lisa yang mencubit pipi kanan Nigou.
"Yah... Aku jadi bahan cubitan pipi.., itu katanya." jelas Hato.
"Kyaahhh! Imut banget kamu~" (Lisa)
"Sini kami cubit lagi pipinya~" (Rina)
"Kakaknya ganteng, adiknya imut banget, cocok ya~" (Emy)
"Iya, nih.. Kakaknya anjing ganteng, adiknya anjing imut~" (Adelia)
"Ahh~ Coba Otou-chan imut kayak kamu, pasti juga jadi bahan cubit pipi juga~" (Lucy)
"Hey, ada apa ini?" tanya Mathias tiba-tina nimbrung.
"Mathiwoof, kenalkan ini adikku, Nigou." ucap Hato sambil memperlihatkan Nigou ke Mathias.
"Arf! (Hai!)"
"Ya ampun! Imutnya!" seru Mathias kemudian para anak laki-laki langsung nimbrung semua (kec. Teiron dan Edgar)
"Uwah~ imutnya!" (Edward)
"Mau gendong dong Hato~" (Tumma)
"Aku anak anjing kayak kamu~" (Vience)
"Sini, sini sama kak Maurice~" (Maurice)
"Udahlah, mending sini sama paman Alpha~" (Alpha)
"Arf! Arf! Hnnn! Arf! (Kak, pulang yuk, lapar nih..)"
"Emm.. Semuanya maaf, kami mau pulang dulu ya, Nigou kelaparan soalnya." ucap Hato.
"Yah~ jangan dulu dong~" (Vivi)
"Udah kalian makan disini aja dulu~" (Luthias)
"Hmm... Baiklah, Nigou ayo kita makan disini saja."
"Arf! (Baiklah)"
~Syal~
"Hmm... Aneh, gue rasa gue nyimpen syal hijau gue disini deh..." gumam Revan saat melihat lokernya tempat menyimpan syalnya kosong.
"Etto.. Jung! Lu liat syal gue nggak?" tanya Revan.
"Entahlah... Coba tanya pacarmu sono. Biasanya diakan yang sering ngambil barang-barang lu." ucap Jung.
'Bener juga'-"Ok, makasih Jung!"
Revan mencari Red di halaman belakang dan dia melihat Red sedang duduk di dekat rumah anjing.
"Oi, Red lu li-" ucapan Revan terpotong ketika melihat Red sedang memakaikan sebuah syal hijau miliknya ke leher Nigou.
"REEEEDDD! SYAL GUE JANGAN BUAT MAENAN!" sembur Revan kemudian mengejar Red yang kabur melihat dia.
Sementara itu di ruang tengah...
"Haaa~ aku pulang~"
"Ahh~ selamat datang, Alex-kun. Sepertinya kau membawa kaptenmu kesini." sapa Yuki.
"Yah, aku numpang ikut Alex sebentar bolehkan?"
"Boleh kok, nggak usah sungkan."
Pria itu mengangguk, kemudian melepaskan sepatu bootnya.
"ARGH! RED! BALIKIN SYAL KESAYANGAN GUE!!" sahut Revan sambil mengejar Red yang menggendong Nigou.
"Nggak mau, biar dia mirip sama kamu dan kaptennya Alex." balas Red.
Jleb!
Sebuah panah bertuliskan 'anak anjing' menusuk punggung kaptennya Alex.
"Ppffffftt~ anak anjing nih yee!" goda Alex yang kemudian mendapat deathglare dari kaptennya. "Ups, maaf kapten."
Bonus :
Ting Tong
"Sebentar!" Takano membukakan pintu markas dan melihat seorang pria berambut wolf putih sedang berdiri di depan pintu.
"Maaf, anda siapa ya? Kalau tak ada yang diperlukan.. Saya-"
"Tuan besar, biarkan saya melayani anda!" seru pria itu sambil membungkukkan badannya dihadapan Takano.
"He!? Tuan Besar!? Hei, Um.. Kau kenapa ya? Dan kau itu juga..." Takani melihat pedang pria tersebut dan langsung terbalak melihatnya, "Kau... Kau itu.. Blood Knight, knight langka yang muncul 100 tahun Sekali, yang katanya jika menemukan seorang dark knight akan... Menjadikan dark knight itu seorang majikannya."
"Sepertinya anda sudah mengetahuinya, maka dari itu saya mau menjadi pelayan setia anda, Tuanku." ucap Pria itu dengan hormat.
"Takano-kun ada siap- akh!" Pria itu mencekik Yuki dengan kencang sampai Yuki susah bernafas. "Musuh utama dari kerajaan gelap, seorang ommyouji, harus mati!"
"Taka.. Ah.. No..k..kun..Tttt..to..long."
"HEI!! JANGAN BERANI-BERANINYA KAU, BUNUH ISTRIKU, BIADAB!!" Bentak Takano kemudian menendang pria itu sampai dia melepaskan Yuki dari cengkramannya.
"Akh.. Maafkan saya, tapi Tuan.. Bukankah kau tidak boleh.."
"Itu Tidak berlaku bagi diriku! Jangan berani-beraninya kau mengacaukan kehidupanku di rumah ini dan jangan pernah kau membunuh salah satu orang di rumah ini atau kau akanku laporkan ke-"
"Tidak perlu lakukan itu, Takano... Aku sudah melihat semuanya dari awal." potong Harada yang nimbrung di jendela markas dengan seenak pantatnya sambil memainkan sebuah bola api kecil di tangannya.
"Cih! Selalu saja kau masuk dengan seenaknya saja masuk ke rumah orang! Bakayaji!" sembur Takano.
"Huu~ galaknya nggak pernah hilang deh, oh hai Yu-chan, kau baik-baik saja kan?" ucap Harada.
Yuki hanya tersenyum tipis kemudian mengangguk kecil.
"Tu.. Tuan Mephisto, maafkan kelancangan saya menyakiti keluarga anda, saya benar-benar tidak tahu sama sekali soalnya." ujar pria itu dengan ketakutan melihat Harada berjalan kearahnya dan tersenyum licik.
"Baiklah.. Asal kau mau memenuhi satu permintaanku.." pinta Harada dengan seringai liciknya, Takani memiliki firasat buruk tentang ini dan ingin segera menabok muka ayahnya yang kelewat mesum (baca : gila) itu.
"Apa pun itu tuan, tolong beri hamba perintah agar hamba dimaafkan."
Harada tambah berseringai, kemudian mendekati pria yang menyembahnya itu dan mengangkat kepalanya dengan menyentuhkan jarinya dengan dagu pria itu.
"Kau kelihatannya lumayan, nanti malam-"
DUAGH!
Sebuah tonjokan keras menghantam pipu kiri Harada yang menyebabkan dirinya terkapar dengan tidak elitenya dilantai markas.
"Tu.. Tuan-"
"Sudahlah, hiraukan pria mesum itu." kata Takano sambil melipat tangannya dengan datar.
"Ta.. Tapi-"
"Kau sudah dimaafkan, dan hal itu sering terjadi kok disini, maka dari itu terbiasalah dengan suasana baru nanti." potong Takano.
"B.. Baiklah.. Saya mohon maaf mengganggu anda."
"Ngomong-ngomong, namamu siapa ya?" tanya Yuki lembut.
"Nama saya Alucardo Dante Inferno, salam kenal, dan anda siapa ya?"
"Namaku Yuki Kisaragi, senang berkenalan dengan dirimu, kalau yang ini Takano Kamiyama, sementara sang mephisto itu adalah Harada kamiyama, mereka berdua itu ayah-anak." jelas Yuki dengan senyuman lembutnya.
"Maaf atas kelancangan saya yang membuat anda hampir terbunuh barusan, saya berhak menerima hukuman atas kelakuan saya." ucap Alucard dengan sopan.
"Emm.. Tak usah, aku mengerti kok.. Kau tak mendapat hukuman sama sekali."
"Terima kasih, Tuan Yuki."
"Ehh.. Tak usah terlalu formal."
Haaa~ Satu lagi, Hero original on development (setelah Rone) hal ini terjadi karena... Hanya iseng aja kok :V
