Balas Revievv :
Girl-chan 2 : Owh.. Makasih pembenarannya, soalnya kebiasaan nulisnya insect sih :V
Andre : Makasih kak, aku memang kadang harus dapat menceritakan sesuatu ke orang lain karena kak Alex sama kak Ars sering sibuk /
Ars : coba lah sesekali gelangnya, mungkin akan sedikit membantu karena aku tak tahan melihatmu buta.. ._.
Hato : Hehe.. Makasih woof! -w-/
Red : Tei, ngapain ngumpet! Ini penganglah si Nigou! :V *ngendong Nigou sambil lari.
Thx!
Chapter 20 : A Day With Alucardo.
~Mirip~
Hari pertama Alucardo di markas Reha squad, terbilang cukup kacau karena setelah dia diterima tadi malam...
-felesbek 'bok (?)-
"Temui dulu ketua kami, dia yang memimpin squad ini." ucap Yuki yang sedang berbenah rumah.
"Apa.. Jadi bukan tuan Yuki ataupun Tuan Takano?" tanya Alucardo kebingungan.
"Bukan kami, melaikan anak muda itu, sini aku antarkan ke ruangan dia." ajak Yuki.
"Terima kasih..."
Sementara itu di ruangan Reha..
"Ris, gimana OC barunya?" tanya Reha sambil memperlihatkan gambarnya ke Iris.
"Lumayan ganteng sih... Kaichou-kun buat Hero contest lagi ya, kan eventnya udah habis?"
"Iseng aja kok, kalau ada lagi mau di masukin aja." jawab Reha watados.
Irispun hanya ber -oh- ria.
"Namanya siapa dia?" tanya Iris.
"Alucardo Dante Inferno, job Blood Knight."
Tok, tok, tok..
"Ketua, ada yang mau menemui mu." kata Yuki yang baru masuk ruangan Reha.
"Ah, baiklah.. Mana dia?" tanya Reha.
Kemudian, Alucardo masuk ke ruangan Reha yang sukses membuat Reha dan Iris bengong sebentar. Kemudian, mereka melihat kearah gambar OC Reha yang dia buat kemudian melihat ke Alucardo berulang-ulang.
"Njir, mirip coy/coeg!" ucap Reha dan Iris bersamaan sambil masang muka Yao ming.
"Umm... Boleh perkenalkan namamu?" tanya Reha.
'Jangan sampe sama seratus persen deh..' batin Iris dan Reha.
"Perkenalkan, nama saya Alucardo Dante Inferno, saya seorang Blood Knight! Salam kenal, dan saya siap mengabdi kepada anda pemimpin besar.."
"Anjay, mirip seratus persen!" seru Iris dan Reha berbarengan dengan muka yao ming.
"Hah?"
-felesbeknya abis 'bok-
Sekarang, dia malah melihat seseorang yang mirip dengan adiknya yang sudah mati, Eris.
"Hei, um... Ada apa ya? Kok gue diliatin mulu..." tanya Eris ketika dia memergoki Alucardo memperhatikannya daritadi.
"Kau... Kenapa kau disini?" tanya Alucardo.
"Hah!? Apa dah, Gaje lu?" bentak Eris yang sedikit ngeri dan pergi meninggalkan Alucardo sendirian.
"Mirip..." gumam Alucardo.
~Musuh~
Pancara Aura mengerikan terpancar dari ruang baca markas squad sampai menyebar keseluruh markas. (Bahkan diketahui sampai menyebar keluar markas karena saking dahsyat cetar membahana badai bagaikan jambul khatulistiwa sahroni (?) auranya)
Ternyata aura itu berasal dari dua orang yang saling menatap tajam satu sama lain, Alucardo dan Alfred o. (Iris : Nggak ada adegan ciumannya nih! *Lempar orang yang bersangkutan)
"Kau.. Sedang apa disini? Aku kira kau sudah mati, oh memang kau sudah mati kok!" ucap Alucardo dengan nada sakras.
"Yang ada, kenapa kau disini? Kau taukan, kau itu hanyalah seorang knight yang nggak tau tuannya!" balas Alfred tidak kalah sakrasnya.
"Ris, mereka kenapa?" tanya Lectro yang baru muncul di ruang baca sweatdrop melihat kedua makhluk itu sedang beradu tatap satu sama lain.
"Au dah, gue kesini bareng Alfred trus ketemu dia Alfrednya langsung ngeluarin aura gitu.." jelas Eris datar.
TRAANG!
Adu senjata mulai terjadi coeg!
Alfred dengan senjata Lancenya dan Alucardo dengan pedangnya coy!
Eris dan Lectro langsung kabur dari ruang baca sementara para petarung sudah mulai meresahkan dan berakhir dengan...
"KALIAN KALAU BERTARUNG JANGAN DI RUANG BACA HAAAA!!!"
JEDUGH! DUAGH!
Pingsannya mereka berdua dengan tidak elitnya setelah dibenturkan kepalanya satu sama lain oleh Takano.
~Nembak~
Entah apa yang dipikirkan oleh Alucardo ketika melihat seorang pria berambut biru panjang dengan temannya yang berambut coklat jambul.
Ketika dia melihat pria berambut biru panjang itu dia seperti tertarik dengan dirinya, tapi dia selalu menahan dirinya untuk tidak mempunyai perasaan ke siapapun setelah kejadian yang menimpa adiknya yang mati karena perang yang sudah terjadi sangatlah lama lalu. (Emy : kok aku punya firasat buruk ya..)
Akhirnya dia memberanikan diri untuk menemui pria tersebut ketika sedang mengunjungi markas sekedar bermain dengan temannya.
"Hei..."
"Hei.. Siapa ya?" tanya Pria itu.
"Saya..." Alucard mulai gugup menatap pria itu.
Ayo Alucard, perlihatkan dirimu sebagai seorang knight terhormat.
"Perlihatkan- apa?" Alucard menatap kearah langit.
Ups, maaf sepertinya ini bukan saatnya untuk Fourth wall breaker, jadi berjuanglah, Babbai~
Alucard langsung sweatdrop setelah mendengar itu. "Barusan apa ya?"
"Hei, kau kenapa? Sakit?" tanya pria itu khawatir (atau bahkan nyumpahin *di thunderbolt)
"Sudahlah, perkenalkan saya Alucardo Dante Inferno. Senang berkenalan dengan anda." ucap Alucard dengan formal.
"Saya Thundy Shocka, senang berkenalan dengan anda." balas Thundy ikutan formal. ('Me :Cie, formal! :V' ; Thundy : Urusai! *Lightning zap ; Me : *gosong)
"Hei.. Umm... Saya mau berbicara sesuatu ke anda.." ujar Alucard mulai gugup.
"Apa itu?"
"Oi, Thundy ayo kita ja... lan..." tiba-tiba, Revan shock ketika mendengar sebuah kalimat yang diucapkan sama Alucard. Bahkan, rasanya dia ingin membantu Thundy dengan cara menabok Alucard sampai bonyok kalau bisa.
"Saya.. Suka sama anda.. Maukah anda menjadi pendamping hidup saya?" tanya Alucard. (Emy : My Thun-kun! NOOOO!!)
Ok fix, Thundy, Revan, sepertinya kalian harus menabok (bahkan menyetrum) Alucard sekeras mungkin karena otaknya kayaknya agak somplak deh...
"Ma.. Maaf tolong ulang sekali lagi..." pinta Thundy dengan muka shock berat.
"Aku suka dengan dirimu.. Apakah kau mau menjadi pendamping hidupku?" ulang Alucard watados.
"Maaf aku pikirkan dulu..." Kemudian, Thundy langsung pingsan mendadak setelah mendengar dua kali kalau dia barusan ditembak sama Alucard. Bahkan, Revan yang ngedengerin aja sampe ikutan pingsan karena shock berat. Sementara itu, Alucard hanya memasang tampang bodohnya. (Emy : AWAS KAU ALUCARD AKAN KU MFPPFTT- ; Lucy : *bekep mulut Emy Emy itu ide buruk, lu mau di dimesion slash sama dia ya!? ; Vivi : Iya, Lu mau di battle howl sama dia!? ; Vivi, Lucy : PAKE CARA YANG BENER KEK JANGAN SAMPE BUAT THUNDY SEDIH KARENA KEHILANGAN LU!!! *nonjok Emy sampe mental jadi bintang dilangit)
Ok, sepertinya lain kali.. Revan saja yang nyamperin Thundy ke markasnya untuk mencegah terjadinya hal ini. Dan juga, JANGAN BIARKAN ALUCARD TAU DIMANA LETAK MARKAS GARUCHAN SQUAD!! (Harap dicamkan ini untuk mencegah terjadinya penghacuran masal oleh Alucard!)
~Anjing kecil~
Alucard menatap kearah bawah dan dia melihat seekor anjing kecil sedang mengusap kepalanya dikakinya. Dia ingin menendang anjing itu dari kakinya, tapi entah kenapa dia merasa tidak enak untuk melakukan hal itu. Akhirnya, dia hanya mendorong anjing itu dengan kakiknya, anehnya anjing itu malah mendekatinya lagi, bahkan sampai berulang-ulang kali. Sampai akhirnya dia menyerah dan duduk di sofa dan menaruh anjing itu dipangkuannya.
"Kau.. Tidak takut dengan diriku ini?" tanya Alucard.
"Arf! Arf!" Anjing kecil itu malah naik ke wajahnya dan menjilatinya.
"Oi! Oi! Hentikan itu!" terka Alucard yang risih mukanya dijilat anjing tersebut.
Anjing kecil itu berhenti menjilat dan memperhatikan Alucard dengan mata hijau bulatnya terus-menerus, sementara Alucard hanya membalasnya dengan tatapan tajam. Tapi, entah kenapa sepertinya dia termakan oleh tatapan anjing kecil itu dan mulai mengelus kepalanya dan tersenyum kecil.
"Jadilah anak anjing yang baik ya.." ucapnya.
Anjing kecil itu kemudian melingkar dipangkuan Alucard dan tertidur dengan pulas disitu. Alucard yang melihat itu teringat sesuatu kalau adiknya selalu ingin mempunyai seekor anjing.
"Aku harap.. Kau melihat ini.. Kau pasti akan senang..." gumamnya pelan.
~Diner time~
Hal-hal yang terjadi saat makan malam di squad sangatlah beragam. Mulai dari yang mengobrol hangat antar keluarga, bercanda-canda, berembutan makanan, makan dengan alaynya (karena makanannya difoto doeloe.) pokoknya serasa nyaman deh. Kecuali.. Untuk satu sisi yang tiba-tiba menjadi amatlah suram bahkan nggak ada yang berani deket-deket karena saking jahatnya aura yang dikeluarkan disisi itu.
Disisi tersebut hanya terisikan oleh dua orang yaitu.. Alfred dan Alucard yang merupakan sepasang musuh abadi.
~Memori masa lalu~
Alucard hanya bisaa berbaring di kasurnya sambil membaca sebuah buku yang membahas sebuah hal tentang keluarga. Entah kenapa dia membaca buku itu sebentar kemudian menutupnya dan menghela nafas.
Alucard menutup matanya dan memikirkan hal-hal tentang keluarga. Tapi, entah kenapa dia merasakan hal-hal menyedihkan soal keluarga jika terus memikirkannya. Apa karena dia selalu hidup sendirian dan semua orang yang menganggap atau dia anggap sebagai keluarganya pasti akan mati dihadapannya.
'Apa... Aku ini tidak pantas mempunyai keluarga ya?'
Terakhir kali dia mempunyai seorang keluarga hanyalah adik kandungnya sendiri, biarpun berakhir tragis juga.
Saat itu musim dingin, dia baru kembali ke rumah untuk mengistirahatkan tubuhnya yang kelelahan akibat perang yang sudah cukup lama.
Di rumahnya hanya ada adik bungsunya seorang saja, sementara seluruh keluarganya sudah terbantai habis akibat perang di masa lalu oleh musuhnya.
"Bagaimana keadaanmu?" tanyanya lirih melihat adik bungsunya yang terkenak sudah penyakitan sejak kecil.
"Agak mendingan.. hanya saja masih sangat lemah untuk beberapa hal." jawab adiknya itu.
"Adakah yang kau inginkan, mumpung aku sedang di rumah sekarang..." ucapnya pelan.
"Aku ingin keluar sesekali saja, biarpun hanya sebentar saja." pinta adiknya sambil tersenyum.
Dia memberikan adiknya sebuah syal biru dan baju hangat kemudian membantu adiknya berdiri. "Jangan paksakan diri jika kau sudah tidak kuat ya.."
Mereka pergi keluar rumah, kemudian sang adik sepertinya merasa senang dengan hal ini karena dia selalu dilarang keluar saat musim dingin.
"Kakak! Terima kasih ya..." ucap adiknya kemudian memeluknya.
"Ya, sama-sama.."
Adiknya kemudian mendekati sebuah pohon yang daunnya sudah hilang semua. Kemudian, dia berbalik untuk melihat Alucard.
"Kak, aku selalu melihat pohon ini tumbuh dan layu, apakah aku seperti pohon ini?" tanya Adiknya.
Alucard agak tersentuh ketika kendengar pertanyaan adiknya itu, tapi.. Dia tidak mungkin untuk menyakiti perasaan adiknya terpakasa dia sedikit berbohong untuk adiknya. "Tidak, jika kau menjadi pohon kau pasti akan menjadi pohon yang selalu hijau apapun musimnya."
Adiknya tersenyum kearahnya, "terima kasih ya kak, sudah mendukungku."
"Ya... Ah, sebaiknya kita kembali ke dalam." ucap Alucard sedikit khawatir.
Adiknya mengangguk kemudian menghampirinya. Namun, kemudian adiknya terjatuh dan tak sadarkan diri sama sekali yang membuat Alucard panik. "Culleeeen!!!"
Hari demi hari, kondisi tubuh adiknya makin menurun bahkan adiknya mulai tak bisa merasakan apapun sama sekali. Alucard juga mendapat panggilan untu kembali ke medan perang, entah ini membuatnya bingung antara memilih untuk kembali atau menetap.
Hari terakhir sebelum pilihannya untuk kembali ke medan perang hilang, akhirnya dia memilih untuk kembali ke medan perang dan meninggalkan adiknya sendirian lagi. Dia tau ini salah, tapi dia juga perlu kembali memimpin pasukannya.
"Kakak minta maaf, kakak harus kembali ke medan perang besok!" ucap Alucard yang mulai terisak.
Adiknya hanya diam saja, tapi dia mengerti kalau kakaknya perlu kembali ke medan perang, biarpun pilihannya sangatlah berat. Tapi, dia tau ini yang terbaik untuk kakaknya, lagi pula tubuhnya juga sudah rapuh, dia tidak ingin melihat kakaknya menangis karena melihat dia mati dihadapannya.
Malam harinya...
Alucard hanya bisa menangis dengan kecang didampingi beberapa prajuritnya yang mencoba menghiburnya ketika mengetahui bahwa adiknya sudah terbujur kaku di kamarnya, tersenyum. Adiknya sudah tenang dan terbebas dari penyakit yang sudah dia lama menderita.
Tak terasa, pagi sudah menyingsing dan sinar matahari memasuki kamarnya melewati jendela. Dia duduk dipinggir kasurnya dan memijit keningnya. Kemudian, seseorang membuka pintu kamarnya.
"Ah pagi, kau sudah bangun." ucap Yuki.
Alucard hanya mengangguk dan diam sejenak.
"Ada apa? Apa kau habis bermimpi tentang sesuatu seperti masa lalu yang kurang menyenangkan?" tanya Yuki yang sepertinya menebak pikiran Alucard.
"Yah.. Begitulah Tuan Yuki..."
"Hei, bagaimana, kau sudah satu hari disini.. Apa kau merasa nyaman?" tanya Yuki.
Alucard hanya mengangguk, "Kalau boleh tau.. Siapa pria yang selalu bersama Alfred itu?" tanya Alucard.
"Oh, itu Eris, dia adik tiri dari Alfred. Ada apa dengan dirinya?"
"Entahlah... Dia mirip dengan seseorang diingatanku."
Bonus Story with Iris : (Oh No!)
Iris sedang iseng-iseng mengecek Facebooknya kemudian dia mendapat sebuah notification dari Mathias. Saat dia membukannya ternyata sebuah daftar pertanyaan dan dia di-tag disitu.
"Ya amapun, kurang kerjaan dah nih..." gumamnya.
"Ikutan isi aja deh.." (Lah!? PREET!!)
1. Siapa Nama Inisial kamu?
IL, NH, YSM
2. Kalau bangun jam berapa?
Jam 6 udah bangun dibangunin sama Ibu (Yuki).
3. Kamu itu, Sekolah, Kerja, atau Nganggur?
Kerja
4. Hobinya ngapain?
Bikin doujin Yaoi, Buka FFN rate M yang yaoi, buka Situs Yaoi, dll (anjir yaoi semua -_-)
5. Buku yang kamu suka apa?
Doujin Yaoi, Novel Yaoi (nih anak mabok Yaoi kayaknya.)
6. Film yang terakhir kamu nonton apaan?
Hmm, oh iya, A silent voice.
7. Musik Favorit kamu?
Pop, mungkin..
8. Jika bebas memilih, mau tinggal dimana ?
Nggak tau deh..
9. Apa tipe pasangan kamu?
Yang Tsundere imut kayak Revan dan yang pastinya Yaoi (Entah Revan langsung jungkir balik tiba-tiba)
10. Benda apa yang kamu selalu dibawa pergi?
Kuas ajaibku sama catetan kecil, Hp, Kamera dll.
11. Makanan yang nggak kamu sukai?
Pete, Jengkol, dan masakan buatan kakakku yang gagal dibuat (tiba-tiba seorang pria berambut hitam bersin)
12. Angka yang kamu suka?
Entahlah~
13. Jika diberi kesempatan kemana saja, kamu mau kemana?
Nggak tau~
14. Pakaian yang paling memalukan yang pernah kau pakai?
Pakaian Renang terutama bikini yang terlalu terbuka.
15. Hal yang paling kamu nggak suka?
Haters, Yuri, dan tentakel.
16. Hal yang kamu suka?
Yaoi lah!
17. Hari apa yang kamu suka?
Apa aja asal bisa ngeliat Jin-sensei atau Rone-sensei lagi mojokin Revan-kun. (Tiba-tiba Revan langsung merinding disko sementara, Red sama Rone mau 'anu' sama Revan)
18. Warna yang kamu benci?
Nggak ada!
19. Dimana kamu lahir ?
Korea
20. Apa warna rambutmu?
Hitam.
21. Apa olahraga yang sering kamu tonton?
Renang, terus basket.
22. Ada orang yang istimewa buat kamu?
Ada
23. Siapa?
Jin-sensei, bukan karena suka, melaikan karena dukung dia pacaran sama Revan-kun. Kalau bisa aku bahkan dukung dia bawa Re-kun ke pelaminan.
24. Punya Hewan peliharaan?
Punya, Hato si Anjing Semenya Teiron. (Entah kenapa Teiron langsung ingin meng-earth rage Iris)
25. Zodiakmu apa?
Hmm... Leo? Oh.. Gemini
26. Pas kecil mau jadi apa?
Jadi perawat~
27. Tempat yang kamu suka dimana?
Rahasia~
28. Pakaian terbaik kamu waktu kecil apa?
Entahlah, mungkin gaun..
29. Berapa tinggi kamu?
Pokoknya lebih tinggi dari Teiron tapi, lebih pendek dari Thundy. (Entah kenapa Teiron merasa tertohok oleh sebuah panah yang bertuliskan 'kalah sama cewek' dipunggungnya)
30. Hewan yang kamu benci?
Kecoa evo Ultimate, Laler Ijo, Naga Hijau, Perkawinan silang antara Naga hijau dengan Laler.
31. Kata yang sering kamu ucapkan?
Nggak tau deh~
32. Kalau bosen ngapain?
Baca Yaoi atau nggak, ngintilin Revan sama Thundy atau nggak, ngeliatin Eudo (atau Jin-sensei) yang kadang sering nggak pake baju siang-siang abisnya bodinya mantab gan! Eudo itu diperutnya delapan dan seksi gitu deh gan, trus ada tato di lengannya, kalau Jin-sensei Bodinya perfect banget bentuknya gan! (Entah kenapa, Eudo langsung merinding disko pas lagi kerja sambil megangin perut dia.)
33. Jam berapa kamu tidur malam ?
Jam sembilan atau sepuluhan.
34. Kalau udah besar mau jadi apa?
Mau jadi pengantar pengantinnya Jin-sensei alias pengantarnya Revan-kun di pernikahan dia. (Entah Revan tiba-tiba keselek pilus)
35. Hal yang sering kamu bayangin?
Revan-kun lagi diperkaos (?) sama Jin-sensei, trus Eudo diraep sama temen kerjanya atau nggak dia ngeraep ketua *Woi!, sama Tei-kun Diraep sama Hato-kun. (Entah Kenapa Teiron langsung pingsan mendadak pas makan cupcake.)
36. Bagian tubuhmu yang kamu suka?
Rambut, ingat rambut itu mahkota wanita. Jadi, jangan marah kalau kami mandi lama karena sampoan dan luluran kulit biar alus.
37. Menurut temanmu, kamu itu tipe orang kayak apa?
Fujo perusuh.
38. Kamu tidur sama siapa?
Sendiri
39. Banyakan makan, minum, atau jajan?
Makan.
40. Paling gak suka disuruh apa? Siapa yang nyuruh?
Disuruh stop buat doujin Yaoi sama Elwa karena nggak sengaja waktu itu dia nemu doujin Yaoi buatan gue di markas dia. (Disisi lain, Elwa ingin sekali membakar kamarnya Iris ampe rata dengan tanah.)
41. Pernah ciuman? Kalau pernah sama siapa?
Nggak pernah.
42. Paling ilfeel liat orang lagi ngapain?
Liat Doujin Yuri yang R-18, pernah nemu di comicon tahun lalu, terus liat Elwa meledak karena baca Doujin gue. Ngadepin Maya yang lagi marah-marah pas PMS. (Elwa OTW ke kamarnya Iris. 'Gue rasa itu ide buruk Elwania..')
43. Siapa musisi yang kamu kagumi?
Entahlah..
44. Musim favoritmu?
Musim panas, lumayan kadang ngeliat semua cowok satu squad nggak pake baju semua. Terutama badannnya Jin-sensei, Rone-sensei, Eudo-kun, Alexander-kun (ah, maaf dia udah punya pacar. *Woi!), Eris-kun.. Pokoknya hampir semua deh kece badai kecuali Mita sama Andre! Mereka tuh, cowo unyu-unyu yang bikin hati gemes apalagi Mita kalo pake baju sekolah yang warna biru muda trus ada aksesoris bebek diatasnya. OMG itu unyu banget!! Bahkan pernah Eudo sampe nosebleed ngeliat Mita dipakein baju itu. (EuMit kah? :V *dibasoka Eudo)
45. Kamu benci sama siapa?
Nggak ada~
46. Bedcover kamu gambar apa?
Bunga-bunga.
47. Kalau bantalnya?
Entah motif apa itu..
48. Lagu yang selalu kamu dengarkan?
Nggak tau..
49. Baju yang suka kamu kenakan saat keluar rumah?
Kaos biasa, celana pendek, sama sepatu biasa. Kadang, make baju gaun hitam berserta topi tinggi hitam juga.
50. Sebelum tidur ngapain?
Baca Yaoi.
51. Yang terakhir SMS kamu siapa?
RaiKami-kun
52. Dia siapa?
Temen.
53. Apa isinya?
Lu dimana? Revan sama Thundy ngedumel tentang lu dari tadi. -.-'
54. Balesnya?
Cie, perhatian nih. Bilangin ntar gue ketemu mereka. *
55. Dia balesnya ?
Nggak gitu juga kali mba! Najes tau nggak! -_-"
56. Mau udahan nggak?
Yaudah..
57. Udahan sekarang boleh?
Yaudah silahkan..
58. Oke, Udahan
Dahh~
Kemudian, Iris meng-tag beberapa orang temannya dan send..
Ketika baru selesai mengirim ke facebooknya, pintu kamar dia didobrak seseorang.
BRAK!
Pelakunya adalah Elwa yang baru dateng.
"Elwa-chan mau ngapain?" tanya Iris.
"Gue ma-" entah kenala Elwa langsung diem ketika nggak sengaja nengok ke arah rak bukunya Iris dan ngeliat koleksi Yaoinya dan juga poster Yaoi yang terpampang di tembok. Juga, dakikamura (CMIIW) Iris yang bergambarkan laki-laki seksi.
DUAAARRR!!
"Elwa-chan meledak!!" teriak Iris sambil berseringai.
"NINO, NINO, NINO, NINO~", "BEEDO, BEEDO, BEEDO, BEEDO~"
"Awas petugas rumah sakit/pemadam kebakaran datang!" ucap Silica, Adelia, Rina, Amelia, Marisa, dan Lisa bersamaan. Silica membawa kotak obat, Amelia membawa tandu, Marisa bawa dua HP pengganti Lampu Sirine Ambulan di tambah suara ambulan. Adelia bawa selang air, Rina bawa tongkat buat ngepel lantai, Lisa bawa dua HP pengganti Lampu sirine.
"Iris-chan minggir!" kata Adelia kemudian air keluar dari selang dan menyemprot Elwa yang barusan meledak.
BRUUUUUSH!
"Aduh Hei! Hentikan!" sahut Elwa baru sadar.
"Misi pemadam selesai!" seru Rina.
"Misi petugas ambulan mau lewat!" Silica membuka kotak obatnya dan melempar sebuah handuk ke Elwa. Kemudian, Elwa dianggkat pake Tandu keluar kamar.
"Misi Selesai! Ayo kita Kabur!" seru Amelia.
"NINO, NINO, NINO, NINO~/ BEEDO, BEEDO, BEEDO, BEEDO~" senandung mereka berenam sambil membawa (baca : seret) Elwa keluar kamar Iris.
"Akhirnya bebas, sekarang tinggal bersih-bersih kamar deh~" gumam Iris yang memegang tongkat pel yang dikasih sama Rina.
"Ya ampun! Iris kenapa kamarmu basah?" tanya Yuki yang kebetulan lewat. "Dan kayaknya Ibu barusan keliht Elwa diseret sama anak-anak ada apa ya?"
"Hehe, Elwa barusan meledak di kamarku bu~"
"Hah? Meledak?"
More bonus with Ars :
Ars datang ke markas untu mengecek adiknya, Andre. Ketika sedang mendatangi kamarnya tak sengaja dia melihat seorang perempuan yang dituntun oleh seorang pria. Ars melihat wanita itu diperban matanya dan dia teringat akan adiknya ketika masih diperban kedua matanya.
"Ah, permisi.. Apakah kamu Naya dan Salem?" tanya Ars.
"Ah.. Iya, kau siapa ya?" tanya Salem.
"Aku Ars, kakaknya Andre.. Sepertinya Andre benar soal keadaan kakakmu yang buta itu.." jawab Ars.
"Yah.. Kakakku memang buta..."
"Emm.. Bolehkah kami menemui Andre, Ars?" tanya Naya.
"Silahkan.. Sini ku antar." ucap Ars kemudian dia memasangkan sesuatu ke tangan kanan Naya sebuah gelang namun, tidak ada yang sadar.
Di kamar Andre.
"Andre.. Kau didalam?" tanya Ars.
"Ya.. Sialahkan masuk..."
Andre membukakakn pintu kamarnya.
"Hai.. Kak Ars, kak Naya dan kak Salem..." sapa Andre dan mengusap Air matanya.
"Kau menangis lagi ya?" tanya Ars.
"Ya.. Sedikit sebentar doang kok..."
"Andre kenapa menangis? Kan kakak juga sudah bilang nggak usah sedih.." ucap Naya sambil meraba muka Andre.
"Aku nggak menangis soal itu.. Aku barusaan menonton film sedih kak." balas Andre. "Oh iya, sejak kapan kak Naya memakai gelang itu dikedu tangan kakak?"
"Gelang?" Salem melihat tangan Naya dan melihat dua buah gelang dipergelangan tangan kiri dan kanannya.
"Ars? Kapan kau memakaikannya?" tanya Salem curiga.
"Haa~ aku nggak tau juga kok~" jawab Ars pura-pura nggak tau padahal dia yang memakaikannya.
"Hei, Umm.. Naya kau merasakan sesuatu?" tanya Ars tersenyum kecil dan berdiri didepan Naya.
"Yah.. Aku merasakan sesuatu.. Ah.. Aku seperti melihat seseorang berambut coklat muda dan bermata merah.. Walaupun masih buram.. Eh... Lama-lama sudah jelas.. Ada apa ini?" tanya Naya bingung.
"Sepertinya mulai berkerja.." jawab Ars.
"Hah?"
"Yah.. Gelang itu berkerja dengan benar... Kau bisa melihat lagi, namun belum sempurna.." jawab Ars.
"Maksudnya?" Naya makin kebingungan diantara rasa terharunya.
"Aku memasangkan alat yang kubuat diam-diam untuk mu.. Memang kau sepertinya mau menolak, tapi itu hadiah dariku karena mau menolong Andre." jawab Ars.
"Jadi maksudnya kakakku bisa melihat lagi?" tanya Salem.
"Yah.. Biarpun belum sempurna.."
The end dengan absurdnya :V
A/N : Gimana chapter kali ini? Absurd ya bonusnya, sana gantung yang kedua :V
Sengaja ngambil dari chapter 34, GSS karena ngeliat Mathy ngirimin begituan jadi anggap aja balasannya tapi Versi Irisnya. :V
Note :
Iris Lisabeth 'Nanairo Hikari', 18 tahun, 163 cm (cie, Teiron kalah sama cewe :V *ditimpuk batu bata), 12 Juni. Punya nama Asli korea sebelum jadi Iris Lisabeth karena diadopsi sama keluarga di Inggris. 'Young Seon Mi' dan hanya Jung yang tau nama koreanya Iris karena mereka sebenernya pernah ketemu pas masih kecil tapi lupa tampang aja. (JungIris kah? :V *disedot patung death angel, *dilempar Gangxi card)
Beberapa hari ini aku lagi sakit jadi jarang buka FFN dan nggak ada data juga jadi mungkin yang berikutnya bakal agak telat /
