Balas Revievv :
Girl-chan 2 :
Red : Oh Ayolah, pegang dia sebentar saja. :V *masih mengejar Teiron dengan menggendong Nigou.
Nigou : Arf.. (Sudahlah..) *sweatdrop.
Revan : apapun itu.. Cepat Tolak si Alucard, jangan sampe dia ganggu waktu kita mau main berdua terus kezel ea. -_- /
Alucard : Biarpun ditolak... aku akan tetap mengejarmu sampai dapat... Tuan Thundy. *berlutut kemudian cium tangan.
All : Hayoloh, Thundy berjuanglah... Semoga sukses. *nari pake pom-pom
Alucard : tapi sebelumnya, Emy itu siapa ya?
Me : Maaf, itu rahasia.. 'Nggak mungkin gue ngasih tau kalau Emy itu pacarnya Thundy, bisa di dimension slash nanti ama Alucard.'
Alucard : Hmm... *Curiga
Ethan, Alex : Yah.. Kita senasib *pundung sambil garuk tanah. -_-"
Thx!
Chapter 22 : Horor Sleepover party.
"Huff~ Nanti malem inget, kalau mereka bakalan datang ke markas." ucap Red ditengah para anak cowok yang lagi sibuk sendiri.
"Oh iya, hampir lupa kalau mereka kesini nanti." balas Ethan menghelakan nafas sambil melihat keluar dari jendela.
"Memangnya siapa yang bakalan datang?" tanya Alfred bingung.
Oh, sampai lupa kalau Alfred itukan anggota baru dan juga Alucard. Jadi, mereka berdua nggak tau kebiasaan para anak cowok yang kadang-kadang suka main nginep di markas Garuchan (bahkan sebaliknya juga.)
"Yasudahlah, ayo kita beres-beres dulu." ujar Lectro kemudian mengambil sapu.
Beberapa (puluh) menit kemudian..
"Akhirnya selesai beres-beres." seru semuanya (min. Alfred dan Alucard).
"Sofa udah dipindahin?" tanya Rone.
"Udah dong, bahkan udah diteleport ke gudang barusan." jawab Eris yang baru balik dari gudang.
"Pintar.." gumam Rone.
"Oh iya, sebelumnya kasih tau mereka tentang acara tambahannya." ujar Red.
Lectro merenggangkan badannya." oh, soal festival itu ya? Nanti malamkan?"
"Yap.. Makannya suruh pada bersiap nan-"
Ting Tong..
"Sepertinya itu mereka.." Romi berjalan kearah pintu dan membukanya dan para kerumunan anak laki-laki sudah didepan pintu. Entah, tiba-tiba karena iseng atau apa Ikyo membuat Romi eneg..
"Hai Sayang... Huwaaaaa!" Ikyo langsung ditonjok sama Teiron yang sukses membuat Romi double sweatdrop.
"Rubah Kampret! Gininih keseringan nonton Spongebob yang episode coklat!" gerutu Teiron kesal. "Hoho... Hee... Silahkan masuk."
Mereka semua langsung masuk ke dalam dan duduk diruang tengah markas yang agak luas karena sofa sudah dipindahkan ke gudang.
"Moncong-moncong, para cewek kemana?" tanya Vience.
"Mereka lagi enak-enakan berlibur di pulau yang sudah diam-diam mereka rencanakan dari beberapa bulan yang lalu.." jawab Jung watados.
"Selain itu.. Bukannya ada Ayah dan Ibu kalian ya?" tanya Teiron.
"Ayah dan Ibu... Mereka lagi pergi berdua, setidaknya mereka perlu waktu berduaan beberapa hari ini." jawab Rei datar.
Teiron mangut-mangut kemudian dia melihat Alucard yang dari tadi bersender di tembok dan menatap tajam kearah kerumunan mereka. Teiron sebenarnya agak nggak enak diperhatiin sama dia karena matanya itu setajam singlet (?) 'kok jadi ingat acara gosip di RCTI ya :v
"Hei, umm.. Dia siapa ya?" Teiron mulai risih dengan keberadaan Alucard.
Red menengok kebelakang dan kemudian tersenyum tipis setelah melihat ke Alucard dan berbalik ke arah Teiron lagi, "Dia Anggota baru, Alucard.. Sisanya jangan ditanya, dia emang begitu ke orang banyak." jawab Red sweatdrop.
"Tumma mana?" Eris yang dari tadi celingak-celinguk nyariin Tumma.
"Dia di- loh? Kemana dia?" ujar Rendy yang juga celingak-celinguk nyariin Tumma.
"HYAAAAA!! KAK ALEX TOLONG!! ADA 'ITU' KAK!!"
Oh iya, sepertinya mereka lupa soal Andre yang belom pernah melihat wujud Tumma secara langsung...
Alex yang mendengar teriakan adiknya langsung lari ke kamar buat mengambil Sniper dia dan segera ke toilet cowok. Begitu dia mendobrak pintu toilet dia malah menurunkan senjatanya ketika melihat Tumma sama Andre yang nangis dipojokan kamar mandi.
"Damn! Aku lupa bilang." ujar Alex sambil faceplam.
Beberapa penjelasan kemudian...
"Oh.. Maaf ya, aku nggak tau kalau kamu seperti itu." ucap Andre sambil menghapus air matanya.
"Yah, terima kasih..."
"Ada ala nih?" tanya Lectro yang tiba-tiba muncul dari belakang.
"Biasalah.. Baru pertama kali liat Tumma pasti tau." ucap Alex miris.
Lectro ber-oh- ria sambil ngangg-ngangguk.
Kembali ke ruang tengah..
"Yang tadi itu ada apa ya?" tanya Mathias bingung.
"You know lah.. Kalo baru liat Tumma gimana.." jawab Alex sambil mengangkat kedua bahunya.
Mathias hanya ber-oh- ria mendengarnya.
Untuk meluangkan waktu senggang mereka ada beberapa kegiatan yang dilakukan para anak cowok itu, misalnya..
~Tepok nyamuk~
"Ron, gue denger lu raja tepok nyamuk.. Coba yuk lawan gue!" tantang Red dengan semangat.
"Ok lah.. Jabanin deh." balas Teiron menantang.
"Ok, satu, dua, ti-"
PRAK!
"ga.." Red tersenyum licik setelah berhasil menahan serangan Teiron di pipi kanannya.
Tak sengaja apa yang mereka lakukan langsung menarik perhatian banyak orang terutama dari kelompok Garuchan, karena belum ada yang bisa mengalahkan Teiron dalan pertandingan tepok nyamuk.
"ANJRIT! TEIRON KE TAHAN SERANGANYA!" (Alpha)
"WEW! SEMANGAT RED!" (Maurice)
Kemudian pertandingan menjadi sangatlah sengit karena kedua belah pihak masih bertahan satu sama lain. Tapi, tiba-tiba nggak ada angin, nggak ada hujan. Nigou malah dengan santainya ngelewatin mereka berdua lewat bawah Red yang sukses membuat Teiron kaget setengah sekarat.
"Arf Arf? (Apa yang sedang kalian lakukan?)"
"GYAAAAAA-"
PLAAAKK!!
Kita ulang dengan adegan Slow Motion :V *ditimpuk batu bata
"GGGGYYYYAAAAAAAAA-"
Plak, Plak, Plak, Plak, Plak.. (SFXnya ceritanya :V)
Sebuah gamparan sadis dari Red yang mengenai pipi kanan Teiron sampau menyebabkan orangnya terpental ke samping dan pingsan.
"HOREE!! JUARA BERTAHAN TEIRON SUDAH PECAHH!!" Sahut para anak cowok sambil ngelempar Red ketas berulang-ulang.
"Oi, bangun jangan pingsan.." Rone menoel-noel pipi Teiron yang berbekas merah akibat gamparan sadis Red.
~Buntutin~
"Kak Edgar, beliin es krim dong.." ucap Edward sambil mengikuti kakaknya dari tadi.
"Nggak! Kita entar juga ke festival tau nggak!" tolak Edgar dengan tegas.
"Tapi maunya sekarang..."
Di sisi lain..
"Haha.. Dia dibuntutin terus sama adiknya dari tadi." kata Mathias sambil ketawa garing.
"Aah.. Diamah masih mending.." balas Revan sweatdrop.
"Emangnya ada yang lebih parah?" tanya Mathias skeptis.
"Mau lihat.. Tuh!" Revan menunjuk kearah Thundy yang di buntutin sama Alucrad yang barusan lewat di samping mereka.
"Nggak, maaf! Gue nggak bisa jadi pacar lu!" tolak Thundy sambil pergi meninggalkan Alucard.
"Ayolah.. Jadilah milikku.." ucap Alucard yang masih mengikuti Thundy. 'Belom nyerah dia, hebrat ya *plak'
"Asal lu tau Mat... Dia udah kayak gitu setengah jam loh." ucap Revan sambil tersenyum miris.
"Hee..." Mathias hanya bisa sweatdrop mendengarnya.
"LEPASIN IH! JANGAN SEENAKNYA AJA!" bentak Thundy yang dipeluk sama Alucard.
"Imutnya~" gumam Alucard.
~Ketok~
"Eris, gue pinjem laptop... Hegh!" Salem langsung pingsan, mulutnya berbusa, dirinya juga mengalami kejang-kejang serius, bahkan matanya memutih karena...
"Duh.. Salem, Salem. Makanya kalau mau buka kamar gue diketok dulu, jangan asal buka, udah tau lu nggak kuat liat kakak gue pas kepalanya dilepas." Eris langsung geleng-geleng kepala karena melihat Salem pingsan karena melihat dirinya sedang mencari jarum dan benang untuk menjahit kepala Alfred yang benang dilehernya kendor. Sementara, Alfred sedang memangku kepalanya dipahanya dan menatap Salem dengan muka datarnya.
~Cosplay~
"Oke, sekarang saatnya mendandanimu Rendy~" Vience tersenyum jahil ketik melihat Rendy yang baru saja diiket sama Ikyo dan Ethan di bangku kecil.
"NGGAK! JANGAAANN!!"
beberapa saat kemudian...
"Hoi semuanya.. Coba tebak, ini siapa?" sahut Vience yang membawa 'thundy kw' dan Thundy asli ke ruang tengah. 'Ditebas orangnya
"Loh, itukan kak Thundy.." jawab Andre watados.
"Gitu aja kok repot! Mau tau jawabannya gampang kok!" sahut Jung yang tiba-tiba nongol.
"Hah? Gimana?" tanya mereka bertiga.
"Pake dia aja.." jawab Jung tersenyum jahil, "dia tau mana Thundy yang asli kok."
Mau tau siapa yang dia barusan seret itu..
SYUUUTT!!
"Biarpun kau berusaha menipuku karena mempunyai seorang kembaran, itu tidaklah mempan untuk seorang knight berpengalaman seperti diriku.. Tuan Shocka.." ucap Alucard sambil mencium tangan Thundy yang asli. Sementara Jung, orangnya udah ngilang duluan.
"Ba.. Bakayaro! Jung!" teriak Thundy sambil mengejar Jung dengan ganasnya. Plus, ngetsundere didepan Alucard.
Di tempat lain..
"Yuhu~ Salem..." panggil Red.
Salem yang baru sadar dan keluar dari ruang farmasi menengok kearah Red.
"Tebak! Mana Red mana Rone?" ucap Red dan Rone berbarengan dan kebetulan memakai baju yang sama.
Salem langsung mengebul kepalanya dan pingsan lagi. Sementara itu Red dan Rone malah ngakak guling-guling dilantai.
~Festival~
Jam 7.15 malam..
"Huwah! Ramainya festival ini.." gumam Teiron yang agak berdesakan dengan pengunjung lainnya.
"Ya, namanya juga festival musim panas cuy!" sahut Red.
"Ya.. Setidaknya nggak ada kejadian seperti waktu itu.. Yakan Thundy.." ujar Ikyo yang teringat kejadian di masa lalu. "Iya..."
"Emangnya ada apa dengan festival yang lalu?" tanya Lectro penasaran.
"Emm..."
-flashback-
"What the-!!"
Mereka menemukan sang pelaku mabuk-mabukan itu sedang berdansa ditengah lapangan yang seharusnya menjadi arena sumo sambil menyanyikan lagu yang tidak jelas liriknya.
"Boku wa aruku, oretachi no nichijou, watashi mo kyou, kimi o aishite~"
-Flashback end-
"Hii! Pokoknya itu parah deh!" jawab Teiron merinding.
"Bikin malu banget pokoknya!" sambung Alpha.
"Ooh..." Lectro hanya bis sweatdrop mendengarnya.
"Hei itukan!?" Eria menunjuk seseorang yang nggak asing dimata mereka bersama dengan pria berambut biru.
"Ketua! Yamagi!" panggil mereka, orang yang dipanggil langsung menengok kebelakang. "Wah! Kalian datang juga dan sepertinya kalian semua ikut juga.."
"Hooh! Kita dia ajak sama mereka kesini."
"Sudah yuk, lebih baik kita nikmati festival ini, yakan Teddy-ku." ucap Yamagi sambil merakap Reha.
"Ish! Bisa nggak sih, nggak kaya gitu.." terka Reha.
Setelah mengobrol mereka semua berpencar mencari kenyamanan masing-masing.
"Hei, enaknya beli apa dulu ya?" tanya Maurice.
"Gue mau Yakisoba dulu aja.." kata Lectro yang berjalan menuju stan Yakisoba.
"Gue mau permen apel karamelnya dulu deh.." kata Teiron yang menuju stan yang lain.
"Takoyaki~" ucap Red sambil menuju stan Takoyaki.
"Emm.. Gue juga mau deh.." ucap Revan yang ngekor Red.
Sementara itu di penjuru lain..
"Hmm... Kena!" seru Jung yang menangkap sebuah ikan besar dari menangkap ikan.
"Gue nggak bakal kalah! Hyaa!" seru Ikyo yang mencoba menangkap ikan yang agak besar.
"Sepertinya mereka sengit ya.." gumam Luthias yang melihat dua orang itu sedang sengit bertanding.
"Oi, Greeny, ayo main ini!" panggil Mathias yang memegang sebuah senapan.
"Baiklah..."
Dan dipenjuru lainnya..
"Entahlah... Aku mau meminumnya apa nggak.." gumam Eudo sambil melihat gelas yang berisi sake yang dia pegang.
"Ayolah, kau pasti bisa.. Enak kok!" ucap Alex yang baru saja meneguk satu gelas sake.
"Hmm... Baiklah.." Eudo meneguk sake itu dan kepalanya agak pusing sekarang.
"Masa baru satu gelas dah nggak kuat, ayo tambah!" seru Alex sambil menuangkan sake ke gelas Eudo.
"Entahlah Lex.. Gue.."
"Minumlah! Situ laki!? Nggak kuat Alkohol!?" goda Alex.
"Ergh! Jangan meremehkan gue ya!" sembur Eudo yang langsung meneguk sake digelasnya dan langsung menyodorkan gelasnya ke Alex.
"Tamabahin Cepet!!" perintah Eudo.
"Wuish! Sabar mas!"
Beberala gelas kemudian..
"Eheheheheheheeh... Ayo tambah lagi!" pinta Eudo yang udah mabuk berat.
"Seriously, lu baru 7 gelas aja udah mabok berat.. Padahal..." Alex melihat ke kemasan sake itu dan melihat kalau kadar Alkoholnya hanyalah 5 persen saja.
"Ayolah!! Cepet tambahin Lagi!! Argh!! LAMA LU, SINI BOTOLNYA!!" seru Eudo dan merebut botol sake dari tangan Alex dan langsung meneguknya dari botol.
"Ok fix, lu harus stop sekarang. Gue bakal nganterin lu pulang."
Sementara itu..
Tring!!
"Sebentar.." Red mengeluarkan Hpnya dan mendapat SMS dari Alex.
"Eudo Mabok berat.. Gue balik duluan nganterin nih anak balik dari pada ada acara ciuman masal karena dia mabok berat."
Red langsung sweatdrop membaca pesan itu.
Sekarang bagian utamanya :V
"Huah! Capeknya!" gumam Edgar yang baru saja tiduran di kasur yang di letakan di ruang tengah.
"Yang penting udah puaskan ke festival." ujar Tumma yang nggak ikut ke featival karena nggak pake kostum.
"Iyap, dan sekarang maunya sih tidur sampe pagi yang pules." gumam Andre yang meringuk di kasurnya sambil memeluk bantal.
"Udah semuakan? Gue matiin lampunya.." ujar Jung yang mematikan lampu.
Klik..
Suasana ruang tengah sunyi senyap sekarang tanpa adanya suara. Beberapa orang sudah tertidur pulas, tapi semuanya terganggu karena adanya suara orang ketawa cekikikan.
"Hnn! Siapa yang ketawa?" tanya Eris yang terganggu.
"Ahh! Berisik woi!" gerutu Edgar.
"Ya ampun! Siapa yang cekikikan malem-malem begini!?" gerutu Rendy sebal.
Red yang bangun kemudian mengangkat Lectro dan langsung disupplex sambil berteriak..
"BERISIK COEG!! STOP KETAWANYA!!" Bentak Red yang kesel sama Lectro sang pelaku ketawa barusan.
"Yaudahkan! Tidur lagi!" gerutu Rei yang terbangun.
Suasana kembali sunyi..
"Hemh! Kenapa kayaknya ada yang masuk ke kasur gue deh..." gumam Teiron yang merasakan sesuatu masuk ke kasurnya.
Dia membuka selimutnya dan..
"Woof.. Hnn.. Hff.." Hato ketiduran didalem selimut dia.
"AAAAAAAAAAAHHHHHHH!!"
BRAK! GUBRAK! DOR! SRING! BRUAK! DUAK! DESH! KRETEK! KRAUK! AHH! IKEH IKEH KIMOCHI! CROT! (Eh?)
Adegan tadi jangan ditanya Teiron lagi diapain ya.. Pokoknya dia berakhir mengenaskan deh..
"Nih anak minta dibunuh ya.. Malem-malem tereak kenceng banget.." ucap Rone geram dan mengokang pistolnya dan bersiap menembak Teiron dengan itu namun, ditahan Red.
"Tau tuh..." ujar Alpha yang ikut keganggu.
"Udah! Tidur lu Semua! Bangsat!" umpat Edgar yang paling keganggu karena dia sebelah Teiron.
BRAK!!
Pintu ruang tengah tiba-tiba dibuka (baca : banting) dengan keras oleh Eudo yang masih membawa sebuah botol sake ditangannya dan pandangan mata yang nggak fokus.
Semuanya langsung kicep memdadak dan menatap horor ke Eudo yang seolah baru saja diperkaos (?) bukan melaikan baru saja mabuk berat.
"Hai, semua.. Ayo kita minum... Tapi... Sebelumnya.. Aku ingin... Mecicipi.. Bibir kalian dulu..." ucap Eudo sambil bergerak mendekat kearah para anak nista tersebut dan menjilat bibir bawahnya. Kecuali Andre, Mita, Edward, dan Hato yang kalo udah pules nggak peduli sama apapun.
"KABUURRRR!!" semuanya langsung melakukan apa yang harus dilakulan yaitu, ngacir dari tempat itu. Biarpun memakan satu korban...
"Woi, Lepasin gue Eudo! Tidak! Jang- mnh!" Edgar menjadi korban pertama Eudo. Setelah bibirnya dilumat, Eudo dengan (tidak) sengaja memasukan lidahnya ke mulut Edgar. Entah, pikiran edgar koso- (Lectro : Udeh! Stop Lu Bakaichou! *disetrum)
Poor Edgar..
Dan mereka yang selamat hanya bisa bersembunyi di kamar-kamar terdekat. Kecuali untuk beberapa orang yang bersembunyi di ruang baca, dapur, ruang makan, toilet, bahkan gudang.
Di ruang baca, ada Salem sedirian yang ngumpet disitu. Emang sih agak ketakutan tapi, demi bertahan hidup dari serangan maut ciuman Eudo seperti saat pertama kali dia kesini. Tak sengaja ada suara langkah kaki seseorang yang mendekati ke arah persembunyiannya.
"Saleeemmm~ kamu disinikan?" Mampus kau Salem.. Eudo dateng.
'Haduh... Gimana nih, kalau dia kesini bisa abis gue..' batin Salem yang makin panik mendengar suara Eudo makin dekat dengan tempatnya.
Entah dengan ajaibnya (atau karena ruangannya gelap) Eudo ngelewatin Salem begitu aja tanpa curiga.
'Bagus, dia nggak liat saatnya keluar.." ucap Salem pelan kemudian berjinjit kearah pintu keluar. Tapi..
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Alfred yang muncul tiba-tiba didepan Salem.
"HYYAAAAAAAAAAAAH!!"
"Ketemu kau Salem~"
"Tidak! Eudo! Mnh!" Salem berusaha berontak tapi energinya serasa disedot Eudo dan akhirnya... Pingsan.
Rrrrrr!
Para anak yang masih selamat melihat sebuah notice kalau Salem telah menjadi korban kedua Eudo dari Alfred yang sering keliling kalau malem-malem.
Di dapur...
"Hmm... Mumpung ketemu makanan makan ahh~" batin Teiron yang memakan kue yang dia ambil dari kulkas.
Kemudian dia mendengar suara derap kaki seseorang yang mendekat kearah persembunyiannya.
"Hee~ siapa disini ya~ hm.. Kenapa baunya kayak kue deh~"
Eudo is Coming!!
Teiron dengan pelan-pelan menggigit kue yang dia temukan barusan dan mengunyahnya pelan-pelan. Nggak sengaja dia memotek kue kering itu yang menimbulkan suara.
"Si.. Sial gimana nih?" ucapnya panik.
"Hmm.. Siapa dibawah ya? Bersiaplah~" Eudo mulai membuka kabin tempat Teiron bersembunyi.
Dengan cepat Teiron melemparkan sebuah kue keluar dan mendarat dibawah meja.
"Kuee~" Eudo malah mangambil kue tersebut dan memakannya. Teiron yang melihat itu langsung mengambil langkah untuk kabur dari dapur secepatnya.
Setelah agak jauh dari dapur dia berhenti dan mengambil nafas karena kecapean.
"Hampir saja..." kemudian dia berjalan kedepan dan menabrak seseorang.
"Ah, ma- mnh!!"
Jangan tanya yang dia tabrak barusan siapa...
Di Toilet..
"Haah~ Toilet lagi, toilet lagi..." keluh Thundy yang ngumpet di toilet laki-laki.
Tiba-tiba pintu dibuka dan Thundy langsung gelagapan mana dia lupa tongkat dia yang dia tinggalin di ruang tengah.
"Ah.. Ma.. Maaf, Tuan Thundy. Saya tidak tahu anda didalam.." ucap Alucard yang blushing melihat Thundy.
"Udah gak apa-apa, gue kira Eudo.." balas Thundy lega.
Tiba-tiba dia melihat sebuah bayangan dan melihat Eudo dikejauhan melihat dia dan langsung berlari kearahnya.
"Hiii!"
Brak!!
"Hei, apa yang!?"
"Ssttt! A.. Aku sedang bersembunyi disini jadi jangan bersik!" bisik Thundy setelah menutup pintu.
BUGH! BUGH! BUGH! BUGH!
"Thundy~ buka pintunya~" ucap Eudo dari sisi lain dari pintu.
"Em.. Tuan Thundy, Tuan Eudo mau masuk, jadi menyingkirlah dari pintu." Ujar Alucard.
'HADUHGIMANANIHKALOMISALNYAGUEBUKAGUEPASTIBAKALJADIKORBANCIUMANSIEUDOBEGOITUTAPIMASALAHNYAALUCARDBEGOITUJUGAMALAHNYARANINGUEBUKAINPINTUNYAMALAHSEKARANGEUDOBEGOITUPAKEACARADOBRAKANSEGALALAGI... JADI HARUS GIMANA GUE!!!!??' Sembur Batin Thundy panjang lebar yang panik kayak orang kumur-kumur.
"Thundy~ bukain pintunya~"
"Tuan Thundy, menyingkirlah dari pintu."
"Ah.. Em.. Um.. Ha.. Argh! Maafin gue Alucard, Emy!"
BRAK!
Eudo malah dengan bodohnya langsung pergi dari toilet ketika melihat..
Thundy dengan (tidak) sengaja mencium bibir Alucard demi nyelamatin dirinya.
"Huah... Emm... Tadi itu barusan..." Alucard mulai blushing mengingat Thundy menciumnya.
Thundy dengan tsunderenya malah ikutan blushing parah dan memalingkan mukanya, "Hmph! I.. Itu hanyalah sebuah... Cara untuk menyelamatkan diriku dari.. Eudo Bego itu... Bego..."
"Hee.. Hei, boleh cium aku lagi..." pinta Alucard.
"Nggak! Lu bego! Thunderbolt!!" Alucard berakhir disetrum Thundy sampai gosong.
Di gudang...
"Entahlah.. Apa gue bakalan aman disini apa nggak.." gumam Maurice yang ngumpet didalam kotak kardus yang dia ambil dari tumpukan kotak kardus digudang. Tiba-tiba, dia ngedenger ada orang yang mendekat kearah tempat dia.
"Apa ada orang digudang~"
"I.. I.. Itu dia.."
Oh no! Eudo is coming!!
Maurice makin gelagapan ketika Eudo mulai berkeliling di gudang sambil mencari seseorang secara detail di setiap sudut gudang, dari kotak perkakas, lubang semut (emang bisa ya -_-), sampai akhirnya.
"Cih, nggak ada yang ini!"
Duagh!
Eudo mulai kesal dan bertindak brutal terhadap kardus-kardus yang kosong. Maurice yang panik ketika mendengar kalau Eudo mulai menendang kardus - kardus yang lain. Dengan cepat dia keluar dari tempt persembunyiannya dan lari secepat mungkin dari kejaran Eudo.
"Kembali kau!!"
"Hiii!"
Entah kenapa tiba-tiba Maurice kesandung kaki dia sendiri dan terjatuh ke lantai dan Eudo mencengkram kakinya. Nggak sengaja dia melihat Thundy lagi lari mencari tempat persembunyian lain di depan dia.
"Thundy! Tolongin gue!" pinta Maurice yang masih meronta-ronta dari pegangan tangan Eudo di kakinya.
Thundy malah menatap horor Eudo dan langsung mempercepat larinya meninggalkan Maurice.
"Tidak! Thundy! Jangan pergi! Tolongin gue! TIIIIDAAAAAAAAKKKKK!!!" Maurice ditarik sama Eudo gaya film horor orang ditarik sama pembunuhnya.
Di sebuah kamar...
"Untung aja, sempet ngumpet di kamar ini.. Tapi, kenapa gue sendiri doang yang ngumpet disini ya?" gumam Rendy yang tiduran di kasur kamar itu.
Sepertinya dia tidak tau kamar siap itu...
Kriet..
Rendy menatap pintu yang terbuka, kemudian panik setengah mati karena yang membukaknya adalah..
"Rendy~ ketemu kau~"
Eudo... Karena yang tempat yang Rendy jadiin tempat ngumpet adalah kamar Eudo.
"E.. E.. Eudo! Le.. Lepasin gue.. Jangan- mnh!!"
Sejauh ini, hanya Rendy yang menjadi korban tercepat Eudo.
Paginya...
"Hmmh! Loh, mereka pada kemana ya?" gumam Edward yang melihat ruang tengah sepi, hanya ada dia, Andre, Mita, Hato, dan kakaknya.
Sementara itu, para anak-anak cowok yang selamat (Ikyo, Alpha, Red, Rone, Revan, Thundy, Lectro, Jung, Ethan, Eris, Rei, Vience, Mathias, Luthias, Tumma, Romi dan Alex.) masih tertidur dikamar mereka masing-masing.
Bagaimana kondisi para korban...
Salem tergeletak mengenaskan di Ruang baca. Teiron pingsan di dekat pintu belakang, Maurice terbujur kaku di toilet, Edgar malah pingsan di kasurnya, Rendy malah paling ngenes karena dia ngumpet di kamar Eudo.
The End dengan Nistanya :V
