Balas Revievv :
Girl-chan 2 : Tahan dia jangan sampe ngamuk!!
Jung : Red urusin sono seling- Argh!! *dicekek Red.
Red : Bilang apa barusan? Mau gue lempar ke lava ya... *nyekek sambil senyum pisikopat.
Jung : Ampun! Ampuni Hamba!
Me : Sudahlah... *sweatdrop.
Okay, makasih udah ngasih tau soal permainan itu, karena aku kira pas ngedenger tepok nyamuk kepikirannya itu tampar pipi. -w-"
Thx!
Chapter 23 : Sisi lain dari Alucard.
"Lalala~ mau nyeduh teh ah.." senandung Yamagi sambil mengeluarkan sekotak teh hijau dari rak dapur.
"Mau ngeteh ya? Ntar bagi dong..." ujar Jung yang kebetulan lewat.
"Tapi.. Aku mau minum teh nggak banyak dulu.. Jadi, maaf ya.." ucap Yamagi kemudian pergi dari dapur.
Jung hanya diam, "Bilangnya sih sedikit.. Cuman... Sebenernya..." Jung berjalan ke ruang tengah dan melihat Yamagi...
"Dia itu ngeteh, tapi nyeduhnya sebaskom..." batin Jung sweatdrop yang melihat Yamagi sedang nyeduh teh dibaskom kecil.
Red sedang melewati kamar Iris kemudian dia nggak sengaja melihat Iris dan Reha keluar kamar sambil menangis.
"Lu berdua kenapa?" tanya Red bingung.
"Udah Hilang sudah..." gumam Reha lirih.
"Hah?"
"Husbando kami berdua sudah Hilang! HUEEEEEEE!!" sontak, mereka berdua langsung nangis kejer sambil lari ke ruang tengah.
Red mencoba masuk ke kamar Iris dan melihat..
"Pantesan.. Mereka lagi nyetel endingnya 'Blazblue Central Fiction' sih.." gumamnya ketika melihat Laptop Iris.
Diruang tengah...
"Ada apa dengan mereka berdua?" tanya Yuki yang kebetulan lewat ruang tengah dan melihat Reha dan Iris pundung dipojokan dengan aura suram.
"Entahlah... Aku juga baru lihat... Rehaa~ Jangan Sedih dong~ Aww!" Yamagi mulai memeluk Reha, kemudian dia mendapat tonjokan di dagunya. "Hiks.. Bacot!"
"Red... Mereka berdua kenapa?" tanya Yuki.
"Mereka baru saja kehilangan tokoh favorit mereka.. Tak ku sangka bisa sampai separah ini. Padahal biasanya..."
-Flashback-
"Hiks... Kenapa dia harus pergi! Hueee!!" jerit Reha dan Iris dari kamar Reha.
"Kalian kenapa?" tanya Red.
"Husbando kami pergi ninggalin temen-temennya. Hueee!" ucap Iris sambil nangis kejer-kejer.
"Ya ampun.. Gitu doang.. Yang sabar ya.." balas Red sambil mengusap kepala Iris dan pergi keluar ruangan.
Besoknya..
"Oh my god! Otp! Otp!" pekik Reha semangat.
"Pecahkan saja kokoroku mas!" pekik Iris semangat.
"Mereka ini aneh ya, cepet amat lupanya..." batin Red yang melihat Reha dan Iris sedang nonton Anime berduaan sambil gigit bantal.
-Flashback end-
"Karena yang ini beda!!" jerit Reha.
"Dia ini Kakak terbaik soalnya!!" sambung Iris dan mereka berdua nangis lagi.
"Heeeh.. Kalau begitu kenapa nggak minta seseorang buat cosplay dia aja, sih.. Jangan gue! Bola mata gue bukan warna putih." ucap Red sambil menghelakan nafasnya.
"IDE BAGUS!!" Seru Reha yang membuat Red dan Iris malah ber-gubrak- ria di lantai.
"Ya.. Yaudah, cepet tentuin siapa yang pantes jadi dia..." ujar Red yang kaget setengah sekarat.
"Mata heterochromia iridum merah sama Ijo permata, rambut putih jabrik, tinggi 180 senti-an, galak, sayang adek, kalo ngamuk ganas..." Reha melihat daftar biografi para anggota markas diikuti Iris.
"Gimana?"
"Ada beberapa orang yang sesuai... Alfred sama.. Ehh.. Alucard dan... Eudo."
"Kalau Alfred nggak ketinggian tuh.." gumam Iris.
"Iya sih.. Dan dia juga udah mati..."
"Kalau Alucard.. Kayaknya pas, cuman tinggal makein soft lens warna ijo aja..."
"Yaudah! Dia aja! Capcus~" Iris menarik tangan Reha untuk mencari Alucard. "Bisa nggak usah pake acara tarik tangan segala nggak!?"
Beberapa saat kemudian...
"Nah~ Alucard.. Sekarang kami meminta mu untuk menjadi seseorang." pinta Reha sambil menyodorkan sebuah baju dan sepatu ke Alucard.
"Hmm... Baiklah, Tuan.." Alucard kemudian pergi ke kloset untuk ganti baju.
"Menurut lu.. Cocok nggak sama dia nanti.." tanya Reha penasaran.
"Entahlah... Lihat sadja nanti."
"Aku sudah selesai.. Boleh keluarkan?" tanya Alucard dari dalam kloset.
"Ya! Keluarlah!" seru Reha biarpun didalam hatinya dia bilang -cepet amat ya-
Kemudian Alucard keluar dari kloset dengan wajah agak masam dan tatapan super tajam dari matanya. Reha dan Iris yang melihat itu langsung cengo mendadak dan...
"KYAAAA!! MIRIP BANGET!!" pekik Iris yang melihat Alucard.
"Berisik kau! Iris!" bentak Alucard (eh? Tumben dia...)
"Alucard, itu cocok denganmu serius deh!" ujar Reha sambil memegang jaket merah yang dikenakan Alucard.
"Oh... Terima kasih." Alucard entah kenapa berubah sikapnya yang awalnya sopan dan selalu hormat ke siapapun. Menjadi seorang yang kasar dan tidak peduli-an.
"Hei, kau baik-baik saja?" tanya Reha khawatir.
"Bukan Urusanmu, Bakaichou!" ucap Alucard ketus.
"Hmm... Kau sepertinya berbeda dari Alucard yang kami kenal.." ujar Iris curiga dengan perubahan sikap Alucard. "Apa yang terjadi dengan diri Alucard yang sebelumnya sopan dan terhormat itu?"
"Haaa! Urusai! Bukan urusanmu, Young Seon Mi." Alucard memutar matanya dan melipat kedua tangannya dan menatap ke Iris.
"Young Seon Mi? Iris itu.."
"Dari mana kau tau nama asliku! Apa yang kau lakukan dengan Alucard yang aku kenal berwibawa itu!?" bentak Iris sewot. (uwohh! Iris marah!)
"Haaa, Asal kalian tau, itu adalah sisi sebaliknya dari diriku. Ini adalah sisi sebenarnya dari diriku." ucap Alucard yang mengalihkan pandangannya.
"J.. Jadi kau mempunyai kepribadian ganda?" tanya Reha.
"Yak, kau benar.. Aku hanya akan keluar jika aku melepas softlens di mata kiriku dan tidak merapihkan rambutku seperti yang sebelumnya kalian lihat itu." jelas Alucard. "Sudahlah.. Ini membosankan. Aku mau jalan-jalan keluar dulu."
"Tu... Tunggu sebentar! Biarkan kami berfoto dulu denganmu! Baru kau boleh jalan-jalan.." sahut Iris sambil memegang kamera di tangannya.
"Baiklah.. Jika itu mau mu.."
Beberapa foto kemudian..
"Sudah yah! aku mau keluar dulu dah!!" seru Alucard dan meninggalkan mereka berdua di kamar.
"Hei, menurut mu apa ada orang yang kenal sama dia?" tanya Reha.
"Kayaknya nggak deh.." jawab Iris datar.
"Sepertinya musti kita ikutin dia..."
Iris menangguk dan keluar kamar diam-diam.
Bener aja, ketika Alucard keluar kamar dan nggak sengaja ketemu Alfred yang kebetulan lewat mukanya biasa-biasa aja, nggak ada tatap-tatapan dengan aura suram nan luar binasa (?) Bahkan, Alfred sendiri ngga nyadar kalau itu Alucard dan dengan datarnya dia..
"Kau siapa ya? Baru lihat, anggota baru kah?" tanyanya datar.
"Oi, Hantu ini aku, Alucard! Dan menyingkirlah dari jalanku!" jawab Alucard dengan nada rendah.
Dalam sekejap Alfred langsung mengeluarkan aura suramnya, "harusnya kau yang menyingkir, knight tak bertuan.." ucapnya datar tapi sakras.
"APA KAU BILANG!! HANTU MUKA DATAR!!" Bentak Alucard geram.
"Ahaha... Maaf, maaf, nah Alucard udah ya jangan dibahas lagi, maaf ya Alfred-kun." ucap Iris yang memisahkan kedua orang itu sebelum terjadinya perang antar dua dunia dan mendorong Alucard ke ruang tengah.
"Cih!"
"Hei, Alucard sebaiknya kita jalan-jalan keluar saja, yuk!" Ajak Iris sweatdrop.
"Baiklah!!" Alucard mengendus kesal dan berjalan menuju ruang tengah. Dia ruang tengah sedang ada tamu yaitu..
"Rev, ayo dong cepet! Kalau ada tuh orang bisa brabe ntar!"
Thundy...
Namun, kali ini Alucard tidak menunjukan sama sekali reaksi ketika melihat Thundy malah dia hanya bersikap biasa saja dan pergi keluar. Thundy yang melihat dirinya hanya kebingungan melihatnya.
"Sorry! Yok, Jalan! Keburu ada ai Ntuh!" Ajak Revan.
"Emm... Rev, lu kenal pria yang rambutnya putih jabrik, pake jaket merah, kaos item, pake hakama hitam, sama matanya ODD merah hijau nggak?" tanya Thundy bingung.
"Nggak, emangnya kenapa?"
"Soalnya tadi dia lewat depan gue, tapi rasanya nggak begitu asing liat mukanya..." jawab Thundy watados.
Tiba-tiba Iris ikut nimbrung, "ada yang liat cowok pake jaket merah, sama rambut putih jabrik nggak?" tanya Iris.
"Gue liat, emang dia siapa?"
"Itu.. Alucard..."
"HUAPAH!! Itu Alucard!!" pekik Elemy yang muncul tiba-tiba dari dalem pot (?).
"Oi, Emy Bego! Ngapain lu ngumpet di pot! Dan lu ngintilin gue ya barusan!" bentak Thundy sambil menarik Elemy keluar dari pot.
"Nggak tau! Emang nih Author laknat! Padahal tadi aku diluar bukan di pot!" balas Elemy yang sukses buat ketiga orang barusan sweatdrop. "Kok dia make baju laen ya, bukanya biasanya..."
"Dia lagi gue suruh cosplay.. Eh nggak taunya gone wrong banget.." ucap Irus datar.
"Maksudnya?" pinta ketiga orang lainnya bersamaan dan langsung duduk manis di sofa.
"Gini.. Emm.. Yang kalian lihat itu kan.. Alucard cuman... Dia itu.. Yah.. Punya kepribadian lain... Dan Thundy, dia nggak ngerayu lu kan tadi?" jelas Iris.
"Nggak, dia cuman ngeliat doang, trus pergi." jawab Thundy watados. Entah kenapa tiba-tiba ada dangdutan yang di meriahkan oleh Emy sambil goyang itik, dan diikutin sama Iris yang goyang dombret.
"Lu berdua kenapa!?" tanya Revan doble sweatdrop.
"Merayakan kemenangan, karena Alucard nggak ngerayu Thundy lagi." jawab Emy watados sambil serius goyang itik.
Entah kenapa tiba-tiba semua anak squad langsung nongol (min. Alfred dan Alucard) dan langsung ikutan dangdutan semua. Eris, Rei, sama Lectro malah break dance, Maya sama Ethan malah goyang ngebor, Amelia sama Sandra malah goyang gergaji, Red, Rone, sama Ethan malah nari tap, Jung, Eudo, Alex malah nari salsa, Silica sama Mia malah nari balet, Andre, Mita, sama Romi malah goyang sambil mengacungkan kedua jempolnya keatas, Revan sama Thundy malah ikut nimbrung dan tari piring. Hal ini diperparah karena tiba-tiba Emy dan Iris nyanyi..
"Hai kenapa kamu kalau nonton dangdut sukanya bilang~"
"Buka sikit Jos!"
Takano dan Yuki yang melihat kejadian ini hanya bisa double sweatdrop.
Ting tong...
"Yaa.. Uwah! Kalian semua kenapa kesini!?" tanya Takano kaget ketika kerumunan anak Garu squad didepan pintu.
"Mau Ikut dangdutan, Ayah~" kemudian semuanya masuk dan ikut-ikutan dangdutan di tangah markas.
Pokoknya perayaan kemenangan kali ini bener-bener diluar dugaan deh. Tarik mang~
Beberapa puluh menit kemudian..
"Ada apa ini?" tanya Alucard yang baru balik dan melihat sebuah spanduk di ruang tengah 'Merayakan kemenangan Alucard nggak coretngerapecoret ngerayu Thundy lagi' dan dangdutan masal di tengah ruang tengah markas.
"TEGANGAN CINTA TAK DAPAT DIHINDAR LAGI, KU COBA MENYAPAMU!!"
"ASTUTIIIIII!!"
"Demi dewa! Pada ngapain dangdutan disini!?" ujar Alucard sambil facepalm tapi dikacangin sama semua orang.
"Sabar ya mas, kacang mahal kayak hero unique." hibur Mathias.
"Iye, gue tau.. Kambing.."
CIITTTT!! SYUUTT!! GUBRAAKK!! TOWEWEWEW (!?)
Semuanya langsung kicep sama apa yang diucapkan Alucard. Nggak biasanya Alucard ngomong kayak gitu.
"Alucard.. Tadi lu ngomong apa ke Mathias?" tanya Alpha pake Mic dengan suara 0 oktaf (?) dan berjalan ke Alucard dengan masih membawa micnya.
"Hah? Kenapa? 'Gue' hanya ngomong 'Kambing' kok ke dia." jawab Alucard Watados, tapi entah kenala pas dia ngomong 'Kambing' dengan sengaja alpha mendekatkan micnya ke Alucard.
"Kambing!? Alucard ngomong Kambing!? Ke Mathias!?"
"Ayo Sini nyanyi Bareng!!" Ajak semuanya sambil menyeret Alucard keatas panggung dan musik disetel.
"Tu.. Wa.. Ga!!" komando Alpha dan Teiron.
"POTONG BEBEK ANGSA MASAK DIKUALI! MATHIAS ITU KAMBING! MINTA DISEMBELIH! POTONG DISINI! POTONG DISANA! LALALALALALALALALA~ KAMBING!!" nyanyi semuanya bersamaan dan membuat penekanan pada bagian Kambingnya sambil nari gaje.
Mathias yang nedengerin itu hanya bisa pundung dipojokan dengan aura suram.
"I know what you feel, bro." hibur Alfred yang tiba-tiba nongol dibelakangnya.
Bonus :
"Akhirnya sampai juga!!" ucap Romi yang menyetir mobilnya ke kolam renang di kota. Maklum, hari panas begini para anak 'laknat' itu pada maunya berenang semua. "Nah, silahkan turun~"
Semua anak telah turun kecuali..
"Woi, bangun! Ris! Udah sampe!"
"Jung! Bangun! Dah sampe nih!"
Rupanya Iris dan Jung masih ketiduran di mobil.
"Gimana cara bangunin mereka?" tanya Amelia bingung.
"Gampang aja~" ucap Lectro dan Ethan bersamaan.
"Woi! Ris! Ada yang lagi 'Anu' tuh! Dua-duanya cowo lagi!" (Lectro)
"Jung! Gangxi card lu gue lempar ke lu ya kalo nggak bangun dalam 5 detik!" (Ethan)
"Hah Mana!?" (Iris lansung bangun Dengan memegang kameranya.)
"Jangan!!!" Jung langsung bangun karena panik dan kejungkal dan nyusruk ditanah.
"Benerkan~ bangun~" ucap Lectro dan Ethan berbarengan tapi mendapat hadiah sebuah lemparan gangxi card yang sukses mengurung mereka berdua.
"Berisik lu berdua!!"
Red hanya menahan rasa tertawanya kemudian dia melihat seorang pria ice mage berambut hitam yang dia kenal tidak jauh dari mereka, "Oi, Frost!!"
Frost menengok kebelakang dan melihat Red menghampirinya, "Yo, Red! Lama tak jumpa!"
"Tumben Renang, biasanya lu ogah kalo disuruh keluar rumah atau apa itu kalo musim panas." ucap Red sambil menepuk pundak Frost.
"Lagi males aja, lagi pula AC dirumah gue mati, sementara kalo gur bekuin ruangan juga takut dilabrak sama sepupu gue si Pyro." jelas Frost.
Red hanya ber-oh- ria.
"Red! Ayo masuk!" panggil Jung.
Akhirnya semuanya masuk ke tempat kolam renang itu.
Di dalam setelah mengganti bajunya. (Setelah bayar tiket juga lah!) mereka melihat beberapa kolam renang dengan perosotan, kolam arus, dan kolam ombak.
"Udah ya! Kita ganti baju dulu!" ucap anak cewek yang masuk ke kamar ganti baju wanita.
Sementara, anak laki-laki berjalan kearah ruang ganti baju pria.
Setelah ganti baju..
"Ris, lu ngapain bawa kamera?" tanya Sandra bingung.
"You know lah, potret cogan-cogan atau yang unyu-unyu, apalagi kalo badannya bagus." jawab Iris dengan mata berbinar-binar. "Eh, tuh anak cowok, bersiaplah~"
Yang keluar adalah Mita dan Andre sambil bawa ban berenang. Mita mengenakan sebuah pakaian renang biru dengan aksesoris bebek, sementara Andre warna Kuning dengan askesoris yang sama.
Jepret!
"Kan, dapet yang unyu." ucap Iris sambil tersenyum puas.
Di sisi lain, di perosotan yang tinggi..
"Entahlah, May.. Ini tinggi banget tau.." ucap Amelia agak ketakutan pas dia mau meluncur kebawahan karena dia lagi tiduran diperosotan itu.
"Udahlah Mel.. Nikmatin aja, sini aku bantu." Maya dengan sengaja mendorong tubuh Amelia yang menyebabkan dia meluncur kebawah dengan cepat.
"AYAAAAAAHH! AKU TAKUT!" teriaknya dalam hati ketika meluncur dari perosotan.
Di sisi lain, kolam yang tenang..
Frost dengan santainya mengambang di aur dengan pelampungnya. Sampai..
"BOLA MERIAM!"
BYUUUUUUURR!!
Frost langsung terbalik dan nyebut ke kolam renang katena ombak yang diciptakan Lectro barusan..
"Than! Giliran lu!"
Ethan mengambil ancang-ancang dan berlari kemudian melompat ke kolam renang, tapi..
Krek! Gubrak!
"BISA NGGAK MASUK KE KOLEMNYA NORMALAN DIKIT GITU!!" Sembur Frost selaku biang kerok bekunya kolam renang.
Tiba-tiba, seseorang menepuk pundaknya, "Frost.. Pacar gue jangan lu bekuin juga kali..." ucap Red sambil menunjuk Revan yang terperangkap disekitar kolam es. "To- tolong! Di- dingin!"
Frost hanya nyengir dan menghilangkan seluruh es di kolam renang hingga menjadi normal lagi.
Di sebuah semak-semak (awas ada mbak loren mengintai dan siap mencari korban :V)...
Iris mengarahkan kameranya ke kerumunan pria yang berbadan bagus (Ea :V) dan dia diam-diam memotretnya..
"Hihihi~ cakep. Dapet koleksi nih." gumamnya sambil berseringai.
Nggak sengaja dia mendengar teriakan banyak perempuan dari sisi sebelah kanannya dan dia segeran mengarahkan kameranya kearah itu dan...
"Alfred? Lah, dia ngapain kesi- OMG!! Alucard!!!" pekik Iris dalam hatinya ketika melihat kedua cowok itu diikuti kerumunan anak perempuan. (Tumben damai...)
Alfred menenakan sebuah pakaian renang biru, jaket tembus pandang, sunshades, dan sendal biru. Sementara, Alucard mengenakan jaket merah, celana renang oranye, dan sendal merah hit. Dan bentuk badan mereka terpampang jelas karena Alfred jaketnya tembus landang samentar Alucard jaketnya kebuka ditengahnya.
"OMG!! OMG!! Kokoroku dipecahkan kalian!! Ganteng!! Mantab gan badannya!! Delapan!!" pekik batin Iris yang terus memotret kejadian itu.
The End dengan Kampretnya :V
A/N : Soal Husbando ilang itu... karena Ragna ilang di ending Blazblue CentralFiction dan nggak ada yang inget dia sama sekali. Gye yang ngeliat sampe terharu~ Hueee!!
